-Poéme-
Cho Kyuhyun & Lee Sungmin
Rated : M
Romance/Hurt
(YAOI)
This story is wholly MINE
Do not Bash/Flam or Plagiarism!
Kyuhyun memutari sekilas ruang kerjanya dengan mata, mencerminkan suasana bisnis. Seperti biasa! selain sesuatu saat beberapa menit yang lalu, sekretarisnya –Haera meletakan buket bunga segar di meja, kilau putih dari lili harum itu menyilaukan mata Kyuhyun untuk berbinar.
Ah, cuaca cerah hari ini. Mengesankan dengan fantastisnya senyuman si CEO. Ia tidak menghiraukan gunungan para dokumen, ataupun cangkir teh keramik yang akan mendingin, tapi ada rasa menggelitik diperutnya saat berpikir untuk bertemu Lee Sungmin lagi.
Ada banyak sekali hal yang ia ingin tahu tetapi waktu yang kemarin tidak cukup lama. Maka Kyuhyun memutuskan untuk mencatatnya di notes. Pertanyaan tentang bagaimana lima bulan dia belakangan ini, rumah bercat putih yang masih Sungmin diami, atau tentang cerita-cerita yang Hyukjae katakan padanya akan gambaran seorang pemuda perenung yang suka menggerutu semenjak karir novelis Lee Sungmin.
Ahh.. Kemarin, ingatkan Kyuhyun persoalan itu. Mereka telah berbagi masa lalu cukup banyak, dan ia merasa bahwa dirinya harus bisa kembali dipercaya. Ada rasa pahit dari hot chocolate yang Sungmin berikan saat foxy itu tak ikut bercerita, Kyuhyun tahu masih ada sesuatu yang tak ingin Sungmin bagi, tapi dia tidak bisa memaksa karena Sungmin masih terlihat rapuh. Tidak ada hitam atau putih, jelasnya hanya abu-abu. Dan untuk kemudian hari Kyuhyun memutuskan akan berperang dengan ketakutannya untuk komitmen bersama Sungmin.
Pip! Pesan diterima.
[Dia bersamaku, di kafetaria.]
Kyuhyun menyeringai. Dia akui, Hyukjae yang terbaik.
[On my way~]
[Kau ingin aku pergi atau tinggal?]
[Harus kujawab?]
[Niatmu itu akan mengusirku atau tidak sialan?!]
"Ck! Monyet tempramen."
[Yah, berpura-puralah pergi menyelesaikan sesuatu atau apapun, aku akan berhutang budi.]
[Accepted! Kutunggu kenaikan gaji CEO Cho~]
Kyuhyun menggelapkan touchscreen handphone-nya. Tidak ingin pusing tentang bentuk pemerasan yang Hyukjae baru ajukan, baginya tidak masalah selama yang disubsitusi adalah Lee Sungmin.
Ah, sial.
Lantai dasar, ia harus berbalik agar obsidiannya bisa menemukan tubuh lengkap Lee Sungmin yang mungkin sedang menikmati makan siangnya. Bibirnya ingin melengkung membayangkan gumpalan yang akan membulatkan bentuk pipi putih itu.
Dan dia memang disana, sendirian seperti dijanjikan Hyukjae yang sudah angkat kaki. Ini Jam kantor, tentu tidak ada pakaian istimewa yang harus Kyuhyun deskripsikan akan apa yang Lee Sungmin kenakan. Hanya seperti kebanyakan, pria dengan jas dan kemeja. Tapi paras manis itu, selalu menakjubkan dalam apapun.
"Halo Sungmin."
Mata bening itu kini berfokus padanya, "Oh, halo juga Kyuhyun." Bagus, Kyuhyun tidak harus khawatir dengan segala bentuk kecanggungan.
"Hanya roti?" Dia mengangguk.
"Ini adalah istirahat makan siang, dan satu-satunya waktu untuk istirahat hingga petang nanti, yakin kau tidak ingin makanan berat?"
"Kau saja yang pesan itu, aku sedang diet."
Kyuhyun memutar matanya, "Masih dengan hal konyol itu?" Tidak, hanya sulit dipercaya saja setelah hampir setengah tahun Sungmin masih dengan jadwal diet rutinnya,
"Beritahu aku mana yang lebih konyol dengan wajahku seperti bola sepak."
"Kau akan menuduhku hiperbolis jika mengatakan yang sebenarnya. Aku akan memanggil pelayan."
Sungmin memohon dengan matanya, tapi terlambat saat si pelayan mencatat pesanan "Kyuhyun, please."
"Ha'a! tidak denganku Ming, kau tau aku paling tidak suka kau menahan diri seperti itu."
"Aku akan terlihat seperti gajah betina yang sedang hamil!"
"Dan aku tidak keberatan mempunyai istri seperti gajah betina."
Rasa panas dipipinya mulai melukis garis merah yang sialan itu, "Memangnya aku mau menikahimu?"
Kyuhyun menatap polos, "Aku tidak sedang membicarakanmu, kau tahu nona Jung juga terlihat seperti gajah betina yang manis."
Bahan candaan yang tidak keterlaluan sebenarnya, tapi rona pipi Sungmin sudah berganti malu. Bukan karena tatapan iri seisi kafetaria padanya dan si boss tampan, tapi kekonyolan tentang Jung Juri rekan satu divisi Sungmin yang sepertinya mengalami obesitas.
"Baik, akan kusampaikan ungkapan cintamu untuknya." Tantang Sungmin sengit.
"Ah! Terimakasih kalau begitu."
Mereka menjeda sebentar saat di pelayan datang dengan makan tambahan, Sungmin yang kesal tak memperdulikan dengan memotong steak. Gerutuan kesalnya masih manis, Kyuhyun rasa ia tak keberatan menghabiskan waktu untuk menggodanya. "Mm, Sebenarnya ada lagi." Jahilnya.
Sungmin melotot, "Apa? Puisi? Surat cinta? Hadiah? Atau buket bunga?!"
Kyuhyun menahan senyum, "Tidak, aku sudah puas mengirimi itu minggu lalu."
"Oh baguslah, kupikir dia akan semuak diriku."
"Oh! Kukira dia suka."
"Yeah~" Sungmin melenguh malas, "Kau bisa membuka sebuah toko aksesoris dengan itu."
"Bagus, kabar baik karena sebagian besar adalah warna perempuan, tokomu akan ramai."
"Terserahmu saja." Acuh Sungmin kembali ke makan siangnya.
Rasanya seperti pelajar sekolah menengah yang sedang kasamaran saja, mungkin setelah ini para penggosip akan menyebar berita, tapi siapa yang peduli? Kehilangan semua wanita yang menggilainya tidak lebih buruk dibanding kehilangan Sungmin. Lagipula dia akan segera punya 'istri'.
Pip!
[CEO Cho, komisaris Kim menunggu diruangan anda.]
Ah, sialan. Pekerjaan selalu berhasil menyiksanya, Kyuhyun tidak yakin percakapan tadi menghabiskan lebih dari lima belas menit. Mata hitamnya kembali memfokusi Sungmin. "Kau jadi membantuku tidak?"
Meski kesal Sungmin tetap memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun "Apa?!"
Chup!
"Sampaikan kecupanku untuknya—
Dia bangkit dari duduknya, bersiap kembali kelantai dimana ruangan pribadinya bertempat. tetapi pertama dia ingin godaan yang menyenangkan ini akan diingat Sungmin sampai malam larut sebelum tidur nanti.
—Dan juga katakan pada gajah betina yang manis itu untuk tidak menolakku saat melamarnya lain kali."
Sungmin merona.
'Setan romantis yang benar-benar sialan.'
"Kau memutuskan untuk kembali?"
Dengusan nafasnya mencetak uap, udara cukup dingin menjelang natal. Dia sempat melihat ramalan cuaca diberita, penyiar itu bilang natal kali ini adalah natal putih, kabar bagus karena akan ada hujan salju beberapa pekan kedepan.
Sungmin mengernyitkan hidung. "Memang harus apa lagi?" orang diseberang telepon sana menghela nafas.
"Kau yakin dia sudah.. yah, behenti dari kebiasaan lama?" dia harus jujur, ada sedikit dan banyak rasa takut untuk hal ini, sebenarnya Sungmin masih ingin tahu lebih banyak, atau menyelidiki dan memata-matai dari jauh.
Kyuhyun itu seorang yang tidak bersahabat dengan komitmen, apa yang bisa diharapkan gelandangan sekalipun saat tidak ada recehan yang sudi diberi atau tentang selembaran uang ratusan ribu yang terlalu berharga dibuang. Begitu dengan cintanya, Sungmin tidak bisa menjamin Kyuhyun tidak akan membuangnya suatu saat karena bosan atau kehabisan alasan untuk bertahan.
"Aku bisa membantu jika kau mau."
"…"
"Ayolah, kita hanya akan melihat reaksi kejantanannya untuk orang selain kau."
"Entahlah, aku tidak yakin."
Giginya menggigit bibir bawah dan Sungmin menumpukan semua beban berat itu dimatanya, meski berpikir keras secara berulang tentang akan dikhianati lalu merasakan sakit entah kenapa dia masih belum.. siap.
"Apa gombalannya sehebat itu?"
"Ayolah, ini bukan tentang dia yang merayuku."
"Lalu?"
Lagi-lagi dia diam.
"Baik. Sudah kuputuskan akan membantu."
"T-tapi.."
"Percayalah kepadaku."
Sungmin benar-benar memohon kepada langit kali ini untuk menunjukan persimpangan yang sebenarnya. Dia tidak ingin sakit ataupun takut lagi, kali ini mantra-nya akan berlaku ulangan untuk mengantarkan kepada pangeran berkuda putih.
Beberapa lampu di ruangan dan lobi utama sudah dimatikan, gedung perusaan juga menggelap menandakan jam pulang, ada seorang wanita dan lelaki yang masih terlibat perbincangan didalam lift.
Disana, Kyuhyun dan seorang pegawai wanita yang sialan seksi dengan kemeja ketat dan rok mini yang memeluk pinggulnya, beberapa lekukan terbentuk ditempat yang benar, seharusnya tidak ada laki-laki yang akan menolak itu.
"Tidak, Aku hanya berpikir tentang apa yang merubahmu."
"Kita sudah selesai."
Wanita itu menyipitkan matanya, "Oh, Benar! Jadi aku juga harus melupakanmu setelah malam itu?"
Ada dengusan tak suka dari Kyuhyun. Wanita ini adalah friend with benefits nya yang terakhir saat lima bulan lalu. Seharusnya malam itu adalah akhir dari keduanya, karena siapapun tahu Kyuhyun hanya akan menjalin panas satu malam, dan setelahnya kembali tidak mengenal satu sama lain. Tapi wanita ini benar-benar mempunyai aura sengit yang sulit padam.
"Komitmen itu menakutkan Kyuhyun."
Dia memainkan kukunya, "Kau tidak lupa bagaimana seorang suami akan bertanggung jawab? Akan ada anak-anak, perdebatan kecil tentang kebutuhan rumah, dan hanya sedikit luangan waktu untuk permainan ranjang bersama pasanganmu. Kau tau kenapa? Karena sex sudah akan membosankan jika itu adalah rumah tangga."
Rahang Kyuhyun agak mengeras saat wanita ini berusaha mengulur talinya untuk lepas lagi. "Dan lagi, kau akan hanya meniduri-nya seorang meski suatu saat nanti kau merasa bosan, karena komitmen sialan itu. Kau belum pernah memasukinya Kyuhyun, bagaimana kau tahu bahwa kau bisa akan selalu puas? Ada banyak wanita yang akan rela berbaring diranjangmu, tapi sayang itu tidak bisa. Sekali lagi karena komitmen sialan itu, pikirkan baik-baik." Sepatu berhak tinggi berbunyi gemeletuk dimarmer saat wanita itu pergi meninggalkannya dengan kecupan dipipi. "Kau bisa lupakan semua tentang cinta sialan itu dan kembali bermain sebebas dulu, aku di bar yang biasa jika kau mencari."
Kyuhyun menatap parkiran dalam waktu yang lama, setetes kecil ketakutan mulai lari dari kotaknya dan menghantui Kyuhyun akan tipuan cinta, bahagia, kepercayaan, dan keluarga. Bagaimana jika wanita itu benar? bagaimana jika ia memang laki-laki yang tidak bisa bertahan dengan komitmen? Bagaima jika walau cinta sekalipun tidak bisa menghentikan Kyuhyun untuk kepuasan gairah?
Rasa dingin mengaliri tulang punggung Kyuhyun, di dunia percintaan itu juga ada rasa sakit, pengkhianatan, dan perselingkuhan. Bagaimana dia memastikan Sungmin akan tetap bersamanya saat dia sudah mulai tunduk akan cinta untuk orang itu? Kyuhyun menggeleng kuat-kuat. Tidak! Wanita sialan itu salah! Kyuhyun sendiri yang akan membuktikan bahwa Sungmin lebih dibanding apapun yang ia inginkan.
Kyuhyun memutuskan malam ini.. dia harus memastikan sesuatu.
Beberapa saat dia termenung dimobilnya, meneguk minuman ber-alcohol yang sengaja disimpan. Dia berpikir berkali-kali dan memungkinkan pemecahan masalah hanya untuk tindakan gila terakhirnya malam ini. Kyuhyun meneguk alcohol-nya lebih banyak, dia butuh mabuk.. mabuk yang sangat berat.
Kyuhyun diam sesaat, menatap lurus dengan do'a dalam-dalam pada tuhan untuk menjaganya dalam perlindungan, untuk mengarahkannya pada sesuatu yang sungguh-sungguh. Lalu melanjukan mobilnya dengan kencang dan turun didepan rumah mungil dengan pagar putih rendah, melangkah kepintu untuk bertemu seseorang.
Beberapa saat lalu pintu rumahnya seperti dibentur benda keras berkali-kali saat Sungmin membuka yang ternyata itu adalah Kyuhyun. Lelaki itu datang dengan masih memakai pakaian kerja, menatapnya dari kepala hingga kaki Sungmin yang berbalut piyama.
Pemuda itu memang hanya diam, bahkan saat Sungmin bertanya kenapa, Kyuhyun malah menjatuhkan tangannya dilengan atas Sungmin, menarik tubuh mungil itu ketembok dan menghimpitnya penuh intimidasi.
Alaram peringatan berbunyi dikepala Sungmin saat Kyuhyun menarik pinggulnya, menempelkan bagian tubuh mereka berpasangan, paha dengan paha, dada dengan dada, ereksi Kyuhyun yang panas menempel sempurna dipaha dalam Sungmin juga bibir yang mendarat di bibirnya. Kyuhyun mabuk, dan Sungmin yakin ini bukan hal benar diantara keduanya.
"Kyuhyun, ini tidak benar." Tetapi lelaki itu mengacuhkannya, dia menyeringai tidak peduli.
Matanya terus memaksakan kehendak, Kyuhyun berpikir untuk merobek piyama Sungmin, dan rasa dingin menyapa kulit perutnya. Sungmin menahan diri untuk tidak berteriak, tapi tangannya sekuat tenaga menjauhkan Kyuhyun dari jangkauan paling dekat.
Tubuh mungil itu menggigil takut dengan memeluk piyama kemejanya yang terbuka, dia mengulang gumanan berhenti berkali-kali. Sampai Sungmin tersedak isakan tanpa suaranya, meracau dengan pelan tentang dia bukan orang yang bisa diperlakukan untuk itu.
Kyuhyun menyentakan kepalanya kebelakang, penuh sudah ruang kosong didalam kepala sialannya, apa yang terjadi karena memang harus seperti itu sampai dia pergi dengan membanting pintu.
Tempat gelap ini, dibawah bola penuh kerlipan para manusia menjajakan tubuhnya untuk kepuasan dan ketegangan seksual yang panas, Kyuhyun disini sekarang. Untuk menarik satu kesimpulan terakhir sebelum waktu yang akan membuatnya terlambat.
Wanita itu disana, menangkap Kyuhyun dengan mata coklatnya, dia menyampirkan rambut kesamping memperlihatkan gaun leher rendah dengan belahan dadanya mencetak jelas. Kyuhyun mendekat menarik wanita itu kebilik yang ada, merengsek gaun itu hingga sabuknya terlepas dan turun sepinggang.
Wanita itu meliar dengan mencium Kyuhyun, menggapai leher dan membuka resleting bawah celana kantornya. Tangannya bermain dengan kejantanan dibawah sana, sementara dia membawa wajah rupawan itu untuk bertemu payudaranya.
Lima belas menit, perlahan cahaya itu membisikan sesuatu ke telinganya. Akhirnya jawaban itu benar-benar datang. Kyuhyun melepas cumbuannya dan menatap jijik.
"Kau lihat aku tidak bisa ereksi sayang." Ejeknya lalu membenahi pakaian, wanita itu terperangah dengan kenyataan dengan yang tadi bukanlah libido.
Kyuhyun meludah jijik."Terimakasih atas saranmu yang tadi." Lalu dia pergi dengan angkuh penuh kemenangan meninggalkan si wanita dengan keterkejutan yang bodoh.
Langkahnya sempoyongan karena mabuk, efek alcohol itu benar-benar yang terburuk. Mengingatkan Kyuhyun akan perpisahan tahun lalunya dengan Sungmin, bagaimana dia mencumbui orang lain didepannya dengan sangat sialan meski itu dalam mabuk sekalipun. Tapi sekarang, Kyuhyun merasa rantai yang membelenggu rasa cintanya untuk Sungmin meleleh.
Alkohol, wanita dan gairah bejat itu. Kyuhyun menang melawan keduanya malam ini, terdengar seperti penembusan dosa yang Kyuhyun janjikan kepada tuhan bukti bahwa dia bersumpah demi neraka sekalipun tidak akan pernah menyakiti Sungminnya lagi. Ada setetes air mata kebahagiaan yang meluncur turun saat ia menatap langit.
Dia harus kembali, untuk bertemu cintanya.
.
.
Dduk dduk dduk!
"Kyuhyun?!"
Sungmin mungkin masih marah, dan dia tidak peduli, Kyuhyun tidak keberatan harus menyeberangi jurang agar Sungmin memaafkannya. Karena malam ini, langit memberitahunya kebenaran, bahwa Sungmin adalah takdirnya.
"Ming.. " Kyuhyun tersenyum, matanya terasa berat, hidungnya juga terasa aneh dengan bau anyir. Berat sekali sebelum Kyuhyun menutup matanya setelah menghambur kepelukan Sungmin yang berteriak memanggil namanya.
OoO To Be Continued OoO
Apa kabar semuaaaa? Lama tidak berjumpa^^ apa kah saya menghilang lama sekali? *Cek kalender, hehe maaf sudah membuat kalian semua menunggu demi chapter yang amburadeul ini, tapi saya sangat amat berterima kasih kepada kalian semua yang bahkan mau bersedia tetap menunggu untuk author abal-abal yang amatiran seperti saya^^
Mulai dari sini kalian boleh menskip jika merasa akan mual mendengarkan curhatan panjang lebar saya~
Hahh.. pekan-pekan terakhir yang sangat berat, sepertinya saya sudah tidak perlu menuliskan lagi apa yang menyebabkan hilangnya jejak saya dari ffn ataupun social media beberapa bulan kebelakang ini. Terimakasih buat yang udah PM dari mulai akun fb sampai ke akun ffn.. makasih loooh udah khawatirin dan kengenin aku ;)
Saya lagi ngikut metode Kyuhyun, Healing time~ pendinginan pikiran dan hati saya yang sudah cukup lelah. Tapi kalian tahu apa yang terjadi? Healing time saya gagal total sampai ke-akar akar =='
Beberapa hari perenungan setelah hari laknat itu saya mulai berpikir untuk pergi jauh, melupakan waktu-waktu yang saya habiskan dengan bodoh, membuang semua tentang mereka.. tapi.. itu semua malah menyadarkan saya kalau.. KyuMin sudah mengambil lebih dari separuh bagian kehidupan saya.
Mau tidur? Ingat mereka. Mau makan? Ingat mereka. Mau duduk-duduk? Juga ingat mereka. Apalagi kalau nyentuh gadget? Pasti bakal ingat mereka T-T benar-benar healing fucking time! Bahkan yang nekatnya lagi saya menghapus semua koleksi foto2, video2, dan semua tentang Kyumin dari HP dan Laptop saya, tapi apa yang terjadi setelah itu? Saya malah mewek sambil mukul tembok mikir kok bodoh amat ngebuang hal paling penting dihidup saya?!
Jadilah saya seorang fan ababil yang tiap hari kerjaannya jadi orang melankolis.. dengerin lagu2 sedih, ingat Kyumin terus mewek T.T, nonton film2 sedih, ingat Kyumin terus mewek T.T, pokonya apapun yang saya lakuin ujung2nya kalau ingat Kyumin pasti mewek berat T.T
Dan setelah melewati masa-masa kritis itu, saya mulai memberanikan diri untuk kembali membaca ff, tapi pasang alaram ANTI FF CANON, karena saya yakin gak bakalan kuat kalau mengingat apa yang sedang terjadi sekarang, kerennya sih saya sedang berusaha Lari dari kenyataan cyeehh #Plak. Saya terus menenggelamkan diri dalam ff yang saya rasa bisa bikin nyaman, bisa bikin saya lupa akan kenyataan, Cuma hanya akan ada saya, mereka, dan imajinasi saya :')
Tapi lagi-lagi masalah datang saat… ternyata ff Kyumin mulai menipis, macam tanaman yang udah disemprotin pestisida, pada ngilang semua hamanya T.T kalau dulu bakal ada aja ff yang update atau publish tiap hari, tapi sekarang kayak nyari jualan cabe di toko baju T.T
Setelahnya saya memutuskan untuk memberanikan diri ngebuka akun sosmed dan tadaaaaaaaa…. Banyak banget username baru yang kagak tau dia siapa T.T teman-teman saya yang dulu entah hilang kemana, beranda sepi bak angin sepoi-sepoi, gak adem macem dulu yang penuh sama delusi-delusi indah dan momen mereka, tapi segera bakal jadi macam desa dilanda topan pas ada topic baru tentang si kambing, dan jadilah saya Cuma sekedar singgah dan merenung sebentar, terus tutup akun, tapi ntar balik lagi, dan tutup lagi.. lama-lama beneran kayak orang stress T.T
Dan sekarang, saya macam orang kritis yang ingin pergi tapi gak tau gimana caranya, juga ingin bertahan tapi gak tahu harus gimana :')
Empat tahun menghabiskan waktu sebagai seorang JOYer benar-benar waktu terbahagia yang pernah ada, bertemu teman baru, keluarga baru yang hangat dan menyenangkan^^ bercanda bersama, senang bersama, bahagia bersama, galon bersama, bahkan sampai mesum bersama *oke ini maksudnya pembicaraan jangan salah paham if you know what I mean* tapi sekarang semuanya berubah menjadi mimpi buruk.. terpecah dan menghilang. Memang banyak yang masih bertahan, tapi gak sedikit juga yang udah pergi dan itu benar-benar menyakitkan T.T
Saya mulai berpikir andai bisa memutar waktu untuk kembali seperti dulu, tapi rasanya mungkin gak akan pernah bisa sama lagi.. memikirkan apalagi dua tahun kedepan bakalan tanpa momen mereka T.T saya harus gimana supaya bisa tetap kuat?! Tapi lagi-lagi saat ingin berhenti saya sadar, kalau saya.. tidak bisa :') hati kecil saya yang jauh didalam sana terus berdenyut nyeri setiap kali berpikiran untuk udahan, itu mungkin tanda dari alam (?) kalau masih ada hal yang perlu saya tunggu^^
Saya percaya cinta mereka.. walau sampai kapanpun, tapi.. saya hanya tidak cukup kuat untuk melihat mereka tidak menjadi satu T.T
Jadi maukah joyers semua ikut berbagi pikiran dengan saya disini :') menyuntikan beberapa motivasi joyers semua untuk tetap bertahan? Sungguh saya rapuh sekali saat ini T.T
Terima kasih untuk semua cinta yang sudah kalian beri untuk Anak SMA yang labil ini^^ terimakasih untuk waktu-waktu yang sangat berharga^^ terimakasih :')
Mungkin setelah menamatkan poeme di chap depan, saya bakal buka akun baru mulai dari FB baru, Twitter baru, FFn baru, Blog Baru, untuk hidup baru^^ yang pastinya masih tentang aku dan cintaku untuk Kyumin ;)
With Love,
Rye Kim
