Pappoy! Aku update lagi lalalala~

Nerusin cerita ini bikin gregetan yah :B sampe readers nya kayaknya juga ;v

Sippsipp langsung saja lah next ceritanya~

Rated : T

Genre : hurt/comfort, romance

Pairing : ChanBaek and Other

Cast : EXO

OOC STORY, GENDERSWITCH

THIS FICTION IS REAL FROM AUTHOR IMAGINATION, NO PLAGIATING

HOPE YOU ARE LIKE IT ^^

DON'T LIKE DON'T READ

THIS IS MY LIFE

.

.

.

Thanks God. I'm alive and have good friend and still care with me.

.

.

.

"YEAY! WAKTUNYA PULANG !" teriak anak anak di dalam kelas. Yup, bel pulang sekolah sudah berdering sejak beberapa detik yang lalu

"fuh, akhirnya pulang juga" gumamku sambil membereskan buku

"iya, baekkie. Sebenarnya aku sudah mengantuk sekali hehe"

"memangnya mengantuk kenapa, kyungie?"

"yeah.. menghabiskan waktu untuk membaca 1 novel dalam satu malam. Dan novelnya berhasil kubacaaaa!" girang Kyungsoo sambil mengeluarkan macam buku tebal yang ditangannya. Aku hanya melongo

"kau tahu, baek? Novel ini sungguh romantis aaaaaa aku sukses menangis 10 kali. Lihat! Mataku semakin terlihat besar! Tapi.. tak apa yang penting anak kecil lucu itu kembali ke pelukan ibunya yang sudah menikah bersama ayahnya yang tobat aahhh,setelah anak imut itu tumbuh besar ia pun dijodohkan oleh pangeran tampan yang baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung(?) aaaaaaa Habis itu mereka menikah. Coba aku bisa seperti itu. iya kan baekkie? Lho? Baekkie mana?"

Aku pun langsung keluar kelas dan meninggalkan Kyungsoo berceria bersama khayalan anehnya.

"Ya! Byun Baekhyun! Kau tidak mendengar ceritaku?!"

"aku sudah tahu, pabbo. Kau sudah menceritakan hal itu 2 kali"

"ah masa? Oh iya.. haha tak apalah baekkie ya~" Kyungsoo pun menghampiriku

"oh ya, jadi tidak ke rumah Kris?"

"entahlah Baekkie. Aku telepon dulu" Kyungsoo pun mengeluarkan ponselnya berwarna black pearl dengan gantungan berbentuk anjing kecil

"yeoboseyo?"

"ya! Krisus! Kau kemana saja?! Kami ingin bermain kerumah mu!"

"ya! jangan sebut nama konyol itu, mata bulat!"

"MWO? Hei! Berani kau muka lonjong! Huh! Dimana kamu?"

"aku sedang di toilet dengan Chanyeol. Dengar dengar! Chanyeol sedang pipis. Hei Chanyeol sudah selesai? Giliranku!- Ya! sabarlah sedikit, muka lonjong. sebentar lagi kucuran nya mereda !—hei! psst! Nanti ketahuan -Ah Kyungsoo, kau masih disana?"

PIP

"mereka dimana?" tanyaku pada Kyungsoo

"mereka sedang yadongan, ayo kita ke lantai bawah!"

"M-MWO?" aku pun langsung ditarik oleh Kyungsoo menuju lantai bawah

.

"kalian habis apa? Yadongan?" tanyaku pada Kris dan Chanyeol

"MWO?" jawab KrisYeol berbarengan

"kalian sempat sempatnya ber-mesum ria di sekolah, dasar"

"mwo?! Siapa yang bilang padamu, byun baekhyun?!"

"kata Kyungsoo begitu"

"ck. Kami hanya sedang pipis, ini habis dari toilet" tutur Chanyeol

"dan berdua?"

"ne, tentu saja" jawab Kris. Aku mengernyit

"BERARTI KALIAN YADONGAN" teriakku sontak, mulutku langsung di bekap oleh Chanyeol

"pabbo! Tentu saja tidak! Kita masih normal, bukan gay . bodoh!" tutur Chanyeol. Aku hanya mengangguk. Chanyeol pun melepaskan tangannya

"TAPI. TAP-"

"diam bodoh! Atau aku akan membekap mulutmu sampai besok?" aku pun menggeleng pada Chanyeol

"PUAHAHAHAHAHAHAHA"

Sontak aku, Kris dan Chanyeol menatap Kyungsoo.

"pfft kalian ini.. bahahaha.. mau saja aku bohongin! Baekkie, kau polos sekali puahahahaha! Apalagi wajah kalian yang panik karena Baekhyun teriak! Puahahaha" Gelak tawa Kyungsoo overload. Kami hanya menatap deathglare terhadapnya

"sudah ! ayo ke rumah Kris. Aku lapar" sontak aku langsung menarik backpack Kyungsoo

"hei hei! Ampuni aku! Jangan diseret juga!"

"masa bodoh. Kriseu, dirumahmu ada makanan? Aku lapar" Tanya ku pada Kris

"yeah.. sepertinya….. tidak. Kita makan dulu saja diluar"

"bayarin aku, ya?" goda Chanyeol ke Kris

"mwo? Apa urusanmu? Bayar sendiri!"

"ayolah, Kris~ uangku untuk membeli gitar edisi baru yang akan keluar bulan depan. Ya? ya?" Bujuk Chanyeol memohon

"tidak"

"Kris.."

"tidak" Kris pun menoleh pada Chanyeol. Chanyeol pun memberi wink

"….. YA PARK CHANYEOL! JANGAN BILANG KAU BENAR-BENAR GAY SAAT INI" Kris langsung menjauh dengan Chanyeol dan menatap deathglare

" hei! Aku masih normal, pabbo!"

"PASTI KARENA VIDEO YADONG YANG DI KAMAR MANDI, KAN? AYO MENGAKU"

"KRIS PABBO! ITU BUKAN VIDEO GAY!"

"halah, bohong"

"ya!" Chanyeol mendengus

" hah! habisnya kau memberi failed wink begitu! Hii aku jadi merinding" ucap Kris sambil mengusap tangannya. Chanyeol hanya terkekeh

"s-s-sudahlah~ bagaimana kita makan ke resto Jepang? Aku ingin Sushi" usul Kyungsoo mengajak mengubah topik pembicaraan. Sepertinya ia tahu

"aku ingin ramen" pintaku.

"ingin ke resto jepang? Boleh" setuju Kris

"aku ikut kalian saja. Yang penting perutku kenyang" ucap Chanyeol

"oke! Kita bawa pulang saja makanannya! Aku ingin sambil menonton sebuah film romantis~" ujar Kyungsoo innocent ria

"bawa pulang? Lebih baik delivery saja" usul Kris

"ah ya! setidaknya tidak begitu membuang waktu" setujuku

"oke, nanti akan aku telepon di rumah saja"

"ne~"

Kami pun menuju parkiran dan menaiki sedan BMW Kris. Yang membingungkan adalah, rumah Kris dekat dan ia menggunakan mobil. Kenapa tidak jalan kaki saja atau naik sepeda? Dasar laki-laki -_-

Kami pun sampai hingga rumah Kris dalam sekejap. Padahal rasanya baru menaruh bokong di jok mobil tetapi tahu-tahu sudah keluar, huft -_-

"appa dan umma tidak ada, Kris?"

"tidak, Kyungie. Mereka sepertinya lembur"

"AAAAAAAAAA"

"ya! Baekhyun! Apa yang kau lakukan dengan tembok ku?!" bentak Kris padaku

"Ohmo~aku hanya memeluknya~ ah kenapa kau tidak bilang padaku soal warna tembok rumahmu yang baru? Kyaaa warnanya kuning kyaaa, tidak tahu betapa rinduku pada tembok ini~" ujarku pada Kris. Kris hanya pura-pura tidak dengar dan menuju meja telepon untuk menelepon resto jepang yang ingin kami pesan.

Aku pun tiba tiba merasakan ganjal dibelakangku

TEP

Aku pun menoleh kebelakang, dan

Chanyeol menyudutkanku. Dekat sekali

Aku masih terpaku dengan tatapannya yang lurus menatap bola mataku

Astaga, wajahnya sungguh dekat! Aku harus bagaimana ~!

Aku merasa Chanyeol seperti ingin…

Menciumku.

Tuhan~

Jantungku tak karuan kali ini

Aku pun hanya menutup mata ketakutan

Aku belum siap untuk ciuman pertamaku!

.

.

.

TOK

Aw! Apa itu?

"wajahmu jelek sekali"

"e-e-eh?!" aku pun langsung membuka kedua mataku. Ia tidak menciumku?

"kepala mu panas. Pantas kau gak karuan, demam sih" jawab Chanyeol cuek dan menuju ruang tamu.

Ternyata ia hanya mengetuk jidatku dengan jidatnya.

Ugh….

DASAR PABBOYA

KAU MEMBUATKU HAMPIR MATI

Aku masih terpaku dengan hal barusan. Ugh… memalukan!

Maksud tindakan ia apa?!

TES

Tak sadar air mataku keluar.

Ah aku kenapa?

Kenapa air mataku keluar?

Baekhyun pabbo! Kau tidak boleh menangis!

Aku pun menyeka air mataku cepat saat sadar melihat Kyungsoo datang dari arah pintu masuk

"Baekkie? Kau kenapa?" Kyungsoo langsung menghampiriku yang sedang meringkuk. Aku pun menggeleng

"kenapa? Bilang padaku!"

"tidak apa, Kyungie~ hanya tersandung meja tadi. Jadinya sakit kakiku. Sakit sekali" aku pun berpura-pura merasa sakit pada bagian kakiku

"benarkah?"

"ne, aku tak apa" aku langsung tersenyum pada Kyungsoo agar meyakinkannya

"ah~ baguslah~ oh ya aku sempat membelikan ice cream! Ini untukmu Baekkie! Yang rasa strawberry, ne?" Kyungsoo pun memberikanku ice cream strawberry. Ia tahu saja hal favoritku

"harganya berapa? Aku harus mengganti uangmu" ucapku pada Kyungsoo

"tidak usah!" tolak Kyungsoo

"jeongmal?"

"ne! aku ikhlas kok!" aku pun tersenyum lebar

"kyaa gomawo Kyungie chagiiiiii!" sontak aku langsung memeluk Kyungsoo yang kaget dipeluk olehku.

.

.

.

.

.

"Makanannya sudah tiba~~" Kris datang membawa makanan yang kami pesan dari resto jepang

"yeay! Mana punyaku? Sushi!"

"ramen ku mana?"

"cepat mana punyaku? Aku ingin kembali menonton film nya"

"iya sabar!" kris pun menata makanan untuk kami semua. Setelah itu kami langsung kembali duduk dan menonton film action nan romance ini.

TAK

"hah~ kenyang~" Chanyeol langsung menaruh mangkuk bekas makanannya dan mengambil minumannya

"mwo? Kau ini lapar apa doyan?" Tanya Kyungsoo

"entahlah, mungkin keduanya. Hehe"

"dasar rakus" ejekku

"masa bodoh" jawab Chanyeol. Aku hanya mendengus dan melanjutkan menyeleruput ramen

Kemudian, kami selesai dengan acara makan. Setelah mengembalikan alat-alat makan, kami pun kembali ke tempat duduk yang terburu-buru karena klimaks film sudah dimulai.

"woah, keren sekali.." gumam Kyungsoo

"andai aku punya wanita ber wushu begitu. Berkharisma" gumam Kris

Aku hanya menatap layar TV dan terkagum kagum.

PLUK

Chanyeol pun menyenderkan kepalanya pada bahuku. Sontak aku kaget. Aku hanya menatap film dan membiarkan Chanyeol. Mungkin ia lelah.

Film pun berakhir.

"waaa waaaa akhirnya romantic sekali, ne? kyaaaaa ketika James kembali ke kapal demi melanjutkan pertunangannya dengan Resy lalu lalu mereka kecelakaan lalu lalu mereka mati bersama. SUNGGUH aku tadi menangis 2 kali. Kerennyaaaaaaa kyaaaaa"

Semuanya berpura pura tidak mendengar. Aku bermain ponsel, Kris bermain gitar, Chanyeol diam.

"bukankah begitu? Kyaaaaa" Kyungsoo masih histeris

"aku tahu." kata Aku, Kris, Chanyeol serempak.

.

.

"kau ingin pulang, Kyungsoo?"

"iya, Kris. Eomma sudah meneleponku"

"hm.." Kris pun menyenggol Chanyeol " yeol, antar Kyungsoo sana. Ia ingin pulang"

"semuanya ingin pulang kan?" alasan Chanyeol

"iya sih, kan-"

"malas, harus bolak-balik arah jalan pulangnya"bantah Chanyeol. Ia pun mengambil tas dan sweaternya dan memasukkannya ke dalam sedan nya. Sebelumnya, Chanyeol mengambil sedan nya yang masih ter parkir di parkiran sekolah dan membawanya kesini

"kalau, kamu? Baekkie?"

"eum.. entahlah aku naik bus umum saja" jawabku

"oh begitu.. tapi kan halte nya jauh"

"haha sudah biasa, Kris! Biasanya kan aku memang naik bus umum sehabis dari rumahmu!"

"tapi kan, biasanya kau diantar ayahku hingga halte. Tapi ayahku tidak ada"

"gwaenchana, Kriseu~" jawabku memastikan. Aku pun menggendong backpack ku

"Baek, kau ikut denganku saja"

"mwo? Kau tidak salah, chanyeol?"

"ne. aku antar sampai rumahmu. Kebetulan kan kita searah"

"eum…" bagaimana ini? Antara ingin menerima dan menolaknya. Jujur, aku merasa tidak enak dengan Kyungsoo. Aku takut Kyungsoo sakit hati.

"tidak usah. Gomawo" tolakku pada Chanyeol. Chanyeol mengernyit padaku. Sepertinya ia tahu bahwa aku memiliki alasan lain

"tidak! Kau harus ikut denganku. Sampai halte bus saja"

Mwo? Yang benar saja? -_- memaksa kehendak orang saja! Tapi.. kalau sampai halte bus sepertinya tidak apa

"hmm… baiklah aku ikut. Sampai halte bus saja, ne?"

"iya, chagiya~"

BLUSH

Ia memanggilku apa? Chagiya? Apa? Baby? Omona….

Aku pun langsung menunduk dan buru buru masuk ke dalam mobil. Semoga Chanyeol tidak melihat wajahku yang sudah matang seperti tomat!

Chanyeol pun masuk kedalam mobil. Aku masih menunduk saja. Ia pun menyalakan mobilnya dan membuka kaca jendela

"gomawo for today,Kris. Maaf merepotkan haha"

"yup, santai saja Yeol~"

"kau akan mengantar Kyungsoo?"

"iya, aku akan mengantarnya. Oh ya, baekkie kenapa?"

"e-eh? Aku tak apa hehe. Gomawo Kris! Kau juga Kyungie~" aku pun memberi salam pula ke Kyungsoo yang baru tiba. Kris dan Kyungsoo mengangguk

"ppai ppai!"

Chanyeol mulai menginjak gas mobil.

*SIIIIIINGGGGGG*

Ah, canggung sekali. T_T

Sedari tadi kami belum memulai percakapan.

Benar benar awkward. Ck.

Aku memainkan jemariku yang cukup lentik. Tidak tahu harus apa

.

.

Lho? Kok?

"Chanyeol! Halte bus nya disana! Kau kelewatan!" aku mulai panik saat halte bus sudah kami lewati

"aku akan mengantarmu sampai rumah. So, where is your house?"

"eum.. ah! Tidak perlu sampai rumah! Nah! Didepan bangunan itu saja! Berhenti dan turunkan aku, kau bisa langsung kerumahmu"

"tidak, nona. Kamu aku antar sampai depan gerbang rumah nona" tutur Chanyeol dengan embel-embel 'nona' padaku dan tersenyum. Aku hanya memalingkan wajah jutek ku ke jendela mobil dan melihat jalanan

"kau tidak keberatan, kan?"

"chanyeol" aku pun menoleh ke arahnya "bukan begitu. Aku hanya keberatan dengan mu. Aku malah menyibukkan dirimu demi aku. Walau sekedar mengantar jemput, tapi bagiku itu hal yang menyusahkan orang lain. Dan aku sangat tidak suka bila seseorang terpandang baik hati tetapi dibelakang ia mengeluh. Bermuka dua, right?" aku mencoba menatapnya serius dan mencari arti dari tatapan matanya.

"baekhyun, it's okay baby. I'm really don't mind with you. Aku hanya ingin berguna juga menjadi.. sahabatmu.. dan.. yeah, berbuat baik. Aku serius. Tidak apa-apa. Dan aku tidak akan mengeluh"

Aku pun terdiam dan memandang jalan yang lurus nan sepi. Masih memikirkan ucapan Chanyeol tadi

"kau, tidak apa kan?" Tanya Chanyeol padaku. Aku hanya mengangguk

"alright, where's your home position?"

"kau lurus saja, ada perempatan 3 ambil kiri. Disitu apartemenku"

"you live in apartment?"

"sure."

"aku baru tahu. Kukira kau tinggal di sebuah rumah"

"rumahku jauh dari Seoul, yeol"

"oh.."

Nampak lampu lalu lintas menjadi merah.

"eum.. kamu kenapa putus dengan Sooyoung?" tanyaku pada Chanyeol. Chanyeol sepertinya kaget dengan pertanyaanku

"ah, mianhae. Tak perlu dibahas! Hehe" aku sepertinya salah tembak

"aku…. tidak nyaman dengannya" tutur Chanyeol. Aku pun terdiam

"dia childish sekali, manja pula. Apa apa minta jemput. Selalu saja protes. Tidak tahu lagi mau dia apa" tuturnya lagi sambil melihatku.

"bukan.. karena.. fokus mata pelajaran sekolah?" tanyaku memastikan

"haha, itu hanya alasan konyol ku. Aku hanya tidak mau lebih menyakiti hatinya karena cemoohanku"

"ah.. begitu"

"kenapa kau bertanya hal itu?"

"tak apa hehe. Hanya ingin tahu saja" aku pun memberi senyum pada Chanyeol agar meyakinkannya

"tapi—" Chanyeol melihatku kembali. "bukankah Sooyoung overprotect itu menandakan bahwa ia sangat sayang padamu? Menurutku hal wajar seorang wanita menjaga pria nya yang berada di tempat lain agar tidak direbut oleh orang lain." Tuturku

"lalu? Aku salah?"

"aku tidak tahu, Chanyeollie. Hanya saja… tindakanmu kurang tepat untu saat memutuskan suatu hubungan yang lumayan panjang"

"berarti aku salah"

"aku tidak menuduhmu salah, pabbo"

"aku memang salah. Semua orang menyalahkanku. Kapan aku menjadi benar, huh?"

"bukan! Bukan begitu! Kau hanya merasa pesimis dan ego yang kau punya. Gengsi mu itu yang membuatmu mundur!" kataku meyakinkan Chanyeol . Chanyeol terdiam

"sudahlah Yeol. Walau saat 'lalu' sudah menjadi pengalaman burukmu, setidaknya kau sadar dan membenahi dirimu agar tidak salah jalan lagi. Cukup 'berjalan' di jalan yang jelas dan benar" tuturku lagi layaknya seorang psikolog terhadap pasiennya

"nah, itu apartment ku. Berhenti di depan"

Dan mobil itu berhenti, aku pun bersiap-siap turun

"baekkie"

"ne?"

GREP

Chanyeol memelukku tiba-tiba, astaga!

"eum.. Cha-chanyeol?"

"biarkan seperti ini sebentar saja"

"n-ne.."

Ya Tuhan, mimpi apakah aku semalam? Tiba-tiba Chanyeol memelukku seperti ini

Tapi, aku merasa nyaman

Dan

Hangat.

"gomawo. Kau telah mengerti diriku"

"ah—ne kau berlebihan, yeol"

"aku merasa sangat ber terima kasih"

"hahaha, tentu saja. Bukankah itu gunanya seorang, sahabat?"

Bicara apa aku?

Chanyeol tiba-tiba melepas pelukannya.

"sudah malam, lebih baik kamu tidur"

"eh-ehehe iya ya, besok masih sekolah hehe" aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal , "baiklah, terima kasih sudah mengantarku, gomawoyo~"

"ne, cheonmaneyo chagiya~"

"ugh… jangan memanggilku b-begitu" aku memalingkan wajahku ke arah yang lain

"haha, aku hanya.. bercanda"

"ah begitu.. kalau gitu, hati-hati"

"aku belum jalan"

"oh iya hehe" aku tertawa canggung

"so, night. Thanks for today"

"night, hati hati dijalan" kataku pada Chanyeol yang bersiap menjalankan mobilnya. Aku pun melambaikan tanganku hingga mobil itu menjauh dan menghilang

Aku langsung masuk ke dalam apartemenku, mengganti baju, menggosok gigi serta membasuh wajahku dan waktunya tidur!

Kurebahkan badanku sambil memeluk boneka bebek pemberian umma kandungku

Aku rindu umma…

.

.

.

*FLASHBACK*

.

"BAEKHYUN! BERESKAN BARANG-BARANGMU! JANGAN MAU TINGGAL DENGAN AYAHMU YANG PEMBOHONG INI!"

"APA? MAU MU APA?"

"hiks hiks…"

"CEPAT BERESKAN BARANG KALIAN, SEGALA PAKAIAN, ALAT SEKOLAH YANG DIPERLUKAN!"

"arraseo, umma…"

"JANGAN DENGAR KATA KATA UMMA MU! DIA MENGKHINATI APPA MU INI"

"KHIANAT?! KAU YANG MENGKHIANATI KU, BYUN JONGDAE. PERGILAH DENGAN WANITA SIMPANANMU ITU! DAN JANGAN PERNAH MEMBAWA ANAK ANAK!"

Aku yang sedang mengerjakan tugas Sekolah terusik oleh hal tidak penting seperti ini. Ini perkelahian ke berapa kali, eoh?

"BAEKHYUN! BERESKAN BARANGMU! YEOSEOB! ZELO! CEPAT!"

Ish…

"hiks hiks…" Zelo hanya menangis sambil memeluk tas yang hendak ia pakai untuk memindahkan barang-barangnya. Yeoseob sedang membereskan barangnya sambil menangis. Aku merasa kasihan pada kedua adik lelaki ku

Tiba tiba Appa datang ke kami

"sudah! Jangan dengar umma mu itu! Lebih baik kalian ikut appa, ya?"

"JANGAN DENGARKAN APPA MU."

"DIAM KAU MINSEOK! PERGI DARI RUMAHKU INI!

Aku pun hanya mencoba tabah dan menahan air mataku. Namun aku terus mengalirkan air mataku yang sudah membendung.

"hiks.. hiks.."

"sudahlah, zelo. Uljima.." appa menyeka air mata Zelo

Cih. Aku sudah muak!

PRANG

Aku memecahkan barang kolekif ku. Semua sontak kaget

"KALIAN INI MAUNYA APA, HUH? BISAKAH KALIAN AKUR? KALIAN INI SEPERTI ANJING DAN BABI HUTAN TAHU TIDAK? BISANYA EMOSI! BODOH! HIKS.. KALAU KALIAN INGIN ANAKNYA TIDAK USAH MEMIKIRKAN HUBUNGAN CERAI KALIAN, SETIDAKNYA OMONG BAIK BAIK! PENGECUT! Hiks.. hiks.."

Appa pun menghampiriku

"sudah, sudah.. kamu salah mengerti nak, kami—"

"APA? AKU TIDAK BUTUH PENJELASANMU, JONGDAE! KAU ITU SALAH. DAN AKU TIDAK PE-DU-LI! UMMA JUGA! BUAT APA KAU BERTERIAK SEPERTI ORANG HUTAN? BISAKAH KAU ANDALKAN? KAU INI BOCAH INGUSAN ATAU ORANG DEWASA? BISAKAH HIKS BISAKAH KALIAN BUAT ANAK KALIAN TENANG? KAMI PUSING! KAMI STRESS, KALIAN TAHU HAH?! Hosh.. hosh.. hiks.."

Appa memelukku yang sesegukan

"maafkan kami nak, kami benar benar salah terhadap kami lebih mengutamakan kalian, dan membicarakan kelanjutan hubungan appa dan umma"

"hiks.. hiks" aku masuk terisak

Malam itu, kehidupanku mulai berubah.

Appa dan umma memang resmi cerai. Namun kehidupan kami mulai berbeda.

Aku tinggal bersama Appa. Yeoseob dan Zelo tinggal bersama umma.

Aku menetap di Seoul sejak lulus SMP. 2 bulan sebelum sekolah SMA.

Aku memohon kepada appa dan umma tiriku untuk tinggal mandiri, agar membiasakan diri. Awalnya ditolak. Tetapi, dengan rujukkan ku yang terus ku ocehkan pada appa, Appa mulai merubah pikirannya

Aku ingin pindah bukan karena ingin bersekolah di Seoul. Tapi suasana rumah tangga yang 'baru' bersama umma tiri yang menjengkelkan sekali, ugh! Aku tidak suka sekali dengan perempuan itu.

Dan sekarang. Hidupku berubah.

.

*FLASHBACK OFF*

.

"Sudahlah.. untuk apa mengingat hal bodoh seperti itu.." gumamku

Ah iya..

Aku tiba-tiba mengingat kejadian tadi siang di rumah Kris, yang Chanyeol lakukan padaku dan saat memelukku di dalam mobil..

Sungguh! Saat ia memojokkanku dirumah kris, benar benar seperti ia ingin menciumku

Tapi.. apa aku ke-GR-an?

Mungkin begitu

Tapi..

Tadi ia memelukku

Sangat hangat dan nyaman

Hihihi

Apa chanyeol..

Menyukaiku?

Ah masa?

Tidak mungkin! Haha

Mungkin ia menganggapku sebagai sahabat! Tentu saja sikapnya wajar untuk seorang sahabat!

Tapi..

Apa iya?

Sudahlah~ aku ingin tidur dulu

"night, ducky" salamku pada boneka bebek yang kupeluk erat

.

.

.

KEESOKAN HARINYA

.

TO BE CONTINUED

MAAFKAN AKU DENGAN TYPO ALAY DAN KOSAKATA YANG MAKIN ALAY DARI DULU HINGGAAA SEKARANG T^T

Oh iya, selama cerita yang kuceritakan masih 'awal' kehidupan Baekhyun saat jiwa dewasanya tumbuh, so. Untuk menunggu klimaksnya yang wOOOOw nanti ya ^^ sabar :D

BekiYeollo :

Iya LoL baeksoo disini aku lebih memerankan ke kebiasaan mereka and what they're things to do ^^ mereka perempuan kok TuT

Gomawo review nya ^^

ByunBaekhoney:

Wah kamu lagi /ecie author inget readers nya/ #abaikan

Disini pokoknya masih suatu mistery lah ya :D chanyeol baekhyun sama sama suka atau tidak? :v

Aku meranin ex-gf Chanyeol karena dia bias author XD /ditimpukin aku sengaja gak panjang-panjang dengan adegan hot sooyoung-yeol -_-

Disini Baekhyun otaknya masih labil lah :v jadi belum begitu dewasa(?) dengan namanya 'salah' dengan 'benar' , betol?

Aku bukan orang jawa tapi aku tinggal di pulau jawa ye T_T

Gomawo riviewnya ^^

(guest)FVCKCHANYEOL :

Demi apa kamu posisinya sama dengan Baekhyun? Kkkkkkkk~ pasti tahu rasanya :v udah pengalaman ya :v

Aku kayaknya pakai random language ya -_- bahasa sehari-hari iya~ yang baku iya~

Bahasanya rancu? Maaf ya ;; aku remedial bahasa Indonesia soalnya (?

Gomawo riviewnya ^^

Ayam Ungu:

Love or bestfriend? I think this story are both of that ^^

Like your life story? Ah I see :D

Thanks your hug {}

Gomawo riviewnya ^^

parKYeollie(guest):

gomawo ^^ nah kamu tahu misterinya :v

sip sip! Kisah yang bisa diambil apa nih? Hehe ;v

gomawo riviewnya ^^

SHY fukuru :

Eh kamu lagi / nah kan thor emang ye sama readers nya/

Yeol putus…. Asik dia bakal nyalonin aku jadi pacarnya /halah

Iya konflik aku sengaja kasih setengah2 (?) biar greget (?) . soalnya cerita nya masih sebuah 'awal' jadi belum konfliknya :v konfliknya nanti ada~

Nah ! kalau kamu perhatikan, watak soo makin jelas kok :D

Gomawo riviewnya ^^

(guest) :

yap! Kamu berhasil dapet popmie (?) / salah

maksudku,kamu berhasil menangkap ceritaku yey (?)

okedeh sarannya :D

gomawo riviewnya ^^

AudinneSF :

Okedeh! Aku bakal lanjutin ! ^^

Memang aku sengaja kalau ini masih belum terlihat penegasan pada chara, karena disini adalah cerita dimana Baekhyun mempunyai cerita hidupnya, so readers semakin lama tahu bahwa begitulah kehidupan baekhyun

Klimaks nanti belum ada! Ini masih awal!

Gomawo reviewnya ^^

NFChanyeolP :

Benarkah? Wah~ pasti tahu rasanya posisi menjadi Baekhyun ^^

Gomawo riviewnya ^^

Lafyeol (guest) :

Yup! Mungkin semakin lama sifat para chara disini akan jelas melalui alur cerita hidup mereka :D

Konflik belum ada! Ini masih awal :D

Gomawo review nya~

Semuanya ngerasa kalau ceritanya seperti hidup kalian ya? hahaha XD Sebenarnya alur cerita Baekhyun ini adalah cerita saat aku kelas 10 XD tapi ada beberapa yang aku bedakan kok :v ini sih bocorannya~ kalau cerita Baekhyun selama kelas 1 SMA itu adalah kisah ku :v mungkin agak konyol -_- tapi aku mencoba buat membuat cerita hidupku melalui ff ini :v aku aja pengen ketawa mulu ah :v ngenes lah owe :v

GOMAWO!