Because these feeling is over to you

Disclaimer : vocaloid isn't mine ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

Warning : ooc(maybe), gj, terlalu berbelit belit dll~

(A/N: wah.. akhirnya chapter3 juga :D ga nyangka bisa sampe sejauh ini. Oh ya maaf, kalo nunggu nya kelamaan. Hehehe. Um, anyway. Makasih banyak buat para readers yang udah baca FF ku ini ^^. Tanpa kalian saya bukan apa-apa :') and, oh ya, Readers, berhubung saya di sini masih newbie, jadi mohon bantuannya ya! ^^ mohon di bimbing ya senpai senpai *puppy eyes* singkat AN, silahkan baca aja deh langsung~

Summary(lengkap):

rin dan lenka adalah saudara kembar yang tinggal dan di besarkan di tempat berbeda dikarenakan suatu hal di masa lalu. rin di besarkan oleh ortunya di kota, sedangkan lenka ditemukan dan dibesarkan di desa oleh rinto yang umurnya tak beda jauh dengan lenka. banyak rumor(the true-kenyataan) mengatakan rin dan lenka adalah twin karena wajah mereka yang identik mirip, rinto yang sudah sangat menyayangi lenka, tidak mau dipisahkan dengan lenka. sehingga suatu hari rinto meninggal.

semenjak rin mengetahui lenka itu twinnya dan mengajaknya untuk pulang ke rumahnya, muncul bibit aneh misterius yang dapat mempengaruhi pikiran orang sehingga menjadi jahat. bibit itu adalah hasil ciptaan rinto untuk menunjukkan pada lenka bahwa semua orang di dunia ini jahat(padahal gak semuaa, lagian jahat ceritanya disini gara gara kena pengaruh bibit itu -.-) tidak ada seorang pun yang baik selain rinto(weew:P) , dengan begitu rinto dapat mengajak lenka ke dalam dunia mati itu bersamanya (rinto tidak mau berpisah dengan lenka because his feeling is 'over' to lenka :p) bagaimana perjuangan rin, len, sakine meiko, dll untuk mempertahankan lenka?

Just RnR please minna-san~ ^^ um, oh. yeah. Almost forgot… DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

CHAPTER 3

.

.

[normal pov]

Piip piip~

Hape sakine meiko berbunyi pertanda mendapat sms. Diapun membuka sms itu

To:

Hey, temui aku sepulang sekolah di tempat biasa

From: 088880123456

"Siapa nih?" meiko membalas sms nya

Tak lama kemusian hapenya berbunyi lagi

To:

Ini aku bodoh! Ini xxxx

Ini nomer baruku -_- kau tau, kartu ini lebih banyak paket hemat nya daripada kartu lama ku :p

Nomernya juga lucu wkwk

Save! Yang lama hapus!

From: 088880123456 (maaf ya readers, nama pengirim sms ini masih di rahasiakan -_-v)

'dasar dia..' gumam sakine meiko lalu melanjutkan pelajarannya

-meanwhile

"hoi, len" panggil rin

"hm?" len menoleh kearah rin

"menurut mu.. ada yang aneh tidak ya dengan bibit kita ini?" rin masih memikirkannya

"hah? Aneh gimana maksudmu?" len bingung

"ya,.. tadi kan teto menanyakan pada meiko soal bibit ini, tapi setelah meiko melihat bibit ini, dia seperti terkejut dan tidak mau memberitahukan tentang bibit ini.. aku takut, kalo bibit ini bibit yang berbahaya… gimana kalo bibit nya beracun? Iiih~"

"aah~ inikan Cuma bibit, apanya yang perlu di takuti"

"tapi le-" rin ingin berbicara tapi dipotong oleh len

"hei, ayo masuk kelas! Yang lainnya sudah pada masuk nih" len menarik rin ke kelas sebelum rin menyelesaikan kalimatnya

-setelah beberapa hari

-taman sekolah-

"hey! Bibit ku sudah mulai berkembang" teto segera berlari menghampiri bibit milik nya

"punya miki juga" ucap miki sambil tersenyum memperlihatkan bibit nya

"ah.. milikku juga.. ^^" ucap lenka senang

"waa! waa! Liat ini! Bibit ku mulai tumbuh! Dia sudah menunjukkan akarnyaa!" miku berteriak-teriak senang

"ampun lebay banget sih lo mik! Yang gua juga tumbuh kok… nih liat aj-…." Ucapan Rin terputus saat dia melihat bibit miliknya

"ah? Yang lu kok ga tumbuh sih rin?" teto heran melihat bibit milik rin yang tidak berkembang sama sekali

"eh? Kok bisa gitu sih rinny?" miku kaget

"eh? Kenapa begitu yah?" lenka bingung melihatnya

"mungkin kau kurang merawatnya dengan baik?" miki

'ke.. kenapa bisa begini..?' rin berpikir

"uwaaa! Rin! Bibit lo tumbuh gak?" len tiba-tiba datang menghampiri rin dan teman-temannya

"ung… umh… kaga.." jawab rin yang masih kebingungan "yang lu tumbuh gak?"

"nggaaaaa! Gimana ini? Yang laen udah pada mulai tumbuh! Yang kita gimana nih rin? Hari ini mau di nilai perkembangannya sama luka-sensei! Ini bibit apaan sih?"

"hey kalian ada ribut-ribut apa ini?" tiba-tiba luka-sensei menghampiri mereka

"eh.. sensei, lihat! Bibit ku sudah mulai tumbuh!" teto menunjukkan bibitnya pada luka-sensei

"yang miku juga! Lihat! Sudah ada akarnya!" miku menunjukkan bibitnya pada luka-sensei

"hm.. bagus.. berarti kalian merawatnya dengan baik" jawab luka-sensei

"miki dan lenka juga sensei.." miki dan lenka menunjukkan miliknya

"bagus.. bagaimana dengan kalian? Rin? Len?"

Rin dan len tampak bingung ingin menjawab apa

"e-eh.. ano…"

"um… etto… sensei.."

"kalian ini kenapa sih?" tanya luka-sensei

Rin dan len akhirnya menunjukkan bibit mereka pada luka-sensei

"? Aneh.. bibit apa ini? Ibu baru melihat bibit yang seperti ini.."

"um.. etto sensei.. rin juga tidak tahu.."

"aku mendapatkannya di makam, sensei" jawab len jujur

"hm.. lain kali cari tahu dulu apa nama bibitnya.. rin, kenapa kau tidak membawa bibit bunga matahari saja seperti lenka kembaranmu?"

"um… hehehe" rin bingung ingin menjawab apa dia pun hanya cengengesan

Luka-sensei hanya berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap rin

"baiklah, mungkin bibit jenis kalian ini memiliki waktu pertumbuhan yang lama, pokoknya tetap rawatlah dengan baik dan jangan menyerah.." luka-sensei member semangat pada rin dan len

Rin dan len hanya mengangguk bersamaan sambil berkata " siap sensei!"

"nah gitu dong! Itu baru namanya akur! Cocok deh~" teto menggoda rin dan len

"ciee~ rinny sama len-kun sehati sampai-sampai bibitnya sama-sama ga tumbuh" miku ikutan ngejek rin dan len

Sementara miki ikut mencie-ciekan sedangkan lenka hanya tersenyum

"ih~! Apaan sih kalian?" rin emosi

"aduhaduh rinn~ jangan emosi gitu ah hahaha" teto tertawa

"iya ah~ liat deh, len aja keliatannya mau tuh sama kamu~ ciee~ rinny~" miki ngejek

"waa~ len mukanya merah! Len blushing! Len blushing! Ciee~" ,iku teriak teriak gaje

Rin pun melihat kearah len. Len blushing sambil agak buang muka dari rin, sepertinya len gamau ketauwan kalo dia blushing

"eh? Len! …len! Lu kok mukanya merah gitu sih?" rin mengguncang-guncanggkan tubuh len

"a-apa sih ah.. ng-ngga kok… s-siapa juga y-yang suka sama lu…" len mendadak gagap

"hah? Eh, hey! Ga nyambung deh lo len. Gua kan nanya nya kenapa muka lu merah gitu, bukan nanya lu suka gue ato ngga"

"wah~ len salting deh~" luka-sensei ikut-ikutan ngegodain len sama rin

"cieeee~!" mereka pun mencieciekan rin dan len

Beda lagi dengan len yang hanya diam blushing, rin malah ngambek-ngambek tapi kalo di perhatikan baik-baik ada rona merah tipis juga di pipi rin

"aaa! Kalian belom pernah ngerasain di gampar pake jamban, dilindes roadroller, dan di tenggelemin di samudra pasifik?"

"hahaha! Gua belom pernah di gampar monyet~" teto

"okay, kalo gitu, miku, tampar teto!" perintah rin

"eh? e-emang aku monyet? " miku kesel dan merekapun tertawa bersama

-dirumah rin & lenka- [rin POV]

"tadaima —!"

"rin lenka sudah pulang? Akhirnya…"

"kenapa emang kaasan?" tanya ku pada okaasan

"ada apa okaasan? Okaasan khawatir? Maaf membuat okaasan khawatir, lenka tak akan mengulanginya lagi, maaf okaasan, maaf, maafkan lenka, maaf okaasan, maaf—" lenka terus terusan minta maaf pada okaasan sampai aku menghentikannya

""eh eh eh hey! Hey, lenka! Berenti! Apa apaan sih kau ini? Okaasan belum ngomong…" ckckck apa banget sih saudara kayak begini ckck haha lenka…lenka…

"yah.. begini, okaasan boleh minta tolong untuk kerjakan pekerjaan di rumah hari ini saja? Soalnya okaasan harus pergi ke Sapporo sekarang juga, urusan bisnis, mungkin besok pulang, maid-maid lagi ga ada boleh yah?"

"no~way" tentu aku langsung menolak nya

"aku mau okaasan.. semua pasti beres kok" aku kaget mendengar ucapan lenka

"hah? What?"

"wah~ makasih yah lenka sayang~ okaasan pergi dulu ya dah~" okaasan mencium kening lenka lalu pergi

Aku sweatdropped. Hanya lenka saja yang di cium nih? Aku ngga? Oke oke fine! Mungkin karena lenka mau mengerjakan tugas. Hmph apa peduli ku? Yang penting sekarang aku bebas tanpa tugas

"lenka, aku gangerti, kenapa kamu mau sih?" aku masih bingung

"haha, aku suka kok ngerjainnya" lenka tersenyum padaku seperti tanpa beban

Huh yasudah lah terserah dia saja. Aku pun langsung naik menuju kamarku di lantai 2. Aku merebahkan diriku di kasur. Pikiranku kacau sejak dari beberapa hari lenka pindah ke sini, bukan, bukannya aku gasuka kalo lenka disini, aku malah senang jadi ada teman, tapi … .. entah benar atau hanya perasaan ku saja? Sejak lenka ada, seperti okaasan dan otousan lebih perhatian pada lenka.. huh~ mungkin karena lenka masih baru di sini ya? Jadi harus di baik-baikin deh. Hape ku pun berbunyi pertanda ada pesan, aku pun membukanya. Hm 2 new message… siapa yah?

To: rin

Rin~ lagi apa?

From: len

Ckckck dasar dia. Aku pun membalasnya

To: len

Tiduran, aku cape

From: rin

Setelah ku kirim sms itu pada len aku pun mengecek 1 sms lagi itu

To: rin

Rinny~ hi xD

From: miku

Astaga… aku pun membalasnya

To: miku

Apa mik? :p

From: rin

Baru saja saat aku akan mulai ritual tidur siang ku, hape ku bunyi lagi

To: rin

Cape? Abis ngapain kau?

From: len

Hmph… aku pun membalas nya

To: len

Ga ngapa-ngapain.

Aku cape. Dan aku mau istirahat, k?

understand?

Bagus deh kalo gitu.

Good dog! Bye!

From: rin

Piip~

To: rin

Ga apa apa hehehe

Eh, rin mau ga ntar sore kita main?

Biasa, bareng teto miki ;)

From: miku

Uh? Aku mau banget tapi … lenka gimana?

Belum sempat ku balas pesan miku, hape ku bunyi lagi

To: rin

Arr.. dasar kau rin :p

Aku bukan anjing tau!

From: len

Hehehe aku jadi pengen ketawa deh

To: len

Rotfl :p

Iya emang bukan anjing :p

Kalo gitu salah, maaf, ralat!

Good swipper~

From: rin (rotfl = rolling on the floor laughing)

Aku pun membalas pesan miku

To: miku

Okay ;)

From: rin

Dan setelah itu ku lihat balasan dari len

To: rin

Zz -_-

Eh, tugas besok apa?

From: len

"besok kan minggu?" aku membalasnya. Dan tak lama kemudian aku mendapat balasan lagi

To: rin

Oh iya yah hehehe lupa,

Eh, besok minggu? Berarti sekarang satnight dong y?

Ada acara gal u rin?

From: len

Hmph.. aku punya feeling ga enak deh jadinya, aku pun membalasnya

To: len

Kenapa emang?

From: rin

Uh.. aku ngantuk, lebih baik aku mulai ritual tidur siangku sekarang~

.

.

.

BRAK!

Aku kaget dan langsung mengambil posisi duduk. Ternyata miku, teto dan miki mendobrak masuk ke kamarku

"eh! apa apaan kalian!" bentak ku

"maaf rin, kami sudah memutuskan" ucap teto dengan dinginnya

"eh? memutuskan apa?" tentu saja aku bingung

"kami rasa, kami sudah tidak cocok dengan mu!" ucap miku yang 180 persen beda jauh dengan miku biasanya

"hah?" aku semakin bingung

"kami lebih suka berteman dengan lenka di bandingkan dengan kau rin!" ucap miki

Apa apaan ini? Miki, orang paling baik yang pernah ku kenal, dia ngomong gitu?

"eit tunggu tunggu! Apa maksud kalian ini?"

"apa kurang jelas? Kami tidak mau berteman dengan mu lagi!" teto pun pergi keluar kamarku

"ya! Aku lebih suka berteman dengan lenka!" miku mengikuti teto keluar kamarku

""mulai sekarang, lo, kita, end!" miki dan yang lainnya pun pergi keluar kamarku

"t-tunggu! Tunggu! Miku! Teto! Miki! Tunggu!"

.

.

.

"tungguuuu! Kya.. hosh.. hosh.." eh? apa? J-jadi … tadi itu mimpi? Omigosh..

Tok tok

BRAK!

"eh?" aku kaget saat ku lihat miki, miku dan teto masuk ke kamarku. Tunggu, ini nyata!

"rin-" belum saja miku menyelesaikan kalimatnya, aku sudah memotongnya dengan memeluk miku

"j-jangaaan! Jangan tinggalin aku!" aku, well, mungkin untuk pertama kalinya aku memeluk miku sekuat ini dengan hampir menitikan air mata

"a- k-kenapa kau rin? Teto heran melihtaku

"tumben rin mau meluk miku?" miki ikutan heran

"hiks.. kalian.. hiks" tak terasa aku ternyata menangis juga

"eh? rinny kok nangis? Mimpi buruk ya? Ku dengar tadi kau berteriak, jadi kami langsung ke kamarmu" miku mengelus rambutku dengan lembut

"ada apa sih rin?" tanya teto

Aku melepas pelukan ku " kalian… hiks.. berjanjilahuntuk tidak meninggalkan ku! Jadi teman untuk selamanya, okay?" ucapku dengan air mata masih berlinang di pipiku

"t-tentu saja rin!" ucap teto yang kelihatannya masih bingung dengan ku

"iya, itu sudah pasti rin" miki membelai rambutku.

Oh. Baiklah. Sudah dua orang yang berani menyentuh rambutku. Biasanya siapapun yang berani menyentuh rambutku akan mendapat ganjarannya. Tapi, untuk saat ini, niarkan lah saja dulu..

"of course rinny~ kita kan bestfriend" miku menghapus air mataku sambil tersenyum manis

"j-janji loh ya.." ucapku dengan suara parau sambil mengepalkan jariku pada mereka mengajak mereka untuk melakukan tos ala kami itu

"janji! xD" ucap mereka serempak dan melakukan tos ala kami itu

Huff~ aku pun merasa tenang dan tak terlalu memikirkan mimpi buruk ku itu. Dan aku pun baru sadar, apa yang mereka lakukan disini dengan pakaian yang rapi, belum juga aku menanyakan nya pada mereka, teto sudah menjawab pertanyaan ku

"hey, ksu pasti lupa. Kita kan mau-"

"oh ya! Tunggu ya aku ganti baju duluuu!" aku langsung memotong omongan teto dan menendang sahabat sahabat tercinteh ku itu keluar dari kamarku dan mengunci pintu

-di mall-

Aku dan ketiga sahabatku sudah lelah menjelajahsetiap toko di sibi. Kami pun memutuskan untuk berenti di café dulu. Yah, sebenarnya aku ga tega juga sih ninggalin lenka sendirian di rumah dengan tugas menumpuk gitu, tapi yah~ lenka sendiri yang lebih memilih untuk tinggal di rumah dan menyelesaikan tugas tugas dari okaasan itu.. hah~ yasudahlah~ aku agak khawatir juga sama lenka. Aku takut dia kenapanapa kalo ku tinggal sendiri di rumah. Aku sms deh.. aku membuka hape ku dan.. 1 new message? Siapa yah?

To: rin

Gapapa,

aku Cuma mau ke rumah lu

boleh ya? ;)

from: len

ah… iya! Aku belom sempet bales sms nya tadi, aku pun meng-sms lenka

to: lenka

lenka, kau tak apa apa disana?

Kalo ada apa apa bilang ya!

Oh ya, len ada di rumah ga?

From: rin

Tak lama setelah itu hape ku berbunyi melantunkan lagu kocchi muite baby

One.. two.., one two three yeah! ~-

aku pun mengangkat telpon itu sebelum ku lihat siapa yang menelpon

"halo?" sapaku

"rin"

"eh? len?"

"kau di mana? Aku sudah di rumah mu tau"

"eh? len? M-maaf yah hehe… aku …. Etto …"

"kemana kau pergi?"

"e-eh… jangan susul! Aku sedang bersama teto miki dan miku kok! Tenang saja!"

"ada dimana kau?"

"e-eh.. halo? Halo? Aduh sinyalnya jelek? Udah ya bye~" aku ber-acting dan langsung mematikan hape ku

"ciee~ yang abis telponan" goda miku

"eh? apa sih!"

"Ehm siapa tuh~? Cie~" teto ikutan menggoda ku

"cie~ dari len ya? Ciee~" miki juga jadi ikutan

"ih~! Apa-" belum sempat aku meneruskan ucapan ku, miku memotong pembicaraan ku

"wii rinny~! Imutnya kalo blushing~"

Eh? apa? Aku blushing?

"wah… wah… ternyata emang ada sesuatu yah…" goda teto

Aku bisa merasakan jantungku semakin berdegup kencang

"cie~ sesuatu~ yang ada di hatimu~ sesuatu~ yang ada di benak mu~ ow!" miku langsung nyanyiin lagu syahrini dan langsung mendapat jitakan dari teto

"ittai~"

"puas" :p ucapku sambil menjulurkan lidah ku pada miku

"aa~ yang lagi kasmaran m udah telponan lagi aja deh~" miki menggodaku

"mi-miki! Apa sih?" sepertinya wajahku memanas lagi

"oke oke, begini deh rin, jujur aja, kau itu emang menyukai len kan?" tanya teto dengan mengecilkan volume bicaranya

"Eh! ng-ngga… aku…"

"aduh jangan bo'ong rin"

"aaw~ ayo rinny~ jujur~! Kita kan sudah pernah jujur juga~ teto menyukai ted, miki menyukai piko, dan aku menyukai mikuo.. sekarang kamu siapa?" tanya miku dan langsung di double attack sama teto dan miki

"URUSAI!"

"gommen~" -_-v

BTT~

"ayo siapa rin~? Len ya~?" tanya miki

"haah… ku rasa…" aku mengalihkan pandangan ku kearah lain

"kau rasa apa?"

Makanan yang kami pesan pun datang. Wow! Tepat waktu! Thanks a lot waitress! Kau mnyelamatkan ku!

"um, aku rasa lapar~ makan yuk~" aku pun langsung menyantap makanan ku

"waa~ rinny~" miku tampak kecewa

Hahaha sudahlah tak apa apa. Dari pada aku harus menjawab pertanyaan itu

-home-

Lelah juga bermain bersama mereka bertiga huuh~ tapi.. apa benar yah aku menyukai len? Eh! motor siapa itu?

'B 4 NA2' itu yang tertulis di plat nomornya. Well, ga salah lagi itu len. Eh? len? Kenapa jantung ku jadi berdegup kencang yah? Aku pun mesuk ke dalam rumah dan.. kau tau pemandangan apa yang ku dapat?

TBC~

(A/N: wiii chapter 3 selesai~ sampai jumpa di chapter 4! xD Review dooong~ kalo banyak review aku publish secepatnya, kalo ga ada berarti aku publish sesudah UN saja yah ;) Review please~~ jaa nee)