Chapter 3

"Tunggu!"

Chanyeol langsung berbalik dengan wajah sumringah

"Aku tau kau akan memintaku untuk tetap duduk dan menemani-"

"Bawa makanan ini juga"

Baekhyun memberikan makanan yang masih tersisa banyak itu pada Chanyeol dan diterima oleh Chanyeol dengan wajah cengonya.

"Cepat pergi"

"Ah baiklah"

Baekhyun memandang Chanyeol, tepatnya makanan yang dibawa Chanyeol. Baekhyun akui kalau dia sangat lapar dan sialnya makanan itu sangat enak. Tapi ia masih punya harga diri untuk tidak menghabiskan makanan yang Chanyeol bawa. Alasannya satu, gengsi cyin(?)

Baekhyun kembali menunduk sambil mengelus perutnya yang lapar.

Tuk~

"Ini, kau habiskan ya? Aku tahu kau pasti lapar, tenang saja, jangan malu-malu, aku akan senang jika kau menghabiskan makanan ini. Selamat makan Byunnieku~"

Chanyeol kembali datang dan menaruh makanan tadi di depan Baekhyun

Cup~

Chanyeol mencium pucuk kepala-wig- Baekhyun. Sudah biasa memang jika seorang Park Chanyeol mencium banyak gadis. Tapi itu tak biasa bagi Baekhyun. Wajahnya memanas dan pipinya merona. Mendapatkan perlakuan manis dari Chanyeol membuat dirinya terlihat seperti remaja perumpuan labil yang sedang jatuh cinta. Baekhyun membenci situasi ini.


Author

byunBYeol

Title

Undercover Princess (CHANBAEK)

Main Cast

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other Cast

Rating

T - M(ungkin)

Genre

Drama, Romance, School-life

WARNING

BOYS LOVE, YAOI, SLASH, BOY X BOYDisclaimer

1/2 fanfict ini terinspirasi dari sebuah film dan 1/2nya lagi dari otak gue sendiri Semoga kalian suka~

Summary

Baekhyun, seorang pria manis yang terpaksa harus menyamar sebagai seorang perempuan berparas cantik di sekolahnya. Dengan Chanyeol si pangeran sekolah yang terus mengejar cintanya, bagaimanakah nasib percintaan Baekhyun dan Chanyeol setelah semuanya terbongkar? - (CHANBAEK) -

.


.

Hari ini, seperti biasa, Baekhyun pergi ke sekolah dengan dandanan cantik ala member girlband yang sedang digandrungi orang banyak(?). Namun ada yang tampak berbeda saat Baekhyun memasuki gerbang sekolah.

"Kemana si idiot itu? Syukurlah dia tidak ada" Baekhyun menyunggingkan senyumnya dan berjalan kembali menuju gedung sekolah. Sesekali ia akan membungkuk kala ada yang menyapanya.

"Baekhyun!"

Baekhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari arah sumber suara yang memanggil namanya

Bruk~

Sebuah tangan besar tepat berada di depan wajahnya, membuat jalan Baekhyun terhalang. Baekhyun segera mendongakkan wajah kesalnya

"Hai manisku.. kau mencariku hm?"

"ah sial. Si idiot ini!"

"hey, kenapa diam? Apa aku mengejutkanmu?"

Chanyeol-orang tadi segera merubah ekspresi wajahnya menjadi panik ketika melihat wajah Baekhyun yang nampak terkejut.

"Apa ada yang terluka, darling?" Chanyeol memegang kedua tangan Baekhyun sambil meneliti setiap inchi tubuh Baekhyun

"Hentikan. Aku baik-baik saja" ucap Baekhyun sambil melepaskan genggaman Chanyeol di tangannya

"Lalu kenapa kau.." Chanyeol menghentikan kalimatnya lalu tersenyum lebar sambil melirik Baekhyun

"Apa kau terpesona oleh ketampananku ini?"

Chanyeol menaik-turunkan alisnya sambil mengibas-ngibaskan poninya yang menutupi dahi.

"Akulah yang lebih tampan, idiot! Percaya diri sekali" Baekhyun menggerutu dalam hati

"Kalau kau mau, ayo kita pergi kencan" Ucap Chanyeol sambil memegang bahu Baekhyun

"Eh? Maaf Chanyeol-ssi, aku harus pergi"

Baekhyun menyingkirkan tangan Chanyeol dan segera pergi dari sana

"Kalau kau mau, pulang sekolah kita berkencan, byunnieku~" teriak Chanyeol sedangkan Baekhyun semakin mempercepat langkah kakinya untuk segera menjauh dari lelaki jangkung, bertelinga lebar dan bersuara berat yang sialnya sangat tampan dan sempurna, eh? Hilangkan kata-kata terakhir.

"Dasar gila! Sinting! Dia pikir dia itu tampan? Seenaknya saja! Memangnya aku orang gampangan? Cih!" Baekhyun menggerak-gerakkan bibirnya dengan suara pelan, membuat orang yang melihatnya ingin sekali mencubit pipi gembil dengan bibir yang bergerak-gerak menggemaskan miliknya itu.

.

Baekhyun masuk ke dalam kelasnya yang riuh, melangkah ke tempat duduknya, mengabaikan siulan-siulan penggoda dan tatapan-tatapan memuja teman sekelasnya itu.

"Selamat pagi, Baekhyun-ah~"

Baekhyun menyerngitkan dahinya saat melihat seseorang yang berada di tempat duduknya

"N-ne.. selamat pagi Kyungsoo-ssi"

"Hari ini aku duduk denganmu ya? Boleh ya?"

Ingin rasanya Baekhyun segera mengusir orang bermata bulat yang anehnya ketika tertawa atau tersenyum, matanya menjadi sipit itu. Namun dengan terpaksa Baekhyun tersenyum dan mengangguk membolehkan. Baekhyun pun duduk di tempatnya, bersebelahan dengan Kyungsoo.

"Mm, Kyungsoo-ssi, apa ada sesuatu diwajahku? Kenapa kau melihatku terus?"

Ucap Baekhyun pelan saat dirinya mulai terganggu dengan tatapan Kyungsoo sedari tadi

"Ah, tidak ada Baekhyun-ah! Aku sangat senang bisa duduk dan mengobrol denganmu! Kau itu bagai diva disini, Baekhyun! Ditambah kau itu sangat cantik"

Cantik. Ya, Baekhyun akui dia cukup cantik, tapi tetap saja Baekhyun meyakini dia itu masih yang paling tampan dan hey! Baekhyun itu laki-laki, meski banyak orang yang masih sering salah mengira /ditimpuk Baek/

"Tidak Kyungsso-ssi, aku tidak cantik" Ucap Baekhyun sambil sedikit tersenyum. Jujur saja dia masih kesal jika dibilang cantik atau apapun yang berhubungan dengan perempuan

"Kau juga sangat rendah hati, pantas saja Chanyeol sangat menyukaimu" Kyungsoo mencebikkan bibirnya tanpa sadar

"Kau menyukai Chanyeol?" Ucap Baekhyun sambil langsung menengoj ke arah Kyungsoo

"Ah tentu tidak, aku hanya mengagumi ketampanannya dan ya dia itu tinggi kk~"

"Tapi dia tetep saja si idiot" ucap Baekhyun pelan

"Kau bicara apa? Maaf aku tidak mendengar, suaramu terlalu kecil"

"Ah, bukan apa-apa"

.


.

Pelajaran olahraga adalah salah satu pelajaran yang Baekhyun benci, kecuali duduk di bawah pohon dan menonton teman-temannya yang sedang berolahraga. Ada banyak alasan mengapa Baekhyun tak menyukai olahraga, pertama dia tidak mau penyamarannya terbongkar karna suatu hal yang tak diinginkan terjadi saat dia menggerakkan tubuhnya di pelajaran olahraga, kedua, agensi pun menyetujui dan menyarankannya, ketiga, tubuhnya yang mungil tak terbiasa berolahraga, alias tubuhnya tak cocok di bidang olahraga manapun, kecuali olahraga ringan mungkin hanya pemanasan saja yang tak masalah :v, keempat, ia tidak terlalu suka jika tubuhnya basah karna keringat, itu bisa membuatnya tak nyaman, dan kalau make upnya luntur gimana? *eh

Kali ini jadwal untuk olahraga renang, siswa kelas Baekhyun berkumpul di kolam renang indoor, mengganti seragam dengan baju renang, tentu saja terkecuali Baekhyun, dia memilih duduk di kursi yang berada dekat dengan kolam renang, melihat atau tepatnya menonton teman-temannya yang berenang kesana kemari.

"Baekhyun-ah"

Baekhyun emnoleh ke sebelahnya dan mendapati Kyungsoo yang tersenyum padanya

"Hm? Ada apa Kyungsoo-ssi?"

"Tak perlu seformal itu, Baek. Bukankah kita berteman?" Ucap Kyungsoi sambil tersentum lebar. Tapi perlahan senyumannya meluntur saat Baekhyun tak merespon

"Masih belum ya?" Ucap Kyungsoi lemas.

"Apa aku mengganggumu? Ah, kalau begitu aku kembali berenang saja hehe, maaf menganggumu Baekhyun-ah" Kyungsoo berdiri dengan salah tingkah, hendak berjalan sebelum Baekhyun menghentikannya

"K-kyungsoo-ah, kau tidak menggangguku sama sekali, mari berteman" ucap Baekhyun sambil memegang pergelangan tangan Kyungsoo, dan Kyungsoo pun kembali tersenyum lebar sambil kembali duduk di tempatnya semula

"Benarkah?"

"Ya, mari berteman"

Berteman. Kyungsoo teman pertama Baekhyun di sekolah kalau begitu. Baekhyun yakin Kyungsoo adalah teman yang baik, ya semoga saja.

"Aku sangat senang memiliki teman sepertimu, Baekhyun-ah!"

"Tidak usah berlebihan, Kyungsoo kk~"

"Ah iya Baek, aku sangat penasaran sedari dulu, kenapa kau tidak pernah mengikuti pelajaran renang?"Tanya Kyungsoo bersemangat

"Aku tidak suka, aku memiliki sebuah trauma dengan air yang banyak, ditambah aku tak pandai berenang"

"Oh begitu, oh iya, kau tinggal dimana? Mau pulang bersama?"

"Ah, tidak usah Kyungsoo-ah"

"Bolehkah aku mampir ke rumahmu? Berkenalan dengan orang tuamu?"

"Aku t-"

PRITT~

Suara peluit terdengar, semua siswa pun berkumpul dan masuk ke dalam kolam renang

"Ah, aku harus kesana, kau disinilah atau kau bisa ke kantin, aku tinggal ya?"

Baekhyun mengangguk lalu Kyungsoo pun ikut berkumpul bersama yang lain. Baekhyun hanya memperhatikan teman-teman sekelasnya yang asyik berenang, lalu sebuah benda hangat menyapa pipinya, Baekhyun mendongak dan mendapati seseorang tengah tersenyum padanya sambil memegang sebuah kaleng minuman hangat yang salah satunya di tempelkan ke pipi Baekhyun. Orang itu langsung duduk di sebelah Baekhyun tanpa permisi, sedangkan Baekhyun hanya memutar bola matanya malas.

"Kau sedang apa, darling?" orang itu tak lain, tak bukan adalah Chanyeol

"Tak sedang melakukan apapun"

"Bolehkah aku menemanimu?"

"Aku tak mengizinkan pun kau akan tetap disini" Baekhyun melirik Chanyeol

"Hehe, ah ini, aku membawakanmu minuman hangat" Chanyeol membukakannya lalu memberikannya pada Baekhyun

"Tidak, terima kasih"

"Ayolah, minum ini.. kau tahu aku sangat berjuang untuk mendapatkannya, aku harus berdesak-desakan dengan orang-orang itu, aku-"

Baekhyun mengambil minuman kaleng yang Chanyeol berikan

"Jika ku ambil, maukah kau diam?"

"Ya, tentu, apapun untukmu"

"Terima kasih"

"Ur wellcome, babe"

Lagi-lagi Baekhyun memutarkan bola matanya dan meminum minumannya

"Susu strawberry?"

Ucap Baekhyun saat mulutnya merasakan manisnya susu strawberry

"Iya, apa kau menyukainya?"

"Ne! Aku menyukainya, terima kasih"

Baekhyun tersenyum sangat manis, bahkan membuat Chanyeol terpaku melihat senyuman dan lengkungan mata sabit Baekhyun yang sangat cantik. Setelah sadar apa yang ia lakukan dan ekspresi Chanyeol yang berlebihan, Baekhyun berdehem dan kembali meminum susunya.

"Cantik" lirih Chanyeol masih menatap Baekhyun

"Ne?"

"Ah tidak, aku hanya bilang wajahmu sangat sangat cantik, apalagi saat tersenyum"

Ucapan Chanyeol sukses membuat Baekhyun merona dan detakan samar jantungnya kembali. Tunggu. Apakah Baekhyun sedang tersipu karna ucapan cantik dari Chanyeol? Tidak. Harusnya dia kesal karna dibilang cantik, bukannya senang dan merona seperti ini. Baekhyun memalingkan wajahnya sambil menggerak-gerakkan kakinya.

"Baekhyun" ucap Chanyeol membuat Baekhyun menengok ke arahnya. Perlahan Chanyeol tersenyum lalu terkekeh melihat sebuah noda susu yang ada di atas bibir Baekhyun

"Tunggu sebentar" Chanyeol menarik bahu Baekhyun hingga kini mereka saling berhadapan

DEG!

"apa ini?! Kurasa aku harus pergi ke dokter jantung. Ada apa dengannya? Astaga matanya sangat tajam, begitu memikat, ah tidak!" Baekhyun mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali untuk mengusir pikirannya yang terasa err sulit dijelaskan.

Baekhyun menahan tangan Chanyeol saat tangan itu terangkat menuju wajahnya

"Apa yang kau lakukan?" Ucap Baekhyun akhirnya

"Diam sebentar" Chanyeol kembali mengangkat tangannya

"Apa yang-"

Bibir Baekhyun berhenti saat merasakan sesuatu menyapu bibir atasnya, sedangkan matanya menatap mata Chanyeol yang juga ikut menatapnya. Ibu jari Chanyeol masih berasa di bibirnya, malah perlahan ibu jari itu mengelus permukaan bibir Baekhyun.

"C-chanyeol apa yang-"

Perkataan Baekhyun terpotong saat tiba-tiba...

.

.

TBC/END?

.

.


.

.

Apa masih adakah yang inget ff ini? ㅠㅠ ini ff emang ngaret parah updatenya ㅠㅠ maafkan, maafkan :** masih ada yang minatkah? Ini udh saya panjangin :v dan ChanBaek momentnya masih sedikit ya? Tenang tenang, nanti saya bikinin yang banyak sampe kalian diabet karna ChanBaeknya :v

Ah ternyata saya gagal kasih konflik disini wkwkwk, nanti aja deh konfliknya, bertahap :v

Dan buat yang bilang ini mirip film, memang, saya terinspirasi dari film itu, tapi akhirnya jadi 180° berbeda sama film, mungkin cuma beberapa adegan sweet aja yang saya pake wkwkwkwk

Terakhir, RnR juseyong~~ :D

Review foll fav yaaa :D

Kritik masukan sangat diperbolehkan :D