Diperjalanan, Naruto hanya berwajah tanpa ekspresi, sembari melompati dahan pohon-pohon yang dilaluinya, entah apa yg dipikirkannya.

tingkahnya ini membuat semua rekannya merasa risih, karena biasanya dia yang paling tidak bisa diam, malah paling diam disini, bahkan pandangannya sangat lurus tanpa menoleh sedikitpun.

tap! wush!

bukan karena ingin sombong karena perubahan dan kekuatannya saat ini tapi, dia hanya ingin mendapatkan pengalaman bertarung seorang diri tanpa bantuan siapapun, dan maka dari itu Naruto sudah memutuskan bahwa.

tap!

Naruto kemudian menghentikan lompatannya disebuah dahan pohondengan pandangan masih lurus kedepan.

tap! tap! tap!

melihat Naruto berhenti, rekannya juga ikut berhenti,

"sebenarnya aku sudah memikirkannya ini dari awal." kata Naruto membuat Sakura bingung.

"huh?"

"Sakura, kekuatan medismu diperlukan dipasukan perlindungan, jadi aku sarankan kau tidak usah mengikuti misi ini, karena kekuatan mu itu sangat diperlukan disana." kata Naruto membuat Sakura paham.

"Lee... aku tau kau sangat bersemangat untuk misi ini, tapi apa kau tega membiarkan Guy-sensei terluka oleh pasukan hantu batu?" kata Naruto membuat Lee melotot dengan kaget, kenapa tidak terpikirkan dari tadi? itulah isi pikiran Lee.

"Neji, kau memang pemimpin tapi, kekuatan matamu diperlukan ditim perlindungan disana sama seperti Sakura."

semua rekannya kemudian mengangguk pelan, baru saja mereka melangkah teringat sesuatu,

"lalu kau- eh?" pas berbalik Naruto sudah tidak ada ditempatnya, membuat Sakura menghela nafas pelan.

"haahh~ dia itu, walau kepribadiannya berubah total, tapi Sifat ceroboh dan sembrononya masih dipeliharanya." kata Sakura malas menepuk jidatnya merutuki sifat unik Naruto itu.

"jadi bagaimana?" tanya Neji.

"seperti kata Naruto tadi, kekuatan kita bertiga sangat diperlukan di bagian pertahanan dan perlindungan, dan aku heran kenapa itu tidak terpikirkan oleh kita? justru Naruto yang paling jeli memikirkan itu." tanya Sakura tak mengerti.

"tak heran kenapa dia bisa mengimbangi ahli strategi dari Konoha bahkan hampir mengalahkannya." kata Neji kemudian melompat dengan rute yang berbeda dengan yang tadi, diikuti oleh Sakura dan Lee.

OOOOOXXXXOOOOO

OOOOXXXOOOO

OOOXXOOO

OOXOO

OO

O

butuh waktu beberapa jam lamanya hingga Naruto sampai di negara iblis atau tempat klien.

setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama dan panjang, meski ada beberapa pengganggu kecil, tapi itu tidak menjadi masalah bagi Naruto, hingga kina dia berdiri diatas gerbang negara iblis sambil mengawasi sekitar nya dengan wajah tanpa ekspresi.

"sepertinya aku terlambat." gumam Naruto dengan penuh penyesalan, melihat beberapa mayat pasukan dari negara iblis tergeletak dengan bersimbah darah disepanjang jalan setapak desa itu.

wussshhh~ tap!

Naruto kemudian melompat kebawah, tepat kearah mayat penjaga yang mati bersandar didekat gerbang.

Naruto berjongkok di depan mayat penjaga itu kemudian mengecek denyut nadi nya.

"sudah meninggal yah?"

Naruto kemudian berdiri dan berbalik, melangkah memasuki desa itu dengan langkah biasa.

"To-tol-tolong s-se-selamatkan tu-tuan putri." tiba-tiba Naruto mendengar suara dari penjaga tadi hingga akhirnya diam.

"itu sudah jadi tugasku, dan terima kasih sudah mengulur waktu hingga aku datang." kata Naruto sedikit menoleh ke belakang dengan ekor matanya.

zzzuuuuuuu~~~

Menghilanglah Naruto ditelan hembusan angin dan daun, meninggalkan tempat yang dipenuhi mayat itu.

-Disisi Lain-

terlihat Naruto sedang mengintai beberapa orang aneh yang sedang mendekati klien nya, ngomong-ngomong posisi Naruto saat ini ada di sebuah bukit dibelakang gedung.

Naruto kemudian merongoh kantung senjata nya, kemudian mengeluarkan sebuah kunai yang terlilit kertas peledak.

Naruto kemudian melemparkannya kearah musuhnya namun disadari 4 musuhnya itu, terbukti dengan mereka melompat setelah kunai itu menancap didepan ke empat orang aneh yang mengincar kliennya.

Duarrr!!!!

terjadi ledakan kecil di dalam gedung hingga menimbulkan asap tebal, tentu ini dimanfaatkan Naruto untuk menyelinap kedalam gedung itu.

Naruto dengan shunsin nya yang sudah dimodifikasi nya sedikit tak butuh waktu lama untuk sampai didepan musuhnya, kemudian menarik pedangnya dan mengayunkan nya secara pertical kearah mereka, membuat mereka berempat berpencar.

Naruto kemudian menghilang tersamarkan oleh tebalnya asap, dan kembali muncul didepan musuhnya yang memakai cadar.

lalu Naruto kemudian mengayunkan kaki, atau bisa dikenal dengan Konoha Senpu, tekhnik milik sahabat masa muda nya.

Tapi ini disadari oleh musuhnya, dan melompat ke samping.

Naruto kemudian menghilang lagi, dan muncul didepan musuhnya yang ternyata seorang perempuan, kemudian mengayungkan pedangnya secara horizontal.

namun seperti tadi, musuh berhasil menghindar dengan melompat kebelakang dengan bersalto beberapa kali.

Naruto kemudian menghilang lagi, dan muncul didepan kedua musuhnya yang satu berperawakan tinggi besar, dan satunya sedang, yang kebetulan bersama.

namun naas bagi kedua musuhnya ini yang tidak memiliki insting yang setajam dengan kedua temannya yang diserang Naruto tadi.

Buaghhh!!

Jrashhh!!!

Naruto kemudian menghilang lagi, setelah menendang yang musuhnya yang berperawakan kecil, dan mengiris bagian leher pria besar itu.

pria bercadar tadi langsung meniupkan angin dengan skala yang lumayan untuk menghapus asap digedung itu.

"Aniki sepertinya kau terkena Serangan tadi yan khekhekhe..." kata pria bercadar itu berjalan mendekati pria yang berperawakan kecil tadi.

"seharusnya kau tau, insting mereka berdua tak setajam insting milik kita." kata satu-satunya perempuan disitu.

"dan sasaran kita berhasil kabur selagi kita diserang tadi." kata pria besar yang memegang lehernya yang teriris hingga mengeluarkan darah, namun perlahan mulai beregenerasi.

"aku sedikit penasaran siapa yang menyerang kita tadi." kata pria yang dipanggil aniki tadi.

"seperti nya target kita tidak terlalu jauh dari sini, aku bisa merasakannya." sambung nya kemudian menghilang dengan ledakan asap.

"hadehh pekerjaan yang merepotkan." kata pria besar.

"sudahlah kita kejar mereka" kata satu-satunya cewek disitu.

"khekhekhe, sesudah membunuh target, pasti kita akan diberikan kekuatan yang tak tertandingi"

"hm!"

"ikuzo!" kata pria bercadar menghilang dengan shunsin diikuti yang lainnya.

xxxxxxxx

ooooooo

terlihat pendeta digendong seseorang pria, berlari disekitar air terjun, pendeta yang ternyata seorang cewek a.k.a Shion hanya menunduk digendongan pengawalnya.

tanpa disadari ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang, ia adalah pria yang dipanggil Aniki tadi memegang sebuah kunai, dan berlari hendak menikam Shion dari belakang.

namun sebilah pedang panjang muncul dibalik air terjun meluncur kearah penjahat tadi namun, dihindari nya dengan mudah.

poofftth!

dan tanpa disadarinya, pedang tadi lansung berubah menjadi Naruto, dan kemudian, Naruto menahan lengan penjahat tadi, dan membantingnya.

tak! bruakkk!!!

Cukup menyakitkan, namun itu belum berakhir, Naruto dengan tidak kasihan nya menarik kembali dan menendangnya dengan keras hingga menabrak sebuah rumah.

ohh yah ngomong-ngomong Naruto disini sedang memakai topeng rubah, hingga dia tidak dikenali lawannya tadi.

Naruto kemudian berbalik dan menghadap kearah kliennya, namun tidak ada respon sama sekali, dia masih tetap menunduk.

"kau pasti ninja dari Konoha kan? aku Taruho, pengawal pribadi Shion-hime." kata pengawal yang menggendong Shion dengan nada bersahabat.

"yah, Uzumaki Naruto, salam kenal Taruho-san" kata Naruto dengan nada yang sama.

"a-ah, Shion-hime memang seperti ini, dia pendiam, tapi nanti kau akan terbiasa kok." kata Taruho senyum sedikit dipaksakan.

Naruto menyadari hal ini, namun Naruto mengangguk pelan.

"sepertinya teman-temannya sudah hampir tiba, lebih baik kita bergegas." Kata Naruto kemudian memegang bahu Taruho dan menghilang dengan pusaran daun.

-skip time-

setelah merasa jauh dari musuhnya tadi, Naruto kemudian berlari dengan Shion yang berada dipunggungnya, ekspresi keduanya tak jauh beda, yaitu tanpa ekspresi.

hanya langkah kaki yang sedang berlari yang terdengar di sepanjang jalan, kenapa mereka hanya berdua? Taruho merencanakan akan mengalihkan perhatian musuhnya, jadinya hanya tinggal mereka berdua.

"Kau akan mati." kata Shion dengan tiba-tiba, namun walau Naruto tau ramalan seorang pendeta itu selalu tepat, tapi ekspresi nya tidak berubah.

"berhentilah mengawalku, atau kau akan bernasib sama seperti pengawalku yang lainnya." katanya lagi, namun seperti tadi Naruto hanya diam dengan pandangan lurus kedepan.

"kenapa?" tanya Shion.

"hm?"

tap! wushh!

Naruto kemudian melewati rute hutan, dengan melompat dari dahan kedahan pohon yang lainnya.

"kenapa kau keras kepala sekali?" tanya Shion lagi.

"keras kepala adalah sifatku, kau sendiri juga keras kepala." balas Naruto.

tap! wushh!

"aku keras kepala karena, tidak ingin seseorang berakhir tragis hanya karena melindungi ku." kata Shion dengan kesedihan dibalik setiap katanya.

"pertama, aku melakukan ini karena misi, misi sangat penting bagi seorang Ninja, walau itu misi bunuh diri sekalipun, Kedua nasib dunia berada ditangan kita berdua saat ini." kata Naruto.

"itu memang benar tapi-" kata Shion terputus. liquid bening keluar dari matanya dan mengalir di pipinya.

"apa?"

"walau sekeras apapun kita berusaha, aku tak menjamin kita bisa menyelamatkan dunia." kata Shion dengan bahu yang bergetar.

diam, setelah mendengar itu suasana kembali hening.

wushh! tap!

Naruto kemudian berhenti disalah satu dahan pohon, dan melompat kebawah pohon itu, dan menurunkan Shion dari gendongan nya, dan menyandarkan tubuh Shion kepohon yang agak besar itu.

Naruto kemudian melepas topeng yang menutupi wajahnya, dan memandang kedua mata Shion.

"Hahh~ begini guruku pernah berkata 'Usaha takkan pernah mengkhianati mu' jika alasanmu bahwa kau tidak bisa menjamin kita akan berhasil, maka biarkan aku yang berkata seperti itu." kata Naruto dengan helaan nafas kecil.

"eh?"

"aku akan menjamin misi ini akan berhasil 100%, maka dari itu bekerja samalah denganku." kata Naruto mengulurkan jari kelingkingnya.

Shion dengan ragu membalas uluran jari kelingking itu dan mengaitkannya.

"percaya saja padaku." kata Naruto sembari nyengir kuda.

Shion hanya tertegun, kemudian balik membalas dengan senyuman simpul diwajahnya.

"ha'i, aku mempercayai mu." balas Shion.

kepercayaan kedua sejoli ini di saksikan oleh terbenamnya matahari dan angin sepoi-sepoi yang meniup kedua anak hawa dan adam ini.

#

Shion sudah tidur, dan Naruto kemudian berjalan ketepi bukit dan duduk diatas sebuah batu memandang kearah langit yang di hiasi bintang-bintang.

'apakah jalan yang aku pilih ini salah Ero-sennin?' tanya Naruto dalam hati.

dua buah lengan putih tiba-tiba melingkari perut Naruto, dan kepala bersandar dipundaknya.

Naruto melirik melalui ekor matanya melihat Shion yang dikiranya tadi sudah tidur malah memeluk nya, "Kukira kau sudah tidur,"

"aku nggak bisa tidur." balas Shion.

"ohhh~"

wusshhh~

"kenapa kau memutuskan untuk tetap melanjutkan misi ini Naruto?"

Naruto tidak langsung menjawab nya, kemudian menepukkan tangan kanannya kebatu sebagai isyarat untuk Shion agar duduk disampingnya.

Menyadari maksud isyarat Naruto, Shion kemudian duduk disamping Naruto kemudian melihat hamparan bintang dilangit.

"kirei.." gumam Shion pelan.

setelah itu terjadi keheningan beberapa saat.

"teman-teman dan guru-guruku mempercayaiku dalam misi ini, itulah kenapa aku tidak ingin menghianati kepercayaan mereka." kata Naruto dengan senyum tipis diwajahnya.

"..."

Shion hanya diam, tau kalau Naruto masih belum selesai berbicara.

"melihat banyak sekali pengawalmu yang tewas hanya karena melindungi mu, aku berpikir untuk terus melanjutkan misi ini." kata Naruto lagi.

Shion sedikit menoleh ke Naruto,

"Apakah hanya itu yang menjadi alasan mu? kalau Seperti itu lebih baik-" "-tidak usah melanjutkannya, begitu?" kata Naruto memotong perkataan Shion.

"sayang sekali itu bukanlah alasanku, makanya dengarkan aku bercerita hingga selesai, karena aku belum selesai mengatakan alasan ku yang sebenarnya."

"ha'i aku mendengarkan."

Naruto menghela nafas, lagi?

"alasanku adalah tidak ingin pengorbanan semua pengawalmu menjadi sia-sia, bahkan diakhir hayat salah satu pengawalmu masih mencemaskanmu, jadi apakah alasan itu cukup untuk membuat ku tetap menjalankan misi ini?"

terdiam, itu lah yang dirasakan Shion saat ini, alasan Naruto sangat jelas dan kuat, dirinya egois, Shion mengakui dirinya sendiri egois, dia hanya mementingkan dirinya sendiri, tapi tidak mempedulikan pasukannya yang sudah berkorban untuknya.

yah dia hanya bisa mengatakan "sudahi saja hal ini" atau "menyerah saja" atau "lebih baik"

itu terlampau egois, dan karena keegoisan nya, nyawa satu persatu pengawalnya melayang.

dan dalam poin ini Naruto berhasil menyadarkannya.

"Shion bersiaplah, matahari akan segera terbit dan lokasi penyegelan tinggal beberapa kilometer lagi." kata Naruto kemudian menepuk pahanya dan pertumpu untuk berdiri.

Shion memandang kearah matahari yang tampak malu-malu kucing mengintip dari balik gunung, hingga akhirnya menyinari kedua sejoli ini.

'Naruto... Arigatou, sudah menyadarkanku.' kata Shion dalam hati.

-Skip Time-

akhirnya setelah perjalanan yang lumayan panjang, Naruto dan Shion sudah sampai dimarkas atau lokasi penyegelan Raja Iblis Mouryou, tapi sepertinya agak sedikit susah menerobos masuk dikarenakan banyak sekali pasukan hantu batu yang berjaga di depan gua tempat penyegelan.

Naruto berpikir sejenak, jutsu apa yang paling cocok untuk saat ini? jutsu yang meriah? atau sangat meriah? atau jutsu menyelinap dengan aman?

"[bagaimana kalau jutsu yang sangat meriah, aku akan dengan senang hati memberikan Chakra ku, bagaimana?]" kata sesosok monster rubah raksasa dalam diri Naruto.

"hmm~ hmm~ saran yang bagus, dan sudah memperingatkan, jangan mencoba untuk akrab dengan ku, lagipula aku tak butuh Chakra mu, karena aku masih mempunyai Chakra sendiri." kata Naruto sembari mengangguk pelan, dan diamlah Rubah raksasa itu.

"untuk yang pertama, aku akan membuat misi ini menjadi sangat meriah." kata Naruto sembari menyeringai iblis.

Naruto kemudian mengangkat kedua tangannya didepan dada dan mulai merangkai Hand Seal yang cukup panjang, kemudian menghentakkan kedua tangannya ketanah.

[Doton : Tsuchiryuu No Jutsu!]

Brakkhhh!! GRAAARRKKHH!!!!tepat ditengah tengah pasukan hantu batu itu muncul Naga raksasa terbuat dari tanah, sepanjang 12 meter mengamuk ditengah tengah pasukan batu hidup itu.

"untuk kedua ku persembahkan jutsu angin pada kalian, kumpulan tanah liat yang sedikit diberi nyawa." kata Naruto merangkai Hand Seal lagi.

[Fuuton : Kazeryuu No Jutsu!]dari kedalaman hutan langsung keluar sesosok Naga sebesar naga tanah tadi, namun tercipta dari ratusan pedang angin disekujur tubuhnya.

dan seperti tadi Naga angin tadi melibas sebagian tentara batu itu, atau lebih tepatnya membuangnya kejurang.

"mahh... sepertinya sudah cukup, Shion ayo kita menerobos masuk." kata Naruto dan Shion hanya mengangguk pelan, kemudian kembali digendong Naruto.

menerobos masuk juga Naruto harus tetap waspada, karena dari tadi dia terus terus menerus menerima tebasan, jadinya dia sesekali membalas, atau menghindar.

"cepat masuk, biar yang disini aku yang urus." kata Naruto sembari menurunkan Shion, langsung saja Shion berlari masuk kedalam gua.

tapi, Shion tiba-tiba berhenti sebentar.

"berjanjilah... berjanjilah untuk tidak mati."

Naruto yang membelakanginya hanya mengacungkan jempolnya dari samping kanan, "hm! kau boleh memegang janjiku"

Shion yang menerima jawaban itu kemudian melanjutkan masuk kedalam gua.

"saa~ tinggal memikirkan bagaimana caranya menyapu bersih tentara batu ini." kata Naruto.

Naruto baru ingat, klon yang sedang berlatih dihutan kematian masih belum hilang, mungkin Naruto akan memanfaatkan semua klon itu untuk menyapu bersih tentara disini, sementara dirinya akan menyusul Shion kedalam.

"kalau begitu" kata Naruto dengan tanpa segel tangan menghentakkan tangannya ketanah.

[Kuchiyose No Jutsu]

setelah menyadari semua klon sudah terpanggil, Naruto langsung saja lari kedalam gua, prioritasnya saat ini adalah Shion dan penyegelan nya.

Shion ScenesShion nampak melayang diudara, dan slah satu kepala Mouryou hendak menelannya hidup-hidup, Shion hanya bisa pasrah, sembari menutup matanya.

setelah masuk kedalam mulut Mouryou, gelap, dan hanya kegelapan yang ada didalamnya.

"Jangan menyerah!""Percayalah padaku!"

tiba-tiba Shion mendengar suara Naruto menggema didalam kegelapan itu, sekejap mata Shion langsung terbuka dan bergetar, tidak! kenapa dia harus menyerah Sekarang? dunia membutuhkannya, dan Naruto sudah mempercayai nya bahwa dia akan berhasil.

[putar lagu : Heaven shaking event]dari kegelapan tiba-tiba muncul sebuah tangan yang sangat familiar memegang kerah belakang baju Shion dan menariknya keatas.

dan yang menarik nya adalah Naruto yang dengan bantuan klonnya menariknya dari dalam mulut sang Raja Iblis.

"Untung lah kau belum tertelan sepenuhnya didalam iblis jelek ini." kata Naruto kemudian melompat kekepala salah satu kepala mouryou dan melompat kelangit-langit dalam gua yang ternyata adalah dasar gunung berapi.

aura hitam berbentuk seperti jarum meluncur kearah Naruto, dan dalam posisi melayang itu Naruto tidak menyadari hal itu.

waktu tiba-tiba berhenti setelah Naruto menatap mata Shion yang berada dalam rangkulannya.

Naruto melihat dirinya terbunuh dengan sebuah aura hitam seperti jarum menusuk perutnya.

waktu kembali berjalan normal, setelah melihat masa depannya, Naruto kemudian memblokir aura hitam yang sepertinya jarum raksasa itu dengan pedangnya.

Naruto kemudian membuat Rasengan ditelapak tangan kanannya hingga sebesar bola sepak, "Shion, alirkan energi penyegelanmu kedalam jutsuku."

"Ha'i" Shion kemudian menyalurkan energi nya kedalam Rasengan itu hingga Rasengan itu bercahaya terang.

swiinngggg!!Rasengan terbalut cahaya itu berputar ganas, Naruto langsung menukik kebawah dengan Shion masih dalam rangkulannya.

[Senpo : Chou Rasen- Rengan!]wussshhhh!!!dddrrrttttddtrrtr!!!!!BLLAAARRRRR!!!!!!!terjadi getaran hebat ketika Rasengan itu

membentur tubuh mouryou yang berada ditengah.

hingga terjadi sebuah ledakan besar dari dasar gunung berapi itu, dan ini memicu aktifnya gunung berapi.

DI SISI LAINNaruto dan Shion muncul disebuah bukit tak jauh dari gunung berapi itu dengan perantara pusaran daun, dengan Shion yang digendong ala pengantin.

Naruto kemudian menurunkan Shion, dan berjalan pelan ketepi bukit menyaksikan matahari kembali terbit daei balik gunung.

"tak kusangka ini akan memakan waktu yang agak lama." kata Naruto sembari merenggangkan otot-otot nya dan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.

Shion kemudian melangkah kesamping kanan Naruto dan mengikuti arah pandang Naruto yang melihat matahari perlahan terbit.

"yahh~ dan Naruto."

"hm?"

"aku menyadari sesuatu ketika aku berada dalam tubuh mouryou, yaitu kegelapan, kebencian dan juga hawa jahat, dan ini sebenarnya adalah semua emosi manusia, dan aku menyadari bahwa mouryou itu terlahir dari perasaan negatif manusia." kata Shion

"jadi maksudmu, selama manusia memiliki perasaan negatif dalam dirinya mouryou tetap akan kembali hidup?" tanya Naruto.

"benar, maka untuk menyegel kembali iblis mouryou dibutuhkan seorang pendeta baru, dan kau tau hanya aku satu-satunya pendeta di negeri iblis."

"intinya kau ingin membuat keturunan yang mewarisi kekuatan mu?"

"benar."

"ohh jadi kau sudah menemukan siapa yang cocok jadi pasangan mu untuk menghasilkan keturunan begitu."

"tepat."

"lalu siapa pria beruntung itu?"

"Uzumaki Naruto." kata Shion dengan sedikit penekanan.

"ah Uzumaki Naruto yah, beruntung sekali pria itu." kata Naruto dengan otak yang lumayan lelet, tidak menyadarinya.

"yah dia sangat beruntung, selain karena dia kuat dan pintar, dia juga tampan dan berhati lembut." kata Shion lagi.

"ohh, sepertinya dia sangat sempurna." kata Naruto masih tidak menyadarinya.

"are?" beo Naruto menyadari sesuatu yang janggal.

"tunggu-tunggu, kau bilang Uzumaki Naruto tadi kan? apa mungkin aku hanya salah dengar?" tanya Naruto dengan mata yang berputar-putar Seperti obat nyamuk.

"tidak, itu sepenuhnya benar, itu adalah Uzumaki Naruto." kata Shion lagi

kepala Naruto mendadak berkunang-kunang, dia memang sekarang cerdas, tapi kecerdasan tak mampu menampung ketidak pekaannya terhadap cinta, membuat kepalanya pusing.

"aku butuh obat penenang jiwa dan raga," kata Naruto ngelantur, kemudian pingsan.

......Yah aku menulis ini dengan SMS (sistem mengetik semalam), kupikir untuk melanjutkan ini, dari pada nanti dokumen nya hilang, mending kulanjut dan kupublish..kalau boleh, aku minta saran mengenai chapter selanjutnya, soalnya kurang ide nih, see you next time..wassalamu'alaikum wr wb