What If? Chapter 3

Title: What If?

Pairing: Yewook, kyuwook

Author: Lee Hyora ( Lhyoraa)

Cast :

Ryeowook (yeoja) — author gak rela T.T

Yesung (namja)

Kyuhyun(namja)

Rated: T

Genre: Romance, Tragedy

Warning: If you don't like, don't read.

Diclaimar: All cast adalah milik diri mereka sendiri, kecuali Kim Ryeowook sebagai milik sah author =p #abaikan. FF ini sudah pernah author post di wp author sendiri di .com

Summary: Meskipun cinta begitu sakit. Namun aku tahu kau akan datang kepadaku jika menunggu sedikit saja. Dengan perasaan seperti ini, aku tidak bisa meninggalkanmu. Bahkan di saat kematian datang, hanya senyummu yang ingin kulihat. Bukankah itu berarti akupun hanya milikmu?


Yesung berjalan tertatih menyusuri lorong demi lorong di kafe tempatnya bekerja. Kehidupan sangat sulit dirasa olehnya. Dia sadar takkan bisa membahagiakan siapapun dengan kondisinya yang seperti ini. Tapi apa salah jika ia mempunyai perasaan seperti itu? Perasaan ingin melindungi. Perasaan ingin memiliki. Hatinya terasa seperti ditikam pisau tajam, perih.. Yesung mematung lama hingga ahirnya beringsut duduk di sudut lorong, membenamkan kepalanya diantara kedua lutut kakinya. Menangis sejadinya.

flasback on

"aku senang… akhirnya kau datang juga hyung." namja tinggi itu memutar tubuhnya ketika ia mendengra langkah kaki Yesung. Ya, itu Kyuhyun. "tak apa kan? jika aku memanggilmu hyung?" Ia tersenyum penuh arti pada namja bermata sipit yang dipanggilnya hyung itu. Yesung-pun membalasanya kaku.

"terimakasih hyung… terimakasih untuk menerima undangannku."

"kau mau apa? katakan saja terus terang…" Yesung sudah tidak sabar berada lama-lama di ruangan itu.

"aku…hanya ingin meminta maaf padamu hyung." Yesung menatap lurus kepada namja di depannya ini. Kyuhyun bersungguh-sungguh. "maafkan aku… karna harus memisahkanmu dengan Ryeowook. aku…aku mencintainya, bahkan sebelum kau datang."

Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya. Ia tercekat, sepertinya ingin menangis. "saat aku tahu.. dialah jodoh yang dipilihkan Appa untukku, aku sangat bahagia hyung, kau tahu? rasanya saat itu juga aku ingin berteriak girang. Tapi detik itu juga aku merasa hancur… karna ternyata dia telah mencintaimu."

Yesung menatap Kyuhyun dengan perasaan iba. Entahlah kenapa ia merasa kasihan pada Kyuhyun? Apa karna cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu. "lalu apa maumu?"

Kyuhyun berjalan mendekati Yesung, sedetik kemudian ia bebrbisik di telinga Yesung. "aku akan merebutnya darimu hyung! dia adalah milikku! hanya milikku!"

Keduanya saling menatap tajam.

"apa kau tidak ingat apa yang pernah dikatakan oleh Tuan Kim, Appa dari Ryeowook? kau hanya seorang penyanyi kafe. Bagaimana bisa kau membahagiakan seorang Ryeowook, yang hidup berkecukupan sejak kecil. Apa kau mampu memberikan semua yang ia mau?"

Yesung mengepalkan tangannya. Ingin rasanya Yesung menghajar namja berambut ikal itu, ia sangat geram sekarang. Tapi ia masih bisa menahan emosinya. "aku tahu itu… tapi aku yakin aku masih membahagiakannya!" Yesung berusaha melawan Kyuhyun semampu yang ia bisa. Mencoba mempertahankan haknya atas Ryeowook.

" jika yang kau maksud membahagiakannya disini adalah dengan memberikan cinta untuknya, asal kau tahu saja… bahkan cintaku jauh lebih besar daripadamu hyung!" Kyuhyun menggebrak meja yang ada disampingnya membuat Yesung terperanjat. Tidak. Yesung tidak takut padanya. Hanya saja ia terkejut melihat bulir air mata di pipi Kyuhyun.

"aku tahu hyung…aku tahu, dia mencintaimu… aku juga tidak ingin merebutnya darimu. aku juga tidak ingin membuatnya terluka dengan memisahkannya darimu. Tapi aku juga tidak bisa terus begini, menahan perasaanku.. menahan semua cinta yang ingin aku berikan padanya…" Kyuhyun mulai terisak. Sakit hatinya selama ini karena cintanya pada Ryeowook yang bertepuk sebelah tangan itu tidak bisa ia tahan lagi.

Lama keduanya terdiam. Yesung tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Ia menggerakkan kakinya untuk melangkah pergi dari ruangan di gedung tempta Kyuhyun bekerja. Gedung yang sangat besar. Lagi-lagi Yesung merasa kecil jika dibandingkan dengan Kyuhyun. Perkataan Orangtua Ryeowook dan Kyuhyun itu benar. Dia tidak mungkin mampu membahagiakan Ryeowook. Dalam hal apapun dia akan selalu kalah. Melihat Kyuhyun yang begitu mencintai Ryeowook, ia merasa cintanya pada gadis itu bukanlah apa-apa.

Yesung berjalan menuju pintu ruangan yang sedari tadi tertutup. Ia tak sanggup lagi berada disana lebih lama lagi. "hanya biarkan aku membuktikan padanya bahwa aku bisa membahagiakannya." Yesung berhenti melangkah mendengar perkataan Kyuhyun yang tiba-tiba saja ia dengar lagi. "aku… aku akan memberikanmu waktu bersamanya, lebih lama lagi. Setelah itu berikan ia padaku." Kyuhyun berdiri dari posisi semulanya. "Seminggu… bukankah itu waktu yang cukup?" tanya Kyuhyun lagi.

Yesung menelan ludahnya. Seminggu? mana mungkin waktu yang begitu singkat itu cukup baginya untuk bersama Ryeowook. Yesung mengangkat kepalanya memandang langi-langit. Berpikir. Bagaimapun juga… ia akan tetap saja berpisah dari gadis yang mereka perebutkan itu. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk mempertahankan Ryeowook disisinya. Dengan sangat terpaksa Yesung mengangguk. " jika kau tak bisa membuatnya jatuh cinta padamu… jangan salahkan aku, jika aku mengambilnya lagi darimu! " ancam Yesung sebelum akhirnya benar-benar menghilang di balik pintu.

"maafkan aku Yesung hyung, maafkan aku Ryeowook-ah. Mianhae…". Kyuhyun tersungkur, lagi ia tak bisa menahan dirinya. Kaki-kakinya tak mampu menopang tubuhnya yang tiba-tiba terasa berat itu. Kenapa harus dia yang menjadi orang jahat? kenapa dia yang harus menjadi orang ketiga diantara Ryeowook dan Yesung? Untuk pertama kalinya ia memberanikan diri merebut sesuatu yang dia inginkan. Untuk pertama kalinya juga ia berkata kasar pada orang lain. Ini bukanlah diri Kyuhyun yang sesungguhnya.

Flashback off


Berkali-kali Ryeowook menatap pantulan bayangannya di cermin. Dia mendengus kesal. "ahhh.. kenapa aku harus berdandan cantik di depannya! issshh…". Ryeowook mengacak-ngacak lagi tatanan rambutnya yang sudah rapi. Ryeowook mengerucutkan bibirnya. Haruskah ia kencan dengan Kyuhyun hari ini. " Buang-buang waktu saja." Ryeowook melempar sisir yang sedari tadi digenggmnya ke sembarang arah.

"Ryeowook-ah.. turunlah." Suara hangat Eommanya menghentikan acara marah-marahnya. "kenapa kau acak-acakan seperti itu? aigoo.. sini biar Eomma rapikan." Tangan Ny. Kim ibu dari Ryeowook itu tak kenal diam, diambilnya sisir yang tadi dilemparkan Ryeowook. Mendekati Ryeowook dan menyisir rambut panjang Ryeowook. " biarkan seperti ini eomma…" Ryeowook menghindar, ia berjalan kearah tempat tidur dan mengambil tasnya. " aku akan menunggu namja pabo itu diluar." Ryeowook langsung berlalu dari pandangan eommanya tanpa pamit. Ia tahu tak seharusnya bersikap seperti itu. Tapi ia kecewa… Eommanya tahu bagaimana ia menyukai Yesung, tapi bagaimana bisa eommanya tetap menyutujui perjodohan yang diatur Appanya itu?

Ryeowook menghentak-hentakkan kakinya. Sudah hampir setengah jam ia menunggu Kyuhyun diluar rumah. "sekalinya mengajakku kencan, sudah terlambat. huh….!" Setelah lama menunggu, Ryeowook memutuskan untuk masuk kembali kedalam rumah. Belum sempat Ryeowook menjalankan niatnya, sebuah mobil Hyundai NF Sonata masuk ke dalam halaman rumah Ryeowook. Ryeowook terpengarah melihat siapa yang datang dan tentu saja melihat mobil yang dikendarainya. " cih…dasar pamer!"

Dalam benaknya Ryeowook berpikir pasti lah si Cho Kyuhyun itu akan mengajaknya berkencan di restauran mewah, atau ke tempat-tempat seperti itu. Membayangkannya saja Ryeowook mulai alergi. "aku tidak mau ji-…" Belum Sempat Ryeowook melanjutkan kata-katanya, Kyuhyun turun dari mobil dengan senyum terkembang di bibirnya. Lagi-lagi Ryeowook hanya bisa terperangah melihatnya. Bukan menggenakan jas atau semacam stelan rapi seperti dalam pikiran Ryeowook, Kyuhyun hanya menggunakan pakaian olahraga yang benar-benar diluar dugaan Ryeowook. Bahkan ia membawa bola basket ditangannya.

"mwo? apa-apaan dia itu?" ujar Ryeowook lirih. "apa kau sudah siap? maaf aku terlambat…" Kyuhyun berkata sambil memamerkan deretan giginya putih. Ryeowook memandang Kyuhyun penuh selidik dari kepala hingga kaki. Bahkan ia memakai sepatu olahraga. Kyuhyun menggerak-gerakkkan tangannya di depan wajah Ryeowook yang masih menatapnya shock. " halooo…Bumi pada Mars? hei,Ryeowook-ah…" suara merdu Kyuhyun menyadarkan Ryeowook dari dunia keterkejutannya.

"aku tahu aku tampan… tapi tidak usah memandangku seperti itu!" Goda Kyuhyun. Wajah Ryeowook bersemu merah karnanya. "Yakk..! jangan terlalu percaya diri!" Ryeowook memukul namja tinngi itu dengan tas yang dipegangnya. "aisshh… kau itu." Kyuhyun mengaduh sakit memegangi bagian tubuhnya yang sakit.

"kenapa… berpakain seperti itu?" Ryeowook menunjuk-nunjuk pakaian yang melekat pada tubuh Kyuhyun. "memang kenapa? apa salahnya dengan pakaianku?" Tanya Kyuhyun bingung sambil memperhatikan dirinya sendiri.

"aniya… aku hanya kaget kau mengajakku kencan dengan pakain seperti itu."

"oohh..heheh, aku ingin mengajakmu olahraga, mumpung hari ini udara sangat segar."

"kapan aku bilang aku suka olahraga?" Ryeowook mendelik ke arah Kyuhyun. "Bukankah kau suka olahraga?" jawab Kyuhyun asal. Ryeowook menaikkan satu alisnya. Namja ini babo atau apa? sok tahu sekali.

"ahh..itu artinya kau salah orang, pergilah…" Ryeowook memutar tubuhnya hendak meninggalkan Kyuhyun yang balik memandangnya cengo (?). "Yaa.. jangan begitu. Setidaknya temani aku berolahraga…" Kyuhyun memasang wajah cute-nya memohon pada Ryeowook yang mematung mendengarnya. Tak sabar menunggu Ryeowook mengucapkan sesuatu Kyuhyun akhirnya menarik paksa Ryeowook masuk ke dalam mobilnya.


"kenapa mengajakku kesini?" tanya Ryeowook heran. Ditatapnya gedung tua itu. Bola matanya memandang ke segala arah, meneliti setiap sudut gedung itu.

"Tentu saja untuk main basket…" Kyuhyun menjawab, tangannya menarik tangan Ryeowook mengajaknya ke lapangan basket yang ada di halaman gedung itu.

"kenapa kita maen basket sih? kapan aku bilang aku suka basket? kenapa juga kita mainnya disini…?"

"huh… kau itu cerewet sekali… apa tidak bisa kita langsung bermain saja?" Kyuhyun balik bertanya menghadapi kebawelan calon istrinya itu. Ia melemparkan bola basket yang sedari di tangannya ke arah Ryeowook. Tak disangka Ryeowook dapat dengan baik menangkapnya. Ia langsung men-Dribble bola ditanganya dan berlari melewati Kyuhun. Kyuhyun tahu kalau Ryeowook dulu mengikuti club basket saat masih sekolah dulu . Ryeowook adalah seorang Small Forward dengan kemampuan shooting yang baik di timnya. Kyuhyun tersenyum puas melihat Ryeowook yang ternyata masih bisa bermain basket dengan sangat baik, meskipun wajahnya terlihat kesal seperti itu.

Kyuhyun berlari mengejar Ryeowook dan menghadanganya yang hampir saja melakukan shoting. Kini keduanya bermain dalam posisi Man-to-man Defense dimana satu pemain menjaga satu pemain lainnya. Kyuhyun terus memblock Ryeowook agar gadis manis itu tidak melakukan shooting, hingga akhirnya Kyuhun berhasil mencuri bola yang di dribble oleh Ryeowook. Kyuhyun berlari ke arah ring yang lainnya sambil terus membwa bola ditangannya. Berkali-kali Ryeowook berhasil merebut bola dari Kyuhyun karna itulah keahliannya sebagai Small Forward tapi selalu bisa di rebut kembali oleh Kyuhyun.

Ryeowook melompat setinggi mungkin untuk melakukan Black Shot kepada Kyuhyun yang hendak memasukkan bola ke dalam ring. Meskipun bola berhasil Ryeowook lemparkan ke arah lain, namun sayang ia tidak dapat berpijak dengan baik. Satu kakinya terkilir membuat Ryeowook hampir saja terjatuh. Untuglah dengan sigap Kyuhyun menangkap tubuh Ryeowook hampir jath ke belakang dengan memegangi pinggang Ryeowook. Ryeowook pun memegangi baju di bagian dada Kyuhyun agar tak jatuh.

Untuk beberapa saat keduanya terdiam dalam posisi itu. Kyuhyun sibuk memperhatikan wajah cantik Ryeowook. Hati Ryeowook berdesir mendapati tatapan aneh Kyuhyun. Wajahnya memerah. Kyuhyun yang tersadar dari aksi senyum-senyum sendirinya itu melepaskan Ryeowook menyebakan gadis itu akhirnya benar-benar jatuh ke tanah.

"yaak! kau sengaja ya?" teriak Ryeowook nyaring. Wajahnya ditekuk karna merasakan sakit. Kyuhyun hanya melongo tak sadar ia melakukan hal itu.

"aniya…mana mungkin aku sengaja." Kyuhyun mengulurkan tangan ingin membantu Ryeowook berdiri tapi ditepis Ryeowook. Gadis itu memilih untuk bangun sendiri. Kyuhyun yang hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal mendapat perlakuan seperti itu dari Ryeowook. Kyuhyun bersimpuh di hadapan Ryeowook sambil membersihkan bagian bawah pakaian Ryeowook yang kotor. Lama kyuhyun berlutut di depan Ryeowook. Kembali ia memandangi Ryeowook dari arah bawah, ia tersenyum senang karna bisa sedekat itu dengan orang yang ia cintai.

Ryeowook yang kembali merasa dipandangi terus oleh Kyuhyun merasa risih sendiri. " jangan melihatku seperti itu, kau menakutiku…" Kyuhyun menunduk menahan tawanya melihat wajah gugup Ryeowook. Ia bangkit dari posisinya dan dengan jahil mengacak rambut Ryeowook. Tiba-tiba Ryeowook merasakan jantungnya berdegub kencang melihat senyum dari namja tampan itu."Tunggulah disini, aku akan membawakanmu sesuatu." Kyuhyun berlari ke luar lapangan.

Kini tinggal Ryeowook sendiri berdiri ditengah lapangan di gedung tua itu. Dulunya ia bersekolah disana. Ya, gedung itu adalah gedung lama dari sekolahnya. Ryeowook diam mengenang masa-masa sekolahnya. Ahh…sudah berapa lama ia meninggalkan tempat itu?

Hembusan angin menerpa wajah Ryeowook yang sedikit berpeluh, menerbangkan rambutnya yang tergerai. Angin pagi itu masih sangat dingin dan membuat Ryeowook sedikit mengigil. Entah kenapa ia seperti mencium wangi tubuh seseorang yang ia cintai. Kenapa ia tiba-tiba teringat akan Yesung? Bola matanya berputar kesana kemari melihat sekelilingnya. Apa ini perasaannya saja? Ia memejamkan mata seolah mendengarkan suara Yesung yang memanggil namanya. ' Ryeowook-ahh…' Suara itu apa benar suara Yesung oppanya? Tanpa sadar ia meneteskan air matanya. Ia sudah sangat merindukan Yesung.

"Ryeowook-ah.. gwenchana?" Kyuhyun yang baru saja datang khawatir mendapati Ryeowook yang tengah terisak. Ia benar-benar cemas. Apa ia menyakiti Ryeowook lagi.

"gwenchana…aku, aku tak apa…" Ryeowook terbata. Kyuhyun pun lega mendengarnya, ia menyodorkan sesuatu yang ia janjikan pada Ryeowook. " buble tea?"

"Ne, bukankah kau menyukainya?" Kyuhyun memberikan satu Bubble tea ditangannya untuk Ryeowook. Ryeowook memandang aneh pada Kyuhyun. Lagi-lagi namja itu bisa mengetahui apa yang ia suka. Ryeowook menerimanya dengan gamang. Apa namja ini seorang penguntit?

"ayo,duduklah…" Kyuhyun mengajak Ryeowook duduk di bangku pinggir lapangan, ia membersihkan salah satu sisi bangku di sampingnya untuk di duduki Ryeowook. Tapi Ryeowook memilih duduk di sisi yang lebih jauh dari Kyuhyun. Ia masih risih jika harus duduk bersebelahan dengan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun mengerucutkan bibirnya ia kecewa. Ia membuang nafas pasrah mengetahui Ryeowook yang masih bersikap dingin padanya.

"kenapa kau mengajakku ke tempat ini?" Pertanyaan itu terlontar lagi dari bibir mungil Ryeowook.

"Apa kau tak ingat? dulu ada seorang namja yang hampir saja mati kepanasan karna dihukum di tengah lapangan itu? lalu ada seorang yeoja yang menolong namja yang pingsan itu?" tanya Kyuhyun sambil terus menatap manik mata. " yeoja itu…bukankah itu kau Ryeowook-ah? dan namja itu…itu aku." Ryeowook memiringkan kepalanya mengingat- ingat kejadian di sekolahnya dulu. Kyuhyun berharap Ryeowook mengingatnya.

"aniya… aku tidak mengingatnya." Ryeowook menggelang-gelengkan kepalanya. Sekali lagi Kyuhyun mendesahkan nafasnya kecewa. "aahh… aku rasa kau memang tidak mengingatnya. Tapi… aku tidak akan melupakan kejadian itu, karna kalau tidak mungkin aku sudah mati."

"kau itu terlalu berlebihan…." sindir ryeowook.

"Tidak…aku tidak berlebihan. Karna sejak itu…aku jadi menyukaimu, aku ingin sekali mengucapkan terimakasih padamu…dan mengatakan rasa sukaku. Tapi kau selalu sibuk mengikuti salah satu sunbae kita…." Kyuhyun bercerita dengan mimik sedih.

"sunbae kita? nugu?" Ryeowook memasang tampang babonya.

"kau juga tidak ingat setiap hari kau mengahabiskan waktumu untuk memandangi Donghae Hyung?aissh…jinja kau itu!"

"memang aku tidak ingat…jangan memaksaku mengingat itu semua! memori otakku memang sangat jelek…" Ryeowook berkata dengan polosnya, yang justru terlihat seperti kebodohan bagi Kyuhyun. "bahkan aku tidak ingat pernah satu sekolah denganmu…"

Kyuhyun memandangi Ryeowook takjub. Takjub akan ke-babo-an yeoja yang akan menjadi istrinya itu. Apa dia salah sudah menyukainya yeoja? Yeoja didepannya ini benar-benar…. "aissh… aku rasa kau pernah terbentur sesuatu hingga kau hilang ingatan begini!" ejek Kyuhyun sambil membentuk sebuah garis semu di keningnya.

"yaakk…jangan menghinaku terus!" Ryeowook membuang mukanya tak ingin melihat wajah Kyuhyun.

Tapi Tiba-tiba Kyuhyun menyeringai, bukankah itu pertanda bagus. Dia yakin ingatan Ryeowook akan Yesung juga akan hilang sebentar lagi. "Hahaha…"

Ryeowook yang mendengar tawa evil Kyuhyun mengangkat alisnya satu. "dasar namja aneh…" Ryeowook bergidik ngeri pada Kyuhyun. Ia memilih meninggalkan Kyuhyun yang masih terus tertawa sendiri dengan pikirannya.

"Ryeowook-ah, kau mau kemana?"

" tentu saja pulang! kencan kita kan sudah selseai. anyeong Kyuhyunnie…" Ryeowook melambaikan tangannya dan memberrikan senyum pada Kyuhyun yang terpaku di tempatnya berdiri.

'Apa tadi dia tersenyum padaku? apa tadi dia memanggilku Kyuhyunnie? Kyaa…senangnya!' jerit Kyuhyun dalam hatinya. Kyuhyun senyum-senyum sendiri. Dia sudah mulai gila rupanya? Kyuhyun meloncat-loncat senang. "RYEOWOOK-AAAHHHH… SARANGHAE!"

Ryeowook terus saja berjalan meninggalkan Kyuhyun yang mulai tak waras itu. 'tidak usah pedulikan dia…' gumam Ryeowook. Ia memegang jantungnya… 'kenapa aku ini?' Ryeowook melirik Kyuhyun di belakangnya yang masih bereforia tanpa ia tahu apa alasannya. "NAMJA ANEH!"

bagaimana jika sepertinya kau akan jatuh cinta kepadaku? aku ingin percaya bahwa senyum itu hanya untukku, hal itu mungkin tidak benar, bukan? tapi tetap saja… mungkin saja… (*)

TBC….

Nb:

(*) Salah satu lirik dari Lagu What if dari Super Junior….^^

mian baru bisa lanjutin ff ini. jangan lupa comentnya ya…gomapta, jeongmal saranghanda…^^