.

.

Chapter Title : Am i lose my virginity

.

.

Jung Yunho POV

.

Aku merebahkannya pada kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman. Aku mencium pipinya dan beranjak menuju kursi kemudi, menjalankan mobil menuju mansionku.

Setelah sampai, aku menggendongnya secara bridal lagi karena ia belum sadar. Semua maid sepertinya sudah tidur. Aku membawanya kekamarku, merebahkannya keatas ranjang dengan perlahan. Dia sangat ringan sekali, aku sama sekali tidak lelah menggendongnya.

Aku melepas jaketku yang basah lalu duduk disampingnya. Aku mengamatinya, ia sangat imut dan pipinya yang tembam membuatku ingin mencubitnya. Tetapi yang kulakukan adalah membelainya. Wow, kulitnya terasa sangat halus. Aku mencium pipinya sekali lagi. Sepertinya aku ketagihan mencium pipinya.

Sibuk terpesona padanya, seketika aku menyadari ia sama basahnya denganku. Aku segera menuju closet mengambil handuk. Aku tak ingin ia sakit. Aku mengambil handuk lembut bewarna putih untuk mengeringkan rambutnya.

Aku mematung, ia tidak ada di sana. Kemana ia pergi? Tidak ada semenit aku tinggal ia menghilang.

"Joongie!" Teriakku memanggilnya

Tidak ada jawaban.

"Jaejoong!"

Aku keluar kamar dan memanggil namanya.

"Joongie!"

"Ne." Aku mendengar jawaban dari bawah, tepatnya dari arah dapur. Aku segera berlari kesana.

Aku melihatnya berdiri didepan kulkas, matanya menjelajah mencari sesuatu. Ia menemukan botol beer disana, membukanya lalu meminumnya. Karena tergesa-gesa, beer yang ia minum ada yang mengalir dari mulut menuju leher lalu merembes ke kaosnya. Aku menelan ludah berat melihatnya. Nafsu dengan cepat menghampiriku. Bagaimana rasanya bila lidah dan bibirku berada disana dan menjila...Arrggghhh... Aku langsung menggelengkan kepalaku menghilangkan pikiran kotorku padanya.

"Joongie, mengapa kau turun kebawah?" Tanyaku sambil mendekatinya. Aku akan mengambil botol beer ditanganya. Ia terlalu banyak minum. Tetapi ia tidak memberikannya.

"Joongie... berhentilah! Kau terlalu banyak minum." Ucapku berusaha mengambilnya, tetapi ia memegang erat didadanya.

"Satu tegukan lagi, jebbal...", pintanya dengan mata melebar seperti puppy serta bibirnya yang maju membuat pout. Sangat lucuuuu... aku tak tahan melihatnya!

Aku mendesah "Arraseo, tapi hanya satu tegukan." Ucapku dengan tegas

Ia mengangguk senang, seperti anak kecil yang diberikan coklat.

"Go-ma-wo" Ucapnya lalu berbalik membelakangiku untuk meminum beernya. Tetapi yang terjadi, ia tidak berhenti dalam satu tegukan.

"Ya...ya..YAK... berhenti!... berhenti jae! Jangan terlalu banyak, kau membohongiku... stop!" Aku berusaha mengambil botol dari cengkramannya. Tapi ia tetap tak memberikannya. Ia menghindariku dengan berjalan menuju ruang tamu sambil masih meminumnya.

Tiba-tiba ia berhenti, menyadari kalau beer didalam botol yang dipegangnya habis. "Habis...", desahnya kecewa. "Joongie mau lagi." Pintanya melihat kerah dapur lalu melihat kearahku.

"Andwae!"

"Eumm... Jebal..." Ia menatapku dengan tatapan puppy melas seperti tadi. ia pikir akan bekerja sekali lagi terhadapku? Ia pikir dapat menggunakan wajah innocentnya untuk menipuku lagi huh? Kali ini tidak!

"Andwae!" Ucapku, dengan nada tidak bisa dibantah sambil melipat kedua tangan didepan dada.

Ia mendengus lalu duduk bersila di lantai ruang tamu. Aku memandangnya bingung.

Ia meletakkan botol beer didepannya. Aku mendekat dan memberikan tatapan penuh tanya. Ia tersenyum lalu menidurkan botol itu dilantai. Ia memutar botol itu sehingga botol berputar.

"Mari kita bermain truth or dare." Pintanya kepadaku. Aku terkejut, ia sangat unik, tiba-tiba mengajak bermain. Apakah ia terlalu mabuk?

Okelah, aku akan menurutinya. Apabila aku mendapatkan dare aku bisa memintanya untuk hmmm... aku memberikannya seringaianku.

"Arra."

Ia tersenyum ceria. "Siapa yang mendapatkan bagian atas botol dapat bertanya apapun kepada yang mendapatkan bagian bawah botol dan ia wajib menjawabnya. Arra?"

"Ne."

Ia memutar botol dan ternyata bagian atas botol menghadapku. Yes!

"Siap untuk pertanyaannya?" Ia menatapku tajam.

Aku bingung, bukannya yang mendapatkan kesempatan bertanya aku?

"Botolnya tidak berputar secara wajar." Protesnya sebelum aku protes. "Aku yang akan bertanya." Klaimnya.

"Yah itu curang namanya..." Benar-benar seperti anak kecil dia.

"Aniia... " ia tetap keras kepala. "Kau pilih truth atau dare?"

Aku mendesah mengalah. "Terserah padamu. Aku akan menjawab apapun dan melakukan apapun apabila kau memilih dare."

"Arra... sekarang jawab jujur ya... apa yang aku tanyakan kepadamu." Perintahnya.

Aku mengangguk sambil memutar bola mataku. Bagaimana bisa ia begitu innocent? Jaejoong... kau membuatku on.

"Apakah Joongie innocent? Maksudku apa aku terlihat innocent dimatamu?"

Sangat jelas ya! Dari awal aku melihatmu. Tetapi sebelum aku menjawabnya ia menjawab pertanyaannya sendiri.

"Tidak! Joongie tidak innocent kan? Tetapi... mengapa ia tetap meninggalkanu? Hiks...hiks...hiks..." Tanyanya dengan menangis.

"Siapa yang meninggalkanmu?" Aku balik tanya dengan rasa penasaran yang tinggi. Aku meraih lengan atasnya membawanya menuju sofa dan mendudukkannya di pangkuanku. Aku tidak suka ia menangis.

Tetapi ia berontak. "Ania... kau beranjak dari posisimu..." Protesnya. Tapi aku tak peduli tetap mendudukannya di pangkuanku. Ia menangis dan aku peduli padanya. Ia menyerah dan menyandarkan kepalanya didadaku.

"Kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa yang meninggalkanmu?" Tanyaku lembut

"Tunanganku... maksudku mantan tunanganku." Jawabnya denga bibir bergetar.

God! Siapa orang itu? Aku harus berterima kasih padanya karena ia telah meninggalkan Jaejoong. Sekarang ia milikku.

Jaejoong tersentak, tiba-tiba memandangku. "Hey..kau sendiri siapa? Aku tidak mengenalmu." Pekiknya. Rupanya akal sehatnya muncul sedikit.

"Perkenalkan aku Yunho." Aku tersenyum padanya. "Aku tidak tau mengapa. Tapi yang aku tau tunanganmu itu sangat bodoh meninggalkan namja innocent sepertimu."

"Andwae! Joongie tidak innocent!" Teriaknya dengan keras sambil menggelengkan kepalanya kuat.

"Arra...arraseo... tetapi mengapa kau tidak suka disebut innocent?" Tanyaku pelan sambil merengkuhnya kepelukanku agar ia tenang.

"Ia berkata aku terlalu innocent untuknya. Ia lalu memutuskanku sebulan sebelum pernikahan kami, hiks..hiks..." Jelasnya sambil menangis didadaku.

God! Siapa dia? Aku akan memberinya pelajaran apabila bertemu dengannya. Ia telah membuat joongieku menangis seperti ini. Dan betapa bodohnya ia membatalkan pernikahan dengan namja yang sangat menawan dan mempesona ini! Aku terlalu larut dalam pikiranku ketika Jaejoong bertanya.

"Apakah Joongie boleh meminta satu botol beer lagi?"

"Andwae!"

"Jebal..." Ia tak menyerah.

"Kau sudah minum terlalu banyak."

"Kau benar... hari ini pertama kalinya aku minum." Akunya sambil menunduk.

"Mwoya!" Aku terkejut.

"Hari ini pertama kalinya aku pergi ke club dan pertama kalinya meminum alkohol. Joongie merasa sangat luar biasa..." Ia menyeringai.

Ini pertama kali baginya untuk minum, dan ia minum terlalu banyak.

"Yunho, dimana toilet." Tanyanya sambil berdiri tiba-tiba. Ia tidak dapat berdiri seimbang karena mabuk.

Aku akan membawamu kesana. Aku memutuskan menggendongnya secara bridal lagi. Ia meronta protes tapi aku tetap mempertahankannya di gendonganku. Tak lama aku merasa lengannya melingkar di kedua leherku.

Aku menurunkannya didepan pintu toilet kamarku.

"Gomawo." Ucapnya lalu memberikan kecupan ringan dipipiku.

"Sama-sama Joongie." Balasku.

Tapi, tiba-tiba ia berkata "Mianhe." Sambil menutupi mulutnya.

Sebelum aku bertanya mengapa ia meminta maaf padaku ia muntah dibajuku. Mencengkeram kaos yang kugunakan dan mengeluarkan isi perutnya.

Hoekkk...

"Yak!" Teriakku padanya.

"i..tu.. menga..pa Joongie.. minta maaf pada yun..ho.." Ucapnya tersengal sebelum ambruk pingsan.

Aku segera meraih tubuhnya sebelum jatuh kelantai.

Aku merebahkannya di ranjang. Sebelum mengurusinya aku mengurusi diriku lebih dahulu yang penuh dengan muntahan.

Aku mandi dengan efisien. Sekarang aku sudah bersih dan merasa segar. Lalu aku menuju Jaejoong yang terbaring dengan pakaian basah. Ia akan sakit apabila tidur dengan pakaian seperti itu. Aku memutuskan menggantinya.

Tanganku bergetar melepaskan kaos yang ia pakai. Mataku seketika melotot. Tubuhnya begitu mulus putih menggoda. Aku menelan ludahku melihat dua tonjolan pink didadanya. God! Aku tergoda, ia membuatku bernafsu. Sesuatu di bagian bawah tubuhku membesar. Aku ingin menciumi tubuhnya dan merasakan kedua nipple pink itu dimulutku.

Tapi akal sehat dan sisi baikku kembali bekerja. Tidak! Aku tidak akan memanfaatkan kesempatan. Aku menghormatinya. Aku tidak akan membuatnya terluka. Mengambil nafas panjang aku dengan segera membasuh tubuhnya dengan handuk kering, lalu memakaikan sweater lengan panjangku kepadanya.

Aku melepas jeansnya dengan cepat. Aku tidak berani mengganti boxernya karena mungkin aku akan lepas kendali. Dan untungnya boxer yang ia kenakan cukup kering. Aku menarik selimut menutupi tubuhnya. Yang terakhir aku lakukan adalah mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Akhirnya selesai, aku menghela nafas lega. Aku lelah, segera aku berbaring di sisi sebelahnya. Menaikkan selimut menutupi tubuh kita. Aku meraih pinggang Jaejoong dan mendekatkan kearahku. Ia secara alami meringkuk ke arahku dengan kepala dan tangan kiri di atas dadaku.

Ia bernafas dengan teratur menandakan dirinya tidur dengan nyaman. Senyum terukir diwajahku. Aku mencium dahi dan puncak kepalanya. Pikiran terakhir yang hinggap diotakku sebelum jatuh tertidur adalah

Apa yang sudah kau lakukan padaku jaejoongie!

.

Kim Jaejoong POV

.

Aku merasakan berada di tempat yang sangat nyaman. Aku pasti berada di ranjangku. Tapi mengapa aku berada di ranjangku? Bukankan sudah tiga bulan ini aku tidak tidur disana?

Aku dengan pelan membuka mataku dan duduk. Kepalaku terasa sangat pusing seperti dipukul seseorang dengan palu. Aku mengerjab-kerjabkan mataku melihat sekelilingku. Ini bukan kamarku! God! Dimana aku? Aku mencoba mengingat kejadian tadi malam. Tetapi rasa pusing malah menghampiriku. Aku tidak bisa mengingat apapun.

Aku panik lalu melihat kearah badanku. Aku mengenakan sweater abu-abu yang sangat besar di badanku. Dan andwaae!... jeansku menghilang!

Ummma! huks...huks...

aku menggigit bibirku menahan tangis. Apa yang terjadi padaku? Apakah aku sudah kehilangan keperjakaanku yang sangat berharga?

Seketika sebuah pintu di dalam ruangan itu terbuka. Seorang namja keluar dari sana hanya dengan handuk di sekeliliing pinggangnya.

Mataku terbuka lebar.

Apakah ia seorang dewa sex?

.

.

To Be Continued ...

.

.

Info : Kyaaaaa...Yunho terpilih sebagai MC unt Ground Forces Festival ^_^

N Jaejoong jadi salah satu pengisi acaranyaa... mana mungkin mereka nggak ktmu kan?

Kyaaa... ngebayangin mereka berdiri satu panggung bersama lagi ^_^

A..apa lagi klo mau nyanyi bareng, aaa... Cassiopeia menggila dah.

Nda sabar nunggu tanggal 2 Oktober niii ...^_^...

.

.

Anneong ^_^

Aq mau kasi tau klo ff ini ga ad Nc2an :D. Yang ngebuat rateny 'M' hanya karena kata-kata yang vulgar disebabkan pikiran kotor para pemainnya. Hahaha :D #pemainnya lo pemainnya :D :D :D

Ceritanya termasuk ringan.. Ga njelimet kyk ATWR. Jadi update sedikit2 biar ga bosen. Oke-Oke ^_^

Itu aja, kuharaap chingu semuaa sukaaaaaa...

Apresiasinya yaaa... Have a great day ^_^

wkwkwkkwkwk ...