Konichiwa minna, saya kembali lagi. Sebelum itu saya minta maaf karena gak update lama dan saya juga terimakasih atas semua reviewnya, oke dari pada lama-lama langsung aja kita lihat ceritanya let's go…

Happy Reading

.

.

.

.

.

Disclaimer: Mashima-sensei

Pairing: NaLu

Azalya Dragneel Mempersembahkan

Warning!: typo banyak, aneh, Gaje dan masih banyak lagi


Dengan ini sekolah putri Fairy Hills dan sekolah putra Fairy Tail telah resmi digabung.., sampai gedung sekolah yang baru selesai di bangun mereka akan bersekolah di SMA Fairy Hills. Dan selain itu…

"Lu-chan semua teman-teman sudah tau tentang perasaanmu terhadap Natsu, jadi mereka semua akan membantumu hihihi" ucap Levy dengan wajah jahil dan berusaha menggoda Lucy

"Ehhh?, jadi semuanya sudah tau?" kini terdapat semburat merah di pipi Lucy

"Yup, dan kami akan membantumu jadi tenang saja. Ganbatte ne~"kata Mirajane sambil tersenyum dengan manis

"Hem, arigatou minna" jawab Lucy sambil tersenyum, dia sangat bersyukur memiliki teman-teman yang sangat peduli padanya. Entah apa yang akan terjadi jika dia tidak memiliki teman seperti mereka. Namun selain itu semenjak penggabungan sekolah tersebut semua laki-laki dari SMA Fairy Tail seakan terpesona dengan kecantikan Lucy, sehingga mereka berusaha mendapatkan hati Lucy atau bisa dibilang menyatakan cinta termasuk juga Bacchus.

"Lucy-san" panggil Bacchus yang berjalan menuju Lucy bersama dengan gengnya

"APA?" balas Lucy sewot

"oowww, jangan begitu dong aku hanya ingin memberikan ini. Aku pergi dulu"jawab Bacchus yang langsung pergi dengan wajahnya yang sok cool yang bisa membuat semua banci termasuk orang yang gak waras menjadi tergila-gila(?)#maaf buat penggemar Bacchus

"hehhhh?, ini surat cinta!"kata Lucy yang shock melihat apa yang di berikan Bacchus.

Sambil berusaha melupakan kejadian naas tadi Lucy pun pergi menuju ruangan tempat dimana ia dan gengnya biasa berkumpul, dan mendapati Wendy tengah memperhatikan sesuatu dari jendela.

"Wendy, sedang apa kau?" Tanya Lucy yang sedari tadi penasaran dengan apa yang dilakukan Wendy

"Lucy-san…, a-aku t-tidak melakukan a-apa apa" jawab Wendy sambil menunduk dan berusaha menutupi semburat merah di wajahnya

"Benarkah?" ucap Lucy sambil melihat kearah luar jendela dan ternyata disana terdapat sekumpulan komite murid Fairy Tail

"oohh, jadi kau sedang memperhatikan dia?" kata Lucy sambil menggoda Wendy

"d-dia s-siapa, Lucy-san?" Tanya Wendy gugup

"Siapa lagi kalau bukan seorang lelaki yang dekat denganku"jawab Lucy sambil tersenyum jahil

"siapa?"Tanya Wendy bingung

"Tentu saja, ROMEO kau suka dengannyakan?, tak apa mengaku saja hehehe"jawab Lucy dan pernyataan itu tepat sekali

"b-baiklah Lucy-san aku memang suka dengan tapi jangan beritau siapa-siapa ya" jawab Wendy dengan wajah yang semerah tomat

"baik aku tidak aka cerita pada siapa pun tapi aku akan langsung beritau orangnya hihihihi"Jawab Lucy sambil tersenyum licik dan berlari menuju kelas Romeo

"Lucy-san tungg-"terlambat sebelum Wendy mencegah Lucy sudah berlari dengan cepat menuju kelas Romeo

Di kelas Romeo

"Romeo-kun"panggil Lucy yang berada di depan pintu kelas Romeo

"kakak, sedang apa kakak disini?" Tanya Romeo pada Lucy dan kebetulan di kelas Romeo sedang tidak ada guru

"ngomong-ngomong kau tau tidak angota komite Fairy Hills yang memiliki rambut panjang berwarna biru?" Tanya Lucy pada Romeo

"ya kalau tidak salah namanya Wendy kan?" kata Romeo sambil meletakan jari telunjuknya di depan dagu (N/A: pose berfikir)

"yup benar dan bagaimana perasaanmu padanya?"Tanya Lucy sambil memegang papan yang entah dia dapat dari mana dan bertuliskan , , tau,

"mungkin aku pilih yang pertama"kata Romeo

"wah bagus kalau begitu, Wendy juga menyukai dirimu lebih dari sekedar teman" kata Lucy dengan senang

"tunggu sulu, lebih dari sekedar teman? tapi aku belum ingin mempunyai seorang pacar" jawab Romeo yang kaget atas pernyataan Lucy

"hah?, lalu bagaimana dengan perasaannya?" jawab Lucy

"tapi maaf kak aku belum siap untuk itu, tolong sampaikan permintaan maafku padanya ya kak" jawab Romeo yang merasa menyesal

"hahh.., baiklah kalau begitu"jawab Lucy sambil menghela nafas pelan.

Ketika Lucy berjalan keluar dari kelas Romeo tiba-tiba Wendy memanggilnya dari arah belakang, rupanya Wendy mendengar pembicaraan Romeo dan Lucy karena dia bersembunyi di samping tanaman dekat pintu kelas Romeo.

"Lucy-san"panggil Wendy lemas

"Wendy, maafkan aku. Aku-" balas Lucy namun perkataannya terpotong oleh ucapan Wendy

"tidak apa Lucy-san aku mengerti kok, aku permisi dulu"jawab Wendy tersenyum paksa dan bergegas meninggalkan Lucy

"maafkan aku Wendy, aku tak dapat membantumu"ucap Lucy dalam hati, dia merasa sedih karena tidak dapat membantu Wendy padahal dia sudah membantu Lucy untuk mendapatkan Natsu.

Keesokan harinya

Hari ini, sekolah Fairy Tail dan Fairy Hills akan mengadakan pesta perayaan penggabungan sekolah mereka, semua murid SMA Fairy Hills terlihat cantik dengan pakaian Kimono yang mereka gunakan.

"Bagaimana persiapannya?" Tanya Lucy pada teman-teman satu gengnya

"Semua murid sudah masuk ke ruang upacara. 10 menit lagi kita, para komite murid, akan masuk"jawab Wendy

"Wendy, sekali lagi aku minta maaf karena tidak bisa membantumu"kata Lucy sambil menundukan kepalanya

"tidak apa-apa Lucy-san, lagipula aku sudah melupakannya"jawab Wendy sambil tersenyum, namun Lucy tau kalau senyuman itu dipaksakan olehnya.

"baiklah"jawab Lucy.

Tak beberapa lama, tiba-tiba saja Levy masuk ke ruang komite dengan wajah yang terlihat kawatir

*BRRAAKK

"Lu-chan ini gawat sekali"ucap Levy yang terlihat khawatir

"Ada apa Levy-chan?"Tanya Lucy yang tak kala khawatir

"ini gawat, Bacchus dan gengnya menahan seluruh murid di ruang perayaan. Mereka menutup semua jalan keluar dan membuat keributan" kata Levy

" KENAPA DIA HARUS BIKIN RIBUT HARI INI?!" kata Lucy sambil berlari menuju ruang perayaan disusul oleh Levy dan yang lainnya.

Sesampainya disana mereka melihat anggota komite murid SMA Fairy Tail dan para guru berusaha membuka pintu masuk yang terkunci.

"Heii, buka pintunya bodoh"kata Gray dengan geram

"apa sih yang dipikirkan Bacchus itu?!" kata Jellal dengan kesal.

(N/A:Bold tandanya suara dari dalam ruangan)

"Lady Heartfilia, aku tau kau ada di dalam sini!"kata Bacchus dari dalam ruangan dengan menggunakan pengeras suara

"kalau kau memang disini, paling tidak berikan salammu padaku, mulai saat ini sekolah ini berada di bawah kekuasaan Bacchus !". Bila ada yang keberatan silakan naik ke sini" kata Bacchus yang dikelilingi teman-teman gengnya

"aku keberatan" kata Lucy dari luar

"uwwa, Lucy" kata teman-teman Lucy sekaligus anggota komite murid SMA Fairy Hills serempak.

"Lucy-san bagaimana nanti jika ketahuan Romeo-kun"bisik Wendy pada Lucy

"tapi aku tidak bisa membiarkan mereka, aku harus masuk ke dalam" kata Lucy tegas

"sial pintunya tidak bisa dibuka" sahut Natsu yang berusaha mendobrak pintu ruangan

"mungkin lebih baik kau tidak usah masuk kedalam masalah itu, itu masalah Bacchus dengan si kepala geng cewek itu. Jadi biarkan mereka menyelesaikan masalahnya"saran Gajeel

"tapi bagaimana kalau ternyata sang Lady Heartfilia itu tidak ada di dalam?"Kata Natsu khawatir

"KYYAA, Nona Heartfilia" terdengar teriakan perempuan dari dalam ruangan

"ughhh sudah cukup, aku akan ke dalam"kata Lucy yang tidak tahan dengan semua ini

"tapi kakak di dalam berbahaya" sahut Romeo

"aku harus pergi Romeo, karena…."

"Karena aku adalah LADY HEARTFILIA" kata Lucy dan perkataannya membuat semua anggota komite Fairy Tail terkejut.

"Ayo kita pergi"kata Lucy

"baik"

"Tunggu" tiba-tiba Natsu memanggil Lucy

"Natsu!"

"aku tidak akan membiarkan Cuma kalian para cewek yang kedalam, jadi aku juga ikut"kata Natsu

"hm, Ayo Natsu" balas Lucy dengan senyuman manis

"hey kalian apa tidak ikut?" kata Natsu yang kemudian berlari menyusul Lucy

"tentu saja Flame Head" kemudian mereka segera berlari menuju jedela di dekat ruangan dan berusaha memecahkan kaca jendela tersebut

TBC...


Oke minna akhirnya chapter 3 selesai, dan saya minta maaf untuk chapter ini saya tidak menampilkan NaLu. di chapternya pasti ada NaLu dan mungkin menjadi chapter terakhir, baiklah Minna-san REAVIEW PLEAS... ARIGATOU MINNA