I Hope You Like My Fanfict...
* 'Hehehe' untuk reviewnya terima kasih 'hehe'. Wa, walaupun, kau puji karyaku begitu 'hehe' aku gk akan senang kok (Sebenarnya Kelihatan Senang)
* N/B File 1 : Aku benar-benar lupa kalau Conan & Shinichi pernah bertemu bersamaan di mata Ran. Saat di festival drama (Shinichi = Asli, Conan = Haibara), The Movie 3 (Shinichi = Kaito KID, Conan = Asli). Jadi mari kita anggap saja kalau Conan & Shinichi tak pernah bertemu secara bersamaan di mata Ran di fanfict ini agar ceritanya Ran pasti kalau Conan = Shinichi.
***Romance Detective : Need to Know***
Bro & Sis, Yg Membuat Manga Misteri ini adalah Orang yg Sama Membuat Magic Kaito (P.S. Aoyama Gosho)
'Pencuri itu bukanlah seorang penyihir, tapi hanyalah seorang manusia yang punya tipu muslihat.' Conan Edogawa, Detective.
'Sedangkan Detektif tak lebih dari tukang kritik yang mencari kesalahan orang.' Kaito KID, Phantom Thief.
"…Memiliki musuh yang sama tapi tujuan berbeda, Conan dan Kaito KID bekerja sama untuk mengungkap identitas ANOKATA. Namun dilain pihak Ran dilanda kebingungan…"
"Memiliki pemikiran tentang kebenaran selalu ada satu,
walaupun memiliki tubuh anak kecil,
tapi juga memiliki kepintaran orang dewasa…
namanya adalah Detektif Conan!."
Hari Senin,
Walaupun Conan semalaman begadang tapi dia tetap sekolah seperti biasa. Seperti biasa Ran & Conan pulang bareng dengan Sonoko. Dan saat itu pula rasa penasaran Sonoko tak dapat ditahan.
"Jadi, Ran. Jujur aku penasaran dari tadi pagi." Tanya Sonoko.
"Eh, apa?."
"Itu, surat yang kamu dapat kemarin lusa. Jadi, apa isinya?."
"Ehm, itu bukan apa-apa kok." Jawab Ran sekenanya.
"Heh, jangan-jangan itu surat cinta dan kau menerimanya kan. Dan lebih parah lagi itu bukan dari Shinichi, kan?. Ran apa kau sudah tak peduli lagi sama Shinichi."
"I,itu bukan surat cinta kok. Dan lagipula siapa juga yang peduli sama Maniak Misteri itu?." Jawab Ran dengan sengaja karena dia tahu pasti Shinichi kecil itu mendengarnya.
'Hoi, hoi, maniak misteri….. kau sengaja ya? Berbicara seperti itu di dekatku?.' Komen Conan dalam hati.
"Heeh, jadi kau sudah berhenti menunggunya dan mencari lelaki yang pantas untukmu. Biar kuberi saran, bagaimana dengan Dr. Araide. Aku rasa dia cocok untukmu."
'Sonoko sialan…' Komen Conan masih di dalam hati.
"Maksudku bukan begitu Sonoko. Aku rasa akan susah melupakan seseorang yang sangat disayangi. Kau tahu kan Sonoko, kalau aku sangat sukaaaaa… Shinichi. ya, Conan-kun?."
"Eh, ae, ya.." Jawab Conan sekenannya karena secara rahasia Ran menyatakan cintanya ke Shinichi kecil ini.
"Hoooo, jarang sekali kau benar-benar mengakui kalau kau menyukai Shinichi itu."
"Aku hanya tidak ingin dia pergi jauh. Kuharap dia tak menghilang dari pandanganku lagi…" Jawab Ran penuh tanda Tanya bagi Sonoko, tapi tidak bagi Conan. Dia tau pasti maksud dari Ran.
"Apa maksudmu, Ran?." Tanya Sonoko yg belum mengerti.
"Tak ada apa-apa kok."
'Ran.'
!
Flachback On,
Rumah Prof. Agasa,
KID menceritakan semuanya. Dia menceritakan kenapa dia sering mencuri berlian. Apa maksudnya dia selalu mengembalikan barang yg dicurinya. Dari penjelasannya diketahui bahwa KID adalah Alter Ego Kuroba Kaito. Dia menjadi KID untuk mencari pembunuh ayahnya yang sekarang telah diketahui dan bernama Snake. Snake termasuk anggota BO. Snake ditugaskan untuk mencari berlian yang berisi Pandora. Di dunia ini, hanya satu berlian yang memiliki Pandora. Saat Komet Volley, Jika saat itu kau memancarkan Berlian Pandora ke arah komet volley dan bersamaan dengan bulan purnama. Maka Berlian tersebut akan mengeluarkan tetesan air. Dan jika kau meminumnya maka kau akan hidup kekal dan tak bisa mati. Saat KID mengetahui itu. Dia berjanji kalau dia yang akan menemukan Berlian Pandora lebih dahulu. KID berniat setelah dia menemukannya, dia akan menghancurkannya. Tapi sangat disayangkan, BO menemukannya duluan.
"Heeeh, jadi karena itu kau mencuri ?." Conan berkomentar.
"Tentu saja!. Aku akan berhenti mencuri setelah menemukannya tapi sangat disayangkan mereka menemukannya duluan."
"Ta, tapi apa benar berlian itu mampu membuat manusia menjadi immortal. Itu sangat tidak mungkin iyakan, Shinichi?." Agasa berkomentar.
"Tidak, aku percaya itu bisa saja mungkin."
"Eh?"
"Coba pikir. BO sudah membuat obat yang sudah di luar akal manusia. Salah satunya adalah APTX 4869. Dan perlu diketahui bahwa si anokata membawa dua senjata aneh."
"Apa saja benda aneh itu?."
"Entahlah aku tak tahu pasti namanya. Tapi yg kutahu pasti benda pertama adalah pistol operasi plastik karena dia mampu mengubah wajahnya hanya dengan menembakkan pistolnya ke wajahnya. Dan yang kedua Pistol bersuara percikan air, pistol tersebut setara dengan rifle namun tembakannya bersuara percikan air. Dan dia bilang dia adalah Profesor terkenal yg ahli kimia serta sangat suka membuat alat yg melawan hukum alam. Apa kau tahu pasti siapa orang itu, Profesor?." Jelas Conan panjang lebar.
"Entahlah aku tak tahu. Tapi kebanyakan Profesor di dunia ini memang ingin membuat sesuatu yg di luar akal manusia."
"Jika kau bilang begitu maka dia memang benar-benar Anokata itu." Kata Haibara tiba-tiba.
"Haibara!." Kaget Conan.
"Kau tahu tujuan BO didirikan adalah menjadi tuhan dan setan sekaligus."
"Apa maksud anda nona?." Tanya Kaito KID.
"We can be both of God and the Devil since we're trying to raise the dead against the stream of time." Lanjut Conan tiba-tiba.
"Hmm, apa itu." Tanya Kaito KID lagi.
"Itu kata Vermouth kepada Itakura Programmer handal, yg ditulis di buku diarynya."
"Hooo, jadi bisa disimpulkan kalau tujuan BO adalah menghidupkan orang yg mati." Kaito KID menyimpulkan.
"Ya, bisa jadi. Tapi siapa yg akan dihidupkannya. Kalau menurutku bisa saja orang tersebut sangat berbahaya." Kata Prof. Agasa berhipotesa.
"Ya, pastinya." Kata Conan menyetujui. "Oh ya Profesor. Apakah Profesor bisa buat jarum tidurnya lebih banyak?."
"Heh, apa? Oh maksudmu buat Stun Gunmu itu ya?. Oh baiklah akan kusiapkan segalanya. Hoi, KID aku rasa kau juga butuh peralatan-peralatanku karena kau akan melawan Organisasi yg besar. Kau tahukan aku ini Jenius."
"Ah benarkah itu Profesor ?. Terima kasih Profesor yg Jenius."
"Hahaha, kau memang suka memuji Kaito KID-kun. Tidak seperti Detektif yg ada di dekatmu itu."
"Ha….ha…ha…, maaf ya karena tak suka memujimu…"
"Jadi Boy, Maukah kau bekerja sama denganku?." Tanya KID dengan senyum khasnya.
"Yeah, Walaupun kita tidak bersependapat lantaran pekerjaan kita. Tapi kalau kita berkerja sama aku rasa kita tak terkalahkan." Jawab Conan. Yeah, Detektif dan Pencuri memang memiliki sifat yg berlawanan. Seperti contoh, kalau Pencuri : 'Mengetahui isi sebuah kotak setelah membukannya'. Sedangkan Detektif : 'Tahu isinya sebelum membukanya'.
"Jadi, mari kita buat rencana." Kata Conan
"OK." Balas KID.
Flashback Off,
Malamnya Conan sudah tiduran di kamar Kogoro Mouri. Ya, sudah pasti bohongan karena dia nanti ingin keluar diam-diam. Conan & KID akan berangkat mulai jam 10 sedangkan sekarang baru jam 09:35 menit. Setelah jam 09:40 dan Korogo Mouri telah benar-benar tertidur pulas maka Conan pun bersiap-siap.
Disaat Conan keluar dari kamar Paman Kogoro tiba-tiba dia dikagetkan sesosok orang yg bersedih. Orang itu ada di pintu depan Kantor Kogoro Mouri. Yeah, kalian pasti tahu siapa itu. Dia adalah Ran Mouri.
"Ran."
"Shi, Shinichi… kau berangkat ya?."
"Yeah, …. Jangan halangi aku."
"Gak, aku gak akan menghalangimu."
"Oh, baguslah."
"…."
"…."
"Shinichi. Boleh aku ikut?."
"Eh?."
"Aku janji aku akan hati-hati. Dan jangan khawatir aku kan ahli karate."
"Ta, tapi Ran."
"Aku ingin membantumu Shinichi. Aku hanya tak ingin kehilanganmu…"
"…"
"..."
"Hahahaha!."
"Ke. Kenapa kau malah tertawa, Shinichi?."
"Habis wajahmu lucu sekali, Ran. Membantuku?. Ayolah Ran kau pikir aku tak bisa apa-apa." Kata Conan mencoba mencairkan suasana.
"Aku tak pikir begitu. Aku hanya ingin membantu. Dan lagipula Bersama lebih baik dari Sendiri, kan?"
"Aku gak sendiri. Jangan khawatir aku bersama si Kaito KID itu."
"Ya, setidaknya tambahkan satu orang lagi. Dan aku rasa aku co-" Kata Ran yang terpotong karena di Stungun oleh Conan .
" Maaf kan aku Ran aku tak akan bisa membiarkan dirimu berbahaya. Hanya karena untuk Maniak Misteri ini…"
Di luar Rumah Keluarga Mouri,
Saat di luar rumah keluarga Mouri, KID sudah menunggu di atap rumahnya.
"Oh, kenapa kau terlambat, Boy?." Tanya KID.
"Itu karena ..."
"LOVE, iya kan?."
"Diam." Kata Conan dengan blushingnya. "Jadi, gedung mana yang akan kita pakai?." Tanya Conan kepada KID
"Oh, jangan khawatir. Hang Glider ini sudah dipasang semacam roket oleh Prof. Agasa. Dia benar-benar hebat."
"OK, OK…kalau begitu ayo kita berangkat."
Disaat Conan & KID terbang di langit malam yang ramai ini. Conan & KID tak sadar kalau sosok yg dikenalnya sedang melihatnya, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Di sekitar Jembatan Beika,
Wataru Takagi sedang mengendarai mobil Miwako Sato. Lalu sekilas dia melihat kotak kecil yang terpampang di dekat MP3 player mobil tersebut. Jika dianalisa, saat ini Takagi merasa sangat senang. Dan saat ini dia sedang menuju ke Miwako berada. Tidak hanya ingin mengembalikan mobil sekaligus kuncinya, sepertinya Takagi ingin memberikan sesuatu kepada Miwako. Mengingat kotak kecil dan hadiah ini adalah hadiah untuk Miwako mungkin akan sangat mudah untuk menebaknya. Cincin? Tidak, itu bukan cincin. biar ditambah Hint-nya Miwako bukanlah penyuka benda berkilau dan lagipula Miwako pernah diberi Takagi sebuah cincin, yah walaupun dia tak tahu artinya apa. Dan saat ini Takagi sedang memakai Jam. Melihat warna mengkilatnya bisa dipastikan itu masih baru. Jam Tangan?, ya!, itu jam tangan sejoli. Jam Tangan ini memakai kulit. Dan seperti Jam Sejoli lainnya, pastinya jamnya sama.
Takagi terlalu senang. Dia melihat indahnya malam. Takagipun merasa bulan tersenyum padanya. Tapi seketika, sekilas burung merpati yang besar melewati Takagi. Dan belum berhenti kagetnya dia melihat Conan sedang dibawa burung tersebut. Lalu, sepertinya dia mengenali burung merpati besar yg membawa Conan tersebut,…. Kaito KID.
'Conan-kun!, Kaito KID menculiknya!. Tapi kalau dilihat-lihat sepertinya Conan tidak diculik. Kaito KID dan Conan sepertinya sedang menuju suatu tempat. Wajah mereka terlihat serius. Dan lagipula Conan adalah orang yg sangat pintar . Kepintaran juga sangat mirip dengan orang itu….(?)…. ' Kata Takagi dalam hati. 'ak, aku rasa aku harus mengikuti mereka…'
Di seberang Kantor Kogoro Mouri,Di sebuah Kafe,
Mysterious Man sedang membaca Koran dengan santainya. Sesaat dia memikirkan percakapan Conan kemarin tadi malam di rumah profesor.
"Aku akan kesana …. Ke Markas Besar Geng Jubah Hitam"
Si Mysterious Man melipat Koran tersebut dan minum minuman yg dia pesan tadi. Minuman itu adalah minuman favoritnya. Sekilas dia menata kaca matanya. Tak diduga sebuah headset tertancap di kedua telinganya. Yah, sekarang kita tahu bagaimana Mysterious Man ini mendengarkan percakapan Conan di rumah Profesor.
"LOVE, iya kan?."
"Diam…., Jadi, gedung mana yang akan kita pakai?."
"Oh, jangan khawatir. Hang Glider ini sudah dipasang semacam roket oleh Prof. Agasa. Dia memang benar-benar hebat."
"OK,OK…kalau begitu ayo kita berangkat."
Dia mendengarkan percakapan Conan & Kaito KID lewat headsetnya. Dan dengan senyuman misterius dia berkata. "Jadi, kau akan mengantarkanku ke Sarang serigala, Shinichi-kun?" (?)
Di Atap Gedung yang tinggi,
Mysterious Man yg lain sedang menatap Kaito KID dan Conan sedang terbang. Wajahnya tersenyum, seakan mengatakan 'sesuai rencana' .
"Aku tak percaya kau melakukannya secepat ini, Conan-kun." Komen Mysterious Man tersebut.(?)
Di Taman Beika,
Mysterious Man yg lainnya lagi sedang mengajak jalan-jalan seekor anjing. Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu untuk menangkapnya. Dia melihat langit, berharap agar mendapatkan ide karena orang itu selalu kabur lewat sana. Sekilas tapi pasti dia melihat KID dan Conan terbang. Wajahnya tiba-tiba terlihat marah.
"AKU TAK PERCAYA KAU MENCURI SEORANG ANAK, KAITO KID!." Teriaknya dengan penuh semangat. (?)
DI Bioskop,
"WOooh!, ceritanya sangat seru!, iyakan Mitsuhiko?."
"Tentu saja. Itu adalah cerita Gomerah yg terseru yg pernah ada!"
Ya!, Tentu saja dia adalah Mitsuhiko dan Genta. Malam itu dia sedang menonton Gomerah The Ultimate Movie, Film terbaru Gomerah.
"Sayang sekali ya, Conan, Ayumi, Haibara, dan Profesor tak bisa ikut." Kata Genta , saat ini mereka berdua berjalan bersama menuju ke rumah.
"Yaaa mau gimana lagi mereka semua kan sibuk."
"Cik, Tapikan kurasa kalau lebih banyak orangnya kan lebih seru….EH!. Mitsuhiko!. Coba lihat itu!." Kaget Genta setelah melihat Kaito KID terbang.
"Ka, Kaito KID!." Teriak Mitsuhiko yg juga kaget.
"Ya, tapi yg lebih penting, lihat yg digendong Kaito KID, itukan…" Sambung Genta.
"CONAN!." Kata Genta dan Mitsuhiko berbarengan.
"A, apa dia menculik Conan!."
"Kalau gitu kita panggil Profesor. Genta mana lencana detektifmu?"
"Eh, punyaku ada di rumah profesor. Bukankah rabu kemarin professor bilang untuk menambahkan fitur di lencana detektif kita."
"Oh, sial aku lupa!. Kalau begitu kita cari telepon umum."
"Tapi,…walaupun kau bilang begitu… tak ada satu telepon pun disini."
"Gawat!, jika kita tidak cepat, maka kita akan kehilangan jejak mereka."
"Kalau gitu kita ikuti saja mereka. Urusan telepon biar kita urus setelahnya."
"Ya,…tak ada pilihan lain…kalau begitu, Genta!, Ayo!."
"Ouuugh!."
Di Rumah Profesor Agasa,
Ai melihat jendela. Wajahnya walaupun terlihat biasa seperti biasanya, tetapi kekhawatiran terpancar jelas diwajahnya. Profesorpun terlihat khawathir.
"Ja, jangan khawatir, Ai-kun. Mereka berdua sudah siap akan hal ini. Dan dengan ini kurasa mereka disana hati-hati."
"Lihat siapa yg berbicara. Bukankah Profesor sama khawatirnya denganku."
"I, itu mau diapakan lagi soalnya rasa khawatir ini susah dihilangkan ha..ha."
"Yah, memang susah menghilangkannya, rasa khawatir ini."
"Oh ya!. Bagaimana kalau kita makan Daging Kalkun di Restoran Colombo, mumpung aku lapar."
"Profesor, apakah anda bercanda." Kata Ai-kun dengan wajah seramnya. Ya, jika kalian tahu Ai biasanya memang selalu memperingatkan Profesor Agasa untuk tidak terlalu makanan berlemak.
"Oh. Ya..HAhaha, sudah pasti aku bercanda."
"Kalau begitu terima kasih. Karena candaan professor membuat rasa khawatirku berkurang."
"Hahaha, tak apa-apa kok, santai saja."
'Benar, aku yakin kau memang sudah sangat siap Kudo-kun. Tapi kau juga tak boleh meremehkannya. 2 vs seluruh anggota organisasi?, aku rasa itu bagaikan seekor semut yang menghadapi badai. Tapi kalau itu kau kurasa tak ada yg tak mungkinkan, Kudokun…' Kata Ai dalam hati dengan senyum. Perlu diketahui, Ai jarang sekali dia tersenyum layaknya gadis lainnya. Biasanya dia suka tersenyum mengejek jika dia bersama Conan.
'Tapi yang bikin aku penasaran, apa?...apa sebenarnya tujuanmu menyeretnya ke sarangmu….Big BOSS?.'
Kembali di Kantor Kogoro Mouri, Di Kamar Ran,
Ran tertidur di kamarnya. Sebelumnya Conan membuat Ran tertidur dengan jam tangan stungun nya. Lalu Conanpun mengangkat Ran menuju ke kamarnya. Ya, walaupun kecil Conan berusaha sekuat tenaga mengangkat Ran yang besar ini. Walaupun tertidur Ran masih saja bergumam.
"Shi…nichi, aku….ingin…membantumu, Shinichi."
!
Conan & Kaito KID sudah sampai. Daerahnya sangat cocok disebut dengan tempat mafia. KID melihat sekitar begitu juga dengan Conan. Lalu KID bertanya ke Conan.
"Hei Boy, jika mereka mengundang kita. Harusnya mereka bersiap-siap akan kedatangan kita kan?."
"Yaaa, aku rasa juga begitu."
"Tapi, kenapa tempat ini begitu sepi… apa kau tahu Boy?."
"Entah."
"Itu karena semua anggota termasuk Gin kembali ke markas pusat." Kata seseorang cewek tiba-tiba.
"Vermouth."
"Oh, halo Cool Guy."
"Huh, jadi begitu. Kalau begitu apa kau tahu dimana tempatnya, markas pusat itu?."
"Tentu saja aku tahu, tapi tak akan kuberi tahu."
"Jadi, kita percuma disini, dan dimana Anokata itu?." Tanya KID.
"Santai saja, aku masih disini, KID. Hanya saja berlian yg kau cari tidak ada disini."
"Biar kutebak….berlian itu ada di markas pusat, kan?"
"Tepat!"
"…."
"…"
"Hei,hei …. Aku menduga kalian akan kaget karena disini hanya aku dan Vermouth yg ada. Apa kalian memang sudah menduganya hah?."
"Tidak, kami tidak menduganya sama sekali." Jawab Conan dengan nada santai.
"Lalu, kenapa kalian begitu santai, heh."
"Karena kami sudah siap." Jawab Conan lagi masih dengan nada santai.
"Kami ingin menanyakanmu satu hal…." Kata Kaito KID yg juga dengan nada santai.
"Oh, kau ingin tahu dimana markas pusat itu." Big Boss berujar.
"Siapa Kamu Sebenarnya?." Tanya Conan & Kaito KID berbarengan.
"Vermouth, kau boleh pergi sekarang. Kembalilah ke markas pusat. Biar aku yg urus mereka."
"Baiklah, kalau begitu… Good bye, Cool Guy."
"Hoi, kau belum menjawab pertanyaan kami Anokata bodoh." Kata KID yg membuat Vermouth berbalik dan berkata dalam hati "bodoh".
"APA KAU BILANG!. KUBIARKAN PISTOL INI MEMBUNUHMU!" Kata Anokata marah.
DWESSHH! ESSSHH! LESSSSH! TESSS!. Suara tembakannya sangat mirip seperti tembakan yang Conan dengar kemarin.
"Woi, woi, kenapa dia?." Tanya KID yg berhasil menghindar kepada Conan.
"Dia adalah tipe pemarah. Dan hati-hati walaupun suara tembakannya aneh tapi kekuatan tembakannya setara dengan rifle ." Kata Conan yg juga menghindar karena Anokata menembaknya kesembarang tempat.
"Jadi, kalian ingin mati?." Tanya Anokata.
"Kau belum menjawab pertanyaan kami. Jadi kami tak akan menjawabnya juga."
"Hoou, kau punya nyali, Silver Bullet…."
"Siapa Kamu Sebenarnya?." Tanya Conan dengan wajah serius.
"…." KID diam dan tersenyum.
"…." Anokata membisu.
"Ayo Jawab.."
"Kenapa tidak kau jawab sendiri dengan Hipotesa Detektifmu." Jawab Anokata dengan senyuman jahatnya.
"Apa!."
"Aku akan memberimu ini."
Anokata melemparkan sebuah jam tangan. Di samping kanannya terdapat 4 tabung kecil dan hanya 2 yang terisi air berwarna ungu. Sedangkan di sisi kirinya hanya terdapat satu tombol.
"Keberitahu kau satu hal tentangku. Kau adalah musuhku beserta asistenmu itu."
"Hei, aku bukan asisten."
TESS!. Kaito KID ditembak tapi berhasil menghindar.
"Heh, aku tahu kau akan begitu. Anak berkacamata ini telah memberitahukan semuanya kepadaku." Ujar KID setelah menghindar.
"Oh, begitu….kalau begitu bisakah aku berbicara dulu."
"Baiklah."
"Kau dalam wujud Shinichi dan ayah anak itu hampir menghalangiku untuk pergi ke dunia ini." Kata Anokata yg sedang menunjuk ke KID.
"APA!." Sahut Conan & KID bersamaaan.
" Ka, kapan kau bertemu ayahku?."
"Hei,hei,hei! Aku masih belum selesai." Anokata tarik napas sebentar. "Kau tahu aku berasal dari dunia lain." Kata Anokata itu masih membuat Conan & KID terkejut. " Saat itu aku adalah Profesor yg sangat sukses. Aku mampu membuat tanaman seribu buah, semuanya!. Semua yg ingin kuciptakan pasti berhasil. Aku tak menerima kata gagal. Hingga istriku mati, semuanya berubah ketika istriku mati. Lalu aku berpikir membuat sesuatu yg tak pernah terpikirkan oleh professor hebat sekalipun."
"Apakah itu menghidupkan manusia mati?."
"Ya, kau benar. Saat itu aku sudah lelah, aku capek mencari. Tapi itu tidak membuatku berhenti mencari. Akhirnya, aku menemukannya. Berlian Pandora. Berlian yg bahkan mampu menghidupkan orang mati dan membuat orang hidup kekal. Tapi sayangnya sebelum komet volley muncul, Kaito KID generasi pertama mencurinya dan menghancurkannya. Tapi aku tidak menyerah!. Aku masih punya satu cara lagi. Dengan membuat jam mesin waktu aku mampu kembali ke masa lampau, 58 tahun yang lalu."
'APA!' Kaget KID & Conan dalam hati.
"Dan saat itulah aku memulai dengan organisasiku. Karena, dengan begitu akan mudah membasmi musuh-musuhku. Ya, aku memang berhasil ke masa lalu. Tapi aku mendapatkan hukuman dari tuhan karena melawan arus waktu. Dunia yg aku tempati dulu sekarang hanya menjadi sejarah sedangkan dunia yg kutempati sekarang menjadi dunia nyata. Apa kau tahu maksudku Silver Bullet?."
"Kau sudah tak diterima dari dunia ini." Jawab Conan.
"Ya, itu benar. Jika kau kembali ke duniamu itu kau akan menjadi sejarah itu sendiri. Dunia yg kau tempati dulu akan menghilang bagaikan kertas yg terbakar. Ya, semua orang di dunia memang akan menghilang bersamamu. Tapi, sebenarnya dunia itu tidak menghilang. Kau yg menghilang. Alasan semua orang di dunia ini tak mengenalmu adalah karena kau menghilang dari dunia ini. Dan alasan kau menghilang karena kau melawan arus alam." Imbuh KID.
"Ya,ya,ya cukup basa-basinya. Kuberitahu cara memakainya. Tombol itu bisa diputar. Kau putar dan atur hingga di waktu yg pas. Lalu jika waktunya sudah tepat kau tinggal menekan tombolnya. Ingat setiap pemakaiannya memerlukan 1 tabung kecil Cyasaneda. Itu adalah bensin yg kubuat sendiri untuk Jam itu. Sedangkan bahannya sekarang sangat langka….."
"…..Kau beruntung jam itu sudah kuupdate…kau akan kembali ke dunia yg kutempati dulu. Lalu temukanlah aku sebelum tanggal 13 maret 2011. Karena pada tanggal itu aku sudah ada disini. Walaupun kau berusaha untuk menghalangiku saat itu, itu percuma. Karena dunia itu hanyalah sebuah sejarah. Aku tak akan terkena efeknya sama sekali. Tapi sebaliknya jika kau mati disana maka kau memang benar-benar mati Wahahaha."
"….Dan jika kau ingin kembali lagi kesini kau harus melebihkannya ½ detik agar kau bisa kembali ke duniamu yg asli. Jika tidak kau akan bernasib sama denganku."
Conan sedikit bingung tapi memang merasa tertantang. Conan tahu itu jebakan dari Anokata. Dia juga tahu kalau itu tak mendapatkan keuntungan karena mendapatkan jam itu.
"Jangan khawatir Boy, saat kau berada di dunia itu. Cari dan temui ayahku. Lalu tanyakan dari mana dia dapatkan berlian Pandora itu." KID memberi saran.
"Sayang sekali KID. Saat itu yg ayahmu lihat hanyalah topengku."
"Eh, begitu ya. Aku rasa kau harus menolaknya ,Boy."
"Aku terima." Kata Conan tiba-tiba.
"Eh, kau menerimanya? Kenapa? Aku rasa itu sangat berbahaya, Boy?"
"Aku benar-benar penasaran siapa dia sebenarnya. Jangan khawatir KID aku akan kembali dalam ½ detik."
"Jadi kau menerimanya, heh?"
"Ya, kuterima."
Conan merasakan kalau kasus ini begitu menantang.
"Kasus tanpa Tersangka?, Menarik!" Komen Conan sebelum menekan tombolnya.
!
Apa yg terjadi jika peristiwa Shinichi menjadi Conan tak pernah ada…..
Apa yg terjadi kalau Gin & Vodka saat itu tak muncul di Tropical Land…..
Apa yg terjadi jika Black Organization tak pernah ada…..
Gelap, sangat gelap saat itu entah dimana ini pastinya tapi yg pasti tempat itu sangat gelap…SRIIING!, tiba-tiba ada cahaya yg muncul dari depan. Conan terus maju hingga dia tahu kalau tujuannya menuju ke sebuah sungai, BYUUURR!.
"Wuahh, dimana ini?" Conan berusaha berenang tapi dia tak mampu lantaran kepalanya masih pusing dikarenakan perjalanan mesin waktu itu. 'Hah, hah, hah sungai ini, saat pulang sekolah dulu aku sering lewat sini bersama Ran, aku juga sering bermain disini waktu kecil bersama Ran.' Kata Conan dalam hati.
"Eh, ada orang tenggelam.. hei bantu aku!. Ah anak kecil itu akan tenggelam!." Seseorang gadis berteriak lantaran Conan saat itu memang sudah tenggelam semuanya kecuali separuh badannya. Saat seluruh badannya sudah tenggelam semua. Gadis tersebut berusaha menolongnya, dia berenang menuju arah Conan berada.
"Hei, hei, kenapa kau yg berenang biar aku saja yg berenang. Sebagai laki-laki aku merasa memalukan karena membiarkanmu berenang menuju ketengah sungai " kata temannya memperingatkan namun gadis itu tak peduli.
Gadis itu memegang tangan Conan dan membawanya ke tepi sungai.
"Hei, dik kamu gak apa-apa?." Tanya gadis tersebut khawatir.
"Tenang saja dia hanya tenggelam. Dan kelihatannya tak ada luka yg serius. " Kata teman gadis itu menenangkan.
"Tapi, anak ini masih kecil. Bagaimana kalau dia koma nantinya. "
Walaupun mendengarkan percakapan mereka berdua. Conan masih tak mampu untuk membuka matanya. Lalu perlahan demi perlahan Conan berusaha membuka matanya. Perlahan-perlahan dengan pastinya. Tapi setelah dia membuka matanya dengan lebar Conan kaget bukan main. Gadis yg menyelamatkannya ternyata orang yg dia kenal.
"Kamu tak apa-apa, dik?" Tanya gadis itu.
"RAN!."
"Eh, kamu tahu aku?." Tanya gadis itu yg tak lain adalah Ran Mouri.
*To Be Continued*
Next File :
"Apa kamu kenal dia, Ran?." Tanya temannya yg tak lain adalan Shinichi Kudo.
"KYAAAAAAAA!"
"Jadi, ini Bunuh diri." Inspektur Megure menyimpulkan
"Bukan!, ini bukan bunuh diri melainkan…" Kata Shinichi tiba-tiba
"Pembunuhan." Sambung Conan.
* Mungkin DI cerita ini agak OOC . Spt : Jam mesin waktu. Ya, mohon maafnya karena aku memang orang yg tak ahli dalam membuat sesuatu yg logis…..., jadi. Nikmatilah ceritanya walaupun ceritanya sudah sedikit agak ngawur. Tapi kuusahakan gaya ceritanya seperti DC beneran ya walaupun tak mirip-mirip betul.
