Triliit! triliit!

Baekhyun terbangun kaget karena suara handphone berbunyi. Karena gelap, ia meraba-raba meja nakasnya. Bodohnya, ia tak menyalakan lampu tidur dulu.

"Park! Dimana handphoneku?!"

Triliit! Triliit!

Bruak!

Baekhyun yang sudah jengkel tingkat dewa, melempar bantal yang cukup besar tepat kearah kepala Chanyeol yang masih bergulat dengan bantal gulingnya.

"mampus lu! Eh?" Chanyeol setengah sadar dan menatap Baekhyun setengah melek. Padahal dia yang kena lemparan Baekhyun malah dia yang bilang 'mampus'.

"dimana handphoneku?!"

"tas coklat, saku kiri."

Setelah bicara seperti itu, Chanyeol kembali memeluk gulingnya dan menjatuhkan kembali kepalanya ke bantal, melanjutkan acara mimpinya. Baekhyun langsung berdiri dan merogoh saku kiri tasnya.

Got it!

"halo? Halo? Iya! Benar! APA! MAAF! SINYALNYA BURUK! APAAA?!"

"Baekhyun!"

"iya! IYA! PAK AKU AKAN DATANG KE ACARA ITU! AKU BILANG IYAAA!"

"astaga! Byun Baekhyun!"

Baekhyun berjengit kaget menatap Chanyeol yang berancang-ancang menaboknya dengan guling yang ada bekas ilernya. Karena tak mau tertular iler Chanyeol, ia langsung mengambil langkah seribu keluar kamar. Chanyeol kembali tidur dengan tenang.

Lupa, Baekhyun kembali kekamar untuk mengganti bajunya, ingat ia hanya memakai pakaian minim. Tapi, karena tak ada waktu, karena ia ditelepon kliennya. Jadinya, ia hanya memakai mantel pendek selutut dan pergi keluar rumah untuk mendapatkan sinyal.

"HALO? HALO? Ah untung saja anda masih disana. Iya. Aku akan pergi ke acara itu."

Tak sadar, Baekhyun membuka pintu depan terbuka lebar. Myeongi, anjing kecil itu berlari keluar dan saat ini menuju kaki Baekhyun. Jika saja ia tak sedang sibuk dengan pekerjaannya, maka ia akan meladeni anjing imut itu.

"guk! Guk!"

"sst! Duduk!" Myeongi pun terduduk, lucu sekali. Sangat penurut.

"apa? Maaf, bukan anda. Untuk anjing saya, hehehe."

Swish!

Baekhyun menatap kearah atas dan mendapati seekor elang terbang mengitarinya. Tak menggubris, ia masih berbicara sambil menatap elang yang arah matanya menuju anjing kecil ini. Ia merasa was-was.

Swish! (2)

"baiklah… err… iya, akan segera aku laksanakan. TIDAAAAK!"

Tepat seperti dugaannya, Myeongi digondol oleh elang itu. Baekhyun mencari cara dengan serampangan. Tidak ada ranting atau batu disini. Sekilas ia melihat handphone miliknya. Roger!

Swush!

Braak!

Berhasil! Handphonenya dengan pas melayang mengenai kaki elang itu dan cengkramannya pada Myeongi terlepas. Baekhyun menadahkan tangannya, mencoba menangkap anjing kecil itu.

"aku dapat. Aku dapat! Got it!"

Baekhyun memeluk anjing kecil itu dan berputar mencari handphonenya. Ia berlari mengambil handphone yang selamat terjatuh diatas empuknya tanah berbalut rumput rendah. Untung saja tidak rusak, sambungan teleponnya masih ada.

"halo? Halo? Iya maaf. Tadi err… ada kejadian."

Swish!

Tak mau kalah elang itu kembali datang untuk mengambil mangsanya yang telah direbut balik oleh Baekhyun. Baekhyun yang tahu itu, segera berlari menuju kedalam rumah. keadaan masih pagi tapi elang itu sudah mencari gegara dengannya.

"iya, iya. Akan kulaksanakan. Bisakah kau hubungiku nanti saja? Karena HYAAAA ELANGNYA DATAAANG-"

Hap!

Baekhyun berlari sekuat tenaganya dan mencoba melindungi anjing imut itu, ia mengarahkan tangannya keatas untuk melindungi kepalanya dari patokan sang elang. Tapi, tak disangka, sang elang malah mengambil handphone Baekhyun.

"astaga! Elang brengsek! Ini! Ambil saja dia!"

Baekhyun mengarahkan Myeongi keatas kepalanya, mencoba mengundang sang elang kembali untuk memberikan handphonenya. Konyol. Elang itu bahkan sudah terbang jauh.

"ELAAAANG AKU BUTUH HANDPHONENYAAAA!"

Baekhyun melakukan hal-hal konyol, seperti meloncat-locat dan berlari memutar sambil masih mengangkat Myeongi. Tak sadar, jika sedari tadi ia ditonton oleh ibu dan nenek Chanyeol yang mengira jika Baekhyun tengah berdansa dengan Myeongi. Konyol.

"Yeol, lihatlah tunanganmu! Lucu sekali."

Chanyeol yang sudah nggak mood tidur –dan niatnya ke dapur-, melangkah mendekati ibunya yang memanggilnya.

"ada ap-"

Chanyeol mendengus menatap tingkah konyol Baekhyun. Menggelikan! Sangat berbeda jika ia sedang dikantor dan marah-marah pada anak buahnya.

"panggillah dia. Aku dan ibu akan membawanya ke kota. Membelikannya pakaian khas daerah."

Atas suruhan ibunya itu, Chanyeol melangkah keluar dan mendekati Baekhyun yang sedari tadi sedang melakukan tarian konyol untuk mengundang elang. Dengan meliuk-liukan tubuhnya sambil loncat-loncat

"hei Baek-"

"astaga Chanyeol! Kau tahu, tadi anjingmu hampir digondol oleh elang dan aku menyelamatkannya tapi malah handphoneku menjadi santapannya dan sekarang aku butuh handphoneku. Bagaimana ini?" cerocos Baekhyun cepat memotong ucapan Chanyeol dengan cepat. Chanyeol hanya melongo.

"tenang. Kita bisa membeli handphone yang sama dan nomor yang sama, oke?"

"bisakah?"

"tentu. Jadi, tenanglah dan aku ingin memberi tahumu."

"apa?"

"ibu dan nenekku akan mengajakmu ke kota. Untuk membelikanmu pakaian daerah."

"apa?! Tidak mau!"

"tidak ada penolakan!"

"tidak, aku gak suka berbelanja!"

"ooo~ sst! Sini aku peluk. Nanti mereka mengira kita bertengkar, bodoh."

"aku enggak mau!"

"ssst! Begini kan lebih baik, hm?"

Chanyeol merengkuh tubuh Baekhyun yang pas dipelukannya. Ia menggosok punggung Baekhyun dan tangannya yang nakal merambat menuju pantatnya. Ia mengelus pantat Baekhyun. Dahi Baekhyun berkedut menahan marah.

"oh. Lebih baik?!"

"hm~ bukankah kau suka?"

"bodoh! Lepaskan tanganmu dari sana!"

"hm."

Masih mengelus, Chanyeol dengan enggan melepaskan tangannya dengan memberi tepukan sedikit keras pada pantat kenyal itu. Dahi Baekhyun masih berkedut jengkel.

"puas, sayang?"

"hm.. belum sih. Sampai kita melakukan 'itu', baru aku puas."

"kamu gilaa!"

"Yeol, tidak ikut ke kota?"

Chanyeol yang sudah mandi dan memakai pakaian olahraganya –singlet dan celana training panjang- mengotak-atik I-Phonenya. Ia perlahan menuju ibunya dan Baekhyun yang sudah siap diruang keluarga.

"tidak bu. Aku mau olah raga sebentar."

Ibunya mengangguk dan menggandeng Baekhyun sambil tersenyum manis. mereka sudah akrab walaupun Baekhyun masih sedikit canggung untuk berbicara dengannya dengan bahasa yang kurang baku. Tapi ibu Chanyeol yang menyuruhnya untuk berbicara santai saja, ia tak suka kekakuan Baekhyun padanya.

Chanyeol keluar rumah terlebih dahulu, sambil memasangkan headphonenya. Baekhyun memandang iri pada lengan berotot Chanyeol. Ia memang tidak suka olahraga berat, tapi juga ia ingin otot lengannya sedikit besar gitu. Tidak kurus, lurus seperti ini.

"anak manis sepertimu tidak cocok punya otot besar-besar, Baekkie."

Sadar pandangannya calon menantunya, ibu Chanyeol hanya tersenyum. Baekhyun tersentak mendengar ucapan ibu Chanyeol.

"eh? Hehehe, ibu bisa aja."

Akhirnya, Baekhyun dengan lancar memanggil ibu Chanyeol dengan sebutan 'ibu', itupun atas suruhan beliau. Ibu Chanyeol tersenyum makin lebar. Ia menggandeng tangan ibunya dan sisi lain tangan Baekhyun

"kalau begitu, ayo kita ke kota!"

Di kota, Baekhyun sudah diseret kesana kemari oleh ibu Chanyeol. Ia dibelikan banyak pakaian yang harus ia akui, sangat mewah dan bagus sekali. Walaupun sudah ia tolak tapi tetep saja ibu Chanyeol ngotot jika ia ingin memberikan kado pertunangan mereka. Adora tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya ibu Chanyeol saat mengetahui jika 'pertunangan' itu semu belaka.

Tak sengaja, dijalan mereka bertemu Seolhyun. Jadi sekalian saja mereka berkeliling kota. Tak jarang Seolhyun menggoda Baekhyun untuk membeli pakaian dalam yang seksi agar ditunjukan pada Chanyeol hingga Baekhyun tersedak milkshake-nya.

Ibu dan nenek Chanyeol lama berada didalam toko naungan keluarganya, Seolhyun memutuskan untuk mengantar Baekhyun berputar-putar sekali lagi. Suasana hening dan canggung kembali melingkupi mereka.

"hm, Baekhyunie, aku ingin dengar pertama kali kalian bertemu. Aku sungguh penasaran."

Saat ini mereka sedang duduk dibangku yang menghadap kearah laut. Baekhyun menyeruput sebentar milk shake miliknya dan memandang laut bebas.

"pertama kali Chanyeol datang untuk melamar pekerjaan aku sedikit terpesona dengannya. Ia mengatakan jika ia anak miskin yang sangat butuh pekerjaan karena ia juga seorang perantauan. Jadi, aku putuskan untuk menjadikannya sebagai asistenku." Ucap Baekhyun yang kali ini memang berdasarkan pengalamannya. Diam-diam, Seolhyun menulis apa yang Baekhyun bicarakan.

"dan… semakin berjalannya waktu, aku semakin tertarik padanya Karena keuletannya dan err… ketampanannya." Dan ini sudah berdasarkan pada otak Baekhyun.

"saat acara rapat tahunan selesai, ia mengajakku untuk berbicara berdua sajadi ruang kerja depan miliknya. Dan disana ia mengungkapkan cintanya, sungguh tidak elegan menyatakan cinta di kantor dan saat sepi juga!" Baekhyun sedikit terkekeh akan imajinasinya yang menistakan nama Chanyeol. Seolhyun terkikik geli.

"ohh jadi kamu mau jika Chanyeol menyatakan cinta saat keadaan ramai begitu?" Seolhyun kembali menggoda Baekhyun. Tak disangka Baekhyun mengangguk mantab. "tentu saja, biar semua orang tahu, eh?" Baekhyun menatap kaget Seolhyun yang tertawa keras.

"ish berhenti tertawa! Oh ya, bagaimana denganmu, Seolhyun- ah? Bagaimana sampai kau berpacaran dengan Chanyeol?" Tanya Baekhyun yang entah bagaimana sebenarnya ia kepo padahal bukan style nya sama sekali.

"umm… aku dan Yeoli itu teman sejak kecil. Aku menyukainya karena ia tampan dan kaya. Ia juga tipe orang yang setia pada pasangan. Kami berpacaran saat umur kami menginjak 16 tahun dan sampai umur 20 tahun, hubungan kami masih erat." Seolhyun memandang laut bebas sambil tersenyum merasakan nostalgia.

"tapi… aku egois, Baekhyunie. Saat ia memutuskan untuk pergi ke Seoul. Aku marah besar padanya. Dan mengatakan ingin putus. Tapi ia benar-benar tega, esoknya ia ke Seoul dan mengatakan jika hubungan 4 tahun kami kandas karena keegoisanku." Seolhyun tersenyum perih, Baekhyun memandang iba padanya. Ia mengelus pundak wanita itu.

"tapi tak apa, Baekhyunie. Aku sudah memiliki pacar lagi kok! Dan juga aku sekarang menjadi shipper kalian! Aku sungguh suka pada kemesraan kalian! Kuharap kalian akan tetap bersama." Ucap Seolhyun kembali ke mode Fujoshinya, Baekhyun sweatdrop. Astaga, wanita ini tak berubah. Namun kemudian ia tersenyum lembut pada Seolhyun.

"ya, aku juga berharap seperti itu,"

"oh! Ternyata kalian ada disini. Ayo kembali, Baekhyun-ah!"

Suasana lembut itu di alihkan oleh ibu Chanyeol yang sedang berkacak pinggang menatap mereka. Baekhyun mengangguk pelan dan berdiri bersamaan dengan Seolhyun. Ibu Chanyeol menatap aneh pada Seolhyun.

"yang tadi kau masukan itu apa, Hyunie?"

"hm? Ada deh, tante~"

Baekhyun menaruh belanjaannya keatas sofa dikamarnya –dan Chanyeol. Ia merebahkan tubuhnya yang lelah, karena tak biasa berbelanja lama-lama. Sekilas ia mengendus ketiaknya. Bau!

"Astaga, aku harus mandi." Baekhyun mengambil langkah seribu untuk segera masuk kedalam kamar mandi. Ck, sangking terburunya ia sampai lupa membawa handuk.

Cklek!

Bersamaan dengan tertutupnya pintu kamar mandi, Chanyeol memasuki kamarnya dengan masih memakai headphone yang melingkari kepalanya. Ia berjalan menuju balkon dan menghirup udara disana. Ah, lega sekali setelah olahraga dipagi hari ini.

Tak sadar ada orang dikamarnya –tepatnya dikamar mandi-, Chanyeol membuka singletnya yang basah oleh keringatnya. Lagi-lagi ia masih memakai headphonenya. Ia berjalan masuk ke kamar dan menaruh baju kotornya di tempat cucian. Ia memegang celananya, mungkin bermaksud untuk melepaskannya. Dan ia lakukan! Ia melepas celana trainingnya.

Disisi lain, Baekhyun sudah selesai dengan acara mandinya. Ia menepuk dahinya karena lupa mengambil handuk yang ada didalam koper. Ia mengintip keluar, tak ada orang. Chanyeol ada di sisi lain kamar mandi jadi tak terlihat oleh Baekhyun

"guk! Guk guk!"

Baekhyun melotot. Astaga, anjing ini kenapa suka sekali membuntutinya sih?! Baekhyun mengibaskan tangannya. Mungkin bagi anjing itu Baekhyun mengajaknya main, ia malah makin menggonggong dan menempelkan kepalanya pada kaki telanjang Baekhyun.

"astaga, Myeongi. Aku ingin mengambil handuk!"

Baekhyun melangkah mundur, tangannya ia gunakan untuk menutupi bagian privatnya sedangkan satunya untuk mengusir anjing itu. Disisi lain, Chanyeol yang bodohnya masih memakai headphone kali ini bermain dengan handphonenya tak melihat kearah depan dan…

Bruak!

Baekhyun dan Chanyeol jatuh dengan tak elitnya. Dengan bertindihan dan telanjang. Astaga.

"ASTAGAAAA! PARK CHANYEOL! KAU MESUUUMM! GYAAAA!"

"OH MAI GODD! BYUNBAEK! KENAPA KAU BASAH DAN ASTAGA?!"

Mereka bedua berteriak sekuatnya dan segara bangkit dan menjauh. Chanyeol menuju lemari sedangkan Baekhyun menuju Kasur. Ia mengambil selimut dan menutupi tubuh mulusnya, sedangkan Chanyeol mengambil bajunya.

"kenapa kamu bertelanjang?!"

"aku akan mandi! Kamu sendiri kenapa kamu basah dan telanjang?"

"aku habis mandi bodoh! Anjingmu itu menempel pada kakiku dan aku tak melihat dirimu yang- argh!"

Chanyeol menatap penuh arti pada paha dan bahu Baekhyun yang terekspose dengan indahnya. Chanyeol terpesona dengan wajah memerah Baekhyun yang terlihat cantik an imut di wajahnya. Baekhyun yang tahu arah pandangan Chanyeol, mengarahkan tangan satunya mengambil bantal besar.

Bruak!

"kalau mandi, cepat mandi! Jangan memandangi tubuhku seakan kamu akan memakannya!"

Chanyeol mengelus kepalanya sambil cemberut dan mengangkat tangannya menyerah. Ia membuka pintu kamar mandi dan Myeongi keluar sambil menggonggong lagi.

"itu! Kau lihat kan! Anjingmu itu sungguh menyebalkan!"

Chanyeol tak mengurusi ocehan Baekhyun dan segera menutup pintu. Karena nafsu yang menjalari pikirannya saat melihat keadaan Baekhyun saat ini. Baekhyun menjatuhkan tubuhnya di kasur. Astaga! Tubuh sucinya telah dilihat oleh orang yang tak punya hubungan apa-apa dengannya! Gyaaa!

Setelah acara melihat tubuh satu sama lain, malamnya berjalan dengan lancar walaupun mereka canggung. Chanyeol masih mengingat betul tubuh indah dan mulus Baekhyun, ia jadi senyam-senyum sendiri. Ah! Ia sepertinya lihat sesuatu dibahu Baekhyun tadi.

"ehem. Hei, Baekkie. Kamu punya tato gitu."

Baekhyun yang tadinya akan memejamkan matanya, mencoba melupakan wangi maskulin Chanyeol yang memabukan, kembali membuka matanya kaget. Ia terdiam.

"tuh kan, aku sudah mengatakannya padamu dipesawat. Jadi, itu tulisan apa? Aku tidak melihatnya jelas saat kamu telanjang tadi."

Wajah Baekhyun memerah mendengar ucapan Chanyeol. Ia terlalu malu berbicara pada pemuda itu. Sungguh! Untuk memarahinya saja ia tak kuat.

"hei? Kamu sudah tidur ya? Ya sudah."

Keheningan menyapa kembali, Chanyeol masih membayangkan Baekhyun yang telanjang dan yah jangan kita terangkan lagi isi otak mesum Chanyeol yang tiba-tiba aktif lagi gegara bossnya yang manis itu.

"aku membuat tato itu saat peringatan pertama kematian orang tuaku." Ungkap Baekhyun, Chanyeol hanya terdiam. Ia cukup kaget dengan pengungkapan tiba-tibanya.

"dan tulisan itu, tulisan latin yang berarti cinta keluarga. Aku sangat merindukan kedua orang tuaku." Baekhyun tersenyum miris, Chanyeol masih mendengarkannya.

"kehidupan yang aku jalani sungguh gelap, Chanyeol-ah. Bahkan aku tak mau mengungkapkannya padamu. Tapi, setelah bertemu keluargamu, aku tahu apa arti keluarga sebenarnya. Saling menyayangi dan melindungi. Itulah yang aku rindukan pada kedua orang tuaku." Suara Baekhyun bergetar, sungguh rasanya ia ingin menangis.

"kamu masih mendengarkan?"

"yeah."

"minuman yang aku suka sebenarnya bukan soju. Soju memang minuman yang selalu ada diapartemenku tapi minuman yang aku suka sebenarnya segalanya tentang strawberry. Strawberry milkshake, jus strawberry, susu strawberyy dan lainnya." Baekhyun mengungkapkan semua jati dirinya, entah kenapa.

"dan mungkin karena kamu, aku sudah gak lagi takut dokter gigi,"

"kenapa?"

"karena kamu menyukai makanan manis." Baekhyun terdiam sedangkan Chanyeol menunggu jawaban Baekhyun.

Tawa terdengar bibir mereka. Tak biasanya.

"konser pertama yang aku lihat secara live itu EXO."

"tak mungkin!"

"beneran! Aku dulu fansnya."

"hmm…aku menyukai lagu mereka yang Growl."

"ereurong ereurong~"

Kembali tawa terdengar, entah kenapa perasaan mereka menghangat dengan sendirinya. Chnayeol tersenyum dan tiba-tiba mengganti ekspresinya.

"Baekhyun?"

"hm?"

"jangan marah ya?"

"hm."

"kau itu sangat-sangat manis dan cantik, bagiku."

Baekhyun tersenyum malu-malu, pipinya memerah panas. Chanyeol yang tahu Baekhyunn malu, hanya terkekeh.

"kau juga tampan, Chanyeol."

Dan malam itu, tak disangka mereka saling bertukar pengalaman mereka dan semakin mempererat hubungan mereka. Mereka jatuh tertidur dengan senyuman menghiasi wajahnya.

.

.

.

.

Haiiii ADORA balik egen :3 maafkan kalau ada typo

Maafkan juga karena telat banget update chap baru karena malesss banget pegang laptop *tepa= di kasur*

So mind to review again? ^^