A/N :
Terima kasih untuk Kintoki Kin dan UseMyImagination atas pencerahan dan pelurusannya. Mulai dari chapter ini Summary dan Pairing berubah, dan untuk yang lain-lainnya akan Fuji tinjau kembali ^_^
Disclaimer : Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki. Fuji Cuma minjem chara-nya doang~
Genre : Friendship dan Romance
Rating : T (aman bagi lambung readers kok #PLAK!)
Pairing : Kuroko dkk x OC
Warning : Sepertinya OOC, OC, Semi AU, Gaje, Abal, dan –semoga tidak ada- Typo. Kesalahan pada judul, genre, bahasa, tulisan dan alur mohon dimaafkan yaaaa m(_ _)m
~Happy Reading ^^~
.
.
CHAPTER 2 : Aitakatta
.
"Kyaaaaaa Kisee !"
"Kise kereeeeen !"
"Kiseeee jadilah pacarku !"
"Jadilah istriku Kiseeeeee !"
Sorak histeris kerumunan gadis di halaman Fakultas Ekonomi Manajemen. Mereka begitu berisik untuk siang yang cukup panas seperti hari ini. Sampai-sampai mereka membangunkan Raja Neptunus yang lagi Bobo Cantik (#PLAK!).
Sedangkan yang diteriaki, ah seperti biasa dia menebarkan senyuman terbaiknya kepada kerumunan itu sambil melambaikan tangannya.
"Konnichiwa minna~" ujar model tampan itu.
"Kise-kun, boleh minta tanda tanganmu ?"
"Aku juga mau tanda tangan Kiseee !"
"Kise, foto bareng dong~"
"Ah, sabar minna, satu-satu ya" ucap Kise sambil menandatangani buku, sapu tangan, jaket, bahkan ada yang diam-diam foto saat Kise sedang sibuk menandatangani.
Kerumunan mulai menggila disana, membuat Kise susah bernapas. Kise mulai mengangkat kepalanya mencari udara. Dan disitulah dia !
Gadis yang selalu muncul didalam mimpi Kise setiap ia tidur, gadis yang selalu membuat Kise melamun saat dosen sedang mengajar, serta gadis yang selalu Kise harapkan kedatangannya di stasiun kereta. Gadis itu, gadis yang tidur dipundaknya seminggu yang lalu !
Dia sedang berjalan lurus kedepan tanpa memandang kerumunan yang dibuat oleh pesona Kise.
"Maaf minna, aku harus pergi. Sampai jumpa~" ucap Kise sambil meninggalkan kerumunan gadis yang kecewa karena belum dapat tanda tangan dan fotonya.
Kise harus berjumpa dengannya. Harus !
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu-ssu~" ujar Kise saat berhadapan dengan gadis itu.
"Hm ? Siapa kamu ?" tanya gadis itu dengan tatapan bingung.
"Eh ? Kau tidak mengenalku ?"
"Tidak"
"Aku Kise Ryouta, model terkenal masa kini. Masa kau tidak tau ?"
"Tidak tau"
"Kau juga pernah tidur dipundakku seminggu yang lalu di kereta bawah tanah. Ingat ?"
"Aku tidak ingat"
"Hidoi-ssu~" Kise pundung di tempat.
"Aku tidak mengenalmu, jadi bisakah aku pergi sekarang ? Aku sedang terburu-buru" gadis itu melangkah meninggalkan Kise.
"Tunggu dulu !"
Gadis itu menoleh kearah Kise dengan tampang malas.
"Beritahu aku namamu dan jurusanmu !"
"Mitsuki Kyoko, Jurusan Ilmu Hukum semester awal"
Setelah menjawab, gadis itu benar-benar pergi meninggalkan sang model ber-mata madu. Kise hanya diam ditempat, namun sedetik kemudian seulas senyum nampak diwajahnya.
.
[Fujisaki B-Rabbit]
"Ugghh…" Seorang gadis bertubuh mungil tengah menatap seseorang dari balik tembok kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Orang-orang yang berlalu lalang di kantin menatap aneh kearah gadis ber-twintail rabbit style panjang itu. Ia memperhatikan seseorang yang sedang duduk dibangku kantin itu secara seksama.
"Ternyata benar, lelaki yang menolongku waktu itu adalah Murasakibara Atsushi dari program studi Pendidikan Guru PAUD, seperti yang dikatakan teman-teman dikelas tadi" gumamnya.
Gadis itu terus menatap cowok jangkung itu, memperhatikan lelaki itu memakan makanan kecil yang bisa dibilang sangat banyak di kantong kertas besar yang ia dekap. Tiba-tiba Murasakibara menoleh kearah tembok tempat gadis itu menatapnya, seketika gadis itu menyembunyikan dirinya.
"Huuwaaaa.. dia melihat kesini ! Dia melihatku tidak ya?" gundam gadis itu sambil meremas maiubo pemberian dari temannya dikelas tadi.
Ia tidak sadar kalau Murasakibara sudah beranjak dari kursinya menuju kearah gadis itu.
"Lebih baik aku memperhatikannya lagi" ujar gadis itu sambil memberanikan diri melihat Murasakibara.
Tapi sayang, lelaki bersurai ungu panjang itu sudah berada didepanya.
"Kyaaaaa !" gadis itu berteriak.
Murasakibara hanya menatap bingung kearah gadis itu. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya.
"A-ano, su-sumimasen bukan maksudku meng-stalker Atsushi-kun, ha-hanya saja…"
"Hm ? Kau mengenaliku ? Apa kita pernah bertemu ? Atau kau satu jurusan denganku ?" potong Murasakibara sambil menggigit pocky.
"Eh ? Aku tidak satu jurusan dengan Atsushi-kun. Eee… Waktu itu Atsushi-kun pernah menolongku menyelamatkan kucing yang terjebak di atas pohon"
"Hmmmm.. Aku tidak ingat…" gumam Murasakibara ber-watados, sedangkan gadis itu hanya bisa jawdrop.
"Bukankah itu maiubo rasa baru ?" tanya Murasakibara sambil menunjuk yang ada di genggaman gadis itu. Ia nampak antusias melihatnya.
"A-aku kurang tau, temanku memberikannya padaku"
"Bolehkah maiubo rasa baru itu untukku ? Aku ingin merasakannya"
"Eh ? Te-tentu, silahkan" ucap gadis itu sambil memberikan maiubo itu ke Murasakibara yang terlihat senang.
"Arigatou… Eeee… Aku tidak tau namamu.."
"Ah, namaku Mochizuki Shinchi dari Jurusan Antropologi"
"Mochi ? Namamu terdengar enak" ucap Murasakibara sambil membuka maiubo rasa barunya. Sedangkan Mochizuki hanya bisa sweetdrop mendengarnya.
.
[Fujisaki B-Rabbit]
"Kuso, aku lupa kalau ada mata kuliah Dasar-dasar Keolahragaan siang ini. Cih, kenapa juga aku bisa ketiduran di lapangan basket !"
Aomine Daiki tengah berlari sekuat tenaga di halaman depan Fakultas Teknik. Mata kuliahnya akan dimulai lima menit lagi. Fakultas Aomine memang lumayan jauh dari lapangan basket universitas. Aomine harus melewati Fakultas Teknik, kemudian melewati perpustakaan universitas. Barulah dia sampai di fakultasnya, itupun dia harus turun kebawah lagi untuk mencapai gedung jurusannya karena bangunan tersebut sedikit menjorok kebawah.
Aomine berlari dengan kecepatan penuh di lorong perpustakaan. Karena terburu-buru, ia tidak melihat seorang gadis berambut twintail country style berwarna ungu gelap keluar dari perpustakaan. Sehingga lagi-lagi….
"Brruukkk !" mereka bertabrakan.
Buku-buku yang dibawa gadis itu jatuh berserakan. Kepala gadis itu berbenturan dengan pundak Aomine sedangkan Aomine mengaduh sambil memegangi bokongnya.
"Aduuuh..!"
Aomine memandang kearah cewek itu. Baginya ia tidak asing dengan gadis didepannya, terutama kaca mata besar yang dipakai gadis itu.
"La.. Lagi-lagi kau…!" umpat Aomine.
"A-Aomine Daiki…" gumam gadis itu ketakutan, badannya bergetar hebat melihat lelaki berkulit tan didepannya.
Gadis itu membereskan buku-buku-nya yang berserakan dilantai.
"Su-su-sumimasen, bu-bukan maksudku menabrak Aomine Daiki. Su-Sumimasen ! Sumimasen ! Sumimasen !" ia membungkuk berulang kali di depan Aomine.
Aomine bengong melihat gadis didepannya ini. Ia merasa kalau yang membuat mereka terjatuh karena dirinya sendiri, tapi malah gadis itu yang meminta maaf. Jujur, dia jadi tidak enak dengan gadis itu, apalagi gadis itu memohon maaf sambil mengeluarkan air mata.
Karena tidak kuat menahan air matanya lagi, gadis itu pergi meninggalkan Aomine yang masih terduduk dilantai sambil memeluk buku-bukunya. Aomine hanya diam menatap kepergian gadis itu, namun ia melihat sebuah buku bersampul warna ungu tergeletak didekat pintu perpustakaan. Ia pun meraih buku itu dan mengamatinya.
"Nakamura Ogawa, Jurusan Sastra Inggris..." gumam Aomine.
"Lebih baik buku ini ku simpan saja, kalau bertemu nanti akan ku kembalikan" batinnya sambil memasukan buku itu kedalam tas-nya.
Namun ia terdiam, sepertinya ia melupakan sesuatu…
"Aaaa, aku terlambat !"
.
[Fujisaki B-Rabbit]
"Arigatou gozaimashita~" ujar ibu kantin.
Orang-orang disekitar kantin itu terperangah melihat kantong kertas berisi 5 roti berukuran panjang yang dibawa oleh Sang Harimau Liar. Lelaki itu tampak cuek dan terus berjalan mencari meja yang kosong untuk memakan makan siangnya yang baru ia beli tadi. Sesudah menemukan meja kosong, ia langsung membuka bungkusan rotinya dan mulai melahapnya.
"Kagami-kun, apa yang kau lakukan disini ?" sebuah suara mengintrupsi acara makannya.
Ia melirik kedepan dan melihat Kuroko duduk didepan bangkunya dengan tatapan datar. Kagami pun tersedak karena keberadaan Kuroko yang tiba-tiba. Ia menepuk-nepuk dadanya karena roti yang ia makan belum terkunyah secara sempurna.
"Sejak kapan kau disitu ? Dan berhentilah muncul entah dari mana !" murka Kagami.
"Aku sudah duduk disini sejak tadi" jawab Kuroko datar sedatar wajahnya.
Kagami hanya menghela nafas dan kembali memakan rotinya yang sempat tertunda tadi.
"Jadi Kagami-kun, apa yang kau lakukan disini?" Kuroko mengulang pertanyaannya kembali.
"Tentu saja makan siang. Aku belum makan siang karena mata kuliahku baru selesai jam 2 siang tadi"
"Tapi kenapa harus disini ? Di Fakultas Sastra ?"
"Kudengar disini ada roti isi bacon selada tomat super panjang, makanya aku mampir kesini sebab di fakultasku tidak ada roti ini"
Kuroko hanya mengangguk paham.
"Lagipula habis ini aku mau langsung ke lapangan untuk bermain basket. Kau masih ada mata kuliah ?"
"Tidak ada"
"Hai Kuroko-kun !" Seorang gadis bersurai segi pendek berwarna kuning kecoklatan menyapa di meja Kuroko dan Kagami.
Gadis itu membawa nampan yang berisi ramen dan segelas orange juice.
"Ano, apa aku boleh bergabung disini? Semua meja sudah penuh" tanya gadis itu.
"Silahkan Eriko-san" jawab Kuroko.
"Hahaha.. Terima kasih, tapi jangan memanggil namaku dengan formal begitu. Kita kan seumuran" ujar gadis itu dan duduk di bangku sebelah Kuroko.
"Are ? Kau yang waktu itu mencari Kuroko-kun, kan ? Teman Kuroko-kun di SMA Seirin ?" tanya gadis itu saat melihat kearah Kagami.
"Ah, iya.." jawab Kagami singkat dan ia kembali memakan rotinya.
"Namaku Nagawa Eriko, dari Jurusan Sastra Jepang. Satu kelas dengan Kuroko-kun" ucap gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Kagami Taiga, dari Jurusan Ilmu Hubungan International"
"Ternyata benar, dialah orangnya !" batin gadis itu.
"Eriko-san, kenapa diam?" tanya Kuroko karena ia melihat gadis itu melamun sambil menatap Kagami.
"Ah, daijobu Kuroko-kun, aku hanya teringat sesuatu. Waaaah.. ternyata benar ya porsi makan Kagami-kun itu besar. Hahaha.." jawab Eriko sambil menunjuk roti-roti yang dibeli Kagami.
Kagami hanya menatap gadis didepannya dengan tatapan bingung.
"Kenapa gadis ini seolah tahu ? Padahal kan kami baru saling kenal…"
.
[Fujisaki B-Rabbit]
"Oi Tetsu, oper bolanya kesini !" ujar Aomine.
Kuroko pun mengoper bolanya, tetapi operannya tertahan oleh tangan Akashi.
"Tidak secepat itu, Tetsuya" seringai Akashi.
Saat ini mereka sedang berada di lapangan basket universitas. Kagami, Kuroko dan Aomine tengah bermain three on three bersama dengan Akashi, Midorima dan Murasakibara. Sedangkan Kise, ia disuruh Akashi membeli minuman kaleng karena kalah jan ken po dengan Midorima.
"Kemana Kise ? Kenapa dia begitu lama ?" tanya Kagami sambil menyeka keringatnya.
"Minna~" teriakan Kise yang cempreng membuat mereka menoleh kearahnya.
Terlihat Kise sedang memasuki lapangan sambil membawa kantong plastik besar berisi minuman-minuman kaleng.
"Kise-chin dari mana saja ? Aku sudah kehausan" ujar Midorima sambil mendekati Kise.
"Gomen – gomen, tadi aku meladeni fans-fansku dulu-ssu~" cengir Kise.
"Dasar, berikan aku Oshiruko itu !" ucap Midorima yang kemudian langsung Kise berikan ke pemintanya.
"Kau masih doyan dengan minuman kacang merah itu, Midorima?" tanya Kagami sambil meneguk pocari kalengnya.
"Berisik kau, Kagami !" jawab Midorima.
"Oh iya, sudah lama kita tak bertemu dengan Momoi-cchi" gumam Kise sambil memutarkan bola basket di telunjuk kanannya.
"Kudengar Fakultas Teknik itu keras, pastilah Satsuki jarang ada waktu luang" kata Aomine.
"Tapi dia hebat-ssu, bisa masuk dalam Jurusan Teknik Informatika. Sesuai dengan keahliannya" ucap Kise menerawang.
"Oi Kuroko, kenapa kau sedari tadi diam saja?" tanya Kagami.
"Tidak, bukan apa-apa" jawab Kuroko.
Sebenarnya dia sedang memikirkan gadis yang waktu itu memainkan gitar di Fakultas Teknik. Dia ingin sekali bertemu lagi dengan gadis itu.
"Minna~ !" sebuah suara dari luar lapangan membuyarkan percakapan para maniak basket itu.
Mereka pun menoleh ke sumber suara.
"Momoi-cchi !" panggil Kise.
Momoi pun berlari memasuki lapangan bersama dengan seseorang disebelahnya. Seorang gadis bersurai hitam panjang se-pinggang dengan sebuah tas gitar dipunggungnya. Kuroko tampak terkejut melihat orang yang dibawa Momoi itu.
"Dia…." Batin Kuroko.
"Halo minna, sudah lama sekali kita tak bertemu. Aku sangat merindukan kalian" kata Momoi.
"Ryouta baru saja membicarakanmu" gumam Akashi.
"Benar-ssu ! Momoi-cchi tidak pernah menemui kami lagi" ucap Kise sambil mengembungkan pipinya.
"Hehehe, gomen.. Jurusan Teknik Informatika itu sulit, tidak ada waktu luang. Ini saja aku kesini karena sedang tidak ada dosen"
"Satsuki, siapa yang ada disebelahmu itu ?" tanya Aomine sambil menunjuk seseorang yang ada disebelah Momoi.
"Ah iya aku lupa. Perkenalkan, ini temanku di Jurusan Teknik Informatika, namanya Mayura Misaki"
"Senang bisa bertemu dengan kalian semua. Tidak ada habisnya Satsuki-chan bercerita tentang kalian" gumam gadis itu sambil membungkukkan badannya.
"Waaah.. Misaki-cchi bisa bermain gitar ? Hebaat !" kagum Kise.
"Ah, Kiseki no Sedai tentu lebih hebat ketimbang permainan gitarku" ucap Misaki merendahkan diri.
"Eh, Misaki-cchi tau tentang Kiseki no Sedai-ssu ?" tanya Kise.
"Tentu saja dia tau, bodoh. Apa kau tadi tidak dengar sebelumnya kalau Momoi selalu menceritakan tentang kita pada Misaki ?" gumam Midorima sambil membenarkan letak kacamata-nya.
Kise hanya cemberut karena di panggil 'bodoh' sama Midorima. Sedangkan yang lainnya hanya tertawa, kecuali Kuroko yang masih tidak percaya dengan gadis yang ada didepannya.
"Oh iya Tetsu-kun, Misaki-chan ini hampir mirip sepertimu loh, unik dan juga sulit ditebak" ujar Momoi sambil melihat kearah Kuroko.
Misaki dan Kuroko saling berpandangan, cukup lama, namun sedetik kemudian seulas senyum yang lembut terpampang di wajah Misaki. Sedangkan Kuroko, wajahnya terlihat datar namun ada perasaan aneh yang muncul didalam hatinya.
.
[Fujisaki B-Rabbit]
Hari sudah malam, para maniak basket itu baru saja meninggalkan lapangan basket universitas. Mereka berjalan diselingi canda dan tawa. Meskipun terpisah jurusan tetapi tali pertemanan mereka malah semakin erat.
"Rasanya aku malas pulang kerumah.." ujar Aomine sambil melipat tangannya diatas kepala.
"Sama, aku juga malas-ssu~ Bagaimana kalau kita menginap di tempat Kagami-cchi ?" gundam Kise seenaknya.
"Kenapa harus dirumahku !?" tanya Kagami kesal.
"Benar juga, kau kan tinggal sendirian. Jadi aku tidak merasa bersalah" gumam Aomine.
"Kau berkata seolah-olah kau pemilik rumah, Ahomine !" umpat Kagami.
Selanjutnya terjadilah adu otot antara Kagami dan Aomine.
"Kuroko-cchi mau ikut menginap ditempat Kagami-cchi ?" tanya Kise.
"Oi Kise, kau mau cari masalah juga, ya !?" ucap Kagami disela-sela ia bertengkar dengan Aomine.
"Boleh saja. Lagipula besok aku masuk siang" jawab Kuroko tersenyum simpul.
"Bagaimana dengan Akashi-cchi, Midorima-cchi dan Murasakibara-cchi ?" tanya Kise lagi.
"Tidak, itu merepotkan, Kise-chin" gumam Murasakibara sambil memakan maiobu terakhirnya.
"Besok aku masuk pagi-nanodayo" ucap Midorima sambil memegangi boneka kodok alias lucky item-nya hari ini.
"Aku tidak suka menginap karena aku masih punya tempat tinggal !" ucap Akashi mutlak.
"Aku mau mampir ke minimart dulu-ssu, membeli perbekalan untuk di rumah Kagami-cchi nanti" ujar Kise sambil memasuki minimart yang berada disisi kanan jalan trotoar yang mereka lewati.
"Beli perbekalan yang banyak, Kise !" timpal Aomine. Mukanya sedikit lebam, begitu juga dengan Kagami.
"Maiobu-ku habis.." gumam Murasakibara ikut menyusul Kise masuk kedalam minimart.
Akashi, Kuroko, Kagami, Aomine dan Midorima menunggu didepan minimart.
"Midorima-san !" sebuah suara muncul dari pintu minimart.
Merasa dipanggil, Midorima menoleh kearah sumber suara itu. Seorang gadis bersurai panjang bergelombang sebahu dengan warna pirang kuning keabuan tengah tersenyum ramah padanya.
"Sakaki…"
Gadis itu pun melangkah menuju Midorima.
"Hei, kita bertemu lagi. Apa yang Midorima-san lakukan disini?"
"Panggil saja aku Shintarou. Aku sedang menunggu temanku membeli sesuatu. Kau habis berbelanja?"
"Begitulah Midori—ah maksudku—Shintarou. Waah.. teman-temanmu, ya ?" ujar Sakaki sambil melihat kearah Akashi, Kuroko, Kagami dan Aomine.
"Begitulah.." gundam Midorima sambil membenarkan letak kacamata-nya.
"Perkenalkan, namaku Tachibana Sakaki, teman Shintarou di Fakultas Kedokteran. Hanya saja beda jurusan. Aku dari program studi Ilmu Keperawatan" ucap Sakaki sambil membungkukkan badannya.
"Hmm.. Kau hebat juga..." gumam Aomine sambil melirik kearah Midorima.
"Jangan bicara yang tidak-tidak, Aomine" timpal Midorima, ada sedikit semburat merah di wajahnya.
"Akashi-kun ?" Kuroko memanggil Akashi karena sedari tadi dia diam sambil menatap sesuatu dari seberang jalan.
Akashi tidak merespon panggilan Kuroko. Penasaran mereka pun melihat kearah pandang Akashi di seberang jalan sana. Terlihat seorang gadis bersurai panjang berwarna navy, belakang rambutnya sedikit diikat dengan pita berwarna merah. Wajahnya innocent dan ia begitu serius dengan buku yang ia baca sambil berjalan.
Dia adalah gadis yang mencuri perhatian Akashi di kantin fakultasnya waktu itu akibat insiden melawan mahasiswa senior.
"Eh, bukankah itu Fujiwara Kanami ?" ujar Sakaki.
"Kau mengenalinya ?" tanya Akashi yang langsung menatap kearah Sakaki.
"Waktu SMA aku satu sekolah dengannya. Kalau tidak salah dia diterima di Jurusan Kriminologi. Aku tidak tahu banyak tentangnya, tapi dia cukup terkenal karena pernah melawan anak kepala sekolah SMA kami yang suka mem-bully siswa-siswa baru waktu itu"
Mendengar penjelasan Sakaki, Akashi kembali menatap kearah gadis yang bernama Fujiwara Kanami yang hanya terlihat punggungnya saja dari kejauhan. Lagi-lagi, sebuah senyuman lolos di wajah Akashi yang jarang tersenyum itu.
"Ini semakin menarik…."
.
[Fujisaki B-Rabbit]
.
***Te Be Ce(?)***
A/N :
Huweeee, Fuji balik lagi-ssu~ (ToT)
Gomeeeeen~ Fuji baru bisa update sekarang. Disamping otak Fuji ngadat di chapter ini, Fuji juga udah mulai masuk kuliah. Modem internet abis juga dan ini baru beli paketnya.
Makasih banget reader's masih mau review dan nunggu fanfic Fuji ini :')
Banyak banget hal-hal yang perlu Fuji koreksi tentang fanfic ini, tapi sebelumnya Fuji bales review dulu :
-Kintoki Kin- : Huweee gomeeen, ini bukan Reader, Fuji salah tulis (ToT) dan gomen juga kalo OC terlalu banyak. Makasih banget ya atas pencerahannya :'D
-Ruki-chan SukiSuki'ssu- : Huhuhu, terima kasih fanfic Fuji dibilang keren~ :'D
-UseMyImagination- : Sekali lagi gomeeeen, Fuji salah tulis. Ini bukan alasan, tapi sungguh Fuji lupa dengan sebutan 'OC' atau 'Out Chara'. Waktu itu Fuji kira Reader itu bisa disebut dengan karakter yang bernama, ternyata bukan. Maafkan kebodohan Fuji (ToT). Dan terima kasih untuk penjelasan penjabaran OC menggunakan chara anime lain. Ini Fuji baru tau, jadi chapter kemarin sudah Fuji perbaiki. Maksudnya dideskripsi secara rinci tetapi malah salah pendeskripsian, hehehe. Sekali lagi kebodohan Fuji, dan sekali lagi terima kasih atas pencerahannya :'D
-Jessy jasmine 7- : Yosh! Terima kasih~ :')
-BakaAo-, -Guest1-, -Guest2- : Terima kasih, ini sudah dilanjut~ ;')
-uchiha ayu-chan- : gomen upadate-nya gak kilat :'(
-kurokolovers- : Karena pada dasarnya Fuji hanya mendeskripsikan jenis-jenis rambut OC yang Fuji buat. Dan kebetulan jenis rambutnya sesuai dengan tokoh-tokoh yang ada di anime yang Fuji cantumkan sebelumnya. Sedangkan sifat mereka belum tentu sama dengan chara 'Date A Live' ataupun 'Love Live' yang Fuji cantumkan. Dan untuk warna rambut, sekali lagi Fuji menulis nama chara-chara yang ada di anime diatas hanya untuk mendeskripsikan jenis rambut OC yang Fuji buat. Kalau Fuji pasangin Kuroko dan kawan-kawan dengan Chara 'Date A Live', berarti Type Story Properties –nya bukan Regular lagi dong, melainkan menyimpang ke Crossover. Semoga penjelasan Fuji bisa diterima dan dipahami ya ;)
Fuji mohooon banget jangan FLAME Fuji-ssu (ToT).
Akhir kata RnR? (O,o)
v
v
v
v
v
v
v
