"Naruto, wahai anak dari anak yang paling aku kasihi."
Suara itu menggema ditelinganya, dia menatap cahaya terang yang menghiasi langit. Sungguh dia tak ada hak untuk menatap keagungan dari sosok pencipta ayah dan dirinya sendiri. Keberadaan The God of Bible, yang mengambil bentuk cahaya. Dia telah mengalahkan dua naga surgawi dan membunuh ayahnya sendiri.
Dan sekarang giliran Naruto muda merasakan kekuatan dari ilahi.
Segala kekuatan yang dia banggakan dan ditakuti tak berarti dihadapan tuhan.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan wahai putra bintang fajar? Kehidupan mu telah habis, semua sia-sia dan Lilith sudah mati demi dengan segala kelicikannya berusaha untuk kabur dari situasi ini."
Dia tak sanggup mendengar suara itu, samar-samar dia merasakan banyaknya kekuatan yang mendekati. Perjanjian darah, sebuah symbol pentagram dengan sayap kelelawar muncul dilangit. Tepat diatasnya dan dibawah sosok cahaya besar. Pentagram itu mengeluarkan beberapa vampire. Dia sungguh terkejut melihat para vampire itu.
Dia berusaha untuk mengatakan untuk tidak mendekat. Tetapi para vampire itu sudah ada disekelilingnya, membuat sebuah pelindung merah. Mereka adalah para vampire murni dan merupakan kepala keluarga para keluarga besar vampire.
"Anakku!"
Ibunya berlari dan memeluknya, tak ada ekspresi berarti diwajah ibunya. Tetapi dia tahu satu hal, ibunya ini khawatir dengannya. Seorang ibu monster yang tak pernah memasang ekspresi apa-pun.
"Tuanku, selama ratusan tahun aku hidup didunia ini. Baru kali ini aku melihat keadaanmu yang diambang kematian."
Gechutel K. Landegre kepala keluarga Landegre yang selama ini merawatnya, melatihnya bersama Alucard pertama yang melatih dirinya hingga sekuat ini. Banyak kepala keluarga yang memihak kepadanya, tetapi tak sedikit yang memihak kepada saudaranya. Yah system kepemimpinan vampire tak selamanya bisa bertahan lama.
Salah dia sendiri yang bertarung demi iblis sehingga banyak vampire yang tak menaruh kepercayaan kepadanya.
"Val apa mantranya sudah siap?."
Val Eleanor, seorang pria muda yang sangat paham akan ilmu sihir dan aksara kuno. Selagi Tepez pertama mempertahankan darahnya untuk melindungi tuannya itu, dia sekuat tenaga juga memodifikasi pelindung dengan memunculkan duri-duri kecil tetapi memiliki racun. Kemampuan ini adalah kemampuan yang diberikan tuannya, atas perjanjian mereka.
Val tampak membaca mantra dengan bahasa kuno, dan pada beberapa hal. Dikening setiap kepala keluarga vampire terdapat sebuah symbol permata.
Naruto tahu betul apa makna symbol itu, dia berusaha bergerak dan mengeluarkan suara. Tetapi dia tak bias melakukannya, dia sekarang hanyalah pecahan jiwanya yang bisa habis kapanpun, seorang makhluk supranatural sepertinya tidak akan bisa berbuat apa-pun jika sudah diambang kematian.
"Sekarang kita bisa meleburkan jiwa kita, aksara sihir yang aku tanam kepada diri kalian akan mengumpulkan jiwa kalian dan membentuk sebuah permata yang akan digunakan oleh Naruto-sama untuk mengisi kembali kehidupannya."
Para kepala keluarga memegang senjata turun temurun mereka, dengan senyum lembut –bahkan ibunya juga melakukan hal yang sama- mereka menusuk diri mereka sendiri, darah yang mentes melewati senjata itu melayang dan berkumpul diatas mulut Naruto yang dibuka ibunya dengan kemampuannya yang dapat menyentuh roh dan berkomunikasi dengan roh. Pelindung itu telah menghilang dan permata merah masuk kedalam mulut Naruto.
Lesetan cahaya juga meleset kepadanya. Saat Naruto menelan permata merah itu, dan semua vampire itu membentuk posisi mengurung Naruto sehingga tubuh mereka menjadi pelindung bagi dirinya dan ibunya, senyum terakhir itu dia akan ingat selalu.
Untuk pertama kalinya dia melihat senyum ibunya.
Dan dia sungguh menyesali, karena cinta dia buta dan telah mengorbankan segalanya tanpa dia sadari.
"Lihatlah dirimu sekarang."
Suara ilahi membuatnya tertekan, dia menangis, dan perlahan dia bisa bergerak dan mengeluarkan suara. Isak tangisnya, untuk pertama kalinya juga dia menangis.
Dia menatap cahaya-cahaya yang berterbangan dilangit, dan menatap tubuh para kepala keluarga yang mulai memudar. Dia sangat kacau dan tampak frustasi.
"Kenapa kalian mengorbankan hidup kalian hanya untuk ku!"
Naruto berdiri dengan tertatih, semua lukanya perlahan sembuh. Dia menyesali telah menantang tuhan.
"Anakku, kami berhutang banyak kepadamu. Jika bukan karena dirimu, ras kita berada di dalam ketakutan besar kepada ras lainnya. Dulu kita adalah mangsa yang selalu diburu para makhluk supranatural lainnya. Sekarang kita sangat ditakuti karena dirimu."
Perang tak menyisahkan apa-pun untuk kebahagiaan; Lucifer telah mati, Lilith telah meninggalnya, keluarganya mengorbankan hidup mereka untuknya, dan ibunya telah mati karena dirinya.
Dia benar-benar menyesalinya. Ya dia menyesali masa lalunya, semua itu terekam jelas di otaknya. Dirinya yang berada ditanah terkutuk neraka menyelam kedalam masa lalu.
Setelah berbicara dengan para raja iblis, dia sekarang mendapatkan pelayanan yang mewah. Heh mereka tak bisa apa-apa dihadapannya, jika saja dia tidak diberkahi kekuatan pemusnah seperti Lucifer saat ini, dia tidak bisa apa-apa dibandingkan dengan Lucifer palsu itu.
Kekuatannya memang besar, tetapi jika melawan seseorang dengan kemampuan seperti Sirzech dan Ajuka dia akan kesulitan melawan mereka.
"3 hari lagi ya, ibu aku akan melaksanakan janji seumur hidupku dan janjiku kepada kalian rakyatku."
Lucifer : Prince of Darkness
Rate : M
Disclaimer : Semua char yang ada di fic ini bukan milik saya
Genre : Fantasi, Romance, Humor.
Summary :
Dia adalah raja dari vampire di masa lalu, keberadaan yang di takuti dan merupakan anak dari Lucifer. Dia menyembunyikan keberadaannya setelah sekian lama setelah perang akbar berakhir. /Tak ada yang salah dari dunia ini, yang salah adalah kita yang telah merusak dunia ini./Lihatlah manusia dan kau akan mengerti kenapa aku menyukai mereka./
Issei melangkah denga lesu kesekolahnya. Beberapa malam yang lalu adalah malam teramat melelahkan baginya. Dia sungguh bertarung hidup-mati dengan seorang jendral malaikat jatuh yang tercatat dalam Alkitab. Mungkin dia merasa seperti seekor semut diantara gajah saat ini!
Hakuryuukou! Kokabiel! Mereka sungguh kuat dengan segala kekuatan mengerikan mereka. Dia merasa tak ada artinya bagi mereka.
Hakuryuukou tampak sangat gagah dengan armornya yang berkilat terang malam itu. Awal dari pertemua kedua naga langit.
Sungguh dunia penuh dengan makhluk-makhluk berkekuatan super, yang sanggup menghancurkan kota kelahirannya dengan mudah. Bagaimana jika mereka benar-benar menghancurkan kotanya?
Oh tidak, semoga tuh-
'Sialan, tuhan aku tahu walau jadi manusia-pun aku tidak akan bisa masuk surga –sekarang aku benar-benar sedih harus menjadi iblis yang tak bisa berdoa kepada-mu.'
Issei memegang kepalanya yang sakit, pandangannya kabur untuk beberapa saat. Tetapi yang aneh dia melihat sosok bayangan hitam yang berdiri menatap sekolahnya, yang dia lihat adalah rambut kuning yang berkibar tertiup angin.
Saat dia mengedipkan matanya berusaha untuk menormalkan penglihatannya, sosok itu sudah hilang begitu saja. Sungguh dia benar-benar melihat sosok itu berdiri menatap sekolahnya tadi.
'Perasaanku saja mungkin!"
Dan Issei bahkan tidak sadar bahwa sosok yang menatapnya tadi berada tepat dibelakangnya dengan seringai lebar diwajahnya.
'Menarik, wanita dan laki-laki! Apa yang dipikirkan tuhan dengan membuat takdir seperti ini! Oh aku lupa dia telah tiada'
Issei terus berjalan dengan pikiran berkecamuk. Sesekali dia menabrak murid karena tidak focus, sampai dia melihat seorang cewek manis yang menatap bangunan sekolahnya tepat disampingnya. Dia kaget sungguh sangat kaget!
Sejak kapan gadis ini ada disampingnya!
"Sekolah yang bagus, aku menyukainya."
Dia adalah bishojo yang sangat cantik, dengan rambut perak gelap –tampak seperti Grayfia-san; istri dari Lucifer masa kini, dan merupakan ratu terkuat dalam system Evil pieces, tetapi ini tampak lebih gelap sehingga meninggalkan kesan tegas dan kuat didalam dirinya. mata biru cerah, sungguh ini adalah kecantikan yang mustahil.
"Ah iya, um ano kamu siapa?"
Issei gugup dihadapi situasi yang sulit ini, dia seakan melihat seorang putri bangsawan yang sungguh cantik –cantikpun tak akan cukup untuk menggambarkan sosok itu. Jika rajanya adalah sosok yang anggun dan dewasa, maka cewek ini seperti sosok gadis imut yang manja dan suka memanggil Onii-chan dengan imutnya.
Ah betapa indahnya jika dia memiliki harem seperti wanita ini.
"Aku Vali. Sang Hakuuryukou—Vanishing Dragon."
Dan harapan Issei musnah saat mendengar kata Hakuryuukou, salah satu dari naga langit dan merupakan rival abadinya. Terlebih lagi rivalnya adalah seorang Bishojo cantik yang imut dan tampak rapuh. Sungguh dia tidak bisa melawan Hakuryuukou ini!
Apa dunia sedang mempermainkannya dengan membuat dirinya harus bertarung dengan seorang gadis cantik?
"Tenanglah aku tidak akan bertarung denganmu kok. Semalam aku menemukan sosok yang kuat –diantara yang terkuat kata Azazel. Dan semalam yang lewat kita sudah melawan Kokabiel. Aku lelah tahu dan tak ingin melawanmu saat ini. Banyak masalah yang sedang aku hadapi."
'Eh tunggu dulu! Perasaan terbakar seperti apa ini! Ddraig jangan bilang wanita ini benar-benar kaisar naga putih itu; apa ini adalah takdir sehingga tubuhku meresponnya?.'
Selagi Issei tak bisa berpikir jerni, Vali mengangkat tangannya dan menepuk bahu Issei dengan senyum meremehkan. Walau tampak sangat manis bagi mata laki-laki, dan setiap murid laki-laki tampak terpukau oleh Bishojo itu.
"Kamu tenang aja, aku lebih tertarik untuk mengejar sesuatu yang menarik dari pertarungan kita. Kamu tahu! Banyak hal yang tidak bisa aku per-"
Selagi Hakuryuukou mencoba untuk berbicara kepada Issei. Dua bilah pedang hampir memisahkan kepala Hakuryuukou dan suasana tiba-tiba sunyi. Kiba dan Xenovia benar-benar cepat sesuai dengan bidak yang mereka peroleh.
Issei benar-benar merasa terintimidasi dengan kekuatan pedang iblis-suci dan pedang suci Durandal. Mata mereka meruncing dengan ekspresi keras. Sungguh mereka tampak mengerikan.
Lebih penting dari menahan kedua pedang itu dengan aura biru yang membanjiri tangan kanannya. Hakuryuukou tampak tak mengalami luka dari tangan kanan yang dibanjiri aura biru, seakan tangannya terbuat dari material keras.
"Aku tak tahu apa yang kamu rencanakan, tapi bukankah leluconmu sudah berlebihan?"
"Aku tak bisa membiarkan pertarungan rivalmu dengan Sekiryutei di sini, Hakuuryukou!"
Kiba dan Xenovia tampak mewaspadai Hakuryuukou. Namun Vali bergeming dengan seringai meremehkan yang tampak jelas diwajahnya. Bahkan dengan ledakan sihirnya membuat kedua pedang itu terpental dan tanah menjadi retak.
Sungguh kekuatan yang mengerikan!
"Aku hanya ingin melihat tempat pertemuan ini, dan mencoba untuk mengetahui semua tempatnya. Mungkin saja saudara kakekku akan datang dan aku ingin berbicara dengannya. Ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan, dan bukankah tangan kalian gemetaran?"
Itu benar dan sangat tampak, bahkan Sona-Ojou-sama dan Rias-Bochou datang diwaktu yang tepat.
-Aku bahkan tidak sadar bahwa kita semua telah berada ditempat yang lain!-
Benar Issei seakan merasakan keadaan semakin rumit saat ketiga Ojou-sama yang memiliki ketertarikan tersendiri itu saling menatap tajam.
'Seandainya ketiga gadis itu menjadi wanitaku!'
Bochou tampak sudah berapi-api dengan amarahnya, aura demonic power tampak membanjiri tubuhnya. Bahkan Sona dengan aura dinginnya yang menakutkan.
Bagi Issei mereka adalah 3 wanita dengan pesona dan sifat yang berbeda.
"Lancang sekali kalian menatap aku seperti itu. Menurut kalian aku ini siapa dan kenalilah peringkat kalian didunia ini. Bahkan kedua kakak kalian diragukan apakah bisa menjadi peringkat 10 orang terkuat didunia ini."
Vali menunjuk Rias dengan tatapan meremehkan. Vali tampak seperti bishojo angkuh dan sombong, mungkin benar-benar tipe putri pasaran yang tampak sangat Tsundere. Tapi ini adalah golongan perempuan yang imut
"Apa kamu ingin mengatakan bahwa kamu sudah pasti menjadi makhluk 10 terkuat didunia ini hah?"
Rias tampak marah, dia membentuk bulatan kekuatan pemusnah dan siap melemparkannya kepada Vali seandainya Vali tidak melanjutkan ucapannya.
"Posisi pertama dari semua keberadaan didunia ini sudah ditentukan. Bukan aku, bukan God of Bible, bahkan bukan semua dewa yang ada didunia ini. Dia tak akan bisa digapai siapa-pun."
"Aku tak datang kemari bukan untuk bertarung hari ini. Aku hanya ingin mampir ke sekolah yang kukunjungi sebelumnya. Aku datang ke Jepang sambil menemani Azazel, tapi aku bosan. Aku takkan bertarung dengan Welsh Dragon di sini, apalagi—aku masih banyak pekerjaan dan masih mencari saudara kakekku."
Usai mengatakan itu, Vali melangkah pergi dan suasana menjadi seperti semula. Benar-benar tak terbantahkan jika mereka semua merasa takut dan gugup. Bahkan Kokabiel tak bisa berbuat banyak dihadapan kaisar naga putih –tetapi mereka bahkan harus berusaha mati-matian untuk mengalahkan Kokabiel.
Usai mengatakan itu, si Vanishing Dragon memalingkan tumit kakinya dan mulai beranjak pergi.
Meski wanita itu sudah pergi, tak satupun jejak kegugupan hilang dari mereka. Kiba dan Xenovia menyarungkan pedang mereka namun tak ada kelegaan pada ekspresi mereka.
Vanishing Dragon dan Welsh Dragon, yang ditakdirkan untuk selalu bertarung sampai mati dan akan kembali menemukan pengganti dari seseorang yang memegang jiwa mereka. Jika dikatakan, kedua jiwa naga itu yang tersegel didalam Boosted Gear dan Divine Dividing akan mengalami pertarungan sampai hari akhir.
Sesuatu yang disebut sebagai Ragnarok atau Armageddon, entahlah kata mana yang betul.
"Bochou inikah hasrat bertarung dari naga?"
Tubuh Issei bergetar hebat. Tidak ini bukan karena takut, tetapi dia merasakan suatu hasrat untuk mengejar Vali dan bertarung dengannya. Perasaan ini sungguh menyiksanya, antara kemauan dirinya yang tak ingin bertarung dan takdir yang sudah mengikatnya.
.
.
Lucifer : Prince of Darkness
.
.
Malam ini para pemimpin dari setiap fraksi Beni Elohim- Abba beshamayim berkumpul yang dipisahkan oleh meja yang melingkar. Mereka saling menatap dengan tajam, sesekali aura kebencian dari masa lalu dan masa dimana kedua adik dari raja iblis hampir mati.
Tetapi diantara mereka ada yang memasang ekspresi takut. Dan untuk pertama kalinya keempat raja iblis berkumpul bersama dengan pemimpin para fraksi lainnya. Selama ini keempat raja iblis tidak pernah melakukan kegiatan bersamaan.
Semuanya tahu bahwa Ajuka tak pernah mementingkan dunia setelah peperangan saudara, dan Falbium yang selalu tidur.
"Aku tahu kenapa kalian memasang ekspresi seperti itu."
Azazel bersuara datar, matanya melirik Michael yang sendirian. Diantara mereka hanya Michael lah yang merupakan pemimpin diantara mereka yang datang sendirian, dengan dikawal oleh malaikat reinkarnasi. Dia dan Baraqiel dan keempat raja iblis.
"Kamu tahu tentang kedatangannya Azazel?"
Falbium tampak tenang dengan segala rencana yang tersusun di otaknya, dia melirik Michael yang tampak tidak tahu apa-pun. Walau hidup jauh diatas sana, tampaknya dia tak bisa menatap semuanya yang terjadi didunia ini.
Tuhan tak pernah bisa digantikan.
"Jujur aku tak tahu apa maksud kalian saudaraku."
Michael, malaikat terkuat dan sekarang menggantikan kedudukan dari The God of Bible itu berseru bingung, dia adalah malaikat yang telah mengusir Lucifer, bisa dikatakan dia adalah paman dari para Raja iblis, dan dia adalah saudara Azazel.
Dia memang tampak lemah, tetapi kemampuannya yang terbekati dari tuhanlah yang membuatnya sangat ditakuti. Kekuatan yang sanggup membunuh Satan dan para pengikutnya.
"Mikaela!"
Baraqiel berujar datar, hanya mendengar nama itu Michael tau sesuatu. Mikaela adalah panggilan kakaknya untuk dirinya, panggilan Lucifer untuk dirinya, Lucifer sangat suka dengan nama Mikaela.
"Ini berhubungan dengan kakak ya?"
Michael berujar pelan, dia menundukan wajahnya.
"Anak dari Lucifer, dia telah kembali menunjukan keberadaannya."
Michael terdiam mendengar ucapan Sirzech, mata birunya menatap mata raja iblis itu. Bayangan akan perang besar itu, bayangan dimana pertarungan ayahnya dan Naruto, dan saat-saat dimana dengan tanpa ampun dia membunuh para malaikat hanya karena permintaan satu orang perempuan.
Lilith yang disembah sebagai dewi malam, seorang iblis cantik yang merupakan istri pertama dari manusia pertama sebelum dibuang dan menjadi iblis serta menikah dengan Lucifer.
"Kenapa disaat seperti ini? Apa anak itu tidak ingin dunia ini damai, aku kira dia sudah sadar dengan akibat dari perang, sehingga aku melepaskannya dulu."
"Paman, aku sadar kok, tetapi aku ingin membawa kembali bangsa vampire menuju masa emasnya."
Michael melirik bayangannya, sosok Naruto muncul dengan pakaian bangsawannya dulu. Diam-diam dia membentuk serpihan kecil dari cahaya disekitar tubuhnya saat merasakan niat membunuh dari Naruto.
"Naruto tolong biarkan kami bicara sebentar."
Naruto mengangguk santai, dia berjalan pelan dan mendekati keempat maou. Dia berdiri dibelakang mereka dan memandang para tamu yang hadir dipertemuan ini.
Para pengawal tampak siaga, Vali tampak memandang kakeknya dengan senang. Lain halnya dengan para Peerage Sona dan Rias. Mereka seakan bisa mati kapan saja, mereka bersiap dengan segala ketakutan. Boosted Gear Issei bercahaya merah hijau.
"Kau adalah raja vampire itu ya?"
Issei berujar tak yakin, Ddraig barusan mengatakan bahwa sosok yang baru muncul itu adalah raja para vampire, dengan senyum Naruto mengangguk dan mengacak rambut Issei. Keinginan dari pemuda itu sangat sulit untuk ditebak.
Tetapi sebenarnya alasan Naruto menantang Michael terjadi beberapa abad yang lalu.
"Aku ingin kamu mengatakan kenapa kamu menantangku, putra fajar?"
Naruto mengembangkan senyumannya, api biru pemusnah mengelilingi Naruto. awal dari semua kekuatan pemusnah bangsa iblis, ini diluar kekuatan para Phenex, dan diluar akal para legenda tentang api terkuat.
Tidak seperti Laevateinn yang membekukan api lainnya, atau Amaterasu yang merupakan api abadi. Api milik putra bintang fajar ini adalah api pemusnah mutlak yang melenyapkan segala material yang bersentuhan dengan api itu.
Bahkan segala keabadian sekalipun.
"Benar aku tak tau untuk apa aku melakukan ini, tapi dahulu pengikut tuhan telah menghukum kaumku selagi aku pergi kedunia manusia dan bersembunyi diantara mereka. Perang yang dimana para penyihir dan para vampire dimusnahkan pada abad pertengahan masa itu."
Pada abad pertengahan dimana gereja mengutus ratusan exorcist untuk membunuh para makhluk ghaib di bumi dan penyihir, dan Naruto tau itu. Tetapi dia tak bisa apa-apa, kekuatannya masih belum pulih dari perang ratusan tahun saat itu.
Sekarang dia sudah pulih dan kekuatannya sudah kembali. Alasannya untuk menantang Michael adalah mengalahkannya dan menggambarkan bahwa kekuatan utama Vampire telah kembali.
Selagi dia tak ada bangsanya selalu diburu, dia tak ingin perang karena dia masih trauma dengan perang. Dia sangat menyayangi manusia karena mereka selalu membantunya, bahkan saat dia hampir mati, mereka merawatnya dengan lembut.
Tetapi dia merasa dilema saat beberapa manusia melenyapkan rasnya.
"Itu salah ku, dan bukan kesalahanku juga telah melenyapkan para vampire. Naruto manusia terlalu takut saat mereka melihat saudaranya mati kehabisan darah."
Michael berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan mendekati Naruto. Irina tampak tak bisa berbuat apa-pun, dia hanya bisa memandang pemimpinnya beradu tatap dengan orang asing yang membuatnya takut.
"Bisakah kami membicarakan hal yang kami perlukan, baru kita akan membicarkan perdamaian, atau aku setuju berdamai. Keputusan ada ditangan kalian, tetapi jika kalian berdamai tanpa kalian bertahupun aku akan ikut."
Tetapi pada beberapa hal, waktu seakan berhenti, kecuali beberapa orang kuat dari pemegang pedang suci dan pengguna kedua naga surgawi. Mereka semua terdiam, ruangan itu tampak sangat mencengkam.
Rias yang semula memegang tangan Issei untuk menenangkan Issei yang entah kenapa merasa takut menatap Naruto.
Forbidden Balor View.
Sacred gear yang bisa saja menjadi sacred gear berbahaya dengan kemampuannya menghentikan waktu.
"Penyerangan kah?"
Sirzechs menghela nafas, dia menatap keluar ruangan dan melihat lingkaran sihir besar yang mengeluarkan para vampire. Mereka yang masih bisa bergerak mulai bersiaga. Situasi ini sangat kacau.
"Paman kita bertarung didimensi lain, aku tak ingin bertarung disini."
Retakan-retakan ruang bermunculan dan mentransfer mereka kedimensi berbeda tetapi mengambil bentuk yang sama. Mereka masih melihat apa yang terjadi didunia luar, seolah mereka berada didimensi lain tetapi masih berada didimensi awal mereka.
Saat dia menatap api biru pemusnah itu, dia tahu satu hal. Pertarunga yang besar, cukup mudah membedakan keinginan pemuda itu. Kemampuan akhir dari Naruto adalah api biru pemusnah.
Segala aspek pemusnahan dan kematian ada ditangan pemuda itu.
Darahnya yang menyerap kehidupan, apinya yang memusnahkan materi yang menyentuh api tersebut.
"Naruto tak bisakah kita berdamai?"
Michael mendekati Irina yang berbeda dimensi dengannya, tetapi tangannya seolah menembus tubuh wanita itu. Mereka seolah berada diruang waktu yang berbeda. Apa ini dimensi 5 atau bukan? Tetapi dimensi 5 tak mengenal system waktu, mereka bisa pergi kewaktu manapun dan ruang manapun, tetapi mereka masih berada didimensi asal tetapi dalam bentuk ruang-waktu tak terbatas yang bisa membuat mereka berada dimasa lalu 'Yang masih berjalan', masa kini 'Yang sedang berjalan', dan masa depan 'Yang telah berjalan'.
Jadi intinya mereka berada didimensi berbeda yang masih terhubung dengan dimensi awal, tetapi dilain tempat hanya mereka yang bisa berhubungan dengan dimensi awal. Bisa saja ini disebut sebagai semi-dimensi 5.
"Kita berbeda ruang paman! Tak ada yang bisa melangkah lebih tinggi dari dimensi 5."
Naruto mengeluarkan pedang dari lingkaran sihir penyimpannnya. Itu adalah pedang para raja vampire, pedang Ragnarok yang merupakan pedang yang dibentuk dari kekuatan dan jiwa raja vampire masa lalu.
Kakeknya sendiri.
"Pedang Ragnarok kah?"
Dikenig Michael tampak sebuah symbol salib dan matanya berubah menjadi emas terang. Naruto tertawa melihat itu, kekuatan terbekati dia merasakan seolah kematian siap menerkam dirinya. mata Naruto bersinar merah saat pancaran kekuatan suci itu menusuk kulitnya.
"Kemampuan yang melambangkan kekuatan tuhan itu sendiri. Kekuatan yang membuat pengikuti The God of Bible disegani oleh mitologi dunia ini, aku ingin melampiaskan kekesalanku kepadamu. Vatikan telah mengatakan lewat para uskup bahwa vampire adalah keberadaan yang harus dilenyapkan bukan."
Naruto mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, enam pasang sayap kelelawar membentang lebar. Mata merah dan gigi taringnya serta kuku yang memanjang. Dia telah memasuki mode bertarungnya dulu. Sewaktu perang memang benar Naruto tak pernah bertarung dengan Michael karena malaikat itu tak pernah mengganggu kehidupannya dan kekesalan ras lain ditujukan kepada pemimpin mereka.
Tetapi sekarang pemimpin para malaikat adalah Michael dan dialah yang harus menanggung kesalahan pengikutnya.
Kekuatan yang diberkahi kepada Michael sewaktu pemberontakan Lucifer, kekuatan yang membuat dirinya mendapatkan julukan Who is like God?.
Ya dia adalah anak yang terbekati dengan kekuatan besar saat pertarungan surgawi. Kemampuan dimana dia seolah mempertanyakan siapa seperti tuhan, seolah dia bisa menjadi tuhan.
Karena tak ada yang bisa menandingi ilahi.
Lalu kenapa ilahi bisa mati?
"Pedang melegenda dari seorang raja vampire terkuat, pedang perang akhir. Pedang Ragnarok yang namanya diambil dari legenda utara."
Michael dengan kekuatan terbekahi memancarkan cahaya terang dan membentuk ratusan lingkaran sihir yang berjajar rapi dalam lintasan lurus kearah Naruto.
Seumur hidup, baru dua kali dia menggunakan kekuatan ini. Karena dengan menggunakan kekuatan ini dia sama saja menyerap berkah para manusia yang di tinggalkan tuhan. Dia tak bisa memberikan berkah kepada para manusia, tetapi tuhan telah memberikan berkah kepada manusia dalam masa depan, masa lalu dan masa sekarang.
Dia bisa saja mengambil keberuntungan manusia dimasa lalu yang 'yang telah berjalan' sehingga takdir kebahagiaan dulu yang mengikatnya tidak dapat dia raih semasa hidupnya, atau masa kini 'yang sedang berjalan', atau bisa saja manusia dimasa depan yang waktunya 'yang akan berjalan'.
Tuhan bisa melihat masa depan dan dia telah menyusun dunia ini sedemikian rupa dengan berkah baik dan buruk yang mengikat para makhluk ciptaannya. Kecuali bagi Michael yang mampu untuk mematahkan berkah-berkah itu lewat kekuatan yang diberikan ilahi kepadanya.
Tuhan telah tiada, berbeda dengan masa Lucifer dulu dimana dia bisa menggunakan kekuatan ini sesuka hatinya.
"Apa kamu tidak merasa bersalah telah mengambil keberuntungan para manusia paman?"
Naruto berujar sinis, walau lingkaran besar berada tak jauh didepannya, dia masih terlihat santai. Dia mengangkat tinggi pedang Ragnarok dan bersiap saat dia merasakan kekuatan besar meleset lurus kearahnya
"Nada bicara dan cara ucapanmu sama saja dengan kakak. Aku tak perlu menahan diri lagi bukan?"
Michael melakukan gerakan jarinya seperti sebuah pistol dan menembakkan cahaya tipis dari ujung jari telunjuknya yang menjadi besar dan kian menjadi besar saat melewati lingkaran sihir buatannya.
"Jiwa kakek dan para pendahuluku yang bersemayan disini, berkati aku dengan kekuatan kalian."
Naruto melakukan gerakan tebasan dan aura api biru meleset dan beradu dengan kekuatan Michael. Ledakan besar terjadi didimensi itu. Keretakan dimensi tercipta, tetapi keretakan itu langsung pulih dengan cepat.
.
.
Lucifer : Prince of Darkness
.
.
Mereka yang masih bisa bertahan dari Sacred Gear Forbidden Balor View menatap bingung tempat Naruto dan Michael berdiri, tetapi mereka yang menjadi pemimin paham betul apa yang terjadi. Bahkan mereka dengan jeli bisa melihat distorsi ruang-watu ditubuh Irina.
"Seberapa baikpun kita bisa masuk kedimensi yang lebih tinggi. Pastilah bisa meninggalkan jejak. Pemahan tertinggi bagi ras seperti kita adalah menjadi makhluk 4 dimensi."
Azazel berseru kesal, dia melirik muridnya yang tetap diam. Seolah mengerti tatapan Azazel, Vali masuk dalam mode Balance Breaker dan meleset maju untuk membunuh para penyihir. Semua pemimpin fraksi bersiaga saat sebuah lingkaran sihir muncul dan mengeluarkan sosok wanita berkacamata.
"Dia adala Katerea Leviathan."
Serafall seolah menduga kedatangan wanita itu, dia masih bersikap santai tetapi puluhan lingkaran sihir telah mengeluarkan jarum es. Ajuka sendiri masih duduk santai dan mengubah formula lingkarah sihir yang mengeluarkan para penyihir dan membelokan arah serangan mereka dengan lingkaran sihir kecil ditangan kirinya, kata-kata dan rumus-rumus sihir bergerak dengan kecepatan tinggi.
Satu-satunya iblis yang tak bertarung disitu adalah Falbium.
"Rias telah pergi menyelamatkan anggota Peeragenya. Sekarang giliran kita bertindak, Seralfall, Baraqiel, Azazel dan Falbi tolong lindungi mereka yang masih muda. Ini adalah kesalahan para iblis dan biar aku yang membereskannya sebagai raja iblis. Kedatangan Naruto telah mejadi masalah berat bagi kaum kami."
Sirzechs tampak menggelap ekspresinya, Power of Destruction menari-nari dan memusnahkan material yang menyentuhnya. Sungguh kekuatan pemusnah sangat mengerikan. Jadi bagaimana api pemusnah Naruto diadu dengan Power of Destruction milik klan Bael?
Lalu bagaimana pertarungan Naruto dan Michael? Tunggu chap selanjutnya.
to be continued
Hallo apa kabar? sudah lama nggak buat cerita, dan sudah lama aku nggak Update cerita ini. Maaf ya sungguh aku tak bisa selalu mengerjakan cerita ini setiap waktu, kalian tahulah bagaimana seorang pelajar, apa lagi yang masih SMA seperti saya. Kerjaannya bermain dan belajar terus, yah aku jarang belajar sih. Hahaha maaf ya sebesar-besarnya.
Oh ya soal dimensi-dimensi itu maaf jika aku salah pengertian, soalnya aku hanya mendengar penjelasannya dari film Interstellar dan fic To The End of The World.
Aku akan memberikan nama-nama klan besar yang selalu mengikuti Naruto, klan itu; Tepes, Alucard, Kertia, Kravei, Landegre, Loyard,, Blerster, Elenor, Siriana, Drosia, Ru, Agvain, Tradio, Mergas, Karnstein, dan Eusford. Kalian bisa menebak sendiri siapa-siapa yang akan masuk kedalam klan itu.
Khususnya para pembaca setia Noblesse. Oh ya salah satu reader ada yang meminta Ravel jadi pasangan Naruto, nanti saya pertimbangkan soalnya saya telah menemukan kandidat untuk menjadi pasangan Naruto, saya suka adega kejam loh. Soal alur nanti akan saya buat berbeda dengan LN DxD, karena saya sejujurnya tak perna mengikuti LN nya, hanya Seirei Tsukai dan Date a Live yang saya ikuti.
Soal Gabriel mungkin nggak akan deh saya jadiin pairnya Naruto, terima kasih kepada Yustinus224. Braz D. Blood saya nggak pernah nonton animenya sehingga saya nggak tau kekuatannya
Salam kenal dari saya, tunggu chap selanjtnya ya...
