Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

.

.

.

"Baiklah aku pilih—" Tiba-tiba Natsu mengendus ia menyerngitkan dahi begitu juga dengan Wendy, Gajeel dan Laxus serempak mereka menghdapap ke pintu masuk guild.

"Ada apa kalian?" Gray bertanya. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke pintu guild mereka.

"Entah kenapa aku memiliki firasat buruk…" Lucy memeluk dirinya sendiri, sesuatu membuat bulunya bergidik.

Saat pintu guild terbuka menampakan dua orang lelaki Dragon Slayer "Kalian!" Tubuh Natsu sudah di selimuti api.

"Sabertooth?"

"Apa yang mereka lakukan di sini?" Erza menghadap Master mereka "Master?"

Master menggosok dagunya dan berjalan kedepan dua anggota Sabertooth itu "Mmm… mmm apa yang kalian lakukan di sini?"

"Woo~ santai kalian, kami kemari dengan damai~" Sting menampakan cengirannya.

"Ji-chan! Aku ingin menghajarnya!"

"Tenang Natsu! Apa urusan kalian kemari?"

"Kami ingin meminta maaf soal guild kami di tournament waktu itu…" Rogue melirik kearah Lucy. "Terutama dengan gadis pirang itu…"

"Huh? A-aku?" Lucy menunjuk dirinya sendiri "Ya-Yah… baiklah…. Lagi pula itu sebuah tournament kan?"

"Dan kami juga membawa uang untuk guild ini… sebagai permintaan maaf…" Rogue memberikan uang itu kepada Master. Wajah Master berubah sumeringah "Woooo~ kalian sangat baik ternyata~ baiklah mailah disini sesuka kalian!" Master melompat-lompat berjalan menuju kantornya.

"APA! JI-CHAN!"

Natsu menatap dua anggota Sabertooth itu nanar. "Kalian! Ji-chan sudah tua makanya dia tertipu! Tapi aku tidak…!"

Sting mengangkat bahunya tanda tak peduli dan berjalan mendekati Lucy yang sedang ngutak-ngatik laptopnya.

"Hey gadis pirang apa yang kau lakukan ?" Sting melingkarkan tangannya di bahunya. Lucy kaget dan berteriak "A-Apa yang kau lakukan sih?!"

"Huh?" Sting melihat web yang ada pada layar laptop Lucy "Oooo~ Fanfiction … aku juga baca itu?"

"Kau baca?"

"Sting tersenyum "Ya… Rogue! Lihat ini! Fanfiction!" Sting melambaikan tangannya. Rogue datang dan duduk di samping mereka.

"Um… kenapa kalian bisa tahu soal Fanfiction?" Levy bertanya.

"Huh? Kami hanya iseng saja… dan entah mengapa… kami berdua selalu di pasangkan oleh gadis pirang dari Fairy tail ini" Sting menunjuk kearah Lucy.

"APAAAA?!" teriakan satu guild Fairy tail.

"Lucy! Kau dengan Flame-Head itu sudah parah! Kenapa dengan mereka juga! Itu tambah parah lagi!"

"I-Itu menjijikan Bunny-Girl~" Gajeel mengurut dada tidak percaya.

"Lu-chan! Ka-kau ini… 'playgirl' sekali!"

"Apa? Ti-tidak Levy-chan!"

"Lucy bilang tidak berpengalaman huh? Ternyata kau bahkan sudah melebihi Macao…" Cana menunjuk Macao yang tengah minum beer.

"Lucy… sungguh lelaki sejati!" Elfman mengepalkan tangannya. "Hey! Aku seorang gadis!" Protes Lucy.

Mira tidak kuat menahannya dan pingsan di belakang bar, membuat sebagian lelaki harus membantunya.

"Jadi… Lucy…. Ternyata sifatmu seperti ini…" Erza berbicara dengan tenang sebelum ikut pingsan juga.

"Yaaaaay! Juvia akan tetap bersama Gray-sama!"

Hanya satu orang saja yang tidak ikut kaget, mungkin karna terlalu kaget dan tidak bisa menerima kenyataan ia hanya terpaku di tempat.

"Oy? Natsu?" Lisanna mencoleknya. Natsu tidak bergerak sedikitpun.

.

.

.

"LUCY ITU HARUSNYA DENGANKU! " Natsu berteriak, ia tidak sadar apa yang baru saja ia ucapkan.

Wajah Lucy memerah mendengar perkataannya. Sting berdiri menyungingkan bibirnya "Apa maksud perkataanmu?"

"Kau tuli ? aku bilang Luce harusnya denganku!" Natsu menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya.

"Wooooo~ Natsu Jealous~"

"Apa itu?" Natsu memiringkan kepalanya "Je-Jelly?" Gray dan Gajeel datang menjitaknya. "Jealouuus bodoh!"

"Artinya kau cemburu Natsu!" Jet dan Droy berteriak memberitahu. "Apa itu?"

Semua bersweat drop dan bersimpati atas otak kecilnya. "Kalian jangan memandangku dengan tatapan seperti aku bodoh!"

"Kau memang bodoh!" Teriak satu guild. "Natsu…" Mira yang baru sadar dari pingsan menghampirinya "Ketika kau melihat Lucy dengan Sting di sana itu apa yang kau rasakan? Apa ada sesuatu yang panas di perutmu?"

"Um… yah…"

"Lalu kau ingin memukul Sting?"

"Ya!"

"Itu tandanya kau cemburu!" Mira tersenyum lebar "Ternyata Natsu menyukai Lucy!"

"Eh? Tunggu aku pikir karna Lucy sudah menularkan sifat anehnya padaku? Dan Luce harus bersamaku karna ia partnerku"

"Salamander itu…. Kenapa otaknya kecil sekali"

"Geez… Flame-Head memakan api dan membuat otaknya habis terbakar…"

"Apa kalian berdua bilang!" Natsu meninju mereka berdua. Pertarunganpun kembali mulai diantara mereka bertiga.

Cana mendekat ke Lucy " Sabar Lucy… aku rasa kau memang lebih baik dengan anggota dari Saberthooth ini…"

Sting tersenyum menyeringai dan Rogue hanya tersenyum tipis. Lucy menatap mereka horror.

"Ya… begitulah ternyata cerita di Fanfiction ini sesuai dengan kenyataan… maksudku…" Sting menggerekan kursor laptop ke sebuah cerita dengan pairing 'StingxLucy', Membuat Levy, Elfman, Macao , Jet, Droy, Cana dan Erza yang baru bangun dari pingsannya membesarkan matanya.

"Lihat ini…" Sting menunjuk kebagian cerita yang ada " Lelaki rambut pink itu selalu memilih gadis putih pendek disana itu dan meninggalkan gadis pirang ini—"

"—Lucy! Namaku Lucy!"

"Yah… Lucy ini kesepian dan menderita… nah… disaat itulah aku datang dan menemaninya… entah siapa yang membuat cerita seperti ini… tapi kalau boleh jujur…. Aku tidak masalah" Sting mengerlingkan matanya kearah Lucy.

Bulu Lucy sontak kembali bergidik. "Hmm…. Hmm… "Levy menggosok dagunya "Sejujurnya… cerita ini bagus! Lu-chan kau dengan Sting saja! Atau dengan Rogue! Mereka orang baik!" Levy mengangkat jempolnya.

"Hey!" Natsu tiba-tiba datang dan menarik Lucy "Luce tidak akan dengan siapa-siapa selain aku!"

"Tapi Natsu… kau lihat… kau selalu membuat Lucy patah hati…" Jet menggelengkan kepalanya.

"Huh? "

"Si bodoh ini tidak mungkin mengerti…. Memang kau ada apa dengan Lisanna?"

"Eh? Aku hanya—"

"—Hei… Hei… Kalian tahu… Lucy cocok dengan siapa saja…." Elfman dengan mode berpikirnya.

Guild seketika hening. Wajah Mira tiba-tiba berubah sumeringah, ia menyambar laptop Lucy dan menulis sesuatu di papan tulis, membuat semuanya penasaran dengan apa yang ia kerjakan.

Mira membalik papan tulis itu, semuanya menganga melihat itu. Lucy malah sempat pingsan.

LucyxNatsu

LucyxGray

LucyxLaxus

LucyxLoke

LucyxSting

LucyxRogue

LucyxHibiki

"Mira! Kenapa semua tentang aku!" Lucy menjambak rambut pirangnya. "Bukankah masih panyak pasangan yang lain seperti Gajeel dan Levy-chan! Erza dengan Jellal! Bahkan… kau dengan Freed atau Laxus!"

"Tapi Lu-chan…. Kau lebih banyak…. Yang lain hanya di pasangkan dengan satu atau dua orang saja…"

"Hooo~ ada yang menuliskan Hime dengan aku?" Loke muncul di belakang Lucy "Lokeee?!"

"Yo! Hime! Aku melihat dari dunia spirit sesuatu yang seru sepertinya sedang terjadi jadi aku membuka gerbangku sendiri!"

"Singa! Kau jangan dekat-dekat Lucy!" Natsu menarik tangannya. "Hey! Jangan kasar pada Hime!" Loke menariknya kembali.

"Oy Oy… kau membuat gadis pirang ini kesakitan…" Sting melerai mereka.

"Sting jangan memulai duluan… aku juga ada dalam nominasi…" Rogue mendekatinya.

"Aku masuk dalam nominasi lagi sepertinya… " Gray menaikan alisnya.

"Gray-sama! Gray-sama tidak akan ikut-ikutan kan?!" Juvia menggenggam kaki Gray.

"Sepertinya ini akan seru… aku ingn melihat reaksi Flame-Head…"

"Apa?!" Juvia membuat banjir.

"Tsk… kenapa harus ada aku…" Laxus memandang tak peduli tulisan di papan tulis itu.

Tiba-Tiba pintu guild terbuka menampakan seorang lelaki berambut cokelat membawa bunga mawar "Parfum Lucy… memang yang terbaik…"

"Hibiki?!"

"Kenapa kau bisa disini?"

Hibiki berjalan mendekati Lucy, Mencium tangannya "Entahlah… mungkin aku datang karna cinta kami sangat kuat…"

Natsu, Gray, Sting, Rogue dan Loke meninjunya secara bersamaan, Laxus hanya kembali melanjutkan tidurnya di pojok bar.

"Waaaaa~ Sepertinya hari ini akan seruuuuu!" Levy melompat-lompat.

"Semoga saja Lucy-san dan Natsu…" Lisanna menyilangkan tangannya.

"Eh kupikir kau menyukai Natsu?"

Lisanna mendekatkan bibirnya ketelinga Levy "Hihihi… aku hanya menggoda mereka~"

Levy dan Lisanna ber-high-five ria. "Lucy … itu… gadis yang hebat.. bukankah benar Erza?"

"Kau benar Cana… kita lihat siapa yang akan dipilihnya…."

Cana mengangkat kartu tarotnya "Aku tidak perlu menunggu…. Aku sudah tahu jawabannya…"

Lucy sekarang berada di tengah lelaki yang ingin menjadi pasangannya, ia kini sudah menangis.

"Huwaaaaaaaa! Tolong aku!" Teriak gadis pirang itu.

"Kalian membuat Luce mengangis!"

"Flame-Head boooodoooh!" Gray menendang kakinya.

"Demi cinta!" Hibiki masuk kedalam pertarungan.

"Hime! Aku akan menyelamatkanmu!"

"Apa kita harus ikutan juga Rogue?" Sting bertanya. "Jika kau ingin mendahuluiku mendapatkan gadis pirang itu…" Dengan begitu dua anggota Sabertooth itu masuk kedalam pertarungan. Mereka bertarung hingga salah satu serangan mereka mengenai Laxus yang sedang tidur.

"Kalian! Bocah!" Akihirnya Laxus ikut dalam pertarungan.

"Okeh! Kalian!" Mira berteriak, mereka berhenti bertarung "Kami akan mengadakan kompetisi untuk kalian bisa mendapatkan Lucy!"

"Mira! Apa-apaan ini!" Lucy menangis semakin keras.

"Kalian akan membuat cerita dan dimasuka kedalam Fanfiction itu, kita lihat siapa yang paling banyak mendapat review… ajak anggota guild yang lain… bergabung… dalam kompetisi ini sebagai reviewer… tapi peserta hanya ada tujuh orang…"

"Natsu!"

"Aku tidak pernah membuat cerita Mira!"

"Gray!"

"Cerita seperti apa yang harus aku buat?!"

"Sting!"

"Boleh juga…"

"Rogue!"

"Hmm…"

"Loke!"

"Demi Hime!"

"Hibiki!"

"Demi cinta~!"

"Laxus!"

"Tsk…"

"Baiklah kompetisi dimulai besok!"

.

.

.

Seperti apa ya? Jika mereka membuat cerita :D