Title: The Life After Dead
Rating: T
Cast: B.A.P Member
Pairing: BangHim, DaeJae, JongLo
Genre: Romance, Fantasy
WARNING: YAOI / BOYxBOY / TYPO(s)
Chapter 2
Himchan terdiam di atas tempat tidur nya. Ia benar-benar tak percaya, bagaimana bisa orang yang sudah mati hidup kembali? Bukan kah hanya tuhan yang dapat melakukan itu? Tapi kenapa Ayah nya dapat dengan mudah membuat nya hidup kembali? Dia benar-benar heran sampai ia lelah dengan pikiran nya sendiri dan ia tertidur tanpa menyadari bahwa cahaya pada benda yang ada di dada nya itu sedikit meredup dan tak seterang biasa nya.
.
.
.
.
.
Chapter 3
Di pagi saat akhir pekan ini, banyak orang yang sudah berlalu lalang entah hanya untuk lari pagi, bermain, atau pun pergi menikmati libur akhir pekan ini. Tapi tidak dengan namja cantik yang masih ada di balik selimut itu.
"Himchannie.. Apakah kau masih marah dengan ku? Apa kita jadi mau pergi ke taman bermain?" tanya Ayah Himchan sambil duduk di ujung tempat tidur nya dan berusaha membangun kan anak nya itu.
"Himchannie..." lagi, dia mencoba membangunkan nya lagi tapi tak ada respon sama sekali.
"Hhhh.. Baiklah kalau kau tidak mau pergi, aku pergi sendiri saja" ucap sang Ayah lalu bangkit dari duduk nya dan hendak keluar.
"Tunggu! Aku mau ikut" ucap Himchan tiba-tiba menyibakan selimut nya lalu berlari masuk ke kamar mandi.
"Ckck.. Anak itu.." ucap Ayah Himchan sambil tersenyum melihat kelakuan anak nya, lalu ia keluar dan berjalan ke dapur untuk membuat sarapan.
.
.
Himchan sudah siap, lalu ia langsung pergi ke meja makan untuk menikmati sarapan nya.
"Selamat pagi Appa.." ucap Himchan dengan nada riang
"Eh? Selamat pagi channie.. Ayo cepat makan dulu sarapan mu" ucap Ayah nya lalu menyajikan sarapan nya
Mereka menyantap sarapan pagi nya dalam diam, hanya suara sendok saja yang terdengar.
"Apa kau masih marah padaku?" tanya sang Ayah membuka pembicaraan.
"Marah? Tidak, aku tidak marah.. Sejak kapan aku bisa marah padamu?" Himchan tersenyum tulus kepada Ayah nya.
"Tapi kemarin.."
"Sudahlah yang kemarin tidak usah di bahas, yang penting aku sudah mengetahui hal sebenar nya.. Jadi tak ada yang perlu di bahas lagi" ucap Himchan yang memotong ucapan Ayah nya.
"Gomawo.." Ayah Himchan tersenyum dan di balas senyuman dari Himchan.
.
.
Ke esokan hari nya, Himchan dan Ayah nya sudah berada di taman bermain dan mulai melihat-lihat ke sekeliling nya. "Kim Himchan apa kau ingin bermain seperti anak-anak kecil itu? Haha" ledek sang Ayah sambil menunjuk ke area permainan anak-anak.
"Yak! Aku bukan anak kecil lagi" Himchan berkata lalu mempoutkan bibir nya lucu. Bagaimana bisa seperti itu tidak di bilang seperti anak kecil?
"Tapi kenyataan nya kau memang seperti anak kecil Kim Himchan" ucap Ayah nya masih meledek Himchan.
"Hmm Appa mau membeli minuman di kedai itu, apa kau mau juga?" Himchan hanya mengangguk saat Ayah nya menunjukkan kedai kopi. Ya, mereka berdua menyukai kopi.
.
Sementara itu saat Ayah Himchan sedang membeli kopi, tiba-tiba ada yang menepuk bahu Himchan. Lalu Himchan pun menoleh dan menemukan Daehyun dan Youngjae yang sekarang berada di hadapan nya. "Apa?" tanya Himchan datar. "Tidak, aku dan Daehyun hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin tak seharus nya kami berkata seperti itu. Maaf kan kami, dan ayolah bermain bersama kami seperti nya kau sendirian" Himchan mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Youngjae itu. Dia bukan nya tidak senang dengan permintaan maaf mereka, tapi dia merasa ada sesuatu di balik ini semua.
"Maaf tapi aku bersama-"
"Kim Himchan sudahlah kau bisa pergi bersama teman mu. Appa akan menunggu mu di sini" ucapan Himchan terpotong saat Ayah nya tiba-tiba datang dan menyuruh nya pergi bersama Daehyun dan Youngjae.
"Tapi-"
"Sudahlah sana pergi lah bersenang senang" Himchan pun hanya menghela nafas dan menatap ke arah Daehyun dan Youngjae.
"Kajja!" Daehyun pun menarik lengan Himchan ke suatu tempat yang terlihat menyeramkan.
.
Himchan hanya diam dan mengikuti nya
"Tunggu tempat apa ini? Apa ini rumah hantu?" Himchan menatap pintu masuk yang ada di hadapan nya.
"Ayolah kita masuk" ajak Youngjae yang di ikuti Daehyun dan Himchan.
Himchan sedikit terlihat ketakutan saat memasuki tempat itu. Di dalam nya sangat gelap dan sangat menyeramkan saat di samping nya banyak beberapa hantu yang sangat menyeramkan. Dia hanya bergidik ngeri dan tak berani melihat nya.
"Daehyun, Youngjae lebih baik kita keluar dari sini saja" suara Himchan terdengar sedikit bergetar.
Daehyun dan Youngjae pun menoleh. "Wae? Kau takut? Haha mana mungkin kau takut, bukan kah kau tinggal bersama mayat? Untuk apa kau takut?" entah mengapa setelah Daehyun berkata seperti itu, hantu-hantu itu semua mendekati Himchan. Lalu Daehyun dan Youngjae pun pergi sambil tertawa senang karena telah mengerjai Himchan seperti ini.
Himchan benar-benar ketakutan saat hantu-hantu itu mendekati nya, ya dia tau itu bukan hantu sungguhan tapi wajah mereka saat menyeramkan.
"Andwae! Jangan dekati aku!" Tanpa aba-aba lagi Himchan langsung lari keluar dari tempat itu sambil menangis.
"Kim Himchan kau kenapa?" tanya Ayah nya saat anak nya itu berlari sambil menangis lalu tak sengaja menabrak diri nya.
"Lepaskan aku, pergilah jauh dari ku. Aku tidak ingin berada di dekat mu lagi Appa!" teriakan Himchan sukses membuat sang Ayah melepaskan genggaman nya di tangan Himchan. Lalu Himchan berlari keluar taman bermain itu. "Kim Himchan tunggu!" kejar sang ayah sambil memanggil Himchan, dan yang di panggil hanya terus berlari.
"Berhentilah jangan mengejar ku, aku lelah dengan semua ini. Lebih baik aku kembali mati saja!" teriak Himchan yang masih terus berlari sambil menangis, ia tidak sadar dengan ucapan nya dan ia juga tidak sadar dengan benda yang ada di dada nya itu tambah meredup dan membuat nya terhuyung, entahlah itu mungkin karena benda itu yang makin lama semakin terus meredup dan...
"Kim Himchan awas!" namun terlambat Himchan tak mendengar teriakan Ayah nya, ia hanya mendengar bunyi klakson mobil dan cahaya lampu mobil yang semakin menerangi nya sampai ia merasa tertabrak sesuatu lalu terhempas ke jalan. "Mianhae appa.." ucap nya saat melihat siluet Ayah nya yang berlari menghampiri nya, setelah itu ia hanya melihat kegelapan.
.
.
Gelap..
Itu lah yang saat ini di lihat Himchan ketika ia membuka mata nya perlahan.
"Di mana aku?" sadar nya dengan suara yang sedikit serak. Lalu ia mencoba bangkit tapi tidak bisa, karena saat bangkit kepala nya langsung bertabrakan dengan sesuatu yang entah apa itu berada di atas kepala nya.
Himchan sadar bahwa dia sedang berada di entah di dalam kotak atau apa pun ini. Ia mencoba teriak meminta tolong tapi tak ada sautan sedikit pun dari luar sana. Perlahan ia mencoba untuk keluar, dan ternyata dia bisa menggeser bagian atas nya. Setelah melihat celah untuk keluar, ia langsung segera bangkit.
Dia sangat terkejut ketika ia keluar dari tempat itu, sekarang dia melihat pemakaman di depan mata nya. Dia berpikir apakah Daehyun dan Youngjae yang mengerjai nya lalu meninggalkan nya di pemakaman seperti ini. Saat menoleh ingin melihat tempat ia keluar tadi, dia lebih terkejut lagi saat melihat ternyata sedari tadi dia berada di dalam peti mati.
"Ke-kenapa aku bisa berada di sini?" ucap Himchan sedikit bergetar, seingat nya tadi dia berada di taman bermain dengan ayah nya. Tunggu, dia baru ingat kalau tadi ayah nya mengejar nya dan yang ia tau setelah itu ia tertabrak sesuatu dan jatuh begitu saja.
"A-apakah a-aku sudah kembali mati sehingga aku berada di sini?" tanya Himchan entah pada siapa sambil terus menatap sekeliling nya yang tampak cukup menyeramkan. Ya bagaimana tidak menyeramkan berada di tengah-tengah pemakaman sendirian.
TENG
TENG
TENG
Saat sedang memperhatikan sekitar, Himchan di kejutkan dengan ada nya suara lonceng yang terdengar sangat menggema itu. Suara itu tambah membuat nya bergidik ngeri, lalu ia arahkan pandangan nya pada lonceng besar yang berada di tengah-tengah tempat pemakaman ini. Ia melihat seperti ada seseorang yang habis membunyikan lonceng itu di sana. Tanpa berpikir panjang ia langsung berlari menuju gerbang bermaksud ingin keluar dari situ. Tapi apa yang ia lihat setelah keluar dari gerbang itu, di sana terdapat monster-monster menjijikan yang menatap nya garang seolah-olah ingin memakan nya. Himchan tampak bergetar ketakutan sampai ada seseorang di belakang nya yang memanggil nya.
"Yak! Apa yang kau lakukan! Cepat lari ke sini!" ucap orang yang berada di gerbang pemakaman itu, jarak nya dengan Himchan kira-kira 10 meter.
Himchan mulai mundur perlahan setelah mendengar teriakan orang di belakang nya, dalam hitungan ketiga dia langsung membalikan badan nya dan berlalu secepat mungkin untuk kembali ke gerbang pemakaman itu. Dan untunglah dia sampai ke gerbang itu. Tapi ia heran ketika melihat monster menjijikan tadi berhenti mengejar nya saat ia sudah berada di dalam kawasan pemakaman itu.
"Tenanglah mereka tidak dapat masuk ke sini karena ini pemakaman suci. Iblis seperti mereka tak akan bisa masuk" ucap seseorang di samping Himchan.
Himchan hanya menatap nya dan bergidik saat melihat orang yang terlihat lusuh di samping nya itu. Dan orang itu menoleh ke Himchan dan tersenyum lebar.
"Annyeong, Moon Jongup imnida" orang itu menundukan sedikit badan nya seraya memperkenalkan diri nya kepada Himchan.
Himchan yang tersadar dari lamunan nya pun ikut menunduk sedikit "Ah ye, Kim Himchan imnida"
"Ah baiklah Himchan-ssi, kau seperti nya mayat baru yang datang ke sini.. Ku lihat kau sendirian dan tak punya teman, bagaimana kalau aku menjadi teman mu? Ya walaupun kita ini sudah menjadi mayat, tetapi kita tetap membutuhkan seorang teman kan? Hahaha" ucapan Jongup membuat Himchan menatap nya tak percaya. Mayat? Siapa yang mayat? Dia bilang aku mayat? Dan dia juga mayat? Kami mayat? Sejak kapan aku menjadi mayat?
"Apa kau bilang? Mayat? MAYAT?" tanya Himchan yang benar-benar tak percaya
"Iya, bukankah ketika manusia mati mereka akan menjadi mayat? Nah ini lah kita sekarang" Jongup hanya menjawab nya dengan tampang polos nya, sementara Himchan? Dia hanya terdiam sambil mencerna kata-kata Jongup barusan dan memutarkan otak nya untuk berpikir apakah dia sudah gila atau orang di depan nya ini yang gila.
"Tu-tunggu.. Apa maksudmu dengan kematian dan lalu mayat? Apa kau sedang bergurau? Hey sungguh ini tidak lucu dan aku ingin kembali pulang" saat Himchan ingin melangkah, Jongup menahan nya.
"Tunggu kau mau kemana? Aku sungguh-sungguh dan tidak bergurau. Kau sudah mati dan sekarang menjadi mayat seperti ku, apa kau tak ingat saat kematian mu? Padahal kan kau seperti nya baru saja mati. Lihatlah badan mu menjadi sangat kurus dan pucat karena tak ada lagi darah mengalir di dalam tubuh mu itu. Dan kau tau kan pasti nya orang yang sudah mati itu tidak dapat kembali hidup kecuali..." Jongup menjelaskan pada Himchan dan di akhir kata ia sedikit menggantungkan kata-kata nya.
"Kecuali apa Jongup-ssi?" tanya Himchan sambil melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Kecuali kau mempunyai m'toki dan dengan itu kau dapat membuka portal untuk kembali ke dalam kehidupan dan meninggalkan kematian" ucap seseorang dari belakang Himchan, ia nampak kaget saat melihat ada seorang wanita di belakang nya yang tampak menyeramkan.
"Iya Himchan-ssi, Jieun noona benar.. Kau harus mempunyai m'toki dan dengan itu kau dapat membuka portal untuk kembali ke dalam kehidupan dan meninggalkan kematian.. Tapi kami semua sampai sekarang belum menemukan m'toki itu" Jongup menghela nafas nya.
"Ya, dan jika m'toki itu di temukan ku pastikan kalian tidak akan bisa mendapatkan nya, karena yang bisa hanya aku, dan setelah itu aku akan memberikan nya pada leader kami haha!" Himchan nampak bergidik saat Jieun berkata seperti itu, cara Jieun berbicara sangat menyeramkan menurut Himchan.
"Seperti nya aku tidak asing dengan nama m'toki itu" ucapan Himchan membuat dua orang itu menoleh menatap nya.
"Sungguh? Cepat katakan dimana m'toki itu!" Jieun langsung menatap Himchan lekat, sedangkan yang di tatap hanya bergidik ngeri.
"Hmm entahlah aku tidak mengingat nya. Dan mianhae bisa kah kau menjauhkan dirimu dari hadapan ku? Kau begitu terlihat menyeramkan" mendengar ucapan Himchan, Jieun segera menjauh dan pergi dari situ.
"Kita lihat saja nanti, aku pasti akan mengambil m'toki itu!" ucap Jieun dengan sinis nya lalu pergi dari situ.
"Apa kau benar pernah mendengar atau mengetahui m'toki itu sebelum nya Himchan-ssi?" tanya Jongup setelah Jieun pergi.
"Hmm molla.." Himchan mencoba mengingat nya lagi namun nihil.
"Kalau begitu ada kemungkinan m'toki itu ada padamu"
"Eh?" ucapan Jongup membuat Himchan menoleh kepada nya.
.
.
.
.
.
TBC
Chapter 3 Updated!
Haha, really really sorry for late update. I'm so busy
Ku usahakan Update cepet & hasilnya bagus ya hoho
Bang Yongguk nya blm ada ya? Haha, nanti ya mungkin di Chapter depan, atau Chapter depan nya lagi /?
Maaf kalo ada typo, males koreksi lagi -_-v
Well, Thank you for the Review in Chapter 2:
Matokeke: haha waktu itu otak nya udah mentok sampe situ jadi pendek deh (?)
MamaFreeze99: hmm..kita liat aja nanti :b
NavyDilla: Thank you for Review
Riri: haha me too.. nanti ya :b
Kyungier: haha ok.. Thank you for Review
Choi Seunghyun G-Top: hmm gimana ya.. BangHim nya ntar ya :b
Jakuna: haha makasih ^^
Yui de Devil: nanti ya hoho
Bbang2chan: iya~ di chapter 3 ini udah kejawab pertanyaan nya :b
Thank you all for the Review 3
Review again? Hihi thanks ^^
