CHAPTER 2

*

*

-:-:-:-

*

*

Seorang gadis mungil dengan seragam sekolah nya berjalan dengan santai di pusat perbelanjaan . Tangan kirinya yang menenteng tas belanjaan sedangkan tangan kanannya menggenggam ice cream strawberry dengan sesekali menjilati nya .

Banyak pasang mata yang memperhatikan gadis mungil ini , ia tampak manis dan imut .

Saat gadis ini terlalu fokus dengan ice cream nya ia tak sengaja menabrak seseorang dan membuat ice cream yang berada di genggaman nya itu terjatuh dan mengotori pakaian orang itu .

"astaga , apa yang kau lakukan dimana mata mu", desis wanita dengan rambut hitam bergelombang nya .

"Kyungie", wanita yang ditabrak baekhyun itu mengingatkan .

"maafkan saya nyonya , saya akan bertanggung jawab", ucap gadis mungil ini dan membungkukan badan nya .

"ini tidak masalah , kau tidak perlu bertanggung jawab . aku hanya perlu membersihkannya saja", ucap wanita itu dan berlalu pergi . sedangkan yang dipanggil kyungie itu berdecak sebelum ia pergi meninggalkan gadis berseragam sekolah ini .

.

.

.

"hah .. lelahnya kenapa hari ini terasa panas", ucap baekhyun yang kini tengah berbaring diatas sofa yang sudah kusam .

Baekhyun menatap langit-langit rumahnya dengan isi pikiran nya yang lagi-lagi tentang hutang pamannya .

Baekhyun mengacak rambutnya frustasi dengan rutukan-rutukan yang keluar dari bibir cherry nya .

"lama-lama aku bisa gila", desis baekhyun dan bangkit dari berbaring nya .

Baekhyun berdiri didekat jendela kamarnya dan menatap kearah luar dengan tatapan kosong .

Sesekali helaan nafas itu terdengar .

Baekhyun merasa lelah dengan jalan hidupnya .

Baekhyun kini tengah berdiri didepan sebuah cermin yang memperlihatkan dirinya . Tangan cantiknya dengan perlahan melepaskan setiap kancing baju seragam nya dan terjatuh dengan indah keatas lantai yang ia pijak . Setelah itu ia melepaskan resleting rok nya dan rok itu pun terlepas dari pinggang nya .

"Lihatlah baekhyun", gumamnya .

"Tubuh mu indah . apa kau akan memberikan nya pada ahjussi tua itu", gumamnya lagi yang kini memandangi tubuhnya yang hanya tertutupi oleh bra dan celana dalamnya .

"Dia akan menyentuh setiap kulit mu", lanjut baekhyun dengan jari lentiknya menyentuh kulit putih mulusnya .

.

.

.

Langit sudah gelap Baekhyun sudah siap berangkat ketempat kerja nya dengan jaket dan celana jeans .

Kaki mungilnya melangkah keluar dari tempat tinggalnya menuju halte bis dimana mengantarkan ia untuk sampai ketempat tujuan nya .

Tidak butuh waktu lama untuk baekhyun sampai di klub malam . ia langsung berjalan masuk kearah ruang ganti .

mengganti pakaian nya dengan seragam bartender . Malam ini baekhyun bekerja sebagai bartender bukan sebagai DJ .

Saat baekhyun hendak memulai pekerjaan nya , sipemilik klub malam ini menghampirinya .

"Bee .. kau bisa ikut keruangan ku" .

"apa ada hal penting" .

"Hum" .

"Luhan" .

"Bukan .. kau akan tahu nanti" .

Baekhyun pun mengangguk dan berjalan mengekori pemilik klub malam menuju keruangan nya . Dengan pikiran yang masih penuh dengan tanda tanya . Baekhyun penasaran apa yang akan terjadi saat ia masuk keruangan itu .

Saat Sehun membuka knop pintu nya dan diekori oleh baekhyun .

Baekhyun bisa melihat seorang laki-laki yang duduk membelakangi dirinya dan sehun .

"Dia ingin membicarakan sesuatu dengan mu , Bee . Bicaralah aku akan meninggalkan kalian berdua" .

"t..tapi siapa dia oppa" .

"kau akan tahu nanti . Baiklah aku pergi sekarang", Sehun berlalu dari ruangan nya .

Setelah sehun keluar orang itu pun berbalik kearah baekhyun . Sontak mata sipitnya membola sempurna saat melihat sosok yang pernah ia lihat waktu itu tanpa unsur kesengajaan .

"Kau terkejut . aku tahu itu kau pasti terkejut melihat ku" .

"Ayo duduklah", ucapnya lagi dan menepuk sofa kosong disampingnya .

"a..anda mengenali saya", ucap baekhyun dengan tergagap .

"tentu . aku melihatmu untuk pertama kalinya dengan rambut hitam dan mata sebening black diamond . walau rambutmu berubah pirang dengan mata coklat aku masih bisa mengenali mu" .

"s..saya mohon jangan keluarkan saya dari sekolah . karena dari sini saya bisa membiayai hidup saya , tuan" .

"Baiklah .. tapi duduklah . ada sesuatu yang ingin aku bicarakan", Baekhyun pun duduk disamping laki-laki itu .

"aku park chanyeol kau pasti tahu siapa aku bukan", baekhyun pun mengangguk .

"saya byun baekhyun" .

Dua orang berbeda umur itu mengobrol membicarakan tentang masalah hidup yang baekhyun jalani . Baekhyun tampak terkejut saat orang yang bernama chanyeol ini mengetahui jalan hidupnya tapi saat ia tahu dari siapa sumber nya baekhyun hanya menghela nafasnya dengan pelan .

.

.

.

"Bagaimana" .

"Dia akan menghubungi ku nanti . tapi aku yakin gadis itu akan kembali", ucap chanyeol dengan yakin .

"kenapa kau tidak mencari wanita sebaya mu", cibir sehun .

"bahkan kau juga mengencani salahsatu murid di GHS", cibir chanyeol .

"itu berbeda , chanyeol . aku mengencani nya karena aku mencintai nya . sedangkan kau ...", cibir sehun kembali .

"aku suka saat melihat mata nya", ucap chanyeol . membuat sehun hanya menaikan sebelah alisnya .

.

.

.

.

.

Baekhyun , luhan dan xiumin tengah berada di cafetaria sekolah . Saat ini semua murid tengah menikmati jam istirahatnya .

Tiga gadis itu berbincang dengan ceria seperti hidup tanpa beban . Sesekali mereka tertawa dengan heboh .

Hingga seseorang menghampiri tiga gadis ini .

"Hey baek" .

"Hey Daniel", orang yang dipanggil Daniel itu duduk dikursi kosong samping baekhyun dan memberikan sekotak susu strawberry dan baekhyun mengucapkan terimakasih .

Yang bernama Daniel itu bergabung bersama tiga gadis ini . Hanya mendengarkan dan sesekali menyahuti lontaran ketiga gadis itu .

"Baek .. apa hari minggu ini kau punya acara", tanya daniel .

"tidak .. kenapa memangnya", sahut baekhyun .

"Mau keluar bersama ku" .

"Jangan bilang kau mengajak baekhyun bukan hanya untuk jalan-jalan", ucap xiumin .

"yakk .. apa maksud mu", sahut Daniel .

"Dor .. dor .. dor", ucap luhan dan memperagakan ia seperti tengah menembak kearah xiumin yang berada disampingnya .

"auhhh...", disahuti oleh xiumin dan memegangi dada nya yang seolah-olah tertembak .

"Disini berbunga-bunga", lanjut xiumin .

membuat luhan dan baekhyun tertawa .

"aish .. kalian berdua", decak Daniel dan berlalu pergi meninggalkan tiga gadis yang tengah tertawa itu .

"Kau mau kemana Daniel", teriak baekhyun .

"aku dipermalukan", teriak daniel . lagi-lagi luhan dan xiumin tertawa dengan lontaran yang keluar dari mulut daniel .

Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua sahabatnya tengah tertawa dengan terbahak .

.

.

.

.

.

"empat hari lagi", gumam baekhyun yang tengah duduk diatas ranjangnya dengan tatapan lurus kedepan .

"apa aku harus melakukan nya", lanjut baekhyun dan mengambil sebuah kartu nama dari meja nakasnya . Sebuah kartu nama yang seseorang berikan pada baekhyun atas nama park chanyeol .

Mata sipitnya terus memandangi kartu nama itu .

ingatan nya kembali dimana baekhyun dan chanyeol tengah berbicara bersama .

.

.

Flashback

"kau mau bekerja untuk ku" .

"maaf apa maksud anda tuan" .

"kau hanya perlu menandatangani kontrak ini maka aku akan memberikan semuanya" .

"pekerjaan apa yang tuan tawarkan" .

"Kau hanya perlu memanggilku Daddy" .

"A..apa" .

"aku membutuhkan seseorang untuk mengandung anak ku" .

"bukankah tuan mempunyai seorang istri" .

"istriku tidak bisa mengandung" .

Flashback end

.

.

Baekhyun lagi-lagi menghela nafasnya dan menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang . Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang .

.

.

Tok..tok..tok..

terdengar suara ketukan dari pintunya . Baekhyun keluar dari kamarnya dan membuka pintu itu . Itu seseorang yang tadi baekhyun telpon dan memintanya untuk datang .

"apa terjadi sesuatu", tanya gadis itu yang kini tengah duduk bersama diatas ranjang .

"aku ingin meminta pendapat mu , Lu" .

"Bicaralah , aku akan selalu mendengarkan masalahmu baek" .

Baekhyun mulai bercerita tentang pertemuan nya dengan chanyeol . Bagaimana dan dari siapa chanyeol mengetahui jalan hidup nya . saat telinga luhan menangkap nama kekasihnya ia berdecak mendengarnya .

"laki-laki itu", desis luhan .

Baekhyun melanjutkan ceritanya kembali dimana membuat mata rusa itu membola dengan sempurna .

"Apa .. apa kau bilang . apa aku salah dengar", baekhyun menggelengkan kepala nya .

"tidak Lu" .

"astaga jangan gila baek . kau bahkan masih sekolah dia bisa mencari wanita sebaya nya yang bisa mengandung dan melahirkan anak untuk nya", luhan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak setuju .

"aku membutuhkan uang itu , lu", ucap baekhyun dengan suara lemahnya .

"aku akan membantu mu , baek . jangan lakukan hal gila itu", pinta luhan dan merengkuh bahu baekhyun . Baekhyun lagi-lagi menggelengkan kepalanya .

"kau sudah banyak membantu ku lu . aku tidak akan menyusahkan mu lagi" .

Dua gadis itu kini berpelukan dengan luhan yang sudah meneteskan airmata nya di balik punggung baekhyun . tangan kedua nya saling mengelus punggung masing-masing dengan tulus dan lembut .

.

.

.

.

.

"Oh sehun", teriak luhan .

"astaga .. ada apa dengan mu" .

"Kau menjual sahabat ku pada teman mu", desis luhan .

"apa yang kau bicarakan" .

"kau menjual baekhyun pada chanyeol hanya untuk memberi laki-laki itu seorang anak . kau gila sehun", teriak luhan dengan amarah yang bergejolak dalam dirinya .

"Chagi .. tenanglah", sehun merengkuh bahu luhan dan menariknya untuk duduk di sofa dengan sehun yang duduk diatas karpet menghadap luhan .

Sehun menceritakan bagaimana chanyeol bertemu dengan baekhyun di klub malam . apa yang ia ceritakan pada chanyeol . apa yang chanyeol putuskan untuk membantu baekhyun . Dan sehun yang tak sengaja mendengar obrolan luhan dan baekhyun waktu itu . Luhan berdecak mendengar semua penuturan dari kekasihnya .

"aku tidak tahu kalau chanyeol akan melakukan hal ini , aku tidak menjual sahabat mu chagi aku tidak mungkin melakukan hal itu . Dia sudah seperti adik perempuan ku" .

"tapi ini lebih baik . Dia chanyeol bukan ahjussi penagih hutang itu . Dia tidak akan membuat baekhyun menderita", lanjut sehun .

"kau bilang dia tidak akan membuat baekhyun menderita . Dimana otak mu , saat dia harus mengandung , melahirkan lalu memberikan nya pada orang lain", teriak luhan lagi .

"kita bisa membantu nya bukan", suara luhan mulai melemah .

"Chagi .. kau tahu baekhyun seperti apa" .

"kita bisa memaksa nya", sehun hanya menghela nafas nya .

.

.

.

Hari sudah berganti Baekhyun melakukan pekerjaan nya seperti biasa . malam ini ia bekerja sebagai Dj . Dengan rambut pirang panjang bergelombang , mata coklat , dengan pakaian yang memamerkan perut indahnya dipadukan dengan hotpans membuat baekhyun terlihat sangat seksi .

Mata sipitnya beradu dengan mata seseorang yang tengah menatap dirinya . Baekhyun hanya memberikan senyuman pada orang itu dan orang itu membalas senyuman baekhyun .

ini sudah tengah malam , waktu nya baekhyun untuk pulang . Saat ia keluar dari ruang ganti , seseorang tengah menunggu nya . Orang itu mengisyaratkan baekhyun untuk mengikuti nya dan baekhyun pun mengekori orang itu .

Disinilah mereka berdua tengah berada didalam mobil yang berada diparkiran klub malam itu .

Dua orang itu tengah membicarakan hal yang sebelumnya mereka bicarakan .

"apa keputusan mu" .

"saya akan menandatangani kontrak itu" .

"keputusan yang bagus . kau bisa menemui ku besok", baekhyun mengangguk .

Chanyeol mengantarkan baekhyun pulang , awalnya baekhyun menolak namun chanyeol beralasan mereka berdua harus belajar untuk dekat agar tidak canggung . Dan akhirnya baekhyun menyerah dan mengikuti kemauan chanyeol .

Tidak butuh waktu lama untuk baekhyun sampai ditempat tinggalnya . ia tidak lupa mengucapkan terimakasih dan keluar dari mobil milik chanyeol .

namun saat baekhyun hendak keluar dari mobil itu tangan nya dicekal begitu saja oleh chanyeol .

"ada apa tuan", tanya baekhyun .

"beri aku no . ponsel mu", chanyeol menyodorkan ponselnya dan baekhyun mengetik kan nomor ponsel miliknya .

"Baiklah kau bisa masuk sekarang dan sampai bertemu besok", baekhyun mengangguk dan keluar dari mobil chanyeol .

Chanyeol menatap rumah gadis itu yang tampak kecil menurutnya , sangat berbeda jauh dengan rumah yang ia tinggali bersama istri nya .

"maafkan aku . aku hanya berniat menolong mu dengan cara yang salah", gumam chanyeol .

Saat manik bulatnya melihat baekhyun sudah masuk kedalam rumahnya , ia pergi dari tempat itu .

Sedangkan baekhyun tengah bersandar di balik pintu dengan bahu yang bergetar , air mata yang sudah menetes dari sudut mata nya . ia terduduk dengan lutut yang ia tekuk , kepalanya bersembunyi diantara lututnya dengan isakan yang terendam .

.

.

.

.

.

Hari ini baekhyun tengah belajar dikelasnya seperti biasa . Namun pikiran nya tidak fokus sama sekali . Baekhyun tengah memikirkan apa yang akan terjadi dimasa depan nya dengan keputusan yang ia ambil saat ini .

Hingga tak terasa bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring . Semua nya terpekik dengan senang dan berhambur keluar dari kelasnya masing-masing .

Seperti biasa Baekhyun , luhan dan xiumin pulang bersama menuju halte bis . hingga suara klakson mobil seseorang menyadarkan tiga gadis itu .

Orang itu menurunkan kaca mobilnya .

"Mau pulang bersama , baek", ajak orang itu .

"kami mau , Daniel", luhan dan xiumin menyahut . Daniel hanya berdecak mendengar sahutan luhan dan xiumin .

"aku mengajak baekhyun bukan kalian", namun luhan dan xiumin masuk begitu saja tanpa persetujuan Daniel .

"yakk .. yakk .. kalian", desis Daniel . Luhan dan Xiumin hanya menjulurkan lidah nya . Baekhyun lagi-lagi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sahabatnya .

Drrtt...Drrttt...

Saat kaki nya hendak masuk kedalam mobil . suara dering ponsel nya menghentikan nya . itu dari nomor baru yang tidak baekhyun kenal .

Baekhyun mengangkat panggilan itu dan itu dari chanyeol yang memintanya untuk menemui nya sekarang juga .

"Daniel , kau bisa menurunkan ku di depan toko buku itu", ucap baekhyun . yang kini tengah diperjalanan .

"mau ke toko buku", tanya luhan .

"Hum" .

"aku bisa menemani mu , baek", ucap Daniel .

"tidak perlu . kau antarkan luhan dan xiumin pulang saja", sahut baekhyun .

"yakin kau tidak perlu ditemani", tanya luhan kembali dan baekhyun mengangguk mengiyakan .

.

.

Baekhyun melambaikan tangan nya kearah Daniel dan dua sahabatnya saat ia keluar dari mobil itu . Setelah mereka pergi baekhyun mengecek pesan yang chanyeol kirimkan itu sebuah alamat .

Dengan segera baekhyun berangkat menggunakan taksi ketempat yang ia tuju .

Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit untuk baekhyun sampai ditempat tujuan nya . Baekhyun tengah berdiri di depan sebuah gedung Apartement seoul forest trimage . Sebuah gedung Apartement yang mewah . Baekhyun melangkah masuk kelantai enam dimana chanyeol tengah menunggu nya .

Tangan mungilnya membunyikan bel pintu bernomor enam satu .

Tidak butuh waktu lama pintu itu pun terbuka dan chanyeol lah yang membuka pintu itu dan mempersilahkan baekhyun untuk masuk .

Baekhyun kini duduk di sofa empuk bewarna putih . Mata sipitnya menyelusuri setiap sudut ruangan itu yang tampak luas dan mewah .

Chanyeol datang dengan segelas jus jeruk dan menyodorkannya pada baekhyun .

"Bagaimana dengan Apartement ini" .

"ini terlihat mewah", sahut baekhyun .

"Minumlah , kau pasti lelah", baekhyun mengangguk dan meminum jus itu .

"Kau tidak akan mengubah keputusan mu", tanya chanyeol dan baekhyun menggeleng . Chanyeol tersenyum dan bangkit dari duduknya mengambil lembaran kertas yang berada di tas kerja nya . Dan memberikan nya pada baekhyun .

Baekhyun langsung menandatangani kontrak itu tanpa berkata apa-apa lagi . Ia menghela nafasnya dengan pelan menguatkan hatinya untuk siap menerima apa yang akan terjadi dimasa depan maupun dimasa sekarang karena keputusan nya .

"ini uang yang sudah kujanjikan untuk membayar semua hutang paman mu", ucap chanyeol dan memberikan sebuah amplop yang berisi uang kepada baekhyun .

"terimakasih tuan" .

"seharusnya aku yang berterima kasih pada mu", ucap chanyeol dan menggenggam kedua tangan baekhyun .

"panggil aku Daddy mulai sekarang", lanjut chanyeol .

"Daddy", ucap baekhyun dengan suara lembutnya .

"ah .. itu sangat manis" .

"ini kunci Apartement , kunci mobil dan atm untuk mu", ucap chanyeol dan baekhyun hanya membola tak percaya dengan apa yang chanyeol berikan . bibir baekhyun rasa nya kelu untuk mengeluarkan satu huruf pun .

Chanyeol berdiri dari duduknya dan menyambar jas dan tas kerja nya .

"Mobilnya sudah ada di basement dan hiduplah dengan baik . kau tidak perlu bekerja lagi cukup belajar seperti yang lainnya", chanyeol berlalu meninggalkan baekhyun yang masih duduk mematung menatap apa yang chanyeol berikan .

.

.

.

.

.

TBC

Chanyeol udah selametin baekhyun ya di chap ini :D .. Disini chanyeol bakalan jadi Daddy baik-baik brengsek *eheh

gomawo buat yang follow atau fav 'in FF ini .. buat siders juga .

thanks yang udah ngasih pemanis walau cuma bilang next tapi author ucapin makasih

1004teuk

Rksw

ruixi1

namster49

Cbhsii

Yeolliepoppo

Guest

Jung Minjii

hula99

see you di chap depan ya ...