Oh, Baekhyun

Cast : ChanBaek and Find it in your self

Rating : T+

Genre : Romance, Angst

Disclaimer : Story Belong to Me.

THIS IS YAOI, BOY X BOY, Dont Like? Dont read please!

OuOuOuOuO

.

.

.

Peteryeol Present

.

.

.

OuOuOuO

"Itu Kenyataan dan Hukum karma itu berlaku, Park"

OuOuOuO

Pagi hari pun tiba. Mata tersenyum milik Baekhyun terbuka. Dia sempat terkejut karena akhirnya dia bisa bangun tidur sendiri tanpa di bangunkan oleh Luhan, Kakaknya. Sejenak ia merasa bangga. Tetapi beberapa detik setelahnya, Baekhyun tersenyum lirih. Dia merindukan pukulan dari hyungnya. Pukulan sayang~ Kesadarannya sudah terkumpul. Ia merasa tubuhnya sangat pegal. Oh shit. Dia baru ingat. Dia tidur disofa dan yang menyuruhnya tidur disofa adalah Chanyeol. Idolanya sekaligus Suaminya kali ini.

Cklek

Suara pintu terbuka. Chanyeol baru saja selesai mandi. Bulir bulir air menempel pada tubuhnya yang cukup atletis. Sejenak hawa panas langsung menggerumul di sekitar pipi Baekhyun.
''Hey Pendek. Kau baru bangun? Dasar manja. Aku ada jadwal pemotretan hari ini bersama Eunrim. Aku harap kau tidak menjadi perusak seperti yang telah terjadi. Menjijikan'' Baekhyun mendengus.

Dia tidak ingin mengambil hati perkataan Chanyeol barusan. Ia lebih memilih untuk membawa tubuhnya kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang sudah terlalu menjijikan baginya. Dan mungkin sangat menjijikan dimata Chanyeol. Tapi sebelum dia melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ia memutar badannya.

''Apa kau ingin ku buatkan sarapan?'' Baekhyun bertanya. Walau tau ia akan ditolak.
''Tidak. Aku bisa keracunan memakan masakan buatan mu'' Lagi lagi Baekhyun menyesal.

.o.o.o.o.o.o.

Baekhyun merasa sangat bosan di rumah. Ya memang seminggu setelah pernikahan ChanBaek, Orang tua baekhyun memilih untuk memberikan surat keterangan izin kepada pihak sekolah agar Baekhyun diliburkan sampai akhir tahun dengan alasan harus merawat sang bunda yang sedang sakit di luar negri. Huh?

Baekhyun hanya bisa bermalas malasan di rumah nya dan Chanyeol. Seperti saat ini. Dia hanya menonton Televisi sambil mengangkat kakinya. Like a boss. Tapi jika ada Chanyeol, Baekhyun hanya seperti pembantu.

Sedang asik bersantai tiba tiba terdengar suara nyaring yang berasal dari pintu. Bell berbunyi. Ia kedatangan tamu. Dengan langkah malas, Baekhyun berjalan menuju pintu bercat putih dan berdesign elegan itu. Dan saat pintu dibuka, Baekhyun merasakan jantungnya berdegub kencang. Ibunya dan Mertuanya datang mengunjunginya. Dan lebih parah lagi karena Chanyeol tidak ada. Oh~ Shit.

.

''Honey, Dimana Chanyeol?'' itu mertuanya yang bertanya. Oh sial~ Masalahnya, yang ibunya Chanyeol tau adalah.. Chanyeol juga sedang Cuti di dunia modeling nya. Jika ia bilang yang sebenarnya, pasti Ibu Chanyeol akan memarahu abis abisan. Oh dan jangan lupa. Baekhyun juga pasti akan kena 'getahnya' Jika sudah berani beraninya mengganggu aktivitas Chanyeol.
''Uhm.. Ah Chanyeol sedang bertemu dengan managernya. Ada hal penting yang harus dibicarakan, bu'' Baekhyun tersenyum berusaha meyakinkan sang mertua.
''Baiklah. Kenapa dia tidak mengajakmu?''
''Aku tidak ingin mengganggunya, bu. Biarlah dia serius bekerja ''
Baekhyun terus berusaha membela Chanyeol.

.o.o.o.o.o

Tubuh tinggi itu bergerak memasuki Agency modellingnya. Salah satu lelaki berkulit tan menghampirinya dan memdengus.
''Bro, Kau telat 10 menit''
''Aku tau kau pengantin baru yang baru saja melewai malam..''
''Tutup mulutmu, hitam. Apa yang ingin kau bicarakan? Aku tak punya banyak waktu''

''Kau pemotretan hanya sebentar. Dan oh ya satu lagi. Akan ada pemotretan di jeju. Kau dan Eunrim. Untuk 2 Bulan kedepan'' dengan santai Jongin berkata hal itu.
''Jongin kau gila. Aku mengatakan pada orangtua ku kalau aku Cuti bodoh.''
''Kau lebih bodoh, Chanyeol. Itu adalah proyek besar. Jika kau tidak menerimanya, biar aku saja yang menggantikanmu''
''Aku tidak rela jika Eunrim photoshoot denganmu. Itu akan menjadi kopi susu''
Jongin mengedikkan bahunya

.

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Chanyeol mengerutkan keningnya sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mengambil job tersebut. Dia bisa sambil berlibur dengan kekasihnya. Sudah lama ia memimpikan hal itu. Chanyeol terus berfikir keras. Sampai ada Satu ide gila yang melintas dipikirannya.

.

Chanyeol melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya -dan rumah Baekhyun. Tanpa ragu kaki jenjangnya langsung melangkah masuk. Sepertinya ia tak sadar dengan kehadiran Ibunya dan Ibu Baekhyun. Chanyeol masih tidak mau mengakui pernikahannya. Mana sudi dia -Pikirnya
''Chanyeol. Disini ada ibumu. Setidaknya sopan lah sedikit.'' Baekhyun berkata dengan nada yang jengkel.
''Oh maaf sayang. Aku hanya terlalu lelah'' Chanyeol langsung berbelok ke arah ruang keluarga. Dia langsung duduk disamping Baekhyun dan mengecup mesra dahinya. Baekhyun membeku. Apa apaan ini?
''Wah kalian mesra sekali. Baru Satu malam. Tapi kalian seperti sudah memahami satu sama lain'' ucap ibu Chanyeol dengan sarat kebahagiaan.
''Tentu. Baekhyun adalah segalanya, bu'' Kali ini Chanyeol mengecup pipinya. Baekhyun masih membeku. Terlalu syok. Kenapa.. Tiba tiba?
''Oh ya bu, Aku dan Baekhyunee ingin segera berbulan madu.''
''Hei kalian sangat terburu buru'' kedua wanita itu terkekeh melihat pengantin baru itu.
''Bukankah lebih cepat lebih baik?'' Chanyeol mulai menghirup aroma di leher baekhyun. Sejenak Chanyeol menyukainya. Tapi Chanyeol langsung membuang jauh jauh pikiranya.
''Okey.. Kalian ingin berbulan madu kemana? Kami akan sediakan tiket untuk kalian''
''Jeju'' Chanyeol sangat semangat. Baekhyun yakin pasti ada yang tidak beres.
''Bagaimana Baekhyun? Kau setuju?''
''Ya, aku setuju''
''Okey kami akan memesan tiketnya. 2 hari lagi kami pastikan kalian akan berangkat ke jeju~ Bersiaplah sayang!'' Ucap Ibu Baekhyun. Kedua pengantin baru hanya mengancungkan jempolnya.

.o.o.o.o.

''Lupakan hal tadi. Aku hanya berakting. Okay. Oh itu sungguh menjijikan'' Chanyeol berkata sarkatik. Benar dugaan Baekhyun. Pasti ada suatu hal yang tidak beres
''Ya. Aku tau''
''Oh ya. Aku mengusulkan bulan madu selama 2 bulan. Itu karena aku akan ada pemotretan dengan eunrim selama 2 bulan di jeju. Pasti menyenangkan di banding harus menemanimu mengitari jeju. Aku harap kau jangan menyebarkan hal itu kepada orang tua kita. Jangan pernah mengaku kalau kau adalah suamiku. Aku tidak mau derajatku jatuh hanya karena menikah dengan seorang lelaki gay sepertimu'' Baekhyun hanya menghela nafas dan mengangguk. Welcome Bored Honeymoon.

.o.o.o.o.

Hari ini adalah hari dimana Mereka –Chanyeol dan Baekhyun akan segera berangkat ke Jeju. Sial bagi Chanyeol. Ternyata orangtuanya menggunakan pesawat pribadi milik mereka. Jadi terpaksa, dia harus berpisah dengan Eunrim. Selama di perjalanan kedua anak adam itu hanya berdiam diri. Sampai salah satu diantara mereka merasa tidak nyaman dengan keheningan ini.
''Kenapa kau tidak melawan saat aku menghinamu?'' Yang lebih tinggi bertanya.
''Karena bagaimanapun juga, Kau tetap suamiku dan kau tetap idolaku. Walau kau harus menganggap aku sampah sekalipun'' Baekhyun memejamkan matanya. Dan perlahan tertidur. Tiba tiba kepalanya jatuh di pundak seorang Chanyeol. Chanyeol memandang lekat wajah polos itu. Menggemaskan
''Andai kau dikenalkan bukan langsung menjadi istriku''
Chanyeol mengusak pelan rambut brunette milik Baekhyun. ( IG Update Chanyeol w/ ByunBaek yang kedua)

.o.o.o.o.o.

Mereka –Chanyeol dan Baekhyun sudah sampai di jeju. Sungguh demi apapun. Chanyeol sangat tidak menyangka jika orang tuanya sudah memesan kamar untuk mereka berdua.

Cklek

Mata bulan sabit Baekhyun berbinar melihat kamar hotel yang menjadi saksi bisu Honeymoon mereka yang pastinya tidak akan terjadi hal hal manis. Keduanya masih canggung. Mereka terlonjak kaget saat ponsel Chanyeol berdering. Jemari besar itu perlaha menggeser layar ponsel touchscreennya.

"Yopseo Jongin"

"Kau sudah tiba? Kami menunggumu Bodoh. Pemotretan diundur hanya karena kau yang sedang berhoney moon dengan suami cantik mu itu" Chanyeol mendengus. Teman hitamnya sangat senang menggodanya.

"Kau berisik, Jongin. Aku baru sampai. Kemungkinan aku akan membawa si pendek itu kesana. Karena aku tidak mau dia hilang di pulau jeju ini" Baekhyun mendengarnya merona. Chanyeol.. menghawatirkannyaa?

"Oh kau mulai menyukainya Park" Chanyeol berjalan menuju balkon.

"Aku tidak mau dia hilang atau Ibuku akan memotong leherku. Dia menyusahkan, jongin. Heuh sebenarnya aku sangat ingin membuangnya jauh jauh dari kehidupanku. Dia perusak, sekali"

"Kau banyak berbicara, Chanyeol. Hukum Karma berlaku, Park. Lihat saja. Jangan terlalu membencinya. Cepatlah sedikit. Jika ingin curhat disini saja, okey. Pikirkan perasaan Baekhyun" Jongin memutus sambungannya.

Chanyeol kembali menuju kamarnya dengan Baekhyun. Dia mendapati Baekhyun yang sedang memandang kosong. Apa baekhyun mendengar ucapannya? –Pikirnya

Apa pedulimu, Park?

"Pendek, cepat ganti bajumu. Aku tidak ingin kau tersesat dan ibuku akan mengamuk. Cepatlah sedikit."

"Aku punya nama. Chanyeol. Hargai aku sedikit saja. Kau memanggilku dengan nama itu saja sudah membuat ku senang" Baekhyun memalingkan wajahnya. Chanyeol dapat melihat airmata baekhyun yang mulai menetes.

Untuk pertama kalinya.

.

.

Chanyeol merasa bersalah pada Baekhyun

.o.o.o.o.

Chanyeol memarkirkan mobilnya di tepi pantai lokasi dimana ia akan menjalani pemotretannya dengan tingginya beranjak begitu saja tanpa memperdulikan lelaki mungil disampingnya. Sungguh sebenarnya Baekhyun sangat tidak ingin pergi dngan Chanyeol ke tempat pemotretannya. Itu pasti ia akan melihat Chanyeol bermesraan dengan Eunrim. Lagipula ia cukup mengetahui jeju. Ia hanya akan berjalan sekitar pantai, sih.

Baekhyun perlahan berjalan keluar dari mobil dan menguncinya dengan kunci cadangan yang diberikan chanyeol. Baekhyun merasa kalau dirinya memang benar benar pengganggu kehidupan Chanyeol. Jangan kira Baekhyun tidak menndengar percakapannya dengan Jongin –Teman Chanyeol saat di hotel tadi. Baekhyun mendengarnya. Sangat jelas. Baekhyun sangat ingin membalas perbuatan Chanyeol. Tapi... ia tak bisa. Ia sudah tercebak di labirin cinta milik Chanyeol

.o.o.o.o.

Suasana yang meneganggkan sedang terjadi di tempat yang sama tetapi dilokasi yang berbeda. Lelaki tampan berkulit albino dengan kamera SLR yang menggantung indah di lehernya sedang beradu argumen dengan pria sangat tinggi berwajah blasteran yang –mungkin adalah modelnya. Pria albino itu kita sebut saja Sehun. Dan lelaki tinggi berwajah blasteran itu adalah Wu Yi Fan. Atau orang orang biasanya memanggilnya Kris. Kris adalah model terkenal. Sama seperti Chanyeol, Hanya saja Kepribadian Kris yang terlihat dingin sehingga Chanyeol lebih banyak mempunyai penggemar.

"Bagaimana bisa Zitao membatalkannya, Hyung? Produser sudah sangat menekan kita agar kita cepat menyelesaikan pemotretan." Sehun berkata dengan tajam. Sehun sangat emosi. Partner Kris –zitao dengan tiba tiba mengundurkan diri dari mereka. Mereka hanya membutuhkan model sementara sebagai pengganti. Kris hanya menatap sehun dengan datar. Sehun tau pasti responnya hanya seperti itu. Sehun mendecak malas. Matanya diedarkan keseluruh penjuru pantai. Matanya mendapatkan objek yang menurutnya sangat indah. Pria mungil yang sedang duduk di bawah pohon kelapa. Sehun melangkahkan kakinya menuju objek menarik ituu. Mungkin dia bisa menjadi model pengganti Tao?

"Selamat siang"

Mata pria mungil itu mulai terbuka. Mata biru milik pria itu langsung menarik perhatian Sehun.

"Ya? Ada apa?"

"Aku Oh Sehun. Salah satu photografer yang sekarang sedang bekerja di pantai ini. Uhm boleh aku tau siapa namamu?"

Pria mungil itu sempat ragu dan pada akhirnya

"Aku Byun Baekhyun"

"Baekhyun-ssi. Maaf jika sedikit lancang. Uhm maukah kau menjadi model pengganti sementara untuk pemotretan kami?"

"Model? Ah maaf aku sangat tidak berbakat menjadi model" Mata Baekhyun membola. Siapa yang tidak kaget jika ka mendapat tawaran tiba tiba seperti ini?

"Kau hanya perlu bergaya sesukamu dan bergaya natural. Itu saja"

"Maaf aku tak –"

"Aku mohon" Sehun mengeluarkan puppy eyesnya. Baekhyun menghela nafasnya

"berapa lama aku akan menjadi model sementara?"

"Sampai kami menemukan model tetap. Tidak akan lama"

"Baiklah." Finally. Baekhyun menerima tawaran tersebut.

Baekhyun tidak menyadari. Bahwa profesinya bisa disebut sebagi ajang balas dendam.

.o.o.o.o.

"Aku mendapatkan model sementara" Sehun menarik tangan Baekhyun lembut. Dan tersenyum tampan dengan bangganya. Karena sepertinya, Kris sedikit mengagumi Baekhyun.

"Perkenalkan dirimu, Baekhyun"
"Aku Byun Baekhyun. Mohon bantuannya. Aku masih sangat minim tentang ilmu permodelan" baekhyun membungkukan badannya dan tersenyum.

"Aku Wu Yifan. Kau bisa memanggilku Kris. Bagaimana jika aku yang mengajarkan mu? Sehun, kita mulai pemotretan besok saja. Aku ingin mengenal partner sementaraku." Sehun mendengus. Sepertinya ia harus bersaing dengan Kris

.o.o.o.o.

Hari sudah menjelang malam. Chanyeol terlihat sangat urakan karena ia tidak menemukan Baekhyun. Dia bisa bisa dibunuh ibunya. Ia berada dihotelnya. Tapi sekarang ia sangat lapar. Ia memutuuskan keluar kamar untuk mencari makanan. Tetapi baru saja ia akan menutup pintu –setelah ia membukanya. Tiba tiba mata phoenixnya melihat Baekhyun berada didepannya. Bersama lelaki, ia tau siapa lelaki itu. Sejak kapan Baekhyun bisa dekat dengan model lain?

"Terimakasih sudah mengantarku, Kris."

"Ya, itu tak masalah" Kris tersenyum. Baekhyu membalas

"pendek. Kemana saja kau?" itu bukan Kris. Siapa lagi kalau bukan Chanyeol? Hanya Chanyeol yang memanggilnnya dengan sebutaan 'pendek'

"Chanyeol? Hey bro. Apa kabar?" Kris menepuk pundak chanyeol dan mereka berpelukan layaknya teman lama terpisahkan

"Aku Baik, Kris. Kau?"

"Yeah. Lumayan. Hey Baek, kau mengenal Chanyeol" Baekhyun dan Chanyeol terdiam

Setelah beberapa menit Baekhyun terdiam gugup, akhirnya dia membuka suara

"Dia Park Chanyeol. Sepupuku"

"Marga kalian berbeda?"

"Yeah. Aku hanya anak angkat dari paman Chanyeol. Aku belum terlalu nyaman menggunakan marga park" Kris tersenyum dan mengusak rambut brunette baekhyun gemas.

"Baiklah. Aku pulang dulu, Chanyeol. Baekhyun, sampai bertemu besok" Kris mendekatkan diri ke Baekhyun dan menundukan sedikit kepalanya dan mengecup singkat kepala Baekhyun. Baekhyun tersentak kaget.

Dan untuk pertama kalinya, Chanyeol merasa marah dengan tindakan mesra orang lain yang menyangkut Baekhyun.

TBC

A/N : Okey. Maaf ya aku baru update. Mood ngetik aku sempat menurun. Hehe. Ini terlalu monoton, aku tahu. Jika respon sedikit, aku akan segera menghapusnya. Jika tetap ingin dilanjut, aku hanya membutuhkan review kalian. Semakin banyak review, semakin cepat aku update. Terimakasih untuk yang selalu review! Untuk Silent reader, tolong belajar menghargai karya orang lain.

Mind to reviewe?

Withlove,

.

.

.

Peteryeol