Sebelumnya di MEAO…


Di waktu yang sama, hanya berbeda tempat. Midorima sedang mengurusi 'kucing' yang baru saja di temukannya.


.

MEAO

A Kirigaya Kyuu Fanfiction

Fujimaki Tadoshiki

Tiger!Kagami, Cat!Takao

.


Midorima First day with the Cat

"Ma-MAMAAAAAAAAAA!" macan dan kucing yang baru ditemukan dua sahabat ini langsung berteriak gaje dan meloncat (baca: menerjang) mereka berdua.

"HEEEEEEEEEEEE?!" aungan yang meluncur manis dari mulut pun keluar juga.

.

.

"A-apa apaan ini?!" tanya Midorima. Ya. Mereka berdua sekarang sedang bertatap wajah dengan cakepnya (baca: horror).

Sang kucing–yang ditemui Midorima–berteriak plus loncat ke kepala hijaunya. Kesel? Maunya sih gitu. Tapi kucing ini mukanya lucu banget, (Midorima ga mungkin bilang ini sebenernya) dan, kasihan kayaknya dia sendirian.

Kalau macan yang di temukan Aomine–juga berteriak–dan loncat ke wajahnya. Iya. Wajahnya. Di muka. Mukanya bang mine. Di peluk pake paws yang lembut-lembut gimana gitu. Wedeh, jadi lupa dia sama Mai-chan kayaknya.

"AH IYA GUE HARUS BELI ALBUM MAI-CHAN–" uh? Kayaknya ke kawaii-an macan ini enggak menggentarkan hati sekeras batako Aomine. Lelaki ini lantas melepaskan paws lembut itu dari mukanya dan memberikan sang macan ke Midorima–yang masih bingung dengan kucing yang dari tadi ngusap-ngusap pawsnya yang gak kalah lembut sama si macan ke rambut Midorima–. Tapi setelah itu dia sadar, dan menahan kerah baju Aomine.

"Ao-mi-ne…" panggilnya. Beuh. Mencekam.

"Y-ya?"

"Kau urus sendiri peliharaanmu!" Midorima mengembalikan macan yang memasang wajah–jangan–tinggali–aku–aku–hanya–sendirian–di–dunia–yang–kejam–ini ke Aomine dan segera masuk dengan kucing–masalah–nya sendiri.

BLAM!

Yap. Meninggalkan Aomine sendirian dalam lautan luka dalam. Uhuk.

"Haah…baiklah macan. Kita harus bicara empat mata" Aomine menatap macan(?) itu dalam-dalam dan membawanya masuk ke rumahnya.

.


.

Ya. Barusan adalah cuplikan chapter dua. Chapter sebelumnya. Yang di ketik bersamaan dengan chapter tiga tapi di publish dalam waktu yang berbed–uhuk.

Midorima gak berani menunjukkan wajah bingung, shok, plus kagetnya di depan Aomine. Jadi terpaksa dia tahan. Tapi sesampainya di dalam rumah, Midorima langsung menuju sofa, dan mulai menatapi sosok aneh di atas kepalanya ini.

"Fwa~ Fwa~" kucing(?) di depannya ini merentangkan kedua tanganya berharap Midorima untuk menggendongnya. Ya, hanya harapan, ga bisa jadi kenyataan.

"K-kau kucing?!" tanya Midorima dengan bodohnya. Mungkin sudah tertular Aomine.

"Uhum! Nya~!" kucing di depannya ini mengangguk dan tersenyum lebar dengan imutnya. Membuat semua iman para Fujo langsung gemetar kyun kyun gituh.

"Na-nama?" ah, sekarang yang lebih pinter kayaknya Aomine deh.

"Bwisya dwi lihat dwi dwalam kewranjwang~ Nyan~!" *Bisa di lihat di dalam keranjang, Nyan~* #KerjaSampinganAuthorModeOn. Dan Midorima nurut-nurut aja ngecek isi keranjang yang di maksud.

"Kertas?" dan lelaki tsundere-megane ini membacanya perlahan-lahan.


Namanya Takao Kazunari.

Dia seorang kucing bertubuh manusia. Sama dengan yang satu lagi, yang sepertinya kami titipkan, ah, berikan ke teman mu itu. Bedanya dia itu Macan bertubuh manusia. Mereka akan bertumbuh kembangtentunya, mereka sudah bisa berbicara meski masih lucu-lucu gitu. Kasih aja mereka makan, susu, dan di rawat. Tolong, jangan di telantarin kayak kami lagi. Yah, perlakukan aja seperti anak dan kucing pada umumnya. Tapi juga seperti anak pada umumnya. Oh, hati-hati untuk Takao, dia suka meloncat ke kepala majikan atau bisa kita sebut orang tua asuhnya ke kepala. Dah ya segitu aja, saya lupa mau bilang apa lagi.

Ps: Bilang kalo papa sama mama di sini masih mencintai mereka okay? Bai.

Pps: dia bisa ngomong. Bai. Bai.

Ppps: kedua mahkluk itu mesum ane juga ga tau kenape. Bai. Bai. Bai.


"E-eeh?" Midorima hanya bisa sweatdrop di tempat setelah membaca kertas yang isinya gaje itu. Untuk pertama kalinya, otak super jenius Midorima tidak bisa mencerna maksud surat itu.

Hyung…Hyung…

Ada sesuatu yang berat mendarat di kepala Midorima, dan menyebabkan badannya begoyang-goyang bagai padi di tiup angin.

Ah, itu Takao. Yang main loncat ke kepala Midorima. Baru aja di bilangin. Fuh.

Namun, Midorima tidak mengubrisnya. Untuk saat ini.

"Jadi namamu Takao, hm?"

"Uhwm! Nyan~" *uhm! Nyan~* Takao mengelus-elus pipi mulusnya ke rambut hijau Midorima. Untung bentuknya Takao bukan sapi, ntar malah di makan tuh rambut.

"Err…merasa lapa–AAHHH!" kepala Midorima digigit olehnya. Yap. Dia positif lapar.

Midorima dengan paksa menarik Takao dari kepalanya–yang digigit–dan mengambil sekotak susu cair dari kulkasnya, untuk Takao tentunya. Kan orang misterius yang menulis surat itu bilang, perlakukan seperti kucing, 'kan?

Eh, tunggu. Kayaknya bukan itu aja deh, Midorima…

"Ini minum-nodayo" selepas dari keterkejutannya, logat Midorima mulai keluar lagi. Dia menyodorkan mangkuk berisi susu cair pada Takao.

"Ngeeh? Gwak mawu! Mawunyan dwi mwinyumin rewat myurut mwamwa! Nyan~" *Ngeeh? Gak mau! Maunya di minumin lewat mulut mama! Nyan~* gitu katanya.

Blush!

Hewan macam apa ini yang begitu modusnya.

"Ehehe…twapi…twunggu dwuru…nwama mwamwa syiapwa? Nyan~?" *Ehehe…tapi tunggu dulu…nama mama siapa? Nyan~?* gitu katanya.

"M-Midorima Sh-shintaro-nodayo" jawabnya dengan sisa-sisa kemerahan di pipinya yang di tutupi tangan kiri–yang jarinya terlilit-lilit perban. Entah karena terluka atau iseng atau hobi–.

"Uwh? Shin-chan! Mwamawa akwu pwanggil Shin-chan ywaa! Nyan~" *Uh? Shin-chan! Mama aku panggil Shin-chan ya! Nyan~"* gitu katanya. Midorima hanya bisa mendelik bingung sekaligus malu. Malu karena Takao memanggil dirinya dengan surfix chan, dan bingung karena hanya kata 'Shin-chan' yang tidak terkontaminasi dengan kecadelannya.

"Err…terserah. Yang penting, cepat minum susu ini-nodayo! Keburu dingin!" eh? Midorima, perasaan itu susu emang udah dingin dari tadi. Kan di taro di kulkas. Gimana sih? -_-v.

Takao menggeleng-geleng. "Ewnggak mwawu! Mwawunyan dwi minywumin dawri muwrut Shin-chan!" elaknya. Midorima menggeram.

Menggeram bagai elang yang kelaparan. Eh. Tunggu, sejak kapan elang bisa menggeram? "IYA IYA-nodayo!"

Dengan kecepatan kilat, Midorima menenggak susu tersebut. Menarik Takao yang tersenyum (baca: menyeringai) seribu arti.

Cup.

Bibir mereka bertemu. Kucing coretmesumcoret ini sedikit terkejut dengan perlakuan ibu angkatnya. Mungkin dia kira Midorima tidak berani. Hmph, Midorima sangat mudah masuk kedalam jebakan ya.

Takao sengaja membuka mulut mungilnya untuk memberi akses Midorima menyalurkan susu sapi bahan modus.

Glek. Glek.

Semua susu yang berada di mulut Midorima sudah kandas memasuki mulut mungkil Takao. Namun bukannya di lepas tuh ciuman, malah di lanjutin. Genggaman Midorima pada pinggang mungil Takao menambah erat. Benda lunak tanpa tulang (sejak kapan benda lunak ada tulangnya -_-v) itu menguasai mulut mungil Takao yang sudah tidak perawan. Eh. Perjaka.

"Emghwh" *Emngh* desahnya.

Ber-ribu-ribu liter saliva menetes di sisi bibir Takao. Ya. Kucing coretmesumcoret yang tidak kalah coretmesumcoret dengan Kagami itu menikmati hasil modusannya. Ya. Sangat menikmati.

Midorima yang awalnya juga menikmati langsung terhenyak. Dia ingat. Bahan coretkemesumannyacoret ini masih belum cukup umur. Dan dengan coretterpaksacoret Midorima melepas bibir hangat–sehanggat rongga mulutnya–Takao.

Takao mendesah kecewa. Midorima memerah bak kepiting rebus. Sesuatu yang besar menonjol dari balik celana.

"Shin-chan?" panggil Takao sambil mengelap air liurnya. Dia menatap bagian bawah celana emaknya ynag menonjol. Dia masih polos, jadi tidak tahu apa itu.

Midorima berlari menuju pojokan. Dia sibuk pundung.

"Awh! Awku tawu! Pwasti Shin-chan lwagi ewrewksi! Nyan~" Ah! Aku tahu! Pasti Shin-chan lagi ere***! Nyan~ –katanya. Kalimat yang seharusnya anak kecil belum mengerti. Siapa sih yang ngelahirin makhluk se mesum ini?!

Midorima mencoba menenangkan dirinya. Dan dia sedang di landa kebingungan. Antara ke toilet untuk melakukan iykwim atau mendiamkan saja, biar surut sendiri.

Tapi kayaknya pikiran kedua Midorima harus kandas.

Takao tiba-tiba menyelip ke depan badan Midorima. Sayangnya, Midorima sibuk bingung. Jadi ga nyadar kalau Takao mau ngapain.

"Fuwaah~ gwedwe jwuga ywa~ Nyan~" wah. Yang ini gak usah di translate ya? Hewan-manusia mesum ini benar-benar mesum.

"eh?" Midorima merasakan sesuatu yang lembut mengelus-elus benda-nya.

Bukannya di hentiin, malah didiemin–menandakan untuk dilanjutin–. Hentairima menikmati rangsangan lembut dari entah apa yang memeggangnya. Woi mido, kalo lu liat siapa yang ngituin jangan kaget ya–ingat author.

"Aanh…" satu desahan meluncur manis dari bibir seksi(?) Midorima.

"Fuwaaahhh~ pwunya Shin-chan uwdah muwai bwasah, Nyan~"

JLEB.

Seperti Midorima yang terbangun dari mimpi basahnya.

Dengan cepat Midorima berlari ke arah toilet meninggalkan Takao yang menjilati paws-nya yang basah.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA APA YANG BARU SAJA TERJADI?!" Batin Midorima sok klise.

Jujur aja Midofil, kau itu menikmati rangsangan Takao kan?! Kau ini! Memang benar aku memanggilmu Midofil!

Mana pas banget lagi, Takao mesum. Kau juga mesum. Tapi jangan sekarang di mesuminnya ya. Biarkan Takao yang menggodamu dulu. Tunggu dia cukup umur–kicau author.

Dan dari kamar mandi, terdengar desahan-desahan erotis. Yah, kalian bisa mikirkan apa yang sedang terjadi di dalam sana? Iykwim

Di dalam…terdapat Midorima yang sedang anu membayangkan meng-anu dengan Takao. Ck. Mesum.

.


.

Setengah jam di buangnya dengan percuma di dalam kamar mandi.

Midorima Shintaro–orang yang paling jarang bahkan tidak pernah meng-anu di kamar mandi, untuk pertama kalinya (mungkin dalam kurun waktu 10 tahun) melakukan anu.

Si tsundere-megane itu keluar dari kamar mandi dengan wajah merah pekat. Jari-jarinya sudah tidak terikat tape-ing lagi.

"Nyan~ Nyan~" di sofa, Midorima dapat melihat Takao–anak pungut(?)nya yang sedang memainkan tali yang entah di dapatnya dari mana.

"Uwh…tawi inyi ngwesyerin! Nyan!" uh…tali ini ngeselin! Nyan! –gitu katanya.

Meski Takao tampak kesal, raut moe ciri khasnya tak pernah luput dari muka kawaii-nya.

"ANJEEERRR MASA GUE 'NGANU' SAMBIL BAYANGIN NIH MAHKLUK JEJADIAN?! JADI PEDO INI GUEE! ENTAR NAMA GUE JADI MIDOFIL GIMANA DONGSE?! AAAHHHH" Batin Midorima OOC-sangat.

Takao–yang sedang kesal–mencium wangi yang menguar dari jauh. "UWAAA! Shin-chan! Uwdah ngwanu nywa? Nyan~?" uwah! Shin-chan! Udah nganu nya? Nyan? –gitu katanya dengan watados dan memainkan ekornya.

Midorima yang mukanya udah merah, di tambah merah lagi oleh makhluk mesum(?) di depannya.

"ANZEEEEEEEEEEEEERRRRR! GUE GAK KUAT IMAN KALO GINI CERITANYAAAAAA~" nyanyian(?) OOC Midorima mengiang-ngiang bersamaan dengan teriakkan di unit sebelah.

Entah berapa ratus orang yang hari liburnya terganggu oleh dua member baru pedofil ini.

.

.

.

TBC


A/n:

Oke. oke. Kyuu tahu kalo chapter ini pendek.

KAYAKNYA KYUU BAKAL GANTI RATE DEH?! LIAT AJA NIH CHAPTER SANGE BANGET.

PENDEK TAPI SANGE.

GAAAAHHHHHHHH.

MANA UDAH KE ABISAN IDEEE GAAAHH.

YANG MAU NYUMBANG IDE SILAHKAN KIRIM KE FB ANE 'KIRIGAYA KYUU' YANG MUKANYA IMAYOSHI.

GAAAAAAAAAAAHHHHH CAPLOCKS JEBOL.

ehem.

aku tahu kalo chapter ini garing. tidak memuaskan. pendek. dan aneh. tapi nih tangan udah ga kuat nulis fic yang udah se sange itu.

semoga aja feelnya davet :v

baca fic ini lebih lengkap ditemani dengan pecel lele goreng kering pake nasi uduk, plus es teh manis panas. :v

yah kalo ada typo biarin aja yak? namanya juga langganan /ga.

hem...ga tau mau ngomong apa lagi.

yang pasti aku butuh ide.

udah ah. bingung. ganti rate atau enggak nih? :v

berlanjut sange atau... T? :v

semoga chap depan memuaskan...

balasan review lewat PM yak~

PELUK CIUM,

Kirigaya Kyuu.

Ps: makasih untuk kalian semua yang nge-fav, nge-follow, nge-riview dan nge-baca fic gaje akyuuhh~ luv u GAYs :*