Pure
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, dll
Genre : Drama, School Life, Romance, Friendship, Family, YAOI
Rate : T
Alur suka – suka dan membosankan
.
.
.
.
.
Keluar dari kamar mandi Jaejoong menuju sebuah pintu, dan didalam pintu itu terdapat ruangan untuk pakaian mereka. Jaejoong mencari seragam sekolahnya namun dia tidak menemukannya. Dia keluar dan melihat dua buah seragam digantung disebelah meja rias.
" Ini milik Yunho kan?"
Jaejoong mengenali seragam itu karena Ahra memakai seragam yang serupa namun untuk wanita. Kemeja berwarna putih dilapisi almamater berwarna navy dengan lambang dan nama sekolahnya disebelah kanan, Toho School.
" Lalu dimana seragamku?"
Jaejoong bergerak ke sana dan kemari demi mencari seragamnya, jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh dan dia tidak mau terlambat. Jaejoong berpikir bahwa dia harus mulai menyesuaikan waktu berangkatnya ke sekolah agar tidak terlambat, dia benarkan?
Namun Jaejoong tidak tahu, karena dia agak sedikit berisik membuat sesosok namja yang bergelung nyaman di atas tempat tidur mengusap matanya dan bangkit dari tidurnya. Dia menatap bingung Jaejoong yang masih memakai bathrope sebelum membuka mulutnya.
" Mencari apa?"
" Omo!"
Jaejoong terpekik kaget, dia masih belum terbiasa tidur bersama dengan orang lain. Dia menoleh dan hampir saja tertawa melihat betapa berantakannya Yunho kalau saja dia tidak ingat harus mencari seragamnya.
" Maaf, aku mencari seragamku" Ucap Jaejoong
" Bukankah itu seragammu?" Yunho menunjuk kesatu arah dan Jaejoong mengikuti arah itu, Yunho menunjuk kesamping meja rias dimana seragam sekolah Toho terpampang
" Itu kan seragammu"
" Satu lagikan milikmu"
" Eh?"
" Eomma tidak bilang kalau kau sekolah di Toho mulai hari ini?"
Tuhan...
Apa lagi ini...
.
.
.
.
.
~ Chapter 2 (Adaptasi) ~
.
.
.
.
.
Jaejoong melirik - lirik ke sampingnya, Yunho duduk dengan tenang sembari membaca sebuah buku dipangkuannya di dalam mobil. Mereka tengah menuju sekolah saat ini, sekolah baru bagi Jaejoong.
" Kenapa? Ada yang ingin kau tanyakan?"
" E-eh..."
Jaejoong malu sendiri karena ketahuan melirik - lirik kearah Yunho tapi dia memang ingin menanyakan sesuatu.
" Yun... Kenapa aku dipindahkan? Aku suka sekolahku yang dulu" Ucap Jaejoong
" Kau dengar kata eomma bukan? Kau bagian keluarga Jung sekarang dan keluarga Jung selalu mendapatkan yang terbaik, apa lagi ini masalah pendidikan. Sudahlah, ikuti saja apa kata eomma" Jawab Yunho dengan mata menatap kearah Jaejoong
" Hah... Tapi, apa boleh aku bertemu dengan teman - temanku nanti?"
" Tentu, aku akan mengantarmu"
" Tidak, ak-aku bisa sendiri. Aku akan naik bus"
" Tidak ada penolakan Jae, terima tawaranku atau kau tidak akan boleh kemana - mana"
Jaejoong kaget saat Yunho mengatakan hal itu dengan nada datar dan menatapnya dengan pandangan menusuk, apa Jaejoong sangat mengganggu?
" Ma-maaf. Aku hanya ingin bertemu mereka, aku bahkan tidak sempat berpamitan dengan mereka" Lirih Jaejoong
Yunho menghembuskan nafasnya, salah dia juga berkata pada Jaejoong dengan nada datarnya dia bahkan menatap Jaejoong dengan datar. Yunho harusnya tahu, Jaejoong sedang dalam masa adaptasi dan tidak seharusnya memperlakukan Jaejoong seperti itu, tapi... Itu adalah sikap aslinya.
Puk
Jaejoong langsung mendongakkan kepalanya saat merasa seseorang menepuk puncak kepalanya dan mengelusnya. Siapa lagi tersangkanya kalau bukan Yunho, Jaejoong menatap bingung kearah Yunho.
" Aku yang seharusnya meminta maaf" Ucap Yunho dengan nada lembut " Nanti aku akan menemanimu untuk bertemu teman - temanmu dan memperkenalkan diri pada mereka bahwa aku adalah pasanganmu sekarang" Lanjutnya
Blush
Wajah Jaejoong merona mendengarnya, pasangannya? Astaga... Jaejoong tidak salah dengar bukan?
" Dan ini ponsel barumu, eomma membelikannya untukmu. Dia juga sudah memindahkan data - data yang ada pada ponsel lamamu ke dalam situ. Kau bisa menghubungi temanmu dan mengatakan kau akan menemui mereka nanti siang" Yunho melanjutkan ucapannya sembari memberikan sebuah ponsel keluaran terbaru pada Jaejoong
" Tap-tapi dimana ponselku yang lama?" Tanya Jaejoong, tangannya mengambil ponsel yang disodorkan oleh Yunho
" Eomma menyimpannya. Kenapa?"
" Tidak... Hanya saja ponsel itu berharga untukku. Aku membelinya dengan bantuan appa dulu"
" Ah, aku yakin eomma tidak membuangnya. Kau bisa meminta ponselmu pada eomma nanti"
" Ne, terima kasih Yunho"
Jaejoong mulai mengotak - atik ponsel barunya, ada banyak pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya. Jaejoong membuka pesan itu, sang sahabat benar - benar mengkhawatirkannya. Jaejoong jadi tersenyum membayangkan wajah panik sahabatnya saat dirinya tidak juga memberikan kabar.
Yunho memperhatikan bagaimana Jaejoong tersenyum saat melihat beberapa pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Apa lucu hingga Jaejoong tersenyum? Yunho tiba - tiba memalingkan wajahnya dan menatap bukunya saat Jaejoong mendekatkan ponselnya pada telinga.
" Yeobosseo"
" ..."
" Ne, mianhae Yoochun ah kemarin aku tidak mengabarimu. Aku baik - baik saja, mereka sangat baik padaku. Bagaimana kalau nanti kita bertemu? Aku merindukanmu dan teman - teman yang lain"
" ..."
" Arasseo, kedai ramen Shin ahjusshi oke?"
"..."
" Ne, sampai bertemu nanti"
Pik
" Siapa Yoochun?"
Jaejoong menoleh, dia melihat Yunho tengah menatapnya.
" Dia sahabatku" Jawab Jaejoong
" Apa kau cerita padanya bahwa kau menikah?"
" Ya, aku menceritakan semua pada Yoochun, dia sahabatku dan dia selalu menyemangatiku juga saat mengambil keputusan untuk menikah denganmu"
" Benarkah?" Yunho menaikkan salah satu alisnya
" Ya" Jaejoong menganggukkan kepalanya " Hmm... Nanti kami akan bertemu di kedai ramen dan tteokbokki dekat sekolah"
" Kedai ramen? Kau tidak ingin mengajak teman - temanmu ketempat yang lebih-"
" A-ah tidak usah Yunho yah, kami biasa berkumpul disana"
" Tapi aku ingin mereka mendapatkan yang terbaik"
" Terbaik untukmu berbeda dengan kami, aku takut mereka merasa canggung jika kau membawa mereka ketempat yang mewah" Ucap Jaejoong yang seakan tahu pemikiran Yunho
" Apa tidak apa - apa?"
" Tentu" Jaejoong mengulas senyum indahnya " Kau tenang saja ne?"
" Baiklah kalau itu maumu"
Tidak ada pembicaraan lagi, Yunho sibuk dengan bukunya sedangkan Jaejoong sedang berbalas pesan dengan teman - temannya.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai digerbang sebua sekolah yang sangat megah, Yunho turun setelah supirnya membukakan pintu untuknya. Berbeda lagi dengan Jaejoong yang membuka pintunya sendiri.
" Tuan harusnya tunggu saya membukakan pintu untuk tuan" Ucap sang supir seraya menghampiri Jaejoong
" Tidak apa - apa ahjusshi, aku bisa melakukannya sendiri" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum lembut
" Kajja"
Jaejoong menoleh, Yunho sudah berdiri disampingnya, merapikan almamaternya dan menatap lurus kedepan. Sedangkan Jaejoong melihat ke kanan dan ke kiri, melihat bagaimana siswa dan siswi memperhatikan Yunho. Melihat Yunho dengan pandangan penuh kekaguman sebelum akhirnya menatap Jaejoong dengan bingung.
Pasalnya Yunho selalu berangkat sekolah sendirian atau paling tidak bersama kedua adiknya atau bersama sahabatnya. Ngomong - ngomong tentang adik Yunho, mobil yang ditumpangi kedua adik Yunho pun sudah terparkir dibelakang mobil yang ditumpangi Yunho.
Kedua namja itu keluar dan memberikan senyum cerah pada Jaejoong. Sekolah Toho memang tidak hanya ada Senior High School saja, tapi ada Junior High School dan Elementary School serta Playgroup. Gedung mereka terpisah tapi dalam kawasan yang sama.
" Ayo cepat" Yunho mengucapkannya sekali lagi
Yunho berjalan terlebih dahulu diikuti Jaejoong, Changmin dan Jungkook. Sesekali Jaejoong mendengar bisikan tajam tentangnya, dia juga bisa melihat bagaimana mereka menatap tajam dirinya. Memang apa salahnya?
" Yunho yah!"
Yunho menghentikan langkahnya saat mendengar suara cempreng sahabatnya. Yunho langsung menoleh dan dia melihat sang sahabat berjalan menghampirinya dengan senyum mengembang.
Grep
Namja itu memeluk Yunho, membuat mata Jaejoong membulat.
" Selamat Yun! Maaf aku tidak bisa hadir kemarin hehehe"
" Lepas Junsu ah..."
" Ne ne ne"
Namja bernama Junsu itu melepaskan pelukannya namun senyum masih mengembang diwajahnya.
" Mana dia? Mana?" Tanya Junsu dengan semangat
Yunho melangkahkan kakinya ke sebelah kiri hingga menunjukkan tubuh Jaejoong. Junsu mengedipkan matanya sejenak kemudian menunjukkan mata penuh binar.
" Omo! Yeoppo! Kyaaa~"
Junsu langsung memeluk Jaejoong yang masih terkaget - kaget dengan kelakuan Junsu. Junsu menggoyangkan tubuh Jaejoong ke kanan dan ke kiri sebelum dia melepaskan pelukannya.
" Aku Kim Junsu, sahabat Yunho. Maaf sekali aku tidak bisa hadir diacara pernikahan kalian kemarin"
Ucapan Junsu tentu membuat kaget para siswa dan siswi, mereka tidak tahu bahwa Yunho menikah?! Benarkah?!
" Y-yun..." Jaejoong memanggil Yunho kaku
" Kau membuatnya ketakutan Su"
Yunho berdiri disamping Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong.
" Omo! Kau benar - benar romantis! Akhirnya kau mendapatkan seseorang yang bisa sabar menghadapimu"
" Tutup mulutmu, dia Kim Jaejoong"
" Oh, senang bertemu denganmu Jaejoong ah. Maaf kalau aku sok akrab tapi aku memang ingin akrab denganmu, jadi cukup panggil aku Junsu"
" N-ne Junsu"
" Ck, Arasseo! Oh Minnie, Kookie annyeong!"
" Annyeong hyung" Jawab Changmin dan Jungkook bersamaan
" Hyung rasa kalian harus cepat ke kelas sekarang" Ucap Junsu pada kedua adik Yunho
" Ne, hyungdeul kami pamit"
Changmin dan Jungkook membungkukkan tubuhnya kemudian berjalan bersama menuju kelasnya. Sedangkan Junsu masih berdiri dihadapan Yunho dan Jaejoong.
" Kau juga harus ke kelas bukan?" Tanya Junsu
" Ya, aku harus mengantarkan Jaejoong dulu"
" Kau tenang saja, Jaejoongmu ini sekelas denganku dan aku akan meminta saenim untuk membuat Jaejoong duduk disebelahku"
" Oke"
Yunho melepaskan genggaman tangannya dan menatap Jaejoong yang masih terdiam.
" Junsu akan mengantarmu ke kelas, nanti siang dia akan membawamu untuk menemuiku di kafetaria"
" Ne"
Yunho menepuk kepala Jaejoong dan mengusapnya pelan, membuat yang melihat mereka menjadi iri karena Yunho tidak pernah berbuat selembut itu pada orang lain kecuali pada Junsu itu pun dengan wajah datar dan bosan. Sedangkan pada Jaejoong? Matanya menatap lembut pada Jaejoong.
" Aku pergi"
" Ya"
Yunho pun melangkahkan kakinya dari sana, Junsu langsung memeluk lengan Jaejoong dan membawa Jaejoong dari sana.
" Aku harap aku bisa berteman baik denganmu Jae" Ucap Junsu
" I-ya"
" Abaikan saja mereka, mereka hanya iri padamu karena bisa mendapatkan Yunho"
" Iri?"
" Iya, siapa yang tidak iri bisa mendapatkan Jung. Ck... Mereka benar - benar iri padamu"
" Oh... Apa Yunho sangat terkenal?" Tanya Jaejoong bingung
" Kau tidak tahu tentang keluarga Jung?"
" Mereka orang kaya"
" Hanya itu?"
Jaejoong mengangguk dan Junsu hanya bisa menganga dibuatnya. Siapa yang tidak mengenal keluarga Jung?
" Kenapa kau mau menikah dengan Yunho kalau begitu?" Tanya Junsu penasaran
" Heechul eomma yang memaksa"
" Whooaa daebakk!" Junsu benar - benar tidak tahu harus berkomentar apa
Yunho memang bercerita padanya tentang pernikahannya dengan seorang namja. Tapi dia tidak tahu bahwa namja yang dinikahi sahabatnya itu sungguh tidak tahu apa - apa tentang keluarga Jung? Astaga...
" Baiklah, pelan - pelan aku akan memberitahukanmu tentang keluarga Jung. Tidak usah khawatir"
" Terima kasih Junsu yah" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum lebar
" Aigo... Senyummu benar - benar menggemaskan"
.
.
.
Jam istirahat berbunyi, Junsu langsung menggandeng Jaejoong untuk berjalan ke ruang kafetaria sesuai janjinya pada Yunho tadi pagi.
Jaejoong hanya bisa terpana saat memasuki ruang kafetaria yang dekorasinya melebihi restoran mewah yang pernah dia lihat di televisi. Benar - benar mewah. Junsu membawa Jaejoong menuju meja tempat Yunho berada, dia duduk disamping Yunho dan meraba sofa tempatnya duduk, sungguh halus.
" Mau makan apa?" Tanya Yunho
" Aku ikut denganmu saja Yun" Jawab Jaejoong
" Biar aku ambilkan"
Yunho dan Junsu berdiri, mereka berdiri dihadapan meja panjang yang menyediakan berbagai macam hidangan, semacam buffet.
Jaejoong memperhatikan Yunho yang memegang satu piring mengambilkan beberapa makanan dan menaruh makanan itu pada dua piring yang dibawa oleh Junsu.
" Jadi dia yang menjadi pasangan Yunho?"
" Masa sih? Biasa saja orangnya"
" Pasti dia memaksa keluarga Jung untuk mendapatkan Yunho"
" Orangnya biasa sekali ya"
Jaejoong melirik - lirik ke kanan dan ke kirinya, kenapa mereka membicarakannya? Memang kenapa kalau dia hanya orang biasa?
" Padahal Junsu sshi lebih pantas dengan Yunho"
" Oh kau benar, lihat mereka sungguh serasi dan berkelas"
Mata Jaejoong kemudian terpaku pada Yunho dan Junsu, keduanya terlihat mengobrol sembari memilih makanan. Sesekali Junsu melemparkan senyuman dan tawa pada Yunho yang dibalas Yunho dengan anggukan atau sebuah omongan.
Ya,
Keduanya terlihat serasi dan berkelas karena mereka memang dari kalangan atas. Berbeda dengan Jaejoong yang sangat sederhana.
Jaejoong menundukkan kepalanya, dia tidak punya rasa percaya diri untuk sekolah disini ditambah lagi dengan ucapan - ucapan para siswi itu makin membuat dirinya mengkerut.
" Kenapa?"
" Y-yunho" Jaejoong menoleh kesamping dan disampingnya Yunho sudah duduk
Yunho menaruh piring yang dibawanya di depan Jaejoong sedangkan Junsu menaruh piring yang dibawanya didepan Yunho dan satu lagi untuknya.
" Kenapa dengan wajahmu?" Tanya Yunho sekali lagi, dia melihat Jaejoong tidak bersemangat
" Aniya" Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan
" Kalau begitu makanlah" Ucap Yunho dengan lembut
Jaejoong mengangguk kemudian mengambil sendok yang ada di depannya dengan malas. Junsu tidak mengerti apa yang terjadi tapi setelah fokus pada pendengarannya dia langsung menatap Yunho dan berkata tanpa suara.
Yunho yang mengerti gerak bibir Junsu menghela nafas. Dia sudah menduga ini akan terjadi, salahnya juga tidak memberitahukan Jaejoong agar tidak memikirkan ucapan orang lagi.
" Jangan dengarkan mereka"
" Ne?" Jaejoong mendongakkan kepalanya dan menatap Yunho
" Apapun yang mereka ucapkan jangan dengarkan. Ini adalah kehidupanmu, mereka tidak tahu apapun tentang dirimu. Semangatlah Jaejoong"
Jaejoong menatap Yunho, namja itu tengah memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Dia menoleh kearah Junsu dan mendapatkan anggukan serta senyuman manis namja itu.
" Semangatlah Jae, ada kami disini untukmu" Ucap Junsu
" Terima kasih" Ucap Jaejoong tulus
" Makanlah dengan benar"
" Ne, mulai besok aku akan mengambil makanannya sendiri, aku tidak mau menyusahkan kalian" Ucap Jaejoong
" Kau tidak menyusahkan"
" Tidak Yun, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk beradaptasi disekolah ini" Ucap Jaejoong
" Nah! Mari makan!"
" Ne"
Selesai makan Jaejoong, Yunho dan Junsu berjalan ke sekitar. Mengajak Jaejoong berkeliling katanya, tapi Jaejoong mengerutkan keningnya saat melihat sebuah ruangan seperti kafetaria namun berbeda.
" Itu ruang apa?" Tanya Jaejoong
" Kantin"
" Kenapa kita tidak makan disana?"
" Hmm... Jae ah... tempat kita makan tadi adalah kafetaria yang dikhususkan untuk anak - anak kelas VIP sedangkan ruangan itu kantin untuk anak - anak biasa"
" Ne?" Jaejoong mengerutkan keningnya
" Sekolah ini dibedakan menjadi dua Jae, murid VIP dan murid biasa. Aku, Yunho dan kau jelas ada di gedung VIP dan mereka yang makan disini adalah murid biasa"
" Lalu?"
" Kau lihat gedung yang disana?" Tanya Junsu sembari menunjuk sebuah gedung tingkat tiga
" Ya"
" Disanalah murid kelas biasa belajar, termasuk murid beasiswa tapi ada beberapa murid beasiswa yang berhasil masuk ke kelas VIP karena kesempurnaan nilainya"
" Ah, begitu rupanya"
Jaejoong menganggukkan kepalanya mengerti, kenapa harus membedakan kelas VIP dan kelas biasa? Tidak bisakah mereka menjadi satu? -batin Jaejoong
" Jaejoong?"
" Ne?"
Jaejoong langsung menoleh ke sumber suara, dia melihat seorang yeoja yang sangat dia kenal menghampirinya bersama dua yeoja lain dibelakangnya.
" Ahra"
" Sedang apa kau disini Jae?" Tanya Ahra bingung namun dengan nada sedikit ketus
" Kau murid kelas biasa bukan?" Junsu maju untuk melihat siapa yeoja yang ada dihadapan mereka
" Oh, annyeong Junsu sunbae" Sapa Ahra dengan sopan
Junsu hanya mengangguk membalas sapaan Jaejoong. Jaejoong bingung dari mana Junsu bisa tahu Ahra murid kelas biasa? Apa ada pembedanya?
" Aku bersekolah disini Ahra ya, sekelas dengan Junsu" Jawab Jaejoong
" Mwo?" Ahra menatap tidak percaya pada Jaejoong kemudian dia menatap Yunho dan membungkukkan tubuhnya " Annyeong Yunho oppa"
" Oppa?" Bisik Junsu, dia masih bingung dengan keadaan sekitarnya
" Junsu yah, kenalkan dia Ahra adikku" Ucap Jaejoong
" Oh?" Junsu menaikkan salah satu alisnya
" Anyyeong sunbae. Aku Go Ahra, adik Jaejoong" Ucap Ahra
" Go?" Junsu menatap Jaejoong
" Dia adik tiriku" Jawaban Jaejoong membuat Junsu menganggukkan kepalanya
" Ayo, sebentar lagi bel berbunyi" Yunho menggenggam telapak tangan Jaejoong dan menariknya dari sana
" Kau adik Jaejoong?" Junsu menatap Ahra
" Ne sunbae"
" Harusnya kau lebih sopan dan memanggilnya oppa! Dia lebih tua darimu" Ucap Junsu datar kemudian mengejar Yunho dan Jaejoong
Ahra yang tadinya terpaku langsung berdecih, memanggil Jaejoong dengan oppa? Dalam mimipi!
" Bagaimana bisa oppamu ada di kelas VIP Ahra ya? Bukankah kau bilang dia hanya anak beasiswa disekolahnya?" Tanya salah satu teman Ahra
" Aku tidak tahu! Aku akan mencari tahu! Bagaimana mungkin dia ada di kelas VIP bahkan sekelas dengan Junsu sunbae!" Ucap Ahra tidak terima, dia akan menanyakan semua pada eommanya sepulang sekolah nanti
Yunho mengantarkan Jaejoong dan Junsu sampai kelasnya, dia mengusap rambut Jaejoong sebelum pergi ke kelasnya sendiri.
.
.
.
" Kenapa kita ke sini Yun?" Jaejoong bertanya saat pulang sekolah mereka mengampiri sebuah gedung bertuliskan Elementary School
" Menunggu Changmin dan Jungkook. Mereka terbiasa dijemput olehku sepulang sekolah"
" Oh..."
" Hyung!"
Tak lama Changmin datang menghampiri Jaejoong dan Yunho, dia berlari dari gedung Junior High School menuju gedung adik bungsunya.
" Kau sudah sampai" Ucap Yunho
" Annyeong Min" Sapa Jaejoong
" Annyeong hyung"
Tak lama siswa sekolah dasar mulai keluar dan Jaejoong melihat Jungkook tengah berbicara dengan beberapa temannya sembari berjalan kearah hyung - hyungnya berada. Beginilah kegiatan Yunho setiap hari, menjemput adik - adiknya walaupun mereka akan menaiki mobil yang berbeda untuk pulang.
Setelahnya Yunho dan yang lain berjalan menuju gerbang sekolah. Jaejoong masih tidak menyangka bisa sekolah di tempat yang sangat elit seperti ini, bahkan sekolah ini memiliki kebun bunga! Astaga... Sekolah ini benar - benar luas!
" Eh?" Saat asyik melihat - lihat sekitarnya Jaejoong menghentikan langkahnya dan menatap satu titik
" Kenapa?" Tanya Yunho
" Kyuhyun!" Pekik Jaejoong
Namja yang dipanggil Kyuhyun itu menoleh dan menatap kaget pada Jaejoong. Jaejoong kenal dengan dengan Kyuhyun dan dia langsung berlari kearah Kyuhyun dan memeluknya erat.
" Hyung?" Kyuhyun mengerutkan keningnya
" Apa kabar?" Tanya Jaejoong dengan nada gembiranya
" Aku..." Kyuhyun melirik kebelakang tubuh Jaejoong dan dia melihat sesosok namja yang dihindarinya dan bertanya dalam hati kenapa Jaejoong bisa bersama keluarga Jung " Baik hyung, hyung kenapa disini?"
" Aku sekolah disini sekarang"
" Jinjja?"
" Ne, kau juga?"
" Ya, aku mendapatkan beasiswa. Kau murid VIP hyung?"
" Ne, dari mana kau tahu?"
" Murid VIP memakai dasi berwarna hitam sedangkan murid biasa memakai dasi berwarna dongker hyung"
" Oh..."
Jadi itu sebabnya Junsu tahu Ahra dari kelas biasa? Karena dasinya. Jaejoong kemudian melihat kearah dasi Kyuhyun, hitam.
" Kau juga?" Tanya Jaejoong
" Aku murid beasiswa hyung"
" Tapi VIP! Otakmu pasti sangat encer Kyu"
" Biasa saja hyung"
" Siapa?"
Suara rendah itu membuat Jaejoong tersentak, Yunho sudah ada disampingnya.
" Dia Kyuhyun, adik temanku"
" An-annyeong Yunho sunbae" Sapa Kyuhyun
" Kau kenal Yunho?" Tanya Jaejoong
" A-aku hanya tahu hyung tapi tidak pernah berhadapan langsung" Jawab Kyuhyun sedikit gugup
" Aku akan menemui kakakmu, bagaimana kalau kau ikut? Yun, boleh aku mengajak Kyuhyun?" Tanya Jaejoong dengan mata penuh binar
" Tentu" Jawab Yunho
" Ti-tidak usah hyung"
" Ayo! Sudah lama kita tidak berbincang bukan?"
Akhirnya dengan paksaan Jaejoong, Kyuhyun berjalan bersama keluarga Jung. Changmin dan Jungkook menaiki mobil sedan menuju rumahnya sedangkan Yunho, Jaejoong dan Kyuhyun menuju kedai tempat Jaejoong janjian dengan kawan - kawannya.
Dalam perjalanan Yunho yang duduk didepan memperhatikan bagaimana Jaejoong mengobrol nyaman dengan Kyuhyun. Namja cantik itu terlihat sangat lembut dan perhatian pada Kyuhyun. Yunho melihat lagi sisi baik yang ditunjukkan oleh Jaejoong.
Sesampainya di kedai langganan Jaejoong, mereka melihat siswa - siswi berseragam sekolah DongBang sudah ada di dalam kedai dan langsung menyambut kedatangan Jaejoong.
" Joongie!"
" Hey Hosiki"
" Eoh? Kyu?"
" Hyung"
Kyuhyun menghampiri namja yang dipanggil Hosiki oleh Jaejoong.
" Kau bersama Joongie?" Tanya namja itu
" Ne, dia bersekolah di Toho juga" Jawab Kyuhyun
" Mwo?!" Teman - teman Jaejoong terpekik kaget minus Yoochun yang sudah bertukar cerita dengan Jaejoong tadi pagi
" Jadi kau pindah ke sana, bersama adikmu?"
" Tidak"
" Lalu... Siapa yang ada dibelakangmu Jae?" Tanya salah seorang yeoja
" Eh?" Jaejoong langsung berdiri disamping disamping Yunho
" Aku Jung Yunho yang mulai kemarin adalah pasangan Jaejoong" Ucap Yunho kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya
" Dia kekasihmu?" Tanya salah seorang teman Jaejoong pada Jaejoong
" Kami... Sudah menikah"
" Mwo!"
.
.
.
Setelah kericuhan dan ketidakpercayaan berita yang disampaikan oleh Jaejoong mereka pun makan bersama, menyatukan lima meja persegi agar bisa makan bersama. Dan mereka bahkan tidak menyangka bahwa Jaejoong menikah dengan seorang Jung!
" Aku Jung Hoseok kakak dari Kyuhyun" Ucap salah seorang teman Jaejoong berambut bentuk jamur
" Bukankah Kyuhyun bermarga Cho?" Tanya Yunho pada Jaejoong
" Mereka saudara tiri Yun sama sepertiku dan Ahra" Jelas Jaejoong
" Oh..."
" Aku Jun Jihyun"
" Lee Hyukjae"
" Lee Donghae"
" Dan aku Kim Taehyung"
Satu persatu teman Jaejoong pun memperkenalkan diri, agak canggung memang tapi mau bagaimana lagi.
" Dan dia adalah Park Yoochun sahabatku" Ucap Jaejoong
" Salam kenal, aku Park Yoochun" Ucap Yoochun kemudian tersenyum
" Ya, aku tadi pagi tahu bahwa kau adalah sahabat Jaejoong" Ucap Yunho
" Oh? Benarkah?"
" Ne, aku tadi menceritakanmu pada Yunho" Jawab Jaejoong
" Oh begitu... Maaf jika kami sedikit canggung padamu Yunho sshi, mereka tidak tahu bahwa Jaejoong sudah menikah dan menikahi salah satu anggota keluarga Jung"
" Tidak apa - apa, tidak perlu canggung" Ucap Yunho
" Jadi kalian juga kenal keluarga Jung?" Tanya Jaejoong
" Kalau yang kau maksud Jung Hoseok tentu saja kau kenal bukan?" Ucap Taehyung
" Ya! Kau ini! Maksudku Jung Yunho" Ucap Jaejoong
" Memang kau tidak tahu latar belakang keluarga Yunho sshi?" Tanya Hyukjae
" Ani" Jaejoong menggelengkan kepalanya
Teman - teman Jaejoong menepuk kening mereka masing - masing atas jawaban jujur nan polos Jaejoong. Sedangkan Yunho tersenyum, masih ada juga orang yang tidak mengenal keluarganya? Astaga...
" Kenapa hanya dilihat Yun? Tidak suka?" Tanya Jaejoong setelah makanan mereka datang dan Yunho memperhatikan makanan yang ada di hadapannya
" Bukan begitu..."
" Ini ramen kesukaan kami selain rasanya sangat enak harganya sangat murah untuk kami juga tteokbokki Shin ajusshi sangat nikmat" Jelas Jaejoong kemudian mengaduk ramen di depannya
" Maaf jika makanan ini tidak sesuai seleramu Yunho sshi" Ucap Yoochun
" Tidak, aku akan mencobanya" Ucap Yunho
Yunho kemudian menyumpit ramen yang ada di depannya dan dengan perlahan memasukkannya ke dalam mulut. Perlahan rasa ramen itu menyentuh lidahnya dan Yunho bisa merasakan rasa dari ramen itu.
" Otte?" Tanya Jaejoong dengan mulut penuh ramen
Yunho menganggukkan kepalanya dan tersenyum setelah berhasil menelan ramennya.
" Aku suka"
Ah~
Jaejoong lega karena Yunho menyukai ramen kedai Shin ahjusshi langganannya.
" Coba tteokbokki-nya" Jaejoong mengambil sebuah tteok dan mengarahkannya pada mulut Yunho yang diterima perlahan oleh Yunho " Pedas tidak? Kata Jung eomma kau tidak bisa makan pedas, jadi aku pesankan yang tidak terlalu pedas"
" Ini tidak terlalu pedas, aku bisa memakannya" Jawab Yunho " Kau bertanya pada eomma tentangku?"
" Jung eomma memberitahukannya saat sarapan tadi pagi" Jawab Jaejoong kemudian memasukkan sebuah tteok kedalam mulutnya menggunakan garpu yang tadi dia pakai untuk menyuapi Yunho
" Oh..."
Yunho tersenyum melihat cara makan Jaejoong, dia mengambil tisu dan membersihkan pinggir bibir Jaejoong hingga membuat Jaejoong terpaku dengan wajah semerah tomat.
" Aigo... Mataku..." Goda Yoochun
" Oh tidak... aku bisa mati cemburu melihatnya" Kali ini Hoseok yang menggoda
" Joongie ah, wajahmu memerah"
" Ugh... Aku iri!" Taehyung mempoutkan bibirnya
" Y-ya!" Jaejoong makin menundukkan kepalanya setelah digoda oleh teman - temannya
Yunho mengangkat tangannya kemudian dia mengelus puncak kepala Jaejoong berulang kali. Tidak salah hari ini dia pergi untuk menemui teman - teman Jaejoong.
" Kau harus pergi menyapaku saat disekolah. Arasseo?" Ucap Jaejoong pada Kyuhyun
" Ne hyung"
" Ya sudah, aku pamit ya jangan lupa bertukar pesan denganku" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum manis
" Kami pasti merindukan senyumanmu itu Joongie ah" Ucap Hoseok
" Dasar playboy" Taehyung mencubit pinggang Hoseok
" Ya! Apa masalahmu eoh?! Sakit tahu"
" Bodo"
" Aku rasa kalian memang benar - benar berjodoh" Goda Yoochun
" Huek!" Taehyung dan Hoseok memasang wajah mual mereka
" Hahahahaha, kalian ini! Sudah ya! Semoga kali jodoh Hoseok ah, Taehyung ah"
" Yak Jaejoong!"
Jaejoong terkekeh sebelum akhirnya masuk kedalam mobil bersama dengan Yunho. Dalam perjalanan Jaejoong melihat keluar jendela, dia selalu melewati jalan ini sepulang sekolah untuk bekerja ditempat Yoo ahjumma ditoko bunga, ngomong - ngomong soal itu...
" Ng Yun..." Panggil Jaejoong takut - takut
" Ya?"
" Bisakah kita berhenti diujung gang?"
" Kenapa?"
" Aku... Ingin berpamitan dengan Yoo ahjumma" Ucap Jaejoong, dia ingat ucapan Mrs. Jung tadi pagi dimana Jaejoong dilarang untuk bekerja part time lagi
" Siapa?"
" Pemilik toko bunga tempatku bekerja part time"
" Oh araseo"
Setelahnya Yunho meminta sang supir untuk berhenti ditempat yang Jaejoong inginkan. Jaejoong keluar dari mobil setelah berhenti, dia langsung masuk ke sebuah toko bunga diikuti Yunho dibelakangnya.
" Yoo ahjumma" Panggil Jaejoong
" Oh, Joongie"
Seorang yeoja paruh baya segera menghampiri Jaejoong dan memeluknya. Seseorang tadi ke tokonya tadi pagi dan memberitahukan bahwa Jaejoong tidak lagi bisa bekerja di toko bunganya.
" Maafkan aku ahjumma, aku tidak bisa bekerja disini lagi"
" Tidak apa - apa Joongie, ahjumma yakin itu terbaik untukmu. Apalagi kau sudah pindah sekolah bukan?"
" Ahjumma tahu darimana?"
" Tadi pagi, seseorang datang mengaku sebagai eommamu dan memberitahu bahwa kau sudah pindah sekolah dan tidak bisa bekerja disini lagi"
" Eoh?"
" Kau harus menjaga dirimu baik - baik Joongie ah"
" Pasti ahjumma"
" Lalu siapa namja disampingmu eoh? Kenapa tidak dikenalkan?"
" Annyeong ahjumma, aku Yunho. Jaejoong sudah menikah denganku dan itu adalah alasan utama Jaejoong tidak bisa bekerja lagi"
" Mwo?"
Sang ahjumma itu menatap kaget kearah Yunho dan Jaejoong yang sudah menundukkan kepalanya dengan wajah merah merona.
" Joongie kau..."
" N-ne ahjumma, kami sudah menikah"
" Kenapa?"
" Semua prosesnya cepat ahjumma, maaf tidak mengundang ahjumma karena memang aku tidak mengundang teman - temanku"
" Tidak apa - apa Joongie ah, hanya saja ini terlalu mendadak"
" Hehehe" Jaejoong menunjukkan cengirannya pada Yoo ahjumma
.
.
.
" Tidak turun Yun?" Tanya Jaejoong setelah mereka sampai di halaman mansion Jung
" Katakan saja pada eomma bahwa aku akan pulang saat makan malam"
" Ne"
Jaejoong mengangguk patuh kemudian dia keluar dari mobil. Menunggu mobil itu bergerak menjauh darinya barulah dia masuk kedalam rumahnya.
" Kau sudah pulang Joongie ah?"
Suara Mrs. Kim langsung menyapa pendengarannya Jaejoong memasuki mansion keluarga Jung.
" Ne eomma dan Yunho bilang dia akan pulang saat makan malam" Jawab Jaejong
" Oh... Sudah biasa, lalu kau ingin makan apa malam ini? Eomma baru akan ke dapur untuk meminta para maid memasak makan malam"
" Hmmm... Eomma"
" Ne? Kau ingin apa?"
" Bolehkah aku memasak?"
" Eh?"
Mrs. Kim hanya bisa mengedipkan matanya berkali - kali.
.
.
.
" Kami pulang"
Jaejoong langsung berlari ke arah pintu utama saat mendengar suara Mr. Jung. Dia melihat appa mertuanya tengah berdiri bersama Yunho yang baru saja melepaskan sepatunya.
" Selamat datang appa, Yun"
Jaejoong kemudian menghampiri Yunho dan mengambil tas yang dibawa Yunho kemudian berlari kedalam mansion, Yunho hanya menatap bingung Jaejoong karena dia tidak tahu kenapa Jaejoong bersikap seperti itu.
" Hahahahaha, kajja kita masuk" Ajak Mr. Jung yang tahu maksud Jaejoong
Mrs. Jung menghampiri suaminya dan mengambil tas dari tangan suaminya kemudian menyuruh seorang maid untuk menaruh tas itu ke dalam ruang kerja Mr. Jung.
" Wah, ada apa ini? Kenapa masakannya banyak sekali?" Tanya Mr. Jung saat melihat banyak makanan tersaj dimeja makan mereka
" Ini masakan spesial, duduklah kalian berdua" Pinta Mrs. Jung kemudian tersenyum
Yunho dan Mr. Jung menuruti Mrs. Jung, mereka duduk sembari menunggu tiga orang anggota keluarga mereka.
" Mana Jaejoong?" Tanya Yunho
" Sedang pergi ke kamar Minnie dan Kookie sepertinya"
" Oh"
Dan tak lama mereka mendengar suara penuh kebahagiaan dari tiga orang yang mereka tunggu, Jaejoong, Changmin dan Jungkook.
" Makanan yang kalian puji tadi adalah masakan Jaejoong. Dia memasak untuk makan malam hari" Jelas Mrs. Jung setelah mereka semua melahap habis makanan yang ada di meja makan
" Jinjja?" Mr. Jung menatap Jaejoong tidak percaya " Ini enak sekali Joongie ah"
" Terima kasih appa, ini hanya masakan yang Joongie sering masak"
" Wah, daebakk! Benar kan Yun?"
" Hum, makanannya bisa dimakan" Ucap Yunho
Jaejoong mengerucutkan bibirnya, kenapa Yunho tidak memujinya dan hanya mengatakan makanan buatannya bisa dimakan? Masakannya kan memang bisa dimakan.
" Aigo... Joongie ah, jangan mengerucutkan bibirmu begitu. Menggemaskan" Ucap Mrs. Jung menahan rasa ingin mencubit kedua pipi Jaejoong
Sedangkan Yunho melirik bagaimana ekspresi yang Jaejoong tunjukkan tadi, ya... Eommanya benar, Jaejoong menggemaskan.
.
.
.
Jaejoong merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur setelah mencuci wajah dan menyikat giginya. Dia mengedarkan pandangan pada kamar yang dia tempati, sangat minimalis namun nyaman. Disamping kanan dan kiri tempat tidur itu ada meja nakas dan diatasnya ditaruh lampu tidur serta figura dimasing - masing meja nakas.
Pada meja nakas samping Jaejoong, dia meliat figura berisikan foto Yunho bersama kedua adiknya disebuah ruangan yang dibelakangnya terdapat rak buku tinggi menjulang, mungkin perpustakaan?
Sedangkan meja nakas satu lagi terdapat figura berisikan foto Yunho serta kedua orangtuanya, sepertinya foto itu sudah lama karena Yunho terlihat sangat muda difoto itu.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan Jaejoong melihat Yunho keluar dari kamar mandi sudah menggunakan piyama suteranya yang berwarna hitam. Namja tinggi itu berjalan ke tempat tidur dan berbaring disamping jaejoong.
Mereka berdua tidak berkata apa - apa, hanya menatap langit - langit kamar Yunho dan sesekali Jaejoong melirik ke arah Yunho.
" Ada apa lagi?" Tanya Yunho
Sepertinya dia mulai hafal gestur Jaejoong saat akan bertanya namun ragu.
" Ani, hanya..."
" Ya?"
" Terima kasih untuk hari ini, aku sungguh senang dengan apa yang kau lakukan"
" Hmm?" Yunho menghadapkan kepalanya kearah Jaejoong, dia bisa meliat wajah Jaejoong yang tampak sempurna dari samping
" Entah apa yang kau pikirkan tentang hari ini, aku pikir hari ini adalah hari yang menyenangkan untukku"
" Oh..." Yunho kembali menatap langit - langit kamarnya " Kau tahu?"
" Ya?" Kali ini Jaejoong menghadapkan kepalanya kearah Yunho
" Bukan hanya kau yang melakukan adaptasi terhadap sekelilingmu. Tapi aku juga, aku mencoba beradaptasi dengan keberadaanmu. Yang perlu kau tahu, aku tidak terbiasa dengan kehadiran orang lain di kamarku" Ucap Yunho pelan kemudian menoleh kearah Jaejoong
Wajah mereka berdua berhadapan namun wajah Jaejoong terlihat bingung.
" Kenapa?"
" Entahlah, aku tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam kamarku sekalipun itu kedua adikku yah... Walau kadang dalam keadaan terdesak mereka masuk namun tetap izin padaku"
" ..."
" Bahkan orangtuaku hanya beberapa kali masuk ke dalam kamar ini. Kamar ini... Sangat bearti bagiku karena kamar ini duniaku"
" Maaf Yun, karena aku masuk ke dalam sini padahal aku hanya orang yang baru kau kenal"
" Tidak perlu meminta maaf, kau bukan orang asing. Eomma memilihmu untuk menjadi pendampingku pasti dengan alasan yang kuat. Aku membiarkanmu masuk kemari karena kau adalah pasanganku sekarang dan kau berhak atas kamar ini juga, kau sekarang ada dalam duniaku"
" Yunho..."
" Cobalah beradaptasi lebih baik lagi besok dan aku pun akan melakukan hal yang sama. Karena dalam pernikahan bukan hanya ada satu orang didalamnya, tapi dua orang dan aku ingin kita bisa bekerja sama dalam hal ini"
Senyum Jaejoong berkembang, tadi dia juga ingin mengatakan hal yang Yunho katakan, syukurlah jika Yunho sudah mengerti terlebih dahulu.
Jaejoong berharap dia dan Yunho bisa lebih baik esok hari. Bisa makin mengenal satu sama lain sehingga tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka.
" Dan..."
" Ne?" Pemikiran Jaejoong langsung buyar saat mendengar suara rendah Yunho
" Masakanmu enak, aku menyukainya. Tidurlah sudah larut, selamat malam"
Sreett
Yunho membalikkan tubuhnya hingga dia berbaring memunggungi Jaejoong yang masih mencerna ucapan Yunho. Dan butuh waktu sepuluh detik bagi Jaejoong untuk bisa mencerna ucapan Yunho. Dia tersenyum hingga matanya tertutup, dia senang sekali Yunho mengatakan hal itu, membuat dadanya menghangat.
" Terima kasih, terima kasih Yun" Ucap Jaejoong pelan kemudian membenarkan posisinya " Selamat malam, mimpi indah Yun" Lanjutnya kemudian memejamkan mata
Pernikahan ini bukan hanya Jaejoong yang menjalaninya bukan? Semoga esok hubungannya dengan Yunho akan lebih baik.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Annnnnyyeeeeeooonnnggg!
Pure udh update dan Cho mau ff ini fluff aja ya? Bosen sama angst tapi Cho mau update ff yang hurt - hurt gimana gitu... Hehehehehe
.
Special Thanks :
.
Juney532 (udh diupdatekan ya), ismi mimi (fighting!), blurybeat (sip sip), yuran (liad chap dpn ya), QuinnessA (iya, Cho udh ada di wattpad kok), dheaniyuu (sip), misschokyulate2 (iy nih), nabratz (pastinya...), akiramia44 (nado fighting!), kimRyan2124 (liad chap dpn oke), mimimi (sabar...), lee sunri hyun (bang Mimin sama Kookie udh d jls in di chap kmrn kyknya. kyknya. Tinggal Suie sama Ahra)
Bestin84 (Ahra kan cuma selingan aja disini hahahaa), Yikyung (sip), akuadalahsider (iya, makasih udh baca), Nickyun (iy dong, siapa yang bisa nolak Jaemma hahahahaha), Himawari23 (makasih), uknowme2309 (Mwo? Kapan? Apanya? Makasih ya udh baca ff gaje Cho. Sip deh), boojaebear2601 (ga kok, ini fluff kyk na. Cho udh ada si watty tuh hehehe), changmin's girl (g janji ya hahahaha),
Ayam Ungu (semoga aja... dpnya unyu kkkk), bijin YJS (sip deh), GaemGyu92 (doain aja semoga Jaemma bae" aja di ff ini), YunJae Lover (doain aj ya), Princess Jae (iya, beberapa ff Cho udh ada di wattpad kok), Choikim1310 (maacih), Park Rinhyun-Uchiha (Yuk, jambak bersama kkkkkk), shipper89 (sip deh), alby. Chun (cubit aja! Kkkkk), Your fans (ne, soalnya Cho kan ketik ff yang laen jg, jadi lama deh hahahaha)
.
Para Guest, yang udah follow, fav juga para SiDer
.
Sekali lagi makasih ya #bow
Maaf juga kalo ada yang belom ke tulis atau salah penulisan namanya.
Oh! Selamat hari raya idul fitri ya, walau telat cho minta maap lahir dan batin semoga Cho bisa update lebih cepat besok - besok hahahahaha. #amin
Oke,
Chap dpn ada kejelasan antara Junsu, Ahra dan salah satu adik Yunho. Kkkkkk...
.
Jja, see u next chap?
Chuuuu~~
.
.
.
Minggu, 17 Juni 2016
