CHAPTER 3
MEETING YUKIKOini adalah chapter 3. Kalo ada typo maaf ya, error kyknya
Masih di hari yang sama, setelah berjalan-jalan dengan Chie, Souji melanjutkan kembali jalan-jalannya. Kali ini ia melihat papan pemberhentian bus yang ada di bagian selatan shopping district, Souji teringat bahwa ia selalu menaiki bus itu, waktu kabur di pelajaran siang dengan Aya, waktu bekerja sebagai pengasuh di penitipan anak, dan yg terakhir... bertemu Yukiko untuk terakhir kalinya. Souji pikir mungkin ia lebih baik menemui Yukiko, kebetulan Souji juga sangat penasaran dengan penampilan Yukiko sekarang.
"Hm... jadwal bus menuju Penginapan Amagi hari ini... bus seharusnya tiba di halte sebentar lagi", kata Souji sambil memandangi papan.
Tak alam kemudian, buspun datang, Soujipun melangkah masuk ke dalam bus itu. Suasana bus itupun tak berubah. Benar-benar membuatnya teringat kembali ketika bolak-balik dengan bis ini 2 tahun lalu. Pernah juga ada kejadian waktu Aya ngambek, Souji ama dia sampe diem-dieman selama perjalanan pulang naik bus. Dan pernah juga,dompet Souji tertinggal di dalam bus, untungnya busnya masih bisa dikejar. Dan lagi,pernah juga Souji ketinggalan bus waktu mau kerja paruh waktu, sehingga dia ditegur oleh pemilik TPA(bukan Tempat Pembuangan Akhir ya). Kalau dikenang kembali, rasanya semua kejadian itu sungguh lucu. Ssetelah itu, buspun akhirnya berhenti di depan penginapan Amagi, penginapan klasik yang sungguh terkenal di kota Inaba. Saat Souji memasuki penginapan itu, semuanya sama, desainnya, cat tembok luarnya, wallpapernya, sampai wangi kayunya pun sama(maaf kalo terlalu di dramatisir), saat masuk ke dalam, Souji pun langsung mencari-cari Yukiko, tapi dia tak ada.
"Maaf, apakah ada Yukiko disini?", tanya Souji ketika ia menghampiri resepsionis.
"Yukiko?Oh dia ada, anda siapa ya?", tanya resepsionis itu balik.
"Saya temannya, saya ingin bertemu dia, bisakah?", tanya Souji.
"Oh bisa bisa, saya akan panggilkan dia dulu, mohon tunggu sebentar", kata resepsionis itu sambil meninggalkan meja resepsionis.
Huff... Soujipun deg-degan, sambil berpikir bagaimana sosok gadis yg pernah merebut hatinya dulu, namun mereka gak berpacaran karena memang gak jodoh(authornya jahat), jadinya Souji dengan Yukiko merupakan sahabat, sama seperti teman-teman lainnya.
"Maaf, apa anda yang ingin...", tiba-tiba Yukiko muncul dari balik tembok sambil melihat Souji. Reaksinya sama seperti Chie, Yukiko terbengong bengong saat melihat Souji, dan mukanya menjadi merah.
"Yukiko... lama tak bertemu,rasaya rambutmu jadi lebih panjang", kata Yukiko tidak begitu berubah, rambut panjangnya yg semakin panjang itu terurai indah, kimono merah jambu yg selalu ia kenakan disini juga tetap sama, kecantikan wajahnya juga tidak berkurang, dan wajah cantik itu memang aset besar Yukiko untuk menarik para lelaki,sayang semua lelaki yg nembak dia ditolak semua.
"Souji...ya ampun", kata Yukiko sambil mendekat.
"Yukiko,gimana kabar...", baru saja Souji mau melanjutkan, tiba-tiba Yukiko pun berlari memeluk Souji(enak ya,dipeluk 2 cewek).
"Y...Yukiko?", Soujipun terheran-heran(lagi),"Aduh... kenapa kalian memelukku terus sih?"
Yukikopun tiba-tiba tersadar, sambil malu-malu ia melepaskan pelukannya, wajahnya pun merah padam.
"Ma.. maaf, karena sudah lama tidak bertemu jadi..", kata Yukiko sambil malu-malu.
"Gak apa, Chie juga sama sepertimu kok reaksinya", jawab Souji sambil tersenyum.
"Chie?Oh kau sudah ketemu Chie?", tanya Yukiko.
"Iya, sebelum kau, setelah itu aku ingin sekali mengunjungimu", kata Souji.
"Begitu ya. Oh ya,bagaimana kalau kita ke Samegawa?Aku ingin sekali ngobrol denganmu", ajak Yukiko.
"Boleh saja, tapi kau kan sedang kerja?", kata Souji.
"Tidak apa-apa, aku bisa minta tolong pegawai lainnya", kata Yukiko sambil membetulkan kimononya.
"Oh...baiklah,jika kau bilang begitu", kata Souji sambil menggaruk kepalanya.
Setelah itu, Yukiko menyuruh Souji menunggu di depan karena Yukiko mau ganti baju dulu. Dan setelah keluar, penampilan Yukiko benar-benar sama, dia mengenakan kaos berwarna biru dengan rok berwarna putih. Souji pun tersenyum melihatnya.
"A... Ada apa?Apa tak pantas?", tanya Yukiko sambil melihat-lihat bajunya.
"Bukan begitu, hanya saja penampilanmu itu sama dengan yg 2 tahun lalu. Saat aku menemuimu di hari Minggu di depan toko buku", kata Souji.
"Begitukah?Aku memang sengaja memakainya... karena aku memang suka baju ini", kata Yukiko dengan wajah sedikit memerah.
"Memang masih pantas kok, yuk kita berangkat", ajak Souji.
Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju halte bus yg tadi, dan kebetulan busnya cepat datangnya, jadi mereka bisa langsung naik.
"Hei Souji..", kata Yukiko memulai pembicaraan.
"Ya?", Souji menjawab.
"Kenapa kau tidak memberi kabar.. kalau kau mau kesini?", tanya Yukiko.
"Tadinya aku mau memberi kejutan, makanya aku tidak ingin memberitahu", kata Souji.
"Begitu... lalu kau tinggal di rumah pamanmu? ", tanya Yukiko lagi.
"Iya, kenapa?Kau ingin aku ke penginapanmu?", tanya Souji sambil menggoda.
"Bu... bukan begitu maksudku, aku Cuma tanya kok", jawab Yukiko sambil malu-malu sendiri.
"Haha, kau memang tidak berubah ya, pemalu sekali", Soujipun menggoda lagi.
"A...apaan sih?", muka Yukiko lagi-lagi memerah.
"Oh, ayo kita turun, kita sudah sampai tuh ", kata Souji sambil beranjak dari kursinya.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit, mereka berduapun turun dari bis, dan dari pemberhentian mereka berdua berjalan menuju Samegawa. Dulu saat masih kelas 2 SMA, Souji dan Yukiko suka sekali berjalan berdua di sepanjang pinggiran sungai(kalo social linknya belum naik).
"Souji, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu", tiba-tiba Yukiko memulai pembicaraan.
"Kenapa?", Soujipun menoleh.
"Apa kau ingat saat kau 'nembak' aku 2 tahun yg lalu?", tanya Yukiko.
"... ya,waktu itu kau menolakku", jawab Souji sambil agak murung.
"Iya, sebenarnya aku waktu itu menolakmu karena aku tidak mau perlakuanmu berbeda, maksudku aku tidak ingin nanti kau hanya bersikap protektif padaku saja, tapi ke teman yg lain tidak", kata Yukiko.
"..." , mendengar penjelasan Yukiko Soujipun terdiam.
"Tetapi juga, sebenarnya saat kau mengatakan kalau kau suka aku, aku sungguh senang sekali", kata Yukiko. Pernyataan ini juga membuat Souji kaget.
"Kau tahu?Justru aku sangat senang, karena...", ketika Yukiko mau melanjutkan perkataannya, angin musim panaspun berhembus dan melambai rambut Yukiko yg panjang.
"Aku juga suka padamu", pernyataan kali ini membuat Souji kaget, bahkan sampai menganga.
"Jadi.. kau", Souji pun tak tahu harus berbuat apa.
"Perasaan itu tetap ada hingga sekarang, tapi untuk saat ini aku tidak ingin berpacaran dulu. Aku ingin belajar dulu menjadi seorang istri yg baik, karena itu kau mau kan menungguku? ", tanya Yukiko dengan senyumnya yg indah.
".. ya", balas Souji dengan senyumnya juga.
Setelah mereka berdua puas mengobrol, Yukikopun pulang ke rumahnya, dan karena hari sudah gelap, Souji memutuskan untuk pulang juga.
NEXT CHAPTER
MEETING YOSUKE & TEDDIE
