DUALITY

.

.

.

.

.

VKOOK

.

.

.

.

.

SEQUEL

.

.

.

.

.

Sorry for typos, enjoy!

.

.

.

.

Jungkook sedang kesal akhir-akhir ini. Dan semua salah Taehyung! Ya, Jungkook bahkan mendeklarasikan perang pada seorang Kim Taehyung sejak beberapa hari lalu. Dia berhenti bicara pada Taehyung, hanya bicara jika memang diperlukan, dan menghindari Taehyung sebanyak mungkin selama berada di studio.

Hal itu tentu membuat Taehyung bingung. Ada apa dengan kelincinya yang satu ini? Tiba-tiba merajuk seperti perempuan. Sudah beberapa hari ini Taehyung tak melihat senyuman seorang Jeon Jungkook.

"Kookie,"panggil Taehyung, ia menghampiri Jungkook yang sedang membereskan peralatan di sudut studio.

"Yuta-ssi! Ayo makan siang bersamaku!" Jungkook mengabaikan panggilan Taehyung, lalu menarik tangan Yuta keluar dari studio.

Taehyung menghela napas, ia menundukkan kepala

"Taehyung-a, kau sedang bertengkar dengan Jungkook?" Wendy yang menyadari interaksi aneh pasangan terpopuler di Elle Korea, mendekati Taehyung dan menepuk bahunya

Taehyung lagi-lagi menghela napas,"Kookie tiba-tiba menjauhiku. Menurutmu kenapa?" ia menatap sedih kearah Wendy

Wendy yang mendapat tatapan seperti itu bersumpah dia menyukai Kim Taehyung, jika saja tak ingat jika Taehyung sudah memiliki seorang Jungkook.

"K-kau melakukan kesalahan?" Gagapnya, mencoba menetralkan detak jantung, efek tatapan Taehyung yang mengingatkannya pada anjing kecilnya dirumah

Taehyung mencoba mengingat, dirinya tak merasa pernah memiliki salah pada Jungkook. Sebelum matanya melebar sempurna sedetik kemudian, dia menatap Wendy dengan tatapan terkejut.

"Aku ingat!" serunya,"beberapa hari ini aku jarang makan siang dengannya karena bekerja!"

Wendy mengerutkan dahi,"Kau...yakin itu masalahnya?" ia bertanya, tak yakin Jungkook akan marah hanya karena masalah sepele seperti itu

Taehyung mengangguk pasti,"Kookie bahkan marah saat aku lupa mengabarinya jika aku sudah sampai rumah."

Wendy mengangguk mengerti,"Jadi, bukankah sekarang lebih baik kau mengejarnya sebelum dia semakin marah padamu?"

Taehyung tersenyum, lalu berlari keluar. Mengejar Jungkook yang sudah entah pergi kemana.

Tujuan pertama Taehyung saat keluar dari lift adalah menuju ke kantin perusahaan, karena Jungkook berkata akan makan siang tadi. Senyumnya terkembang saat dia mendapati Jungkook dan Yuta memang sedang makan disana. Ia berlari kecil menghampiri meja keduanya.

"Kookie-a!" Taehyung berseru,"aku minta maaf!" seruannya sontak mendapat atensi beberapa orang didekatnya

Jungkook menghentikan kunyahannya, lalu menatap Taehyung datar,"hm?" ia bergumam

"Aku minta maaf!" Taehyung mengulang,"maaf karena tidak bisa makan siang denganmu akhir-akhir ini."

Jungkook mengerutkan kening, ia menelan makanan dalam mulutnya sebelum bicara,"Menurutmu aku akan marah hanya karena itu?"

Kini giliran Taehyung yang mengerutkan kening,"Kalau bukan karena itu, lalu apa?" ia balas bertanya

Jungkook mendengus kesal, ia bangkit dari tempatnya duduk,"Sudahlah! Aku benci denganmu, Kim Taehyung!" serunya lantang sebelum pergi meninggalkan meja

Taehyung dan Yuta saling berpandangan,"Hyung, kau benar-benar tidak tahu apa kesalahmu sampai Jungkook marah besar begitu?" kini Yuta yang bertanya

Taehyung mengacak rambutnya kesal, ia mengambil tempat ditempat Jungkook sebelumnya duduk, lalu meletakkan kepala diatas meja,"Aku bingung, sebenarnya dia kenapa."

"Kau makan dulu saja, hyung. Habiskan makanan Jungkook, masih tersisa banyak." Yuta memberi saran

Taehyung mengangguk, lalu dengan sedikit malas meraih sumpit dan menyuap makanan kedalam mulut. Sementara kepalanya masih berpikir kenapa Jungkook bisa semarah itu. Ini pertama kalinya dalam 6 bulan masa berpacaran mereka Jungkook marah besar seperti ini.

"Taehyung-a, Yuta-ssi. Boleh kami bergabung?" Jessica dan Krystal menghampiri, dengan nampan penuh makanan

Taehyung mengangguk, mengijinkan. Begitu juga Yuta. Jessica mengambil tempat disebelah Taehyung, sementara Krystal duduk disebelah Yuta.

"Kau dan Jungkook bertengkar?" Jessica membuka pembicaraan

Taehyung menghela napas, wajahnya terlihat lesu,"Aku tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba marah begitu. Aku tidak pernah merasa melakukan kesalahan."

"Semua laki-laki apa memang setidak peka ini?" Krystal berujar,"aku saja bisa tahu kenapa Jungkook bisa marah."

"Benarkah? Kenapa?" Taehyung mendadak bersemangat

Krystal menghela napas,"Apa kau sadar kau terlalu baik pada rekan kerja wanitamu disini, Kim Taehyung? Pada Wendy, Rose, bahkan Young." ia memakan kentang gorengnya

Taehyung terdiam, kemudian tersenyum,"Tidak mungkin Jungkook marah karena hal itu." ia tertawapelan

Kini giliran Jessica yang menghela napas,"Tidak ada orang yang suka melihat pasangannya dekat dengan orang lain. Cemburu itu jelas."

"Tidak, Kookie tidak mungkin marah karena hal sesederhana itu." Taehyung mencoba menenangkan diri

Tidak mungkin...kan?


.


Jika dua hari lalu Jungkook marah besar pada Taehyung, kini giliran Taehyung yang panas.

Jelas panas, bagaimana tidak? Dia melihat Jungkook sedang tertawa bersama Kang Daniel sambil menikmati kopi di kafe seberang jalan. Tentu Taehyung kesal, sudah seminggu ini dia tak bisa melihat Jungkook tertawa, sementara Kang Daniel itu bisa melihatnya secara mudah. Taehyung menebak Daniel melontarkan lelucon murahan yang biasa dipakainya untuk menarik simpati orang lain. Trik licik.

Taehyung terus menatap interaksi keduanya, sampai lupa pada Wendy dan Rose yang jadi ikut melihat kearah pandang Taehyung karena fotografer Elle Korea itu tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Keduanya saling melempar pandangan, lalu Wendy menjadi orang pertama yang mencoba bicara pada Taehyung.

"Mungkin mereka hanya saling bicara santai karena lama tidak bertemu." Wendy mencoba menenangkan, tapi wajah Taehyung justru makin mengeras. Wendy jadi merasa salah bicara.

"L-lebih baik kita kembali bekerja, a-ayo Taehyung-a." Rose menarik lengan Taehyung, menyeret fotografer itu menjauh secepat mungkin dari sana. Menghindari potensi Taehyung berubah menjadi brutal.

.

.

.

.

.

KLING!

"Hhahahaha! Benarkah?" Jungkook tertawa mendengar cerita lucu Daniel,"kau benar-benar ditendang kangguru?"

"Kau tidak percaya padaku?" Daniel balas bertanya, keduanya berjalan bersama menuju studio foto Jungkook, masih bergurau seperti biasa.

Jungkook tak sengaja bertemu Daniel di lobby Elle Korea saat berusaha menghindari Taehyung yang terus mengejarnya. Jadi mereka memutuskan untuk bercengkerama sambil minum kopi di kafe biasa Daniel membeli cemilan, tak jauh dari kantor. Daniel menceritakan pengalamannya berkeliling dunia sebagai bagian dari jurnalis National Geography, dan cerita-cerita lucu selama perjalanan itu. Termasuk insiden ditendang kangguru saat dirinya berada di Australia yang sukses membuat Jungkook tertawa. Tak hanya Daniel, Jungkook juga bercerita tentang kehidupannya, kebanyakan menceritakan tentang masalahnya dengan Taehyung yang tak kunjung selesai.

"Janji kau akan berbaikan dengan Taehyung setelah ini?" Daniel mengalihkan topik, mereka sudah berdiri didepan pintu studio saat ini, ia mengulurkan jari kelingkingnya

Jungkook tersenyum, lalu menautkan jarinya ke kelingking Daniel,"Janji!" ia berseru,"terima kasih karena mau menemaniku bicara hari ini, hyung."

"Hey, kau temanku. Santai saja." Daniel menjawab, kemudian tersenyum

CKLEK!

"Ekhem!"

Daniel dan Jungkook menoleh bersamaan, menatap Taehyung yang tiba-tiba membuka pintu dan menatap keduanya datar.

"Jungkook-ssi, sudah selesai berbicara dengannya? Kita masih punya banyak pekerjaan." Taehyung mengingatkan

Jungkook mendengus,"Aku tahu."

"Kalau begitu lepaskan tanganmu, lalu masuk dan bekerja." Taehyung melirik kearah dua jari Jungkook dan Daniel yang masih bertautan

Jungkook -sedikit tak rela- melepas tautannya, lalu menatap Daniel dengan sedikit mem-pout-kan bibir,"Sampai ketemu nanti, hyung."

Daniel tersenyum, lalu mengusak puncak kepala Jungkook.

Taehyung bersumpah ingin sekali menghajar Daniel detik itu juga

BUGH!

Dan...dia benar-benar melakukannya.

"KIM TAEHYUNG!"Jungkook berseru kaget,"Apa yang kau lakukan?" ia berlutut menghampiri Daniel yang terjatuh karena pukulan Taehyung

"Hanya kesal karena milik pribadiku dipegang orang tanpa permisi." Jawabnya datar, sebelum masuk kedalam studio.

"Hyung, kau baik-baik saja?" Jungkook bertanya cemas

Daniel tersenyum tipis, sedikit meringis karena tempat bekas Taehyung memukulnya berdarah,"Lebih baik kau tenangkan Taehyung. Aku yakin dia butuh dirimu sekarang"

Meski sedikit segan, Jungkook menuruti perkataan Daniel. Dia juga ingin meminta penjelasan kenapa Taehyung bisa senekat itu memukul seniornya sendiri.

"Ya, Kim Taehyung!" seruan Jungkook membuat atensi seluruh model dan teman kerjanya didalam studio terfokus pada Jungkook dan Taehyung yang kini berdiri berhadapan

"Minta maaf pada Kang Daniel." Jungkook melanjut

Taehyung berdecih,"Kenapa harus?"

Jungkook menatap Taehyung tak percaya,"Kau baru saja memukulnya! Demi Tuhan, Kim Taehyung, kau ini kenapa?"

"Aku kenapa? Kau yang kenapa?" Taehyung meninggikan suara

"Apa maksudmu? Kau ada masalah denganku, Kim Taehyung?" Jungkook ikut meninggikan suara.

Suasana studio mendadak panas.

"Tidak. Tak ada masalah sama sekali." Taehyung berujar sarkas,"hanya kesal melihat milikku yang seminggu ini tidak pernah tersenyum didepanku mendadak tersenyum didepan orang terakhir yang kusuka dibumi."

Jungkook menatap Taehyung, kali ini tepat di mata,"Kau kekanakan."

"Aku kekanakan?" Taehyung balas menatap Jungkook,"lalu bagaimana denganmu yang marah berhari-hari padaku hanya karena aku dekat dengan teman kerjaku?"

Jungkook tertawa, ia memutus kontak mata keduanya,"Ah, akhirnya kau paham masalahnya." ia bergumam sendiri, lalu kembali menatap Taehyung tepat dimata,"tapi itu beda!" ia menyeru

"Apanya yang berbeda?!" Taehyung tak bisa menahan diri untuk tak berteriak,"kau yang kekanakan!"

"Ada apa ini?"

Pertengkaran keduanya terhenti saat sebuah suara menginterupsi. Mereka berbalik, lalu mendadak kaku saat melihat Eleanor Young berdiri diambag pintu dengan tangan terlipat di dada. Bukan kabar baik untuk keduanya.

"Jeon Jungkook, Kim Taehyung. Ikut aku ke kantor." Eleanor memberi perintah.

Ini akhir yang buruk untuk keduanya.

.

.

.

.

.

Keduanya mengikuti Eleanor pergi ke lantai 15, tempat jajaran direksi utama Elle Korea bekerja. Satu satunya lantai yang paling dihindari karyawan Elle Korea, karena dipanggil ke lantai 15 berarti kau bermasalah, dan berpotensi untuk dipecat.

Eleanor menatap datar keduanya dari balik meja kerjanya, sementara Jungkook dan Taehyung kompak menundukkan kepala, tak berani menatap sang atasan yang sangat mengerikan jika sudah marah.

"Kupikir kalian bisa profesional." Kalimat pertama Eleanor yang menusuk akhirnya terlontar

"Bagaimana bisa masalah pribadi seperti ini mengganggu pekerjaan kalian? Dimana akal sehat kalian?"

Kalimat kedua pimpinan Elle Korea itu makin membuat nyali Jungkook dan Taehyung ciut.

Eleanor menghela napas,"Selesaikan masalah kalian hari ini juga, atau kemasi barang kalian dari studio."

Kalimat ketiga menjadi sinyal bagi keduanya untuk pergi, mereka membungkuk hormat, lalu tak menyisakan sedetik lebih lama berada dalam ruangan yang mencekik leher itu.

"Kim Taehyung, ayo ke atap. Kita perlu bicara." Jungkook menjadi orang pertama yang bicara setelah keduanya keluar dari ruang Eleanor.

Taehyung tak menjawab, hanya mengikuti langkah Jungkook menuju atap gedung. Keduanya berdiri berhadapan, tak ada yang memulai pembicaraan hingga bermenit menit berikutnya.

"Jadi kau ingin menjelaskan kenapa kau marah padaku beberapa hari belakangan ini?" Taehyung bicara pertama kali

Jungkook mengalihkan pandangan dari Taehyung, tampak tak ingin menjawab, tapi mau tak mau harus dijawabnya.

Jungkook menghela napas,"Ya, kau benar." Jungkook berujar pelan, tapi masih bisa didengar oleh Taehyung."Aku tidak suka melihatmu makan siang berdua dengan Wendy di studio. Padahal kau bisa mengajakku."

"Tapi itu semua salahmu! Aku berhak marah." Jungkook membenarkan tindakannya

Taehyung menghela napas, ia berjalan mendekat kearah Jungkook. Membuat Jungkook refeks mundur, hingga tubuhnya tersudut di dinding pembatas atap. Taehyung mengurungnya dalam tubuhnya, membuat jarak keduanya kurang dari 30 senti sekarang.

"Jeon Jungkook." Suara berat Taehyung di telinganya membuat punggung Jungkook merinding, Taehyung mengunci pandangannya pada mata Jungkook.

"Aku minta maaf." sambungnya

Siapapun tolong Jungkook! Kakinya mendadak berubah menjadi jeli!

"Maaf karena tidak peka saat kau cemburu." Ujar Taehyung

Jungkook tidak kuat, kakinya kehilangan kekuatan. Dia terduduk sambil menyender pada dinding pembatas. Taehyung ikut mensejajarkan tubuh dengan Jungkook.

"Aku tidak cemburu!" Protes Jungkook, membuat Taehyung tertawa pelan. Ia tak bisa menahan diri untuk tak mencubit kedua pipi Jungkook saking gemasnya.

"Iya, iya. Kau tidak cemburu."

Jungkook mengerucutkan bibirnya. Oh tidak! Alarm di kepala Taehyung berbunyi nyaring!

CUP!

Mata Jungkook melebar saat Taehyung mengecup bibirnya. Itu ciuman pertamanya!

Taehyung tersenyum lebar, seolah tak merasa bersalah baru merebut ciuman pertama Jungkook.

"Kau manis sekali, sih." Ujarnya, masih dengan senyuman tercetak jelas diwajah.

Jungkook ingin mengubur diri detik ini.

"Kim Taehyung!" Seru Jungkook kesal, ia mendorong tubuh Taehyung agar menjauh, lalu berlari menghindari Taehyung.

"Hey! Aku dimaafkan tidak?" Taehyung berseru, sambil mengejar Jungkook yang sudah menghilang dibalik pintu atap

.

.

.

"Sist...itu tadi anak SMA yang bertengkar?" Krystal bertanya pada Jessica

"Kurasa begitu." Jessica menjawab

Satu hal yang tidak Taehyung dan Jungkook sadari, adalah keberadaan Jung bersaudara di atap. Keduanya terlalu sibuk dengan pertengkaran mereka hingga tak menyadari keberadaan keduanya.

"Ini bisa jadi beruta urusan lokal yang menyenangkan!" Krystal berseru senang

"Uh, sist..." Jessica menginterupsi, ia menunjukkan layar ponselnya, menampilkan grup chat wanita penyuka gosip di Elle Korea yang sedang heboh membicarakan pertengkaran antara Jungkook dan Taehyung di studio beberapa jam lalu,"kurasa kali ini kita yang ketinggalan berita."

Krystal menghela napas, pasrah,"Well, setidaknya kita masih bisa memberitahu tentang kelanjutannya di atap." ia mencoba berpikiran positif.

"Kau benar juga." Jessica menanggapi, lalu mulai mengetikkan berita tambahan di forum yang sama.

.

.

.


THE END


Hey everyone!

It's your girl Qiesha here!

Many of you had been asking for a sequel, so here you go!

I tried to post a fluff, idk if you can enjoy it or not. Chapter ini bener bener ngebut nulisnya, cuma 4 jam, more or less.

Utangnya lunas yaaaaa, jangan ditagih lagi. Sesungguhnya Qiesha masih punya banyak deadline nulis, nanti Min marah-marah kalo keseringan ke distract sama project baru.

Anyway, enjoy the sequel!

.

.

.

Love, Qiesha