Warning : T rate semi M

Genres : Action/Adventure/Humor/Horror/Mystery/Crime.

Pairing : Yang mau request pairing silahkan.

Disclaimer : Ragnarok belong to Lee Myung Jin.

This Story belong to Riyuki18.

Para OC punya pemiliknya masing-masing.

.

.

Ragnarok : The Choosen Children

Chapter 1

(Another Grup)

.

.

Setelah melakukan persiapan seperlunya para pemain itu kembali berkumpul kembali di depan Inn.

"Apa kalian sudah siap semua?" tanya Lucky sambil melotot tajam pada semua pemain yang berkumpul.

"Ya elah! Kagak usah pake melotot segala kale!" sambar Kyou sedikit sewot liat Lucky melotot begitu kayak orang nantangin ngajakin ribut.

'Perasaan jadi ketua grup gak dihargain sama sekali gini… ' Lucky langsung pundung di depan pintu Inn meratapi nasib.

"Sigh… Ayo kita berangkat! Ingat ya, jangan terpisah dari rombongan!" kata Lucky dengan pasrah. Akhirnya pemuda itu mulai memimpin jalan menuju Thanatos tower.

xxx

Akhirnya perjalanan para ksatria itupun dimulai…

.

Para pemain itu memulai perjalanannya menuju Thanatos tower. Terlihat wajah-wajah suntuk dari mereka kecuali Jester yang bahagia mempersuntuk keadaan.

"KETUA GUILD LUCKY PEMBELA KEBENARAN DAN KEADILAN!" teriak Jester dengan semangat yang menggebu-gebu sambil senyum-senyum nista sengaja ngeledekin Lucky yang kepalanya mendadak panas.

"Lewati gunung, lewati lembah! Sungai mengalir indah ke samudra… Bersama teman, bertualang!" clown yang satu itu mulai bernyanyi dengan riang sambil tertawa renyah.

'Pissed off!' batin Lucky sambil mengepalkan tangannya siap-siap mau meninju sang clown yang berjalan di depannya.

"Berkoar lagi bakalan gue kasih bogem nih!" amarah Lucky akhirnya meledak juga. Dia langsung ngacung-ngacungin kepalan tangannya ke clown itu tapi yang diancam hanya melirik sesaat ke belakang sambil terkekeh.

"Tempat yang baru belum pernah terjamah! Suasana yang ramai di tengah kota… Selalu waspadalah kalau berjalan, siap menolong orang dimana-" Jester terus saja bernyanyi sampai pada akhirnya Lucky benar-benar menghajar pemuda itu.

Duagh!

Buagh!

Prang!

Klontang!

Kerusuhan sesaat benar-benar terjadi dan Lucky sukses menuangkan hasratnya untuk menghajar si Jester menjadi kenyataan. Sekarang cowok itu lagi senyum-senyum puas sedangkan si Jester ngelus-ngelus kepalanya yang benjol beberapa tingkat.

"Hmph!" clown itu bersunggut-sunggut kesal. Dia segera berdiri dan mengambil harpanya kembali.

"Shigeki… Shigeki itu nama aslinya! Dia bertenaga monster dan menakutkan… Hey!Itulah Shigeki!" bales Jester sambil nyanyi-nyanyi lagi bawa-bawa nama asli si Lucky bikin sang pemilik nama makin panas.

"Arghhh berisik! Gue tampol beneran nih!" kata Lucky sambil misuh-misuh.

"Coba aja sini tampol beneran!" bales Jester yang malah nantangin.

Mendadak Lucky diem di tempat gak bergerak dan gak ngomel-ngomel lagi, sungguh suatu keajaiban luar biasa pemuda itu bisa menahan amarahnya. Pemain lain menatap heran dengan sikap Lucky yang berubah mendadak itu.

.

Di dunia nyata…

Terlihat seorang pemuda berambut hitam pendek sedang menatap layar komputernya sambil memasang seringai aneh.

Ting tong… !

Terdengar suara bel pintu dari arah depan. Pemuda itu bergegas beranjak dari tempat duduknya menuju arah pintu.

"Siap-" baru saja pemuda itu membukakan pintu rumahnya namun pertanyaannya harus terhenti karena sebuah tonjokan keras mendarat telak di wajahnya.

DUAGH!

Sebuah tinju mendarat di wajah pemuda berambut hitam tersebut membuatnya mengelus mukanya yang terasa panas dan cairan merah mengalir dari hidungnya.

"Damn! What the hell!" pemuda itu membalas si pelaku pemukulan dengan sebuah tendangan di perut.

"Shit!" umpat pemuda itu sambil memegangi perutnya yang kena tendangan.

SLAM!

Dengan cepat pemuda berambut hitam itu menutup pintu rumahnya dan menguncinya rapat-rapat. Pemuda yang tadi menonjoknya juga langsung pergi dari sana (baiklah dia sama Jester tetanggaan satu blok. Dia ke rumah Jester lewat atas alias lompat dari genteng jadi dia gak perlu jalan muterin blok).

.

Back to ragnarok…

"Hehehehe rasakan kau!" kata Lucky yang mendadak bergerak lagi. Dia tertawa nista keliatan puas banget, abis nyiksa seseorang di luar sana tadi sesaat.

"Kenapa kau?" tanya Kyou menatap aneh pada Lucky yang mendadak ketawa-ketawa persis orang gila.

"Aw! That's hurt! You're such a heartless!" balas Jester langsung merajuk gaje (kondisi dia di dunia nyata sekarang hidungnya sukses di sumpel tisu).

"Makanya jangan berisik! Masih mending kagak di kill!" kata Lucky dengan santai dan langsung jalan lagi di depan. Perjalanan kembali dilanjutkan.


Mereka melakukan perjalanan sampai pada akhirnya tiba juga di depan Thanatos tower.

"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya… " kata Marietta yang tiba-tiba saja merasakan suatu hal yang sedikit ganjil begitu melihat tower tersebut.

"Apa yang kau rasakan Marietta?" tanya Lucky penasaran. Dia tau kalau temannya yang satu itu memiliki kemampuan yang lebih terutama dalam hal spiritual. Gadis itu mampu melihat roh dan merasakan kehadiran mahkluk dari dunia lain.

"Entahlah… Aku tidak yakin untuk masuk kesana… Lebih baik kita pergi saja… " gadis itu benar-benar begitu cemas. Dia malah menyarankan untuk tidak masuk ke dalam dan kembali ke kota.

"Kembali kau bilang? Jangan bercanda! Kita sudah sampai disini, masa balik lagi?" Kyou langsung melancarkan protes dengan ide Marietta. Ayolah, apa sih yang ditakuti? Itu hanya tower biasa sama seperti pada game-game lain, kenapa juga harus ditakuti. Pemuda berambut biru itu segera memantapkan langkahnya menuju tower tersebut.

"Aku sependapat dengannya… Tak ada yang perlu dicemaskan." Luna mengikuti jejak Kyou.

"Jangan cemas, Marietta… Aku akan menjagamu," kata Lucky sambil tersenyum berusaha meyakinkan gadis itu dan mengajaknya untuk segera menuju tower tersebut.

"Aw… Shige-chan so sweet~~ " sambar Jester sambil senyum-senyum ngeliat Lucky yang luar biasa bener bisa perhatian sama orang lain.

"Diem lo!" bentak cowok itu sambil ngelempar batu bata comotan ke arah Jester. Pemuda itu langsung berlari menuju Thanatos tower sambil senyum ngeledek.

Marietta tak ada pilihan lain, meskipun hatinya masih ragu tapi dia tetap menepis perasaan buruknya itu dan mengikuti pemain lainnya yang mulai berjalan menuju Thanatos tower.

xxx

Begitu sampai di depan pintu masuk dari Thanatos tower mereka bertemu dengan tiga orang pemain lainnya yang sepertinya memang sengaja menunggu di depan.

"Eh… Dia bukannya Seishin?" tanya Victoria (nama asli : Harikawa Hara) sambil menunjuk sosok seorang pemain berambut biru terang dengan potongan rambut dengan model shaggy.

"Mau apa dia disini?" tanya Kyou sedikit sinis pada pemuda itu. Soalnya dia pernah beberapa kali dikalahkan dalam PVP oleh Seishin dan dia tidak terlalu menyukai pemuda itu karena dia cukup popular apalagi dia memiliki Rank urutan ketiga di PVP membuatnya semakin tidak menyukai pemuda itu.

"Kebetulan sekali! Kalau dia mau bergabung dengan kita akan semakin bagus!" Jester langsung saja menghampiri pemuda itu yang sedang berdiri dengan tiga orang lainnya.

.

"Hai! Kalian sedang apa disini?" tanya pemuda itu sok akrab sok deket ke Seishin, sedangkan yang ditanya hanya mengernyit heran melihat seekor clown menghampirinya dengan ceria.

"Kau ini sok kenal sekali sih!" celetuk seorang gadis berambut coklat bergelombang. Matanya yang berwarna coklat sedang melotot ke arah Jester.

"Hey, aku hanya bertanya! Jangan judes begitu dong!" balas Jester manyun-manyun.

"Berisik!" seorang pemuda yang memiliki rambut berwarna ungu muda dengan poni yang menutupi bagian wajahnya menyuruh Jester untuk diam sambil mengacungkan handgun miliknya ke pemuda itu.

"Kira sudahlah jangan marah, dia hanya bertanya saja, kan pada kita… " seorang gadis yang cukup manis dengan rambut indigo dikuncir satu menyuruh pemuda yang dipanggilnya Kira itu untuk bersikap tenang.

"Tch… " pemuda itu mendecih lalu berjalan ke arah samping dan duduk bersandar disana.

"Maafkan dia… Mungkin mood-nya sedang tidak baik. Soalnya kami sudah menunggu disini selama dua jam tapi teman kami belum datang juga." Sheishin selaku ketua grup langsung membungkuk minta maaf atas sikap Kira yang kurang bersahabat.

"Ah, tidak apa-apa kok!" balas Lucky yang langsung menghampiri mereka. "Ngomong-ngomong kalian ada berapa orang?" tanya Lucky menanyakan ada berapa orang di dalam grup Sheishin saat ini.

"Kami ada enam orang… Hanya saja dua dari kami tertinggal di belakang dan sampai sekarang belum datang juga… " jawab Sheishin yang sedikit mencemaskan dua teman grupnya yang sampai sekarang belum muncul-muncul juga.

"Bagaimana kalau nanti kita masuk ke dalam bersama-sama?" tanya Lucky mengajak Seishin untuk bergabung dengannya.

"Yah, kurasa tidak buruk juga. Akan lebih baik kalau bersama-sama… " balas Sheishin menyetujui usulan dari Lucky. Lagipula dengan adanya tambahan orang itu pasti akan sangat membantu sekali kalau terjadi pertempuran di dalam nanti.

"Hey, kita akan menunggu disini dulu sambil beristirahat!" Lucky memberitahukan pada anggota grup yang lain untuk istirahat sejenak sambil menunggu dua teman Seishin yang lain.

.

20 menit kemudian…

"Ketua… Itu dia mereka!" Kira menunjuk dua orang teman mereka yang baru tiba dari kejauhan sedang menuju ke Thanatos tower.

"HEEEEI! CEPAT KEMARIII!" teriak gadis berambut coklat itu sambil melompat-lompat dan melambaikan tangannya.

"Eichel berisik tau!" omel Kira lagi-lagi sewotnya kumat.

"Biar… Weeee!" Eichel yang sedikit bête sama Kira yang dari tadi marah-marah melulu gak jelas langsung menjulurkan lidahnya meledek pemuda itu.

Akhirnya dua orang teman yang ditunggu Sheishin tiba juga. Seorang High wizard memiliki rambut coklat pendek sebahu dan seorang Lord knight dengan rambut coklat pendek acak-acakan (mirip rambut Gaara modelnya).

"Maaf… Maaf, kami terlambat! Tadi di jalan banyak monster!" kata Lord knight tersebut sambil nyengir-nyengir gak punya dosa, gak nyadar yang lainnya udah kering nungguin dia.

"Kita terlambat karena kau terlalu asik menghajar monster-monster itu, sampai lupa jalan!" keluh gadis di sebelahnya sambil mengingat sang kakak yang tadi terlalu bersemangat untuk membantai para sleeper dan demon fungus yang berkerumun.

"Tapi berkat itu akhirnya gua aura! BAHAHAHAHAHAH!" bales Lord knight itu sambil tertawa-tawa nista, betapa bahagianya dia akhirnya aura juga.

'Muncul lagi satu orang gendeng… ' batin semua grup Lucky sambil melirik Jester yang tumben duduk kalem.

"Kalau sudah kumpul semua ayo cepat jalan… " kata Kira sambil berjalan menuju Thanatos tower.

Pintu Thanatos tower terbuka dan satu-persatu dari mereka mulai masuk ke dalam. Petualangan mereka kali ini akan menjadi pembuktian apakah cerita itu benar? Atau mereka hanya akan mengalami petualangan biasa saja?

TBC…


A/N : Maaf masih pendek lagi hehehe tapi chapter depan akan diusahakan lebih panjang lagi dari ini karena udah mulai memasuki Thanatos tower, sepertinya pada fic ini kami akan mengemasnya lebih simple. Cerita akan mulai fokus dan akan ada kejutan nantinya hehehe. Yang mau kirim saran, pendapat atau request hint antar OC silahkan kirim lewat review atau mau lebih detail bisa PM. Latar belakang para OC akan mulai terkuak seiring berjalannya cerita.

Sebenarnya masih banyak para OC yang berdatangan dan tidak bisa kami tampilkan, mohon maaf sebelumnya. Tapi kalau ada kesempatan membuat kelanjutan cerita ini mungkin OC yang masuk itu bisa ditampilkan. Sekali lagi terima kasih dan selamat membaca.

"Thanks for reading".