A/N: Saa minna-san, maaf atas lamanya peng-update an fanfic ini... maklum, sang author yang luar biasa stress ini terlalu sibuk... okeh, kali ini agak gaje, HAPPY READING MINNA-SAN~
Disclaimer:
Inazuma Eleven © Level-5
Inazuma Eleven GO © Level-5 jugaaa... /slap
Warning!
OOC, abal, misstypo beredar luas, dan berbagai kejadian yang berada di luar tanggung jawab sang author gaje ini...
Inazuma Eleven Academy
Chapter 3 : KUNCI RUMAHKU HILAAAANG!
Hari ini, sekitar jam 05.00 sore, seperti biasa, kegiatan di Academy benar-benar membuat seluruh murid-muridnya seperti mayat hidup yang sedang berkeliaran kesana-kemari. Tapi tidak pada satu anak yang berambut biru tosca atau biru apalah namanya, dia berlari dengan penuh semangat ke rumahnya tanpa memikirkan apapun yang terjadi disekelilingnya. Yap, dialah Kazemaru.
Alasannya terburu-buru pulang tidak lain adalah hanya demi menonton acara tv favorit nya, SPONGEBOB SQUAREPANTS yang ditayangkan di GLOBAL TV. Entah alasan apa yang akan dikatakan cowok cantik yang satu ini ketika kita semua bertanya KENAPA ANDA SUKA SEKALI DENGAN SI 'KOTAK KUNING' YANG SATU INI?
Oke, kembali kepada eneng Kazemaru yang masih terus berlari tanpa henti menuju rumahnya. Tanpa di sadarinya, ada sesuatu yang pastinya akan membuat eneng Kazemaru ini bakalan setres setengah mati.
-Kazemaru's House-
Akhirnya sampai tepat waktu... gumamnya dalam hati ketika sudah sampai di depan pintu rumahnya. Tinggal membuka pintu itu dan...FREEDOM lanjutnyakali ini disertai dengan joget iwak peyek. Tapi...
"Ha? Ma-mana..!" setelah merongoh saku celananya, Kazemaru tidak menemukan apa yang di cari nya. Yap, kunci rumahnya. "Ba-BAGAIMANA INI!" finally, eneng Kazemaru ini mulai setres di depan rumahnya sendiri. Sukur dah nggak ada orang lewat di sekitar sana, coba kalau ada, pasti pada langsung manggil ambulannya RSJ untuk membawa eneng yang satu ini.
"Pa-PASTI KETINGGALAN DI KELAS!" Kazemaru pun terpaksa melakukan overlap untuk kembali ke academy.
-Inazuma Eleven Academy-
Walau sebagian besar anak sudah banyak yang pulang, tapi sebagian kecilnya masih berada di sekolah untuk melaksanakan tugas piket. Dan di kelas 2-2, tampaklah seorang gadis berambut ungu yang sedang menyapu lantai kelas dibantu dengan seorang cowok berdarah italia berambut coklat yang menyapu bagian lainnya.
Cring
Saat menyapu di sela-sela kursi, gadis berambut ungu yang kita kenal sebagai Kudou Fuyuka ini mendengar sebuah suara yang jaraknya nggak begitu jauh dari tempat dia menyapu sekarang. Fuyuka pun mencari sumber suara itu, dan akhirnya menemukan sang sumber suara yang berada di bawah kursi.
"He? Kunci? Kunci siapa ini?" ujar Fuyuka sambil memunggut kunci itu dari bawah bangku.
"Ada apa Fuyuka-san?" tanya si cowok berdarah Italia yang well-known as Fidio Aldena sambil mendekat ke arah Fuyuka.
"Ada kunci nih, punya siapa ya?" ucap Fuyuka sambil membolak balik kunci itu untuk melihat lebih detail.
"Dimana kamu menemukannya?" tanya Fidio sekali lagi untuk menganalisa secara perlahan.
"Di sini nih" jawab Fuyuka sambil menunjuk kursi tempat ditemukannya kunci itu.
"Ini kan bangkunya Kazemaru, pasti ini kuncinya Kazemaru!" tebak Fidio dengan pasti.
"Iya juga ya..." ujar Fuyuka mengiyakan tebakan Fidio itu.
"Sudahlah, lebih baik di bawa aja, dari pada hilang di sini..." lanjut Fidio sambil meletakan sapunya ke lemari penyimpanan.
"Baiklah..."
.
.
Beberapa menit kemudian, Kazemaru pun sampai di depan Academy. Dia pun langsung tancap gas ke kelasnya. Dilihatnya kelasnya itu sudah tak ada orang, sepi. Kazemaru memulai pencariannya di tempat dia duduk, tapi tidak ada. Dia pun meneruskannya untuk mencari ke setiap sudut kelas, hasilnya sama, tetap TIDAK ADA.
Dengan pasrahnya Kazemaru meninggalkan Academy dengan langkah lesu.
"Sial maning, sial maning... kunci rumah hilang, ga dapet nonton Spongebob, para readers kecewa dan sekarang...PERUTKU LAPAAAAR!" saking pasrahnya, Kazemaru mulai nge-headbang ke tiang listrik terdekat.
"Malam gini ke rumah siapa ya enaknya?" setelah aksi gila-gilaan itu berhenti, Kazemaru kembali berjalan seorang diri. Nginap di Academy? Kayak nggak ada kerjaan. Ke rumah Kidou? Segan sama ortu + pembantunya. Ke rumah Gouenji? Pembantunya + Yuuka-chan kasian. Ke rumah Endou? Mamanya kasian. Ke rumah Fubuki? ...PERFECT! setelah sibuk berpikir ria, Kazemaru pun memulai aksi overlap nya lagi, tapi bukan balik ke Academy, tapi ke rumah Fubuki.
-Fubuki's House-
"Wah, cara matinya kereeeeen!" sorak Fubuki dengan polosnya ketika nonton Final Destination di kamarnya.
TING TONG
"He? Malam-malam gini ada tamu? Hebat sekali..." dengan innocent nya Fubuki melihat jam dindingnya yang sudah menunjukkan jam dua belas pas. Fubuki mulai beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu rumahnya. Pintu pun dibuka oleh Fubuki dan tampaklah sosok Kazemaru bagai nenek keriput yang kelelahan sehabis overlap ke rumahnya Fubuki yang jauuuuuuuuh sekali.
"Lah Kazemaru-kun? Kenapa ada di sini?" tanya Fubuki dangan tampang innocent khas miliknya itu.
"Begini..." Kazemaru pun memulai acara curhatnya.
Beberapa menit kemudian...
"AHAHAHAHAHAHAHAHA!" entah kerasukan roh siapa Fubuki malah tertawa sekencang-kencang mungkin yang diperkirakan dapat membuat telinga orang langsung tuli stadium maximum.
"Apanya yang lucu?" ucap Kazemaru sambil monyongin bibirnya ke depan.
"Aha, tidak ada apa-apa..." walau pun dijawab seperti apapun juga, sang 'Blizzard Prince' ini tetap saja tertawa tanpa henti.
Astaganagabonarlompatlompat... gua salah pilih rumah... sekali lagi, dengan pasrahnya Kazemaru hanya bisa menerima nasibnya yang sangat malang itu.
"Ah, sudah malam, ayo ganti bajumu" ujar Fubuki sambil nyodorin baju ganti ke Kazemaru yang sedari tadi masih memakai seragam Academy nya.
"Terima kasih"
"Lebih baik malam ini nggak usah mandi, ntar sakit. Tapi kalau masih bersikeras untuk mandi silakan, tuh kamar mandinya ada di belakang. Aku mau tidur dulu..." setelah penjelasan yang entah singkat atau panjang itu, Fubuki mulai masuk ke kamarnya dan mengeluarkan futon nya dan mulai tidur.
Meninggalkan Kazemaru yang masih sibuk mikir dia bakalan mandi apa nggak. Setelah beberapa menit termenung karena masih memikirkan hal yang sama, Kazemaru pun memilih untuk nyuci mukanya saja.
Setelah keluar dari kamar mandi, Kazemaru melihat Fubuki sudah tidur di kamarnya. Dilihatnya satu futon yang sudah terbentang di samping Fubuki. Tanpa ada rasa ragu dan segan Kazemaru pun memilih untuk langsung menempati futon itu dan mulai tertidur.
Keesokan harinya, Kazemaru dengan sangat tumbennya bangun jam 06.00. Biasanya sih Kazemaru bangunnya jam 06.45 atau 07.00 alias sudah terlambat. Entah apa yang membangunkannya dari tidurnya itu. Dilihatnya Fubuki sudah tidak ada di sampingnya.
Karena merasa ada suara dari dapur, Kazemaru mencoba untuk pergi ke sana. Dan dia menemukan Fubuki yang sepertinya sedang menyiapkan sarapan. Karena tak tahan dengan aroma masakannya Fubuki, tanpa disadari Kazemaru berjalan mendekati Fubuki yang sedang masak.
"Ara? Rupanya kau sudah bangun... ayo dimakan sarapannya, sebentar lagi kita berangkat" Fubuki yang menyadari bahwa Kazemaru sudah beridiri di belakangnya langsung saja menyuruhnya untuk memakan makanan yang sudah berada di atas meja makan.
"Kamu nggak makan?" tanya Kazemaru yang sudah duduk dan bersiap untuk meludeskan semua makanan yang berada di hadapannya.
"Nanti saja, aku belum lapar" jawabnya dengan santai sambil meneruskan acara masaknya.
Baru saja beberapa menit, makanan yang berada di meja makan langsung ludes dimakan oleh si eneng Kazemaru ini. Fubuki yang melihat hal itu hanya bisa menahan tawa yang sebenarnya ingin dikeluarkannya dengan volume maximal.
"Sudah siap belum? Ayolah, rumah ini letaknya jauh dari Academy lho!" sorak Fubuki yang sudah standby menungguin eneng Kazemaru yang masih saja sibuk makai seragamnya.
"Ya! Sabar sebentar!" sorak eneng Kazemaru dengan keras, bahkan lebih keras daripada sorakan Fubuki.
Sekitar 30 menit kemudian, Fubuki dan Kazemaru sudah berada dalam perjalanan menuju ke Academy. Jauh tapi terasa begitu ringan entah kenapa. Hal itu sangat membuat eneng Kazemaru sangat santai berjalan, kalau biasanya sih sudah pasti langsung overlap ke sekolah.
-Inazuma Eleven Academy-
Setelah perjalanan yang sangat santai itu, Kazemaru dan Fubuki pun sampai di Academy. Dan sesampainya di Academy, Fubuki dan Kazemaru berpisah karena beda kelas, Fubuki di kelas 2-1, sedangkan Kazemaru di kelas 2-2.
Entah kenapa Kazemaru jadi sempat melupakan masalah kehilangan kunci pintu rumahnya itu. Tapi, masalah itu malah kembali teringat kembali di benaknya. Sesampainya di kelas, Kazemaru berusaha memeriksa laci mejanya dengan seksama, tapi hasilnya nihil. Yang ada di sana hanyalah buku-buku pelajarannya.
"Eh, ada Kazemaru-kun..." tiba-tiba saja, sebuah suara menyadarkan Kazemaru yang berada di tengah keputus asaan karena telah kehilangan kunci rumahnya selamanya.
Kazemaru pun langsung menoleh kepada sumber suara yang berada di hadapannya. Sekali lagi, tampaklah sosok seorang gadis berambut ungu yang kini berdiri di hadapannya.
"Fuyuka-san ya? Ada apa? Kalau mau tanya masalah PR jangan sekarang, aku lagi galau... OH KUNCI! TANPAMU AKU GALAU!" sang author tamapknya sudah yakin bahwa eneng Kazemaru telah kesambet oleh sesuatu yang entah itu roh halus atau roh kasar.
"Kunci? Oh ya! Kemaren aku dapat kunci ini di bawah bangkumu..." Fuyuka pun langsung mengeluarkan kunci yang sedari tadi berada di sakunya.
"He?...HEEEE! KU-KUNCI RUMAHKU! JADI KAU YANG TELAH MENCURINYA!" lagi, sang author yakin dengan mantapnya bahwa eneng Kazemaru... BENAR-BENAR KERASUKAN BERBAGAI MACAM ROH.
"A-apa! Aku tidak mencurinya! Aku menemukan kuncimu kemaren pas piket!" wokeh, sekarang eneng Fuyuka benar-benar nggak mau kalah dari eneng Kazemaru mulai menuduhnya yang macam-macam.
"PEM-BO-HONG" ucap Kazemaru sambil mencibir ke arah Fuyuka.
Pada saat yang tepat, Fidio pun datang sambil bersiul-siul dengan santainya. Siulannya pun terhenti pada saat melihat Kazemaru dan Fuyuka yang tampaknya benar-benar akan memulai perang dunia ke-3.
"Astaga...ada apa ini? Hoi, Mark, ini ada apaan sih? Kayak mau perang aja..." ujarnya sambil meletakkan tasnya di atas meja.
"Mungkin..." dengan lebih santainya, Mark menjawab dengan singkat, padat, tapi tak jelas maksudnya.
"Ahaha..." Fidio mulai sweatdrop sendiri mendengar jawaban itu. Gua salah salah orang untuk ditanyai... lanjutnya dalam hati.
"Kau mencuri kunciku..." kali ini Kazemaru memasang tampang horror yang sangat tidak seram.
"AKU BILANG AKU TIDAK MENCURINYA!" kali ini Fuyuka benar-benar berada di luar jangkauan, eh, maksudnya berbeda dari sikap biasanya. Ditariknya leher baju Kazemaru, dan dengan ganasnya...
PLAK!
memberikan cap merak bolak-balik di wajahnya eneng Kazemaru. Tak sengaja Hiroto lewat disaat yang luar biasa itu.
"Alhamdulillah...akhirnya terbalaskan juga..." ujar Hiroto sambil melakukan sujud syukur.
"Aduuh..." Kazemaru berusaha untuk berdiri setelah berhasil kalah telak dari seorang Fuyuka.
"Tu anak namparnya kenceng banget..." lanjutnya sambil ngusap-ngusap pipinya yang berbekaskan cap merah bolak-balik ala Fuyuka.
"Ah, sudahlah, yang penting kunci rumahku sudah kembali~" dengan setresnya Kazemaru melakukan goyang iwak peyek andalannya sekali lagi.
KUNCI RUMAHKU HILAAAANG! : THE END
To be continued
A/N: Saaaa, ch 3 selesai juga... /terharu/ Minna-san yang ngikutin fic ini dari Ch 1 pasti pada tahu apa maksudnya Hiroto XDD RnR pwease~ :3
Welcome to Review Fm /salah
NaoShiteRu1264: Endou tampangnya emang gaptek XD /ditendang/ eneng Kazemaru melakukan perubahan X'DD /dibantai The Hurricane/ Entah siapa yang pantas bertanggung jawab atas cap merah bolak-balik itu 8'D Machoo~! \m/ Don't forget to review Nao-san~ 8D /slap
Kazekoori Nagare: Etto... berhubung saia terlanjur membuat Ch 3 nya terpaksa saia menjawab review anda di sinih 8'D Saia juga tak akan diam melihat Fubuki di culik /rolling di tempat(?)/
Baiklah, sampai jumpa di IEA Ch berikutnya~
Shei Miyano a.k.a Sheilla Deswinda
