ONLY HOPE
CHAPTER III
Desclaimer : exo ini punya tuhan,yah meskipun saya pengen milikin kyungsoo ama xiumin. Hoho :D
Gendre : hurt/comfort,romance.
Cast : kim jong in
Do kyungsoo
Other cast : all of exo (insya allah)
Story by : kim minhee as kyungmin 2115.
Peringatan : mohon maaf sebelumnya,ff ini punya saya murni. Apabila ada kesamaan cerita dengan yg lain,mungkin itu kesengajaan belaka. Terimakasih
Title : begin of the story
At before
"kyungsoo-ah,bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu ?" kyungsoo dapat merasakan jantung jong in berdegup kencang,sama seperti dirinya. Jong in melepaskan pelukannya,digenggamnya erat tangan kyungsoo yg mendingin,menatap kyungsoo menembus manik kyungsoo yg bening.
Jong in mengambil nafas dalam,menghembuskanya dengan tenang. Mencegah rasa gugupnya yg kuat. Ia berusaha keras melawan sifat pengecutnya selama ini,semuanya akan berahkir hari ini.
.
.
"saranghaeyo ..."
CHAPTER III
Hati kyungsoo bersorak gembira,dadanya berdegup sangat kencang .. saranghae,kata itu memiliki banyak makna tersirat didalamnya. Perlahan senyuman mulai terukir di bibir kisable kyungsoo. Menghias wajahnya semakin cantik.
Jong in ikut tersenyum,matanya lembut menatap kyungsoo.. hatinya mengatakan kalau kyungsoo akan membalas cintanya. Namun,kebahagiaannya lenyap. Kyungsoo melepas genggamannya. Hatinya mencelos bagai tertusuk belati sampai ke ulu hati...
Sedetik kemudian tubuhnya menghangat,jong in terkejut kyungsoo-nya memeluknya erat. Menggenggam baju bagian punggung jong in , kepalanya ia sandarkan di dada bidang jong in. ia mengangguk,
"ne jong in,nado saranghamnida" ucap kyungsoo berbisik,hatinya sangat bahagia sekarang ia menemukan kebahagiaan yg belum pernah ia miliki selama ini.. jong in mencintainya,itu hal yang sangat menakjubkan untukknya .
Jong in tersenyum,hatinya bergetar bahagia. Meskipun tadinya ia sudah ingin menangis. Ia membalas pelukan kyungsoo tak kalah erat,melingkarkan tangannya sepanjang punggung kyungsoo yg kecil. Membenamkan kepalanya di antara leher kyungsoo,menghirup aroma vanilla yang sangat di sukainya...
Mereka bahagia,yahh .. sangat bahagia sekarang. Andai ada seseorang yang menusuk mereka berdua dari belakang. Mereka tak bergeming,mereka ingin menikmati ini berdua.. kebahagiaan yang tak terkira sebelumnya yang mereka belum pernah rasakan untuk pertama kali.
Mereka berharap,cinta ini akan berlanjut sampai nanti. Sampai ajal menjemput mereka. Di sini,ditaman sakura.. di bawah pohon sakura yg indah,di antara dinginnya salju yang menyengat tubuh,12 januari tahun 2014. Akan menjadi kenangan mereka yang paling indah untuk selamanya.
Jong in melepaskan pelukan mereka sejenak,ia menangkup wajah kyungsoo dengan telapak tangannya yang mendingin. Di elusnya pipi kyungsoo yang lembut bagai kapas, jong in mendekatkan wajahnya ke wajah kyungsoo. Di kecupnya kening kyungsoo penuh cinta dan kasih sayang.
Jong in tersenyum,begitupun kyungsoo. Jong in menarik lagi kyungsoo kepelukannya , seakan ia tak membiarkan kyungsoo pergi. Biarlah ia menikmati saat-saat ini. Saat-saat yang membahagiakan hidupnya ...
"gumawo .. gumawo,nae sarang.."
"ne,nae namja. Cheonmaneyo"
.
.
.
.
.
.
Dibawah turunnya salju kyungsoo dan jong in bergandeng tangan memberi kehangatan satu sama lain,mereka menggunakan payung agar tubuh mereka tak terkena tumpukan salju. Mereka berjalan dengan tenang sambil melihat-lihat orang berlalu lalang di taman ini
Kyungsoo menadahkan tangannya sebelah keluar area payung,meresapi dinginnya salju yang menggenang di tangannya. Kyungsoo menggenggam tangannya,salju itu menggumpal seperti es. Ia melemparkannya asal.
Jong in tersenyum melihatnya, kyungsoonya yang manis telah menjadi miliknya. Meski belum sempurna seutuhnya. Langkah mereka sampai di ruangan yang dindingnya seluruhnya terbuat dari kaca. Disana terdapat banyak sekali tumbuhan ataupun bunga.
Jong in dan kyungsoo melenggang masuk,payung yang menaungi mereka jong in lipat menyimpannya di sebuah tabung besar tempat penyimpanan payung di dekat pintu.
Kyungsoo langsung berlari menghambur kedalam,ia berhenti di sebuah pohon sedang,berkembang bunga yang indah seperti kertas hias. Berwarna warni putih,pink,dan kuning. Daunnya berbentuk bulat dengan kerucut di ujungnya.
Kyungsoo mengulur tangannya menyentuh bunga itu,membelai kelopak bunga indah itu dengan tangannya. Bunga kertas itu indah sekali,jarang ia temui di korea. Kyungsoo tersenyum senang,ini begitu mempesona.
"bagaimana kau tau tampat ini,nae namja?" mata kyungsoo menerling gembira kearah jong in yang terkekeh karena pertanyaan kyungsoo
"apa kau belum pernah kesini,nae sarang?" jong in melangkah mendekati kyungsoo yang sedang mengamati bunga itu. Kyungsoo menggeleng imut,rambut panjangnya ikut bergoyang searah dengan kepalanya.
Jong in tersenyum,ia mengacak rambut kyungsoo gemas. Ia berjongkok agar mengamati bunga itu lebih dekat,kyungsoo mengikutinya. Ia ikut berjongkok di sebelah jong in. menaruh lengannya di antara lututnya
"kenapa ? bukankah kau suka jalan-jalan ?" jong in menatapnya lembut,membuat kyungsoo bersemu.
"emm .. iya sih,hehe. Tapi aku belum pernah kesini sebelumnya,aku tak tau tempat ini" balas kyungsoo sambil terkekeh
"sekarang aku sudah mengajakmu kesini,apa kau senang?" tangan jong in terulur mengelus puncak kepala kyungsoo dengan lembut. Mata kyungsoo terpejam sejemak menikmati sentuhan jong in yg hangat.
"eum,geurom" balas kyungsoo ceria,ia tersenyum membuat matanya agak menyipit.
"baguslah" jong in ikut tersenyum.
Jong in berdiri,ia mengulurkan tangannya kehadapan kyungsoo. Dengan hati gembira kyungsoo menerimanya. Jong in membawa kyungsoo ke tempat duduk yang berada di tengah-tengah tumbuhan hidup. Mendudukan dirinya di sana,di ikuti kyungsoo.
"nae namja.." kyungsoo menadahkan kepalanya menatap jong in,jong in membalikkan pandangannya kearah kyungsoo begitu suara feminim yang indah itu menyapa indra pendengarnya.
"waeyo ?"
"apa aku boleh bertanya sesuatu?" jong in membawa kyungsoo kepelukannya,kyungsoo hanya menurut. Begitupun ia suka di perlakukan lembut oleh jong in
"tentu"
"kenapa kau mencintaiku ? boleh aku tahu apa alasannya" kyungsoo menadahkan kepalanya keatas,jong in mengecup kembali kening kyungsoo. Menyalurkan rasa cintanya yg begitu besar kepada kyungsoo
"karena .. aku jatuh cinta pada pandangan pertama,nae sarang. Apa kau percaya?"
"aku percaya,tapi aku ingin mendengar alasannya" bibir kyungsoo mengerucut imut,ia tak suka. Jong in terlalu berbelit-belit. Jong in tertawa dadanya bergerak membuat kyungsoo semakin merajuk
"baiklah,baiklah nae sarang" jong in mengambil nafasnya dalam menyiapkan diri. "kau tau,nae sarang ... aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama,bukan wajahmu yg ku lihat pertama kali.."
Kyungsoo menerjap-nerjapkan matanya polos,ini begitu membingungkan untuknya "lalu?",jong in terkekeh di usapnya kepala kyungsoo.
"bisa aku melanjutkan ucapanku ? kau memotongnya nae sarang" balas jong in lembut membuat kyungsoo merona kembali.
"ne,mian.." ucap kyungsoo berbisik,jong in tersenyum. Melanjutkan lagi kalimatnya yang terputus.
"matamu... matamu begitu indah saat ku pandang,begitu bening sebening air,nae sarang. Pada saat itu dadaku mulai berdegup kencang karenanya. Malamnya akupun susah tidur.. " jong in mengelus pipi kyungsoo lembut mengecupnya sekilas.
"karena aku hanya memikirkanmu" jong in tersenyum,kyungsoo begitu terenyuh mendengar penuturan jong in begitu jujur. Ia tak sia-sia memilih kekasih,jong in adalah yang paling terbaik
"begitukah ?" mata kyungsoo berbinar bahagia, menatap jong in. dibalas dengan anggukan jong in
Kyungsoo mempererat pelukannya ke tubuh jong in,meresap kehangatan di antara himpitan tubuh mereka. Dingin tersamarkan dengan kehangatan cinta mereka yang begitu tulus
"ah iya,nae namja"
"hmmm ?" jong in membalasnya dengan gumaman seadanya,ia sibuk menciumi rambut kyungsoo yang memiliki aroma vanilla seperti parfumnya.
"keluargamu dimana ? kau tak pernah bercerita kepadaku ?" jiwa jong in gugup,matanya terbelalak mendengar pertanyaan kyungsoo. Ia benci ini. Ia benci mendengar sesuatu mengenai keluarganya.
Kyungsoo merasakan tubuh jong in mengang,ia mendahkan kepalanya ke atas di tatapnya wajah jong in. rasa bersalah menyelimuti hatinya. Wajah jong in begitu dingin. Rahangnya mengeras.
"k..kalau kau tak ingin menceritakannya tak apa..." bisik kyungsoo gugup,ia takut jong in akan marah padanya. Jong in menghela nafasnya,dapat dirasakan oleh kyungsoo. Tubuh jong in kembali rileks. Kyungsoo merasakan elusan di rambutnya,hangat sekali.
"kau perlu tau,nae sarang" balas jong in tenang. Ia menghela nafas lagi menormalkan emosi yg menguasai pikirannya
"ayah dan ibuku meninggal,aku hanya memiliki kakak..." tangan jong in mengepal di belakang punggung kyungsoo.
"dan aku tak tau dimana dia sekarang" bisik jong in,ia merasa lega menceritakan hal yang di simpannya selama ini. Hanya kyungsoo yang dapat membuatnya tenang seperti ini ...
"eum" kyungsoo menganggukan kepalanya,tangannya mengelus punggung jong in lembut. Menyalurkan kekuatan yang dapat ia miliki selama ini
"aku keluargamu sekarang" lanjut kyungsoo lembut. Tak ada keraguan disana,ketulusan yang murni
"kau segalanya untukku,nae sarang"
kyungsoo tersenyum bahagia,ia mengenggam tangan besar jong in yang hangat.
"berbaringlah disini." Ujar kyungsoo tersenyum menepuk-nepuk pahanya. Jong in mematuhinya. Ia membaringkan diri di atas kursi panjang itu dengan paha kyungsoo menjadi bantalnya.
Kyungsoo mengelus lembut kepala jong in. membuat jong in menyesap kehangatan yang indah ini.
"mau kunyanyikan sebuah lagu?" jong in mengangguk semangat. Kyungsoo terkekeh.
"dengarkanlah dengan baik. Maknai arti setiap bait lagunya" titah kyungsoo. "ne" balas jong in kalem.
There's a song that's inside... of my soul
Disana tersirat lagu.. dalam jiwaku
It's the one that i've try.. to write over and over again.
Aku mencoba untuk menulisnya kembali
I'm awake in the in invinite cold
Aku terbangun di cuaca yang dingin
But,u song to me over... and over and over again.
Tetapi,kau menyanyikan lagi dan lagi.
Suara lembut kyungsoo membuatnya terpana. Suara kyungsoo bagai bidadari yang sangat indah. Menyapu seluruh ingatan dalam pikirannya. Membuatnya terlena akan suara nyanyian itu.
So i lay my head back down
Aku menundukkan kepalaku
And i lift my hands
Dan aku mengangkat tanganku
And pray
Dan berdoa
To be only yours.
Menjadi milikmu
I pray
Aku berdoa
To be only yours
Menjadi milikmu
I know now
Aku tau sekarang
You're my only hope
Kau adalah harapanku.
Jong in berbangun . menatap kyungsoo lembut, suaranya yang indah ingin ia mendengar lagi sampai ia tuli. Mata kyungsoo berair. Jong in memeluknya kembali. Menenangkan kyungsoo. Lagu itu penuh kesedihan ketulusan. Seberapa besarnya keinginan kyungsoo ingin jong in menjadi miliknya.
"aku adalah harapanmu.. aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku.. selamanya" bisik jong in tercekat. Kyungsoo benar-benar tulus. Sama dengan perasaannya. Cinta indah yang mereka rajut bersama tak akan hilang. Tak akan bisa ...
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo dan jong in berjalan beriringan menuju rumah kyungsoo,tangan jong in tak pernah lepas menggenggam tangan kyungsoo sepanjang hari. Malam itu mereka bahagia menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Kyungsoo tak lelah selalu tersenyum. Ia bahagia sekarang dengan kekasihnya,jong in.
Mereka sampai di perkarangan rumah kyungsoo yang luas. Jong in membuka pagarnya. Ia menunduk dengan tangan yang membelok mengarah ke dalam pagar
"ladies first" candanya membuat kyungsoo bersemu,kyungsoo memukul pelan lengan jong in dan masuk kedalam pagar. Jong in hanya terkekeh geli melihat sifat kekasihnya yang mudah di goda
Setelah mereka masuk kedalam perkarangan, mereka melanjutkan langkah menuju pintu rumah kyungsoo. Seusai masuk,kyungsoo dan jong in melepaskan sepatu mereka menggantinya dengan sandal rumah yang hangat. Dengan desain bulu-bulu berwarna hitam dan putih
Kyungsoo melepaskan jaket dinginnya,menggantungnya di gantungan jaket di dekat pintu. Jong in sudah melenggang masuk mencari penghangat ruangan yang belum menyala.
Jong in menghempaskan tubuhnya di atas sofa, rasa lelahnya baru sampai begitu ia sampai di rumah. Kyungsoo menggeleng gemas melihat kelakuan jong in. ia mendekat kearah jong in menarik jaketnya.
Jong in menatapnya bingung,kyungsoo hanya menatapnya polos
"buka jaketmu,jong in-ah. Kau sudah dirumah sekarang" ucap kyungsoo lembut,jong in mengangguk ia menegakkan tubuhnya. Kyungsoo membantunya melepas jaket yang melekat di tubuh tingginya.
Setelah jaket itu ada di tangannya,kyungsoo berlalu pergi menggantung jaket jong in di sebelah jaket miliknya. Jong in hanya tersenyum melihat punggung kyungsoo. Rasanya ia memiliki istri,eh?
Kyungsoo melangkahkan tubuhnya masuk kedalam kamarnya sendiri,semenit suara gemericik air berbunyi sampai ruang tengah. Jong in bangkit dari duduknya. Ia masuk kekamarnya yang diberikan kyungsoo untuknya.
Ia ingin membersihkan tubuhnya,melepaskan penat yang bersarang di tubuhnya dengan air hangat.
Bertepatan dengan itu,kyungsoo keluar dari kamar. Ia sudah rapi sekarang memakai piama pororo kebanggaanya. Aroma sabun vanilla menguar dari tubuhnya. Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju dapur. Membuat 2 gelas susu coklat hangat untukknya dan jong in. mereka masih kenyang karena waktu dijalan tadi mereka sudah makan malam.
Bunyi pergesekan antara engsel pintu membuat kyungsoo mendongak ke lantai atas,ia mendapati jong in di depan pintu dengan baju kaos dan celana pendek miliknya. Kyungsoo tersenyum,ia membawa 2 gelas susu itu kedepan ruang tengah.
Jong in mendudukan dirinya di tengan-tengah sofa,dengan kyungsoo yang berada di sampingnya dengan segelas susu. Kyungsoo dan jong in menyesap susu mereka dengan tenang. Suara dentingan jam yang menggantung di dinding belakang tivi memenuhi suasana.
"apa kau tak keberatan tinggal disini,nae namja?" tanya kyungsoo,jong in mengangguk "tidak,anything for u" balas jong in. matanya menerling nakal menatap kyungsoo. Pipi kyungsoo bersemu merah. "dasar" balas kyungsoo,jong in hanya tertawa. Ia menyukai kyungsoo sepeerti ini.
"kau tau nae sarang,kita seperti suami istri. Tinggal disatu rumah,kau menyiapkan makanan dan segalanya untukku" goda jong in,tangannya mengelus pipi kyungsoo lembut. Membuat kyungsoo semakin merona.
Kyungsoo mengerucutkan bibirnya imut,ia berdiri menjauh dari jong in melangkahkan kakinya menuju kamar dengan menghentak-hentakkan kakinya yang kecil
"mau kemana kau yeobo-ku sayang?!" tanya jong in dengan sedikit berteriak,dengan tawanya yang menggema tentunya.
"Tidur!" balas kyungsoo ketus,suara bedebum pintu di tutup membuat jong in tertawa terpingkal-pingkal. Lucu sekali pikirnya. Suaranya mereda, jong in duduk dengan santai di sofa. Kepalanya menadah ke atas menatap plafon yang berwarna biru muda.
Ia memejamkan kepalanya,senyum mengembang di bibirnya. Ia tak menyangka kyungsoo juga membalas perasaanya yang ia simpan selama ini. Jong in berdiri membereskan gelas-gelas kotor di atas meja
Ia mematikan lampu ruang tengah dan dapur. Ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri. Langkahnya berhenti di depan pintu kamar kyungsoo. Dibukanya sedikit. Mengintip kedalamnya
Lampu tidur sudah bernyala di atas meja nakas samping tempat tidur kyungsoo,di tempat tidur itu. Tubuh kyungsoo bergelung dengan selimut.
Jong in bergerak hati-hati dengan langkah yang berjingkit kecil. Ia menengok melihat wajah kyungsoo, damai sekali wajah kyungsoo polos dan manis. Jong in tersenyum di usapnya pipi kyungsoo lembut. Jong in mendekatkan wajahnya ke wajah kyungsoo. Di kecupnya lembut kening,turun menuju kedua pipi gembilnya,dan terakhir bibirnya. Menyesap rasa manis dari sana sekejap.
Kecupan jong in naik menuju puncak kepala kyungsoo,"jaljayo nae sarang. Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Semoga mimpi indah .. mimpikan lah kita berdua" bisik jong in sambil menatap wajah kyungsoo yang damai.
Jong in melangkah hati-hati menjauh dari tempat tidur kyungsoo keluar kamar,menutup pintu dengan pelan berharap suara itu akan ikut mengecil.
Jong in tersenyum,ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Memulai aktifitas malamnya rutin. Merontokkan seluruh penat dan kantuk yang menyerangnya saat ini.
.
.
.
.
.
.
Pagi menyambut jong in yg sedang terlelap dengan indahnya di atas ranjang. Suara kelontang wajan dengan pengaduknya dari dapur membuat tidur jong in terganggu. Ia bangkit dari kasurnya terduduk diatasnya
Bersamaan dengan seseorang yang membuka pintu. Kyungsoo menengok kedalam mendapati jong in dengan mata setengah tertutup menatapnya. Wajahnya kusut belum di cuci. Kyungsoo terkikik geli melihat jong in. kyungsoo melangkah mendekati jong in mengambil handuk dan menutupi kepala jong in
Jong in mendongak kearah kyungsoo,matanya merah kulitnya yang kehitaman pun pucat.
"wae?" tanya jong in malas,suaranya masih serak. Kyungsoo terkikik lagi dibuatnya
"mandi,nae namja" kyungsoo menarik tangan jong in agar bangkit dari ranjang, jong in dengan melemahkan diri menuruti apa yang kyungsoo inginkan.
"ne,ne.. arasseoyo" balas jong in,jalannya sempoyongan menuju kamar mandi. Kyungsoo menggelengkan kepalanya berjalan keluar kamar jong in menuju dapur.
Aroma masakan yg begitu lezat tercium sampai lantai atas menuju kamar jong in. jong in yang sedang memakai pakaiannya tergoda dengan baunya. Dengan cepat jong in memasang bajunya,berlari dari kamarnya menuju dapur.
Terlihat kyungsoo dengan apron berwarna biru muda dengan rambut yang di ikat kuda. Ia sedang menyiapkan makanan rupanya. Kepalanya menoleh kearah jong in berdiri terpaku tak jauh dari meja makan.
"duduklah" suruh kyungsoo manis. Ia tersenyum,lalu melanjutkan perkerjaannya menyiapkan makanan. Kyungsoo mengambil sebuah teko yang sudah berisi teh hangat untuk sarapan mereka kali ini. Jong in duduk di salah satu bangku. Di susul dengan kyungsoo yang ikut duduk di sampingnya.
Kyungsoo menyendokkan nasi kepiring jong in dan piringnya. Mengisinya dengan lauk pauk yang mungkin akan di sukai jong in.
Kyungsoo menyodorkan piring jong in kedepannya. Disambut uluran tangan jong in. matanya menatap makanan itu dengan menggoda. Jong in benar-benar kelaparan. Kyungsoo terkekeh.
"mammogo.." ucap kyungsoo, "ne". Jong in mengambil sumpit. Menggenggamnya di antara jari-jari panjangnya. Ia menyumpit sayur yang dimasak kyungsoo. Ia benci sayur. Dengan segenap keraguan ia mulai menyuapkannya ke mulutnya. Sambil mengunyah dilihatnya kyungsoo menatapnya penuh harap. Berharap agar jong in memuji masakannya.
Luar biasa keajaiban. Jong in mengunyah semangat sayur yang ada di mulutnya. Kyungsoo semakin berbinar menatapnya. Kepala jong in mengangguk-angguk kearah kyungsoo. Setelah mengunyahnya lembut,jong in menelannya.
Kyungsoo menyodorkan air. Jong in meneguknya pelan.
"enakkah ?" tanya kyungsoo dengan berbinar. Matanya puppy eyes berharap sangat. Wajah jong in berubah datar. Sekejap mata kyungsoo yang berbinar berkilat sedih. Jong in tertawa.
"enak nae sarang,aku hanya menggodamu saja." Kyungsoo mengerucutkan bibirnya. Terdengar tawa jong in semakin keras. Hampir saja kyungsoo menangis
"kau menyebalkan!" kilah kyungsoo gemas. Ia memakan makanannya dengan ganas.
"hey,hey makannya pelan-pelan" jong in meraih sumpit kyungsoo. Mengisinya dengan ikan asin korea. "ayo aku suapi ? aaa.." jong in membuka mulutnya mencontohkan kyungsoo agar ia juga mengikutinya.
Pipi kyungsoo berona merah,ia dengan terpaksa menuruti apa yang dikatakan jong in. mengunyahnya dengan lembut. Ia meraih sumpitnya di tangan jong in.
"kau makan saja,aku bisa sendiri kok" jong in mengangguk. Ia makan dengan lahap sampai ia benar-benar kenyang saat itu. Selesai menghabiskan porsinya. Jong in bersandar di sandaran kursi.
"sayurmu sangat enak,masakanmu yang lain juga. Kau tau ini pertama kalinya aku suka makan sayur" cercah jong in senang. Perutnya senang,iapun juga senang. Kyungsoo tersenyum mendengarnya.
"kalau begitu bagus,aku akan memasakkanmu sering-sering ?"
"tentu." Balas jong in mantap.
Kyungsoo tersenyum. Ia bangkit dari kursinya membersihkan seluruh meja dan mencuci semua pralatan makan yang kotor di bantu jong in tentunya. Seusai membersihkan rumah , mereka duduk di depan tivi. Menonton acara televisi pororo.
"kau suka pororo?" tanya kyungsoo aneh. Matanya menatap jong in dengan pandangan yang menjijikkan. Bayangkan saja. Jong in suka pororo.? Dilihat dari cara menontonya pun kyungsoo sudah tahu. Jong in pencinta pororo sepertinya.
"memangnya kenapa?" jong in balik bertanya dengan sewot. Dagunya ia naikkan menantang kyungsoo. Seketika tawa kyungsoo pecah menggema di seluruh ruangan.
"kau.. kau suka pororo ? preman begis sepertimu ? hahaha..." kyungsoo mengejek jong in sambil tertawa terbahak-bahak. Kyungsoo menutup mulutnya dengan telapak tangannya berusaha meredam tawanya yang pecah. Jong in mengerucutkan bibirnya sambil mencibir tak jelas. Kyungsoo memeluk jong in
"mianhae.. haha.. aku hanya bercanda,nae namja" ujar kyungsoo sedikit terkikik.
"yaaa..yaaa" jong in menjawab dengan malas. Memutar bola matanya jenuh.
"sudah jam.9, aku harus pergi ya ?" kyungsoo berdiri melepas pelukannya pada jong in. ia berlalu kekamarnya.
"eodiga ?" tanya jong in. kyungsoo menghentikan langkahnya,memutar tubuhnya menatap jong in.
"kerja. Hari ini toko bunga harus buka" jong in mematikan tivi. Ia berjalan menuju kyungsoo.
"aku ikut." Titahnya tegas. Jong in berdahulu berjalan melalui kyungsoo kekamarnya. Kyungsoo hanya menaikkan bahunya. Tak tau menahu
`kyungsoo berjalan tenang melewati tangga. Menuju kamarnya. Belum lama jong in sudah keluar dari kamarnya. Mengenakan kemeja putih yang kontras dengan kulitnya yang kecoklatan,jaket dingin berwarna merah dengan celana jeans panjang menghiasi kaki jenjangnya.
Tak lama kyungsoo keluar kamarnya. Pakaiannya sederhana namun modis, kyungsoo mengenakan baju cardigan panjang berwarna keemasan. Di balut sweater putih dan celana kulit berwarna putih. Dikepalanya ada sebuah topi rajut yang dapat menghangatkan bagian kepalanya.
Sangat cocok,mereka seperti pasangan muda mudi yang sempurna dan sukses. Semacam suami istri muda sepertinya ...
Mereka melangkah keluar rumah sebelumnya menguncinya agar rumah mereka tetap aman. Jong in meraih tangan kyungsoo memasukkannya dalam kantung jaket berserta tangannya. Sudah menjadi kebiasaan jong in memperhatikan hal-hal kecil seperti ini untuk kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di toko bunga kyung'hee flowers mereka langsung mengurusnya. Menambahkan pupuk,menyiram air dan semacamnya. Kyungsoo dan jong in terduduk di belakang meja kasir. Terengah setelah mengangkat pot-pot besar berdua.
Suara gemerincing lonceng berbunyi dari depan pintu. Masuk seorang lelaki tinggi kurus dengan rambut pink polos. Wajahnya tegas rahangnya kokoh tatapan matanya pun tajam. Pria itu memincingkan matanya melihat jong in bersama wanita. Siapa dia ?
"hyung" panggilnya kepada jong in. jong in menoleh. Ia tak terkejut ekspresinya datar saja
"ada apa,sehun?" tanya jong in. ia keluar dari meja kasir di ikuti kyungsoo seperti ekornya saja.
"kenapa kau tak ke markas kita lagi,hyung ? dan siapa lagi wanita ini?" tunjuk sehun pada kyungsoo. Sontak kyungsoo terkejut ia langsung menyembunyikan tubuhnya yang mungil di belakang tubuh jong in.
"aku ingin mundur sehun. Aku sudah memiliki kekasih sekarang yang perlu ku jaga. Aku tak ingin ada yang menganggunya lagi." Balas jong in. matanya terarah pada kyungsoo yang berada di belakangnya.
Sehun menatap kyungsoo intens dari atas sampai bawah. Ia melihat semuanya. Dimana hyungnya yang aneh akhir-akhir ini sebelum tak pernah lagi ke markas. Dimana jong in yang menatap kyungsoo lembut. Ia menyadari hyungnya ini benar-benar jatuh cinta pada gadis ini seperti apa kata tao bebrapa waktu lalu.
Sehun menepuk bahu jong in. "kau memilih yang terbaik,hyung" ucapnya sambil tersenyum di wajahnya yang datar."siapa namanya,hyung?"
Jong in menarik tangan kyungsoo agar keluar dari persembunyiannya. Ia menepuk lembut kepala kyungsoo. Menyalurkan perasaan agar ia tetap tenang bahwa tak terjadi apa-apa. Kyungsoo mengangguk. Ia mengulurkan tangannya kehadapan sehun
"do kyungsoo imnida. Bangapsemnida" ucap kyungsoo sambil menundukkan kepalanya. Sehun menggumam meng`iyakan. "kau sudah tahu namaku tadikan ?" "ye?" balas kyungsoo bingung.
"aku oh sehun." Kyungsoo mengangguk-angguk lucu.
"jadi ada apa kemari,sehun ?" tanya jong in memecah kesunyian.
"aku kemari ingin membeli bunga. Dan ada satu hal yang ingin kubicarakan denganmu." Balas sehun serius. Wajahnya datar tersirat tatapan dingin yang menusuk.
Jong in mengangguk. Ia menggiring kyungsoo ke belakang meja kasir. Membicarakan sesuatu. Kyungsoo mengangguk meng`iyakan. Jong in keluar dari toko menarik sehun ikut bersamanya.
"jadi apa?" tanya jong in penasaran. Jong in tahu,kalau ada masalah yang sperti ini pasti akan panjang.
"kau tau exoist ? musuh kita setahun yang lalu, yang pernah kita bunuh orang yang di lindunginya itu ?"
"ya aku tau." Jong in menatap tajam mata sehun. Di hadapannya. Perasaanya berdegup kencang. Ia teman-temannya,dan kyungsoo akan terancam bahaya.
Sehun menghembuskan nafasnya dengan tenang. Mengeluarkan emosi yang meluap-luap memenuhi pikirannya.
"park chanyeol. Di ingin membalas dendam." Jantung jong in berpacu cepat. Ia tak yakin. Tak yakin ini bisa diatasi. Park chanyeol. Sang pembunuh sadis itu mengincarnya setahun lamanya. Ia takut. Kyungsoo-nya . apa yang akan terjadi padanya nanti ?
"hati-hatilah,hyung. Aku akan memberitahumu kapan ia akan mulai bergerak" sehun menepuk bahu jong in yang bergetar. "bersiaplah" ucapnya sambil berlalu pergi menjauhi toko bunga
Kyungsoo datang berboyong-boyong menghampiri jong in yang terpaku.
"masuk. Diluar dingin" ujar kyungsoo. Jong in tersadar. Ia masuk kedalam toko mendahului kyungsoo. Setelah sampai didalam. Dipeluknya kyungsoo erat. Kyungsoo bingung apa yang terjadi pada jong in.
Kyungsoo membelai punggung kyungsoo lembut. Menenangkan kekasihnya
"tolonglah. Janji padaku kyungsoo.." bisik jong in halus. Ia mengeratkan ruang pelukannya dengan kyungsoo.
"jangan keluar sendirian. Kemanapun. Arraseo?" . dalam pelukannya kepala kyungsoo mengangguk-angguk patuh. Jong in mengelus rambut kyungsoo lembut.
"baguslah.."
.
.
.
.
.
Tengah malam itu saat semua orang tertidur pulas. Jong in berdiri menatap ponselnya yang berdering. Ia mengangkatnya
"ya?"
"..."
"sekarang"
"..."
"tunggulah. Siapkan dengan mantap. Aku akan datang"
Sambungan telepon terputus. Jong in melangkahkan kakinya keluar rumah. Ia memastikan semua jendela terkunci rapi di seluruh panjuru rumah. Pintu ia kunci dengan pasti agar tak ada orang bisa masuk kedalam rumah kyungsoo. Ia menyambar jaketnya memakainya. Menyiapkan dirinya semantap mungkin.
Ia mulai melangkahkan kakinya keluar rumah berdoa semoga ini baik-baik saja. Jong in mengepalkan tangannya di samping tubuhnya.
Malam itu. Akan menjadi saksi bisu pertarungan hebat yang akan terjadi. Pembalasan dendam yang tak terelakkan akan menjadi topik utama. Semuanya berubah menjadi emosi dan dendam. Hanya itu...
'nae sarang. Jagalah dirimu baik-baik. Aku janji.. akan kembali. Percayalah'
.
.
.
.
.
.
Anyeong kembali readers-nim. Ini chapter udah saya terbitkan.
Dengan susah payah,alias sakit pinggang saya menulisnya. Haha :D
Terimakasih ya buat yang mau baca ataupun yang udah riview dan yang udah follow ama favorite ff yg abal ini
Ini balasan para riview ;
Arrahyeri : ya tentu diterima dong chingu,hehe :D terimakasih riviewnya.
Insooie baby ; yahh .. gak bisa chingu ini emang udah angst sejak awal sampai akhir ceritanya ini. Hehe,mian yaa .. terimakasih udah riview
Kaisoo fujoshi SNH : disini udah bisa ditebak kok siapa itu,udah di rilis ini lanjutannya. Terimakasih udah riview ya chingu ?
