Imagine
-bleach©tite kubo-
Pairing: Bya-Ruki
Rate: T
Warning: out of character, Gajeness, etc. tempat yang gak spesifik yang penting Jepang XD #digilas truk.
~Selamat membaca~
#Chapter 2 - awal hidup baru#
Hari terus berlalu, waktu terus berlari. Begitupun kehidupan, terus berjalan tanpa bisa diulang kembali, terus berputar seperti roda satu arah yang tak mungkin berputar kearah sebaliknya.
"pagi, Rukia sayang... Apa tidurmu nyenyak semalam?" Sapa Ibu di ruang makan.
"a..." Jawab Rukia mengiyakan.
"kau tau, semalaman Byakuya-kun menjagamu loh... Ah, romantisnya..." Ucap Ibu dengan nada menggoda.
"ha? memangnya apa yang terjadi semalam?" Tanya Rukia ingin tahu.
"semalam kau pingsan Rukia" kata Ayah menurunkan koran yang dibacanya dengan wajah khawatir.
"dan Byakuya-kun yang menggendongmu hingga ke kamarmu loh sayang" sambung Ibu.
"dasar rubah berisik" batin Rukia mendengar suara 'Ibu'nya.
"apa kau masih pusing? Tak enak badan? Atau kau ingin sesuatu?" Tanya Ayah beruntun.
"tidak Yah, aku sudah merasa lebih baik sekarang. Jangan khawatir" jawab Rukia dan memberikan senyum terbaiknya kepada Ayah.
Merekapun akhirnya sarapan bersama pagi itu. Setelah selesai, Ayahpun pergi ke kantor setelah berpamitan. Ibu seperti biasa, menghabiskan waktu di mall dan berbagai tempat mewah dengan teman-temannya. Sedangkan Rukia berkumpul bersama teman-teman bandnya untuk latihan dan menghabiskan waktu seharian itu.
"hei, kita dapat tawaran manggung nih" kata Ishida yang membawa selembar kertas.
"dimana?" Tanya Ichigo antusias.
"di hotel R.C. Disana akan diadakan pesta pertemuan para pengusaha" jelas Ishida.
"kapan... Kapan?" Tanya Inoue yang tak kalah antusias.
"hari jumat dari jam 6 hingga jam 9 malam" Lanjut Ishida.
"baiklah... Masih ada empat hari lagi, ayo kita latihan" Ajak Renji semangat dan diikuti oleh yang lain.
Hari itu akhirnya dihabiskan Rukia dan teman-temannya untuk berlatih agar performanya tidak mengecewakan pada hari jumat nanti.
Begitu selesai latihan, Ichigo dan yang lainnya melihat wajah Rukia yang pucat.
"ne Rukia-chan, apa kau sakit? wajahmu terlihat pucat" Tanya Inoue khawatir.
"aku agak tak enak badan" Jawab Rukia pelan dan memegang kepalanya.
"kenapa kau tak bilang dari tadi kerdil?" Omel Renji.
"kita bisa segera menghentikan latihan kalau kau sakit" Lanjutnya.
Mendengar omelan Renji, Rukia hanya bisa diam karena teman masa kecilnya ini akan sangat cerewet jika dirinya sakit.
"lebih baik kuantar pulang" Ucap Ichigo seraya meminjamkan jaketnya pada Rukia.
"jangan lupa makan obat, karena hari jumat kita ada pekerjaan" Kata Ishida mengingatkan.
"Ishida-san, kau dingin..." Kata Inoue cemberut.
"aku tak tau harus berkata apa, Inoue. Lagipula lebih baik besok kita off latihan" Aku Ishida sambil memberikan arahan.
"dan kau, besok istirahatlah seharian dan jangan melakukan hal tak berguna" Omel Renji yang terus berlanjut pada Rukia.
"memangnya aku melakukan hal tak berguna apa?" Tanya Rukia tak terima dengan perkataan Renji.
"bertengkar dengan 'Ibu'mu" Jawab Renji singkat yang kontan membuat wajah imut Rukia cemberut.
"iya iya... Paling juga dia sibuk berfoya-foya" Jawab Rukia masih dengan wajah cemberutnya.
Setelah berpamitan pada teman-temannya, Rukiapun diantar pulang oleh Ichigo dengan motornya.
#di rumah
"aku pulang" Ucap Rukia.
"Rukia, jaket siapa yang kau kenakan itu?" Tanya Ibu sedikit histeris melihat Rukia mengenakan jaket yang kebesaran di tubuhnya.
"berisik" Jawab Rukia sekenanya dan berlalu pergi menuju dapur meninggalkan 'Ibu'nya yang masih ingin histeris.
Saat berjalan menuju dapur Rukia berpapasan dengan Byakuya. Ia hanya melihat Rukia dengan jaketnya yang besar dalam diam.
"pantas" Batin Rukia mengingat 'Ibu'nya yang histeris.
"apa kau masih demam?" Tanya Byakuya tiba-tiba dengan suara baritonnya.
"ya" Jawab Rukia singkat tanpa memandang Byakuya.
"dan terima kasih telah menjagaku semalam" Lanjutnya sambil membungkukkan badannya menghadap Byakuya.
"istirahatlah yang cukup" Jawab Byakuya yang tiba-tiba menempelkan tangannya di dahi Rukia dan membuat wanita bertubuh mungil itu kaget.
"a-apa yang kau lakukan?" Tanya Rukia gelagapan.
"demammu sepertinya meningkat" Ucap Byakuya tak menghiraukan pertanyaan Rukia.
"a-aku akan makan obat sekarang" Kata Rukia lalu pamit pada Byakuya dan segera menuju dapur.
"aku akan datang lagi besok" Ucap Byakuya sebelum Rukia meninggalkannya dan hanya mendapatkan anggukan dari Rukia.
(~^_^)~
Keesokan harinya Rukia terus berbaring di tempat tidur tanpa banyak melakukan kegiatan. Hanya Tensai dan para pelayan lainnya yang merawat Rukia karena 'Ibu' sudah pergi entah kemana. Sepertinya stress yang didapati Rukia berpengaruh pada sistem immune tubuhnya hingga ia masih demam saat ini.
Telepon tiba-tiba saja berdering di lantai bawah, dan Tensai segera mengangkatnya. Terjadi percakapan disana hingga akhirnya gagang telepon tersebut diletakkan kembali oleh Tensai seraya menekan tombol hold. Tensaipun mendatangi kamar Rukia disana ia mendapati Rukia tengah tertidur lelap. Pria bertubuh besar dan berkacamata itupun segera keluar dan mengangkat telepon itu kembali. Tak berapa lama kemudian Tensai mengakhiri pembicaraan di telepon tersebut.
Menjelang sore, sebuah mobil sport hitam berhenti di depan gerbang rumah Rukia. Setelah dipersilahkan masuk oleh penjaga gerbang, mobil tersebut parkir di halaman tak jauh dari pintu masuk. Seorang pria berkacamata hitam keluar dari mobilnya dengan membawa bingkisan di tangannya.
"selamat datang, Kuchiki-san" Sapa Tensai begitu pria itu memasuki rumah.
"bagaimana keadaan Rukia?" Tanya Byakuya setelah melepaskan kacamatanya dan menyerahkan bingkisan yang dibawanya tadi.
"sedikit membaik. Demamnya sudah sedikit menurun" Jelas Tensai.
"seharian ini nona terus berbaring di tempat tidurnya" Lanjutnya.
Tensai akhirnya mengantar Byakuya ke kamar Rukia. Begitu tiba dikamarnya, Tensai segera meninggalkan Byakuya setelah pamit terlebih dahulu. Disana Byakuya melihat Rukia sedang tertidur dan berkeringat. Diambilnya handuk kecil yang terlipat di buffet, lalu dilapnya keringat di dahi dan leher Rukia. Saat itu Rukia membuka matanya perlahan dan dilihatnya Byakuya yang sedang mengelap keringatnya.
"Byakuya-san" Gumam Rukia sambil memegang tangan Byakuya.
'deg' Degup jantung Byakuya.
"tidurlah, kau perlu banyak istirahat" Ucap Byakuya pelan. Tapi Rukia menolak dan membetulkan posisinya menjadi setengah duduk.
Tak berapa lama kemudian Tensai datang membawa semangkuk bubur dan segelas air putih.
"Nona, makanlah. Ini dibawa oleh tuan Byakuya" Ucap Tensai sembari menyodorkan bubur yang dibawanya tadi.
"Byakuya-san, kau tak perlu repot-repot seperti ini" Kata Rukia.
"tak apa, makanlah" Ucap Byakuya.
Rukiapun menyantap bubur ayam yang diberikan Tensai tadi hingga habis.
~(^_^~)
Setelah istirahat total dirumah, demam Rukia akhirnya sembuh. Keesokan harinya, Ia kembali beraktifitas bersama teman-temannya.
"ahh... Akhirnya demamku turun juga.." Ucap Rukia sambil meregangkan ototnya.
"untunglah, Rukia-chan" kata Inoue mensyukuri.
"yah... Kalau besok kau masih demam, aku akan menyeretmu dari tempat tidur. Jangan khawatir, aku akan senang melakukannya" ucap Renji yang diselai gelak tawa teman-temannya termasuk Rukia.
#di Rumah Byakuya
"Tuan, persiapan yang anda minta akan segera selesai" kata Kepala Pelayan Byakuya.
"a.." ucap Byakuya mengiyakan.
"aku akan melihatnya nanti" lanjutnya.
#di Rumah Ukitake
"Aku suka yang ini" ucap Ibu menunjuk contoh motif kimono pengantin kepada seorang penjahit.
"Nona Rukia akan sangat cantik sekali nanti, Nyonya" ucap penjahit itu memuji pilihan Ibu.
"tentu saja, pilihanku tak pernah salah" ucap Ibu bangga.
(~^_^)~
Hari jumatpun tiba, Rukia dan teman-temannya segera menuju ke hotel RC setelah latihan sebentar di studio mereka. Begitu sampai disana, mereka mempersiapkan sound system untuk tampil nantinya. Setelah acara dimulai dan segala bentuk kata sambutan selesai, akhirnya giliran tampil bagi mereka. Di sudut ruangan terlihat Byakuya yang terkejut melihat Rukia berada di panggung kecil hotel tersebut dan dengan cepat disembunyikan wajah kagetnya dengan memasang kembali wajah stoic andalannya.
"Rukia" gumam Byakuya hingga yang mendengar cukup dirinya sendiri.
Sedangkan Rukia tak melihat Byakuya yang seruangan dengannya. Ia hanya fokus pada performance bandnya yang harus tampil maksimal malam itu.
"ngh... Akhirnya selesai juga" ucap Ichigo sambil meregangkan otot-ototnya.
"hm... Aku lelah..." ucap Inoue menimpali.
"yah..., penampilan kita malam ini cukup bagus. Sebagai gantinya Manajer Hotel memberikan kita bonus" ucap Ishida melambaikan amplop ditangannya.
"apa? bonus? Hahahaha... Aku tak salah dengarkan?" Tanya Renji bertubi-tubi.
"n...n... Sama sekali tidak" Ishida menggeleng untuk meyakinkan.
"baiklah..., ayo kita merayakannya..."ajak Rukia semangat pada teman-temannya dan disetujui oleh mereka.
Tanpa Rukia sadari seseorang mendengar percakapan mereka di sebelah ruangan yang memang tak kedap suara itu. Tak lain dan tak bukan Kuchiki Byakuya.
Akhirnya merekapun meninggalkan Hotel tersebut dan menuju kedai okonomiyaki langganan mereka dan merayakan keberhasilan mereka malam itu.
~(^_^~)
Sebulan setelah penampilan Rukia dan teman-temannya di Hotel RC, Rukia disibukkan oleh persiapan-persiapan pernikahannya yang memang akan segera berlangsung. Dimulai dari undangan, fitting kimono, dan sebagainya karena sebagian besar persiapan sudah dilakukan oleh orangtuanya dan dari pihak Byakuya. Dua minggupun terasa cepat berlalu, hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba.
Prosesi pernikahan itu berjalan dengan khidmatnya, meskipun berkali-kali hati Rukia mencelos dengan keadaan yang dihadapinya saat ini. Kehidupan baru dirinya, bukan sebagai Ukitake Rukia lagi melainkan Kuchiki Rukia, istri dari Kuchiki Byakuya. Hanya memikirkan perubahan marga itu saja sudah membuat perutnya sedikit mual, apalagi kini ia harus melihat 'Ibu'nya yang overacting dihadapan para tamu undangan. Ia merasa ingin mengeluarkan isi dalam perutnya yang terisi penuh tadi pagi.
Nama baru, hidup baru, tempat tinggal baru, serta orang-orang baru yang akan ditemuinya nanti membuat Rukia gundah. Apakah ia akan bisa menjalani kehidupan barunya sebagai Nyonya Kuchiki?. Pertanyaan-pertanyaan serupa terus hadir dalam pikirannya selama prosesi itu berlangsung.
Pria yang menjadi suaminya kini begitu tampan bak mahakarya dari seorang masterpiece. Para tamu undangan yang hadir saat itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Pria yang telah menjadi suaminya itu, termasuklah teman-teman Rukia. Ia begitu elegan, tanpa cacat sekalipun di mata mereka. Berpikir bahwa Rukia adalah wanita yang paling beruntung bisa mendapatkan seorang Kuchiki Byakuya, Pria yang diidam-idamkan oleh kaum hawa seantero Jepang.
(~^_^)~
Setelah menjalani hari yang begitu melelahkan, akhirnya Byakuya dan Rukiapun bisa beristirahat. Melepaskan penat ditubuh mereka sesaat.
Malam ini, malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri. Malam dimana setiap pasangan di dunia ini merasakan sesuatu yang spesial bagi mereka. Malam pengikatan. Malam yang dirasakan Rukia sebagai malam yang horor karena ini baru pertama kali terjadi dalam hidupnya, bersama seorang suami yang dikenalnya begitu singkat dan jarang bertemu pula. Ia merasa jantungnya berdegup sangat cepat hingga ia takut kalau jantungnya bisa keluar dari tempatnya, meskipun ia tahu kalau itu tak akan pernah terjadi. Rukia menetapkan hati untuk menerima suaminya agar bisa menghuni hati hampanya, agar bisa mengganti kehampaan itu dengan kebahagiaan. Kebahagiaan milik mereka berdua. Karena ia yakin akan menghabiskan waktunya bersama pasangannya ini untuk seumur hidupnya, maka ia harus mencintainya. Menerima pria itu apa adanya.
Byakuya akhirnya masuk kedalam kamar tidur mereka saat ini, setelah berbincang sebentar dengan orangtua Rukia. Iapun duduk di tepi tempat tidur dimana Rukia berada.
"kuharap kau tak menyesal" ucap Byakuya lirih.
"kalau kau takut aku menyesal, kenapa kau menikahiku" batin Rukia mencelos.
"semoga tidak" jawab Rukia menyunggingkan senyumnya yang diikuti oleh Byakuya.
Byakuyapun memegang pipi Rukia. Diusapnya pipi Rukia lembut dengan ibu jarinya. Didekatkan wajahnya ke wajah Rukia. Dikecupnya lembut bibir Rukia, intens, tanpa paksaan. Rukiapun terbuai dengan perlakuan Byakuya. Perlahan ia memanjakan Rukia agar terbiasa terhadap dirinya, lembut, memabukkan. Rukia yang mendapat perlakuan istimewa tersebut merasa malu, malu karena tubuhnya terlihat oleh orang lain selain dirinya. Byakuya hanya tersenyum lalu mengecup Rukia sekali lagi agar rasa malunya sedikit terlupakan.
"kau cantik" bisik Byakuya disela-sela ciumannya yang membuat pipi Rukia merona.
Ketika kebutuhan itu sudah tak tertahankan lagi, Byakuya meminta izin untuk bersatu dengan Rukia. Seutuhnya.
"akan sedikit sakit" ucap Byakuya membelai wajah istrinya. Rukiapun tersenyum.
"aku akan bertahan" balasnya sambil membelai wajah suaminya. Byakuyapun tersenyum.
Penyatuan itu terasa begitu menyakitkan bagi Rukia, ia menitikkan sedikit air mata. Byakuyapun memeluknya lembut dan mengecupnya kembali hingga Ia terbiasa dengan keberadaan Byakuya di dalam tubuhnya. Setelah terbiasa, Byakuya mulai bergerak dengan berirama. Erangan lembut mengalir dari mulut Rukia dan Byakuya. desahan-desahan yang memabukkan, peluh yang bersatu dalam setiap gerakan, dunia yang mulai tampak putih. Ketika semua itu diambang batas, satu kata terucap dari mulut Byakuya.
"Hisana..."
Dan batas itu telah mencapai puncaknya.
TBC...
a/n:
Haaa... Akhirnya chapter 2 selesai juga... BANZAI... #taburtaburbunga#
Hallo minna, akhirnya saya update juga meskipun telat T^T. gomenne... #bungkukbadan#. Yah... Setelah berbagai kendala yang saya hadapi akhirnya fic ini jadi juga... :D
mana lappy dan kompy di rumah dibawa sudah di bawa kabur juga, makanya saya updatenya telat banget... sangat-sangat telat malah... T_T hiksu hiksu, maafkanlah saya author yang tidak bertanggungjawab ini... T^T
M... Mengenai adegan malam pertama itu sengaja saya blurkan untuk keamanan rate (sebenarnya saya gak bisa bikin lemon) hahahahaha... ^A^. Yyah... Semoga aja readers dan senpai-senpai tidak kecewa.
Yup... Saatnya membalas review... ^^
Chibi Dan
Nih saya udah update loh... ^^
Yup... Sangat... Perhatian, seandainya aja Byakuya perhatian ke yuki juga... T^T
M... Rukia jatuh cinta gak ya? Menurut Dan-san? Yah, saya nanya balik pula #plak#
Makasih udah review... ^^
ImyGie-Chan
Saya juga gak rela Byakuya sama Rukia, lebih baik Byakuya sama yuki aja... Hahaha #dibankaibyakuya#
Maminya Rukia siapa yah? Ada ide? Coz yuki aj bingung sama maminya Rukia kok bisa segitunya ya... -_-a
Makasih udah review... ^^
PAMILA DE CASTRO
terima kasih karena PAMILA-san sudah menyukai fic saya, itu sangat berarti bagi saya meskipun terjemahan google memang sedikit sulit untuk dimengerti. Sekarang saya sudah update chapter baru meskipun telat... ^^
#pelukpeluk#
terima kasih sudah mereview... ^^
(thank you because PAMILA-san like my fic, that so meaningful for me even though google translate is little hard to understood. Now I already update new chapter Whereas its late... ^^)
#hugs#
Thank you for your review... ^^
Betulkah bahasa Inggris saya? Soalnya Yuki sedikit nyontek google translate juga. Ehehehehe... :D
Untuk yang sudah sudi meriview fict saya ini, saya ucapkan banyak terima kasih. untuk silent reader juga saya ucapkan terima kasih karena saya merasa karya saya masih dihargai... ^^
Semoga dengan tata bahasa yang saya gunakan tidak mengurangi cara kita berkomunikasi.
Regards,
Yukishirozakura
RnR please XD
