Unrespect.

Disclaimer : All member Super Junior adalah milik Tuhan, keluarga mereka, dan SMEntr.

cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon, dan member Super Junior lainnya.

Warning! : typo bertebaran, BL, miskin alur, dan segala kekurangan lainnya.

No Bash!

.

Enjoy^^

.

.

.

.

.

.

" Jangan bercanda Lee Dong Hae! Kau seharusnya paham benar, jika hal itu tidak akan pernah kulakukan! Aku akan mencarinya sampai kapanpun, dimanapun itu—aku pasti akan menemukannya."

"—dan aku juga yakin jika dia sudah menghapus mu dari kehidupannya Kyu! kau lupa apa yang sudah kau lakukan padanya, hah? Realistis sajalah~ aku yakin, dia sudah mendapatkan penggantimu sekarang."

" Akan kurebut! Apapun yang terjadi,dia harus kembali padaku! Harus... dia harus mau Hyung~ aku tidak bisa tanpanya... selama ini aku bertahan demi dia—hanya demi dia..." lirih namja itu, yah seorang Cho Kyuhyun yang terkenal akan tangan dinginnya dalam menangani perusahaannya benar-benar tak berdaya jika itu sudah mengenai istri—Kyuhyun menolak untuk menyebutnya sebagai mantan istri—nya, namja yang sudah mendominasi seluruh hatinya.

" hhh~ seandainya saja kau tidak melakukan kesalahan itu..." yah, tidak perlu ditegaskanpun Kyuhyun akan selalu mengingatnya..

.

.

.

.

.

.

" hu-uhh... Kyuhnie belum pulang juga! Makanan-makanan ini jadi dingin sekarang." Namja imut itu menekuk wajahnya kesal. Hari ini adalah wedding anniversary mereka, tapi dari tadi suaminya belum pulang juga. Yah, Jongwoon sekarang sudah menjadi istri dari si tuan penyelamat. Mereka memang memutuskan untuk menikah di tahun terakhir sekolah mereka. Sejak menikah, mereka sepakat untuk hidup berdua saja di rumah sang suami—tinggal terpisah dari keluarganya Jongwoon.

.

Padahal malam ini sudah memasak makanan spesial buatannya sendiri—memang, namja manis itu sudah bersusah-payah untuk belajar masak selama sebulan ini, dengans mengikuti kursus memasak—hanya demi untuk memanjakan perut sang suami dihari spesial mereka.

'ting-tong!'

" ah! Akhirnya dia pulang juga... tapi makanannya—" Yesung menatap sedih makanan hasil kerja kerasnya itu," eumm, nanti ku panaskan saja lagi, hum!" dengan antusiasnya dia ke pintu depan sammbil memasang senyum terbaiknya.

" salamat da—eh? Annyeong~ kalian ini temannya Kyuhnie kan? Ah mian... Kyuhnie belum pulang."Jongwoon kaget, karna ternyata yang datang bukan sang suami, melainkan teman-temannya Kyuhyun semenjak disekolah. Jongwoon sebenarnya tidak terlalu suka dengan anak-anak yang terkenal buruk itu, tetapi demi sang suami dia berusaha menghormati dan bersikap ramah pada mereka.

" aa~ kami tau kok, Kyu lah yang menyuruh kami kesini..." salah satu dari mereka mewakili untuk berbicara.

" huh? Kyuhnie yang suruh? A-aada apa, dia baik-baik saja kan?"

" ah, tentu saja~ Kyu tidak apa-apa, dia hanya mengutus kami untuk menjemputmu."

" oh? Emm, baikalah... mohon kalian menunggu sebentar ne, aku harus mengambil jaket sebentar."

Orang-orang itu hanya mengangguk samar sambil tersenyum janggal.

.

.

.

' kenapa Kyuhnie memilih menghabiskan malam ini di hotel yah? Ah, dia pamer sekali! Meski mampu, kan dirumah lebih baik. Selain lebih nyaman, hemat juga.' Jongwoon terus menggerutu didalam hati, saat ini mereka sudah memasuki lorong hotel, menuju kamar yang di sewa oleh sang suami—menurut keterangan yang didapatnya dari para penjemputnya. Jongwoon sebenarnya heran, kenapa Kyuhyun harus mengutus orang sebanyak ini, 'hahh, Kyuhnie terlalu semena-mena memperlakukan teman-temannya! Cukup telphon saja mudahkan? Aku juga pasti datang. Huh!' namja imut itu terus menggerutu sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai ke kamar yang menjadi tujuan mereka.

Jongwoon hanya bisa mengagumi dekorasi mewah kamar hotel tersebut—'ini benar-benar pemborosan...' batinnya, saat dia menyusuri ruangan itu—menuju ke sebuah ruangan yang terpisah, yang merupakan ruangan tidur...

'!'

Liquid benimg itu meluncur deras dari kedua iris kelamnya, disana—diatas ranjang mewah itu Cho Jongwoon menemukan raga suaminya sedang bergelut dengan seorang namja lain, yang juga sudah dikenalinya dengan baik.

" Kyuhhhh...please~ fasterr..."

" n-nneh, changiyahhh..."

...

" K-kkyuhnie... hiks! kenapa ini, Hiks...kalian tega sekali...hiks.."

...

" hei Kyu! kami bolehkan membawa nya sekarang? supaya kalian tidak terganggu.."

" ne... cepatlah! Bawa pergi dia dari sini."

.

.

.

Gosok, gosok, gosok dan gosok lagi, seluruh tubuhnya sudah memerah hebat akibat perbuatannya,

" kotor! Ini kotor, disini kotor—yang ini juga kotor! Hiks! Harus bersih, harus dibersihkan! Hiks... kenapa belum bersih-bersih juga...hiks! u-umma, maafkan Jongwoon, Jongwoon kotor... hiks, kotor... hiks!"yah, setelah orang-orang itu puas dan tertidur, dengan tertatih-tatih Jongwoon berusaha untuk pulang—meski dengan segala penderitaan saat setiap kali kakinya melangkah—dan sekarang dia berada dikamar mandi—membersihkan diri.

.

.

.

" hei Kyu! istrimu benar-benar luar biasa. Gomawo ne." Puk! Setelah menepuk bahu namja yang masih dalam posisi duduk di ranjang hotel sewaannya itu, orang-orang itu lalu pergi dengan wajah yang sangat puas. Meninggalkan namja yang tampak tercenung—entah memikirkan apa itu.

Dia belum berniat untuk pulang dengan tergesa-gesa. Kamar inipun sudah dia boking untuk 3hari kedepan.

Ck, sebuah tindakan yang benar-benar akan disesalinya. Karna disaat dia pulang nanti, sang istri sudah menghilang entah kemana—tanpa jejak sama sekali.

.

.

.

.

.

.

Siwon mencium aroma yang sangat menggoda perutnya dari arah dapur, denagn cepat dia menuju kesana. Hari ini jadwal pemotretannya nanti sore, jadi pagi ini dia santai saja—

Terlihat olehnya Yesung sedang asik dengan masakannya. Dia terlihat senang sekali dengan kegiatan tersebut—apron coklat dengan hiasan sulaman panda lucu di sisi bawahnya, semakin membuatnya terlihat sangat manis.

' aku seperti memiliki seorang istri—yang sedang memasak makanan untuk sarapanku' batin namja gagah itu senyum-senyum sendiri, sambil terus memandang Yesung yang masih sibuk dengan kegiatannya sambil bersenandung kecil.

" wanginya enak, Hyung masak apa?"

" eh, Siwonie... kau sudah bangun rupanya. Ini—nasi goreng khas Yesung yang tampan, yeah!"

" hmph... gak salah tuh Hyung? Harusnya, 'ala Yesung yang manis' baru tepat~"

" haish! Kau tidak asik! Sekali-kali buat senag Hyungmu ini dong~ " Yesung memajukan bibirnya—kesal sambil dia memindahkan masakannya yang sudah jadi kedalam piring mereka, uwahh ia makin terlihat begitu menggemaskan!

'tapi Hyung rasa dia memiliki perasaan yang lebih padamu'

Yesung mendekat ke Siwon yang masih berdiri di pintu dapur. Mendekat—lebih mendekat lagi... sehingga jarak diantara keduanya hanya tersisa se-jengkal saja...

Memandang dari dekat namja yang secara diam-diam di cintainya ini membuat Siwon makin terpana, bibir mungil, pipi chubby,mata indah yang mengerjap lucu, sumpah! Siwon sekarang berusaha keras untuk bertindak brutal sekarang!

" hmph, hmphh hahahaha... haish! Sudah ku bilangkan~ Leeteuk Hyung itu keliru!" tawanya sambil menjauhkan diri, kembali ke meja makan sambil sambil terus terkekeh pelan. Siwon mengerutkan dahinya—bingung.

" kata Leeteuk Hyung? Apa maksudmu Hyung?"

" ahahaha, itu... aku tiba-tiba ingat kata-kata Leeteuk Hyung kemaren. Dia bilang kalau Siwonie mungkin mencintaiku, ckckck dasar!"

" la-lalu?"

" iyah, tadi Hyung memastikan saja. Err... yah, dengan agak sedikit menggodamu hehe" Yeusng menggaruk-garuk pelan pipi chubby nya yang kini sudah memerah—malu." Dan kesimpulanku benar! Siwonie sama sekali tidak tergoda." Mata sipitnya membentuk bulan sabit, menertawakan kemungkinan yang dianggapnya mustahil itu.

'—bahkan Leeteuk Hyung yang baru mengenalku saja tau kalau aku mencintaimu Hyung. Kenapa kau sama sekali tidak menyadarinya? Pandanganmu seolah terhalang oleh sesuatu, dan itu menyulitkanku Hyung.'

" eh, Siwonie... kenapa masih berdiri disitu, ppalli! Kita selesaikan makanan ini sebelum menjadi dingin."

" Ne~ "

.

.

.

.

.

.

" –hoh? Jadi temanmu orang yang suka 'main' dirumah ya Hae-ah?"

' emmh, yang aku tau sih tidak Hyung, entahlah—mungin hari ini dia sedang tidak ingin keluar.'

" engh... kalian berdua—kau dan temanmu itu, tidak merencanakan untuk mengerjaiku kan?"

' Anniyo! Hyung tenang saja. Aku tidak mungkin menyakiti Hyung! Aku jamin, hanya temanku itu saja kok—lagipula, temanku itu orangnya tidak suka 'pesta', jadi dia tidak akan mengundang orang lain lagi. Aku jamin itu Hyung.'

" aah, baiklah. Aku percaya padamu. Sampai nanti dulu ne, sepertinya aku sudah sampai ditujuan." Yesung memutuskan hubungan telphon mereka.

.

Yesung memandang bangunan mewah didepannya dengan kagum.

" Annyeong~ Kim Yesung imnida..." yesung otomatis menundukan kepalanya begitu pintu rumah itu terbuka.

" J-jongwoon? Kim Jongwoon! changiya, akhirnya aku menemukanmu!"

Yesung shok. Tubuhnya membeku... hal yang paling dihindarinya akhirnya terjadi.

Sedangkan namja yang sedang memeluknya itu terus mengeratkan pelukannya, segala rindu yang terpendam selama ini akhirnya bisa tersalurkan. Tubuh ini, meski terasa semakin kurus dari terakhir kali dia dekap, tetap saja mampu menghangatkan seluruh hatinya yang sudah sangat lama dingin.

...

" Andwe! Aku bukan orang yang anda maksud... namaku Kim Yesung." Dilepaskannya pelukan itu dengan kasar.

" Jongwoon... "

" Mian, anda salah orang tuan." Setelah mengatakan hal itu Yesung berlari keluar dari rumah itu dengan sekuat tenaga. Kyuhyun yang masih memproses apa yang sedang terjadi langsung tersadar ketika retinanya sudah tidak menangkap keberadaan istrinya itu lagi. Dengan tergesa-gesa dia meraih kunci mobilnya dan bergegas mengejarnya.

.

" HYUNG! Kau tau alamatnya Jongwoon bukan? Katakan dimana dia tinggal, cepat!"

" M-mwo? Kapan aku bilang kalu aku tau dimana is—"

" N-nnamja yang kau suruh, yah! Yang tadi kesini! Dimana alamatnya! Cepat Hyung!" Kyuhyun sudah mengendarai mobilnya sambil melihat kanan-kiri, berharap istrinya masih bisa tersusul.

" MWO? Y-yesung Hyung? ... Shit!" digapainya kunci mobil itu dengantergesa-gesa. Dan tanpa mempedulikan panggilan itu masih terhubung, Lee Dong Hae langsung meluncur ke Apartementnya Yesung.

.

.

.

Namja itu masih berlari dan berlari, tak dirasakannya kaki itu sudah mencapai batasnya. Dan—akhirnya dia terjerembab di atas tanah yang bertekstur keras. Suara gemericik air mengalir menyadarkannya, ternyata sekarang dia berada di tepi sungai Han.

" hiks... apa aku memang sudah terlalu berdosa? Hiks... sehingga Kau menghukumku seperti ini? Hah? Hiks... hiks... APA AKU TIDAK BERHAK UNTUK HIDUP TENANG TUHAN! Hiks... yang aku minta tidak banyak kok... hanya satu saja, jebal~ biarkan aku hidup tenang... hiks... jebal..." Yesung mengeratkan dekapan tangannya didadanya—dia bergetar hebat. Isakan terus-menerus keluar dari mulut mungilnya, meracau, memohon...

.

.

.

" Ya? Ada apa Hyung?"

" Siwon-ssi, tolong kau cari Yesung! Tadi sewaktu ku hubungi, dia tidak menjawab panggilanku dengan benar. Sepertinya dia menangis atau apa... tolong cari dia! Dari yang kudengar, aku hanya menangkap suara seperti air yang mengalir atau apa... kau tau tempat seperti itu tidak? Tolong yah, firasatku mengatakan, jika ada sesuatu yang buruk telah terjadi padanya."

" ne! Leeteuk Hyung, aku akan mencarinya!"

" Hyung manager! Tolong urus semuanya, aku pergi!" tanpa menunggu jawaban, Siwon kemudian berlari ke arah dimana mobilnya terparkir.

.

.

" Hyung aku sudah menemukannya..."

...

Siwon memandang lirh namja yang sedang tertidur itu.

' kau kenapa Hyung? Apa yang sudah terjadi padamu, sehingga kau sampai pingsan begini... 'tangan mungil itu dia genggam erat—berusaha menyalurkan kehangatan untuk Hyung-nya itu. Berharap, dengan tindakannya itu Yesung bisa merasa sedikit lebih tenang.

" aku ada disini Hyung, melindungimu..."

.

.

.

Lee Dong Hae menutup pintu mobilnya dengan kasar. Dia sama sekali kehilangan jejak!

" Hyung! Bagaimana? Kau menemukannya?"

" ck! Tidak. Rupanya dia sudah pindah, dan pemilik Apartement tidak memiliki alamatnya yang sekarang."

" aaaaargh! Hyung pasti tau tempat yang biasa Jongwoon datangi bukan? Kita coba cari kesana!"

" Yak! Cho Kyuhyun! Kau tidak tau ini sudah jam berapa, hah? Kita lanjutkan besok saja, percuma kita mencari dengan pikiran yang kalut begini. Sebaiknya kita istrahat, dengan begitu ku harap pikiran kita jadi jernih. Kita butuh itu untuk bisa menemukan Yesung hyung. Pulanglah..."

" Tapi Hyu—"

" Pulanglah Kyu—atau kau mau nginap disini?"

" ah, anii... aku pulang saja."

" ne~ berhati-hatilah dijalan."

Namja itu menghempaskan tubuhnya disofa, ' aku benar-benar tidak menyangka jika Yesung hyung adalah mantan istrinya Kyu... hahh~ sebenarnya... kalau diingat-ingat lagi, Kyu sepertinya memang sudah sangat jelas menggambarkan sosok mantan istrinya itu orangnya seperti apa, tetapi—entah kenapa, aku sama sekali tidak berfikir kalau yang dimaksudnya adalah Yesung hyung. Apa itu karna nama mereka berbeda? Atau mataku saja yang sudah silau dengan pesona nya, sehingga aku melupakan fakta tersebut? Hhh~ besok aku harus cepat-cepat mendatangi tempat dimana pertama kalinya aku bertemu dengan Hyung! Yahh... semoga mereka tau dimana dia alamatnya yang sekarang.'...

.

.

.

.

.

.

Siwon baru saja selesai membersihkan diri lalu mendatangi kamarnya Yesung, dia mendapati namja rapuh itu menguburkan kepalanya dibalik kedua lututnya—posesif. Bahunya bergetar pelan... dia menangis lagi, dalam diam.

" Hyung sudah bangun? Mau sarapan sekarang? biar ku ambilkan yah..."

" W-wonieh..."

" ne, Hyung."

" Bo-bbolehh Hyung pinjam punggungmu? J-jebal~" masih dengan posisi yang sama Yesung mencegah langkahnya Siwon yang sudah mencapai pintu.

...

' grep!'

" aku lebih suka memelukmu seperti ini Hyung..."

" hiks... gomawo~ Siwonie... gomawo... hiks... " Yesung semakin mengeratkan pelukannya, berusaha mencari ketenangan didalam dekapan namja yang sedang memeluknya.

" kau kenapa Hyung? Kau tau, kau membuat ku dan Leeteuk hyung sangat cemas... sebenarnya apa yang sudah terjadi? Apa kejadian tempo hari terulang lagi? Hyung~ sudahlah, berhenti dari pekerjaan itu..."

...

" W-wonie... aku boleh minta tolong lagi tidak? Hiks... ku mohon...tolong, hiks... lindungi aku."

" H-hyung?" Siwon melonggarkan pelukannya dan demi melihat kesungguhan dimanik kelam itu.

" aku mohon, akan lakukan apapun... asalkan Siwonie bisa melindungiku dari nya..."

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Iyak! Satu chapter alakadarnya*emang makanan?* akhirnya bisa ku update~ silahkan berkomentar^^

Maaf yah kalau susah dipahami gara-gara bahasa ku kacau hehe#garuk2 ddangko(?)

.

.

.

Special thank's to :

LalaClouds, R407, Cloudy10413, cloudyeye, cloud3024, , chocolates, dan fe89.

makasih banget buat repiunya^^

.

.

.

dan balasan buat yang gak login:

han gege : nahh, jawabannya udah terjawabkan? makasih udah repiu^^

Guest1 : yewon nya belum jadian kok. n yang di Bold itu yekyu, mian~ ngebingungin^^

nahh... mereka udah ketemu kan?#evil smirk

ahahah, yehae itu sedang melakukan-you-know-how-lah~#

makasih repiunya^^

Guest2 : mwo? sequel? ini aja belum tamat loh... mungkin maksudmu update-annya kali yah, nah... ini sudah update kok^^

err... mengenai berapa bayarannya, tanya ma yeppa sana#ditendang yeppa

makasih repiunya^^

.

nb : ohya, buat yang gak login sebaiknya namanya dicatet di box repiunya yah biar enak nyebutnya siapa^^