Chapter 3

Natsume POV

Tanggal 14 juni yang kutunggu tiba, tanggal ujian keterampilan menggambar untuk masuk kampus favoritku. Ya memang aku akui menggambar memang hobiku dari kecil tapi orang tuaku tidak suka melihatku menjadi seorang seniman. Mereka berpendapat seniman hidupnya akan susah kedepan. Aku sama sekali tidak peduli dengan yang mereka katakan, diam-diam aku mengikuti ujian menggambar ini. Dari dulu aku sangat minat melanjutkan kuliah dengan jurusan gambar desain.

Sialnya saat hari ujian tiba aku bangun kesiangan karena semalaman aku latihan menggambar dan jam alarm yang kupasang ternyata mati. Benar-benar membuatku kesal, jam alarm yang tidak berguna itu aku lempar untuk melampiaskan kesalku.

Lokasi tempat ujian untungnya tidak jauh dari rumah temanku. Aku menginap dirumah temanku Luca, agar tidak ketahuan orang tuaku aku mengikuti ujian ini. Setibanya di kampus tempat ujian itu aku melihat peserta ujian yang sudah mulai ramai mencari tempat ujian. Untung ujian belum dimulai. Aku mencari ruang ujianku di papan pengumuman dan sialnya banyak sekali peserta ujian yang melihat papan pengumuman. Dari kerumuman peserta itu aku melihat seorang gadis yang berusaha keluar dari kerumunan. Aku melihat ada sesuatu yang terjatuh dari tasnya. Ternyata kartu pelajar gadis itu, saat aku mau mengembalikannya dia sudah tidak ada. Gadis ceroboh, pikirku.

Aku melihat kartunya, tertulis nama Mikan Sakura. Kartunya kusimpan untuk nanti kuserahkan ke petugas. Setelah papan pengumuman lumayan sepi, aku melihat ternyata aku di kelompok 31.

Aku mulai kembali fokus mencari ruang ujian. Sampainya dipintu ruang ujian, tidak lama pintu ruangan dibuka. Ya semua peserta ujian heboh berbaris paling depan. Aku lebih memilih baris dibelakang dengan tetap tenang. Kelompok 31 dipanggil dan aku langsung masuk ke ruang tersebut.

Aku mengambil tempat duduk yang kosong, dan hal yang menurutku sangat aneh terjadi. Di depanku ada seseorang gadis yang tersenyum terus. Sangat Aneh, itu kesan pertamaku melihatnya. Apa dia begitu bahagianya dengan ujian ini? Atau dia punya gangguan jiwa sampai tersenyum terus? Yah terserah lah tapi ini sangat aneh bagiku. Diam-diam aku mengamatinya. Gadis di depanku ini memiliki bola mata berwarna hazel yang sangat besar. Hidungnya mancung, kulitnya putih, rambutnya berwarna coklat panjang dan diikat dua, seperti ekor kuda. Lalu bibir nya yang merah dan tipis itu membentuk senyum terus yang sangat cantik.

Tunggu? apa aku barusan berpikir dia cantik? Sial, gerutuku didalam hati. Yang lebih membuatku aneh adalah dia sepertinya melihat kearahku terus. Aku tambah merasa aneh dengan gadis ini.

Selama ujian menggambar berlangsung aku berusaha secepat mungkin. Bagiku ujian ini sangat mudah dan aku menyelesaikan gambarku beberapa menit sebelum ujian selesai. Aku melihat peserta ujian lain yang masih serius menggambar. Lalu aku melihat gadis didepaanku yang dari awal tadi tersenyum terus, sekarang dia terlihat lebih serius dengan gambarnya. Wajahnya jadi terlihat lucu disaat sangat serius, pikirku.

Karena gambarku sudah selesai, aku merasa bosan menunggu ujian selesai. Lalu tanpa sengaja perlahan aku mulai menggerakkan pensilku di kertas kecil, menggambar wajah gadis didepanku ini. Semangatnya dalam ujian ini terlihat dari wajahnya.

Wajah gadis ini selesai kugambar tepat saat waktu ujian menggambar ini selesai. Aku langsung memasukkan gambarnya ke tasku. Sekilas aku melirik wajahnya yang sekarang seperti agak sedih, apa gambarnya tidak selesai? Dia telihat lebih baik dengan senyumnya tadi.

Aku mulai merapikan peralatan menggambarku, dan gadis ini masih terlihat lesu. Apa dia terlalu capek menggambar?

Dia meletakkan papan menggambarnya di meja, lalu aku menaruh papanku diatasnya. Sekilas dia terlihat tersenyum kecil sendiri. Dia memang lebih manis tersenyum, pikirku.

Terlihat ruangan mulai ditinggalkan peserta ujian, aku langsung mengambil barisan keluar ruangan. Perlahan semakin banyak peserta ujian yang berebut keluar, dan aku ingin melihat gadis itu untuk terakhir kalinya. Tapi dia sudah tidak terlihat karena kerumunan orang.

Semoga kita bertemu lagi gadis aneh, kataku sambil tersenyum didalam hati.

~Selesai~

Haiii Eta chan kembali lagi melanjutkan chapter 3 \(^_^)/
Maaf ya aku update nya lama m(_)m karena selama liburan ini aku banyak urusan,
jadi mungkin cerita ini akan kuusahakan selesai disaat waktu luang (^_^)a
Terima kasih banyak review nya :) sangat menambah semangatku menulis
Semoga chapter 3 ini tidak terlalu mengecewakan ya :)
Silahkan Kripik dan Singkong nya di kolom Review dibawah
Sampai Bertemu di chapter 4 :)

Neerval-Li : Hai Neerval-Li terima kasih sudah mereview ^^, sebenarnya cerita ini kubuat seperti judulnya enchanted=terpesona :D jadi aku hanya mencoba membuat karakter Mikan disini langsung suka karena terpesona pertama kali melihat Natsume ^^ mungkin terlalu cepat juga ya (^_^;)a
Mikan keterima atau tidak akan terungkap di chapter 4 :) Sekali lagi terima kasih ya :)

Razux : Waaaaaaah senangnya Razux review x3 hahaha agak malu nih ceritaku masih belum ada apa-apanya daripada ceritamu razux ^^ terima kasih banyak Razux :D aku jadi tambah semangat melanjutkan cerita ini (/^_^)/

SmileUpSunny : Hai Sunny terima kasih ya sudah mereview dan salam kenal (^_^) wah aku bersyukur sekali ada yang suka cerita ini :) mungkin cerita ini akan terlihat sedih diawal, tapi aku akan berusaha membuatnya jadi lebih baik di akhir cerita ^^ semoga chapter selanjutnya tidak mengecewakan ya (^_^;) sekali lagi terima kasih ya :)

yuki-megu
: hahaha aku senang ada yang membaca cerita ini sebagai kisahnya sendiri, sebenarnya ada rahasia tersendiri juga kenapa aku membuat cerita yang seperti ini :) oiya salam kenal dan terima kasih ya sudah mereview (^_^) semoga cerita di chapter selanjutnya tidak mengecewakan ;)