Chapter 2 : Tertangkap Basah
Pelakon : Zack & Aerith dalam status pacaran
---
Sebuah hypermarket terbesar di Gaia baru saja dibuka di Midgar, membuat sebagian besar penduduk Midgar berbondong-bondong mengunjungi hypermarket itu untuk melihat-lihat dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tak terkecuali Aerith, yang mengajak pacarnya, Zack, untuk menemaninya berbelanja di hypermarket tersebut.
Hypermarket itu begitu luas, dan barang yang dijual sangat beragam, membuat Aerith kesulitan mencari barang yang diinginkannya. Dia sudah beberapa kali bolak balik di sebuah lorong dengan deretan barang-barang dagangan di sisi kiri dan kanan lorong, namun tidak juga mengambil apa-apa. Zack yang berjalan di samping Aerith rupanya mulai menyadari kebingungan yang dialami kekasihnya itu.
"Sebenarnya kau mencari apa, Aerith?"
"Pupuk organik, Zack. Menurut buku yang kubaca pupuk yang paling cocok untuk bunga yang kutanam harus mengandung 2.79 % unsur N, 0.52 % unsur P2O5, dan 2.29 % unsur K2O, tapi begitu banyak jenis pupuk dijual ditempat ini membuatku kesulitan mencarinya." Jelas Aerith, sambil menatap deretan kemasan pupuk organik dihadapannya. Entah berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk memeriksa satu persatu keterangan yang terdapat di kemasan pupuk, demi mendapatkan pupuk dengan komposisi yang ia cari.
Zack memandang deretan pupuk disekitarnya, kemudian maju beberapa langkah dan mengambil sebungkus pupuk.
"Yang ini?" tanyanya sambil memberikan pupuk itu ke Aerith.
Aerith mengambil pupuk itu dan memeriksa komposisinya.
2.79 % unsur N, 0.52 % unsur P2O5, 2.29 % unsur K2O. Itu pupuk yang dia cari!
"Wow. Bagaimana kau bisa menemukannya secepat itu?" tanya Aerith kagum akan kemampuan Zack. Zack mendekatkan wajahnya ke Aerith, dan menyejajarkan matanya dengan mata gadis berambut coklat itu.
"Selain sinarnya yang indah, mata mako seorang SOLDIER mempunyai banyak fungsi lain. Mampu melihat lebih detail dibanding mata normal adalah salah satunya." Katanya dengan bangga, kemudian mengedipkan kedua matanya dengan genit ke Aerith. Aerith tertawa dan memukul pundak kekasihnya itu. Mereka pun melanjutkan berjalan-jalan ke lorong lain.
Setelah mengambil beberapa barang kebutuhan yang lain, mereka memutuskan untuk menuju ke kasir, tapi Aerith berubah pikiran.
"Kurasa sebaiknya aku beli pupuknya lebih banyak, supaya tidak usah repot kembali kesini lagi. Kau tunggu disini saja, Zack. Aku hanya sebentar koq." Kata Aerith, dijawab dengan anggukan oleh Zack. Aerith pun meninggalkan Zack menuju lorong pupuk.
Sekian waktu berlalu, Zack mulai bosan menunggu Aerith. Seekor anak anjing mana mungkin bisa disuruh diam untuk waktu yang lama!*
Zack mondar mandir di lorong itu sambil memperhatikan barang-barang dagangan yang ada di kiri dan kanannya. Ketika mengalihkan pandangannya ke arah lain, matanya menangkap sebuah pemandangan menarik. Seorang wanita sexy sedang berjalan kearahnya. Wanita itu mengenakan pakaian dengan potongan yang sangat rendah di bagian dada, membuat belahan dan area sensitifnya yang indah terekspos dengan jelas.
Astaga. Mata Zack terkunci pada benda yang sedikit mengintip dari balik belahan tadi.
Zack hanya bisa melongo ketika wanita tadi berjalan melewatinya. Tanpa sadar, naluri laki-lakinya membuatnya membalikkan badan untuk mengikuti pemandangan indah tadi, tapi mendadak ada yang benda tak dikenal melayang ke arahnya.
Seseorang menimpuknya dengan sesuatu.
Benda yang menghantam kepalanya itu jatuh di hadapannya. Benda itu adalah kemasan pupuk organik yang tadi dicarikannya untuk Aerith.
"Jadi itu salah satu fungsi lain dari mata mako?!" Aerith berteriak marah, kemudian berbalik dan meninggalkan Zack di lorong itu.
"Aerithhh." Buru-buru Zack mengejar kekasihnya, sambil memikirkan alasan apa yang harus dia berikan supaya Aerith mau memaafkannya.
---
Moral of the story :
Kalau punya kelebihan jangan suka pamer, salah-salah malah bisa menjerumuskan kita ke lubang yang dalam.
Buat para pria, hargailah kekasihmu. Jikalau kamu melihat seorang wanita yang lebih menarik dari kekasihmu, melirik masih dimaklumkan, tapi kalau sampai menoleh namanya keterlaluan.
*buat yang belum tau, Zack punya panggilan "The Puppy" karena menurut mentornya dia sama sekali tidak bisa diam, seperti seekor anak anjing.
