Title : Falling Star Chapter 3
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : Leeteuk lagi-lagi menghela nafas melihat Kyuhyun menarik tubuhnya menjauh. Sepasang mata itu menatapnya dengan takut. / Ambil status magnae yang hyung inginkan itu! Aku tak memerlukannya! / Apakah kalian tidak berpikir ini disengaja? Mana ada orang membuat single dalam 2 minggu? / "Aigooo! Mereka memang ingin membubarkan kita!"
.
.
Kangin hyung benar. Kini aku berada di sini tanpa tempat untuk lari. Tanpa ada seorang pun yang bisa menolongku. Tapi jika aku menuruti mereka, apakah keselamatanku akan terjamin? Atau haruskah aku mundur dari Super Junior seperti yang hyungdeul harapkan?
Tidak! Aku tidak akan mundur. Kalau hal tadi benar-benar terjadi lagi, akan kugigit lidahku sampai mati.
.
.
Chapter 3
.
Kami sudah keterlaluan. Leeteuk kembali menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya malam itu. Ia tidak bisa tidur sama sekali dan memilih duduk di meja sambil merenung. Namun tetap saja yang ia dapatkan adalah perasaan bersalah yang sangat besar. Pandangan Kyuhyun yang sangat ketakutan tadi malam, suara teriakannya, perlawanannya yang sia-sia, semuanya kembali berputar membuat Leeteuk mengutuki dirinya sendiri.
Sejak debut setahun yang lalu, mereka tahu mereka bukanlah sebuah grup tetap. Setiap tahun akan dipilih member baru untuk menggantikan member lama. Meski pun begitu, saat Maret 2006 diberitakan akan ada penggantian pada bulan Mei, mereka sama sekali tidak siap. Yang mereka tahu, ada sederet nama yang sudah disusun pihak SM sebagai calon member selanjutnya, dan mereka tidak tahu kategori apa yang akan dipakai untuk mengeluarkan seorang member.
Perasaan sedih, takut, marah, dan tak berdaya membuat mereka semua tertekan. Apalagi, mereka semua sudah menjalani training yang keras selama beberapa tahun. Meski SUJU 05 baru berjalan setahun, tapi semua sudah berbagi kesedihan dan kebahagiaan selama masa-masa training yang panjang. Tidak terbayangkan salah-satu dari mereka akan keluar setiap tahunnya.
Tapi itu bukan kesalahan Kyuhyun. Leeteuk memijat keningnya yang terasa sakit karena terlalu keras berpikir. Apa yang aku pikirkan beberapa hari ini? Apa aku sudah kehilangan akal sehat? Semua tahu, kalau Kangin dan Heechul punya watak keras dan kadang sedikit beringas. Sudah tugasku sebagai leader untuk mengekang mereka, bukan malah mendukungnya.
Meski yang aku lakukan adalah untuk melindungi dongsaengku yang lain, tetapi bukankah pihak SM sudah memberitahu kalau SUJU yang sekarang adalah sebuah grup tetap? Itu berarti, Kyuhyun hanya menambah jumlah dongsaengku saja, dongsaeng yang seharusnya aku lindungi sama seperti yang lain.
Tiba-tiba terdengar suara jam weker di kejauhan. Leeteuk bangkit berdiri dan berjalan keluar kamar. Suara itu berasal dari kamar salah satu dongsaengnya. Perlahan, dibukanya pintu tempat asal suara. Ternyata jam weker milik Kyuhyun. Tapi tiga penghuni kamar itu tetap terlelap semua.
"Kyu…Kyuhyun-ah…bangun…" Leeteuk mengguncang pelan bahu Kyuhyun.
Kyuhyun mulai membuka matanya setelah beberapa kali Leeteuk memanggil. Namun begitu menyadari siapa yang memanggilnya, namja itu bergegas bangun dengan ketakutan, sampai kepalanya membentur nakas di belakangnya.
"Appo!" Kyuhyun mengelus kepalanya yang terasa sakit sambil memandang sang leader.
Leeteuk lagi-lagi menghela nafas melihat Kyuhyun menarik tubuhnya menjauh. Sepasang mata itu menatapnya dengan takut. Aish! Apa yang sudah kami lakukan? Leeteuk mencoba tersenyum seramah mungkin, tapi sorot mata dongsaengnya tetap waspada.
"Jam wekermu berbunyi. Kau ada perlu bangun selarut ini?"
Kyuhyun mengerjapkan matanya yang masih terasa mengantuk. Diliriknya weker yang baru saja ia matikan. Pukul 2 dini hari. "Aigoo! Tugas kuliahku!" Namja itu segera sibuk mengumpulkan kertas-kertasnya yang berantakan karena tersepak sewaktu tidur. Ia pun mencari hingga ke bawah tempat tidur Donghae.
Leeteuk mengamati sekeliling kamar. Sebuah koper teronggok di dekat lemari Donghae. Di atasnya tersampir pakaian kotor milik Kyuhyun yang hendak dicuci. Di lantai, dongsaengnya itu tidur beralaskan jaket. Tampaknya ia menjadikan ransel miliknya sebagai bantal. Mendadak kepala sang leader menjadi bertambah sakit.
Kyuhyun sudah keluar ke arah meja makan. Diletakkannya kertas tugasnya, lalu menuju tempat cuci piring untuk membasuh muka. Leeteuk menyusul ke dapur untuk mengambil minuman, kemudian ikut duduk di meja makan bersama Kyuhyun. Dongsaengnya itu tampak serius berpikir. Ia sesekali membenarkan letak kacamata minusnya. Tampak sekali ia mengantuk.
"Sebaiknya kau tidur saja. Tugas dikumpulkan terlambat tidak apa kan?"
"Tidak bisa," kata Kyuhyun sambil terus menatap buku dan menulis. "Jika terlambat mengumpulkan, sebagus apapun hasilnya, akan dinilai maksimal C. Aku tidak boleh dapat C. Aku harus dapat nilai yang sangat baik."
Kening Leeteuk berkerut. "Kenapa? Yang penting lulus, kan?"
Kyuhyun menghentikan kegiatannya, menatap Leeteuk sejenak. Wajahnya tampak sedikit muram sebelum kembali menunduk dan menulis. "Appa tidak suka aku jadi penyanyi. Dia bilang, kalau karena aku jadi penyanyi nilaiku jelek, semua orang tua yang menitipkan anaknya di akademi yang ia pimpin akan bilang: Urus saja anakmu dahulu sebelum mengurus anak orang lain!" Namja itu menghela nafas panjang. "Aku tidak akur dengan appa dan eomma sejak memaksa jadi penyanyi. Tapi aku juga tak mau appa mengalami yang ia kuatirkan itu. Aku akan berusaha mendapat nilai baik."
Kali ini Leeteuk bersandar di punggung kursi, lemas karena perasaan bersalah yang semakin besar. Tanpa tahu apa-apa, ia berpikir Kyuhyun anak orang berada yang dimanja dan mendapatkan semua yang ia inginkan dengan mudah. Berbeda dengan kehidupannya sendiri yang penuh kesulitan, dengan kedua orang tua yang suka memukulinya. Tapi ternyata mereka tidak jauh berbeda.
"Kalian sedang apa?" Tiba-tiba Ryeowook muncul di dapur dengan mata mengantuk.
"Kyuhyun-ah sedang mengerjakan tugas kuliah. Kau tidak tidur, Wookie?"
"Aku tidak bisa tidur, hyung."
Tanpa bertanya pun, Leeteuk bisa menduga penyebab Ryeowook tidak bisa tidur. Sama sepertinya, dongsaengnya yang lembut itu pasti merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan tadi malam.
"Kyuhyun-ah, kau mau kopi?" Ryeowook mencoba membuka percakapan melihat Kyuhyun yang tampak mengantuk. Tapi yang ditanya tetap menulis.
"Atau kau mau kubuatkan cemilan?"
Lagi-lagi hening.
"Ah, bagaimana kalau air putih?"
Suasana tetap hening.
"Ya! Kyuhyun-ah! Kenapa kau mendiamkanku?" protes Ryeowook membuat Kyuhyun menghentikan kegiatannya.
"Saat aku pertama datang, hyung sedang menangis." Kyuhyun menjawab sambil menggoyangkan pulpen di tangannya ke arah Ryeowook. "Aku mencoba bergabung dengan kalian, tetapi begitu melihatku, kau menangis semakin keras. Kata Heechul hyung itu karena aku. Diam saja kau sudah menangis, apalagi jika aku bicara?"
Ryeowook menahan nafas. Mukanya memerah mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia segera mengambil tempat di sebelah dongsaengnya itu. "Mianhe, Kyuhyunnie… Selama ini aku adalah magnae di sini. Meski Kibummie lebih muda dariku 2 bulan, tetapi ia tidak keberatan aku menjadi magnae. Tetapi…tetapi karena kau jauh lebih muda dariku, mau tak mau aku harus melepaskan status magnaeku…"
Mata Kyuhyun melebar mendengar penjelasan Ryeowook. Kepalanya menggeleng keras. "Aigoo… hyung sudah gila ya? Kau membenciku karena aku lebih muda darimu? Memangnya itu mauku sendiri? Ambil status magnae yang hyung inginkan itu! Aku tak memerlukannya! Kalau aku bisa mengatur hari lahirku, aku akan meminta menjadi hyung kalian semua!"
Leeteuk bangkit dan mencoba merangkul bahu Kyuhyun yang mulai menangis, tetapi namja itu menepisnya dengan keras. "Sebenarnya apa mau hyungdeul? Aku hanya ingin menjadi penyanyi… Aku tidak harus menjadi Super Junior… Aku tidak harus menjadi magnae kalian… Aku sungguh ingin jadi penyanyi terkenal. Hanya itu saja. Apa keinginanku berlebihan?"
Leeteuk dan Ryeowook saling berpandangan. Mereka tahu bagaimana perasaan Kyuhyun, karena mereka pun mempunyai impian dikenal sebagai seorang penyanyi. Kyuhyun menghapus air matanya, mencoba memusatkan perhatian pada bukunya meski sesekali ia terlihat kembali menghapus air matanya yang mendesak keluar.
"Jebal…tinggalkan aku di sini. Aku tidak bisa berkonsentrasi jika ada hyung…"
Mendengar itu, mau tak mau mereka kembali ke kamar masing-masing, meski tidak ada yang bisa tertidur lagi.
.
Kyuhyun baru saja pulang dari kuliahnya siang itu dengan tubuh terasa remuk. Meski hanya beberapa orang hyungnya yang masih suka membuatnya kesulitan, tetapi tidur di lantai, membersihkan dorm yang kadang sengaja dibuat berantakan, dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah tetap membuatnya lelah. Jadwal untuknya belum juga ditetapkan.
Sedikit heran dengan suasana dorm yang sepi, Kyuhyun menaruh ranselnya di kamar. Selain bekas makan di meja, tidak ada suara maupun tanda keberadaan hyungdeul di sana. Oh iya, hari ini mereka mengikuti reality show yang disyuting sejak pagi hari.
Mereka, dan bukan kami. Kyuhyun menghela nafas tanpa sadar. Meski ia sudah masuk sebagai anggota SUJU, tetapi ia tidak pernah diikutkan dalam acara yang meliput Super Junior. Selain wartawan yang mencari rumor tentang bertambahnya anggota dan perombakan nama, tidak ada yang menyadari keberadaannya. Keberadaan yang bahkan tidak diakui oleh member SUJU sendiri.
Sebenarnya untuk apa SM menempatkanku di sini? Untuk bersih-bersih dorm? Pengobat stress hyungdeul? Kyuhyun menggelengkan kepala sambil menuju kamar mandi. Suasana di luar cukup membuatnya gerah. Ia ingin menyegarkan dirinya lagi.
Sebenarnya Kyuhyun ingin berlama-lama di sana, tho tidak ada orang di dorm. Tapi mengingat pengalaman saat mereka menariknya sebelum selesai, ia tak mau ambil resiko. Hyungdeulnya bisa muncul kapan saja. Dengan cepat ia menyelesaikan mandinya dan mulai membereskan dorm yang berantakan.
.
BRAK!
Pintu terbuka dengan keras ketika Kyuhyun sedang membaca buku kuliah di ruang tengah. Ia memandang pintu itu sekilas dengan kasihan. Sepertinya pintu di dorm ini sering sekali dibanting. Apa aku akan bernasib sama seperti pintu itu?
Eunhyuk masuk dengan wajah muram dan kalut. Diambilnya kotak tissue di meja makan dan membantingnya, membuat Kyuhyun terlompat dan segera bangkit berdiri. Di belakang Eunhyuk, tampak Donghae dan Shindong yang berusaha menghibur namja itu. Member SUJU yang lain masuk dengan wajah tak kalah kalutnya.
Kyuhyun menutup buku dan menyimpannya dalam kamar, kuatir buku itu menjadi sasaran kemarahan. Ia sempat berpikir untuk berdiam di dalam. Menjadi sasaran 11 orang yang sedang marah dan kalut, nyawa sebanyak apapun tidak cukup. Namun hatinya tergerak untuk tetap keluar.
Sedikit menjaga jarak, ia memperhatikan hyungdeul yang berkumpul di ruang tengah.
"Brengsek! Mereka pikir kita ini robot?!" seru Eunhyuk gusar. "Ini bulan Mei! Bukan Maret! Bukan April! Kenapa mereka menentukan rilis single tanggal 26 Mei nanti?!"
Single? Single apa? Kyuhyun melirik ke kalendar yang tergantung di dinding. Hanya ada 2 minggu sebelum tanggal 26 Mei. Aish! Apa SM benar-benar menyuruhku menjadi tukang bersih-bersih dorm? Single itu kan lagu. Lagu itu butuh penyanyi. Dan aku sebagai penyanyi di sini tidak tahu ada single akan dirilis?
Kyuhyun merasa shock. Tanpa sadar, ia semakin mendekat ke sofa. Eunhyuk sekarang sudah menangis, diikuti oleh Ryeowook yang memeluknya dari samping. "Hyung…jangan menangis lagi, hyung… Kita semua akan membantu. Kita semua akan berusaha, arra?"
"Betul kata Wookie. Sebaiknya kita pelajari dulu lagunya, baru setelah itu memikirkan dance yang akan kita lakukan."
"Setuju! Lagipula dance harus disesuaikan dengan urutan member yang mendapat part menyanyi. Kalau tidak, koreo-nya akan aneh."
"Apakah kalian tidak berpikir ini disengaja? Mana ada orang membuat single dalam 2 minggu?"
"Jangan menambah pusing! Kita sudah cukup bingung untuk memikirkan hal-hal yang belum jelas," tegur Leeteuk.
Yesung yang sejak di kantor SM hanya diam, tiba-tiba bangkit berdiri. Namja itu berjalan ke arah Kyuhyun, membuat semua mata memandang ke arahnya. Aigoo…ternyata umurku hanya sampai di sini… Kyuhyun bergerak mundur, namun tangan Yesung yang mungil menariknya dengan kuat. Digandengnya Kyuhyun yang pucat dan kebingungan.
"Aku, Wookie dan Kyuhyun-ah akan menemui sang penulis lagu. Kalian beristirahatlah dulu. Terutama kau, Hyukkie."
"Sunggie…"
"Teuki hyung," Yesung memotong kalimat Leeteuk. "Anak ini dimasukkan untuk mendukung vocal kita. Kau tahu itu kan? Aku akan mengajaknya untuk mempelajari lagu baru. Kau juga ikut, Wookie."
"Baiklah. Kuserahkan urusan lagu kepada kalian bertiga." Leeteuk memberi ijin.
Tak ada yang berani membantah ucapan Yesung. Kyuhyun sedikit takjub. Tak disangkanya Yesung bisa sewibawa itu. Ia tak banyak bertanya ketika Yesung menyuruhnya membawa beberapa barang yang diperlukan.
Kyuhyun tidak pernah mempelajari lagu baru…lagu yang belum pernah dinyanyikan siapa pun kecuali penciptanya. Itu membuat Kyuhyun sangat bersemangat. Impiannya menjadi penyanyi terasa hidup lagi. Tanpa sadar ia berpamitan sambil tertawa ke arah hyungdeul yang tetap berada di dorm.
Begitu Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun menghilang dibalik pintu, member SUJU yang lain saling berpandangan dengan mimik tak percaya.
"Kau lihat tadi?"
"Ya. Kyuhyun-ah tersenyum!"
"Bukan, dia tertawa!"
"Aigoo! Ternyata dia manis sekali…"
"Wajahnya sangat imut!"
"Biasanya dia terlihat suram dan tua…seperti berumur 20-an. Kenapa bisa berubah ya?"
"Aish! Pabo! Itu kan karena sikap kita juga!" Heechul mendengus kesal melihat kebodohan teman-temannya.
Semua memandang Heechul seakan baru tersadar akan hal yang penting. Merasa semua memandangnya, reflek Heechul mengeluarkan cermin yang selalu disakunya dan berkaca. Namja itu tersenyum puas melihat bayangannya yang tampan dan juga cantik.
"Kita akan berhenti mendepaknya, Heechul hyung?" tanya Kangin.
"Tentu saja tidak! Tapi biar kan single ini rilis dulu. Waktunya sudah sangat sempit."
Banyak yang mengangguk setuju dengan usul Heechul. Mereka tidak melihat Donghae yang menggeleng-gelengkan kepala mendengar sikap mereka.
Leeteuk sendiri tidak banyak bicara. Jika ia melakukan aksi sepihak seperti yang SM biasa lakukan, tanpa mengindahkan perasaan member lain, posisi Kyuhyun akan semakin terpojok. Ia hanya akan memantau dongsaengdeul-nya sambil pelan-pelan membuat mereka mau menerima Kyuhyun sebagai anggota SUJU.
.
Malam sudah menunjukkan pukul 7 ketika ketiga member SUJU kembali ke dorm. Meski lelah, tapi Kyuhyun sangat menikmati semua yang mereka lakukan tadi. Sang penulis mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan dari lagu itu, bagaimana lagu itu dinyanyikan, dan kemudian mereka bertiga bergantian menyanyi.
Kyuhyun tak hentinya dibuat kagum oleh Yesung. Hyung bersuara emas itu dengan sabar memberitahunya kelemahan dan kelebihan vokalnya. Ia juga diajari di bagian mana harus mengambil teknik menyanyi yang berbeda agar lagu tadi terdengar lebih bagus.
Namja itu juga terpesona mendengar suara Ryeowook yang manis dan melengking tinggi. Ternyata Ryeowook juga berbakat meng-aransemen lagu. Sang penulis lagu tampak sangat puas mendengar hasil gubahan yang dinyanyikan oleh mereka bertiga.
"Wookie, Kyuhyunnie, setelah mandi segera makan! Masih ada yang harus kita kerjakan." Yesung melirik ke arah hyung dan dongsaengnya yang lain dengan isyarat tidak mau dibantah.
"Ne." Leeteuk senang tidak ada yang berani protes pada Yesung. Dengan demikian malam ini Kyuhyun aman. "Beberapa hari ini kita semua akan kerja keras, jadi jangan sampai ada yang sakit."
Tak ada yang membuka mulut mendengar kalimat tersirat itu. Kyuhyun masih terlalu senang sehingga tidak menyadari yang terjadi di sekitarnya. Selesai mandi dan makan, ia tanpa disuruh langsung bersiap untuk membereskan meja, dapur, juga ruang tengah. Hyungdeulnya berkumpul di sofa dengan kertas partitur di tangan masing-masing.
"Kyuhyunnie," panggil Yesung, membuat namja yang tengah membereskan meja makan itu menoleh.
"Ne, hyung, ada apa?"
"Sambil membereskan dorm, kau nyanyikan lagu U tadi."
"Berapa kali?"
"Sampai kusuruh berhenti."
Kyuhyun berdiri mematung. Yesung menoleh ke arahnya.
"Kau keberatan?"
"Ani. Aku suka menyanyi. Berapa kali pun akan kunyanyikan." Kyuhyun tersenyum lebar. "Tapi bolehkah aku minum? Bahkan di antara ulangan lagu?"
"Habiskan saja air di dispenser itu. Kalau kurang kita buka yang baru," kata Leeteuk bersemangat. Beberapa pasang mata menatap dengan tidak senang. Dan Kyuhyun lagi-lagi tidak menyadari keadaan sekitarnya karena terlalu gembira. Setelah meminum sekitar 5 gelas air, Kyuhyun mulai bernyanyi sambil membereskan ruangan.
Tak ada satu pun member yang tidak tertegun mendengar suara Kyuhyun. Mereka saling berpandangan satu sama lain. Yesung tersenyum puas. Ia sudah menduga reaksi mereka akan seperti itu. Ia sendiri terkejut saat mendengar Kyuhyun bernyanyi tadi siang.
Entah siapa yang menempatkan Kyuhyun di SUJU, tapi ia sangat berterima kasih. Warna vocal Kyuhyun melengkapi warna vokalnya dan Ryeowook. Hanya perlu sedikit dibimbing untuk teknik menyanyi, karena dongsaeng kecilnya itu benar-benar hanya mengandalkan suara saja.
Setelah ulangan kedua, Eunhyuk mulai berdiri. Ia mencoba beberapa gerakan. Jika ia memerlukan ulangan, dihentikannya nyanyian Kyuhyun dan memintanya mengulang dari bagian yang ia inginkan. Tak lama Donghae, Shindong dan Hankyung yang termasuk -4 dance line SUJU- memberi beberapa masukan ke Eunhyuk, lalu melatih gerakan yang mereka pilih bersama-sama. Member yang lain melatih lagu sambil Yesung mencatat bagian-bagian mana kira-kira mereka akan bernyanyi sendiri.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam. Kyuhyun sudah berhenti bernyanyi satu jam lalu setelah semua member bisa menyanyikan lagu tersebut. Kini mereka duduk mencatat bagian-bagian yang menjadi giliran mereka. Eunhyuk pun sudah bisa tertawa, lega karena berhasil menyelesaikan tarian untuk lagu baru mereka.
"Syukurlah, tinggal besok kita menyusun koreo dan bagian rap, Hyukkie." Donghae ikut merasa senang melihat Eunhyuk kembali ceria.
"Berarti, besok kita berlatih dance dan menyanyi. Jika proses rekaman bisa dipercepat, ada banyak waktu untuk memperbaiki jika ada bagian yang kurang. Kali ini kita harus berhasil!"
"Ne. Penjualan Twins memang cukup baik, tapi jauh dari baik. Hanya 8000-an keping."
"Semoga kali ini lagu kita terjual banyak."
"Jangan lupa, kita juga harus melakukan dance dengan baik."
"Tapi, kita belum tahu kemampuan Kyuhyun-ah." Kata-kata Shindong itu membuat semua member memandang Eunhyuk dan Kyuhyun bergantian.
"Benar juga. Kyuhyun, kau bisa dance?" tanya Leeteuk.
"Aku besok ada kuliah pagi."
"Pabo! Teuki hyung tanya, apa kau bisa dance?" Heechul tampak kesal.
Kyuhyun yang sudah mengantuk menyadari kesalahannya. Cepat ia menepuk pipinya agar tersadar penuh. "Ani. Aku selama ini menyanyikan lagu balada."
"Bukankah kau peserta training SM?"
"Ne. Tapi aku baru masuk tiga bulan lalu."
Hyungdeul kehilangan suara.
"Aigooo! Mereka memang ingin membubarkan kita!" Tiba-tiba Ryeowook menangis, membuat Kyuhyun terkejut.
Bubar? Sebenarnya ada apa di balik ini semua? Namun Kyuhyun tak berani bertanya karena Eunhyuk sudah memberinya isyarat untuk berdiri di hadapan mereka.
"Apa yang kau pelajari selama training?"
"Hmm, cara berjalan, cara menyapa, hal-hal yang boleh dan tidak boleh artis SM lakukan, peraturan-peraturan di SM, latihan vocal dan …" Kyuhyun menghentikan kalimatnya karena semua tertunduk lesu. Apa ada yang salah?
"Kau tidak belajar dance?"
"Tidak sama sekali."
Tangis Ryeowook semakin keras. Kibum menepuk bahu rekan seumurannya itu agar tenang.
"Hei, tidak berlatih dance bukan berarti dia tidak berbakat. Benar kan?" Sungmin memecah suasana. "Aku dan Hankyung saja yang suka martial art, ternyata bisa memasukkan gerakan-gerakan beladiri ke dalam tarian kita. Dan kami belajar dance dengan cepat."
Wajah mereka kembali bersemangat. Ryeowook pun duduk tegak kembali. Semua memandang Kyuhyun penuh harap, membuat namja itu salah tingkah.
"Ok, Kyuhyun-ah. Coba kau melakukan dance untuk kami. Dance apa saja."
Kyuhyun berpikir sejenak. Akhirnya ia menekuk kedua lututnya, menggoyangnya ke kiri dan ke kanan. Kedua tangannya dengan posisi jari seperti menunjuk, diangkat setinggi bahu, mengikuti arah kakinya. Ia melakukan itu sambil tersipu malu.
Keheningan mendadak muncul di dorm yang selalu ramai itu. Sebelas pasang mata terbelalak tidak percaya. Bahkan boleh dibilang mereka semua menahan nafas.
Tiba-tiba Kangin bangkit berdiri dengan wajah merah padam.
"YA! CHO KYUHYUN! CEPAT MASUK KE KAMARMU!"
Kyuhyun berhenti menari dengan mimik bingung.
"KAU MAU MELAWAN?! CEPAT MASUK KE KAMARMU! CEPAAAAAAAAAAAAT!"
.
.
TBC
.
.
Ada apa dengan Kangin?
Gomawo buat yang udah baca.
Review yang masuk sungguh membuat author senang.
Gomawo karena sudah memberi beberapa ide baru hehehe.
Ditunggu review untuk Chapter ini.
Bisa jadi masukan untuk chapter maupun cerita selanjutnya.
Kamsahamnida
.
.
.
Balasan review chapter 1
kyuzi 9/26/12 . Gomawo sudah bersedia ngasih review
Bella 9/26/12 . Ne. Author juga suka yang brothership
lalalala 9/26/12 Soalnya mereka di bawah tekanan. Tapi aslinya baik kok, chingu
violin diaz 9/26/12 Iya, terus terang bagian itu juga bikin author merinding. Nggak tega sendiri ngebayanginnya. Tapi cuma itu yang bisa author pikir tentang neraka yang dimaksud oleh Shindong oppa. Tapi kayaknya seraman yang author buat hehehe. Mianhe Kyuppa, mianhe hyungdeul...
Magieapril 9/26/12 Oppadeul baik semua kok. Cuma sedikit nge bully aja ama Kyuppa. semoga nggak seseram yang author buat.
Gyurievil 9/26/12 Lebih seram yach... hehehe Gomawo buat reviewnya
Shin Min Hwa 9/26/12 Eits...biar pun berdasarkan liku2nya SUJU, tapi jangan dianggap 100% mirip yach. Selebihnya karangan author aja. Sama, saya juga masih newbie, tapi sering cari2 berita buat bikin ff ini. Gomawo sudah me-review. Gomawo juga sudah mulai suka dengan SUJU. Mereka semua orang-orang yang gigih dan unik. Bikin aku jadi suka hehehe
Yuli sagitharia 9/25/12 "iya,edit mulu,abis ada saingannya evilkyu miscall mulu kerjaan'a" ...kalimat yg ini aku nggak ngerti, bisa tolong di PM? Hehehe
Iya, author tega nih (tendang authornya! enak aja nyiksa Kyuppa)
Gomawo sudah mereview
Blackyuline 9/25/12 Gomawo sudah membaca ff ini. Kemungkinan ff ini akan berlanjut ke judul lain. Selamat mengikuti.
trilililili 9/25/12 Iya, katanya Kyuhyun sengsara banget pas baru masuk SUJU. Bayangkan, masak 8 bulan kagak tidur di kasur. Tegaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Tapi semoga nggak se-sengsara seperti yang di ff ini
pinKYU 9/25/12 Ditunggu, yach. Gomawo sudah mereview
riyuri 9/25/12 Kata Shindong sih itu neraka hehehe. Aku nggak berani bayangin yang sebenarnya. Gomawo sudah mereview
