CERITA SEBELUMNYA:
Sakura berjalan sendirian menuju kantin. Pasalnya, Naruto harus bermain sepak bola, Hinata ikut dengan Naruto untuk menonton. Tenten pergi entah kemana dengan Neji. Dan tinggallah ia sendiri.'Huh, sendirian itu tak menyenangkan!' Batin Sakura sebal.
BRUK
"Aww…Sa…Sa…Sasuke-kun?" Kata Sakura tak percaya. Sasuke hanya memcoba berdiri. "Maafkan aku! Aku tak lihat!" Kata Sakura cepat dan pastinya, Gugup! "Hn, tak apa. Aku juga sedang terburu-buru." Kata Sasuke. "I…iya. Eh, ta..tadikan Sasuke-kun de…dengan I…Ino-chan." Kata Sakura gugup dengan wajah yang merah. "Hn, memang. Tapi, ia sedang berbicara dengan Sai-senpai." Kata Sasuke santai. "O..oh, be…begitu. A…aku pergi du..dulu, ya! Sampai jumpa!" kata Sakura seraya berlari meninggalkan Sasuke.
'Kenapa gadis itu? Aneh!' Batin Sasuke heran.
Summary: Dari dulu, Sakura sudah mencintai Sasuke. Tapi, ia tak tahu Sasuke mencintainya atau tidak. Naruto, Hinata, dan Tenten dengan senang hati membantunya mendapatkan Sasuke. Suatu hari, Sasuke dan Sakura terkurung dalam kelasnya sendiri. Bagaimana kisahnya? Nggak pandai bikin summary. Harap Maklummm
Ghost In Konoha City
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated: T
Genre: Romance/Hurt/comfort/Horror
Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno
Character: /Rock
Don't Like, Don't Read
Happy Reading^^
CHAPTER III
DIKELAS….
"Hhhh, aku gugup sekali tadi!" Gumam Sakura sambil mengelus-eluskan dadanya. Tiba-tiba….
Panggilan kepada siswa bernama Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura segera keruang Guru!
Sakura diam sebentar. 'Kenapa namaku juga dipanggil?' Batin Sakura bingung. Akhirnya ia dia tak mau membuang-buang waktu. Dia pun segera pergi kekantor.
DI RUANG GURU….
"Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, setelah jam pulang, kalian jangan pulang dulu!" Ujar Kurenai. "Maaf sensei. Tapi, ada apa ya?" Tanya Sakura. "Aku tak bisa mengatakannya sekarang. Pokoknya, sepulang sekolah, kalian jangan dulu pulang!" Perintah Kurenai. "Baiklah!" kata Sasuke dan Sakura. "Sekarang kalian boleh keluar!" Kata Kurenai. Sasuke dan Sakura pun berjalan keluar ruang guru yang lumayan sepi itu.
"Hn, menurutmu, aneh bukan? Tiba-tiba Kurenai-sensei menyuruh kita tidak pulang nanti!" Kata Sasuke. "I…iya. Aku penasaran. Sebenarnya, ada perlu apa dengan kita?" tanya Sakura bingung. "I have bad feeling!" Kata Sakura. "Hn, sudahlah! Lebih baik kita cepat masuk kekelas!" Kata Sasuke. Sakura mengangguk.
SEPULANG SEKOLAH…..
"Sakura-chan, ayo pulang!" Kata Tenten. "Kalian pulanglah duluan. Aku masih ada perlu dengan Kurena-sensei." Kata Sakura. "Hah, tumben Kurenai-sensei perlu denganmu. Emanganya ada perlu apa?" Tanya Naruto penasaran. "Entahlah, aku pun tak tau!" Kata Sakura. "Baiklah kalau begitu, kami pulang dulu ya, daah! Hati-hati yaa!" Kata Tenten sambil melambaikan tangannya. "Iya, kalian juga hati-hati dijalan!" Kata Sakura sambil membalas lambaian tangan Tenten.
Sakura berjalan menuju Ruangan Guru. Sesampainya disana, ternyata sudah ada Sasuke yang tengah menunggu juga. "Ah, Sasuke-kun. Kurenai-sensei mana?" Tanya Sakura. "Entahlah!" Jawab Sasuke singkat. "Ternyata kalian sudah berkumpul disini!" Kata Kurenai tiba-tiba. "Eh, Kurenai-sensei! Kata Sakura kaget. "Ayo ikut aku!" Ajak Kurenai. Sasuke dan Sakura berjalan mengikuti Kurenai.
"Kurenai-sensei, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Sasuke yang mulai merasakan bahwa ada yang tak beres. "Kita akan kekelas XII-A." Kata Kurenai tanpa menoleh kebelakang.'Mau ngapain kekelasku? Ada yang tidak beres!' Batin Sasuke yakin.
SESAMPAINYA DIKELAS XII-A…
"Kalian duduklah dulu disana!" Perintah Kurenai sambil menunjuk kebangku paling pojok. Sasuke dan Sakura berjalan kebangku paling pojok yang ditunjuk oleh Kurenai. Belum sampai dibangku itu, Kurenai dengan cepat menutup pintu kelas dan menguncinya. Sasuke dan Sakura sontak menengok kearah pintu kelas. Sakura pun mulai panik.
"Kurenai-sensei, kenapa dikunci? Tolong, buka saja pintunya!" Kata Sakura dengan nada agak panik. Kurenai hanya diam, tak bicara sepatah katapun. "Kumohon, Kurenai-sensei!" Kata Sakura memohon. "Hihihi….Kalian akan mati, lihat saja!" Kata Kurenai sambil tertawa mengerikan. Sakura mulai takut, sementara Sasuke hanya diam memandang Sakura yang ketakutan. Karena kasihan, Sasuke mendekati Sakura untuk menenangkannya. "Hn, sudahlah. Kita pasti akan keluar dari kelas ini!" Kata Sasuke. Sakura mengangguk pasrah.
Hari semakin sore. Sasuke dan Sakura masih saja terjebak dalam kelas itu. Otak pintar Sasuke dan Sakura seakan hancur, karena tak bisa memikirkan bagaimana cara keluar. Sasuke yang mulai bosan mencoba melihat langit sore. Sasuke tiba-tiba kaget akan warna langit sore itu.
"Bagaimana bisa?" Gumam Sasuke tak percaya. Sakura pun menoleh kearah Sasuke dengan tatapan heran. "Ada apa, Sasuke-kun?" Tanya Sakura heran. "Lihat langit itu!" Tunjuk Sasuke. Sakura pun melihat kearah langit yang ditunjuk Sasuke. Sakura pun kaget. "Ke…kenapa, langitnya berwarna merah darah?" Tanya Sakura takut. Sasuke mengangkat bahu. "Kita Harus segera keluar dari sini!" Ujar Sasuke serius.
"Sepertinya, kejadian itu terulang kembali!" Gumam Sasuke pada dirinya sendiri. "Ke…kejadian apa?" Tanya Sakura takut. "Hn, 25 tahun yang lalu, Pamanku, meninggal, karena kejadian seperti ini! Tapi, dia tidak sedang terkurung seperti ini." Jelas Sasuke. "A…aku tidak mengerti maksudmu!" Ujar Sakura. "Dulu…"
FLASHBACK
Obito sedang berjalan menuju kantin sekolah. Ia tidak tahu kenapa ia sangat ingin kekantin. Ia tidak lapar dan tidak haus, tapi kakinya membawanya kesana. Tiba-tiba, Sahabatnya, Kakashi menepuk pundak Obito pelan.
"Hei, mau kemana?" Tanya Kakashi. "Kekantin." Ujar Obito. "Heh, bukannya tadi kau bilang kau tidaka lapar?" Kata Kakashi bingung. "Ya, memang! Entah kenapa kakiku ingin sekali membawaku kekantin." Jelas Obito jujur. "Hihihi, ada-ada saja kamu! Dasar. Yuk kita kekantin bersama!" Ajak Kakashi sambil tertawa kecil.
DIKANTIN
"Jadi, kau mau membeli apa?" Tanya Kakashi. "Entahlah. Oh ya, ini kan hari ulang tahunku, jadi, kau harus mentraktirku ramen!" Kata Obito sambil tersenyum lebar. "Cih, tau begini, aku takkan mau menemanimu kekantin." Keluh Kakashi.
"Hehehe, kau kan sahabatku! Oh ya, traktir Rin juga. Btw, mana dia?" Tanya Obito. "Aku disini!" Kata Rin tiba-tiba dari belakang Obito. "WAAAAAAA! Rin! Kau mengagetkanku tau!" Kata Obito sambil mengelus-elus dadanya.
"Hehehe, maaf." Kata Rin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Ada apa ya mencariku?" Tanya Rin. "Hari ini kan aku ultah, aku meminta Kakashi untuk mentraktir kita. Benar kan, Kakashi?" Kata Obito sambil menyeringai. "Cih, kenapa harus aku? Kenapa bukan Rin saja?" Ketus Kakashi.
"Eitss, tidak bisa! Rin, sudah memberiku hadiah. Yang belum memberiku hadiah hanya kau!" Kata Obito sambil menunjuk kearah hidung Kakashi.
"Benar-benar, Obito 100% benar, hahahaha!" Kata Rin sambil tertawa kemenangan. "Cih, aku lagi! Ok, ok, jangan mentraktir, nanti kau kubelikan hadiah!" Kata Kakashi. "Oooh tidak bisa! It's too late, Kakashi, Hahahaha!" Kata Obito sambil tertawa lebar.
"Baiklah, untungnya aku lagi baik hari ini!" Kata Kakashi sambil menghela nafas panjang. "Apanya yang lagi baik? Buktinya, kau mau karena kami paksa!" Kata Rin sambil melipat tangan. "Cih, kalian jangan banyak protes lagi! Atau aku akan cepat berubah pikiran!" Ancam Kakashi. "Baik-baik, ayo kita makan Ramen!" Kata Obito bersemangat.
3 JAM KEMUDIAN….
"Enak ya, di traktir sama Kakashi!" Kata Obito. "Cih, kalian sih enak, aku yang bangkrut, baka!" Ketus Kakashi. "Hehehe, aku kan hanya makan 1 mangkok." Kata Obito. "Aku juga hanya 1 mangkok!" Kata Rin. "Obito makan hanya 1 mangkok? Mimpi loe! Kau makan sampai 20 mangkok tau!" Kata Kakashi kesal. "Benarkah? Wow, aku pemecah rekor!" Kata Obito bangga. *Naruto: Masih ada aku tau! Obito: Oh iya, sorry!*
Panggilan kepada siswa bernama Uchiha Obito, Hatake Kakashi, dan Rin dimohon keruang guru sekarang!
"Wah, tumben aku juga dipanggil! Aku benar-benar beruntung hari ini!" Kata Obito senang. "Hei, jangan senang dulu! Belum tentu kabar yang diberikan oleh Sensei baik!" Kata Rin mengingatkan. "Benar juga. Ayo kita keruang guru!" Ajak Kakashi.
Mereka pun segera berjalan menuju ruang guru. Tiba-tiba, Asuma menghampiri mereka. "Hei kalian mau kemana?" Tanya Asuma. "Keruang guru." Kata Rin singkat. "Ke ruang guru?" Tanya Asuma dengan muka heran "Iya, memangnya kenapa?" Kata Obito sambil menatap Asuma dengan wajah aneh.
"Kalian berdua sih, wajar saja dipanggil, tapi Obito?" Kata Asuma tak percaya. "Cih, kau jangan menghinaku ya!" Kata Obito kesal. "Bukan menghina, Obito!" Kata Asuma. Tak lama Kurenai datang bergabung. "Obito, Kakashi, Rin, bukannya kalian dipanggil tadi? Buruan sana keruang guru!" Kata Kurenai dengan nada memerintah.
Kakashi hanya menghela nafas panjang. "Sudah datang Asuma, datang lagi pacarnya!" Gumam Kakashi. Kurenai dan Asuma mendengar apa yang dikatakan Kakashi. "Apa yang kau bilang tadi?" Tanya Kurenai sambil memandang Kakashi kesal. "Aah, bukan hal yang penting kok!" Kata Kakashi sambil tersenyum dibalik topengnya.
"Whatever! Cepat pergi sana!" Usir Kurenai. "Cih, kami tau itu!" Ketus Rin sambil melipat tangan didada.
DI RUANG GURU….
"Kalian sudah datang rupanya." Kata Minato. "Minato-sensei, ada perlu apa dengan kami?" Tanya Obito. "Begini, aku ingin menjadikan kalian seorang detektif." Kata Minato. "Haa? Detektif? Untuk apa?" Tanya mereka bertiga serempak. "Iya, detektif. Kalian berkumpul disini hari minggu, nanti kuberi kalian peralatan detektif." Kata Minato. Obito menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku tidak cocok jadi detektif!" Kata Kakashi pada akhirnya. "Kau sangat cocok jadi detektif, Kakashi. Kemampuan bertarungmu dan kepintaranmu itu bisa diandalkan." Kata Minato sambil melipat tangan didada.
"Rin, kau sangat ahli dalam meracik obat-obatan, dan Kau, Obito, kau sangat ahli dalam menyelinap." Kata Minato. "Bagaimana sensei tau kalau aku jago menyelinap?" Tanya Obito heran. "Dari Jiraya-sensei." Jawab Minato singkat.
"Memangnya aku melakukan apa sehingga aku bisa dikatakan jago menyelinap?" Tanya Obito yang merasa tak puas. "Tentu saja! Jiraya-sensei sering bercerita padaku bahwa kau sering ikut dengannya untuk meyelinap kedalam Pemandian panas perempuan!" Kata Minato pada akhirnya.
BLUSH
Obito sontak memerah. Kakashi dan Rin memandangnya aneh. "I…itu tak benar! Dan kau, Kakashi, kenapa memandangku seperti itu?" Ketus Obito gugup. Bagaimana tidak gugup, Rahasianya terbongkar didepan sahabatnya.(Sorry OOC XD)
"Ternyata kau sering mengintip!" Kata Kakashi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tak sering mengintip! Aku mengintip hanya sekali tau!" Ketus Obito. "Ok, kembali kepermasalahan! Jadi kuharap kalian bisa datang hari minggu." Kata Minato. Mereka semua mengangguk.
PADA HARI MINGGU…
Kakashi dan Obito berdiri didepan gerbang KHS. "Rin dan Minato-sensei lama banget sih!" Keluh Obito. "Sabar dikit napa? Dari tadi mengeluh terus!" Ketus Kakashi. "Bagaimana aku tak mengeluh terus, mereka aja lama banget datanganya!" Kata Obito kesal. "Lagi bicarain aku ya?" Kata Rin tiba-tiba dari belakang Obito.
"WAAAA, Rin!" Teriak Obito. "OBITO, JANGAN TERIAK-TERIAK!" Teriak Kakashi kesal. "Huh, apaan sih kamu, Kakashi? Sudah kubilang jangan mengagetkanku!" Kata Obito kesal sambil mengelus-eluskan dadanya. "Hehe, maaf!" Kata Rin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak datang.
"Hai!" Sapa Minato tiba-tiba dari belakang Obito dan Rin. "WAAAA, MINATO-SENSEI!" Teriak mereka berdua. Kakashi menahan amarahnya sambil mengepalkan tangannya. "Kenapa kalian paling senang kalau teriak?" Tanya Kakashi kesal. "Kami kan kaget tadi!" Kata Rin. "Cih!" Decih Kakashi sambil pergi meninggalkan mereka semua. "Hoi Kakashi, kau mau kemana?" Tanya Minato. "Pulang!" kata Kakashi kesal. Obito dengan cepat menarik baju Kakashi.
"Enak aja kamu mau pulang! Kalau kamu pulang, benjol kepalamu!" Kata Obito sambil mengepalkan tangannya. "OK, fine! Emosiku sedang naik, kau senggol, benjol juga kepalamu!" Kata Kakashi sambil berjalan kearah Minato. "Wah, berarti lebih bahaya aku dong! Hah, jangan dipikirkan lagi!" Kata Obito sambil berjalan mendekati Minato juga.
"Ok, akan kuberitahu apa misinya. Jadi, aku ingin kalian memastikan Konoha High School ini berhantu atau tidak. Karena, temanku bilang, KHS ini berhantu." Jelas Minato. "Hah? Hantu?" Kata Rin. "Ya, Hantu. Kenapa, kau takut?" Tanya Minato.
"Tidak! Aku tak mengkhawatirkan diriku dengan hantu yang kita kan temui nanti. Tapi masalahnya…" Kata Rin sambil melirik kearah Obito.
"Kenapa memandangku?" Tanya Obito pada Rin. Sepertinya dia tidak mendengar apa yang dibilang oleh Minato. "Kata Minato-sensei, kita akan memastikan KHS ini berhantu atau tidak." Kata Kakashi. "Ha…hantu?" Tanya Obito takut. 'Tuh kan! Seperti yang kuduga.' Batin Rin.
"Aku, tak takut pada hantu!" Kata Obito. "Ayo kita masuk!" Kata Obito sambil berjalan masuk kedalam Gerbang KHS. Kakashi, Minato dan Rin mengikuti Obito dari belakang. Sampai dilapangan KHS, Minato membuka suara.
"Baiklah, mulai dari sini kita berpencar!" Kata Minato. "Aku dan Kakashi akan pergi kesebelah kanan, dan Obito dan Rin sebelah kiri. Kita bertemu disini lagi. Kumohon, kembalilah dengan selamat!" Pesan Minato.
"Haa, Minato-sensei terlalu khawatir! Pegang janjiku, kami akan kembali dengan selamat!" Kata Obito bangga. "Aku hanya berpesan, berhati-hatilah disetiap perjalanan!" Mereka semua mengangguk. "Berpencar!"
DI BAGIAN OBITO DAN RIN….
"Obito, jalannya pelan-pelan aja! Nggak usah terlalu bersemangat gitu, nanti ada apa-apa lho!" kata Rin. "Tenang saja, Rin. Kita pasti akan kembali dengan selamat." Kata Obito sambil tersenyum lebar. "Baiklah, kita mulai dari kelas XII-A" Katan Rin. Obito hanya mengangguk. Mereka mulai memeriksa kelas XII-A. Saat melangkahkan kaki kesana, Rin merasa bulu kuduknya berdiri.
Tak mau berlama-lama, Rin pun mengajak Obito keluar kelas. "Rin, kau kenapa sih? Padahal kita baru saja masuk!" Kata Obito heran. "Aku merasakan firasat aneh tadi." Kata Rin jujur. "Ok, aku tau maksudmu. Kita kekelas sebelah!" Kata Obito sambil berjalan menuju kelas XII-B. Obito pun masuk secara perlahan, Rin hanya mengikuti dari belakang. Kali ini, Obito yang merasakan bulu kuduknya berdiri, dan dengan cepat mengajak Rin keluar.
"Ada apa, Obito?" Tanya Rin. "Aku merasakan seperti apa yang kau rasakan tadi dikelas XII-A." Kata Obito. Rin mulai takut, dan segera menoleh kanan-kiri. "Rin, lihat keatas!" Kata Obito sambil menunjuk kelangit. Ternyata, langit tersebut berubah menjadi warna merah darah. "A…apa? Pa…padahal, ini masih pagi!" Kata Rin tak percaya+takut.
"Kita harus menyusul mereka!" Kata Obito serius. Rin mengangguk setuju. Mereka pun segera berlari mengejar Kakashi dan Minato. "Berhenti!" Kata Obito. Rin pun menghentikan larinya. "Disana mereka. Ayo kesana!" Kata Obito sambil berlari kearah utara. "MINATO-SENSEI, KAKASHI!" Panggil Obito dan Rin. Kakashi dan Minato menoleh kesumber suara.
"Kalian!" Kata Kakashi. "Minato-sensei, kita harus cepat keluar dari sini!" Kata Rin takut. "Sebentar, sebenarnya ada apa dengan Kalian?" Tanya Minato heran. "Lihatlah kelangit!" Kata Obito. Minato dan Kakashi melihat keatas. "Ini tak mungkin, kenapa warna merah? Ini belum sore kan?" Kata Kakashi tak percaya. "Ini masih pukul 10 pagi. Sekolah ini sudah tidak beres, ayo kita segera keluar dari sini!" Kata Obito panik.
Tiba-tiba, Obito dan Rin tertarik kedalam perpustakaan. "KAKASHI, TOLONG!" Teriak Obito. Kakashi dan Minato mulai panik dan berusaha mengejar mereka semua. Tapi, Kakashi dan Minato terlambat. Obito dan Rin sudah tertusuk tetap di jantung mereka.
"Obito, Rin, kumohon bangunlah!" Lirih Kakashi sambil mengguncang-guncangkan badan Obito dan Rin. Minato menatap Kakashi sendu sambil memegang pundak Kakashi. "Kita bawa mayat mereka keluar dari sini! Sekolah ini mulai tidak beres!" Kata Minato.
Mereka membawa mayat Obito dan Rin keluar. Untungnya tidak ada lagi gangguan. Keesokan harinya, Obito dan Rin dikuburkan. Proses pemakaman dihadiri oleh beberapa teman akrab mereka dan keluarga.
END FLASHBACK
"Kau tidak mengada-ada kan, Sasuke-kun?" Tanya Sakura takut. "Hn? Untuk apa aku bohong?" Tanya Sasuke. Sakura menoleh kearah pintu kelas. "Sasuke-kun, ayo kita mendobrak pintu bersama-sama!" Kata Sakura serius. Sasuke mengangguk. Mereka pun mulai mendobrak pintu itu.
Pertama tak berhasil
Kedua tak berhasil
Ketiga….
BRAK
"Yeah, kita berhasil!" Sorak Sakura senang. "Ssst, jangan bersorak dengan suara keras seperti itu!" Bisik Sasuke. Sakura dengan cepat menutup mulutnya. Sasuke dan Sakura mulai perlahan berjalan menuju gerbang. Tiba-tiba, muncul sosok pria berjubah mengerikan. "Sa..Sasuke-kun," Kata Sakura dengan suara bergetar.
"Sepertinya, baru akan dimulai!"
TBC
Hhhhh, akhirnya selesai juga chap 3.
Udah mulai sedikit ada horronya.
Maaf ya kalau jelek dan feel-nya nggak kerasa.
Aku nggak nyangka fic ini dapat sambutan yang bagus^^
Maaf nggak bisa balas review kalian semua.
Tapi, untuk semua yang sudah review fic ini,
Aku Ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
ARIGATOU GOZAIMASU MINNA-SAN ^_^
OK, kutunggu Reviewnya.
REVIEW AGAIN PLEASE! ^^
