Disclaimer: Bunuh saya~
Saya bukan jenis orang yang banyak bicara jadi langsung saja ya!
Indonesia Foreign Relationships
Chapter 3: Asia
China
~Masa Kerajaan~
" Uwah~ Sriwijaya kau jadi kerajaan yang kuat sekali, aru! Kau membuatku khawatir untuk beli rempah darimu lagi, aru!" China menepuk-nepuk belakang Sriwijaya.
" Hahaha! Tenang, walau bagaimana pun, saya tetap sopan pada orang yang lebih tua." Sriwijaya tersenyum.
" Hmm, seperti apa kalau aku ajarkan kamu masak sesuatu yang lezat? Selama ini yang kulihat rakyatmu hanya makan ikan belida yang enak itu hanya dengan dipanggang, digoreng, dan semacamnya." China mengambil tiga ekor ikan belida dari dalam karung.
" Oh boleh juga!"
^_^ Dan seperti itulah Pempek ditemukan ^_^
" Palembang! Apa yang telah kau lakukan pada pempek ini!? Aku sudah minum tiga gelas air!" China yang kepedasan bertanya.
" Hahaha! Hanya kuahnya,manis kok~" Palembang dengan senyuman yang entah kenapa jahil tapi di saat yang sama sopan…[1]
" MANIS!?" China menyemprotkan air yang sudah di dalam mulutnya karena terkejut.
' Jangan pernah percaya masakan Sumatra…' pikir Nesia.
~Perang Dingin~
" Hubungan Bang China dan kita diputuskan ya?" Nesia yang sedang muram menghelakan napas panjang.
" Apa yang kau inginkan?" Pak Suharto bertanya.
" Tidak. Hanya saja, hubungan ratusan tahun itu terputus hanya dalam sekejap…"
" Tidak apa-apa. Nanti kalau semua ini selesai, kita akan menjalin hubungan lagi." Pak Suharto tersenyum untuk memastikan Nesia yang akhirnya ikut tersenyum juga.
~ASEAN~
" Aiya! Kalian bertengkar terus, aru! Kapan mau berhenti, aru!" China membentak masing-masing dua personifikasi Indonesia dan Malaysia.
" Tapi, Ambalat!" Nesia berkata hampir terdengar bagai dia sedang merengek.
" Kalau kalian menjadi penyebab WWIII, aku akan hukum kalian, aru!" mendengar itu, Agung dan Ahmad langsung memegang bokong sendiri, Alina dan Melati hanya memandang kebingungan.
" TOLONG JANGAN!"
[1] Orang Sumatra kalau kuah Pempek itu, satu botol kecil itu, cabenya BANYAK AMAT! Dan mereka masih bisa tahan dan mengatakan manis… (pengalaman dengan ayah saya)
Japan
'Ing Jawa bakal mrentah dening tiyang kuilt pethak 3 abad lan kuning kerdhil kanggo jengkal gesang saka tanduran jagung sadurunge bali saka Adil Ratu:. Kang jeneng kudu ngemot paling sethithik sak I. saka Jawa Noto Negoro'
Artinya:
'Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil: yang namanya harus mengandung setidaknya satu suku kata orang Jawa Noto Negoro.'[1]
" Halo?"
" Eh!?" Nesia terbangun dari lamunannya dan melihat siapa yang memanggilnya, ternyata Ryukyu(Japan).
" Ah Bang Ryukyu maaf saya melamun!" Nesia langsung mengambil karung berisi pala yang diminta oleh Ryukyu(Japan)
" Ini." Ryukyu(Japan) memberikan sekeping emas.
" Terima kasih!" Nesia tersenyum sambil melihat kapal yang dinaiki Ryukyu(Japan) berlayar pergi dari pelabuhannya. ' Tidak mungkin kerdil kuning itu Bang Ryukyu yang baik itu 'kan?'
~Penjajahan~
" Kiku! Dimana kemerdekaan yang kau janjikan itu!? Yang kau lakukan hanya menyuruh rakyatku bekerja sampai mati! Ini penyiksaan! Ini penjajahan!" Indo dengan emosinya berteriak.
" Maaf, tapi ini memang pejajahan. Bukankah sudah ada ramalan Jayabaya dari Kediri-kun?" sang personifikasi Kekaisaran Jepang itu menatap personifikasi yang lebih muda darinya itu dengan tatapan kosong tidak berdasar.
" JEPANG BODOH!" Nesia menarik Indo keluar dari kantor Japan sementara Japan tersenyum sedih "Maafkan onii-san kalian yang lemah ini… Sudah berapa kali? Aku kehilangan keluargaku…" [1]
~ Kebangkitan Nasional~
" Hah~ Kiku-niisan pemalu atau apa?"
" Tokyo-san, pasukan Belanda sudah dekat."
Tokyo memandang ke kejauhan di depan dan menghelakan napas " Agresi Militer Belanda II… Siapkan pasukan, atas permintaan Honda Kiku, kita akan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia!"
' Tak kusadari ternyata bahkan ibu kota negara itu akan menolong negara ini…' inilah isi pikiran dua ibu kota negara selain Tokyo yang berada di dalam pertempuran itu.
3.000 dari pasukan Kekaisaran Jepang memilih untuk tetap di Indonesia dan menolong Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan negara itu. Sepertiga mati, dan sisanya memilih tinggal di Indonesia dan beberapa menjadi pahlawan Indonesia.
~11 Maret 2011~
" Bang Japan… Gak apa-apakan? Tolong bangun… Bang Kiku…"
Mendengar nama manusianya dipanggil, Japan membuka matanya perlahan-lahan dan melihat adik perempuan kesayangannya menangis. " Melati-chan, sudahlah…"
" UWAHHH!" Nesia langsung memeluk Japan dengan sangat erat.
" Kau akhirnya memanggil nama manusiaku…"
~ Sekarang~
" Bang Kiku! Ada movie baru untuk H*nt*r x H*nt*r ya!? Oh iya! Kapan F**ry T**l lanjut lagi!?" Nesia yang energetic bertanya pada Japan yang hanya tersenyum.
" Memang ada dan soal episode baru, mungkin masih lama… Hey Nesia, gimana kalau kita dan Hungary bawa kamera dan coba lihat-lihat kalau akan ada sesuatu yang menarik~?" Dan~ Fujoshi/fudanshi mode on!
[1] Maksudnya, setelah Japan menjajah seluruh Asia, bahkan adik terdekatnya tidak mau melihatnya lagi di mata dan tidak ingin memanggil dirinya dengan nama manusianya(Indonesia). Dan kebanyakan dari mereka benci pada dia tapi Nesia tetap memaafkan Japan dan menjadi negara Pro-Japanese di dunia.
South Korea
~ Zaman Sebelum Kedatangan Portugal~
" Halo Nusantara! Ini ada Kiku! Dia jarang keluar rumah!" Yong Soo memperkenalkan Ryukyu(Japan) pada Nusantara(Nesia). " Selama ini kami yang berbelanja untuk dia, tapi kali ini kami berhasil menyeret dia keluar."
" Tidak sopan…" Ryukyu(Japan) berbisik pada dirinya.
~Kedatangan Portugal~
" Mana Nusantara!? Dia lebih pasti harganya!" Yong Soo yang tidak setuju dengan harga yang terlalu mahal bagi pala dan cengkeh bertanya sambil mencari-cari dimana Nusantara(Nesia)
" Ini sudah yang termurah…"
" Aiya! Mana adik lucuku, aru! Kau pasti mengurungnya seperti Macau! Mana Malaka!?" China yang hilang kesabaran langsung menangis mengingat Macau yang dikurung dan Malaka(Malaysia) yang hilang.
" Iya! Kembalikan Nusantara! Kau pasti melakukan yang sama seperti apa yang kau lakukan ada Goa!" India juga ikut-ikutan.
" Nagasaki baik-baik saja~" Ryukyu (Japan) saja justru yang tidak protes.
" NUSANTARA!"
" Ah Korea! Jangan menerobos begitu saja!"
~ Sekarang~
" Bang Yong Soo~ Ada album baru gak?"
" Hohohoho~ Akan aku percepat jika kau mene-" belum selesai nasib Yong Soo justru sama dengan nasib Malaysia.
North Korea
" Hmm? Nesia ini bunga apa?" Hyung Soo tertarik dengan sebuah anggrek berwarna violet cantik.
" Eh? Kalau begitu bagaimana kalau Kimilsungia? Sebuah penghormatan bagi Kim-Il-Sung dan tanda pertemanan sejati." Nesia tersenyum dan mengangkat pot bunga Kimilsungia dan memberikannya kepada Hyung Soo.
" Terima kasih."
" Hmm…"
" Boleh aku tanya?" Hyung Soo menatap mata sang personifikasi Zambrud Khatulistiwa itu. " Kenapa kau masih menjadi temanku? Keluargaku?"
" Pertanyaan apa itu?" Nesia dengan raut muka terganggu dan mencoba untuk menahan tawa.
" Aneh ya?"
" Tentunya! Kita 'kan memang keluarga sejak ratusan tahun lalu! Dan aku orang yang toleransi, aku menghargai keputusan Bang Hyung Soo, mau jadi komunis atau tidak, mau berpisah dengan Bang Yong Soo atau tidak. Mau jadi keluarga atau teman saya walau bagaimanapun, saya mendukung Bang Hyung Soo." Nesia tersenyum lembut, Hyung Soo sedikit terbawa dengan jawaban Nesia justru hampir menangis.
" Ah~ Kau tidak pernah berubah…"
" Maaf! Apa aku membuat Bang Hyung Soo menangis!? Apa ada perkataanku yang menyinggung!?" Nesia pun mulai panik.
" Kau terlalu baik sampai aku dibuat khawatir." Hyung Soo mencium dahi Nesia dan tersenyum, kejadian yang langka…
Sementara itu…
" Saya dapat OTP baru."
" Kiku diamlah! Ini sedang romantic sekali!"
" Langka! Ambil foto Hyung Soo tersenyum, aru!"
" Terkutuk! Kau tidak akan mendapatkan bunga melati kesayanganku…"
India
(Susah Dengan Timeline Yang Terjadi Jadi Disini Fem!Indonesia Saja)
" Hey~ tempat ini bagus!" India yang menaiki gajah melihat-lihat sekitarnya, menjarah tanah yang belum ditemukan atau bahkan berpenghuni. Sampai… " WHOA! Semak itu bergerak!" India turun dari gajahnya dan mencari semak-semak itu, dan menemukan… " Apa kamu Sinta?"
Seorang anak perempuan kecil yang hanya mengenakan sarung yang indah, dikenakan di badan kecilnya dari dada sampai lutut.
" Aduh~ imutnya kamu!" India mengangkat anak itu keudara dan memeluknya " Aku akan memanggil kamu Nusantara."
~ Belanda di Bali~
" India, boleh tidak kau setidaknya pakai baju?" Mughal(Pakistan) yang sudah kesal melihat India yang hanya memakai celana dan.
" Hahaha! Kenapa kau katakan itu!? Orang India tidak berbulu!" India protes, tidak ingin memakai baju.
Tiba-tiba ada sesuatu yang lewat di belakang Mughal(Pakistan) dan India terbelalak dan berteriak " MUGHAL! ADA LAKI-LAKI SETENGAH TELANJANG YANG MENCULIK SINTAKU!"
" Tolonglah, kau setengah telanjang juga."
" TIDAK AKU SERIUS!"
Sementara itu…
Netherlands hanya memakai sarung pendek dengan corak batik, membawa Nesia kecil lari dengannya. Sampai ia bertemu dengan kapten kapalnya ia berkata " Hey lihat! AKU MENDAPATKAN NUSANT-"
BAM
[ ANTI-PEDO RAHWANA]
Mahabrata Hammer of Justice
" Orang Belanda… Pergi kau…"
" Bang India! Ini bukan salah dia, semuanya salah Cornelis de Houtman!" Nesia langsung menarik bunga yang menjadi kalung di leher India, membuat India hampir tercekik.
" O-oh! K-kalau begitu m-maaf! S-S-Sinta s-sayangku tol…" India pingsan.
" BANG INDIA!"
Turkey
" Jadi? Kamu terima?"
" Hmm… Selama adikku selamat… Baiklah! Hanya rempah 'kan?"
" Iya tentunya…"
" Sekarang, wahai adikku Aceh, aku ingin menyantet Cornelis de Houtman… SEKARANG." Indo kasihannya sudah terlalu lama menunggu balas dendam sedangkan adik perempuannya yang memakai jilbab dengan telinga binatang imut sudah mengeluarkan jelangkung.
" Hahaha~ Baiklah~"
~Sekarang~
" Turk, rindu tidak dengan masa-masa kekuasaan dahulu?" Indo menghela napas berat.
" Tentunya."Turkey menggigit lagi kebabnya.
" Aku rindu zaman kekuasaan papa Sriwijaya…"
" Kontrak lagi?"
" TIDAK!"
Saudi Arabia
" Arabia, kita satu-satunya perempuan di G20 sepi juga ya…" Nesia yang duduk di dekat Saudi Arabia merenung kearah para personifikasi G20 lain, sadar mereka berdua saja yang perempuan.
" Iya, kalau ada lagi pasti asyik berbincang-bincang tentang hal-hal yang disukai perempuan." Saudi Arabia meletakkan pulpen yang digunakannya untuk mencatat hal-hal penting dalam rapat kali ini.
" Mmm, kalau kita ngomong pun pasti mereka gak sepenuhnya paham…"
" Hah~" keduanya menghelakan napas.
~Haji~
" Oh! Nesia yang paling banyak mengantar jamaah haji." Saudi Arabia tersenyum melihat banyak jamaah haji tahun itu.
" Tentunya! Dan Aceh memang cerewet kalau aku lupa… Hehe!" Nesia tersenyum riang.
" Susah juga ya kalau punya banyak agama." Saudi Arabia berkata.
" Tapi, seperti yang aku katakan aku adalah orang yang toleransi!" Nesia menutup matanya, menikmati hembusan angin yang menenangkan.
' Walau banyak masalah di negaranya, dia tetap bisa tersenyum."
Iraq
" Makasih sudah menerima aku sebagai negara berdaulat." Nesia menundukkan kepalannya.
" E-eh tidak apa-apa! Lagipula, kau sudah lama berada dibawah penjajahan, ini waktunya untuk kamu merdeka. Kalau bukan sekarang kapan lagi?" Iran tersenyum gembira.
" Hehe~ Betul juga."
~Perang dan Demo ~
" Hey Iraq. Coba lihat video yang aku kirim padamu!"
Setelah mendapat telepon dari Nesia, Iraq membuka video yang dikirim oleh teman baiknnya itu.
Di video itu, 50.000 orang Indonesia memenuhi jalanan Jakarta, melakukan protes akan ancaman U.S pada Iraq. Iraq yang melihat aksi itu tersenyum gembira, tidak peduli lagi tentang luka-luka yang ada di badannya sekarang. Atau bahkan masalah yang sedang dihadapinya.
~2011~
" Nesia, mau menolong perbaikan di rumahku?" Iraq mengajak Nesia dengan senyuman dan Nesia menerimanya.
Palestine
" Palestine? Kamu sakit tidak disini?"
" Hehe… T-tidak." Walau itu yang dikatakan olehnya, tapi mukanya sama sekali pucat.
" Jangan menipu! Kau sama sekali tidak dalam situasi untuk menipu!" Nesia memegang tangan Palestine yang berperban dengan erat, membuat personifikasi itu mengerang kesakitan. " Ah! Maaf!"
" Tidak apa-apa…"
" Palestine… Cepat sembuh ya… Kau salah satu orang yang melepaskanku dari belenggu penjajahan…" Nesia mulai menangis melihat keadaan temannya yang kacau itu.
" Sudahlah… Egypt juga yang memulai…"
((Karena kurang informasi mari katakan negara-negara yang menerima Indonesia: Syria, Lebanon, Yemen, Saudi Arabia, India, Thailand dan seterusnya.))
Selesai juga~ Lagi malas-malasan jadi… Ve~
Respect Each Other
No Flames (I'll take it as trolls)
Review with you feeling~ (Lol Whut!? XD)
