A Romantic Story About Eunhyuk

Remake Story

Disclaimer: Cerita asli milik Shanty Agatha, saya hanya mengganti pemainnya dengan KyuHyuk. ^^

Warning: Genderswitch

Happy reading

Eunhyuk melirik Kyuhyun agak ketakutan ketika lelaki itu membelokkan mobilnya ke areal hotel berbintang lima. Lelaki itu sama sekali tak mengajaknya bicara. Dia menyetir mobil dengan tenang tetapi rahangnya menegang seperti menahan marah. Apakah lelaki itu akan berbuat kasar padanya untuk melampiaskan kemarahannya? Tadi siang dia sudah menghina lelaki itu dan dia menyadari bahwa ego seorang lelaki sangat mudah terluka. Dia ketakutan kalau Kyuhyun akan melampiaskan kemarahannya dengan kasar, dia tidak pernah disentuh lelaki sebelumnya selain ciuman dan pelukan dari Donghae yang tidak pernah melebihi batas. Apakah dia harus memberitahu Kyuhyun kalau dia masih perawan? Lelaki itu dari awal sudah beranggapan dia murahan, bagaimana jika... Eunhyuk terlonjak ketika pintu terbuka, ternyata Kyuhyun sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu penumpang, Lelaki itu mengernyit ketika melihat wajah Eunhyuk yang pucat pasi, "Ayo", gumamnya kaku, dan meraih tangan Eunhyuk untuk membantunya keluar dari mobil. Setelah Kyuhyun menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas hotel untuk diparkir, mereka berjalan bersisian memasuki lobby hotel yang sangat mewah. Resepsionis hotel menerima mereka dengan ramah dan memberikan kartu kamar yang dipilih Kyuhyun. Bahkan di dalam liftpun mereka lewati dengan keheningan. Kamar itu begitu luas dan sangat mewah sehingga Eunhyuk terpaku sambil terkagum-kagum akan keindahan interiornya. Kyuhyun hanya berdiri di sana menatapnya. "Kau pasti belum makan, aku akan memesan makan malam di kamar", lalu lelaki itu melirik Eunhyuk dengan sinis, "sementara itu, kupersilahkan kau mandi duluan, badanmu basah, kau bisa mandi dengan air hangat".

"Ta...tapi, saya tidak membawa baju..." Kyuhyun sengaja menatap Eunhyuk dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan begitu intens sehingga wajah Eunhyuk merah padam. "Aku akan memesan pakaian di butik kenalanku, besok pagi pesanan akan diantarkan kemari. Bajumu yang basah letakkan ditempat yang disediakan di kamar mandi, petugas hotel akan mengambilnya untuk di laundry, sementara itu...", Kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya dengan penuh arti, "malam ini kau tak perlu repot-repot memikirkan baju, toh kau tak akan sempat mengenakannya", Kalau wajah Eunhyuk bisa lebih merah padam lagi, itu akan menunjukkan betapa malunya dia dengan kata-kata vulgar Kyuhyun. Setelah menggumamkan beberapa kalimat tak jelas dengan gugup, Eunhyuk setengah berlari menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi Eunhyuk merasa sedikit aman, disandarkannya punggungnya ke pintu dan dicobanya menarik napas dengan normal. Dia takut pada Kyuhyun, lelaki itu seperti seekor singa yang menemukan domba lemah, lalu memutuskan untuk bermain-main dengannya dulu sebelum memakannya. Eunhyuk melangkah telanjang ke kamar mandi lalu menyiram tubuhnya yang letih dan kedinginan karena kehujanan dengan shower air panas, Setelah selesai mencuci rambutnya, Eunhyuk menyandarkan kepalanya di tembok dan membiarkan punggungnya yang pegal tersiram shower air hangat. Dia takut menghadapi masa depan dan ketika membayangkan Donghae, air matanya menetes, mengalir bersama siraman shower, maafkan aku Donghae-ah, setelah ini mungkin aku akan menjadi wanita kotor dan tak pantas untukmu, tapi hatiku tetap milikmu.

Ketika selesai membasuh muka dan menggosok gigi, Eunhyuk memandang bayangan dirinya dicermin, keadaannya sudah lebih baik pipinya sudah tidak pucat lagi, sudah ada rona merah disana setelah mandi air hangat. Ketukan di pintu hampir membuat tubuh Eunhyuk melonjak, "kau lama sekali, apa kau baik-baik saja disana?", tanya Kyuhyun tak sabar, "Yyaaa...sebentar lagi saya selesai", Eunhyuk menjawab sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling, apakah aku harus keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang? Matanya menatap tumpukan baju kotornya memikirkan kemungkinan mengenakan bajunya lagi, dan membayangkan mengenakan baju yang hampir basah kuyup itu membuatnya begidik.

Senyumnya muncul ketika menemukan tumpukan handuk berwarna biru tua di lemari samping wastafel, dan dia beruntung, bukan hanya handuk, tapi dia menemukan sepasang jubah mandi dengan warna yang sama. Yang satu berukuran besar dan yang satu berukuran kecil. Dikenakannya jubah mandi ukuran kecil yang masih kebesaran ditubuhnya sambil mengernyit, bahkan perlengkapan kamar mandi ini seperti sengaja ditujukan untuk pasangan, sepasang jubah mandi, sepasang sikat gigi, dan sepasang handuk. Ditatapnya bayangannya di cermin, wah lumayan, lebih dari lumayan malah, jubah itu menutup rapat dadanya dan karena kebesaran, panjangnya hampir mencapai mata kaki, dia kelihatan cukup sopan meski sebenarnya tidak mengenakan apa-apa lagi di balik jubah mandinya. Ketika Eunhyuk keluar dari kamar mandi, Kyuhyun sedang memberikan instruksi pada pelayan hotel yang menata makan malam di meja. Lelaki itu hanya mengangkat alis melihat akal Eunhyuk memakai jubah mandi,lalu memberikan tips pada pelayan sebelum dia pergi. "Duduklah, makan dulu", Gumam Eunhyuk mulai santai sambil menunjuk kursi di depannya, Eunhyuk duduk dengan gugup di kursi dan menatap makanan yang tersaji di meja. Air liurnya langsung terbit melihat sajian yang kelihatannya lezat itu, ada sup krim yang sangat panas yang pasti rasanya sangat nikmat untuk orang yang habis basah kuyup kehujanan, lalu daging panggang dengan bumbu keju dan saus yang sangat menggunggah selera, salad buah-buahan dan cokelat panas yang pasti untuknya, karena Kyuhyun sudah menyesap kopinya.

Lelaki itu dengan penuh perhatian menuangkan sup di mangkuk dan menyodorkannya pada Eunhyuk. Eunhyuk menatap Kyuhyun ragu, dan untuk pertama kalinya hari itu, Kyuhyun tersenyum lembut padanya, "Ayo makan, aku tahu kau lapar, aku sendiri lapar sekali." Mereka mulai makan dalam keheningan, dari sudut matanya, Eunhyuk dengan hati-hati melirik Kyuhyun dan menyadari lelaki itu mulai santai, jasnya sudah dilepas dan kancing kemejanya dibuka dua dengan dasi yang sudah dibuka ikatannya. Meskipun begitu, cara makannya sangat elegan hingga membuat Eunhyuk malu. "Eunhyuk-ah?", suara itu menembus lamunannya dengan keras hingga membuat Eunhyuk hampir melonjak karena terkejut. Matanya mengerjap menatap Kyuhyun, "a...apa?" "kau hanya mengaduk-aduk supmu, apa tidak enak?" Dengan terburu-buru Eunhyuk menyuap sesendok sup dan menelannya, "ti..tidak, ssayaa hanya sedang berpikir" Kyuhyun tersenyum, lalu sekali lagi menatap jubah tidur Eunhyuk, "pintar sekali kau memakai jubah itu, jadi kau tak perlu tampil telanjang di depanku". Komentar yang diucapkan dengan santai itu hampir saja membuat Eunhyuk tersedak, pipinya langsung merona merah. Kyuhyun menyesap kopinya sambil tetap memandang Eunhyuk, lalu meletakkan cangkirnya, "oke, giliranku mandi, makanlah sepuasmu,lalu taruh saja disitu aku akan menelpon pelayan untuk membereskannya 30 menit lagi". Dengan santai lelaki itu melenggang ke dalam kamar mandi, setelah menyesap cokelatnya.

Eunhyuk tidak tahu harus mengerjakan apa lagi, jadi dia duduk di pinggir ranjang dan menyalakan televisi, beberapa saat kemudian pelayan datang dengan sopan dan membereskan makanan mereka. Eunhyuk hanya terdiam agak malu karena menyadari keadaannya yang hanya mengenakan jubah mandi. Detik-detik berlalu dan terasa begitu mencekam bagi Eunhyuk, sangat kontras dengan Kyuhyun yang sedang di kamar mandi, lelaki itu mandi dengan santai, bahkan Eunhyuk mendengar lelaki itu bersenandung di shower.

Ketika lelaki itu keluar dari kamar mandi, Eunhyuk sudah hampir tertidur di atas ranjang, pertarungan batin yang bertubi-tubi sudah membuat jiwa dan raganya kelelahan, sehingga berdiam diri berbaring di atas ranjang yang nyaman itu membuatnya merasa sangat mengantuk. Kyuhyun mengernyit sambil mengencangkan tali jubah mandinya, ditatapnya Eunhyuk yang berbaring miring membelakanginya dengan posisi meringkuk seperti janin di dalam kandungan, pemandangan itu membuat hatinya terasa sakit, entah kenapa, seperti ada dorongan untuk merengkuh gadis itu dan melawan seluruh dunia demi dirinya. Kernyitan Kyuhyun semakin dalam, tidak pernah dia merasa seperti itu sebelumnya pada seorang perempuan, gadis ini telah membangkitkan semacam hasrat liar yang selama ini tersembunyi rapat-rapat dalam jiwa Kyuhyun, dan bukan hanya hasrat tapi dibarengi oleh rasa obsesif dan posesif yang mendalam. Tidak! geram Kyuhyun dalam hati, hasrat ini tidak boleh sampai membuat dirinya lemah, dia harus menunjukkan siapa yang berkuasa. Dengan pelan Kyuhyun naik ke ranjang dibelakang Eunhyuk yang memunggunginya, lalu diraihnya pundak Eunhyuk, gadis itu terperanjat karena dibangunkan dari kondisi tidur-tidur ayamnya, dengan mata yang masih sayu setengah tidur ditatapnya Kyuhyun. Kyuhyun melihat sekelumit ketakutan didalam mata itu, dan dengan sedikit kasar dibaliknya tubuh Eunhyuk menghadap dirinya, "Aku membayar kamar di hotel ini bukan hanya untuk tidur", geramnya parau lalu dikecupnya bibir Eunhyuk, dan...meledaklah, Kyuhyun merasa hasrat langsung membakar tubuhnya sekaligus, menghanguskannya, sejenak dia merasa ragu melampiaskan hasratnya seratus persen karena dirinya cenderung kasar ketika sangat berhasrat, tapi mengingat bagaimana Eunhyuk menawarkan diri padanya hanya demi uang dan goresan rasa kecewa yang nyeri di hatinya karenanya membuat Kyuhyun tak peduli lagi, toh gadis ini pasti sudah berpengalaman dan mungkin sudah lebih dari sekali dia menjual dirinya demi uang. Tapi benarkah gadis itu sudah berpengalaman? Kyuhyun teringat ciuman Eunhyuk yang tanpa teknik memadai di tempat parkir tadi. Tidak! putusnya dalam hati, mungkin gadis itu hanya tidak pandai berciuman, Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur!. *** Eunhyuk masih terkejut ketika tiba-tiba saja tubuhnya dibalik dan dicium habis-habisan, dia masih setengah tertidur tadi dan benar-benar tak berdaya, Kyuhyun sudah melampiaskan hasratnya tanpa ditahan-tahan, ciuman-ciumannya tanpa jeda seolah-olah lelaki itu tak tahan sedetikpun tidak berciuman dengannya. Ketika Kyuhyun mengangkat kepalanya, matanya berkabut, pupil matanya membesar terlihat kontras dengan iris matanya yang berubah menjadi hitam, "aku ingin bercinta, aku ingin memasukimu...Ah kau tidak tahu betapa aku...", suara Kyuhyun tersengal, lalu melumat bibir Eunhyuk lagi dengan membabi buta, Kata-kata vulgar Kyuhyun itu membuat pipi Eunhyuk merona malu. Tidak terbayangkan, dia, wanita yang tidak pernah intim dengan lelaki manapun, sekarang terbaring dengan jubah mandi yang sudah acak-acakan, ditindih oleh lelaki yang mungkin sampai beberapa hari yang lalu tidak dikenalnya dengan baik. Tangan Kyuhyun menelusup di balik jubah mandinya, menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Sedikit terlalu bergairah sehingga Eunhyuk mengerang. Kyuhyun menghentikan gerakannya, lalu menatap Eunhyuk lembut, "sakitkah?", bisiknya parau Eunhyuk terpaku, suaranya seakan tertelan di tenggorokan, bagaimana dia harus menjawabnya? Tetapi Kyuhyun tidak memerlukan jawaban, lelaki itu tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Eunhyuk, dengan ahli dia menyingkirkan jubah mandi Eunhyuk yang menghalangi, dan menemukan keindahan ranum di baliknya, "Oh indahnya", bisik Kyuhyun serak, membiarkan Eunhyuk memalingkan muka dengan malu dibawah tatapan tajam dan memuja lelaki itu. Lalu bibir Kyuhyun yang panas menelungkupi puting payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh Eunhyuk, membuatnya terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di seluruh tubuhnya. Kyuhyun begitu ahli sedang Eunhyuk sama sekali tidak berpengalaman, dan lelaki itu tampaknya tidak merasa perlu menahan dirinya. Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur itu, tubuh Kyuhyun yang keras, melingkupi tubuh Eunhyuk yang mungil di bawahnya, menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah Eunhyuk makin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.

Kemudian Eunhyuk merasakan kejantanan Kyuhyun, yang tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya terkesiap. Eunhyuk membuka matanya yang terpejam, menatap Kyuhyun di atasnya. Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan sejumput rambut tampak jatuh di dahinya, membuatnya tampak begitu liar. "Ah, ya manis...Kau pasti akan sangat menyukainya", geram Kyuhyun pelan, lalu mulai mendorong, menekan dan menyentuh Eunhyuk, "kau sudah siap", erang Kyuhyun, "Kau sudah basah dan panas, siap untuk diriku..." Jantung Eunhyuk berdegup kencang, beriringan dengan detak jantung Kyuhyun yang bahkan lebih parah. Dengan perlahan, Eunhyuk memejamkan matanya, melepaskan hatinya, demi kau Donghae, bisiknya dalam hati bagaikan mantra yang menyelamatkan jiwanya. Ini adalah sensasi baru bagi Eunhyuk, merasakan kejantanan seorang lelaki yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya panas dan membuat seluruh saraf ditubuhnya menggila, membuatnya begitu sensitif oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk mencapai puncak. Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba menyentakkannya ke alam sadar, Eunhyuk mengerang kesakitan, tubuhnya mengejang, dengan panik dicengkeramnya pundak Kyuhyun dan menggeleng-gelengkan kepala ketakutan atas usaha Kyuhyun untuk menyatu semakin dalam dengannya. *** Dan ketika merasakan sesuatu yang menghalanginya, mendengar erangan Eunhyuk yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan yang membayangi mata Eunhyuk, Kyuhyun sadar bahwa semua prasangkanya itu salah, meski tetap tak bisa menjelaskan kenapa Eunhyuk dengan mudahnya menjual dirinya, tapi ini sudah menunjukkan bahwa Eunhyuk bukan wanita gampangan, Kyuhyun adalah lelaki pertamanya. Menyadari kesakitan yang mendera Eunhyuk, Kyuhyun mengalihkan perhatian Eunhyuk dengan cumbuannya dengan segenap keahliannya, rasa senang tak tertahankan membanjiri pikirannya ketika menyadari dirinya adalah lelaki pertama gadis itu. Diciumnya bibir Eunhyuk dengan lembut, bibir ranum yang sekarang menjadi miliknya. Napas Eunhyuk terengah-engah dan Kyuhyun melihat di matanya, ada ketakutan dan kesakitan.

Kyuhyun tidak pernah bercinta dengan perawan sebelumnya, dia tidak tahu seperti apa rasa sakitnya, dia tidak mengerti bagaimana meredakannya. Tetapi Kyuhyun tidak suka melihat rasa sakit itu mendera di mata Eunhyuk. "Sssh...Sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu", dengan lembut Kyuhyun menelusurkan tangannya di sisi tubuh Eunhyuk, lalu berhenti di pinggul Eunhyuk, menahan pinggangnya yang sedikit meronta, mencegah tubuh mereka yang sudah setengah menyatu supaya tidak terpisah, "mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik, tubuhmu akan menerimaku seutuhnya...", suara Kyuhyun terhenti ketika dia mendorong dengan kuat, menembus batas keperawanan Eunhyuk dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Eunhyuk. Eunhyuk berteriak kencang merasakan pedih yang amat sangat ketika Kyuhyun menembusnya, jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak Kyuhyun dengan keras. Tetapi Kyuhyun tidak berhenti karena dia sadar kalau dia berhenti dia akan menyakiti Eunhyuk. Dengan perlahan, Kyuhyun menggerakkan tubuhnya. Oh Tuhan! Sekujur tubuhnya terasa nyeri menahan diri. Eunhyuk terlalu rapat, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah sana. Dia hampir-hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan brutal di tubuh Eunhyuk semakin menyiksa. Tetapi Kyuhyun sadar, ini pengalaman pertama bagi Eunhyuk, dia harus membuatnya seindah mungkin, dia tidak boleh menyakiti Eunhyuk. Karena itu sambil menggertakkan diri menahan gairahnya, Kyuhyun mencoba bergerak selembut mungkin, menarik tubuhnya pelan dari balutan sutra basah dan panas itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut. Lagi dan lagi. Lalu ketika desah napas Eunhyuk menjadi pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Kyuhyun makin kencang, Kyuhyun sadar, dia telah membuat Eunhyuk mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi wajah Eunhyuk saat itu sungguh tak tergantikan, mendorongnya terlempar menuju puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia melededak dibawahnya. Dan Kyuhyun benar-benar meledak di dalam tubuh Eunhyuk. Orgasme ini terasa begitu dasyat, sebuah pelepasan dari akumulasi gejolak yang ditahannya selama ini. Kenikmatan yang luar biasa ini membuat Kyuhyun merasa sedikit sesak napas, seolah-olah dia terhanyut dalam pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa henti,erangan parau keluar dari bibirnya ketika dia menenggelamkan wajahnya dalam-dalam di sisi leher Eunhyuk. Ketika usai, mereka berbaring berpelukan sambil berusaha menormalkan napasnya.

"Wow" hanya itu yang terlintas dipikiran Kyuhyun, dan dia tak sadar telah mengucapkannya keras setelah menyadari rona merah yang merayap di leher Eunhyuk. Dengan lembut dikecupnya leher Eunhyuk,,,diangkatnya kepalanya, dan mereka bertatapan, mata coklat yang tajam, yang agak berkabut setelah mencapai orgasme terhebat sepanjang eksistensi kehidupannya bertemu dengan mata hitam yang berkaca-kaca. "Apakah kau...", Kyuhyun berdehem ketika menyadari suaranya sangat parau,"apakah kau baik-baik saja?" Eunhyuk tampak tidak tahan ditatap dengan sedemikian intens apalagi dalam posisi yang sangat intim, dipalingkannya kepalanya setelah mengangguk menarik napas pelan, kemudian dengan hati-hati, sangat berhati-hati, dia mengangkat tubuhnya dari atas Eunhyuk dan bergeser ke samping, menyadari kernyitan tidak nyaman di wajah Eunhyuk ketika dia menarik diri. Tanpa sadar Kyuhyun bersikap begitu lembut, sikap yang tidak pernah ditunjukkannya ketika usai bercinta dengan wanita-wanita yang lain.

Direngkuhnya tubuh mungil Eunhyuk, diletakkannya kepalanya di lengannya, gadis itu tampak pasrah, mungkin sudah terlalu lelah, kasihan, kasihan Eunhyuknya yang masih suci. Ternyata selama ini dia salah paham, gadis ini benar-benar masih suci. Kepuasan seksual yang luar biasa masih mempengaruhi pikirannya yang berkabut, tangannya dengan santai mengelus punggung Eunhyuk yang bergelung dipelukannya, sampai lama kemudian disadarinya pundak Eunhyuk berubah santai dan napasnya mulai teratur pelan. Gadis itu tertidur. Kyuhyun mengatur posisinya dengan lebih nyaman. tak pernah sebelumnya dia seintim ini setelah bercinta, gadis ini benar-benar mempengaruhinya...

Eunhyuk merasakan seluruh tubuhnya sakit dan pegal. Dengan mengerutkan dahi dia mencoba menggerakkan badannya. Oh...memang pegal sekali rasanya, pelan pelan dibukanya matanya, cahaya kamar masih tampak redup, suasana kamar terasa sejuk dan menyenangkan. "Selamat pagi" sapaan itu begitu mengejutkan, menembus kesadarannya yang masih berkabut, hingga badan Eunhyuk terlonjak duduk, lalu selimutnya turun sampai ke pinggang dan barulah Eunhyuk menyadari kalau dia telanjang. Dengan gugup ditariknya selimut menutup dadanya. Matanya langsung bertatapan dengan Kyuhyun yang duduk disofa, tepat dihadapannya. Sedikit senyum tersirat di sana melihat kegugupan Eunhyuk. Sekali lagi Eunhyuk benar-benar malu, Kyuhyun sudah tampil sangat rapi dan elegan dengan pakaian santai dan sedang menyesap kopi sambil membaca koran paginya, penampilannya benar-benar sempurna di pagi hari, sedangkan dia...Astaga, jam berapakah ini? "Ini masih pagi sekali, masih gelap, tadi aku bangun dan memutuskan mandi air dingin, kalau tidak aku tidak akan bisa menahan diri untuk membangunkanmu dan bercinta lagi denganmu", suara lelaki itu datar seperti sedang membicarakan acara televisi favoritnya, tak dipedulikannya wajah Eunhyuk yang memerah. "Bukannya aku tidak bisa, tapi sepertinya aku harus menghormati virginitasmu yang baru hilang".

Tatapan Kyuhyun berubah tajam, seperti yang selalu dilakukannya di saat meeting di saat dia membuat lawan-lawan bisnisnya mengekeret ketakutan. "Kenapa kau yang masih perawan itu bisa dengan mudahnya menjual diri padaku? Apa tujuanmu sebenarnya" tanya Kyuhyun tanpa ampun. Eunhyuk duduk disana dalam kondisi paling tidak siap dan Kyuhyun melemparkan pertanyaan paling sulit untuk di jawab, apakah laki-laki itu sengaja? Tentu saja Kyuhyun sengaja! Seru Eunhyuk dalam hati, lelaki seperti dia tak akan sesukses ini dalam bisnis jika tidak tahu cara menyerang lawannya di titik lemah. Sekarang dia harus menjawab apa? Serena benar-benar kebingungan. Kalau dia menceritakan seluruh kisahnya, akankah Kyuhyun percaya? Lagipula dia tidak ingin melibatkan Donghae disini, jangan sampai Kyuhyun tahu tentang Donghaenya, dia harus melindungi Donghae dari lelaki kejam seperti Kyuhyun, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun kepada Donghae hanya untuk memerasnya nanti? Dengan tegar Eunhyuk menegakkan dagunya, "saya rasa alasan saya melakukan ini bukan urusan anda, yang penting saya tidak akan merugikan diri anda."

Rahang Kyuhyun mengeras mendengar jawaban Eunhyuk tadi. Sejenak tadi dia merasa Eunhyuk patut diberi kesempatan, mungkin saja Eunhyuk melakukan itu untuk membiayai saudaranya atau apa, tetapi ternyata dia salah, bodohnya dia, wanita dimanapun sama saja. Eunhyuk mungkin hanya menunggu kesempatan untuk menjual keperawanannya dengan harga mahal, bukan bermaksud menjaganya. Bodohnya dia sempat berpikir untuk mempercayai gadis itu. "Oke, bussiness is bussiness, aku tidak akan bertanya lagi tentang tujuanmu, asal jangan sampai kau merugikanku...", mata Kyuhyun menyipit kejam, "kalau kau berani berani melakukannya, aku akan membuatmu menderita." Eunhyuk tanpa sadar beringsut menjauh, ketakutan dengan nada suara dan tatapan kejam Kyuhyun. Tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri dari duduknya setelah membanting gelas kopinya di meja, Eunhyuk menatap lelaki itu dengan cemas, apa yang salah dari ucapannya? Kenapa lelaki itu tampak begitu marah padanya? Kyuhyun melirik jam tangannya, "aku sudah membuat janji dengan pengacaraku tiga jam lagi, akan kubuat kontrak hitam di atas putih atas perjanjian jual beli kita ini, dan selama aku menunggu jam itu...", mata Kyuhyun menelusuri tubuh Eunhyuk yang berusaha menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan. "Well kurasa sudah cukup kan penghormatanku atas virginitasmu?" Lalu Kyuhyun naik ke ranjang dan merenggut tubuh Eunhyuk. Membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tidak ada kelembutan. Lelaki itu tidak menahan-nahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar dibukannya paha Eunhyuk dan tanpa basa basi dia menyatukan tubuhnya dengan Eunhyuk, yang entah kenapa sudah siap menerimanya. Kyuhyun menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang menyengat, lelaki itu menatap Eunhyuk, antara bingung dan marah tercampur di dalam matanya, "kau...sungguh membuatku tergila-gila", Erangnya kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Eunhyuk menuju puncak kenikmatan. *** Eunhyuk menatap tubuh telanjangnya di cermin, air panas mengalir dari pancuran menimpa tubuhnya, kamar mandi itu beruap, sehingga bayangan tubuhnya terpantul samar-samar di cermin.

Tadi Kyuhyun tidak lembut, well meskipun tidak sampai menyakitinya, tetapi lelaki itu berbeda dari semalam, gairahnya liar dan tidak ditahan-tahan lagi, meluap-luap seolah olah sudah bertahun-tahun laki-laki itu tidak melampiaskan hasratnya. Tapi itu tidak mungkin kan? Eunhyuk tanpa sengaja mengerutkan dahinya, Kyuhyun terkenal suka gonta ganti perempuan, parempuan yang dipacarinya selalu setipe, cantik bagaikan boneka, langsing, dari kelas atas dan terkenal, entah itu model, artis dan kebanyakan orang luar. Semua wanita itu rela menyerahkan dirinya pada Kyuhyun dengan sukarela. Desas desus berkembang bahwa Kyuhyun kekasih yang sangat bergairah dan murah hati, tetapi tidak tanggung-tanggung mendepak pasangannya dengan kejam, karena dia tak pernah memakai hati dalam berhubungan. Kekasih terakhir Kyuhyun, yang kemarin baru digandengya dalam acara pernikahan seorang anak direksi adalah artis film yang sedang naik daun, keturunan Korea Jerman yang sangat cantik bernama Shanon, tubuhnya tinggi langsing semampai dengan rambut cokelat bergelombang yang sangat halus bagaikan sutera, kulitnyapun tak kalah halusnya sepertu buah peach dan dia tampak sangat serasi, bergelayut manja di lengan Kyuhyun dengan tatapan memuja. Apakah Kyuhyun juga akan melecehkan Shanon seperti melecehkanku? Apa yang akan dilakukan Shanon jika dia mengetahu semua ini? Tidak, apa yang akan dikatakan semua orang? Eunhyuk mengernyit melihat bekas bekas ciuman memerah di pundak dan sekitar buah dadanya. Kyuhyun lelaki yang suka meninggalkan tanda. Seperti singa jantan yang menandai betinanya, Eunhyuk tahu lelaki itu sengaja meninggalkan bekas-bekas ciuman di tubuhnya...bahkan ada yang di sekitar pinggulnya... Astaga...apa yang telah kulakukan Ya Tuhan? Apakah aku sudah melakukan keputusan yang paling benar? Eunhyuk sudah tidak dapat menangis lagi, air matanya sudah habis dan hatinya sekarang terasa amat hampa.

Dengan pelan Eunhyuk meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya lalu meraih jubah mandi yang tadi ditemukannya tergeletak di karpet, sepertinya Kyuhyun semalam melemparkannya ke lantai. Dengan langkah pelan Eunhyuk keluar dari kamar mandi, bingung mau berbuat apa, dan bertanya-tanya dimanakah pakaiannya sekarang? Tatapannya menuju ke arah sofa, di situ ada kemasan pakaian. Eunhyuk melangkah dan mengambil kemasan itu, ya, ini pakaian wanita, masih baru, dari butik ternama lengkap dengan pakaian dalamnya...Apakah ini untuknya? Eunhyuk memegang kemasan itu dengan ragu. Tapi dia juga tak mungkin memakai jubah mandi dalam kondisi telanjang seharian kan? Dengan hati-hati Eunhyuk membuka kemasan itu, sebuah gaun santai berwarna merah muda dari bahan yang sangat halus, apakah ini sutra? Dan pakaian dalam senada, Eunhyuk melihat ukurannya dan semuanya pas, Kyuhyunkah yang memesaannya? Dengan gerakan pelan dan tanpa menimbulkan suara Eunhyuk memakai pakaian itu, gaunnya terasa sangat nyaman menempel ditubuhnya, sebuah gaun santai satu potong sepanjang bawah lutut yang sangat elegan. Setelah itu selama beberapa lama Eunhyuk berdiri ditengah kamar itu tanpa berbuat apa-apa. Pandangannya mengarah ke arah ranjang yang seperti habis diserang badai, dan tubuh Kyuhyun terbaring disana, punggungnya tampak putih pucat terlihat di balik selimut kamar yang putih bersih. Lelaki itu berbaring tengkurap salah satu lengan membingkai kepalanya, dan tubuhnya diam tak bergerak, kepalanya terbaring miring di atas bantal. Eunhyuk mendekat pelan kesisi ranjang tempat Kyuhyun berbaring, wajahnya tampak damai sekali, kalau sedang tidur, dia tak tampak berbahaya. Eunhyuk melirik ke arah jam dinding, satu jam lagi, seperti yang dikatakan oleh Kyuhyun tadi, dia ada janji dengan pengacaranya...haruskah Eunhyuk membangunkannya? Tapi bagaimana nanti kalau Kyuhyun marah dan menuduhnya berani mengganggunya karena ingin segera mendapatkan uang pembayaran? Bukannya Eunhyuk tidak ingin segera mendapatkan uang itu, semakin cepat dia bisa membayar ke rumah sakit, semakin cepat Donghae bisa dioperasi. Tetapi Kyuhyun sudah cukup banyak memandang rendah dan melecehkannya...

Tiba-tiba handphone Kyuhyun yang diletakkan di meja samping ranjang berbunyi keras, membuat Eunhyuk hampir terlonjak karena terkejut. Tubuh Kyuhyun bergerak dan mata coklat yang tajam itu terbuka, langsung menatap Eunhyuk. Meski baru bangun tidur, rupanya Kyuhyun tipe lelaki yang langsung terjaga sepenuhnya detik itu juga. Matanya langsung menelusuri tubuh Eunhyuk dari atas ke bawah tanpa satu incipun terlewatkan, tersenyum puas melihat penampilan Eunhyuk dengan baju barunya. "Ternyata pilihanku tepat", desisnya parau sambil mengangkat telephone. Telephone itu dari pengacaranya. Kyuhyun menyuruh Pengacara itu menunggu di restoran hotel satu jam lagi. Ketika Kyuhyun meletakkan telephonnya, Eunhyuk masih berdiri diam di tempatnya semula, tak tahu musti mengatakan apa. "Pengacara akan datang sejam lagi", dengan santai Kyuhyun berdiri dari ranjang, tak peduli dengan ketelanjangan tubuhnya, dan mengangkat alis tersenyum melihat Eunhyuk memalingkan muka. Dengan sengaja dia mendekat berdiri di depan Eunhyuk dan mengangkat dagu Eunhyuk agar menghadapnya. "Kenapa manis? Kau malu melihatku telanjang? Bukankah kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam telanjang bersama?" Wajah Eunhyuk merah padam, tapi dia tidak berkata apa-apa. Kyuhyun mendengus lalu melepaskan Eunhyuk dan melangkah ke kamar mandi. "Bagus kau sudah siap. Aku akan mandi setelah itu kita sarapan, lalu kita akan tandatangani kontrak perjanjian, setelah itu kau akan mendapatkan uangmu."

Eunhyuk mengaduk-aduk supnya dengan pikiran menerawang, dia memikirkan Donghae, kemarin sore dia meninggalkannya dan menitipkannya pada suster Heechul, sore ini dia harus menjenguknya. Bagaimana kondisi Donghae? dia habis mengalami serangan, bagaimana kalau dia mengalami serangan lagi? Kyuhyun menatap Eunhyuk dari seberang meja, apa yang dipikirkan gadis itu? Kenapa dia tampak begitu tidak bahagia? Bukankah dia baru saja mendapatkan uang dalam jumlah banyak yang bebas digunakannya melakukan apapun? Ataukah dia menyesal sudah menyerahkan diri padaku? Pikiran buruk itu tiba-tiba menyergap otaknya. Dalam Kapasitas apa dia menyesali sudah menyerahkan diri padaku? Kyuhyun menggertakkan giginya, seharusnya wanita ini bangga, aku, Cho Kyuhyun, orang yang sangat kaya dan berasal dari keturunan keluarga kaya terpandang di negaranya, yang bisa mendapatkan wanita manapun yang dia mau, bersedia menidurinya! Kyuhyun memikirkan semua keputusannya semalam. Ternyata ini bukan obsesi mau pun kegilaan sesaat, ternyata bahkan setelah percintaan marathon mereka semalam dan tadi pagi, dirinya masih menginginkan Eunhyuk. Amat sangat menginginkannya malahan, setelah hasratnya terpuaskan pada tubuh Eunhyuk, bukannya semakin reda dia malah semakin ingin dan ingin lagi, gadis itu begitu polos tapi menggairahkan dan di dalam otaknya ini penuh dengan hasrat untuk mengajari gadis itu bagaimana cara memuaskannya. Dengan kesal dia mengutuk pemikirannya itu, apakah aku sudah menjadi seorang maniak seks? Kyuhyun memikirkan jeda sejenak tadi, ketika dia menghubungi Park Jung Soo (Leeteuk) pengacara kepercayaannya dan menyatakan niatnya serta minta dibuatkan draft surat perjanjiaannya. Leeteuk adalah pengacara kepercayaannya sejak dulu, sekaligus sahabatnya. Lelaki Korea ini telah menempuh pendidikan hukum di Jerman, dan disanalah mereka berkenalan.

Beberapa tahun kemudian, setelah Leeteuk pulang ke Korea, dia membangun karir menjadi pengacara yang hebat. Dan ketika Kyuhyun memutuskan memimpin cabang di Korea, mereka bertemu lagi, lalu menjalin kerjasama kerja sekaligus persahabatan. Kyuhyun tahu Leeteuk tidak akan bertanya apapun yang tidak perlu tentang keputusannya. Lelaki itu sudah terbiasa dengan keputusan dan rencana-rencana bisnis Kyuhyun yang ekstrim. Tetapi saat Kyuhyun membicarakan hal tersebut, ada kecemasan dalam suara Leeteuk, "Kau yakin? Ini memang surat jual beli, tapi ini ekstrim Kyu, jual beli manusia, jual beli pelayanan seks. kau bisa dibilang melanggar hukum malahan kalau suatu saat nanti terjadi masalah, apalagi mengingat kau warga negara asing" Kyuhyun tersenyum, Eunhyuk tidak akan berpikir sejauh itu, bukannya gadis itu bodoh, tapi dia terlalu polos, entah kenapa Kyuhyun percaya bahwa Eunhyuk akan menepati janjinya. "Buatkan saja Leeteuk hyung, selanjutnya biar aku yang menanggung", gumamnya yakin. Leeteuk tidak mengatakan apa-apa lagi, tetapi Kyuhyun yakin lelaki itu menunggu sampai mereka bertatap muka baru dia akan mengajukan pertanyaan mendetail. Leeteuk adalah lelaki yang sangat analisis, Kyuhyun menahan senyumnya.

Pikirannya kembali ke masa sekarang, dan menatap Eunhyuk yang seolah tidak selera makan, "kenapa kau tidak memakan makananmu?", desis Kyuhyun, hanya sebuah desisan dan Eunhyuk terlonjak kaget, apakah dia sebegitu menakutkannya bagi Eunhyuk. "Kyuhyun Sajangnim", Eunhyuk menyebutkan nama Kyuhyun dengan pelan, di telinga Kyuhyun suaranya terdengar begitu merdu bagaikan ajakan bercinta." "Sesuai perjanjian kemarin, aku akan selalu ada kapanpun kamu membutuhkanku", pipi Eunhyuk bersemu merah mengingat arti dari kata, "Aku...bolehkah aku meminta waktu untuk diriku sendiri setiap harinya dari jam pulang kantor sampai jam sembilan malam?", suara Eunhyuk terdengar tertelan dan takut-takut. Kyuhyun mengerutkan keningnya, sebenarnya itu bukan masalah, Kyuhyun terbiasa bekerja sampai larut malam, biasanya jam sepuluh atau sebelas malam dia baru sampai di rumah, "bukan masalah, aku selalu pulang larut malam", Kyuhyun berdehem, "tempat tinggalmu sekarang, apakah memperbolehkan lelaki masuk?", Eunhyuk mengernyitkan kening, "itu flat khusus perempuan dan tidak ada larangan untuk laki-laki bisa masuk, ada ruang tamu yang disediakan" "Ruang tamu?", Kyuhyun mengangkat alis penuh arti dengan tatapan sedemikian rupa "Oh", pipi Eunhyuk bersemu dan tak berani menatap Kyuhyun ketika menyadari arti tatapannya. "Aku tak mungkin bukan 'berkunjung' setiap malam ke tempatmu?", tatapannya tampak menahan senyum. Dan Eunhyuk menyadari kebenaran kata-kata Kyuhyun, tempat tinggalnya hanyalah sebuah flat sederhana seadanya yang penting bisa tidur setiap malam. Bukan level Kyuhyun untuk berada di sana, Eunhyuk melemparkan pandangan sekilas ke sekeliling ruangan.

"Aku tak mungkin membawamu setiap malam ke hotel, karena jam pulang kerjaku yang tak tentu, tidak mungkin pula menyuruhmu stand by di hotel setiap harinya", Kyuhyun merenung. "Tak mungkin juga membawamu tinggal di rumahku, kalau sampai ada orang yang tahu bisa berbahaya buatmu juga", Dengan santai Kyuhyun menyesap kopinya, "oke, nanti siang setelah bertemu dengan pengacaraku, kita cari apartement di dekat kantor" Eunhyuk hampir menyemburkan teh yang disesapnya mendengarnya, lelaki ini bercanda? Apartemen? Di dekat kantor? Kantor mereka berada di kompleks perkantoran dan bisnis yang mewah, apartmen pun pasti juga kelas atas dan mahal, bagaimana lelaki itu bisa mengatakan tentang mencari apartemen semudah itu? Kyuhyun sepertinya mengetahui pemikiran Eunhyuk, "lebih mudah bagiku Eunhyuk-ah, aku biasanya capek dan bertemperamen buruk setelah bekerja, aku tak mau repot-repot menjemput atau tetek bengek reservasi hotel jika malam-malam tiba-tiba aku menginginkan bersamamu", Kyuhyun tersenyum," apartemen akan memudahkan kita, bukan berarti aku akan mengunjungimu setiap malam", tambahnya cepat. Eunhyuk mengangguk gugup, yah, dia kan hanya mahluk yang sudah dibeli, dia hanya bisa menuruti apapun kemauan Kyuhyun.

Setelah menghabiskan kopinya Kyuhyun melirik jam tangannya, "well, pengacaraku pasti sudah menunggu di bawah, enjoy your time, aku akan menemuinya sebentar", dengan santai lelaki itu berdiri, lalu tanpa diduga-duga menarik Eunhyuk berdiri, mendorongnya ke tembok lalu menciumnya dengan penuh gairah, lama dan hangat dengan teknik yang sangat ahli, sehingga ketika dia melepas ciumannya, Eunhyuk hampir tak bisa berdiri membuat Kyuhyun musti menahan tubuhnya, dengan lembut lelaki itu mendudukkan Eunhyuk di kursi, "sebenarnya sudah sejak tadi aku ingin melakukan itu", gumamnya dalam senyum puas sebelum pergi meninggalkan Eunhyuk.

TBC