Difficult

by. sarang-baek

.

.

.

WARNING!

YAOI/BoyxBoy/Boyslove

.

.

.

Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

.

.

I just claim the story

.


Chanyeol berdiri di sisi ranjang dengan tatapan yang tidak biasa. Baekhyun merasa tatapan Chanyeol seperti ketika Jongin akan menyetubuhi nya. Baekhyun sedikit takut, tapi mengingat Chanyeol adalah orang yang selalu melindungi nya rasa takut itu hilang entah kemana.

Beberapa detik Chanyeol masih terus menatap nya diam, dan kemudian naik keatas ranjang dan mendekat padanya.

"Chanyeol-ah.." Chanyeol membelai pipi Baekhyun lembut dan menghirup aroma rambutnya dalam.

"Bolehkah aku?" Chanyeol berbisik tepat di telinga Baekhyun, membuat Baekhyun harus menahan sesuatu yang terjadi di dalam perutnya.

Baekhyun menatap Chanyeol sebentar, dan Baekhyun tahu bahwa Chanyeol benar-benar menginginkannya, entah kenapa Baekhyun juga merasa bahwa ia membutuhkan Chanyeol sekarang. Dia ingin mengatakan ya atau sekedar mengangguk, tapi bayangan Jongin menyadarkannya. Baekhyun adalah milik Jongin, walaupun status nya adalah kekasih Chanyeol. Jongin akan kecewa jika ia melakukannya dengan Chanyeol, dan Baekhyun tidak ingin Jongin kecewa padanya.

"Jika kau diam terus, aku anggap jawabannya ya." Chanyeol menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Chanyeol juga tidak tahu kenapa dia berani meminta hal se intim ini pada Baekhyun. Tidak bisa di sangkal bahwa sekarang jantung Chanyeol melompat-lompat tidak karuan di tempatnya. Chanyeol juga merasa sesak dan sakit perut sekarang. Jika Baekhyun menolak, maka ia akan sangat malu untuk bicara dengan Baekhyun kedepannya.

Chanyeol baru saja akan mencium Baekhyun jika saja Baekhyun tidak bersuara.

"Maaf, Chanyeol.." Hhhh –sesak. Chanyeol merasa jantung nya menghimpit paru-paru Chanyeol dan membuat nya bahkan sulit menghirup oksigen. Seharus nya dari awal dia tidak meminta hal seperti ini pada Baekhyun, karena tentu saja Baekhyun akan menolaknya.

"Aku yang minta maaf. Seharusnya aku tidak begini," Chanyeol menatap Baekhyun sedih dan merebahkannya di ranjang agar Baekhyun istirahat dan tidur.

"Tidurlah." Setelah menyelimuti Baekhyun kembali, Chanyeol beranjak dari kasur dan mengambil kunci pintu di atas nakas dekat kasurnya, berjalan menjauh dari tempat tidur nya dan berniat membuka pintu jika saja ia tidak mendengar Baekhyun melompat dan memeluknya dari belakang.

"Lakukan, hadiahku untuk ulang tahunmu. Lakukanlah."

DEG

Chanyeol tersentak sekaget-kaget nya. Hadiah ulang tahun? Tapi ini masih tanggal 26 dan ulang tahunnya masih besok. Lagipula Chanyeol tidak ingin jika Baekhyun melakukannya dengan terpaksa.

"Tidak apa, Baekhyun. Aku tahu kau tidak menginginkannya. Beri aku es krim rasa pisang saja untuk hadiah ulang tahunku. Lagi pula itu masih besok." Chanyeol tahu bahwa ia baru saja menghilangkan kesempatan emasnya. Tapi Chanyeol tidak mau jika Baekhyun melakukannya karena alasan seperti itu.

"Kalau begitu ayo kita lakukan jam 12 malam ini. Aku akan cepat tidur agar waktu berjalan lebih cepat." Ucap Baekhyun serius dan kembali dengan cepat menuju ranjang tanpa menunggu tanggapan Chanyeol, menarik selimut dan memejamkan matanya.

Chanyeol masih membeku di tempat nya berdiri. Bagaimana ini? Apakah dia harus melakukannya atau tidak? Tubuhnya berteriak bahwa ia harus melakukannya. Dia menginginkan Baekhyun! Tapi hati nya memaksa nya untuk tidak melakukannya. Chanyeol tidak ingin making love pertama dengan Baekhyun tanpa cinta dari orang yang di cintainya itu.

Mungkin ini adalah kesempatan pertama dan terakhir kalinya. Chanyeol harus memikirkannya dengan matang!

.

.

.

"Dimana Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung? Tidak ikut makan?" Jongin terpaksa masih berada disini walaupun dia hanya berniat menemui Baekhyun karena Kyungsoo memaksa agar ia menemani Kyungsoo makan.

"Chanyeol hyung bilang hari ini biarkan Baekhyun menjadi miliknya karena biasa nya aku selalu memonopoli Baekhyunnie hehe." Kyungsoo berucap ceria sambil memakan makanan yang di pesan Chanyeol tadi.

Berbeda dengan Kyungsoo yang ceria, Jongin menggeram dalam hatinya. Apa-apaan kalimat itu? Memiliki Baekhyun? Tidak akan terjadi walau kiamat akan datang!

"Apa maksudmu?" Jongin menjaga agar nada suara nya terdengar biasa saja.

"Apalagi selain bercinta? Lagipula besok adalah ulang tahun Chanyeol, mungkin itu hadiah dari Baekhyunnie, mereka juga sudah berpacaran lama, jadi wajar saja kan?" Kyungsoo berbicara dengan mulut penuh makanan. Walaupun terdengar tidak jelas tapi telinga Jongin cukup tajam untuk mengerti apa yang Kyungsoo ucapkan.

Jongin berdiri dari tempat duduk nya kasar. Bercinta dia bilang? Tidak akan pernah Jongin biarkan! Lebih baik ia membongkar semua nya dari pada membiarkan Baekhyunnya bercinta dengan raksasa idiot itu!

"Mau kemana? Makanan mu belum habis." Kyungsoo sedikit kaget karena Jongin berdiri dengan keras dari tempat duduknya.

Jongin tidak menjawab, dia malah berjalan dengan cepat ke arah kamar Baekhyun dan Chanyeol. Ah, apa aku sudah mengatakan bahwa mereka satu kamar?

Jongin berjalan sangat cepat hingga Kyungsoo harus berlari untuk mengejarnya.

DOK DOK DOK DOK DOK DOK

Jongin mengetuk –memukul pintu keras dan membuat Kyungsoo menghentikan langkah nya. Ada apa dengan Jongin-nya? Kenapa reaksi nya seperti ini? Memang kenapa jika Baekhyun bercinta dengan kekasih nya sendiri? Apa masalah Jongin?

Begitu banyak pertanyaan yang melintasi pikirannya. Kyungsoo ingin bertanya, tapi Jongin memukul-mukul daun pintu kasar, dia jadi terlihat menakutkan, wajah nya juga terlihat marah, membuat Kyungsoo semakin bingung.

.

.

.

DOK DOK DOK DOK DOK DOK

Ketukan –pukulan di pintu membuat Chanyeol tersadar dari lamunannya. Siapa itu? Apa Kyungsoo yang memukul-mukul pintu? Untuk apa dia memukul pintu sekeras itu? Chanyeol berjalan dengan cepat ke arah pintu karena suara nya sangat mengganggu dan mungkin bisa membangunkan Baekhyun.

Cklek.

Chanyeol dapat melihat wajah kesal Jongin dan wajah bingung Kyungsoo begitu ia membuka pintu. Dia hanya menatap pasangan kekasih itu datar.

"Kenapa kau mengetuk pintu sekeras itu, Jongin?" Chanyeol berucap pelan, dia tidak ingin membangunkan Baekhyun.

"DIMAN– hmmpp–" Chanyeol membekap mulut Jongin karena ia berteriak sangat keras.

"Ini bukan hutan, Jongin. Berhentilah membuat keributan, lagi pula Baekhyun sedang tidur. Dia bisa terbangun jika kau berteriak lagi." Chanyeol masih membekap mulut Jongin karena Jongin terus saja berteriak walau ia membekap mulut nya.

"HEMMPHASSAAH….." Jongin menggeram di bawah telapak tangan Chanyeol, dan Chanyeol menutup pintu kamarnya karena orang hitam ini tidak mau juga merendahkan suaranya.

"Diamlah, baru aku akan melepaskanmu." Ucap Chanyeol masih dengan suara yang pelan, dia melepaskan tangannya ketika ia merasa Jongin sudah sedikit tenang.

Chanyeol bersandar pada daun pintu dan menatap Jongin dengan pandangan marah. Di sini ada Kyungsoo dan kenapa ia berteriak seperti ini di depan kamarnya dan Baekhyun.

"Em, jadi, ada apa?" Kyungsoo baru berani bertanya karena Jongin sudah mulai tenang walaupun ekspresi nya masih sama seperti ia memukul-mukul pintu.

Chanyeol menatap Kyungsoo sekilas lalu beralih pada Jongin. Alasan apa lagi yang harus ia buat agar Kyungsoo tidak curiga?

"Jika kau ingin meminjam jaketku, tidak usah mengetuk pintu sekeras itu karena aku masih bisa mendengar walaupun aku sedang tidur, bodoh." Chanyeol menekankan kata bodoh agar Jongin mengerti apa yang telah ia lakukan.

"Hn." Jongin hanya bergumam. Dia benar-benar kesal dan ingin memberi tahu Kyungsoo bagaimana sebenarnya. Tapi, sepertinya bukan sekarang. Chanyeol baru saja mencekiknya, mungkin jika ia memberitahu Kyungsoo Chanyeol akan membunuhnya. Ia akan memberitahu Kyungsoo jika tidak ada Chanyeol di dekatnya, mungkin.

"Tunggu sebentar." Chanyeol masuk kekamar nya dan membuka pintu lebar-lebar agar Jongin dapat melihat jika Baekhyun sedang tidur.

"Ini." Jongin mengambil jaket yang Chanyeol ulurkan padanya. Ekspresi Jongin sudah berubah, ia sibuk memikirkan rencana kapan akan memberitahu Kyungsoo.

"Aku baru ingat bahwa aku harus menemui ibuku hari ini, Kyungsoo, maaf membuat keributan ya, Chanyeol hyung. Dan, aku juga tidak bisa menemani mu makan, maaf ya, sayang, aku pergi dulu." Jongin berucap panjang lebar agar Kyungsoo tidak curiga, tidak lupa mengecup keningnya cepat dan tersenyum manis pada Kyungsoo lalu pergi.

Chanyeol dapat melihat bahwa seperti nya Kyungsoo agak mencurigai Jongin. Si bodoh itu! Chanyeol menggerutu dalam hati. Mungkin Chanyeol harus sedikit mengancam Jongin agar dia lebih berhati-hati dengan emosinya. Jujur saja, selain untuk melindungi Baekhyun, Chanyeol juga tidak ingin Baekhyun pergi dari sisinya. Karena jika Kyungsoo tahu semuanya mungkin Baekhyun akan pergi dari apartemennya lalu datang pada Jongin. Dan jika itu terjadi, Chanyeol tidak akan bisa bernafas dengan normal seperti sekarang.

"Kau mau kutemani makan?" Chanyeol membuyarkan lamunan Kyungsoo, karena Kyungsoo masih saja berdiri mematung di koridor dekat pintu kamarnya.

"Eoh.." Kyungsoo berucap sambil mengangguk. Mungkin dia bisa bertanya sesuatu pada Chanyeol di meja makan.

"Ayo." Chanyeol merangkul Kyungsoo dan menuntunnya ke ruang makan.

.

.

.

"SIAL!" Jongin memukul-mukul roda kemudi mobil nya karena ia merasa sangat kesal. Bagaimana jika Chanyeol benar-benar menyetubuhi kekasihnya? Jongin benar-benar tidak rela karena sampai matipun Baekhyun akan tetap menjadi miliknya!

BRRMMM

Jongin menaikan kecepatan mobil nya karena emosi mengerubungi pikirannya. Dia masih saja memukul-mukul roda kemudi mobil nya dan tanpa sadar matanya memburam. Jongin menangis, terlalu dramatis memang. Tapi ini sudah di ambang kekesalan nya pada hubungan sialan ini. Mungkin besok dia akan memberitahu Kyungsoo tanpa sepengetahuan Baekhyun dan Chanyeol!

TIDD TIDD TIDD.

CKITTT BRAK GDGDGDGDGD.

TES

.

.

.

"Hyung, bukankah Jongin agak sedikit aneh tadi?" Kyungsoo bertanya pada Chanyeol yang sedang mamandangi nya saat makan.

"Apa yang aneh? Bukankah dia memang selalu ribut seperti itu?" Chanyeol memeras otak nya untuk membuat semua nya biasa saja, menghentikan kecurigaan Kyungsoo.

"Benarkah dia seperti itu? Kurasa dia terlalu diam untuk membuat keributan seperti tadi." Kyungsoo terus bertanya, dan Chanyeol terus mengusahakan ekspresi datar di wajah nya. Chanyeol sudah melatih ekspresi ini untuk keadaan-keadaan seperti ini.

"Karena kau kekasihnya, jadi dia bersikap cool padamu, Kyungsoo. Dia benar-benar ribut jika di depan aku dan Baekhyun." Chanyeol berbohong lagi, ia membodohi sepupu nya lagi, tidak terhitung berapa kali ia melakukan ini.

"Benarkah?" Sepertinya Kyungsoo sudah tidak curiga lagi, mata besar nya berbinar dan bibir nya melengkung ke atas, kening nya juga sudah dia mengerut lagi.

"Bereskan semuanya ya, aku mau tidur." Dirasa sudah cukup meredakan kecurigaan Kyungsoo, Chanyeol memilih kembali ke kamar untuk melihat Baekhyun.

"Baik, Kapten." Kyungsoo menaruh tangannya di depan kening. Chanyeol -benar-benar merasa bersalah. Kyungsoo benar-benar tidak seharus nya berada di dalam hubungan gila ini.

Chanyeol hanya tersenyum manis pada Kyungsoo dan berlalu dari ruang makan.

Cklek.

Chanyeol jalan mengendap-ngendap seperti seorang yang akan mencuri. Dia berusaha meminimalisir suara agar Baekhyun tidak terganggu.

Chanyeol terus saja mondar-mandir di pinggir ranjang sambil menatap Baekhyun sekali-kali. Sekarang sudah pukul 09:00, hanya tinggal tiga jam menuju pukul 12.00 dan Chanyeol masih belum tahu apa yang harus dia ambil. Melakukannya atau tidak.

Sebenarnya Chanyeol adalah laki-laki yang kuat, sudah setahun dia satu ranjang dengan Baekhyun dan Chanyeol tidak pernah menyentuh Baekhyun seintim tadi. Dia selalu menahan semuanya, dan jika sudah tidak tahan ingin menyentuh Baekhyun, Chanyeol hanya berani menyentuh pipi Baekhyun atau menggenggam tangannya diam-diam dan hati-hati ketika Baekhyun tidur, selebihnya Chanyeol hanya bisa menahannya, walaupun sekarang Chanyeol masih bisa menahannya, tapi, Baekhyun sendiri yang mengatakannya, tapi.. arghhh.. harus bagaimana?

Chanyeol baru saja duduk karena kaki nya merasa pegal setelah sekian lama ia hanya mondar-mandir di pinggir ranjang, tersentak karena seseorang yang sudah pasti adalah Baekhyun memeluknya dari belakang.

Baekhyun sebenarnya tidak tidur sejak tadi, dia hanya memejamkan matanya untuk memikirkan hal yang sama yang di pikirkan oleh Chanyeol. Baekhyun juga dapat mendengar keributan yang di lakukan Jongin. Sejenak itu membuat Baekhyun berpikir untuk menarik kembali ucapannya tentang bercinta dengan Chanyeol, tapi Baekhyun terus memikirkannya dengan tenang ketika ia memejamkan matanya tadi.

Baekhyun sangat tahu jika Chanyeol benar-benar mencintainya. Baekhyun juga sangat yakin jika Chanyeol tidak akan menyakitinya. Dan Baekhyun juga ingin berterima kasih untuk semua yang Chanyeol lakukan untuknya. Mungkin dengan ini dia bisa membuat Chanyeol sedikit bahagia untuk semua sakit yang ia terima. Baekhyun hanya berharap Jongin dapat mengerti alasan dia melakukan ini.

Hhh –Jongin, jika menyebut nama Jongin Baekhyun jadi ragu kembali untuk melakukan ini. Jadi, jangan sebut nama Jongin!

.

.

.

"A-ah, kau sudah bangun, Baekhyun?" Chanyeol berbasa-basi, dia masih belum menemukan pilihannya setelah tiga jam berpikir keras.

"Chanyeol-ah.." Baekhyun merapatkan tubuh nya lebih rapat pada Chanyeol, mendekatkan wajah nya pada leher Chanyeol, dan menghirup nya dalam. Wangi juga, pikir Baekhyun. Tapi Jongin lebih wang– tidak boleh! Jangan pikirkan Jongin dulu!

"B-baek.." Chanyeol semakin gugup begitu ia merasa hembusan hangat nafas Baekhyun menerpa lehernya.

"Terimakasih untuk semua kasih yang kau berikan untukku.." Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya. Chanyeol tersentak hebat begitu ia merasa sesuatu yang sangat ia ingin miliki setiap hari menyapu pelan lehernya –Baekhyun menciumnya.

Chanyeol menarik napas dalam dan menghembuskannya. Baiklah! Tidak ada waktu lagi untuk berpikir, tidak ada alasan lagi untuk menghentikan semua nya. Chanyeol hanya bisa berdoa semoga dengan ini Chanyeol dapat sedikit saja menyentuh hati Baekhyun.

"Jantung mu berdetak sangat kencang, Chanyeolie.." Bisik Baekhyun seduktif.

BLUSH.

ASTAGA, Chanyeol malu sekali!

"Begitulah jantungku jika kau berada di dekatku, Baekhyun." Suara Chanyeol sudah benar-benar berat, rasanya bahkan sulit untuk mengeluarkannya.

Chanyeol memantapkan diri dan berbalik. Seperti tersengat listrik, tubuh Chanyeol benar-benar bergetar dari dalam, Baekhyun menatap nya sayu. Astaga, Chanyeol merasa gila.

"Pukul aku jika aku menyakitimu."

"Aku tidak percaya jika kau menyakitiku barang sedikitpun, my guardian."


.

.

TBC

.

.


/HAHAHA/ Maaf. Ceritanya jadi kemana-mana.

Making love nya di tunda ya, sekarang saya mau rayain ulang tahun Chanyeol dulu /haha/

Sebenarnya mau saya ketik sekarang untuk hadiah ulang tahun Chanyeol, tapi ya karena saya selalu ada tapi nya ya jadi begini deh.

See you next chapter my beloved readers. /mumumumu/

Thanks to :

nicha, chans, chika love baby baekhyun, Guest, kyungsooku, deerlohan, kaisooism, YJYSCKCBShipper, yuliafebry, PandaPandaTaoris, ritaanjani4, kwondami, zoldyk, Byun Naochan, StrawBaekry, babybyunsoo, opikyung0113, ayumKim, aiiu d'freaky, YeWon3407, shinelightseeker, heerinsslayeol

Keep review please~~

XOXO,

Sarang-Baek.