"Chanyeolie! Berhenti mengagetkanku seperti itu!" Baekhyun berteriak kesal, pasalnya yeoja cantik itu saat ini tengah asik mengaduk supnya yang hampir matang, namun tiba-tiba suaminya memeluknya pinggangnya dari belakang mengagetkannya hingga tubuhnya tersentak.
"Hmm..Sayang. Aku sangat merindukanmu dan aegya" Chanyeol menciumi tengkuk istrinya sambil tangannya tidak berhenti mengelus perut Baekhyun.
"Aegya sedang apa, hm?" Chanyeol seolah bertanya dengan perut Baekhyun.
"Yak, dia baru 2 bulan tentu saja belum bisa apa-apa" jawab Baekhyun sambil tersenyum geli dengan ulah suaminya.
Ya, sebulan lalu, Baekhyun merasa menstruasinya terlambat dan tanpa sepengetahuan Chanyeol dia membeli test pack dan saat tau hasilnya positif dia segera melaju ke tempat kerja Chanyeol dan memberitahunya. Untuk memastikan, mereka berdua ke dokter kandungan untuk melakukan USG, dan kini calon bayi itu sudah memasuki usia 10 minggu.
Setelah membantu istrinya menyiapkan makan malam, Chanyeol tiba-tiba menyodorkan ponselnya pada Baekhyun setelah mereka duduk berhadapan di meja makan, Baekhyun mengernyit bingung namun meraih ponsel itu, dan saat melihat gambar yang terpampang matanya terbelalak kaget.
"Bagus kan, baby?" tanya Chanyeol riang.
"Oppa, kita bahkan belum tau jenis kelamin aegya, kenapa sudah mempersiapkan dekorasi kamarnya?" Baekhyun bertanya
"Kita akan membuat warnanya netral, mungkin cream atau violet. Jae noona juga setuju" Chanyeol menjawab mantap. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, semenjak tau Baekhyun hamil, Chanyeol sangat senang sampai-sampai menyiapkan segalanya untuk Baekhyun, seperti baju hamil, padahal perut Baekhyun masih tampak rata, susu ibu hamil agar Baekhyun tidak mual, vitamin-vitamin bahkan perlengkapan bayi. Dan semua itu didukung penuh oleh kakak iparnya, Jaejoong dan mertuanya, Park Jiyong. Bahkan ibu Chanyeol itu beberapa kali mengirimkan keperluan hamil dan pasca melahirkan untuk Baekhyun.
"Baiklah, aku setuju, tapi bisakah kita mendekornya beberapa bulan lagi?" Baekhyun bertanya sambil mengunyah nasinya.
"Oke. Barang-barang itu juga baru aku pesan, mungkin satu bulan lagi semuanya akan siap termasuk box dan lemarinya" melihat wajah gembira Chanyeol, mau tidak mau Baekhyun pun ikut tersenyum.
"Gomawo, Channie. Aegya pasti akan sangat senang" Baekhyun membelai perutnya dengan sayang.
.
.
.
Hari ini Chanyeol libur kerja, dia sedang malas-malasan di sofa sambil membaca koran, sedangkan Baekhyun sedang asik menonton televisi sambil merebahkan kepalanya di paha Chanyeol. Tiba-tiba ponsel Baekhyun berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk, Baekhyun segera bangun untuk mengambilnya.
"Yeobseyo?" Baekhyun tampak bertanya-tanya karena nomer yang masuk tidak dia kenal.
"..."
"Jongin-ah!Aigoo, kau masih ingat untuk menghubungiku, eoh? Darimana kau dapat nomerku?"
"..."
"Ah, ne, aku akan menjemputmu"
"..."
"Sampai bertemu besok. Bye." Chanyeol melirik pada istrinya yang sedang tersenyum-senyum sambil mengetik pesan di ponselnya.
"Siapa yang menelepon, baby?"
"Jongin, dia sahabatku saat sekolah dulu. Setelah lulus dia pindah ke Amerika, bahkan dia merubah nama menjadi Kai. Besok dia akan datang ke Korea" Baekhyun menjelaskan. Chanyeol tampak berpikir sejenak sebelum kemudian dia teringat sesuatu.
"Kim Jongin? Lelaki tinggi itu?" Chanyeol memastikan yang dijawab anggukan oleh Baekhyun.
"Oppa mengenalnya?"
"Aniyo, hanya saja aku pernah mendengar dari Luhan Noona kalau kau sering bersama Jongin, dan beberapa kali aku pernah melihat kalian jalan bersama" Chanyeol mengingat-ingat.
"Besok aku akan menjemputnya ke bandara, Oppa mau ikut?"
"Besok aku ada meeting. Tapi kalau memang kau ingin bertemu sahabatmu itu aku akan meminta sopir untuk mengantarmu" Chanyeol menjawab dengan wajah datar.
Beberapa kali Chanyeol mendengar soal Jongin ini dari Luhan, bahkan Jongin pernah bercerita pada Luhan bahwa dia menyukai Baekhyun tapi dia tidak berani mengungkapkan karena takut jika Baekhyun menolaknya maka persahabatan mereka tidak bisa dekat lagi. Dan memang Chanyeol pernah mendapati Baekhyun jalan bersama Jongin saat drama musical Baekhyun di sekolah selesai, bahkan Baekhyun tampak nyaman saja saat Jongin merangkul pundaknya, maka dari itulah Chanyeol tidak terlalu suka mendengar Jongin akan menemui istrinya. Cemburu mungkin.
"Tidak perlu, Oppa,aku bisa menyetir sendiri" Baekhyun berkata mantap.
"Baby, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu, lagipula kau masih hamil, ja-"
"Jangan menjadikan hamilku sebagai alasan, Oppa. Aku tidak selemah itu, aku bisa membatasi diriku sendiri" Baekhyun berkata ketus dan segera pergi meninggalkan Chanyeol. Chanyeol menghela nafas berat. Selalu seperti ini, semenjak Baekhyun hamil dia sangat sensitif, emosinya meledak-ledak, jika Chanyeol salah bicara sedikit saja Baekhyun bisa mendiamkannya seharian. Chanyeol melembar korannya asal dan menyusul Baekhyun yang sedang duduk di ranjang kamar mereka sambil membaca buku.
"Baby.." Chanyeol berusaha membujuk istrinya deengan duduk di sampingnya sambil membelai pundak Baekhyun.
"Hm" Baekhyun menjawab singkat.
"Aku minta maaf,ok? besok kau boleh membawa mobil, tapi ingat, jangan lupa makan dan meminum susunya, aku tidak mau kau kelelahan saja" Chanyeol menjelaskan. Baekhyun menurunkan bukunya dan memandang tajam suaminya.
"Aku bukan anak kecHmmmp" Chanyeol memotong kata-kata Baekhyun dengan mencium bibir istrinya, bibir mereka saling memagut hingga dirasa cukup membuat Baekhyun membalas ciumannya, Chanyeol melepasnya dengan napas keduanya yang terengah, menyandarkan dahi mereka.
"Aku hanya mengkhawatirkanmu dan aegya. I love you" Chanyeol berkata di depan wajah Baekhyun.
"Mianhae, aku tidak bermaksud marah padamu, Chanyeolie" Baekhyun memeluk suaminya.
"Aku tau, Sayang"
"Jadi aku boleh pergi?" tanya Baekhyun sambil melepas pelukannya.
"Iya, asal kau menjaga dirimu dan aegya" Baekhyun mengangguk patuh.
.
.
.
Baekhyun tampak menengok ke kanan dan kiri mencari sosok sahabatnya di pintu kedatangan bandara.
"Baekkie!" sebuah suara berat yang sangat dikenalnya terdengar di sebelah kanannya, dan seketika senyum Baekhyun mengembang, Jongin segera menghambur untuk memeluk Baekhyun.
"Aigoo, Baekkieku semakin cantik, eoh?" kata Jongin setelah melepas pelukannya, Baekhyun memukul bahu Jongin pelan.
"Dasar playboy, berapa wanita yang sudah kau dapat di sana, hm?" yang dijawab oleh tawa nyaring Jongin. Baekhyun pun membawa sahabatnya itu ke restoran 'Sapphire'.
Sepanjang perjalanan mereka saling berbagi cerita selama mereka tidak bertemu beberapa tahun ini. Di restoran, Jongin sempat bertemu Yunho dan mengobrol dengannya. Sambil menunggu Chanyeol yang masih ada meeting di luar, Baekhyun memutuskan memesan makanan untuk dirinya dan Jongin.
"Jadi, suamimu juga bekerja di sini?" Jongin bertanya sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.
"Uh-huh, tapi dia juga bekerja untuk perusahaan Appanya, kadang-kadang aku khawatir dia kelelahan" Baekhyun menunjukkan raut wajah khawatir. Jongin mengacak poni Baekhyun.
"Kau benar-benar istri yang perhatian. Chanyeol-ssi sangat beruntung memilikimu" Baekhyun tidak menjawab kemudian menyantap kembali es krimnya. Tiba-tiba tanpa di duga Jongin mengusap ujung bibir Baekhyun dengan jempol tangannya, sangat lembut.
"Kenapa cara makanmu masih saja seperti itu" Baekhyun yang terkejut hanya menatap Jongin yang tersenyum lebar. Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap nyalang ke arah mereka dari depan pintu di dekat tempat duduk mereka.
"Hai" Chanyeol menghampiri ke arah Baekhyun dan mengecup pipinya sekilas, kemudian melemparkan senyum yang tampak dipaksakan ke arah Jongin.
"Kau pasti Kimm Jongin? atau aku harus memanggilmu Kai?" Chanyeol mengulurkan tangan yang disambut oleh Jongin.
"Oh, hai, Chanyeol-ssi. Senang bertemu denganmu. Ah, panggil apa saja" jawab Jongin.
"Chanyeolie, mau makan juga?" Baekhyun menawarkan.
"Tidak, terima kasih, baby. Melihatmu makan sudah membuatku kenyang, aku akan melanjutkan pekerjaanku lagi. Setelah ini kau mau ke mana, hm?" Chanyeol memastikan.
"Um..mungkin akan berkeliling sebentar ke tempat-tempat yang lama tidak kami kunjungi" Baekhyun menjawab.
"Baiklah, hati-hati, Sayang. Aku pergi dulu" Chanyeol berpamitan pada Baekhyun dan Jongin untuk menuju ke ruangannya. Sebenarnya Chanyeol juga tidak rela meninggalkan istrinya berdua dengan lelaki lain, namun selain pekerjaan yang masih menumpuk, Chanyeol juga takut lepas kendali dan melakukan hal buruk pada sahabat istrinya itu yang pasti akan menimbulkan pertengkaran dengan Baekhyun.
.
.
Hari sudah gelap, Chanyeol memang pulang agak terlambat, sudah beberapa hari ini pekerjaan doublenya menghabiskan waktunya di depan meja, Chanyeol dengan wajah lelah memarkirkan mobilnya di garasi dan tersenyum lega saat melihat mobil istrinya sudah terparkir di sana, Chanyeol bergegas masuk ke dalam rumah dan mendapati istrinya sedang menata alat makan di dapur. Belum sempat Chanyeol menyapa istrinya, dia dikagetkan oleh sosok lelaki yang tadi ditemuinya keluar dari kamar mandi di sebelah kamar tamu hanya mengenakan bathrobe dengan rambut basah yang menetes tampak selesai mandi. Jongin tidak menyadari kehadiran Chanyeol dan langsung melenggang ke arah kamar tamu.
"Baek, kenapa ada Jongin di sini?" Chanyeol bertanya pada istrinya yang kini menatapnya.
"Ah, Jongin hanya di Korea 3 hari, tadinya dia kan menginap di hotel, tapi aku bilang lebih baik menginap di rumah kita saja, lagipula masih banyak yang ingin kami ceritakan" Baekhyun menjawab dengan riang. Tanpa Baekhyun tau, Chanyeol mengepalkan tangannya dengan erat.
"Dan kau tidak minta ijin padaku?" tanya Chanyeol dengan nada pelan namun sarat emosi.
"Aku kira Oppa tidak akan keberatan, jadi ta-"
"Cukup, Baek! aku menahan diriku untuk tidak memukul wajahnya saat dia dengan seenaknya menyentuh istriku, dan sekarang kau memintanya untuk tinggal di rumah kita? setelah dia menyentuh bibirmu apalagi sekarang yang akan dia lakukan, hah?!" nada suara Chanyeol meninggi.
"C-Ch-Chanyeolie.." suara Baekhyun bergetar, tidak pernah selama pernikahannya dengan Chanyeol, Chanyeol membentaknya seperti ini.
"Baiklah, Baek, kalau kau memang lebih memilih sahabatmu itu, aku yang pergi!" belum sempat Baekhyun menjawabnya Chanyeol sudah pergi dengan membanting pintu rumah mereka.
Chanyeol mengemudikan mobilnya dengan pikiran kacau, di satu sisi dia tidak tega melihat wajah Baekhyun yang hampir menangis tadi, namun emosinya kembali muncul saat dia ingat bagaimana kedeketan istrinya dengan lelaki lain. Jangan salahkan Chanyeol, dia hanya terlalu mencintai Baekhyun yang membuat dia sangat posesif pada istrinya.
Tidak tau ke mana dia harus pergi, seteah berkeliling tanpa arah hampir 1 jam, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk ke rumah sahabatnya, Sehun. Saat membukakan pintu, Luhan begitu bingung melihat Chanyeol yang tampak berantakan, setelah mempersilakan Chanyeol duduk dan membuatkan minum untuknya, Sehun dan Luhan dengan sabar mendengarkan cerita Chanyeol.
"Chanyeol, apa kau tidak berlebihan?" Sehun mengingatkan.
"Jongin memang pernah menyukai Baekhyun, tapi itu sudah lama, dia memang sempat menanyakan kontak Baekhyun padaku, dia berkunjung ke Korea karena ada acara fashion show, kau tau sekarang Jongin termasuk desainer muda terkenal. Karena sudah lama tidak bertemu Baekhyun bahkan tidak bisa datang saat pernikahan kalian, dia ingin sekalian berkunjung. Aku tau Jongin, Chan, dia tidak mungkin berusaha merebut kebahagian Baekhyun, dia tau Baekhyun sudah bahagia denganmu" jelas Luhan panjang lebar. Chanyeol menutup wajahnya, lelah.
"Istirahatlah dulu, setelah itu pulanglah, minta maaf pada istrimu. Dia pasti akan mengerti" Sehun menepuk pundak sahabatnya itu.
Drrt..drtt..
Ponsel Chanyeol bergetar. Baekhyun.
"Baek?" Chanyeol menjawab ragu
"Chanyeol-ssi, bisakah kau ke rumah sakit Seoul sekarang? Baekhyun..dia mengalami pendarahan"
Prak!
Chanyeol menjatuhkan ponselnya dengan wajah pucat pasi. Luhan yang bingung segera mengambil ponsel Chanyeol dan mengucapkan beberapa patah kata pada Jongin yang menelepon tadi dan memastikan mereka akan datang segera.
Merasa Chanyeol yang dalam keadaan syok tidak mungkin mengemudi sendiri, Sehun menyetir, Luhan di sebelahnya dan Chanyeol di bangku belakang. Selama perjalanan terasa mereka diam, hanya sesekali terdengar isakan Chanyeol dan gumaman 'maaf' dari mulutnya.
Sampai di rumah sakit, Chanyeol segera berlari mencari kamar perawatan Baekhyun yang diikuti Sehun dan istrinya. Di depan kamarnya, tampak Jongin berdiri dengan tangan terlipat bersandar pada tembok, melihat Chanyeol datang dia memberi isyarat pada Chanyeol untuk masuk. Chanyeol membuka pintu pelan dan mendapati istrinya menangis tersedu dengan memanggil-manggil namanya. Chanyeol segera berlari merengkuh sosok lemah di ranjang itu.
"Chanyeol..hiks..Chanyeolie..hiks..hiks.." Baekhyun terisak sambil membalas pelukan Chanyeol.
"Mianhae, baby, mian.. itu semua salahku" Baekhyun bisa merasakan pundaknya basah, Chanyeol menangis.
"A..aku..tidak mau..hiks..kehilangan Chanyeolie.." Baekhyun terbata-bata.
"Sst..aku tidak akan ke mana-mana, Sayang. Mana yang sakit,hm?" Chanyeol melepas pelukannya untuk melihat wajah istrinya yang sekarang sembab karena terlalu banyak menangis. Baekhyun tidak menjawab tetapi menarik kembali tubuh suaminya untuk dia peluk, seolah tidak ingin jauh darinya, setelah cukup tenang Baekhyun melepaskan pelukannya dan berbicara.
"Tadi perutku sangat sakit, tiba-tiba keluar darah, aku sangat panik lalu Jongin-" Baekhyun tidak meneruskan kata-katanya, dia menggigit bibir bawahnya dan menunduk gugup.
"Jongin mengantarmu ke sini?" Chanyeol bertanya lembut, Baekhyun mengangguk pelan. Chanyeol tau, Baekhyun takut menyebutkan nama itu, Baekhyun takut Chanyeol akan marah lagi.
"Dokter bilang, aegya baik-baik saja, tapi harus istirahat total lebih dulu" Baekhyun mengangkat wajahnya pelan menatap suaminya yang menghembuskan nafas lega.
"Syukurlah. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan kalau sampai terjadi sesuatu pada kalian berdua. Ini semua salahku, aku terlalu emosi tanpa mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu" Chanyeol menatap Baekhyun penuh penyesalan.
"Tidak, Channie. Sebagai istri harusnya aku meminta ijin padamu jika mengambil keputusan apapun. Maaf" ucap Baekhyun.
"Sudahlah, Sayang. Yang penting sekarang kita baik-baik saja, kan?" Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
Tak lama Sehun dan Luhan masuk ke kamar Baekhyun, Luhan dan Sehun berbincang dengan Baekhyun, Chanyeol memutuskan keluar dari ruangan itu untuk menemui Jongin. Jongin duduk sambil menundukkan kepalanya, Chanyeol menghampirinya dan menepuk punggung Jongin pelan.
"Gomawo, Jongin-ah" Chanyeol tersenyum pada Jongin yang kini menatap ke arah Chanyeol takjub karena Chanyeol memanggilnya dengan panggilan akrab
"A-apa dia baik-baik saja? Baekkie? Bayinya?" Chanyeol mengangguk. Jongin tersenyum lega.
"Huft..syukurlah, setelah aku mengantarnya kemari, dia sama sekali tidak mengijinkan aku mendekatinya"
"Mianhae, aku terlalu berburuk sangka padamu, aku seharusnya lebih mempercayai istriku"
"Aniyo, Hyung, ini juga salahku, aku harusnya sadar Baekkie sudah memiliki suami, tentu saja aku tidak bisa seenaknya seperti dulu saat dia masih single. Harusnya aku minta ijin padamu, hyung" Jongin menunduk.
"Kai-ah, kau tidak tau begitu senangnya wajah Baekhyun saat tau kau akan datang, dia senang kau di sini, dan aku sebagai suaminya tidak bisa memahami perasaannya. Jadi, aku juga ikut bersalah di sini" Chanyeol menepuk-nepuk pundak lelaki di sebelahnya itu.
"Kami pulang dulu, Chan. Jaga istrimu baik-baik" Sehun dan Luhan keluar dari ruangan Baekhyun dan berpamitan. Chanyeol masuk ke kamar rawat diikuti oleh Jongin, Baekhyun yang melihatnya tampak terkejut.
"Baby, maaf, aku tidak memahamimu, kau pasti sangat senang sahabatmu datang, harusnya aku bisa ikut membantumu untuk menyambut tamu kita" Chanyeol menggenggam erat tangan Baekhyun.
"Aku juga tidak memahami perasaanmu, aku tau kau sangat mencintaiku, dan aku janji tidak akan menyakiti perasaanmu" Baekhyun membelai lembut pipi Chanyeol.
"Aish! hyung, Baekkie, bisakah berlovey dovey setelah aku pergi?" Jongin pura-pura merengut yang disambut tawa Chanyeol dan Baekhyun.
"Pulanglah ke rumah, kau pasti lelah apalagi pagi tadi kau baru tiba, aku akan di sini menemani Baekhyun" Chanyeol berkata pada Jongin.
"Eh? hyung, aku sudah memesan hotel, aku akan mengambil barangku lalu ke sana" Jongin menjawab.
"Batalkan hotelnya, pulang dan tidurlah, ini perintah! bukan begitu, babyBaek?" Chanyeol melirik ke arah Baekhyun yang tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalaya dengan lucu.
"Siap, Captain!" Jongin berlagak memberi hormat yang membuat pasangan suami istri itu kembali tertawa. Setelah Jongin pergi, Chanyeol memposisikan dirinya tidur di ranjang bersama Baekhyun dengan kepala Baekhyun yang disandarkan di dada Chanyeol, tempat favoritnya ketika tidur.
"Tidurlah baby, aegya juga tidur, ne. Daddy akan menjaga kalian berdua" Chanyeol mengusap sayang surai ikal istrinya.
"I love you, Chanyeolie"
.
.
END
.
.
.
Aku kembaliii, ada yang nunggu cerita ini?
Mau lanjut lagi ga? Atau ada request ff lain mana yang mau d lanjut? Apa publish baru lagi?
