OUT OF BODY EXPERIENCE!
Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI
Summary : Kisah masa lalu Nanali si gadis OBE dan kesulitan
yang menghampiri anak2 Kisedai
WARNING : NGALOR NGIDUL, NGACO, GAJE, LANJUT DAAAH~~
Di sebuah tempat.. di musim salju...
.
.
.
Semuanya terlihat putih, ada warna merah dan kobaran api.. semuanya hening Cuma ada percikan api dan decitan kayu yang terbakar… musim panas 5 tahun lalu di sebuah daerah di Tokyo. Anak itu berdiri di depan rumahnya yang terbakar, darah berceceran di baju dan rambut putihnya itu.. sedangkan sosok pria yang sudah kaku tak bernyawa di depannya hanya terdiam membisu.
"Papa? Papa..papa.."
gadis cilik itu menggoyang-goyangkan tubuh ayahnya yang membeku dan sudah meninggal. Tak lama seorang wanita dengan pistol di sebelah tangan kanannya siap menembaki siapapun di sana.
"Mama…"
"Maaf ya.. sepertinya mamamu ini tidak bisa selamanya bersamamu…papa sudah pergi Nana..ga ada yang perlu dikhawatirkan" sahut wanita berambut hitam kelam dengan tatapan yang tak karuan.. dia tertawa dan tersenyum… sedangkan Nanali yang berusia 5 tahun hanya terdiam dibuatnya.
"Mama..Nanali.."
sebelum Nanali menyelesaikan bicaranya, sang ibu menyorotkan pistol itu tepat di pelipis kanannya yang putih.
"Aishiteimasu..Nanali..*aku sayang padamu Nanali*" dan suara pelatuk yang ditarik menimbulkan gema tembakan diiringi darah segar yang makin membanjir.
Kini tinggallah Nanali seorang dan tak lama kemudian, Nanali mendengar suara sirine, tiba-tiba jadi riuh.. sosok setengah baya yang memasang muka panic lalu menyongsong tepat kea rah Nanali berada.. itu bibi Asako..
"Nana!"
hanya suara itu yang terakhir didengarnya.. selanjutnya.. gelap.. tapi sebelum semuanya gelap.. Nanali melihat ada sosok lain di balik mobil ambulans.. seperti seseorang yang lama dia rindukan…
.
.
.
.
"Kemudian bibi Asa membawaku ke rumah sakit ini 3 tahun lalu dan aku masih di sini..sampai aku sadar aku melakukan OBE.."
Nanali mengakhiri cerita kecilnya itu. denting jam memecah keheningan.. Kise hanya diam mematung serius di kursinya. Antara percaya atau tidak dia tak menyangka ada seorang..dan lebih lagi itu adalah gadis kecil yang mendapati kedua orang tuanya terbunuh dan bunuh diri…
"Jaa apa yang kau lakukan selama OBE?" tanya Kise.
"'Menunggu'" jawab langsung pasang tampang cengo bin aneh bin bego.
"Maksudmu menunggu tubuhmu?" tanya Kise agar dia yakin, bufferingnya yang lama itu semakin lama saja.
"Bukan..aku ga menunggu itu, aku menunggu yang lain..?"
sebelum Kise bertanya lebih jauh suara langkah kaki seorang pria dengan rambut hijaunya itu membuat Kise terbelalak.
"Sudah kubilang aku mau ke sini sendiri nanodayo!" gerutu Midorima bersama Akashi dan Murasakibara.
"Habis aku kuatir waktu Minechin dan Kuro chin cerita soal Kisechin di telepon" jawab cowok tinggi gede berambut ungu dengan sekotak pocky di tangannya.
"Murasakibaracchi, Midorimacchi..wuaa bahkan Akashicchi jugaa!?" seru Kise.
Tapi tentu saja yang dilihat oleh ketiganya hanyalah Kise yang terbaring di ranjang bukan 'Kise' yang sedang duduk dengan sweatdrop di kursi. Sedangkan Nanali tertawa kecil di samping ranjang, Nanali menaruh telunjuknya di mulut mengisyaratkan agar Kise tetap tenang.
"Yaah kalau dilihat dia taka pa-apa.. tapi sepertinya dia memang kehilangan 'jiwanya'.. seperti yang Tetsuya katakan" jelas Akashi dengan Emperor eye miliknya.
Percakapan terjadi di sana, Kise hanya geli menatap ketiga cowok setimnya yang bermuka lempeng, sedangkan Nanali memperhatikan dengan tenang.
"Ayo pulang nanodayo..ga ada gunanya bicara pada orang yang sedang tidur" tukas Midorima sambil berlalu.
"Kau ini..sekalipun aku sakit tetap saja bermulut tajam midorimacchi.." keluh Kise.
Saat Akashi menutup pintu seraya Kise berdiri di samping pintu itu sambil tersenyum.
"Jaa ne.. Minna"
suara sayup-sayup itu terdengar di telinga Akashi, dia relfek berhenti dan melihat sekeliling tapi karena menganggap itu Cuma halusinasi diapun kembali menutup pintu.
"Hahaha dia lucu sekali!"tukas Kise.
"Nee.. Onii chan.. malam ini tidurlah di kamar ini, aku ga apa-apa kok.. tenang saja aku mau jalan-jalan" sahut Nanali.
"Eh serius ga mau ditemani?" tanya Kise.
"Nanti aku kembali lagi…aku Cuma mau main sebentar" Nanali melambai pada Kise dan keluar kamar. Kise Cuma anteng di kamarnya sambil memperhatikan tubuhnya yang dirasa sudah agak dingin tapi dia melihat sesuatu melintas di jendela..
"Siapa!?" seru Kise, tanpa sadar dirinya kini sudah hilang dari sana.
.
.
.
Malam itu Akashi, Kuroko, dan Aomine sedang berlatih. Karena Kuroko dan Aomine ikut kelas tambahan Akashi harus mengawasi latihan keduanya secara privat..
Sesaat sebelum Akashi melihat Dunk Aomine, matanya tertuju pada sesuatu… gadis kecil berambut putih..
"Siapa kau?" tanya Akashi relfek membuat Aomine dan Kuroko kaget.
"Ada siapa Akashi kun?" tanya Kuroko.
"Ada anak perempuan.." jawab Akashi.
"Siapa?" tanya Aomine tak melihat siapapun.
"Heee jadi Akashi nii bisa melihatku?" sapa anak kecil itu tiba-tiba sudah di depan ketiganya.
"Huaaaa!" Aomine menjerit. "Kamu..siapa?"tanya Akashi tak menghiraukan apapun.
"Nanali.." jawab gadis itu.
"Aku tak pernah melihatmu" Kuroko ikut nimbrung.
"Ya, Kakak sekalian tidak melihatku tapi.. aku pernah melihat kakak-kakak.." ucapan itu membuat ketiganya kaget.
"Jadi..kau selama ini.." Aomine mencoba menelaah.
"Yup.. OBE-Out of Body Experience.. sama seperti Kise nii chan" sontak Kuroko langsung mendekati Nanali.
"Kise kun dimana? Apa dia juga melakukan ini?" sahut Kuroko.
"Ya.. OBE itu seperti masa istirahat untuk jiwa, tetapi kalau terlambat turun dari kapal ga akan bisa kembali lagi.. Kise nii Cuma bisa 3 hari OBE tapi kalau tidak di awasi maka…" sebelum Nanali selesai menjelaskan sebuah gemuruh membuat Kuroko cs tergelak.
"Apa itu!?" seru Aomine, tapi tidak ada apa-apa.
"Aomine nii.. ga akan bisa melihatnya karena itu ada di 'alam lain'.." tukas Nanali.
"Jaa..lalu..!?"
"Wah gawat.. Kise nii.. dalam bahaya" Nanali mendongak.
"Apa ada apa?" Kuroko tak kalah panic.
"Kise nii terjebak di.. Shizen-shi*alam kematian*" sahut Nanali.
"Haaaahh!?" semuanya(minus Akashi) teriak.
"Lalu kalau dia ada di sana.." Akashi mencoba menebak.
"Kise nii ga bakal kembali lagi…" semuanya langsung mingkem.
"Lantas kita harus apa?" tanya Kuroko pucet.
"Yang bisa kita lakuin Cuma nemuin tubuhnya bukan jiwanya" sahut Akashi.
"Kalian harus ke dunia Shizen-shi…" cletuk Nanali.
"Caranya?!" seru Aomine.
"Kalian harus OBE!" Nanali menggeret mereka bertiga keluar gym dan tiba-tiba seperti terisap masuk ke dunia lain…. Mereka semua.. sudah OBE..!
Bagaimanakah petualangan mereka selanjutnyaa?! Bisakah mereka menemukan Kise? dimanakah Kise berada dan siapa yang membawanyaa?
petualangan penuh kekuatan gaib akan membawa dimensi Kuroko cs pada suatu fakta yang lain!
.
.
.
TO BE KONTINYUU~~
Minaaa akhirnyaaa untung langgeng dah nih chapter
agak ga karuan sihh tapi moga kalian sukaaa~~
okeeehh makasih untuk para readers yang sudah
membacanyaa semoga suka yaaa
OKEH MINNA LANGSUNG SAJA
R^R yaaa
