Chap 2
JAEYONG
JAEHYUN X TAEYONG
NCT
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Meja makan itu terlihat sunyi karena hanya diisi sesosok namja yang menatap seluruh makanan yang terhidang diatas meja dengan tidak berselera.
Namja itu tampan, sangat sungguh. Rahangnya tegas dengan tatapan tajam. Matanya menatap sedih bangku yang seharusnya diduduki oleh satu-satunya keluarga yang ia miliki.
Tapi orang itu tak pernah hadir. Tak pernah lagi ada untuknya.
"setidaknya pulang dan makan bersamaku, apakah sesulit itu Taeyongie"ucapnya dengan suara bergetar.
Sesosok namja tampan mencoba menyibak tirai berharap sinar matahari yang masuk dapat membangunkan princess-nya yang masih tertidur lelap, tapi bukan Taeyong jika ia akan langsung terbangunkan?
Namja tadi berjalan menuju sisi ranjang, duduk ditepian sambil memandangi mahluk Tuhan yang entah mengapa diciptakan begitu sempurna, tepian sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman lembut.
Ia mengangkat salah satu tangannya yang kemudian ia gunakan untuk mengelus surai sang-princess yang selembut kapas.
" Yongie… kupikir ini sudah waktunya kau bangun dari tidur cantikmu sebelum kita terlambat datang dikelas pagi kita hari ini "
"ehmm…" erangan kecil itu menandakan sang-princess yang mencoba untuk terbangun, dan dengan perlahan kelopak mata itu membuka memperlihatkan sepasang mata hitam yang indah bak mutiara.
"pagi Hansol hyung~" sapa sang-princess dengan suara khas orang baru bangun dari tidurnya.
"Pagi Princess~"
Bugh
Dan sebuah bantal mendarat telak diwajah sang namja tampan.
"berhenti memanggilku Princess! , aku namja sama sepertimu jika kau lupa hyung!"
Setelah teriakan tadi, kemudian disusul oleh suara debuman keras yang berasal dari pintu kamar mandi yang ditutup kasar oleh sang-princess dengan tidak berprikepintuan.
Sedangkan Hansol sendiri yang mendengarnya hanya tertawa kecil, " namja(?), hahaha kadang aku memang sering lupa kalau dia namja, tidak ada namja yang suka meraju dan bertingkah menggemaskan sepertinya"
.
.
.
.
.
.
.
.
" Taeyongie~~" sebuah teriakan yang sama sekali tidak merdupun terdengar, sang pemilik suara menghempaskan tubuhnya memeluk sang namja dengan surai putih keungungannya. Sedangkan Taeyong, namja yang barusan dipeluk hanya terlihat pasrah. Cukup terbiasa dengan tingkah ajaib sahabatnya.
"hyung minggu ini Yongie milikku, kau menjauhlah darinya!"
Hansol yang mendengarnya sama sekali tidak memperdulikan teriakan sahabat yakisoba-nya dan malah semakin mendekat kearah Taeyong, menyampirkan salah satu tangan-nya diatas bahu sang sahabat.
"ishh….hyung kau terlalu dekat !, menjauh kau, menjauh dari Taeyongku"
" enak saja Yongie milik kita bersama bodoh! "
"tapi minggu ini jatahku hyung~!"
Orang yang tidak mengenal mereka mungkin akan salah paham mendengar kata ambigu yang dikeluarkan oleh Yuta, tapi untuk sebagian orang yang sudah terbiasa dipaksa mendengar atau melihat adegan-adegan ambigu yang mereka ciptakan, tentu mereka tidak akan ambil pusing.
Yuta – Taeyong – Hansol, ketiganya memang cukup dekat, well mereka sudah menjalin pertemanan sejak mereka belum lahir kedunia hahaha berlebihan kah? Tentu tidak.
Orang tua merekapun sudah bersahabat sejak kecil. Dan untuk sebuah alasan tertentu Yuta dan Hansol bersikap overprotective terhadap Taeyong. Rasa sayang, ingin memilki, dan keinginan untuk terus bersama membuat keduanya benar-benar menempeli Taeyong kemanapun.
Melihat kedua sahabatnya sibuk bertengkar yang mungkin tidak akan selesai dalam waktu singkat, Taeyong memilih meninggalkan keduannya dan berjalan terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ah! Taeyong kau sudah datang, kemari sebentar aku ada perlu denganmu"
"ada apa coach? "
"berapa kali kubilang kau hanya perlu memanggilku hyung Tae" Yunho sang pelatih dancenya memprotes
"arraseo hyung… jadi ada apa? "
" kenalkan dia murid baru namanya Jung Jaehyun, Jae dia seniormu namanya Lee Taeyong"
Taeyong mengalihkan pandangannya kesisi Yunho, baru sadar jika ada orang lain berdiri disampingnya. Taeyong memandang si namja bernama Jung Jaehyun itu dengan salah satu alis terangkat.
Pasalnya namja itu sedari tadi memandangnya intens dengan mata yang tidak berkedip dan mulut yang sedikit terbuka. Ia mulai berpikir apa ada yang salah dengan wajahku?
"Jae…?" pelatih mencoba melambaikan tangannya didepan wajah namja itu, mungkin dia sedikit heran karena bukannya mencoba memperkenalkan diri. Namja itu justru diam dengan ekspresi wajah aneh. Hey, anak ini sedang tidak kerasukan hantukan?
" Jaehyun…!" lagi Yunho hyung mencoba memanggilnya sembari menepuk pundaknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku berdiam disisi Yunho hyung, yang kudengar ia adalah seorang pelatih atau bisa dikatakan guru di kelas dance yang khusus untuk para senior disemester 5.
Lalu apa hubungannya denganku? Bukankah aku baru masuk yang berarti aku masih berada pada tingkat pertama. Yahh simplenya semua mahasiswa di K'ARST diwajibkan memiliki mentor yang merupakan senior mereka di semester 4-7. Dan itu berlaku untuk 2 semester. Dan disinilah aku menunggu seseorang yang akan menjadi mentorku.
Tak berselang lama pintu ruang dance terbuka memperlihatkan sosok yang aku pikir tak nyata bagiku. Hell! Aku masih berada diduniaku kan? Bukan dalam dunia komik atau dunia khayalan yang biasa kulihat di TV ketikaku masih kecil kan?.
Bagaimana cara aku mendeskripsikannya dalam kata-kata ya, bahkan kata sempurna tak cukup untuk menggambarkan seindah apa mahluk Tuhan didepanku ini.
Postur tubuhnya tinggi tapi tak lebih tinggi dariku, tubuhnya ramping, seketika aku mulai berpikir bagaimana ya rasanya mendekapnya dari belakang?, garis rahangnya tegas, bibirnya-tipis- berwarna pink alami, sepertinya itu lembut, bagaimana jika aku kecup?, dan matanya, seketika aku ingin mengerang.
Keindahan macam apa yang kau ciptakan Tuhan, ini sungguh menyesatkan !.
Dan kemudian aku merasakan tepukan dibahuku, mengembalikan kesadaranku.
"N-Nee hyung" dan setelahnya Yunho hyung tertawa menggelikan.
"hahahaha, aku tidak akan terkejut melihatmu terpaku ditempat Jae, semua orang melakukannya ketika pertamakali melihat Taeyong jadi aku tidak heran"
"bagaimana dia cantik kan?" sambungnya
"hyung" namja bernama Taeyong itu menatap Yunho hyung tajam
"ha-ha-ha-ha" aku hanya tertawa garing, well kau benar Yunho hyung dia cantik.
"jadi hyung ada apa?" Taeyong bertanya
"Ah benar! aku hampir melupakannya, jadi Tae mulai sekarang kau akan menjadi mentor Jaehyun"
" ap-apa? Aku sudah menjadi mentornya Winwin hyung, aku tidak bisa menerimanya" protesnya
"tapi winwin sedang cuti semester, jadi kau free"
"tapi hyung kau tahu aku bagaimanakan?" ucap Taeyong masih terus membujuk coach-nya
"aku tahu Tae, tapi aku tidak bisa memilih orang lain selain kau, anak ini- melirik Jaehyun- sedikt berbeda, dan kau adalah murid terbaik yang kumiliki jadi aku tidak bisa menerima penolakan" setelah mengucapkannya Yunho bergegas pergi sebelum kembali mendengar protes Taeyong yang lainnya.
Sepeninggal Yunho, ruangan dance itu didominasi oleh keheningan.
Jaehyun yang sibuk memandangi mahluk indah didepannya dan Taeyong yang sibuk menggerutu tentang coach-nya yang luar biasa menyebalkan pagi ini.
"jadi…Jaehyun-ssi aku Lee Taeyong yang akan menjadi mentormu untuk dua semester kedepan" ucap Taeyong datar.
"Ah! N-nee mohon bimbingannya sunbae" tapi Jaehyun sama-sekali tidak mempermasalkan intonasi suara milik sang senior.
"baiklah, mulai besok kita akan berlatih atau setidaknya berdiskusi tentang masalah pelajaran diruangan ini setiap hari dari jam 4 sore, apa kau mengerti Jaehyun ssi"
"mengerti sunbae!" dan Jaehyun meninggal ruangan itu dengan senyum bodohnya
'Sampai jumpa lagi hyung cantik'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"ini gara-gara KAU !" Yuta berteriak menyalahkan Hansol
"apa? Aku? Yang benar saja. Jika kau tidak mengajak ribut Yongie tidak akn meninggalkan kita" bela Hansol
"itu salahmu yang selalu mengganggu waktu berduaanku dengan Yongie, bukankah kita sepakat bahwa minggu ini adalah jatahku untuk menghabiskan waktu bersamanya~?"
Hansol menatap bingung sahabatnya, nada suara Yuta lebih terdengar seperti rengekan bayi yang sangat mengganggu indra pendengarannya.
"well, aku tidak bisa mempercayakan Yongie seluruhnya padamu selama seminggu"
"Yaa!"
"ngomong-ngomong Yuta semalam dia menelponku" Hansol mencoba mengalihkan pembicaraan
"apa yang sibodoh itu katakan?"
"ck, jaga ucapanmu Yuta. Seperti biasa dia bertanya apa Yongie sedang bersamaku, apa ia sudah makan, dan bagaimana keadaannya"
"hyung disatu sisi aku merasa simpati tapi disisi lain aku juga tak bisa memaafkannya begitu mudah"
"kau benar, apa yang ia lakukan pada Taeyong dulu itu sudah sangat keterlaluan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dentingan dentingan piano mengalun lembut, pemuda Chicago itu menari-narikan jemarinya diatas tuts-tuts piano dengan indahnya. Disatu sisi pemuda dengan suara lembutnya-Moon taeil- mengiringinya dengan bernyanyi.
Mereka berdua terlihat menikmati kegiatan yang mereka lakukan sampai dimana Johnny menghentikan permainannya dan taeil yang menatapnya bingung.
"hyung, tidakkah sikap jaehyun kali ini benar-benar aneh?"
"aneh bagaimana maksudmu john?"
"yaa tentu saja aneh, ini bukan hanya soal dia memiliki bakat atau tidak hyung. Tapi kita berdua sama-sama tahu anak itu bahkan argghh kau tahu maksudkukan hyung?"
Taeil menghela nafas lelah, jika berbicara tentang Jaehyun sejujurnya mereka berdua tidak pernah benar-benar mengerti.
Bagi mereka Jaehyun itu seperti dua sisi mata koin dimana kau hanya bisa melihat satu diantara keduanya.
"hyung I always thought about this before, about he have two faces. The first face, he show to the world and the second face, he never show anyone"
Dan Taeil membenarkan ucapan Johnny dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Note:
Hi ^^~ . I'm sorry for take this long to write this next chap TT-TT
Well. I hope this chap can satisfying you
Maaf ya gak bisa update cepat, masa-masa konsul buat mahasiswa lama sudah dimulai so I'm little busy with my responsibility.
Ada yang mau oneshoot(?)
Tentu aja otp-nya tetep JaeYong wkwk
Dan terimakasih banyak buat Riders yang udah kasih Vy Review juga saran… membantu banget.
Please tell me what are you think about this chap ,
And finally Thanks for reading^^/
Ok, I'm done
See you at the next chap
Bye
Muach~~~~~
