Akhirnya chapter 3 bisa di bikin juga. Arigato yang sudah mereview.
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu punya Koge Donbo!
Char: Hanazono Karin, Kujo Kazune, Kujo Himeka, Kujo Kazusa, Nishikiori Micchiru, Jin Kuga, I Miyon, Sakurai Yuki
Pairing: Karin X Kazune, Himeka X Micchi, Kazusa X Jin
Good Reading & Good Review ^^
Karin Pov
Teng...! Teng...! Teng...!
'Bel sudah berbunyi, saatnya bawa kertas dan pensil, nih' pikirku.
Tiba-tiba, Himeka menghampiriku.
"Karin-chan, mau ke kantin bersama?" tanya Himeka mengajak.
"Gomen, Himeka-chan. Aku mau menggambar dulu" jawabku menolak.
"Ohh..., ya sudah, aku pergi bersama Kazune-chan. Sayonara, Karin-chan" kata Himeka.
Aku mengangguk, aku pun pergi ke tempat yang sepi. Untung saja di taman sedang sepi, tidak seperti kemarin ada Jin.
Aku pun menggambar taman sekolah dengan segenap hati, sebenarnya aku lebih suka menggambar komik, tapi menggambar pemandangan lumayan juga. Aku merasa di belakang ada seseorang. Aku yakin itu pasti Jin atau Micchi, atau mungkin mereka berdua.
"Micchi-kun, Jin-kun, tolong jangan-" kata-kataku terputus ketika menoleh ke belakang.
Ternyata bukan Jin atau Micchi, tapi...
"Ka-Kazune-kun!" kataku.
"ternyata kau menyadarinya ya" kata Kazune.
"A-apa yang kau lakukan disini? tadi bukannya kau pergi ke kantin bersama Himeka-chan?" tanyaku.
Kazune duduk di sebelahku, wajahku sedikit memerah.
"aku sedang ingin sendiri" jawab Kazune.
"sendiri? a-apa aku mengganggu? kalau iya, aku akan cari tempat lain" kataku sambil berdiri.
Kazune langsung memegang tanganku. Lagi-lagi wajahku blushing.
"tidak perlu, aku ingin melihatmu menggambar" kata Kazune.
Lantas wajahku sudah melebihi warna kepiting rebus. Aku kembali duduk di sebelahnya, aku kembali menyelesaikan gambarku. Kazune hanya terdiam melihat tanganku yang lincah saat sedang menggambar.
"selesai..." kataku.
"mana? coba aku lihat" kata Kazune langsung mengambil gambarku.
"mirip juga" kata Kazune.
"hei, Kazune-kun, apa kau tidak lapar?" tanyaku.
"tidak, memang kenapa? kau lapar?" tanya balik Kazune.
"bu-bukan begitu! lagipula, aku sudah makan dari rumah. Hanya saja aku belum pernah melihatmu makan, jadi bertanya seperti itu kepadamu" jawabku.
"aku juga sudah makan dari rumah" kata Kazune.
Suasana hening sejenak, sampai ada seseorang yang memecahkan keheningan.
"Hanazono-san!" panggil Micchi sambil memelukku.
"apa yang kau lakukan Micchi-kun?" tanyaku.
"tentu saja melindungimu disini dari Kori no oji" jawab Micchi.
Kazune terlihat sedikit tersinggung, mungkin dia merasa dirinya yang di bilang Micchi. Kazune langsung berdiri.
"Karin, aku pergi dulu" pamit Kazune.
"eh? nazedesu ka?" tanyaku.
"kan sudah aku bilang aku ingin sendiri" jawab Kazune.
Kazune mengembalikan kertas gambarku, aku mengambilnya. Setelah itu, Kazune pergi meninggalkanku dan Micchi.
"Hanazono-san! sepulang sekolah, kita kencan, yuk!" ajak Micchi.
Ntah mengapa, aku merasa sedikit kesal atas perlakuan Micchi yang membuat Kazune pergi.
"Micchi...!" kataku sambil berdiri.
"Hm? bagaimana?" tanya Micchi.
"jangan pernah dekati aku lagi!" kataku sambil mendorong Micchi membuatnya terjatuh.
Aku pun pergi dari tempat itu.
'Mengapa? mengapa perasaanku jadi seperti ini? mengapa tiba-tiba aku mendorong Micchi? padahal dia sama sekali tidak bersalah, ah! aku terbawa emosi!' pikirku.
Teng...! Teng...! Teng...!
Bel berbunyi, sudah saatnya masuk. Aku merasa tidak enak bila melihat wajah Micchi. Hatiku di penuhi rasa bersalah. Ketika masuk ke dalam kelas, aku menundukkan kepalaku. Aku duduk di tempat dudukku. Sensei pun datang.
"semua, hari ini ada sensei baru yang akan mengajar di pelajaran biologi" kata sensei.
Lalu, datanglah seseorang yang tinggi.
"Konichiwa, aku sensei baru di pelajaran biologi, haikei" kata sensei itu.
Setelah sensei baru itu memperkenalkan diri, pelajaran biologi pun dimulai.
.
.
Teng...! Teng...! Teng...!
Bel berbunyi lagi, pertanda sudah di perbolehkan pulang. Tapi, walau begitu, aku tetap saja belum membereskan buku-bukuku sampai kelas begitu sepi. Hanya ada aku, Himeka dan Kazune di kelas.
"Karin-chan, kenapa kamu belum membereskan buku-bukumu?" tanya Himeka.
Aku tetap tidak menjawab pertanyaan Himeka. Seharusnya aku bisa menghilangkan rasa bersalah ini sedikit demi sedikit.
"kimyona josei" ledek Kazune.
Aku hanya menyeringai di bilang seperti itu.
'bagaimana perasaan Micchi saat ini ya? dia pasti kesal saat ini, padahal kan aku murid baru' pikirku.
Aku berusaha untuk semangat. Aku berdiri.
"tidak apa-apa! aku harus semangat!" kataku sambil membereskan bukuku.
"Karin-chan..." kata Himeka.
"benar-benar kimyona josei" kata Kazune.
"Kazune-sama! Himeka-sama!" panggil seorang gadis dari luar kelas.
"Kazusa-chan" kata Himeka.
'siapa lagi Kazusa?' pikirku.
Setelah itu, datanglah seorang gadis berambut pirang seperti Kazune, matanya juga berwarna biru sapphire. Rambut dan poninya panjang, di bagian belakang rambutnya ada hiasan telinga kelinci.
'sangat mirip dengan Kazune' pikirku lagi.
"Kazusa-chan, kenalkan, ini temanku, Karin-chan" kata Himeka.
"Konichiwa, aku Kujo Kazusa, aku kembaran Kazune-sama dan Himeka-sama, haikei" kata gadis bernama Kazusa itu sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Hanazono Karin, haikei" kataku sambil membalas uluran tangannya.
"Oi, kalau kalian terus berbasa-basi, kapan kita pulang?" tanya Kazune.
"Kazune-chan, sabarlah" kata Himeka.
'Mereka kembar, tapi kenapa Himeka tidak mirip seperti mereka?' pikirku.
"baiklah, Himeka-chan, Kazune-kun, Kazusa-chan, aku pulang dulu ya, subete no sayonara" pamitku.
Aku pun pergi meninggalkan kelas.
Normal Pov
Karin pulang ke rumahnya, hari ini dia pertemuan dengan seseorang. Di rumah, Karin berdandan hingga wajahnya menjadi cantik (Karin: jadi, kalau aku ga dandan, jelek ya? -siapin bogem-). Selesai berdandan, Karin langsung pergi menuju suatu cafe. Ketika sampai di cafe, Karin menghampiri seorang bapak.
"Kyoka" kata Karin.
"Ohh..., Karin, ternyata kau sudah datang" kata bapak itu.
"Iya, jadi ada apa ya pak?" tanya Karin.
"Jadi begini, namaku Christano Moro Karin, apakah kau suka menggambar?" tanya bapak bernama Moro.
"sangat suka" jawab Karin.
"kalau begitu, boleh bapak minta tolong?" tanya bapak Moro.
Karin sedikit bingung, lalu datanglah seorang pelayan membawakan 2 gelas jus.
"aku akan menolong bapak sebisaku, memang ada apa?" tanya balik Karin.
"Bisakah kau menggambar taman umum di kota ini?" tanya bapak Moro.
Karin tersentak kaget, bagaimana tidak? itu karena taman umum kota ini letaknya sungguh jauh.
"ta-tapi..., tempatnya sangat jauh..." kata Karin.
"aku mohon, hanya kaulah harapanku, itu karena gambarmu bagus" kata bapak Moro memohon.
"e-eh...? ba-baiklah, akan ku coba" kata Karin.
"benarkah? arigato, Karin, gambarmu pasti akan ku bayar" kata bapak Moro.
Karin sedikit ragu dengan kata-kata bapak Moro. Namun, Karin sudah terpaksa menerimanya.
"kalau begitu, kapan aku bisa memberikan gambarnya?" tanya Karin.
"minggu depan, di tempat ini" jawab bapak Moro.
"baiklah, kalau begitu, aku pulang dulu" pamit Karin.
Ketika Karin hendak pergi, dia melupakan sesuatu. Karin kembali dan meminum segelas jus yang tadi di bawakan seorang pelayan. Bapak Moro hanya terdiam melihat Karin meneguk jus itu. Selesai Karin meminumnya, Karin pun pergi meninggalkan bapak Moro yang masih terdiam.
"Ohh... tidak, padahal jus itu untuk istriku" kata bapak Moro.
Bapak Moro pun mengeluarkan air mata yang sangat indah.
.
.
.
~To Be Continued~
Chapter 3 selesai
Apa yang akan terjadi pada Karin di chapter selanjutnya?
Review ya
