New Endless Love
©chengminss
Kyumin.
Warning : GS and OOC. dont like dont read.
All of them belong to themselves and GOD. I just borrow their name.
THIS FANFICTION IS REMAKE FROM COMIC "SENSEI I ONCE LOVED" BY SHIRAISHI YUKI. WITH A LITTLE DIFFERENT PLOT.
Review Chapter 2
"Loh? Kau murid baru juga?" Sungmin terdiam. Suara ini...Suara ini... Sungmin gemetar dan membalikkan tubuhnya menghadap namja yang diyakininya murid baru yang menjadi partner piketnya hari ini.
Keduanya terkejut. Bahkan mata keduanya tidak bisa berpaling dan saling menatap dalam waktu yang lama.
Aku tidak bisa bernafas dan tidak bisa mendengar apapun. Perasaan dan tubuhku membeku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Chapter 3
Sungmin terpaku. Menatap namja dihadapannya dengan kedua mata membelalak. Keadaan namja itu pun tidak jauh berbeda. Terkejut tentu saja.
"Kyuhyun!" Seorang siswi berteriak demi mengalihkan perhatian Kyuhyun yang masih saja menatap Sungmin tidak percaya. Kyuhyun tersadar dan menoleh kearah siswi tersebut, meninggalkan Sungmin yang masih menatap Kyuhyun tidak percaya.
"Ada yang bisa kubantu Jihyo-ah?" tanya Kyuhyun dengan suara sedikit tercekat.
Sungmin menunduk dan berusaha untuk memfokuskan diri pada jurnal dihadapannya. Kalimat demi kalimat, kata demi kata, dan huruf demi huruf, Sungmin berusaha untuk membacanya. Namun, pandangannya seketika memburam, tumpukan air sudah berada di pelupuk matanya, membuat kertas di jurnal miliknya terdapat rembesan genangan air mata.
"Kyuhyun! Ayo pergi!" Jihyo bangkit berdiri dan menarik tangan Kyuhyun untuk segera pergi keluar dari kelasnya yang semakin penuh oleh fans Kyuhyun.
"Ah...Aku nanti saja.."Kyuhyun berusaha menolak dengan halus. Dengan perlahan ia menyingkirkan tangan Jihyo yang melingkar dengan erat di lengannya.
"Kami berbicara seperti ini demi kau, Kyuhyun!" Jihyo berteriak dengan kencang. Kini seluruh murid terdiam dan menoleh ke arah sumber suara. Keributan yang disebabkan oleh Cho Kyuhyun dan Nam Jihyo.
"Mungkin kau tidak tahu..."Jihyo kembali bersuara dengan tenang, sembari melemparkan senyum sinis pada Sungmin yang masih menundukkan wajahnya. "Tapi, dia itu Lee Sungmin..." Sungmin tersentak. Tidak, Sungmin tidak memohon agar Jihyo diam dan tidak membocorkan segalanya, Sungmin hanya diam, tidak membantah. "Sebelum kau datang, ia di skors selama satu bulan karena melakukan sex di ruang kesenian dengan pacarnya! Dia anak bermasalah!" Jihyo berteriak dan kini semua pasang mata kembali menatap Sungmin. Memandang Sungmin dengan tatapan super jijik, merendahkan Sungmin seolah Sungmin bukanlah sosok yang harus dihormati, sekalipun itu sebagai teman.
Ah. Dia jadi tahu...
©chengminss©
Angin malam berhembus begitu kencangnya. Namun sejoli itu masih senantiasa berdiam diri ditengah angin dingin yang menerpa. Mengenakan seragam yang tampak manis dan pas ditubuh mereka. Menyampirkan blazer yang tidak seberapa tebal untuk sekedar menyelimuti tubuh yang kedinginan.
"Yah...Bagaimana ya..." Uap panas mengepul disekitar mulutnya setiap kali namja itu mengeluarkan suara ataupun sekedar menghela nafas panjang.
"Aku tidak menduga bahwa kau adalah teman sekelasku..." Keduanya berbicara disaat yang bersamaan. Sungmin masih senantiasa menunduk, dan Kyuhyun lebih memilih untuk tidak menatap manik mata yeoja itu barang hanya sebentar. Terlalu gugup.
"Kau ada dijalan disaat murid harusnya bersekolah. Aku kira kau lebih tua dariku.." ungkap Kyuhyun jujur. Ia mengusap tengkuknya yang hangat dengan tangan kanannya yang dingin.
"Aku sendiri mengira kau lebih tua dariku! Kau tidak pernah bertemu denganku sambil mengenakan seragam!" seru Sungmin tidak mau kalah. Bibirnya mengerucut.
Kyuhyun terkekeh pelan, ia mengangguk mengerti. Toh, menurutnya umur bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan bukan? Bukankah bagus jika mereka berada dalam usia yang sama? Hal tersebut seharusnya berdampak lebih baik untuk mereka.
"Yang tadi siang..." Sungmin tersentak. Sungmin bisa merasakan desakan dari jantungnya yang berdetak sedemikian rupa meminta untuk segera dilepaskan dari tubuhnya. Tangannya gemetar dan mulai meremas ujung rok seragam yang ia pakai. "...itu benar?" Sungmin melemas.
Keduanya terdiam. Kyuhyun semakin merasa bersalah. Seharusnya Kyuhyun tidak bertanya, apalagi hal tersebut termasuk hal yang seharusnya memang ingin Sungmin simpan seumur hidup dan tidak dibukanya lagi. Kyuhyun memejamkan matanya dan bibirnya terus mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri.
"Ya, itu benar." Suara Sungmin menguar dan diterima telinga Kyuhyun dengan baik. Kyuhyun ingin terkejut, namun ia tahu hal itu tidak pantas dia lakukan. Setiap orang pasti memiliki masa lalu yang tidak selamanya baik-baik saja. Ada saat dimana orang tersebut harus merasakan kepahitan, bukankah kehidupan itu bagai roda yang berputar? Ada kalanya ia berada diatas, dan ada kalanya pula ia berada dibawah. Kyuhyun mengerti.
Bagaimanapun Sungmin, ia akan menerimanya. Ia mencintai Sungmin bukan sebagai Sungmin di masa lalu, ia mencintai Sungmin untuk Sungmin yang sekarang.
"Namun aku tidak melakukan sex seperti yang dibilang orang-orang. Mereka menuduhku yang bukan-bukan dan menyebarkan rumor seperti itu." Nafas Sungmin seakan tercekat, namun ia terus berusaha untuk melanjutkan ceritanya. "Kami sudah berpacaran selama enam bulan lebih, telepon dan sms, bergandengan tangan, berpelukan, cium, bukankah itu hal biasa yang dilakukan sepasang kekasih? Kenapa mereka meributkan hal semacam itu?"Sungmin kembali berdiam.
"Namun aku memang merasakan sesuatu yang berbeda darinya saat itu. Ia bukan seseorang yang aku kenal sebagai orang yang berkepribadian hangat. Dia memang sangat berbeda."
©chengminss©
"Baby Min!"Suara itu terdengar begitu merdu ditelinga Sungmin. Sungmin tersenyum sejenak dan berbalik, menemukan wajah namja itu tepat dihadapannya.
"Jungmo-ya!" Sungmin melonjak riang. Jungmo segera merengkuh tubuh mungil Sungmin dengan lengannya yang lebar. "Aku merindukanmu!" Sungmin membalas pelukan hangat milik Jungmo.
"Hei baby, bagaimana kabarmu? Aku tidak bisa banyak menemanimu beberapa hari ini, kau tahu aku sedang sibuk mempersiapkan olimpiade sains ku bersama teman-teman yang lain." Ujar Jungmo sedih. Namun Sungmin membalasnya dengan senyuman hangat dan mengecup bibir Jungmo cepat.
"Baboya! Persiapkan saja olimpiade mu, aku masih bisa sabar menunggumu, Jungmo-ya." Jungmo tersenyum dan mengecup dahi Sungmin lama.
Suara hujan mengguyur kota Seoul dengan begitu derasnya. Koridor sekolah sudah mulai sepi dan murid-murid sudah mulai berlari menembus hujan, ataupun berjalan dengan sebuah payung ditangannya. Kecipak-kecipak air yang mereka buat menciptakan irama-irama hingga menarik perhatian Sungmin yang semula hanya terpaku pada Jungmo.
"Jungmo-ya! Hujan!" Sungmin berteriak panik dan menatap jendela dengan mulut menganga. 'Bagaimana caraku pulang? Bahkan payungku tertinggal dirumah!' pikir Sungmin.
"Ada apa denganmu, baby Min? Ini hanya hujan air, bukan hujan batu?" Jungmo sempat terkejut melihat betapa paniknya Sungmin melihat hujan. Namun Jungmo melihat tidak ada yang salah dengan ini. Jungmo, seseorang yang sangat menyukai sains, tentu mengerti bagaimana proses hujan dapat terjadi dan Jungmo melihat tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
"Jungmo-ah! Bagaimana caranya aku pulang?!" Jungmo menepuk jidatnya keras dan menyadari betapa bodohnya dia. Raja dalam bidang sains ternyata tidak begitu bisa diandalkan dalam hal seperti ini.
"Baby Min, aku tidak membawa payung..."Sungut Jungmo sedikit kesal. Sedangkan Sungmin? Ia melenguh pasrah jika ia memang harus menerobos hujan hingga seragamnya basah kuyub.
"Aku pun begitu, Jungmo-ah. Hhh. Sudahlah, mungkin kita memang harus menerobos hujan untuk hari ini." Sungmin beranjak meninggalkan jendela besar tersebut dan menggandeng tangan Jungmo mengajaknya pergi dari tempat ini.
"Hey, siapa yang menyuruhmu untuk pulang?" Jungmo menarik tangannya yang digenggam Sungmin. Sungmin menoleh sambil mengerutkan dahinya, tidak mengerti maksud Jungmo. "Kita berteduh saja disini sampai hujan reda."
Belum Sungmin mengiyakan, Jungmo sudah menarik tangannya lembut ke ruang kesenian. Sungmin tidak berfikir apapun, hanya terlalu senang dengan keberadaan Jungmo disampingnya.
Jungmo menutup pintu ruang kesenian dan menguncinya. Sungmin sedikit bingung, namun senyum lembut Jungmo kembali meluluhkan segalanya yang berada difikiran Sungmin. Jungmo membawa Sungmin dalam dekapan dan ciumannya.
Semakin lama semakin dalam. Bibir Jungmo menekan bibir lembut ber-shaped M milik Sungmin dan sesekali menggigitnya, menyedot daging kenyal tersebut. Sungmin kehabisan nafas, namun Jungmo tidak mau berhenti.
Sungmin mendorong Jungmo kasar saat ia benar-benar tidak sanggup bernafas dengan benar. Dadanya naik turun, menghirup nafas sebanyak yang ia bisa.
Wajah Sungmin menatap wajah lusuh Jungmo meminta penjelasan atas bibirnya yang memerah dan membengkak seperti ini. Untuk pertama kalinya, Jungmo berlaku kasar dalam ciumannya.
Namun, bukan tatapan menyesal yang didapatkan Sungmin. Kilatan mata itu terlihat menakutkan. Menatap tajam manik mata Sungmin, menyebabkan Sungmin semakin menciut di pojok ruangan.
"Jungmo-ya..." panggil Sungmin lirih. Jungmo seakan menulikan pendengarannya dan terus melangkah.
Es dalam mata Sungmin meluruh. Cairan bening itu terus mengalir membasahi wajah Sungmin yang memerah. Giginya bergemeletuk, serta tangan dan kakinya bergetar hebat. Ia terus menyebutkan kata 'Eomma' didalam hatinya. Menutup matanya rapat-rapat, mendapati kilasan memori saat ia bersama Jungmo menjalani hari-hari yang menurutnya sangat menyenangkan.
'Jungmo-ya. Wae geurae? Kau terlihat sangat menyeramkan saat ini...' Suaranya tidak dapat keluar. Terus berdengung dikepalanya.
Jungmo berjongkok dihadapan Sungmin yang terduduk lemas di pojok ruangan. Bibirnya melengkung membuat sebuah senyuman. Namun lagi-lagi bukan senyuman hangat, hanya senyuman jahat yang ditangkap mata Sungmin. Sungmin meringkuk semakin dalam.
Suara sobekan kain menguar keras, diikuti teriakan Sungmin yang akhirnya keluar dari mulutnya. Jungmo menyentuhnya, dua gundukan yang masih terselimuti kain yang sedikit berbusa berwarna putih. Meremasnya kasar, membungkam teriakan Sungmin dengan bibirnya.
Sungmin memberontak dan menampar keras pipi Jungmo. Jungmo tidak bergeming, ia terus melakukan aktivitasnya menggelayuti gundukan milik Sungmin.
Dan saat itulah...teman-teman, serta guru-guru yang terkejut mendengar teriakan seseorang di ruang kesenian, berhamburan masuk ke dalam ruangan, menatap Sungmin dan Jungmo dengan tatapan sangat terkejut.
Tidak ada yang mau mengerti keadaan Sungmin. Yang mereka ketahui, Sungmin kotor, dan Sungmin sangat menjijikan.
©chengminss©
"Nah, bagaimana? Kau sudah mendengar ceritaku bukan? Bagaimana menurutmu?" Sungmin tersenyum mengahadap Kyuhyun disampingnya.
Aku harus mengatakan kepadanya bahwa kita tidak mungkin bersama lagi. Tapi, aku sungguh berfikir bahwa aku bisa melangkah maju...jika bersama dengan Kyuhyun. Aku tidak mungkin melepaskannya. Aku takut...Aku menderita. Mulutku menolak mengucapkan kata berpisah.
Kyuhyun tidak menjawab. Suasana menjadi begitu hening. Suara kendaraan yang berlalu lalang menemani keheningan mereka.
Bunyi rem berdecit keras. Sebuah bus berhenti dan beberapa orang karyawan dengan kemeja dan jas khasnya turun dari bus tersebut. Melangkah dengan wajah lelah mereka mencapai rumah masing-masing, bertemu dengan keluarga yang menunggu dirumah.
"Lee Sungmin, ayo pergi!" Kyuhyun bangkit dari duduknya dengan senyuman lebar. Menghadap Sungmin yang masih menunduk sambil mengulurkan tangannya.
Sungmin menatap tangan lebar milik Kyuhyun. Oh, mungkin nanti Sungmin tidak akan bisa menggapainya lagi. Ini yang terakhir, jika Sungmin benar-benar sanggup untuk mengucapkan kata berpisah nantinya.
Sungmin menggapai tangan Kyuhyun yang terulur padanya. Balas tersenyum pada namja yang sudah menemani hari-harinya belakangan ini. Melangkah menaiki bus yang entah akan membawa mereka kemana.
"Taman Bermain?!" Sungmin terlonjak, melepas tautan tangan diantara mereka. "Sekarang?" Mulut Sungmin menganga lebar dan Kyuhyun melihatnya. Kyuhyun terkekeh pelan dan mengatupkan bibir Sungmin dengan jarinya.
"Kajja! Kau tidak benci taman bermain bukan?" Kyuhyun menggenggam telapan tangan Sungmin yang dingin dan membawanya dalam kantung blazer miliknya. "Kau kedinginan." Ujar Kyuhyun.
"Aku tidak kedinginan." Balas Sungmin.
"Bisa kau jelaskan mengapa tanganmu beku sekarang?"
Sungmin menunduk dan memilih tidak menjawab sekarang. Membiarkan Kyuhyun membawanya masuk ke dalam wilayah taman bermain.
©chengminss©
WHUURRRR! GOOOOAAARRR!
"Ternyata kau bisa juga naik jet coaster malam, Sungmin-ah. Hahaha" Kyuhyun tertawa begitu keras dan tersenyum begitu lebar.
Sedangkan Sungmin?
Ia merasa dirinya sudah habis dilalap monster-monster mengerikan didalam sana.
"Sungmin-ah, kau marah? Kau tidak bilang jika kau benci taman hiburan bukan?" Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin yang terlihat sangat dalam mood yang tidak baik.
"Hanya scream zone yang aku benci...hiks." Sungmin sedikit terisak.
Kyuhyun menganga.
"Pfftt" Bukannya berniat untuk menenangkan Sungmin yang hampir menangis, Kyuhyun menahan tawa yang sudah sampai di tenggorokannya.
"Ya! Memangnya lucu?!" Sungmin berteriak sebal.
Kyuhyun membawa Sungmin kedalam pelukannya. "Kau manis. Sangat manis." BLUSSH! Seketika wajah Sungmin memerah. Malu.
"...sesaat lagi taman bermain akan ditutup. Terima kasih." Suara seorang wanita terdengar dari speaker yang ditempatkan di seluruh penjuru tempat ini.
Ah...Waktu bersama Kyuhyun memang selalu berjalan begitu cepat...
"Ah, sebentar lagi tempat ini akan ditutup ya?" gumam Kyuhyun. "Kalau begitu, masih bisa ya?" Kyuhyun menunjuk suatu wahana dan Sungmin menoleh ke arah tunjuk Kyuhyun. Bianglala. "Ayo naik itu, Sungmin!"
Sungmin mengernyit tidak mengerti. Belum sempat memberi tanggapan, Kyuhyun menautkan jarinya di antara jari-jari Sungmin. Tersenyum begitu manis dan mengajak Sungmin untuk segera beranjak.
Roda terus berputar, semakin naik dan semakin menanjak. Sungmin menunduk dalam, dalam ruangan sesempit ini, apa yang harus ia lakukan? Sungmin merasa dirinya belum siap dan belum sanggup untuk bisa kembali berhadapan dengan Kyuhyun. Ini masalah yang sangat sulit.
Di ujung matanya, Sungmin menatap keindahan sosok seseorang yang duduk dihadapannya. Tersenyum dengan menawan, bak pangeran dalam dongeng-dongeng. 'Apa yang harus aku lakukan padamu?'batin Sungmin bergejolak.
"Woaaah, pemandangan malam hari disini memang sangat indah!" Kyuhyun bersuara, menghadap Sungmin dan menggenggam tangannya lembut.
Sungmin pun merasa halnya demikian. Gemerlapan lampu membuatnya seakan berada di dunia lain. Merenggut jiwanya keluar dan sejenak melupakan hal-hal yang memang ingin dilupakan.
Sedikit menoleh keatas, Sungmin menemukan sesuatu. Sedikit merabanya, hanya sebuah kertas berisi tulisan yang ditempelkan didalam dinding dekat dengan jendela.
'Mitos Ferris Wheel: Pasangan yang berciuman diatas Ferris Wheel akan bahagia'
"Woah, ternyata ada mitos seperti ini ya di Ferris Wheel?" Kyuhyun bersuara, namun Sungmin tetap diam. Kemudian hening. Beberapa menit hingga akhirnya suara hembusan nafas Sungmin terdengar begitu keras.
"Mitosnya sangat aneh." Ujar Sungmin pelan.
"Mengapa kau berkata seperti itu?" Kyuhyun bertanya dengan wajah bingung.
"Asalkan bersama dengan orang yang disukai, kita pasti akan bahagia. Mengapa harus ada mitos seperti ini?"
Kyuhyun merengkuh Sungmin ke dalam pelukannya. Membenamkan separuh wajahnya pada ceruk leher Sungmin yang sedikit tertutup syal miliknya. Wangi harum Sungmin begitu menguar menggelitik hidung Kyuhyun. Begitu nyaman dan begitu hangat membuatnya ingin berlama-lama merengkuh yeoja rapuh itu untuk sesaat.
Kyuhyun mengendurkan pelukannya dan menatap manik mata Sungmin begitu dalam. "Sungmin, apa kau bahagia?" Urat disekitar leher Kyuhyun menegang. Tatapan mata Kyuhyun yang begitu serius membuat Sungmin mengalihkan tatapan matanya ke arah lain.
"Iya." Lirih Sungmin pelan.
Bahu Kyuhyun merosot dan senyum mengembang di bibir Kyuhyun. Kyuhyun menyentuh bagian belakang kepala Sungmin, dan membawa Sungmin ke dalam ciumannya.
Dihisapnya pelan bibir Sungmin bagai kristal yang begitu mudah hancur. Kyuhyun tahu, Sungmin memiliki trauma yang hebat. Menciumnya perlahan tentunya adalah pilihan terbaik yang dapat Kyuhyun pilih.
Kyuhyun merasakan setetes air jatuh menyentuh pipinya. Ia membuka matanya dan memutuskan pertemuan bibir mereka secara sepihak. Matanya melebar melihat Sungmin menangis memerah dan sudah berlelehkan air mata.
"Sungmin, setelah ini kau ingin aku bagaimana?" tanya Kyuhyun hati-hati.
Tubuh Sungmin tersentak. Matanya melebar dan isak tangisnya mereda. Air mata terus menetes dari dagunya, membuat rok seragam abu-abu miliknya terdapat bulir-bulir air. Jantungnya berdetak begitu cepat seakan ingin keluar dari tempat yang didiaminya.
"Katakanlah." Lirih Kyuhyun. "Hubungan seperti apa yang kau inginkan?"
"Aku mengerti posisiku seperti apa! Aku baik-baik saja! Aku..." Sungmin tidak kuasa mengontrol emosinya dan hendak mengeluarkan segala hal yang ada dipikirannya sehingga setiap kata-katanya saling tumpang tindih.
Kyuhyun memotong sebelum Sungmin sempat berkata lagi. "Aku sudah janji bukan? Aku pasti menjagamu baik-baik."
"Bagiku, perasaanmu adalah segalanya. Jadi, katakan padaku hubungan seperti apa yang kau inginkan, Min." Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin yang bergetar.
Aku pikir, hubungan ini akan berakhir hari ini. Tapi, aku begitu menyukainya. Perasaanku begitu meluap.
"Kita sudahi saja, ya?" kata Sungmin. "Aku tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu, Kyu. Kita berpisah saja." Sungmin tersenyum sedih dengan air mata yang akhirnya kembali jatuh.
"Kalau memang itu yang kau inginkan, hari ini kita berpisah." Balas Kyuhyun.
Aku merasakan Kyuhyun memelukku begitu erat seakan pelukan ini adalah pelukan yang dapat kami lakukan terakhir kalinya. Aku begitu sedih mengingat kenyataan bahwa kami akhirnya berpisah. Namun, saat ini memang pilihan inilah yang terbaik. Aku begitu bahagia dapat menentukan pilihan yang memang sama-sama baik untuk kami berdua. Aku sangat menanti-nanti hari itu. Hari dimana aku bisa kembali memeluknya dengan senyum bahagia, tanpa lelehan air mata.
©chengminss©
Kata orang, memotong rambut setelah putus cinta itu dapat menghilangkan kegelisahan emosional serta membuat seorang yeoja tampak lebih fresh. Sungmin membacanya dari artikel sebuah blog tentang hubungan asmara. Penasaran dengan hasilnya, Sungmin mencoba membuktikan dan memotong rambutnya sependek bahu. Dan pada akhirnya, Sungmin merutuk pada orang yang membuat artikel tersebut. Memotong rambut sebahu membuat wajah Sungmin terlihat bulat dan Sungmin sangat membenci kenyataan bahwa ia terlihat lebih gemuk dari sebelumnya.
Ryeowook dan Eunhyuk menertawainya habis-habisan. Bibir Sungmin mengerucut sebal dan benar-benar berniat menggorok leher kedua kawannya.
Pintu ruang kelas bergeser dan semua mata menatap sosok yang baru saja membukanya. Melihat Kyuhyun yang sudah berdiri diambang pintu dengan mata yang tertangkap sedang mengamati dirinya.
Sungmin sukses menenggelamkan wajahnya kedalam tas sekolah yang berisi buku-bukunya. Oh tidak! Cho Kyuhyun akan berjalan melewatinya!
Beberapa hari setelah kejadian itu, sikap Kyuhyun berubah. Sangat drastis. Kyuhyun bersikap seolah-olah tidak mengenal Sungmin sebelumnya. Menganggapnya sebagai musuh, dan tidak pernah memberi senyum lembutnya lagi pada Sungmin.
Ryeowook dan Eunhyuk yang tidak tahu apa-apa berteman dengan Kyuhyun dan Kyuhyun menanggapinya dengan baik. Namun, tidak untuk Sungmin.
Sungmin yang dikabarkan memang tidak memiliki teman selain Ryeowook dan Eunhyuk juga tetap diacuhkan. Baik Kyuhyun dan Sungmin tidak ada yang berusaha untuk mendekatkan diri terlebih dahulu.
Mungkin hubungan kami memang sudah cukup sampai disini. Meski sendirian, aku pasti bisa tetap tegar. Kyuhyun telah mengubahku. Satu langkah yang diberikan Kyuhyun untukku, akan terus menjadi harta yang sangat berharga untukku. Aku terlalu bodoh berharap bahwa suatu saat dia akan kembali dan memelukku dengan senyuman.
©chengminss©
Setahun kemudian...
Bunyi angin yang bertiup melewati pepohonan adalah satu-satunya hal yang menemani Sungmin di halte ini.
Hari sudah beranjak begitu malam dan hanya langit gelap yang bisa dilihat oleh mata Sungmin saat ini. Tidak ada bintang dan tidak ada bulan, benda langit tertutup awan hitam seutuhnya.
"Mungkin sebentar lagi akan turun hujan." Gumam Sungmin pelan. Tidak begitu banyak orang yang berlalu lalang, mengingat guntur yang sedari tadi saling bersahut-sahutan.
Halte bus ini kembali mengingatkan Sungmin tentang sosok pria yang pernah mengisi hatinya. Pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun. Segalanya berputar di kepala Sungmin, bernostalgia.
Hari itu, salju turun begitu lebat dan Sungmin mengusap-usap tangannya sekedar untuk menciptakan hangat. Kyuhyun berlari dibelakang Sungmin dan tanpa disangka rambut panjang Sungmin tersangkut pada zipper tas Kyuhyun. Keduanya dalam masalah besar.
Itu sudah lebih dari setahun yang lalu...
"Rambutmu semakin bertambah panjang ya..." Sebuah suara terdengar. Sungmin menoleh terkejut. "Lee Sungmin."
Suara yang begitu dirindukannya, wajahnya, hidungnya, kedua matanya, sentuhan tangannya, pelukannya, wanginya. Senyumnya yang begitu hangat membuat Sungmin merasa nyaman. "Kyuhyun?"
Kyuhyun membawa sebuket bunga tulip merah yang tampak begitu menawan. Bolehkah Sungmin berharap bahwa buket itu untuknya?
"Aku...menunggu disini karena ingin memberikan ini untukmu, Min." Suara indah Kyuhyun kembali menyapu gendang telinga Sungmin. Perasaan kian membuncah kala Kyuhyun menyerahkan sebuket bunga tulip merah itu ke tangan Sungmin.
"Eoh? Ucapan selamat lulus?" Tanya Sungmin tersenyum. Sudah lama tidak mengobrol dengan Kyuhyun membuatnya gugup. Bahkan sudah lebih dari setahun yang lalu, namun detak jantungnya masih tidak dapat dikontrol.
"Bukan." Detak jantung Sungmin berhenti sebentar dan Sungmin menunduk malu dengan wajah yang memerah. "Kau tahu tidak arti bunga tulip merah?" tanya Kyuhyun.
Sungmin menggeleng pelan.
"Artinya adalah 'pernyataan cinta'." Ujar Kyuhyun. "Lee Sungmin, selamat atas kelulusanmu, atas kelulusan kita." Lanjutnya.
"Sekali lagi...Kumohon, jadilah pacarku!" Kyuhyun memeluk Sungmin begitu erat bahkan sebelum Sungmin menjawab pernyataan cintanya. Samar-samar terasa anggukan-anggukan kecil Sungmin dibahu Kyuhyun membuat senyuman Kyuhyun mengembang lebih lebar.
Aku mengira bahwa kisah kita tidak akan happy ending. Namun, aku bahagia, bahwa kau kembali disini dan memelukku begitu erat dengan sebuah senyuman khas yang hanya menjadi milikmu. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.
©THE END©
A/N :
Maafkan chengminss kawan-kawan, chengminss sudah mengecewakan kalian semua dengan updatean yang benar-benar tidak bisa ditolelir 4bulan? 5bulan? Yaampun, chengminss ganyangka akan selama itu.
Sudah lama tidak menulis akhirnya kagok. Bingung memilih beberapa kata. Maafin chengminss juga ya kalo ceritanya aneh, gajelas, dan ejaan yang salah, tumpang tindih. Chengminss gatau lagi deh nih ff udah kayak apaan-_-
Have fun ya dengan ff abal ini^^ Semoga suka, semoga terhibur! Chengminss cinta kalian semua!
Satu cerita selesai dan akan dimulai dengan cerita baru lagi, hehe, chengminss sudah punya stok donggg! Minta reviewnya yaaaa^^
Terimakasih juga buat kalian yang masih nyadar sama ff ini:") hiks
Best Regards,
Chengminss
(Tangerang, 17/05/2014, 20:20)
