Hello! agak lama ya release chp 3. terima kasih buat follow 2 orang dan 3 reviewernya.
kancolle is copyright by DMM.(except for OC)
THE OUTSIDER
Ch 3: Understand your ship girls
"fuha…..capeknya. mengurusi dokumen ini itu. Tidak ada kerjaan lain apa? Dan kapan kita sortie? Apa para abyssal sudah takut sehingga mereka mulai jarang melakukan penyerangan?"
Kuregangkan tangan ke atas setinggi mungkin sambil menutup mataku. Merasakan sensasi rileks yang tidak kurasakan selama berjam-jam karena semua laporan yang aku kerjakan mulai dari hari pertama tugas sampai hari ini. Mulai dari data transfer resource, keuangan,pemamfaatan sumber daya, hingga pengaturan suplai. Memang Kisaragi yang mulai sekarang menjadi sekretarisku mampu mengerjakan semua itu. Namun, aku juga tidak bisa membiarkannya mengerjakan semuanya. Jadi,terpaksa aku bantu. Tidak kusangka akan sebanyak tumpukan setinggi 1 meter.
Kini setelah 3 hari aku disini, aku mulai mengenal sedikit dari para kanmusu. Mulai dari destroyer divisi 6 akatsuki yang sok seperti wanita, hibiki yang tenang dan pendiam, ikazuchi yang semangat namun loyal, dan inazuma yang begitu pemalu namun kadang memiliki jiwa Gelap. Mereka semua berbeda namun perbedaan itu yang membuat mereka bisa menutupi kekurangan satu sama lain. Ada tenryuu dan tatsuta. Tenryuu yang sebenarnya tomboy ternyata lemah pada keimutan. Sedangkan Tatsuta selalu tersenyum, susah menebak ekspresinya. Ada Ayanami class seperti Ayanami yang tenang dan pengertian, shikinami yang keliatan cuek apapun yang terjadi, ada oboro yang selalu berplester dipipi dan hobi mengoleksi kepiting, akebono yang selalu mengataiku shitty admiral, Ushio dan dada besarnya. Heran padahal dia masih kecil tapi dadanya sudah besar. Ada sazanami pendamping dan penyemangat mereka berlima.
Sisanya, aku dengar dari kisaragi, dan juga para kanmusu saat aku ajak mengobrol. Aku juga menemukan sedikit trivial tentang mereka. Seperti hubungan antara Kaga dan Zuikaku, yang selalu bertengkar. Mungkin mereka harus sortie bersama lain kali. Juga Sendai yang selalu ditemukan tertidur di port dan akhirnya dibopoh oleh Jintsuu. Hampir aku kira dia orang mati. Yahagi yang katanya selalu memakai sarung tangan bahkan saat mandi, juga shimakaze yang katanya pernah terlihat tengah menatapi kura-kura. Aneh sekali, seseorang yang sangat suka kecepatan memperhatikan hewan yang lamban itu.
"hah,,,semua pekerjaan ini membuatku ingin minum sesuatu yang segar."
Aku baru ingat waktu itu kisaragi pernah memberi tahuku sebuah warung makan kecil di dalam base. Warung makan (atau kafe mungkin) yang biasa para kanmusu mampiri jikalau mereka masih lapar setelah makan di kantin. Aku lupa namanya namun aku tau persis dimana tempatnya.
"kalau tidak salah, sebelah asrama aircraft carrierkan?"
Aku berlari menuju asrama aircraft carrier. Dan memang, warung itu ada disebelah asrama carrier. Bagian depan sama persis dengan kantin base. Hanya saja palang nama tempatnya berdiri disamping pintu. Bukan digantung. Selain itu ada flower bed dengan berbagai macam Bunga yang aku tidak tau namanya. Langsung aku buka pintu warung tersebut. Disana berdiri wanita yang terlihat berumur 27 tahun berambut hitam ponytail,memamakai kimono scarlet yang bahunya diikat dengan pita dan menggunakan rok berwana hijau gelap.
"permisi."
"oh selamat datang admiral. Pertama kalinya saya melihat wajah anda"
"ah..iya. ngomong-ngomong anda.."
"houshou. Light aircraft carrier Houshou."
" . saya.."
"admiral Richard Howard. Saya sudah mendengar anda dari para kanmusu disini. Katanya, anda adalah tipe orang yang berani maju ke medan perang dengan hanya peledak disekitar tubuh anda ya? Wah anda benar benar berani sekali."
Aku tersenyum kecut mendengar penjelasan Houshou. Tidak kuduga lelucon ini akan dianggap serius oleh para kanmsu
" jadi…anda mau pesan apa admiral?"
"kira-kira ada minuman untuk orang barat tidak? Saya agak tidak tahan dengan minuman jepang."
"oh…kalau itu, saya hanya punya beer dingin anda mau?"
"ah. Baikla-"
"tapi sekarang musim panas, bagaimana kalau capucino?"
"o-ok la-"
"tapi ini kafe jepang bukan eropa, bagaimana kalau kopi?"
"baik-"
"tapi kopi terlalu biasa. Bagaimana kalu susu?"
"ba-"
Perkataan ku dipotong kembali oleh Houshou. Kejadian ini terus berlanjut selama 30 haus dan panasnya cuaca membuatku memberanikan diri memberikan suara.
"anu… houshou-san"
Houshou terkejut saat aku memanggil namanya.
"ada apa admiral?"
"bagaimana kalau Teh saja."
"baiklah admiral. Teh apa yang anda inginkan? Greentea atau red tea?"
"red tea saja."
"dingin atau hangat?"
"dingin saja"
"baiklah admiral. Akan segera saya siapkan"
tidak butuh waktu lama, Red tea buatan housho sudah siap didepanku. Bau red tead yang sangat khas sudah membuat sendi,otot dan saraf tubuhku yang semula mengeras kini mulai regang. Baunya saja sudah bikin tenang, apa lagi rasanya. Aku sisipi sedikit. Rasanya seperti aku melayang dan tidur diatas awan. Seakan aku merasa berdiri dipadang rumput dimana tak ada siapapun. Ditambah lagi dinginnya the membuat panas ditubuhku langsung merendah. Aku menikmati teh itu hingga tetes terakhirnya
"ya ampun….teh buatan houshou-san memang paling menyegarkan. Apa resepnya?"
"aduh..apa ya. Pada dasarnya saya buat dengan biasa saja. Kebetulan saat itu kongou yang bertugas sasebo pernah kemari dan membawa oleh-oleh red teanya."
"kongou?"
"oh..dia adalah battlecruiser. Atau fast battleship ya sekarang? Dia bertugas sebagai secretary ship bersama admiral disana. Haruna adalah saudarinya. Entah kenapa kok haruna malah disini bukan disana."
KROMPYANG!
Kami berdua kaget dengan suara pecahan tersebut. houshou dengan sigap menuju arah suaranya. Aku hanya bisa diam duduk menunggu housho kembali. Dari jauh aku bisa sedikit mendengar pembicaraan houshou dengan seseorang.
"fusou-san. Anda tidak apa-apa?"
Fusou?
"ehm. Ya. Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit terpeleset saja"
"kalau anda merasa tidak enak badan, sebaiknya anda beristirahat dulu."
"ah..tidak kok. Saya masih mampu."
"tidak bisa. Sebagai boss, saya menyuruh anda untuk beristirahat. Saya akan meminta akagi dan kaga untuk menemani saya. Jadi anda istirahat saja dulu."
Houshou kembali bersama dengan wanita berambut panjang mengenakan kimono conventional dengan bahu telanjang dan rok merah. Diatas kepalanya ada seperti pin rambut berbentuk seperti menara. Warna matanya berwarna merah darah dan kulitnya agak pucat. Apa dia sakit? Wanita itu memberi salam kepada houshou kemudian keluar dari warung. Sepertinya dia tidak menyadariku.
"dia Fusou. Battleship fusou. Penampilannya memang begitu. Saat pertama kali dia dipindahkan kesini, dia memang sudah kelihatan pucat. Pernah suatu hari saya tidak sengaja menemuinya di pinggir bukit karang dekat laut. Saya pikir dia akan bunuh diri. Eh ternyata dia hanya memandangi laut. Daripada dia melakukan kegiatan yang menimbulkan salah paham, saya ajak saja dia bekerja disini."
"ho…begitu ya."
"dia pernah bercerita bahwa dia selalu sial sehingga akhirnya dimarkas maizuru dia dibilang pembawa sial. Mungkin itu yang selalu membuatnya sedih dan tampak pucat."
Aku berdiri kemudian mengeluarkan dompetku.
"berapa tehnya houshou-san?"
"eh? Untuk admiral saya gratiskan."
"ah tidak apa-apa kok. Saya juga orang markas ini. Jadi saya wajib bayar"
"tidak usah admiral. Anda baru pertama kesini, jadi saya gratiskan saja"
"hm…baiklah. Tapi ijinkan saya membantu warung anda ya nanti."
Aku segera keluar. Houshou-san melambaikan tangannya
"Nah pikiranku sudah tenang! sebaiknya dibawa jalan-jalan saja"
Aku berjalan melewati vault-vault penyimpanan resource. Sembari berjalan, aku melihat mulai dari para kanmusu yang bersama dalam satu kelompok tengah bercanda, kucing yang lewat. Dan rasanya kucing itu punya kekuatan mistis. Berjalan dipinggir pagar pembatas, dan merentangkan tangan. Sensasi tenang dari teh houshou masih bisa kurasakan.
Saat aku melewati pinggiran bukit, aku melihat seorang wanita tengah duduk disana. Aku menghampirinya.
"fusou-san?"
"ah! Admiral! Selamat siang"
Kubalas salamnya sembari duduk disampingnya.
"apa yang sedang admiral lakukan disekitar sini?"
"oh.. aku hanya ingin menenangkan diri dulu. Lelah setelah 3 hari mengerjakan dokumen ini-itu. Kau sendiri?"
" saya tengah menikmati indahnya langit biru"
"ho…."
Suasana mulai hening.
"admiral, mungkin sebaiknya anda pergi"
"kenapa?"
" saja."
" apa karena kau pembawa sial?"
Fusou tampak terkejut lalu menghadap wajahnya padaku. Aku bisa melihat dari mata merahnya yang mulai basah.
"sebenarnya aku tidak tau apa itu kesialan"
"eh?"
Aku berdiri sembari memperbaiki topiku. sementara fusou tetap terduduk.
"ya. Aku tidak percaya dan tidak tahu apa itu kesialan. Hanya saja, sewaktu SMA aku pernah mengalami kejadian-kejadian aneh seperti jatuh dari tangga, masuk tempat sampah saat bermain skateboard dan lain-lain."
"fufufu itu namanya sial admiral"
"eh? Seperti itu ya namanya sial? Apa itu baik?"
"tentu saja tidak admiral"
Fusou menantap kembali kelangit.
"hm…kalau begitu, aku hiraukan saja."
"eh?"
Fusou melihat kearahku.
"ya. hiraukan saja. Hal yang hanya membuat sakit bukannya lebih baik dihiraukan saja?"
"anda tidak bisa menghiraukan kesialan admiral. Karena saat anda mencoba menghiraukannya, dia akan segera menghadang."
"kalau begitu lawan. Buatku siapa pun menghalangi jalanku, kuhajar saja dia."
" anda juga tidak bisa melawannya admiral. Dia akan terus menghadang anda. Lagipula sial bukanlah sebuah wujud fisik yang bisa disentuh."
"tidak peduli. Terus saja lawan. Setelah itu buat jadi kawan. Itu yang diajarkan oleh Ryoko di magical pilot ryoko"
Aku mengatakan itu dengan signature pose ala ryoko. Fusou yang melihatnya tertawa dengan suara lembutnya.
"anda benar-benar orang yang lucu admiral"
" benarkah. Pertama kalinya ada yang bilang begitu"
Aku duduk kembali dan fusou kembali menatap ke langit.
"ah..langit begitu biru."
"begitulah."
Kami terdiam beberapa saat. Kemudian, Fusou bertanya sesuatu.
"Admiral, apa itu senang?"
"senang?"
Aku memegang daguku. Bingung harus ku jawab bagaimana. Apa itu senang? Yang kutahu secara gamblang senang itu adalah saat kau merasakan sesuatu yang membuatmu panas dan bersemangat dengan senyum menemani. Tapi apa itu jawaban yang sebenarnya? Semakin ku berfikir, semakin panas turbin otakku. Akhirnya ku jawab seadanya.
"senang itu….bagaimana ya? Seperti saat kau berhasil menggapai sesuatu?"
"maksud anda?"
"ya….gimana ya. Sebenarnya aku juga bingung. Nanti kalau aku jawab dengan jawabanku sendiri, kau malah kebingungan."
"tidak apa-apa kok admiral. Jawab saja."
Aku mulai berpikir lagi. Mengatur kata-kata menjadi sebuah kalimat yang akan menjadi jawaban atas pertanyaan yang begitu mudah namun juga Ambigu. Kupikirkan selama 5 Menit. Fusou masih melihatku dengan mata penuh harapan. Mata yang sangat sulit aku tolak dengan berbagai alasan. Akhirnya sambil berbaring, kujawab sesuai dengan apa yang kupikirkan
" hm….senang itu, seperti jawabanku sebelumnya. Bisa menggapai sesuatu. Terutama sesuatu yang sangat diinginkan. Seperti, mendapat sandwich saat dikantin, atau mendapat nilai terbaik disekolah. Sebenarnya, tidak hanya menggapai sesuatu saja, namun juga seperti bersama seseorang yang paling tersayang dan terpenting dalam hidup. Itu juga bisa disebut senang."
Tidak ada balasan. Sudah pastilah. Jawaban se-ambigu ini mana mungkin bisa diterima. Justru akan menimbulkan pertanyaan lebih banyak lagi. Namun sepertinya tidak begitu dengan Fusou.
"kalau seperti itu, saya tidak akan pernah merasa senang."
Aku segera bangkit dengan mata menatap Fusou.
"Selama Di maizuru, aku tidak pernah mendapatkan apapun. Kemenangan, gelar, ataupun posisi tertinggi sebagai Flagship. Senyum yang saya lihat saat admiral di maizuru mendapatkan saya pertama kali hanya sesaat. Setelah tau performa dan data tentang masa lalu saya, beliau mulai menahan saya untuk berkembang. Setiap harinya hanya terus berkeliling markas. Sendirian. Tak ada yang menemani. Rasanya malu melihat para CA dan kapal yang kelasnya dibawah saya pulang dalam keadaan minor damage sedangkan saya hanya sekedar berkeliling seperti orang tanpa pekerjaan. Pernah suatu hari saya meminta Admiral disana, untuk mengkonstruksi Yamashiro. Saudara perempuan saya. Namun beliau tidak mau karena sudah pasti hasilnya adalah orang seperti saya. Yang tidak berguna dan hanya menghabiskan resource saja. Saat itu saya mulai sadar bahwa saya tidak akan pernah mendapatkan sesuatu. Yang saya lakukan hanya mengikuti keadaan."
Aku terus memperhatikan ekspresi serta gerak mulutnya. Memahami apa maksud dari ceritanya kata per kata.
"Kemudian beliau memerintahkan saya untuk pindah tugas di markas ini. Saya semakin sadar bahwa saya hanyalah pembawa sial jadi saya terima perintah itu. Dan disinilah saya. Tetap duduk dibukit sembari menatap langit biru. Sendirian."
Aku berdiri dari dudukku.
"ini bukan maizuru, fusou."
"eh?"
Aku terus berdiri sembari menatap langit.
"iya. Ini bukan maizuru. Jadi kau bukanlah Fusou yang lemah dan payah lagi seperti di maizuru. Ibarat sebuah baju, sekarang kau memakai baju yang baru. Jadi kau harus melupakan semua kenangan buruk dimaizuru dan menjadi orang yang berbeda. Jadilah lebih baik."
"percuma admiral. Setiap kali saya menatap lautan, selalu saja teringat apa yang terjadi di maizuru."
"seperti kataku tadi Fusou. Ini bukan maizuru. Memang di Maizuru ada laut. Tapi ini lautan yang berbeda, bukitnya berbeda, struktur tanah berbeda bahkan isinya pun berbeda. Kau berada di Yokosuka. Maka jadilah orang Yokosuka."
Fusou diam sesaat. Benar benar konseling yang sangat memalukan bagiku. Aku hanya mengeluarkan kata-kata semampuku saja. Kemudian, senyum keluar dari mulut Fusou.
"baiklah. Terima kasih Admiral. Saya jadi lebih baik sekarang"
"oh iya. Gimana kalau kau ikut aku kekantor?"
"eh?"
Tanpa peduli, aku menarik tangan Fusou dan berlari menuju markas. Aku ingin menunjukkan sesuatu padanya.
"admiral, apa yang ingin anda lakukan bersama saya dikantor? Ditambah lagi dimana Kisaragi?"
"Oh…aku menyuruhnya mengirim surat ke kantor post di kota sembari membiarkannya istirahat bersama mutsuki. Mungkin sekitar 1 jam dia akan kembali"
"jadi hanya ki-kita berdua?"
"yap. Dan kau taukan apa yang dilakukan 2 orang berbeda jenis sendirian?"
Aku menggodanya. Wajahnya mulai memerah. Dia tidak berani menatapku dan menutup matanya. Saat matanya tertutup aku membuka pintu closet dan Kuambil 1 Xbox 360 beserta controllernya juga sebuah TV flat screen
"karena kau sudah menutup matamu, maka jangan kau buka sampaiaku suruh"
Aku menyiapkan semuanya, mencolokkan kabel ke stopkontak, menata dan menghidupkan TVnya, lalu menyiapkan sofa.
"nah Buka matamu fusou"
Fusou terkejut melihat seperangkat Xbox 360. Dia kelihatan heran.
"Apa ini admiral?"
"ini namanya Xbox 360. Game console milik Microsoft. Ini adalah barang favoritku semasa di pearl. Aku dan sahabatku biasanya bermain game dengan xbox dikala kosong. Ayo kau duduk disini."
Fusou Duduk disofa lalu kuserahkan controller player 1. Aku sudah menyiapkan sebuah game yang memang khusus buatnya. Kuhidupkan dan kumasukkan kasetnya. Layar TV mulai berubah dan menunjukkan judul game. Game itu berjudul WARSHIP 2012.
"nah Fusou. Ini namanya game. Dan game ini berjudul WARSHIP 2012. Biasanya pake system online. Tapi game ini juga menyediakan misi-misi single player. Kau pilih yang misi single player disana."
Aku menunjuk kalimat "single player" paling atas. Fusou dengan gugup menekan tombol D-pad atas kemudian menekan tombol A
"nah lalu kau pilih modenya, skirmish, training atau campaign. Aku sarankan kau pilih training saja karena kau baru,"
Fusou menekan D-pad bawah lalu menekan tombol A. sampailah dimenu memilih kapal
"sebenarnya kau bebas memilih kapal apa saja. Tapi sebaiknya kau pilih wujud aslimu saja."
Dia akhirnya menemukan kapal asli dari dirinya. Wajahnya sangat terlihat bahagia dan terkagum-kagum melihat design kapalnya dalam bentuk 3D. kemudian dia menekan tombol A. layar berubah menjadi hitam dengan tulisan Loading dan logo naval di tengah.
"admiral, ini pertama kalinya saya melakukan hal yang disebut dengan bermain game ini. Jadi mohon maaf jika ada kesalahan."
"ah…sudahlah salah juga tidak apa-apa. Lagi pula ini hanya game. Lihat sudah dimulai"
Layar akhirnya menunjukkan gameplay. Fusou mengikuti tutorial yang ditunjukkan di layar. Mulai dari menggerakkan kapal, mengganti senjata dan target, meluncurkan seaplane, menembakkan senjata lalu menghancurkan target yang ditentukan. Target bertahap dari Destroyer yang tidak menyerang, hingga ke battleship dengan serangan penuh. Aku juga ikut menuntunnya agar dapat menghancurkan musuh. Setelah cukup lama, akhirnya Fusou berhasil menghancurkan battleship yang ditentukan.
"yatta! Akhirnya aku berhasil admiral. Terima kasih sudah menuntun."
"Bagus, usahamu patut diberi pujian. Baiklah langsung ke mode skirmish"
Fusou keluar dari mode training lalu memilih mode skirmish.
" aku pilihkan saja. Hm...nah misi ini. Saving battleship yamashiro. Yamashiro terjebak dalam tembakan musuh, jepang memutuskan mengirim fusou untuk membantu. Misinya adalah berkumpul dengan yamashiro,misi secondarynya menghancurkan semua musuh. Kau akan gagal jika yamashiro hancur terlebih dahulu atau kau hancur."
seketika dia kaget yang membuatku melompat dari sofa.
"yamashiro? Kau tidak apa apa? Aku akan segera kesana"
"ahahaha. Fusou-san. Ini hanya game"
"tapi meskipun begitu, dia saudari saya juga, saya harus menolongnya."
Misi dimulai. Laut masih tenang sampai sebuah peluru nyaris mengenai Fusou. Dia melihat kearah tembakan itu. Fletcher sudah menunggu disamping. Fusou menggeret gunnya kesamping kearah Fletcher. adu tembak tidak terhindarkan namun berhasil diakhiri dengan kemenangan fusou. Wajar saja. Yang dia lawan adalah destroyer yang pasti hanya sebuah serangga dimata super dreadnought
"yatta...akhirnya berhasil menghancurkan kapal diluar latihan"
"tetap waspada fusou. Aku yakin musuh berikutnya akan lebih kuat."
Sebuah torpedo meluncur tepat disamping Fusou. Ledakan terjadi dilambung kapal. Fusou yang melihatnya, sangat terkejut sedangkan aku hanya terkejut biasa. Dia membelokkan kapalnya 30 derajat sembari mencari siapa yang menembak. USS Atlanta terlihat saat Fusou melihat menggunakan zooming mode. Salvo langsung dilaksanakan oleh Fusou. 3 senjata 35,6nya tidak kena namun 4 15,2 cmnya mengenai bagian engine dari Atlanta membuatnya tidak bisa bergerak. Fusou mendekati lalu berbelok 90 derajat dan menembaki semua senjatanya ke Atlanta yang tidak bergerak itu. Atlanta Tenggelam.
"fiuh...hampir saja admiral."
"tetap fokus fusou, ini musuh terakhir dan yang paling kuat sepertinya"
Fusou memundurkan kapalnya lalu memutar 180 derajat layaknya kebanyakan stuntman saat akan memutar balik sebuah mobil dengan gaya. Setelah lurus dengan target misi yaitu Yamashiro, dia mengubah speednya menjadi maximum. Sebuah peluru mendarat di artillery Fusou saat dia akan mendekati sebuah pulau kecil. Dibalik pulau itu keluar lah sebuah battleship. USS Iowa berserta 16 inch gunnya. Fusou mulai membelokkan kapalnya 20% ke kiri untuk menghindari tembakan Iowa. Kini HP Fusou sudah 50%. Bisa dikatakan sudah dalam posisi moderate damage. tembakan yang kuat dari Iowa berhenti. Fusou menyetel kecepatannya kembali ke maksimum menuju pinggir pulau. Dia terus memutari pulau menghindari tembakan Iowa.
"admiral, bagaimana sekarang? Saya tidak mungkin akan terus mengelilingi pulau ini."
"fusou, kau langsung ke main objektif dulu. Objektif utamanya kan berkumpul dengan yamashiro."
Fusou menngecek map dan mulai menandai arah dia berikutnya yaitu titik dimana Yamashiro berada. Dengan setelan maximum speed , Fusou berlayar menuju Yamashiro. Sekitar 1 menit dia berlayar. Akhirnya Fusou sampai ke yamashiro dengan iowa yang sudah mulai hilang dari pandangan. Yamashiro kini berada dalam fleet Fusou
"nah fusou, kau sekarang menjadi flagship. Arahkan dia dengan benar dan jaga dia tetap hidup"
"baik admiral. Ayo yamashiro, kita bersama-sama menghancurkan iowa"
"fusou-san, ini hanya game. Kau tidak perlu berbicara dengan game"
" oh! Maaf admiral. saya jadi terpengaruh oleh game ini"
Fusou memposisikan yamashiro agar berada disebelahnya. Iowa mulai lagi adu tembak tidak terhindarkan. Dengan kecepatan tinggi, fusou dan yamashiro mulai menjepit iowa dan kemudian menembakkan 35,6 cm gun mereka masing masing. Iowa terlihat mulai berjalan mundur. Melihat itu Fusou dan Yamashiro maju dengan kecepatan yang sama dengan Iowa. Kini HP Iowa sudah tersisa 3%
"baiklah..yamashiro, ayo kita berikan serangan terakhir kepada kapal ini"
Fusou dan yamashiro menembakkan semua gun yang dimiliki bersamaan. Ini baru pertama kalinya aku melihat kedua kapal bisa menembak gunnya dengan sinkron. Iowa pun meledak kemudian tenggelam. Layar berubah dengan tulisan "mission complete" dan "victory for IJN"
Fusou terdiam. Tak bergerak selamat beberapa menit. Aku melambaikan tanganku didepan wajahnya
"halo? Fusou-san?
"yatta...yamashiro? kau melihatnya? Kita berhasil! Kita berhasil menghancurkan kapal musuh! Sekarang aku bukan lagi kapal yang selalu sial! Hore!"
Fusou melempar controllernya kesamping lalu memelukku.
"b-b-baiklah fusou-san tolong lepaskan …dan...jangan berbicara dengan game."
"oh maaf admiral. Andai yamashiro ada disini, mungkin dia yang akan saya peluk"
Hatiku tergugah. Aku baru ingat kalau selama ini fusou sendirian. Dia melewati masa kelam di maizuru sendirian. Dia sempat meminta untuk dikonstruksikan yamashiro namun admiral disana tidak mau. Mungkin, sebaiknya harus kubuat Yamashiro untuknya agar ada yang menemaninya duduk dibukit, atau bermain game seperti sekarang.
"nah sekarang kau pahamkan apa artinya senang?"
"iya admiral, terima kasih sudah menunjukkan ini pada saya. Mulai sekarang, saya akan berlatih dan memasang senyum bahagia ini."
"baguslah. Pertahankan itu. Kau memang cantik dengan senyum alami itu."
Wajahnya mulai memerah malu. Benar-benar cantik sekali. Tidak terasa waktu sudah sore.
"wah. Sudah sore. Baiklah admiral, saya sebaiknya kembali ke warung milik Houshou. Saya harus membantunya hari ini. Kali ini, dengan senyum"
Fusou segera pergi dari ruangan ku
"well, karena sudah aku keluarkan, sebaiknya aku main saja"
Saat akan kumulai permainan, Kisaragi muncul. Dia kelihatan agak kesal dengan senyum palsunya
"jadi ini alasan anda menyuruh saya pergi kekantor pos? Agar anda bisa bermain game sepuasnya?"
"eh? Bukan kisaragi! Kau salah paham! Aku bisa jelaskan!"
"tidak perlu penjelasan! Mulai sekarang, main game hanya waktu tertentu dan harus seijinku!"
Sejak saat itu, aku diperbolehkan bermain game dengan ijinnya. Yang bahkan tak pernah kudapatkan karena selalu dihadang oleh laporan yang terus diberikan olehnya. Tidak kusangka, Kisaragi yang tubuhnya kecil ternyata bisa segalak dan setegas ibuku. Tapi saat itu pula, aku mempelajari struktur dan tata cara melakukan konstruksi. Aku juga bertanya pada kisaragi bagaimana melakukan konstruksi yang baik agar hasil bisa sesuai dengan yang aku inginkan. Setelah mempelajari selama 4 hari, akhirnya aku mencoba untuk melakukan konstruksi dibantu dengan Kisaragi.
Kami sampai di gedung konstruksi. Kisaragi menekan tombol yang terletak diluar gedung kemudian sebuah Monitor dan keyboard keluar.
"baiklah admiral. Berapa takaran resource yang mau anda gunakan?"
"hm...coba 400 fuel, 100 ammo, 600 steel dan 30 bauxite"
Kisaragi mengetik takaran yang kusebutkan. Aku melihat prosesnya lalu keluarlah sebuah Timer dan juga sebuah tulisan bertuliskan 'yamashiro' dengan Timer sekitar '3:00:00'
"yamashiro. Kita mendapatkan yamashiro kan?"
"iya admiral. Sekarang battleship kita bertambah menjadi 5"
"yeahoo...! dia pasti senang mendengar berita ini"
"dia? Siapa 'dia' admiral?"
"nanti kamu tahu kok"
Kami menunggu hingga timer selesai. Waktu sudah berjalan selama 2 jam 55 menit. Tinggal 5 menit lagi, konstruksi yamashiro segera selesai.
"Kisaragi. Kau tunggu disini. aku mau ke Warung houshou-san"
"oh..ok admiral"
Aku berlari sekencang mungkin menuju warung houshou. Para kanmusu yang aku lewati melihat dengan heran. Hari ini akan kupastikan menjadi hari yang paling membahagiakan buat dirinya. Ku buka dengan keras pintu warung membuat Houshou dan para penghuni warung terkejut
"admiral! Ada ap-"
"dimana Fusou?"
Sesaat kemudian Fusou muncul dari ruangan dibelakang Houshou.
"eh admiral? Ada apa?"
"tidak ada waktu. Taruh nampan itu dan ikut aku."
Setelah menaruh nampannya, kutarik tangan Fusou.
"Houshou-san, aku pinjam fusou dulu."
Segera aku berlari dengan menarik fusou. Sempat kulihat Houshou melambaikan tangannya dengan senyum. Aku berlari sekencarng mungkin menuju gedung konstruksi.
"Kisaragi! Tinggal berapa menit lagi?"
"bukan menit admiral. Tapi detik. Tinggal 15 detik lagi. Oh selamat siang Fusou-san."
"selamat siang Kisaragi-chan"
Fusou kemudian melihatku dengan bingung
"admiral memang siapa yang anda konstruksi?"
"nanti kau akan tau"
Suara bel pertanda konstruksi selesai berbunyi dengan keras. Pintu mulai terbuka dan asap mengepul keluar. terlihat bayangan seorang yang tingginya sama dengan Fusou dengan rambut pendek. Wanita itu keluar perlahan. Dia memiliki penampilan yang sama dengan Fusou hanya saja Menaranya berada di sebelah kiri sedangkan fusou disebelah kanan.
"namaku Yamashiro, saudari paling muda dari Fusou-class. Um apa ad-"
"YAMASHIRO!"
Fusou berteriak kencang membuat yamashiro mengalihkan pandangannya.
"One-sama!"
"yamashiro!"
Aku tersenyum melihat mereka berlari kearah masing masing kemudian saling berpelukan dengan eratnya.
"jadi Fusou-san yang anda maksud ya admiral?"
aku hampir terkejut dengan kisaragi yang sudah disampingku
"ehe..begitulah. selama ini dia selalu sendirian jadi aku beri saja dia teman."
"ho...admiral ternyata baik juga ya"
"hehehe tentu saja dong. Kau pikir aku ini siapa?"
"admiral pemalas yang menyuruh sekretarisnya mengirim surat jauh-jauh lalu dia asik main game"
"kau masih memikirkan masalah itu.?"
"saya harus terus mengawasi anda tanpa lengah sedikitpun"
Yamashiro kemudian melihat kearahku dan kemudian berjalan.
"anda..."
"ah...dia admiral Richard. Richard Howard."
"hoo...kuberi peringatan saja ya. Jangan kau sentuh sembarangan aku ataupun Fusou nee-sama. Atau kau akan mendapat akibatnya. PAHAM?"
"Yamashiro. Jaga mulutmu terhadap petinggimu"
"ah...fusou nee-sama...apapun yang kau katakan akan kuturuti!"
Yamashiro kemudian memeluk dan menggosok-gosokkan kepalanya ke dada fusou. sedangkan aku yang mendengar ucapan yamashiro hanya merinding. Sepertinya ini dejavu.
"terima kasih admiral. Sudah membawakan Yamashiro ke hadapan saya. Saya merasa kebahagiaan saya mulai bertambah admiral. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih"
"ahaha. Tidak apa-apa Fusou. Pokoknya sebagai kakak yang baik, aku minta kau jaga dia. Oh iya. Ada satu lagi sesuatu untukmu. Tunggu disini."
Aku berlari kembali menuju kantorku. Kubuka closet dan kuambil Xbox 360 yang sudah kumasukkan kedalam kardus originalnya dan kubawa kubawa ke tempat konstruksi.
"ini untukmu, Fusou. Jadi kau tidak akan merasa bersedih lagi. Tapi ingat, kau harus tau waktu. Saat aku perintahkan sortie, kau harus berangkat meski Yamashiro memaksamu untuk bermain."
"hey apa maksudmu admiral? Aku ini Adik yang baik dan pasti akan membenarkan yang salah. tidak sepertimu yang pasti hanya bermain game saat kerja! Iyakan?
"Yamashiro, jangan kasar dengan admiral. Berterima kasihlah karena sudah diberikan sesuatu oleh Admiral."
Yamashiro memalingkan badannya. Fusou melihatku lagi.
"terima kasih banyak admiral. Kalau begitu, aku harus kembali dulu sembari menunjukkan kamar baginya"
Mereka berdua kemudian pergi bersama bergandengan tangan. Yamashiro terus menggandeng tangan Fusou dengan erat.
"nah Kisaragi, apa kau masih merasa marah atas kejadian sebelumnya?"
"memang benar anda menyerahkan game itu. Tapi kewaspadaanku tetap tinggi."
"ayolah kisaragi! Lupakan kejadian itu!aku sudah berubah untuk tidak bermain game lagi! Lihat..Xboxku sudah kuberikan kepadanya!"
Dia pergi menjauh yang kemudian aku kejar. Aku berharap, kedua bersaudara itu tidak merasa sedih lagi dan terus tersenyum lebar.
