Ketemu lagi di chapter ini, maaf chapter ini updatenya agak lama, abis melewati pekan Ulangan Umum dan MID terjadilah kesibukan lainnya jadi.. Ya, begitulah.
My Acting Partner
By Felicita-chan
Naruto © Masashi Kishimoto
.
Rated T
.
Pairing : Sasuke U. Naruko U.
.
Warning : typo, OOC, gaje, ga nyambung, alur kelambatan/kecepetan, cerita/kata diulang-ulang, aneh dsb.
.
Happy Reading
Third Act : Fans
*Normal P.O.V*
"Nii-chan cepatlah bangun, kau akan telat nanti." Ucap Naruko membangunkan nii-channya.
"Tunggu sebentar Naruko.. Nii-chan masih ngantuk.." Kata Naruto sambil masih setengah tidur.
"Aah.. Padahal kaa-chan sudah buat ramen khusus untuk Naruto." Kali ini Kushina yang menghasut, telinga Naruto menajam, ia langsung duduk dengan mata melek dan berbinar-binar.
"Aku sudah bangun, Kaa-chan!" Ucap Naruto sambil hormat gajelas, Naruko dan Kushina sweatdrop, Kushina adalah nama ibu dari Naruto dan Naruko, dan istri dari Minato, ayah Naruto dan Naruko, memang pusing berputar-putar, author juga pusing jadi lewati saja penjelasan ini..
"Jadi.. Apa?" Kata Naruto. "Apa apanya baka!?" Teriak Naruko kesal, mereka sedang berjalan ke sekolah bersama.
"Sasuke kemana? Aku tidak melihatnya tadi pagi." Tanya Naruto "Uchiha itu sudah berangkat duluan dari pagi, tidak seperti nii-chan masih molor."
"Tentu saja yang diharapkan dari seorang Uchiha." Naruto tertawa garing.
Saat sampai ke sekolah, Naruto langsung disergap oleh Akatsuki. "Naruto, kau sudah membuat kliping.." Pein, ketua Akatsuki menghentikan ucapannya sebentar dan melihat ke sekitarnya lalu berbisik, "Neraka," Dan kembali berbicara normal, "Anko-sensei kan?!" Ucap Pain dengan glare yang sama sekali tidak menakutkan malah bisa membuat tertawa.
Anko-sensei yang mendengar kata 'Neraka' tersebut langsung menarik Pain ke ruang kematian.
"Sudah ttebayo!" Teriak Naruto bangga ke Akatsuki yang tersisa dan masih hidup, ia segera membongkar tasnya dengan cepat.
Srek srek..
Srek srek..
"Kok tidak ada ya?" Ucap Naruto polos tidak berniat bertanya.
Ia langsung dicekek oleh Hidan, tangan ditahan oleh Konan, kaki ditahan Itachi, dan badan dikelitiki oleh Kisame.
"Gyaaa! Maaf maaf! Aku pasti lupa memasukkannya semalam! Hentikan! Gyaa!" Teriak Naruto setengah menangis kegelian.
"Sasori-senpai, ada apa?" Kata Tobi yang melihat Sasori menundukkan kepalanya, para Akatsuki berhenti menyiksa Naruto dan menatap Sasori, Sasori tidak menjawab sama sekali.
Ia langsung berjalan mendekat ke jendela kelas yang berada di lantai tiga itu, membukanya, mengeluarkan kakinya ke luar dan-
"Tunggu, Sasori jangan bunuh diri!" Para anggota Akatsuki yang tersisa langsung menarik dan menahan Sasori.
"Lepaskan! Aku tidak ingin menjalaninya lagi! Lebih baik aku mati!" Teriak Sasori setengah menangis.
"Kok jadi dramatis ya?" Ucap Naruto sweatdrop dan semua Akatsuki yang tersisa langsung death glare ke Naruto.
"Apa menatapku seperti itu?" Kata Naruto ketakutan. "Ini salahmu bodoh!" Teriak semua Akatsuki tersisa.
"Jashin mati, Jashin mati" Ucap Hidan pasrah dengan kurang ajarnya.
"Ikan mati.. Ikan mati.." Ini kata Kisame pasrah juga.
"Un..." Ucap Deidara singkat dengan pasrah.
"Sasuke adikku yang tamfan dan berani.." Ini kata Itachi.. Apa hubungannya bodoh?
"Matilah.. Matilah.." Konan menyumpahi Naruto yang membuat Naruto kesereman sendiri.
"Uang selamat... Uang selamat..." Kata Kakuzu mojok sambil menyelamatkan uangnya.. Lah?
Zetsu hanya diam di belakang menunduk tiada harapan, Deidara di pojokan melipat origami, Sasori memainkan boneka Barbienya yang ia bawa- Tunggu.. Barbie? Pein sedang di ruang kematian jadi tolong hiraukan
*Naruto P.O.V*
Ternyata Anko-sensei tidak masuk ke kelas tadi setelah menyeret Pein dan digantikan oleh petapa mesum yang bilang kliping akan dikumpul besok karena Anko-sensei sibuk.
Ia mengatakan Anko-sensei sedang..
'Membunuh Pein'
Kata-kata hambar yang membuat seluruh murid kelas F
'Loncat kegirangan'
Termasuk diriku juga..
Maafkan aku wahai temanku, Pein..
Jasamu takkan kami lupakan..
Anak kelas F pun berdoa untuk Pein.
.
~ MAP ~
.
*Normal P.O.V*
Naruto pulang telat dengan Akatsuki karena harus membebaskan Pein dari ruang kematian.
"Okaeri, Naru-chan!" "Okaeri, onii-chan!" "Okaeri, Naruto." "Hn.." Sapa semuanya saat Naruto kembali.
"Okaeri semua. Hei, ayam, kau mau sampai kapan di sini gratisan?" Tanya Naruto gak tega setengah jatah makannya yang berharga dibagi ke Sasuke.
"Sampai tahun depan." Kata Sasuke datar, saat Naruto baru mau meledakkan protes Sasuke menyambung kata-katanya, "Bercanda."
"Aku tidak tahu seorang ayam bisa bercanda." Ucap Naruto sarkastik.
Ia kembali tenang dan memakan makannnya dengan ganas karena ia sudah lapar berkat ikut tersiksa dengan Akatsuki tadi di ruang kematian. (Read : Ruang TIK).
Walau Ruang TIK adem dan banyak komputer, ruang tersebut merupakan sarang dari guru terseram di sekolah, maka dari itu, ruangan itu berjulukan ''T'akut s'I'ksa 'K'ematian'.
"Naruko.. Jangan ambil narutonya.. Nyam.. Nyam.." Kata Naruto mengingau Naruko nyolong naruto dari ramen-nya.
"Naru-chan, mau sampai kapan kau tidur?" Kata Kushina bersiap memarahi Naruto habis-habisan.
"Apa sih.. Rusa merah.." Celetuk Naruto dalam mimpi indahnya.
"Ha?" Kushina langsung melakukan beberapa tonjokan yang membuat Naruto terbangun dan sekarat.
"Yo! Nii-chan o-ha-you~! Bagaimana perutmu?" Kata Naruko menggoda kakaknya yang baru dipukul tepat di perut oleh kaa-san mereka.
"Diam.. Ayam mana?" Naruko menunjuk ke ruang tamu yang sepertinya sedang banyak sekali tamu dan teriakan, Naruto dan Naruko menghampiri ruangan itu dan melihat Sasuke sedang ditarik-tarik oleh para fans fanatiknya.
"Ke-Kenapa bisa begini?" Tanya Naruto bingung kepada Naruko.
"Tadi mereka datang, mereka bilang Sasuke tidak ada di rumah dan mendapat informasi ia disini lalu mereka lari masuk saat Sasuke menghampiriku." Jelas Naruko.
Naruto hanya mengangguk mengerti lalu menghampiri Sasuke. "Sasu-buagh!" Belum sempat Naruto memanggil Sasuke dengan lengkap, fans fanatik Sasuke sudah menghimpit Naruto dan mendorong-dorongnya.
Naruko kaget dan berlari menghampiri kakaknya yang terjatuh tengkurap dengan dramatisnya. "Onii-chan!" Spotlight dinyalakan di adegan dramatis Naruto dan Naruko.
"Naruko.." "Onii-chan! Jangan bicara! Jika kau bicara maka..!" Naruto mengulurkan tangan kanannya seperti menggapai-gapai, nosebleed mulai keluar dari hidungnya.
"Celana.." "Celana?" Kata Naruko bingung tapi masih dramatis. "Dalam biru." Setelah mengtakan itu Naruto melakukan nyengir kemenangan, Naruko langsung melempar Naruto keluar rumah jauh jauh ke monas.
Sasuke yang melihat itu hanya bisa sweatdrop, Naruko tiba-tiba terpikir sesuatu lalu langsung shock, "Ah!"
Fans itu langsung melihat ke Naruko lagi dan spotlight kembali meneranginya.
"Aku memiliki banyak saudara yang sama seperti nii-chan sifatnya menginap di dalam, cepat lari sebelum mereka terbangun, selamatkan diri kalian!" Kata Naruko dramatis.
Fans itu langsung berbondong-bondong lari karena mempercayai ucapan Naruko, Naruko langsung nyengir setelah fans-fans itu pergi jauh lalu ia tertawa lepas.
"Nyahahahaha! Mudah sekali mengusir mereka!" Kata Naruko tertawa bangga, Sasuke hanya bisa sweatdrop melihat pacar actingnya itu.
Siangnya Naruto telah kembali dari monas pemirsah! Diikuti oleh-oleh sate khas jakarta, soto bali- "Author!" Teriak Naruko, iya iya author minta maaf Naruko-chan- ehem, kita lanjutkan lagi.
"Aku telah memikirkan ide berikutnya!" Teriak Naruto sambil nyengir. "Apa?" Kata Sasuke dan Naruko yang sedang duduk di ruang tamu karena disuruh Naruto.
"Kalian harus date di mall! Anak KEHS kan sering ngumpul di situ!" Kata Naruto dengan nada bangga.
"Tumben kau pintar Naruto." Kata Sasuke datar. "Tentu sa- Hey! Jadi kau mengataiku bodoh secara tidak langsung?!" Teriak Naruto kesal.
"Mau ke mall mana?" Tanya Sasuke kepada Naruko, mengacangi Naruto. "Yang seru apa?" Naruko pun juga mengacangi Naruto juga.
"Hey! Dengarkan aku! Hey!" Naruto masih dikacangin, Sasuke dan Naruko lalu berjalan masuk ke ruang makan meninggalkan Naruto yang hanya bisa diam dengan muka cengo.
Ketukan pintu terdengar, "Naruko, kau lama sekali, sudah selesai ganti baju belum?" "Sebentar lagi nii-chan.." "Sasuke menunggumu di mobil, nii-chan mau pergi, ada hukuman kamfureto dari Anko-sensei menanti di sekolah." "Nii-chan.." "Kenapa?" "Kuburannya mau berapa kali berapa?"
Krik..
Krik..
"AKU BELUM MAU MATI!" Teriak Naruto sambil berbatin, 'Adik sialan...'
Naruto lalu berjalan pergi dengan kesal, Naruko hanya tertawa ria. 50 menit kemudian (lama banget) Naruko baru keluar dari semedinya di dalam kamar yang super duper lama.
'Sasuke mungkin sudah mati kekeringan di mobil, kasihan..' Batin Naruto yang melihat Naruko baru keluar saat ia sedang berjalan keluar dari kamarnya, baru selesai persiapan batin gitu..
"Apa kau menunggu lama Teme?" Kata Naruko tersenyum sambil mengintip lewat jendela mobilnya.
'Jika kubilang ya, dia marah, kalau kubilang tidak, besok begitu lagi...' Batin Sasuke bingung nan galau jadi ia hanya menjawab dengn jawaban khasnya yang tidak jelas "Hn.."
'Kau jeniuzz, Uchiha' Batinnya bangga dengan OOCnya karena telah mendapat jawaban paling tepat dari teka teki terbesar hari ini *?*.
"Apaan maksud dari 'hn' itu?" Tanya Naruko tersenyum yandere. "Ayo jalan." Kata Sasuke mengalihkan pembicaraan, Naruko mengembungkan pipinya kesal lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah lelaki berambut raven itu.
Naruko membentangkan kertas kecil yang merupakan peta Konoha. "Mall yang deket sih Konoha Mall.." Ucap Naruko sambil melihat peta tersebut. Sasuke menjawab "Bukannya di sana katanya malah sepi?" Tanya Sasuke.
"Ngaur dari mana sih kau Teme, itu mall ter-rame di Konoha, aku tau kau itu tipe Forever Alone, aku tau, tapi masa itu saja kau tidak tau." Balas Naruko sekaligus menyinggung Sasuke.
Sasuke sedikit tersinggung dengan kata Forever Alone itu tapi mau bagaimana lagi, namanya juga saudara kembar Naruto sifatnya pasti tidak beda jauh, sama-sama menyebalkan, kalau mulai berdebat tidak akan selesai sampai lawan mengaku kalah, Itulah Naruto.
"Baiklah, baiklah, apa katamu saja." Ucap Sasuke kesal, Naruko lalu menunjuk ke ujung jalan sambil meloncat-loncat di tempat duduknya menghalangi pandangan sekaligus menganggu Sasuke.
"Ayo berangkat!" Teriak Naruko girang, Sasuke masih menahan diri sampai tangan Naruko memukulnya secara tidak sengaja saat sedang meloncat-loncat, Sasuke mulai kesal. Yang tabah eaps Cacuke. *Author mulai alay*
Sesampainya di daerah mall, Sasuke dengan mobilnya dan Naruko memasuki area parkiran, ia memarkirkan mobilnya di salah satu tempat kosong yang sangat jarang terlihat, istilahnya 'Rare' atau 'Epic' atau mungkin 'Legend' di beberapa game online.
Abaikan yang tadi, tadi adalah ngawur random. Setelah memarkirkan mobilnya disana, mereka memasuki area mall, belum lama mereka memasuki mall sudah terlihat banyak anak KEHS dari kecil sampai dewasa.
"Ah, Naruko?! Naruko kan!?" Seorang perempuan berteriak dari ujung, Naruko spontan menoleh.
"Hm.. Apa itu Sasuke-kun? Apa ini kencan?" Tanya lelaki yang sepertinya berasal dari tempat yang sama dengan perempuan tersebut, Sasuke juga menoleh.
'Mereka..' Batin Naruko dan Sasuke berbarengan.
- TBC -
Akhirnya selesai.. Gomen updatenya lama banget, sibuk dari beberapa bulan yang lalu. Gomen chapnya pendek soalnya buru-buru takut gabisa update/ilang/error lagi nanti jadi sekarang update dulu. Gomen yang reviewnya ga kebales, mungkin error, tapi udah author baca semua kok!
Sekian dulu ya, sampai ketemu di chap berikutnya!Akhir kata,
Please RnR, thank you!
