Tittle : What's Poppin?

Rate : M.

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Author : SkinnCho.

Disclaimer : TS, SM, STARDOM, YG Ent.

Pair : DaeLo. TaoRis.

Cast : [B.A.P : All Members], [EXO : Kris, Tao, D.O], [WIN TEAM B : B.I / Kim Hanbin], [Topp Dogg : Hojoon, Xero, B-Joo].

Warning : BL, YAOI, NC21, RATED M, NO FLAMERS, MISS TYPO[s], RNR, AU, DLDR, LEMON, RAPE.

[CHAPTER 3] : BLOW JOB.

" Hari ini kau terlihat senang sekali." Kata Daehyun sambil menyalakan rokoknya ketika Junhong baru saja datang.

Junhong tersenyum lebar ke arah Daehyun dan di balas dengan glare tidak suka dari Daehyun. " Jangan bilang tentang Hoojoon… Lupakanlah orang itu, jika kau ingin bahagia." Kata Daehyun datar seperti biasanya.

" Memangnya kenapa? Itu hak-ku kan?."

" Ya, memang itu hak mu. Tapi aku tidak mau hal ini akan berdampak pada kinerjamu yang tidak bagus itu. Selain itu aku tidak suka melihatmu senang sebelum semua pekerjaan kita beres." Kata Daehyun.

" Ya! kenapa kau selalu menghancurkan mood-ku sih, aku akan kerjakan semua perkerjaanku dengan baik." Kata Junhong kesal.

" Bagus kalau begitu." Sahut Daehyun dingin.

" Memangnya kau tidak pernah menyukai seseorang apa?." Tanya Junhong.

" Apa pedulimu? Aku menomorsatukan pekerjaan dari yang lain. Jadi terserah kau mau bilang aku pemuja keperfeksionisan dalam bekerja atau apa, tapi memang seperti inilah aku. Hanya untuk sekedar memberimu saran, bersiap-siaplah menangis nanti." Kata Daehyun.

" Aku tidak takut, aku akan tetap suka pada Hoojoon, dan akan segera menyelesaikan semua tugasku dengan baik." Kata Junhong.

" Aku tidak bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi nanti, aku sudah memperingatkan." Kata Daehyun.

Hari itu mereka melakukan dubbing lagi. Seperti biasa Junhong masih payah walaupun dia sudah sedikit ada peningkatan. Jika tidak dengan ancaman Daehyun, dia tidak akan bisa melakukan dubbing dengan baik, khususnya saat adegan ranjang.

" Aku harus istirahat, aku tidak bisa konsentrasi lagi…" keluh Junhong saat ditengah dubbing adegan ranjang.

Wajah Daehyun berubah tidak suka. " Berapakali lagi kau meminta untuk istirahat? Inilah hal yang tidak kusuka darimu, cobalah untuk fokus!." Kesal Daehyun.

" Ta… tapi aku sudah tidak tau lagi harus mendesah seperti apa…" kata Junhong pelan.

Daehyun mendesah kesal. Dia mendorong Junhong duduk kembali di kursinya. " Ya! apa yang—"

Daehyun segera membuka celana Junhong dengan cepat. Dan meremas penis Junhong tanpa aba-aba.

" Aaaaghh! Tunggu… Hen—tikann… kumohon…" kata Junhong terkejut.

" Lakukan tugasmu. Mendesahlah!." Kata Daehyun dingin. Junhong sudah tidak bisa menolak lagi saat ekspresi Daehyun sudah sangat marah seperti itu.

" Mmmhh… laku—kan perlahaannh… ugghhh.. ennnghh!." Kata Junhong mencoba untuk bekerja dengan baik.

Daehyun segera memberi blow job papda kejantanan Junhong yang sudah menegang itu, menghisapnya begitu kuat, membuat Junhong merasa sangat nikmat, gigi-gigi Daehyun yang bergesekkan dengan penis Junhong membuat sensasi yang memabukkan bagi Junhong yang terangsang penuh.

" Suck it hard! Eummmhh… nnhh! Fasterrhh! Ini nikmat sekaliiih…" racau Junhong keenakkan.

Tangan Daehyun yang bebas perlahan menyusup masuk ke balik kemeja Junhong, dan memilin nipple milik Junhong hingga Junhong mendesah semakin keras.

" Agghhkk! Uughh.. nnnh! Touch me more…. Ouwwhh… mmhh…." Junhong memejamkan matanya erat-erat menikmati libidonya yang semakin tinggi akibat sentuhan Daehyun.

Saat dirasa Junhong hampir klimaks, Daehyun segera menutuup lubang kejantanan Junhong, hingga membuat Junhong mendesah sekeras-kerasnya, dan meremas kemeja Daehyun kuat-kuat, karena Daehyun masih terus memijat penis Junhong.

" PleaseeLet me cum… arrggh! Ssshh… Eungghh.. akkhh! Ouwwhh.. nnnh!."

" CUT!." Kata Daehyun.

Junhong masih tidak sadar dengan keadaan yang tiba-tiba.

" Eh?."

" Scene ini sudah selesai. Istirahatlah 20 menit, dan kembali ke sini untuk melanjutkan 5 episode selanjutnya." Kata Daehyun sambil bangkit dari tempatnya dan keluar ruangan dengan membawa rokoknya.

" Ya! kau belum menyelesaikan ini!." Seru Junhong kesal karena tidak bisa mendapatkan klimaksnya.

Junhong terlihat sangat kacau dengan kondisinya. Dia segera merapikan pakaiannya, dan segera keluar dari ruangan dengan sempoyongan dan wajah yang tersiksa.

" Ugh… Nnnhh…" desahnya, dia harus segera mendapatkan klimaksnya.

Tiba-tiba dia menabrak Kris saat tidak fokus dengan jalan.

BRUUK!.

Junhong hampir saja terjatuh jika Kris tidak dengan sigap menangkap tubuhnya.

" Junhong? Kau tidak apa-apa?." Tanya Kris terkejut.

Junhong segera berdiri dengan baik, " Nde… maaf." Katanya.

" Kau kenapa?." Tanya Kris.

" Anieyo…" jawab Junhong berusaha untuk tenang.

" Kau terlihat kesakitan begitu, apa kau tidak bisa mengeluarkannya?." Tanya Kris sambil menahan tawa.

" A.. Aku harus pergi." Kata Junhong.

" Butuh bantuan? Akan sangat sakit jika itu tidak segera dikeluarkan." Kata Kris.

" Ti.. tidak terimakasih." Kata Junhong.

Tiba-tiba dengan cepat Kris menarik Junhong masuk ke dalam ruang dubbing miliknya.

" Ya! apa yang kau lakukan?." Tanya Junhong panik.

" Hanya bermain-main sebentar, Tao bilang kau sangat menarik untuk dikerjai." Kata Kris.

" Ya! lepaskan aku!." Kata Junhong berusaha untuk melarikan diri. Tapi cengkeraman Kris jauh lebih kuat darinya.

Kris meremas pelan kejantanan Junhong. " Rasanya sakit kan jika kau tidak bisa mengeluarkannya?." Kata Kris menggoda.

" Kau tidak seharusnya melakukan ini, bagaimana jika Tao tau?." Kata Junhong panik, tubuhnya semakin berkeringat dan ketakutan, baginya Kris juga masih orang asing.

" Dia akan datang sebentar lagi. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya." Kata Kris.

" Kumohon jangan lakukan hal ini padaku." Kata Junhong.

" Ssst.. ini hanya akan berlangsung sebentar saja." Kata Kris sambil meremas kencang kejantanan Junhong. " Arrghhh! Hajimaaahh… eungghhh… please…" mohon Junhong.

" Kau benar-benar sangat imut. Jika aku jadi Daehyun sudah pasti kuperkosa kau tiap saat." Kata Kris.

Tubuh Junhong sangat gemetar dan ketakutan, tidak seperti yang ia rasakan saat Daehyun yang memaksanya.

Tiba-tiba Tao datang, dan melihat Kris sudah hampir menelanjangi Junhong. Wajah Tao segera berubah menjadi senang.

" Wah.. wah.. kau memulai tanpaku hyung. Aku sudah menanti saat-saat seperti ini." Kata Tao.

Junhong terlihat semakin takut, di perkosa dua orang bukanlah sesuatu yang menyenangkan.

" Ya! lepaskan akuu!."

" Sudahlah, menyerah saja, ruang dubbing selalu kedap suara. Jadi Daehyun tidak akan datang untukmu." Kata Kris.

Dengan cepat tangan Kris menyusup masuk ke dalam kemeja Junhong mencari-cari nipple Junhong dan segera memelintirnya. Sedangkan Tao mencium leher putih Junhong.

" Jangaann! Kumohoonn… eungghh.. please… lepaskan akuuu! Emmmnnhh!."

" Kau bahkan menyukainya kan? Nikmati saja." Kata Tao.

Kris segera membuka celana Junhong, dan menyambar kejantanan Junhong yang mulai ereksi. " Kasihan sekali, kau tidak mendapatkan klimaks. Aku akan membantumu merasakan nikmatnya. Tidak butuh waktu lama, kau akan segera kembali pada tugas kerjamu dengan Daehyun." Kata Kris.

Dengan cepat Kris mengubah posisi Junhong hingga menungging siap untuk menusukkan miliknya pada lubang Junhong.

Wajah Junhong terlihat sangat ketakutan. " Jangan… kumohon… hentikan semua ini…" mohon Junhong yang tidak di gubris sama sekali oleh kedua pemerkosanya.

Tiba-tiba Tao mendorong kepala Junhong hingga penis Tao masuk ke dalam mulut Junhong.

" Kau terlalu berisik! Sekarang lakukan blow job untukku." Kata Tao.

JLEEBB!

Suara Junhong tercekat karena penis Tao masuk kedalam mulutnya bersamaan dengan kejantanan Kris menusuknya kuat-kuat jauh tertanam dalam lubangnya.

Tak perlu waktu lama, Kris langsung saja menarik kejantanannya hingga hanya kepalanya yang masih tertanam dan dengan keras melesakkan penisnya masuk membuat badan Junhong tersentak keras sehingga dia terus tersedak dengan penis Tao.

Dengan cepat Kris mengeluar masukkan kejantanannya tanpa ampun di lubang Junhong, junhong sudah terkunci, dan tak bisa melakukan apapun. Lubangnya terasa sangat panas dan perih akibat ukuran Kris yang super besar. Kris terlihat sangat menikmati penetrasinya, lubang Junhong menjepit miliknya dengan kuat menimbulkan sensasi yang nikmat bagi penisnya.

" Ayolah, lakukan blow job dengan benar, tidakkah Daehyun mengajarimu dengan baik hal itu?." Gerutu Tao sambil menarik dan mendorong kepala Junhong dengan cepat dan keras. Sedangkan Junhong hanya bisa menutup mata dan menahan rasa sakit dan kenikmatan dari kedua teman barunya itu.

Setelah puas dengan tusukannya, Kris mengubah posisi menjadi Junhong berada di pangkuannya. Dan Tao segera memposisikan kejantanannya untuk memasuki Junhong juga.

" Ya! a.. apa yang kalian lakukaan?." Tanya Junhong takut.

" Threesome sepertinya menyenangkan." Kata Tao.

Sebelum penolakan Junhong terucap, Tao sudah memasukkan kejantanannya ke dalam lubang Junhong.

" AARRGGHH! Keluarkan! Aku tidak kuat lagihh! Kumohon keluarkaann…" mohon Junhong.

Detik berikutnya Kris dan Tao mengeluar masukkakn penis mereka dengan cepat dan kasar dari lubang Junhong. Ritme mereka berbeda satu sama lain sehingga membuat Junhong merasa sangat perih dan sakit.

" Andwaee!... kumohon berhentii.. ini sangat sakiit! Aakkh! Akh! Mmmhhh! Pleaseehh… stop it!." Pinta Junhong.

" Lubangnya benar-benar masih sempit, sepertinya Daehyun tidak terlalu sering menyodominya." Komentar Tao.

Tangan Kris yang menganggur segera menyambar penis Junhong yang sudah ereksi sedari tadi. " Dia sangat menggemaskan." Kata Kris.

Tubuh Junhong terus tersentak dengan keras selama penetrasi berlangsung.

" Uwaahh! Eunngghh! Akkh! Akh! Akkh! Berhentiihhh… aku sudah tidak sanggupp.. ouuwhh.. haaakkh!."

" Kenapa kau protes? Utarakan juga kenikmatan yang kau rasakan." Kata Tao menggoda sambil menggigit daun telinga Junhong.

Tak lama kemudian dirasakan Junhong sudah hampir mendekati klimaks. Tusukan Tao dan Kris yang semakin cepat dan brutal dengan cepat menjemput orgasme itu.

" AAARRRGGHH!." Seru Junhong saat spermanya tumpah ruah di perut Kris.

" Oh… lihat betapa tak berdayanya dia…" kata Kris senang.

Junhong terengah-engah setelah dia berhasil klimaks. Tapi tusukan itu belum berhenti, karena Tao dan Kris juga mengejar klimaks masing-masing, saat dirasa sudah dekat, mereka mencabut penis mereka dan dengan kasar memaksa memasukkan kejantanan mereka ke dalam mulut Junhong dan klimaks disana.

Junhong terlihat tersedak-sedak hingga sperma mereka meluber keluar dan menetes ke leher putih Junhong.

Setelah penis mereka keluar, Tao membungkam mulut Junhong. " Telan semua sperma itu!." Kata Tao. Tapi Junhong hanya bisa menggeleng keras. " Cepat telan! Atau kami akan memperkosamu hingga lubangmu makin robek!." Ancam Tao tidak sabar.

Dengan terpaksa Junhong menelan semua sperma yang ada dimulutnya.

" Good boy." Kata Tao senang.

" Kenapa kalian melakukan ini?... hiks.." kata Junhong.

" Kami hanya bermain-main. Kau akan terbiasa dengan ini. Kami pernah melakukan sex pada semua dubber disini, jadi jangan kaget." Kata Kris.

Junhong terlihat sangat terkejut. " Tapi, aku tetap tidak mau melakukan sex seperti ini!." Kesal Junhong.

" Sudahlah, jangan marah Junhong-goon. Sudah kembalilah sebelum Daehyun memarahimu." Kata Tao sambil tersenyum nakal.

Junhong segera merapikan pakaiannya dan berjalan keluar.

BRUUKK!.

Junhong terkejut saat tiba-tiba ia terjatuh karena merasakan pinggulnya sangat nyeri. " Eh? Kau sampai tidak bisa berjalan? Padahal hanya 2 penis dalam beberapa menit." Komentar Tao sambil membantu Junhong berdiri.

Junhong menepis bantuan Tao sambil memberi glare tajam, lalu tertatih-tatih berjalan keluar, kepalanya terasa pusing sekali.

" Hati-hati Junhong-goon." Kata Tao.

Junhong melihat jam tangannya, sudah 45 menit berlalu, Daehyun pasti marah karena dia belum kembali. Dia mencoba mempercepat langkahnya tapi itu malah membuat rasa sakit itu makin terasa.

" Ughh… siaal!." Gerutunya mencoba untuk mengendalikan diri.

" Junhongie? Kau kenapa?." Tiba-tiba terdengar suara Hojoon, dilihatnya memang Hojoon terlihat terkejut dan berlari kearahnya.

" Hojoonie—" sebelum dia terjatuh dalam pingsannya Hojoon sudah lebih dulu menangkap tubuh ringkih Junhong.

.

.

.

.

.

Saat Junhong terbangun dia sudah berada di kamarnya, dia mencoba membiasakan matanyadengan cahaya dia ruangan itu, setelah sudah agak sadar dia terbangun dengan panik. Lalu dia menoleh mendapat Hojoon sedang menyiapkan makanan untuknya.

" Istirahatlah dulu, jangan khawatirkan pekerjaanmu." Kata Hojoon.

" Berapa lama aku tidur?." Tanya Junhong.

" Semalaman. Aku sudah sedikit mengobati luka di lubangmu, mungkin nyeri di pinggulmu masih terasa. Aku sudah menegur Tao dan Kris karena ini. Dan aku meminta pengertian Daehyun agar kau istirahat dulu." Kata Hojoon.

" Terimakasih banyak." Kata Junhong.

" Nde. Maaf ya, mungkin ini terlalu keterlaluan karena Tao dan Kris memang seperti itu. Aku juga pernah bernasib sama sepertimu." Kata Hojoon.

" Mereka memperkosamu secara paksa?." Tanya Junhong terkejut.

" Ya. apalagi yang dubber perusahaan ini lakukan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna? Lama-lama kau juga terbiasa. Ini memang sangat tidak adil, tapi mau apalagi kita sudah terikat kontrak dengan perusahaan." Kata Hojoon.

" Berarti mereka juga melakukan itu pada Daehyun?." Tanya Junhong.

" Anieyo. Hanya Daehyun seorang yang tidak pernah mau dan tidak bisa mereka jadikan target. Aura Daehyun benar-benar membuat semua orang tidak mau terlalu dekat dengannya. Kukira Daehyun setidaknya bisa melindungimu dari mereka." Kata Hojoon.

" Seandainya aku bisa jadi seperti itu. Karena aku lemah semua orang bisa berbuat semena-mena padaku. Ini menyebalkan!." Kesal Junhong.

" Jika adikku tau pekerjaan kakaknya ternyata seperti ini, apa yang akan mereka pikirkan tentangku?." Ujar Junhong lirih.

Hojoon menghampirinya dan menepuk bahunya lembut. " Terlambat untuk lari dari semua ini. Kau harus melakukan apapun yang terbaik untuk pekerjaan, jangan khawatirkan tentang adikmu. Selama mereka tidak tau, semua akan baik-baik saja." Kata Hojoon.

Junhong menghela nafas panjang. Entah kenapa perkataan Hojoon benar-benar membuatnya sedikit lebih baik. " Baiklah. Aku akan mencoba lebih keras lagi." Kata Junhong.

" Hyuungg! Kau sudah bangun! Kami khawatir sekali!." Tiba-tiba Hanbin dan Kyungsoo berlari masuk ke kamar.

" Apa yang terjadi padamu hyung? Kenapa kau bisa sakit?." Tanya Kyungsoo.

" Hyung hanya kecapekan saja, sekarang sudah lebih baik. Kalian apa sudah makan?." Tanya Junhong.

" Sudah. Hojoon hyung yang memasakkan kami makanan selama kau sakit hyung. Dia baik sekali." Kata Hanbin yang dibalas tawa oleh Hojoon.

" Terimakasih banyak Hojoonie…" kata Junhong.

" Nde. Jika kau mau aku akan merawat mereka selagi kau ada di kantor. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Kau harus lembur untuk bisa mendapat gaji yang cukup kan?." Kata Hojoon.

" Apa benar tidak apa?." Tanya Junhong memastikan.

" Nde. Lagipula aku juga menganggur sekarang. Aku juga mulai akrab dengan kedua adik kembarmu ini." Kata Hojoon.

" Terimakasih banyak."

Tiba-tiba ponsel Junhong berdering, dia segera mengambilnya. Telfon dari Daehyun.

Dia sedikit merinding jika mendengar Daehyun akan memarahinya memandang ponsel itu hingga beberapa detik.

" Palli, angkatlah, waegeurae?." Tanya Hojoon.

" Nde nde…" katanya sambil mengangkat telfon dari Daehyun.

" Yobosae—"

[[ Ya! neo! Haish… lama sekali sih mengangkat telfonnya!.]] potong Daehyun dengan suara keras dan marahnya.

" Mi.. mian.. ta tadi aku—"

[[ Kau sudah baikan dan tidak mengabari?, kau pikir pekerjaanmu akan selesai? Bos memarahiku lagi, dan kau—]] Potong Daehyun dan tiba-tiba dia terhenti diakhiri helaan nafas kesal, Junhong masih diam menunggu Daehyun melanjutkan marahnya dulu. [[ Aish… sudahlah! Lupakan! Datanglah kesini setelah kau merasa lebih baik.]] katanya ketus nadanya turun 2 oktaf dari sebelumnya.

" Mianhaeyo… Aku akan segera kesana, akan kuhubungi jika aku sudah di jalan…" kata Junhong pelan.

Junhong tidak marah pada Daehyun kali ini, entah kenapa. Junhong berfikir jika dia jadi Daehyun pasti juga akan kesal jika memiliki partner yang selalu menunda pekerjaan, apalagi bos selalu marah, padahal sebenarnya Daehyun tidak salah.

[[ Areo! Sudahlah, akan kututup!]] kata Daehyun membuat Junhong tersentak. [[ Akan kubunuh Kris dan Tao jika bulan ini gajiku tidak turun…]] terdengar gerutuan Daehyun saat dia menjauhkan ponselnya, dan akhirnya percakapan diakhiri.

" Pasti Daehyun?." Tanya Hojoon.

Junhong mengangguk. " Dia memang seperti itu, tapi dia sebenarnya baik kok." Kata Hojoon sambil tersenyum kecil. " Dia memang tidak bisa mengekspresikan sesuatu dengan benar." Lanjutnya.

" Aku mengerti. Hanya saja aku selalu berbuat kesalahan, sehingga dia terus saja memarahiku." Kata Junhong.

" Daehyun adalah partner yang baik, aku pernah menjadi pertnernya untuk beberapa episode, dan dia melakukan semua dengan baik." Kata Hojoon.

" Kuharap aku bisa melakukan hal yang benar di depannya." Kataku.

.

.

.

.

Saat Junhong datang, dia tidak melihat Daehyun di mejanya, kemudian Junhong bertanya pada beberapa staff yang lain katanya Daehyun ada di ruang dubbing. Diapun segera kesana, dibukanya pintu perlahan dan mengintip kedalam dengan hati-hati, dia takut akan menganggu Daehyun.

" Dia tidur…" gumam Junhong pelan sambil melanjutkan masuk ke dalam.

Daehyun terlihat sangat kelelahan, sepertinya dia tidak pulang, kemejanya masih belum ganti sejak kemarin saat terakhir Junhong take dubbing dengannya. Itu membuat Junhong benar-benar merasa amat bersalah karena dia tidak bisa bekerja dengan baik.

Junghong berjalan mendekat kearahnya, sejujurnya Junhong sendiri tidak tau apa yang harus dilakukannya jika Daehyun tidur pulas seperti ini, ' Mungkin dia tidak membaca pesanku tadi. Aku takut dia marah jika aku membangunkannya.' Batin Junhong. Sehingga Junhong hanya duduk dihadapan Daehyun dan hanya melihatnya, menunggu partnernya itu bangun.

' Dia terlihat begitu tenang saat tidur.' Pikir Junhong.

Tiba-tiba Daehyun terbangun, Junhong sedikit terkejut dan menarik badannya ke belakang. Dilihatnya mata Daehyun memerah karena kelelahan.

" Kau sudah disini? Kenapa tidak bilang." Kata Daehyun sambil merapikan dirinya secepat mungkin.

" Aku sudah mengirimimu pesan, mungkin kau belum membacanya. Maaf merepotkanmu." Kata Junhong.

" Apa kau sudah bisa bekerja sekarang?." Tanya Daehyun memastikan.

" Kurasa sudah. Ayo kita lanjutkan." Kata Junhong.

Hari itu, Junhong berusaha sebaik mungkin untuk menghindari Daehyun marah, walaupun terkadang Daehyun masih menegur saat Daehyun membuat kesalahan dalam dubbing. Dan hari itu, mereka berdua lembur hingga pagi. Junhong benar-benar menahan diri tidak mengeluh saat kelelahan ataupun saat dia harus melakukan dubbing adegan ranjang lagi.

Junhong melihat Daehyun sudah sangat lelah, dan sanngat jelas lingkar hitam di bawah mata Daehyun yang membuktikannya, tetapi Daehyun tetap menolak untuk istirahat. Junhong sempat berfikir apakah Daehyun tipe orang workaholic? Atau memang ingin gajinya turun bulan ini?.

Sekitar pukul 3 pagi mereka mengambil istirahat sebentar. Daehyun kembali membuka kaleng kopi yang ke-8 kalinya sejak dini hari tadi.

" Kau selalu marah dan memprotesku, tapi kenapa tidak bisa menolak, dan melawan saat Kris dan Tao mengerjaimu? Jangan buat dirimu mudah untuk dipermainkan. Lainkali jika hal ini terjadi aku tidak akan memaafkanmu. Dan jangan mengandalkan orang lain juga. Disini memang keras, termasuk aku. Aku tau kau benci sex. Tapi aku tau batasanku untuk memaksamu melakukannya." Kata Daehyun, kali ini nadanya datar dan rendah.

Junhong terdiam. Daehyun memang benar, entah kenapa kali ini Junhong tidak bisa memprotes. Mungkin karena Junhong merasa bersalah karena sudah menyusahkan Daehyun.

" Aku tau aku yang salah." Kata Junhong lirih.

" Kris dan Tao juga salah." Sahut Daehyun cepat.

" Tapi aku tetap membutuhkan Hojoon, hanya dia yang—"

" Kau terlalu bodoh sampai menyukainya." Potong Daehyun ketus. " Ayo kita mulai lagi. 2 episode terakhir selesai, aku bisa istirahat dengan tenang." Lanjutnya.

.

.

.

.

Malam itu Junhong kembali pulang, Hojoon masih ada disana, sepertinya dia baru saja menidurkan adik kembar Junhong.

" Bagaimana—"

" Semua baik-baik saja. Aku sudah mengurus mereka berdua. Hanbin mendapat nilai bagus hari ini di sekolahnya. Baru saja mereka tidur." Kata Hojoon.

" Syukurlah. Aku sangat terbantu olehmu." Kata Junhong lega.

" Bagaimana pekerjaanmu?." Tanya Hojoon.

" Sudah baik-baik saja. Aku lembur dengan Daehyun hyung, dan mengejar semua keterlambatan kami. Kurasa bos akan sedikit lebih senang sekarang." Jawab Junhong.

" Bagus kalau begitu. Daehyun memang pintar dalam memperbaiki masalah." Kata Hojoon.

" Hari ini benar-benar melelahkan."

" Kurucho. Aku juga ingin istirahat." Kata Hojoon.

" Kau boleh menginap disini kapanpun kau mau." Kata Junhong.

" Gumawo. Sudah lama aku tidak serepot ini." Kata Hojoon.

Kalau begitu ayo kita istirahat saja." Ajak Junhong sambil berjalan ke kamarnya.

Malam itu Junhong dan Hojoon tidur di ranjang yang sama. Karena memang hanya ada 2 kamar disana. Dini hari Junhong terbangun tanpa sengaja. Dan dilihatnya Hojoon masih tertidur tepat di depannya. Jarak wajah mereka sangat dekat, membuat Junhong sedikit berdebar melihat wajah orang yang ia sukai sedekat ini.

Junhong melihat bibir merah Hojoon seakan tersihir oleh pesonanya. Ingin sekali dia merasakan bibir itu.

Lama kelamaan, Junhong bergerak mendekati wajah Hojoon, debaran di jantungnya semakin kencang, entah apa yang merasukinya hingga dia berani untuk terus melanjutkan geraknya.

Dia bisa merasakan nafas teratur Hojoon menerpanya dan erangan kecil Hojoon saat tidur. Dia mengagumi cantiknya wajah Hojoon. Hanya bibir itu, dia ingin sekali merasakannya. Beberapa detik sebelum bibir keduanya menempel, perlahan Hojoon membuka kedua matanya, dan mendapati Junhong sangat dekat dengan wajahnya. Junhong terkejut saat itu juga, dan…

.

.

.

.

.

.:: To Be Continued ::.

A/N : Oke! Saya sudah apdet sesuai dengan janji saya…

Ini kok semua pada nungguin Treesome-nya XeB-Joon? Hmmm, aku masih belum ngeluarin Xero sama B-Joo, I save the Good for the Last xD

Hmm, mungkin sekitaran chapter 5 baru aku keluarin mereka.

Dan aku nggak mau Zelo jadian sama Daehyun BWAHAHAHAHA *ketawa jahat *digampar readers

Sebenernya Editorku itu lagi mengeluhkan kenapa sih kok banyak FF picisan dan alur mainstream yang mudah ditebak? Semacam Endingnya pasti Happy end, trus tokoh utama bisa pacaran sama pairingnya, ato tokoh utama sakit terus sembuh lagi. Ya saya juga sebel banyak sekali FF yang begitu *kayak punyaku enggak picisan aja. Jadi aku berusaha untuk menghiburnya dengan bikin FF yang alurnya gak biasa.

Dan mencoba merevolusikan FF-ku yang akan aku buat kedepannya, yang berisikan kualitas, tata bahasa, dan cerita yang nggak mainstream tapi tetep disukai pembaca.

Dan btw aku maniak Angst, jadi maafkan saya karena aku nggak nurutin permintaan readers untuk happy end ato kembali ke alur yang mudah ditebak BWAHAHAHAHA *ketawa jahat *dijambak readers

Aku juga lagi gemar bikin FF NC *plak plak makanya FF What's Poppin ini sudah selesai sampai chapter 5 sebenernya.

Dan kenapa aku lama apdetnya? Karena aku nggak ada koneksi internet broooh! Kalau aku apdet berarti ini adalah surga bagiku dan juga kalian yang sudah menunggu.

Readers What's Poppin yang paling banyak negur gua lewat sms btw… -,-a

Hayoooo ketahuan yang fujoshi akut nih BWAHAHAHAHA *ketawa ngejek *dibunuh readers.

Yah dan banyak dari kalian yang dibawah umur! OAO

Jadi apa yang terjadi disini teman-teman? Ayo tunjukkan KTP kalian baru boleh baca. Masih kecil kok bacaannya beginian?

Dihimbau untuk anak dibawah umur jangan baca, apalagi mempraktikan isi FF ini. Jadi kalian walaupun Fujo akut harus tetap berkualitas seperti saya *digampar readers.

Ya saya tau kok, saya aja juga barusan dapet KTP, tapi mau gimana lagi, sudah terlambat untukku karena terlanjut menjadi author FF NC… T.T

Tapi, saya sudah sah untuk melakukannya sekarang. BWAHAHAHAHAHA *ketawa nista *dibacok readers.

Entah kalian mendengar himbauanku atau masih terus baca, itu terserah kalian saja. Tapi kita harus jadi Fujo yang bisa membanggakan bangsa *ngomong ape sih gua?

Oke deh, sampe sini dulu bacot gua… see ya! ^0^/

Mind To review?