Summary : Sepertinya sang pangeran sudah menemukan putrinya, so sayonara. Eitsss aktingku bagus bukan? Karena sampai sekarang dia tidak mengetahuinya,, Chapter 3, RnR please? Final Chapter
Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya tapi milik Yamaha, Crypton
Balas Riview ^^
Harv : Sebenernya ini kisah cinta Luka..hehe Iya, untuk karakternya mereka bertiga, tapi nanti juga muncul karakter yang lain kok
Hikari-me : iya maap ya pendek XD haha, tapi gak bagus tuh dengerin pake volume besar, kurang-kurangin X3.. Ini dia chapter 3 nya
Berliana-Arnetta03 : Ini sudah di update, maap lama
Dan untuk para silent rider terima kasih sudah bersedia membaca ^^
Chapter 3 : Oh I see. So, Longlast yaa!
KRRIINNNGG!
Bel istirahat kedua kembali berbunyi di SMA Crypton ini. Para siswa dan siswi pun banyak yang keluar dari kelas nya untuk pergi ke kantin atau hanya sekedar bersantai di taman
Tiga orang siswa dengan warna rambutnya yang berwarna warni tengah terduduk lemas di bangku taman sekolah. Bagaimana tidak, sehabis istirahat ini mereka akan melaksanakan ulangan Matematika. Hiyama-sensei, guru matematika ini sangat keras, jika ada murid yang remed, dia pasti akan memberikan hukuman berupa soal-soal yang sudah tidak lagi terhitung
"Ah, aku tidak mengerti sama sekali bab Logaritma ini" seru Miku sembari meletakan palanya di atas meja
"Huh, Miku kau harus belajar. Bagaimana jika ulangan matematika mu jelek lagi? Hiyama-sensei pasti akan memarahimu" balas Luka yang sedang sibuk dengan mengotak atik isi dari ponsel Miku
"haha, benar tuh Miku-chan. Mau ku ajari?" tanya Kaito santai
"kalian berdua enak, sudah mengerti. Boleh boleh, mohon bantuannya ya Kaito-kun" ucap Miku sembari tersenyum ramah
Tanpa mereka berdua sadari, gadis bersurai merah muda itu menatap keakraban kedua temannya itu dengan sedih. Bola matanya menyiratkan suatu perasaan yang sedang dia sembunyikan saat ini. Tidak mau memikirkan perasaannya, Luka kembali mengotak atik ponsel Miku yang dia pinjam
Luka POV
Aku menatap mereka sedih. Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, aku tidak dapat mengartikan semua pertanyaan yang ada di kepalaku. Mereka berdua terlihat sangat senang, mereka berdua itu cocok
Huh, aku sudah tidak mau memikirkan perasaan ini lagi. Ku alihkan pandanganku kembali ke ponsel berwarna biru muda milik Miku. Awalnya aku hanya ingin melihat foto bunga sakura yang saat itu Miku foto. Tapi tiba-tiba saja rasa ingin tau ku muncul. Aku ingin mengetahui pesan dari Kaito untuk Miku
Dengan ragu aku menggerakan tangan ku, meng klik tombol open di ponsel Miku
Klik
Bola mata ku langsung mendapatkan sesuatu yang kucari. Dengan cepat ku gerakan tanganku untuk membuka sebuah pesan dari Kaito
DEGH
Bola mataku membulat, jantungku berdetak cepat. A..aku kenapa?
"Miku, besok pulang sekolah aku tunggu kau di taman ya"
Kenapa perasaan ku terasa sesak sekali. Sakit. Sangat sakit. Mukaku terasa panas. Banyak sekali hal yang kupikirkan. Tapi satu hal yang pasti, enam kata yang langsung terngiang di kepalaku setelah membaca pesan itu adalah….
Kaito-akan-menyatakan-perasaannya-kepada-Miku
DEGH
Apa yang harus kulakukan?
A..aku kenapa?
Kenapa perasaan ku sangat sakit? A..aku? kenapa tiba-tiba aku ingin menangis?
Ah ayolah, Luka kau kuat. Bukannya kau ingin membantu mereka?
Tanpa ku sadari, sebuah senyuman langsung terlukis di wajahku. Sebuah senyuman yang aku tidak tau, apakah ini senyuman bahagia atau bukan. Ku klik tombol close, lalu ku kembalikan ponsel biru itu ke Miku
"Miku-chan, Arigatou"
Miku tidak menanggapinya, sepertinya dia sedang seriusnya belajar dengan Kaito. Kalau begitu aku akan ke kelas duluan saja
Normal POV
Miku yang sudah di ajari Kaito berkali-kali, rupanya belum paham betul apa yang tadi diajarkan oleh Kaito. Kaitopun hanya menghela napas melihat orang yang disukainya bertingkah seperti itu
"Nee, Kaito? Luka kemana ya?" tanya Miku tiba-tiba
Kaito pun mengalihakan pandangannya ke sekitar taman, mencoba mencari gadis bersurai merah mudah itu
"sepertinya dia sudah ke kelas duluan" jawab kaito santai
"Heh, benarkah? Kenapa dia meninggalkan kita berdua? Ayo Kaito! Kita juga ke kelas" ajak Miku yang langsung menarik kaito agar mengikutinya
xxxxxx
Dikelas, Luka tengah terduduk sembari memasangkan headset di telinganya mendengarkan lagu dari ponselnya. Di mejanya sudah tergeletak buka catatan matematika yang dia buka. Bola matanya menatap buka catatan itu dengan fokus walaupun sebenarnya, Luka sedang tidak membaca buku tersebut. Dia sedang memikirkan sesuatu yang lain, sesuatu yang mengganggu pikirannya
"Luka-chaaaannn! Kenapa kau meninggalkan kami?" teriak Miku tiba-tiba dari balik pintu kelas di susul oleh Kaito
Dengan cepat Luka menoleh ke asal suara, dan tersenyum kepada si penanya
"Gomen Miku-chan, aku sedang belajar..hehe" jawab Luka berbohong
KRRIIIIINGGG! KRRIINNGGG!
Bel masuk berbunyi, siswa pun dengan cepat kembali ke tempat duduknya masing-masing. Beberapa menit kemudian Hiyama-sensei masuk dengan membawa lembaran soal-soal ulangan
"Hari ini kalian akan melaksanakan ulangan. Jika ada yang ketawan menyontek, akan langsung sensei robek, mengerti?" jelas Hiyama-sensei sembari membenarkan kacamatanya
"iya sensei" jawab siswa yang lainnya
Akaito, sang ketua kelas langsung membagikan soal ulangan tersebut kepada yang lainnya
Waktu untuk mengerjakan soal ulangan tersebut cukup lama. Banyak siswa yang mulai depresi karena tidak bisa mengerjakan beberapa soal tersebut. Salah satunya Miku, dia sudah berkali-kali menghapus jawaban di kertas ulangan tersebut hingga kertas tersebut menjadi lecek, beda dengan Luka yang sedari tadi mengerjakan soalnya dengan lancar
Bola mata gadis bersurai merah muda tersebut terlihat kosong. Tangannya bergerak menulis berbagai macam rumus sedangkan pikirannya sama sekali tidak memikirkan jawaban dari ulangan tersebut. Kini pikiran Luka tengah dipenuhi oleh perasaannya sendiri
Bagaimana nanti dia harus menanggapi ini semua?
xxxxxx
"Tadi itu susaaaahhhh!" gerutu Miku sembari merebahkan badannya di atas bangku taman
"iya, tadi aku juga ada beberapa soal yang tidak ku jawab" balas Luka sembari memasangkan headset dan mendengarkan lagu dengan volume yang di kecilkan
Siang hari matahari bersinar dengan cerahnya. Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Banyak siswa yang langsung meninggalkan sekolah dan ada juga yang masih di sekolah seperti Luka dan Miku ini
"kenapa kita tidak langsung pulang?" tanya Luka santai
"Oh aku sedang menu…."
Belum selesai Miku membalas pertanyaan Luka, seorang siswa berambut biru datang menghampiri Miku dengan tergesa-gesa
"Ah~ kau disini Miku-chan! Syukurlah aku kira kau lupa" sapa Kaito
"Ada apa Kaito-kun?" tanya Miku penasaran
Pemuda yang di tanyakan pun terdiam sesaat sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sesekali dia mengalihkan pandangannya ke Luka dan Luka yang mengerti dengan keadaan Kaito hanya membalasnya dengan senyuman
Luka POV
"Kenapa kita tidak langsung pulang?"
Belum selesai Miku menjawab, Kaito datang menghampiri kita ah tidak , sepertinya Kaito datang menghampiri Miku dengan tergesa-gesa
"Ah~ kau disini Miku-chan! Syukurlah aku kira lupa"
Sebuah perasaan lega langsung tergambar di wajahnya. Sepertinya apa yang aku pikirkan sebentar lagi akan terjadi
Ah~ aku ingin tau apa lanjutannya
"Ada apa Kaito-kun?"
Wajah Miku terlihat penasaran dan sepertinya dia sangat ingin tau apa yang Kaito akan sampaikan
Wajah Kaito terlihat gugup, sesekali dia mengalihkan pandangannya kepada ku
Ah sial, dia melihatku. Apa yang akan aku lakukan?
Tanpa sadar seutas senyuman langsung terlukis di wajahku. Kenapa aku tersenyum? Kenapa?
"Miku, aku menyukaimu. Mau kah kau menjadi pacarku?"
DEGH
Senyuman lebar tergambar di wajahku. Tawa kecil langsung keluar dari mulutku dengan tidak sengaja. Aku kenapa?
"Ciiee, Miku! Terima aja..haha"
Kalimat itu langsung keluar dari mulutku. Aku bingung dengan diri ku sendiri. Kenapa mulut ku dapat dengan mudah berkata seperti itu
Apa kau tau? Disatu sisi, perasaan ku sangat sakit. Perasaan yang tidak akan bisa di jelaskan hanya dengan kata-kata. Haha aku tau aku ini bodoh
Belum sempat Miku menjawab perasaan Kaito. Seorang gadis dengan pita putihnya, Rin Kagamine, melihat Kaito menyatakan perasaannya ke Miku. Dengan cepat gadis itu menghampiri Miku
"Miku-chan? Kaito menyukaimu?"
Miku tidak menjawab, mukanya memerah
"Iya, tadi Kaito baru saja bilang..haha" jawabku cepat
Lagi-lagi tanpa sadar aku mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak ku ucap
Kaito yang menunggu jawaban dari Miku, hanya bisa terdiam ketika Miku menarik Rin menjauhi aku dan Kaito
"Apa aku di tolak?" ucap Kaito dengan sedih
'Sial, kenapa kau sedih seperti itu sih Kaito'
"enggak mungkin. Pasti di terima kok"
'tenang saja, kau pasti akan di terima Miku kok'
"Tapi, dia langsung pergi begitu saja. Haha, aku di tolak" ucap Kaito dengan tawanya yang hambar
'Kaito kau bodoh!'
"percaya deh, Miku pasti bakal dateng lagi kok. Dia juga suka sama Kaito"
'Luka kau bodoh. Kenapa kau malah bilang seperti itu'
"Pasti aku di tolak" ucapnya lemas
'aku.. apa kau tau Kaito, aku ingin menangis'
Cukup lama kami terdiam menunggu kedatangan Miku. Beberapa menit kemudian Miku muncul dengan didampingin Rin
"Aku mau menjadi pacar Kaito-kun"
Wajah Kaito terlihat senang. Aku pun langsung mengucapkan selamat kepada Miku dan Kaito. Rupanya tadi Miku pergi dengan Rin karena ingin menanyakan keputusannya menerima Kaito
"Miku-chan dan Kaito, selamat ya. Traktirannya di tunggu..hahaha" ucap ku, lagi-lagi dengan tawa yang seperti ini
Aku senang sekaligus sedih. Aku tidak tau sebenarnya apa yang aku rasakan. Yang kurasakan saat ini pastinya sangat sakit. Tapi lupakanlah, aku tidak boleh menunjukan perasaan ku ini. Jangan sampai yang lainnya tau
xxxxxx
Beberapa hari kemudian, berita tentang pasangan yang baru Miku dan Kaito langsung tersebar dengan cepat. Dan seperti biasa aku selalu tertawa dan tersenyum di depan mereka layaknya tidak terjadi apa-apa
Apakah keputusan ku salah ya, tidak memberitau perasaan ku ke kaito?
Ah yasudahlah, ini semua sudah terjadi
Haha satu pesan dari ku 'Cinta itu bisa datang kapan saja, walaupun tanpa kita sadari ternyata perasaan itu sudah lama tersimpan. Percaya pada dirimu dan ikuti kata hatimu'
FIN
Final chapter minna, akhirnya selesai T_T
Gomen, updatenya lama (_ _) sebenernya ini tinggal di update doang tapi author lagi sibuk #eaaa
Gimana menurut kalian, itu sad ending apa happy ending? Dari judulnya kan 'Diam' jadi Luka memang gak mengungkapkan perasaan sesungguhnya..haha
Maafkan cerita author yang gak jelas ini, author menulisnya dengan penuh perasaan dan hasilnya seperti ini,, Gomen jika gak jelas *bow*
Akhir kata terima kasih yang sudah mengikuti cerita ini dari awal ya, Arigatou minna XD *bow*
-Leavi-
