hari ini adalah hari di mana Sorata berjanji kepada mashiro untuk menemaninya membeli manga terbitan bulan ini. tapi masalahnya sejak pagi cuaca di kota sedang tidak bersahabat. hujan lebat disertai petir terus menggema di luar. penghuni sakurasou pun tak ada yang berani keluar. mereka sedang menikmati teh hangat di ruang makan. walaupun yang terlihat di sana hanya hanna dan nanami. sedangkan chihiro, iori dan tentu saja ayasaka berada di kamar masing-masing.
sedangkan sorata sekarang sedang berada di kamarnya. tidak melepaskan tatapannya dari jendela. ketika ia sedang melamun, tiba-tiba hikari melompat ke sampingnya. hikari bergerak memutari sorata bermaksud mencari perhatian dari sorata. kelihatannya itu tak berhasil.
"ah hikari, maaf sepertinya aku tidak ingin bermain denganmu hari ini," hikari pun turun dan meninggalkan sorata sendirian.
sorata tetap pada kegiatannya. melamun melihat ke luar jendela. ia mengambil naskah gamenya dan mulai memperbaiki naskah tersebut. tidak banyak memang yang ia ubah. mungkin yang perlu diubah hanyalah pembendaharaan kata saja yang perlu diganti. ketika ia sedang meng-edit naskah tersebut, terdengar suara mengetok pintu dari luar kamar.
"ya masuk,"
"kanda-kun, apa kau mau aku buatkan teh? hari ini dingin bukan," nanami masuk kamar sorata dan menawarinya segelas teh hangat.
"aku mau deh," sorata menjawab ringan.
"ya sudah aku buatkan ya," nanami melangkah keluar. sebelum dia menutup pintu kamar. aoyama bertanya pada sorata. "kanda-kun apa kau baik-baik saja?"
"ah iya tidak apa-apa kok. maaf mengkhawatirkan ku. oh iya, aku mau bertanya, apakah shiina sedang ada di luar kamar?" tanya sorata balik.
"hmm shiina sejak tadi pagi tidak keluar kamarnya. mungkin ia sedang menggambar," jawab nanami.
"oke terima kasih,"
setelah sorata berkata terima kasih. nanami prgi meninggalkan sorata sendirian di kamar.
"apakah aku harus ke kamar shiina? jangan-jangan aku lebih baik di sini, aku tidak bleh mengganggunya sekarang," sorata pun kembali ke naskahnya. membenarkan beberapa kalimat yang tidak tepat. sementara menunggu hujan berakhir.
sore hari telah tiba. sorata pun bangun dari tidurnya. "oh astaga, aku tertidur," ia berkata dalam hati. ia bangun, lalu mencari naskah gamenya. mengecek kembali editannya. setelah ia rasa cukup bagus, sorata bangun dan berjalan menuju meja komputernya. di atasnya telah ada makan siang dan minum. di situ tertulis
"maaf aku tak membangunkanmu. ini makanan sore hari. aku harap kau menyukainya. aoyama nanami."
baik sekali aoyama, kata sorata dalam hati. sembari ia menyantap makanan, sorata membuka home page lomba yang akan dia ikuti. mengumpulkan sedikit demi sedikit nyalinya untuk men-submit naskah gamenya. baik, sekarang waktunya sorata. kau bisa. ia menyemangati diri sendiri dan menekan tombol submit yang ada di layar komputernya. sorata menghela nafas. baik, ini adalah kesempatan ku yang lain. aku tak mau kalah lagi. setelah ia mengirim naskahnya sepertinya hujan sudah mulai mereda. sorata berpikir lebih baik membelinya nanti malam. dia tidak mau membatalkan kembali janjinya. terlalu banyak janji sorata kepada mashiro yang ia batakan dan tidak ditepati. ia tidak mau mengulang kejadian itu.
sorata keluar kamarnya. menapaki tangga dan berdiri di depan kamar mashiro. sorat mengetuk pintu kamar mashiro.
"oy shiina, kau tidak tidur kan. nanti malam kau siap-siap ya! kita akan pergi membeli mangamu nanti," sorata berhenti, seperti biasa tidak ada kata-kata timbal balik dari kamar mashiro kepadanya. sorata berbalik. tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dibelakangnya.
"sorata... aku lapar," suara lembut itu mengagetkan sorata. tentu saja suara itu berasal dari mulut shiina mashiro. mangaka.
"baiklah, ayo ke bawah sama-sama. sepertinya nanami sudah menyiapkan makan malam,"
"hmm,"
mereka pun berjalan berdampingan menuruni tangga. seperti biasa. hening.
sementara di ruang makan, sudah ada nanami, iori, hanna dan ryuunosuke. mereka tengah menunggu makan malam.
"ahaha sepertinya makan malam hari ini akan sangat enak," iori mengangkat sumpitnya tinggi-tinggi, tak sabar untuk makan.
"turunkan sumpitmu! tak ada tatakrama dasar!" hanna membentak. iori pun menurunkan sumpitnya.
sorata masuk bersama mashiro.
"oh senpai! biarkan mashiro-senpai duduk di sini!" kata iori bersemangat.
"aku tak akan membiarkan itu!" sorata menjawab sewot. "oh iya, aoyama. dimana imouto ku?"
"oh dia, katanya pulang terlambat. ada tugas sekolah," aoyama menjawab sambil memasak makan malam hari ini. sorata dan mashiro pun duduk di kursi masing-masing. mashiro berada di sebelah sorata. ia melirik sorata tanpa ketahuan. kembali, perasaan mashiro aneh. jantungnya kembali berdetak lebih cepat.
5 menit setelahnya, aoyama membawakan makanan ke meja makan. setelah berdoa, mereka pun makan.
"itadakimasu!"
sorata menikmati makanannya. tiba-tiba mashiro meletakkan 2 buah jamur di mangkuk sorata. "sorata kau harus makan lebih banyak,"
"eh aku yakin alasannya bukan itu. kau tak suka jamurnya kan," sorata pasrah. ia melahap makanannya.
akhirnya makan malam itu berakhir. seluruh penghuni kembali ke kamar masing-masing. terkecuali nanami, mashiro dan sorata. nanami dan sorata membersihkan piring dan sisa-sisa makanan yang masih menempel, sementara mashiro memberi makan kucing-kucing.
"masakanmu enak, aoyama," sorata memuji.
"terima kasih," nanami menjawab dengan tersenyum.
setelah mereka membersihkan piring. nanami pergi ke kamarnya. sementara sorata menyuruh mashiro untuk mengganti pakaiannya. mereka akan segera pergi ke toko untuk membeli manga mashiro.
"cepat ganti bajumu. kita harus membeli mangamu kan hari ini,"
"iya," mashiro pun ke atas dan mengganti pakaiannya. sementara sorata menunggu di depan tangga. aku tak mau membuatmu kecewa lagi, mashiro. ia berkata dalam hatinya.
10 menit berlalu. mashiro turun. ia memakai satu set gaun putih casual. sorata segera mengetahui keganjilan pada pakaian mashiro.
"kau tidak memakai jaketmu?"
"aku tidak tahu,"
"ah wakatta, ini pakai jaketku. aku tak mau kedinginan," sorata memakaikan jaketnya ke bahu mashiro. segera setelah itu mashiro mrasakan kehangatan mengalir dalam tubuhnya. ia menyilangkan tangannya. memeluk jaket beserta dirinya di dalam. sorata mengambil payung yang berada di depan pintu keluar.
"ayo, shiina. kita pergi,"
"..." mashiro melangkah mengambil sepatu dan memakainya.
toko tersebut tidak jauh dari asrama mereka. di malam yang dingin ini. ditemani payung yan menutupi tubuh mereka. suasana dingin dan sepi merayapi peasaan mereka.
"sepi sekali," sorata melihat ke sekelilingnya. ia tidak melihat siapapun. sementara sorata melihat sekeliling, mashiro menatap lurus ke depan. berharap tidak jatuh saat berjalan.
SPLASHHH
mashiro jatuh. ia sepertinya tepeleset. sorata segera membantu mashiro untuk berdiri. "hati-hati shiina, jalanan licin," sorata memapah mashiro untuk membantunya berdiri.
"sorata, aku banyak merepotkanmu,"
"ah tidak masalah kok,"
mereka pun melanjutkan perjalanannya. akhirnya mereka sampai ke toko yang dituju. segera saja sorata mengambil manga itu. ia membayarkan manga itu di kasir. "sorata.."
"ada apa?"
"kau masih punya uang?"
"tenang, aku baru mendapatkannya 3 hari lalu. masih cukup kok untuk membeli ini,"
"baiklah,"
mereka pun keluar dari toko. berjalan beriringan dibawah payung. sorata iseng membuka bungkus manganya dan mulai membaca. ia membuka halaman demi halaman. dia tidak membacanya secara keseluruhan, sorata hanya melihat gambarnya sebelum membaca manga ini di asrama.
"seperti biasa, gambarmu selalu menakjubkan mashiro,"
"terima kasih," jawab singkat mashiro.
sorata membaca halaman demi halaman dan pada akhirnya ia sampai di akhir kata. sebuah halaman di mana penulis menuliskan author's note. dan di sinilah matanya tertuju pada suatu kalimat. kesan dari kalimat ini membuatnya terkejut. di sana tertulis.
"kepada sorata kanda, ajari aku tentang cinta,"
