"Engh!,"
Wajah Reo memuchat mana kala dia terbangun, cepat karna mimpi aneh yang membuat siuman dan kemudian pandangannya berkunang-kunang.
"Apa maksut dari mimpi itu?,"
Reo baru sadar jika dia sudah tidak berada dipantai kini ia terlihat tertidur disebuah ranjang hangat mulai siuman dan sedikit mengerang sakit, dicengramnya punggung kepalanya kuat-kuat karna tak nyaman.
*Square Enix and Disney Interactive*
"-_-_-Kingdom Hearts : The Witch destiny in of memories-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
[Ayu]
[NORMAL POV]
"Aku..masih..hidup!,"Reo menghela nafas, diliriknya fokusnya pada seluruh ruangan, ya ruangan ini asing namun sepertinya dia pernah melihat tempat ini sebelumnya, lalu bajunya telah terganti saat ini ia hanya mengenakan tang-top hitam dan celana piama kain senada dengan warna baju, dan yang paling mengejutkan adalah saat ini sebuah lengan kecil terlihat mendekap perutnya erat.
EHHHHHHHHH!(O_O)
"Enhg!...,"Reo membeku ditempat dikarnakan Reo melihat seorang pemuda lain yang ternyata tengah tidur disampingnya dan memeluk dirinya sangat erat, dan itu adalah Sora.
"Huaaah!,"Muka Reo perlahan bersemu merah, saat Sora sambil mengerang perlahan memeluk pinggang Reo lebih erat layaknya sebuah guling.
(Reo : -_-" Aku dijadikan guling loh kok kesanya jadi boneka beruang gede yang dipasang dikasur ya)
Reo berusaha melepaskan tangan Sora dari pinggangnya namun apa daya, tak ada yang menyangka bahwa anak lelaki bertubuh kesekecil Sora dapat memiliki tenaga sebesar ini saat tidur(?).
"Kau sudah sadar?!,"Sebuah Suara lembut terdengar tertangkap ketelinga Reo, ditatapnya seorang wanita berdiri tak jauh dari pintu kamar, dirinya besurai pirang-platina yang dipotong pendek, Iris berwarna hijau dengan tailalat dimata kiri dan dikuncir dua, tubuh mungil dan langsing, dan mengunakan bandana berwarna merah maroun dan setiap sisinya dikiri dan kananya berbentuk seperti telinga anjing yang jatuh, Irisnya berwarna Hijau, dia mengenakan Jaket berwarna kuning cerah berbahan jeans dan Rok berwarna merah marun. Saat ini wanita itu membawa nampan yang diatasnya, ada dua mangkuk bubur hangat dan dua susu gelas.
"Saat kau dibawa 'Riku' kesini, tubuhmu sangat, dingin dan kulitmu sepucat mayat,"Ucap wanita itu sembari meletakan nampan dekat meja, lalu mendekati Ranjang.
"..."Reo masih terdiam dan melirik sang wanita yang duduk disamping ranjang, sembari menempelkan tanganya pada dahi Reo. "Sora menungguimu semalaman, saat Riku dan Kairi pulang, dia sangat hawatir padamu,"Urai wanita itu.
"Anda siapa?,"Tanya Reo melirik wanita itu.
"Namaku 'Lylia' Aku ibunya Sora,"Ucap Wanita itu sembari tersenyum masih mengecek suhu tubuh Reo. "Siapa namamu nak?,"Tanya Lylia melirik Reo.
"R-reo!?,"Jawab Reo datar.
"Nah! Kalau begitu Silahkan makan buburnya setelah itu, jangan lupa aku letakan juga obat disamping gelas kau minum ya, ini berguna memulihkan tenaga,"Ucapnya sembari tersenyum.
"Terima kasih banyak,"Ucap Reo sembari mengangguk.
"Dan jika Sora bangun bilang padanya untuk memakan bubur dan meminum susunya,"Ucap Lilya sebelum melangkah pergi keluar dari kamar, meninggalkan buburnya di meja Kamar Sora.
"Fyuh!," Reo menghela nafas dan dipandanginya Sora yang tertidur dengan tenang disampingnya, Sora memiliki keluarga dan ibu yang sangat perhatian sungguh anak yang sangat beruntung, jika dibandingkan dengan Reo yang anak Brooken Home pandanganya benar-benar lain. "..." Reo menghela nafas dalam keheningan dalam beberapa menit, suara erangan bangun dari sisinya. Sora nampak terbangun dari tidurnya.
"Re-Reo kau sudah sadar,"Sora menatap tak percaya sembari mengucek matanya dan keduanya bangkit dari posisi baring dan saling menatap satu sama lain, meski ini agak Award bagi Reo yang sadar-sadar justru dikamar Sora.
"Yeah Thangs Sora, atas bantuanmu,"Reo tersenyum tulus, dan mengaruk belakang kepalanya dengan nada agak kikuk. "Aku sangat menghargainya,"
"Hehe...sama-sama,"Sora tersenyum manis menangapi ucapan Reo.
Keduanya akhirnya, mulai ngobrol sambil makan tentang masalah masing-masing, Tentang identitas Reo, dan berakhir sampai bertemu Sora. meski tidak semuanya Reo katakan pada Sora jika. saat ini Reo terjebak dalam dunia Video-game, karna dia Khawatir jika dia akan merusak alur kehidupan Sora, jika dia cerita, singkatnya argumen keduanya pun berakhir dengan keputusan keduanya tidak akan menceritakan kejadian tak lazim mereka pada siapa-pun (Termaksut pada Kairi atau pun Riku) dan Sora pun mencoba meminta izin orang tuanya agar mengizinkan Reo tinggal bersama mereka dalam beberapa waktu, karna Sora mengaku jika Reo korban ombak dan tak memiliki. sanak-saudara disini dan bagus nya kedua orang tua Sora mengijinkanya.
[ESOKAN HARINYA]
"Ibu kami pergi ya,"Ucap Sora lalu dengan cepat menarik Reo keluar dari rumah setelah meminta salam pada ibunya.
"Hei Sora, apa tidak apa-apa meninggalkan ibumu dan tak membantunya menjemur kasur,"Ucap Reo memandang pemandangan kota dipulau sederhana, dengan gambaran biru cerah dan lautan yang luas dihadapanya.
Kebetulan Rumah Sora berada dibagian gunung, membuat Reo bisa melihat pemandangan sangat jauh dari tempat ini.
"Sederhana namun indah, ternyata view kota ini indah saat pagi menyingsing, terakhir aku hanya melihat semuanya di KH kedua saat sin Kairi dan Roxas telepati Kondisi terlihat Seperti sore hari,"
Reo berguma dalam hati sembari tangan Sora terus meraih-nya erat seolah Reo ini anak kecil yang gampang nyasar jika ditinggal begitu saja, sepanjang jalan setapak ia memperhatikan sekitar penduduk mayoritas menpekerjakan dirinya menjadi pelaut, nelayan dan instri pertanian, ini cukup masuk akal mengingat pulau ini dikelilingi laut lepas rendah, dan cocok dalam memancing ikan atau bertani karna lokasi tanah yang nampak subur bagi pertanian.
Sampai Sora lalu membawa Reo, kedermaga, dan menyuruh Sora naik sebuah perahu kecil berkapasitas 3 orang. "Kau yakin kita pergi Sora,"Tanya Reo memastikan.
"Jangan Khawatir aku terbiasa mendayung perahu ke pulau itu, lagi pula aku ingin mengenalkamu dengan teman-temanku,"Ucap Sora mulai mendayung kepulau kecil tempat Sin Legendari KH muncul, tempat pertama dan terkenang dimata para player.
"Oooo..."Ucap Reo dengan mencoba santai duduk diatas perahu dan melihat pemandangan.
"Memangnya kenapa Reo?, tadi kau nampak begitu tegang saat naik perahu?,"Tanya Sora menatap Reo dengan nada Lugu.
"Ah...ummmm Sebenarnya kalau boleh jujur, aku ini tak bisa berenang,"Ucap Reo dengan nada menunduk membuatnya yang mengakui merasa malu, saat mendengar suara tawa Sora.
"Tidak apa-apa mulai sekarang kau akan lama disini,"Ucap Sora tertawa. "Aku bisa mengajarimu berenang."Ucapnya enteng.
"Thanks sora,"Akhirnya Keduanya memutuskan menuju kepulau.
Sesampainya dipulau, Sora mulai memperkenalkan Reo pada Riku juga yang lain.
"Reo Ini Riku dan ini,"Ucap Sora mengenalkan teman-temanya usai mereka sampai dipulau.
"Kuharap kau nyaman dengan hoodie itu, aku tak sangka kau cocok dengan ukuranku, aku jarang memakainya,"Ucap Riku memandang Hoodie kain yang nampak dikenakan Reo. Reo jadi teringat dengan semalam setelah dia sadar, Sora pergi meminjamkanya sepasang pakaian karna, untuk menganti pakaianya yang basah dan Pakaian ini milik Riku.
"Terimakasi atas bajunya,"Ucap Reo dengan tulus.
"Sama-sama,"ucap. Riku.
"Kenalkan ini Wakka, Tidus dan selphie,"Ucap Sora lagi.
"Yo!,"Ucap Wakka sembari melambai bersamaan dengan Tidus ikut menujukan jempol disampingnya.
"Hiyaaa~," Ucap selphie dengan semangat.
"Salam kenal juga,"Ucap Reo.
"Lalu ini Kairi,"Ucap Sora memperkenalkan sosok gadis manis bersurai merah pendek lalu nampak tersenyum.
"Senang bertemu kalian semua,"Ucap Reo nampak Kalem.
"Ya-ya salam kenal juga untukmu,"Ucap Reo sedikit cangung.
"Sebaiknya kita segera menyelesaikan Rakitnya,"Ucap Sora.
"Eh Rakit?,"Tanya Reo memandang bingung.
[Beberapa Saat setelahnya]
"Pergi untuk melihat dunia?,"Bola mata Reo sedikit melebar luas saat mendengar pernyataan polos Sora.
"Yeah kami akan pergi Minggu nantin saat ini, Riku sedang mengurus Rakit buatanya,"Ucap Sora mengangguk.
"Lalu bagaimana, apa kau tak bilang orang tuamu?,"Tanya Reo dengan tampang Blo'On, habisnya yang benar saja mengeksplor dunia baru yang luas dengan hanya bantuan sebuah Rakit dan tenaga anak-anak semacam Sora, Rikku dan Kairi apa tindakan itu dapat dibenarkan?.
Memang hal ini sudah biasa dalam dunia dan cerita dalam game, namun pada kenyataanya sekarang Reo dihadapkan oleh sisi dunia game dimana dirinya ada didunia Game itu sendiri. Dimana ada Monster, Heartlless, majic dan sesuatu yang mustahil ini berada.
Apa hal itu dapat dibenarkan, dan apa Reo benar-benar tidak waras, hal itu membuat Reo tak bisa membayangkan aksi nekat tiga remaja ini.
"Reo? Kau baik-baik saja,"Tanya Kairi menuel-nuel(Poke!) Pipi Reo dengan jari telunjunya dan membuat Reo sadar dari lamunidan membuat pemuda lebih lamunanya dengan agak terkejut.
"Kau baik-baik saja?,"Tanya Kairi.
"Ah...Tidak apa-apa!,"Reo hanya merasa hal inj masih terlalu 'Dini' untuk pergi membiarkan mereka dan melakukan perjalanan seperti, namun Reo memutuskan untuk bicara apa-pun pada mereka.
"Reo aku bisa meminta bantuan bantu aku mencari Buah kelapa-matang dan telur burung-chisa untuk perbekalan, sementara Sora akan mencari Air dan Ikan,"Ucap Kairi.
"Kok aku sendirian sih!,"Ucap Sora tak terima.
"Soalnya kan itu pekerjaan paling Mudah,"Ucap Kairi.
"Tapi tetap saja itu tidak adil,"Sungut Sora.
"Ah bagaimana begini saja Kairi,"Ucap Reo melerai. "Aku mencari Telur-burung-Chisha dan Kelapa. Sementara Sora mencari Ikan dan Air, Riku mencari Tali dan Kayu untuk membuat Rakit, dan Kau Kairi mengurus lain yang bisa kau urus untuk kami, bagaimana itu lebih adilkan,"Ucap Reo menyela sembari tersenyum hambar.
"Nampak Reo yang lebih bijak dari padamu Sora!,"Ucap Riku dari belakang.
"Soalnya Sora kekanak-kanakan!,"Ucap Kairi tertawa.
"Jangan menyudutkanku, aku marah ya!,"Umpat Sora dengan nada cemberut. Menatap hal itu Reo tak bisa menghilangkan senyum tipisnya dan membelai kepala pemuda yang lebih muda dengan perlahan.
"Sudah ayo kita kerjakan sekarang, tak baik marah-marah terus! Ayo kita kerja,"Ucap Reo sembari tersenyum optimis.
"Hai!,"Ucap Sora akhirnya mengikuti Reo melakukan tugas masing-masing. Sementara Kairi dan Rikku masih terpatung ditempatnya.
"Hei Riku!,"Panggil Kairi beberapa saat setelah Reo dan Sora pergi dari sana.
"Nani!? (Apa),"Tanyanya.
"Sepertinya kehadiran Reo membuat Sora lebih tenang, habisnya kalau biasanya kita bertiga selalu saja berisik,"Ucap Kairi memandang lurus. Kearah Reo dan Sora yang saling bekerja sembari mengobrol.
"Ya,"Jawab Riku sedikit kalem. Tampa Kairi Sadari tangan Riku yang sembari woles tiba-tiba dikepal dengan kuat-kuat.
[Sementara Reo & Riku]
"Ah Riku," Reo melambaikan tanganya dengan seulas senyuman tipis diwajahnya sembari membawa beberapa benda yang diminta Kairi, sementara Saat itu Riku sedang mengurus Rakitnya.
"Dia pergi membantu Sora mencari Tali tambahan,"Jawab Riku.
"Oooh baiklah," Reo lalu duduk disamping Riku, dan selang beberapa menit merebahkan tubuhnya diatas rumput, dan menatap cahaya matahari dan angin yang datang dilaut lepas.
"Reo-kun?,"Panggil Riku tampa menoleh.
"Ya,"
"Seperti apa dia menurutmu, aku tak menyangka dia bisa sangat akrab denganmu!,"Ucap Riku. (Disini Sora tidak menceritakan soal mimpinya, dan soal Reo. Sora beralasan baru mengenal Reo seminggu, karna baru datang dari kota).
"Sora-anak yang baik dan manis,"Ucap Reo jujur. "Dia polos dan jujur, aku senang bersamanya,"Ucapnya karna Reo memperhatikan Sora sebagai sosok adik yang baik.
"Hmmm..Sokka!,"Ucap Riku lalu memposisikan dirinya berdiri sementara Reo membuka matanya, dan mengganti posisinya dari baring, menjadi duduk.
"Ada apa Riku,"Tanya Reo dengan bingung.
"Reo-kun!, Aku menantangmu untuk Battel,"Ucap Riku.
"Eh..! Battel denganmu!,"Ucap Reo kebingungan menatap Riku, saat bersamaan melempar sebuah pedang 'Wood Sword' pada Reo dan Reo menangkap pedang tersebut dengan kepayahan dikarnakan dia dalam posisi kurang nyaman.(Duduk).
"Benar! Aku dan Sora selalu melakukan ini sebagai Pertandingan, kali ini aku ingin kau melawanku!,"Ucap Riku dengan nada kalem. Sembari memainkan Wood Sword ditanganya dan Reo hanya menatap bingung sebagai tanggapan, lalu beranjak berdiri.
"Baiklah! Aku terima tantanganmu!,"Ucap Reo tersenyum ramah, dengan pandangan optimis, diletakanya pedangnya ditangan Kirinya dan tak memasang kuda-kuda sama-sekali.
SYAATH!
PHUUFFF!
Tampa aba-aba Riku melancarkan serangan Kearah Reo dan dapat dihidarinya dengan mudah, gerakan Riku memang tak mudah dideteksi. Ya bukan Rahasia lagi Banyak pemain dalam game yang kalah telak di Chapter ini saat melawan Riku di Kingdom Hearts seri pertama, namun sebagai gamer dunia nyata Reo jelas sudah tau bagaimana pola yang digunakan saat menyerangnya, karna sudah tamat berkali-kali.
"Kau lumayan,"Puji Riku dengan tampang Serius.
"Wah terimakasi pujianya,"Ucap Reo dengan Senyuman meringis, mendapat tatapan kesal dari Riku saja sudah membuat dia sedikit merinding, am..apa dia mengambil tindakan yang salah.
"Tidak! Kita harus menyelesaikan ini semua, sampai ada yang kalah,"Ucap Riku dengan nada mengerutu.
"Ah Ta-tapi bukanya hari sudah semakin Sore,"Ucap Reo dengan nada tegang, sementara Riku seolah masih memberi tatapan tak mau kalah.
"Ah! Reo\Riku kalian berantem,"Ucap Sora mendekati Reo dan dikuti oleh Kairi dibelakangnya.
"Tidak kok,"Ucap Reo sembari mengeleng cepat. "Kami hanya bermain-main,"Ucap Reo sembari menatap Sora dengan senyuman manis.
"Cih!,"
"Ah! Minna! Apa kalian tak pulang, matahari akan tengelam loh,"Ucap Sehpie sembari melambaykan tanganya kearah keempat mahluk yang ada disana.
"Enaak!,"Reo tersenyum saat melahap Tangiri-asin buat ibu Sora dimeja makan. Sementara Sang ibu hanya tersenyum menatapnya.
"Ah senangnya berasa memiliki dua putra,"Ucap Sang ibu sembari tersenyum sangat ceria, menatap Reo yang nampak begitu polos.
"Aku memang suka masakan anda, aku jarang menyantap masakan rumah,"Ucap Reo.
"Loh!Kau jarang makan dirumah, kenapa?!,"Tanyanya sembari. emangku lenganya mendengar pertanyaannya itu langsung Reo tersenyum kecut.
"Ibuku sangatlah sangat sibuk! Kami jarang bertemu makanya aku sering makan, makanan instan,"Jujur Reo
"Bagaimana dengan Ayahmu?!,"Tanya Reo.
"Ayahku juga pekerja keras hingga dia jarang pulang sampai berbulan-bulan,"Ucap Reo. Ia mencoba mengunyah makananya dan berpose seolah tak terjadi apa-apa. "Jadi aku selalu sendirian dirumah sepanjang waktu,"ulasnya.
"Maaf..aku bertanya hal yang terlalu Privasi,"Ucap Lilya sembari menatap sedih.
"Ah tidak apa-apa Lilya-san, itu sudah biasa kok,"Ucap Reo memberi senyuman tegar.
🎧[Bersambung]🎧
🎧Minggu 27 January 2019🎧
🎧Dipublis Wattpad :🎧
.
.
.
.
Selanjutnya
🗝Part IV : {Awal dari Asal}🗝
