A/N: Konflik memuncak desu...maaf kalo kependekan nyo. Gaje? Mohon dimaklumi. Typo? Gomen ne.
Normal POV
KRING!
Bunyi alarm membangunkan Haruna dari alam mimpi. Liburan sekolah masih berlangsung sejak hari pindah tersebut. Sekolah akan dimulai lagi dalam waktu seminggu. Apa yang bisa Haruna lakukan untuk mengisi waktu itu ya…?
Yuuto POV
Kudengar langkah kaki menuruni tangga secara perlahan…
Ah, itu pasti Haruna.
"Ohayou!" sapa-nya seraya duduk di kursi makan.
"Ohayou…" jawabku sambil melahap roti untuk sarapan.
"Onii-chan kenapa? Tadi malam nggak bisa tidur ya?" tanya adikku yang masih polos itu.
DEG!
Bagaikan kesambar petir di siang yang sebenarnya nggak bolong, pertanyaan adik-ku yang tanpa maksud itu justru mengagetkanku.
Aku tidak mau mengaku kalau aku tidak bisa tidur semalaman hanya karena memikirkan Touko. Hal itu akan terdengar konyol untuk anak kelas 1 SMP!
"Onii-chan…kenapa? Sakit ya?" tanyanya lagi.
"Nggak kok. Aku baik baik saja…" jawabku.
Memang tidak mudah untuk menutupi kebenaran dari adik sendiri.
Tapi…mau gimana lagi?
Dia masih terlalu polos untuk mengerti perasaan hati-ku yang tercampur-aduk ini…
Dan pikiran-nya masih terlalu sederhana untuk mengerti pikiran-ku yang sudah ruwet seperti benang kusut.
Akhirnya ia pamit, mengatakan bahwa ia akan pergi ke luar sebentar…
Haruna POV
Kemarin aku sempat merobek tas milik Yuuki. Ya…dia bilang sih tidak masalah. Tapi aku tetap merasa bersalah. Akhirnya aku bilang kalau aku akan menemani-nya mencari tas yang baru.
Dan benar…hari ini aku bertemu dengan Yuuki di depan rumah.
Kita pergi ke mall yang ada di tengah kota…ya, tentunya untuk membeli tas baru.
Tapi di jalan…
"Hai, Tachimukai-kun, Kidou-san!"
"Yagami-san!" sahut Yuuki.
"Wah…kalian berdua mau ngapain nih?" tanya Kino-senpai.
"Kita mau cari tas baru buat Yuuki. Aku sempat merobeknya kemarin…" jawabku sambil gugup.
"Yang bener…? Bukannya pacaran…?" tanya Yagami-san.
"Woi woi…gini-gini juga aku punya tipe kok," sahut Yuuki yang entah kenapa membuatku seperti tersambar petir.
"Dari dulu aku sempat kagum sama Yagami-san yang cantik dan Kino-senpai yang imut," lanjutnya tanpa merasa bersalah.
"Ah Yuuki bisa saja," sahut Kino-senpai disertai dengan blush tingkat rendah.
"Ng…sudah dulu ya senpai, kami mau pergi dulu," kataku tiba-tiba, memotong pembicaraan mereka.
Penderitaan tidak berhenti sampai di situ…di tengah jalan kita bertemu lagi dengan Natsumi-san dan Fuyuka-san.
"Hai Natsumi-san, Fuyuka-san!" sapa Yuuki.
"Tachimukai-kun! Haruna-san! Sedang apa kalian di sini?" tanya putri direktur sekolah itu.
"Jangan-jangan…" kata Fuyuka sambil curiga.
"Woi woi…aku ini punya tipe tau!" sahut Yuuki dengan nada seperti anak kecil. Kesannya sih imut, tapi aku merasa terusik dengan ucapan itu.
"Sepertinya Endou-san dan Fubuki-kun mujur sekali ya. Natsumi-san kan anggun, sementara Fuyuka-san adalah orang yang lemah lembut," lanjutnya.
"Ng…permisi dulu ya, Natsumi, Fuyuka…dan Yuuki, aku mau pulang duluan."
Entah apa yang menyambarku sampai-sampai aku bisa bicara begitu di depan Yuuki dan yang lainnya.
Dari tadi ada perasaan yang mengganjal di dalam hati-ku…
Entah sedih, marah, kecewa…
Aku benar-benar tidak suka perasaan ini!
"Haruna!"
Aku pun menoleh ke arah suara itu…
Dan…itu hanyalah Yuuki yang mengejarku.
"Haruna-san, ada apa…?"
'Ada apa'?
Kau mau tau ada apa…?
Sini kuberitahu…
…
Aku cemburu.
"Haruna!" teriaknya lagi.
"Aku…aku…"
Air mata mulai mengalir di mataku.
Tentu…menyakitkan bukan…?
Perasaan cemburu itu bukan suatu perasaan yang menyenangkan…
Setiap kali Yuuki mengomentari perempuan-perempuan lain…perasaan ini mengusikku.
Aku tidak ingin mereka merebut Yuuki…
Tidak akan…!
Walaupun…mungkin aku memang bukan tipe-nya Yuuki…
Tapi tak salah untuk mengatakan yang sesungguhnya bukan…?
Ya…memang tidak salah…
Tapi aku tidak mau menyakiti hati-nya…
Jadi…aku harus berbuat apa…?
Mulutku mulai terbuka…
Tapi kata-kata tidak ada yang keluar…
Aku takut mengatakannya
Di depan orang yang sangat ku suka sekarang
Oke…maafkan aku Yuuki…
Maaf jika ini menyakiti hati-mu…
Tapi…tapi…
"Aku cemburu!"
Yuuki POV
Cemburu…? Benarkah begitu…?
"Kamu bilang Yagami-san cantik, Kino-senpai imut, Natsumi-san anggun, dan Fuyuka lemah lembut…itu semua membuatku cemburu!" teriaknya.
Aku tidak tau harus berkata apa…
Ini pertama kali-nya seorang perempuan menyatakan kalau dia cemburu terhadapku.
Ya…walaupun banyak yang menyukaiku…tidak ada dari mereka yang jujur begini…
Mungkin dialah yang pertama melakukannya…
Namun…air mata-nya yang sudah terlanjur menetes…
Harus ku-apakan?
Normal POV
Tangan Yuuki hanya bisa maju…dan maju…
Dan akhirnya…
PLAK
"K-kenapa kau mendadak memukulku?" tanya Haruna sambil mengusap air mata-nya.
"R-refleks saja…" jawab Yuuki dengan tampang gugup.
Haruna tentu saja tidak percaya akan ucapan itu…ia pun cepat-cepat berlari kembali ke rumah-nya.
Yuuki…yang ditinggalkan, merasa bersalah akan apa yang telah terjadi.
Namun…
"Bagus sekali,Yuuki!"
"Nee-san!"
"Semuanya berjalan sesuai rencana…" kata nee-san nya Yuuki dengan devil smirk.
Sekian for this chapter. Review please...?
