CERITA SEBELUMNYA:

Krek, krek

"Siapa disana?" Tanya Sakura was-was. Hening. Tak ada apa-apa. Aneh, Sakura tiba-tiba merasakan hawa dingin dibelakangnya. Sakura mencoba menoleh kebelakang. Tak ada apa-apa. Sakura pun semakin gelisah. "Kumohon, jangan menakut-nakutiku teman-teman!" kata Sakura yang mulai takut. Sekali lagi, tak ada suara aneh itu lagi.

Sakura pun mencari cara aman. Akhirnya ia berniat ingin menyusul teman-temannya di kantin. Baru 2 langkah menuju pintu, Sakura dikejutkan dengan suara yang ia sangat kenal.

"Hn, apa yang kau lakaukan?" Tanya Sasuke yang tiba-tiba berada didepan Sakura. "KYAAAA! MENJAUH DARIKU!" Teriak Sakura kaget. Sontak saja Sasuke menutup telinganya agar gendang telinganya tidak pecah. "Apa-apaan sih? Ini aku, Sasuke!" Ketus Sasuke. "Hah, hah, hah, maaf. Kupikir siapa." Kata Sakura yang merasa bersalah.

"Lain kali jangan berteriak tiba-tiba!" Kata Sasuke memperingati. Sakura mengangguk. "Sakura." Panggil Sasuke. Sakura menoleh kearah Sasuke. "Maaf sudah membentakmu tadi." Kata Sasuke. "Yang waktu kapan?" Tanya Sakura. "Hhh, waktu di taman belakang sekolah!" Kata Sasuke. Sakura pun langsung tersenyum manis. "Hehehe, iya. Aku sudah maafkan Sasuke-san kok!" Kata Sakura sambil terkekeh. 'Walaupun sikapnya dingin, ternyata dia memiliki hati juga ya!' Batin Sakura sambil tersenyum.

"Kenapa senyum-senyum? Udah gila ya?" Tanya Sasuke agak risih. "Iih, aku tidak gila! Emangnya, salah jika aku tersenyum?" Sakura membalas pertanyaan Sasuke. "Hn, tidak!" Jawab Sasuke pada akhirnya. "Sasuke-san." Panggil Sakura.

"Hn?"

"Maukah kau menemaniku ke Perpustakaan? Aku punya firasat buruk!"

A/N: Ini dia, Chapter 3. Maaf lama banget publishnya. Soalnya buntu di tengah jalan*gak nanya* Hmmm, memang tak terlalu penting, tapi ya sudahlah. Terima kasih yang sudah me-review-fic ini. Yah, akhir kata selamat menikmati. Maaf kalau chapter ini jelek.

Asrama Konoha Gakuen

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance, Hurt/comfort

Don't like, don't read

Happy reading^^

CHAPTER III

"Hn? Firasat buruk apa?" tanya Sasuke heran.

"Entahlah, yang pasti, akan terjadi sesuatu yang buruk!" kata Sakura serius.

"Hn, baiklah." kata Sasuke sambil meghela nafas. "Baiklah, ayo ke perpustakaan!"

DI PERPUSTAKAAN…..

"Hn, buku apa yang ingin kau cari?" tanya Sasuke.

"Sejarah Asrama ini. Ada nggak ya?" kata Sakura.

"Hn, ada. Tepatnya di deretan buku sejarah. Mari kutunjukkan!" ajak Sasuke sambil menarik tangan Sakura. Sasuke mengambilkan buku Sejarah itu untuk Sakura.

"Arigatou, Sasuke-san." kata Sakura sambil tersenyum. Sasuke hanya menganggukkan kepalanya. Sakura pun mulai membuka dan membaca buku itu. "Sasuke-san, apa kau tahu hubungan Nee-chan, dengan Onii-san mu?" tanya Sakura.

"Hn, untuk apa kau menanyakan itu" tanya Sasuke heran.

"Tidak, hanya ingin tau." kata Sakura.

"Hn, Itachi-nii pernah cerita, Dia dan Megumi-senpai adalah sepasang kekasih." jelas Sasuke serius.

"Kau tau sahabat Megumi-nee?" tanya Sakura penasaran.

"Aku lupa namanya, tapi aku ingat cirri-cirinya. Dia gadis berambut panjang berwarna merah, dan bermata merah." ujar Sasuke.

"Itu seperti Karin."

Sasuke menggeleng. "Hn, yang pasti bukan Karin. Dia seangkatan dengan kita." kata Sasuke.

"Kira-kira siapa ya?" tanya Sakura pada dirinya sendiri.

Sasuke terdiam. "Coba kau cari buku murid angkatan 86." ujar Sasuke pada Sakura.

"Ng, itu di rak bagian mana?" tanya Sakura. Sasuke menunjuk kearah rak yang sebelah kanan. Sakura mengangguk. Sakura pun berjalan menuju rak sebelah kanan itu. 'Mana bukunya?' batin Sakura seraya terus mencari.

SREK

Sakura menoleh kearah sumber suara. "Siapa itu?" tanya Sakura. Sakura pun memberanikan diri untuk mencari sumber suara. 'Sepertinya dibalik rak ini.' batin Sakura. Gadis itu pun berjalan menuju sumber suara. Ia melihat kebelakang rak dan…. 'Hhh, tak ada apapun!' batin Sakura menghela nafas lega.

BRUK

Mendengar suara itu, Sakura terkejut bukan main. Saat Sakura menoleh kebelakang, yang dia lihat hanya buku yang terjatuh.

"Hn, Sakura, bunyi apa itu?" tanya Sasuke heran dari tempat duduknya.

"Tidak ada apa-apa kok!" sahut Sakura. Sakura pun mendekati buku yang terjatuh itu. Ia mengambil buku itu dan membacanya. 'Ini dia buku murid angkatan 86. Ketemu juga akhirnya!' batin Sakura lega

"Hei, sudah ketemu belum? Lama sekali!" ketus Sasuke kesal.

"Iya, ini udah ketemu!" kata Sakura sambil mendekati Sasuke.

"Hn, kenapa lama sih?" tanya Sasuke kesal.

"Ng, nothing!" kata Sakura sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal..

"Yasudah, bawa kesini bukunya!" kata Sasuke. Sakura memberikan buku tersebut.

Sasuke mulai membuka halaman pertama, kemudian selanjutnya, kemudian selanjutnya lagi, dan akhirnya ia menemukan foto orang yang sedang dibicarakan berdua Sakura. "Ini dia, Hiratsuka Chikara." kata Sasuke sambil memperhatikan foto gadis yang bernama Hiratsuka Chikara. Sakura langsung mendekati Sasuke untuk melihat foto Chikara.

"Dia benar-benar mirip Karin." kata Sakura kaget.

"Hn, kau benar." ujar Sasuke. Tiba-tiba….

BRUK

Sasuke dan Sakura sontak melihat kearah suara. "Su..suara apa itu?" tanya Sakura mulai takut.

"Hn, sebaiknya kita kembali kekelas!" kata Sasuke sambil menarik tangan Sakura. Mereka berjalan menuju pintu keluar. Saat berjalan kearah pintu keluar, Sakura sekilas melihat sosok berbaju hitam bertudung.

"Si..siapa itu?" tanya Sakura takut.

"Ada apa?" tanya Sasuke sambil menoleh kearah Sakura.

"Aku me..melihat seseorang dibalik rak buku itu!" kata Sakura gemetaran. Sasuke melihat rak buku yang dimaksudkan Sakura.

"Tidak ada siapapun." kata Sasuke.

"Ta..tapi aku melihatnya tadi!" kata Sakura.

"Aku yakin kau memang benar-benar melihatnya. Tapi, kita tak usah membahasnya disini!" kata Sasuke sambil menarik Sakura lagi.

DIKELAS…

"Kalian, darimana saja sih?" tanya Naruto.

"Dari perpustakaan." jawab Sakura.

"Nee, Sakura-san, kenapa wajahmu pucat gitu?" tanya Ino.

"Aah~nggak apa-apa kok!" kata Sakura sambil mengibaskan tangannya.

"Sakura-san, bisa ikut aku ke atap?" tanya Ino lagi. Sakura mengangguk.

"Hei hei hei, kalian mau ngapain ke atap?" tanya Natuto cepat.

"Mau tau aja! Ini masalah perempuan! Lebih baik kau pikirkan Hinata-Hime mu itu!" kata Ino sambil menunjuk Hinata yang sedang memainkan jarinya.

Naruto menoleh ke arah Hinata. "Haa, kau benar, Ino-baka!"

BLETAK!

"Aww, sakit tau!" ringis Naruto sambil memegang kepalanya.

"Jangan menyebutku 'BAKA', kau justru lebih BAKA dari aku!" ujar Ino kesal. Ino pun segera menarik tangan Sakura keluar kelas.

"Apa yang akan dilakukan gadis-gadis itu?" tanya Lee penasaran.

Shikamaru mengangkat bahu malas. "Entahlah. Huaah, mendokusei!" ujar Shikamaru sambil menguap.

"Shikamaru, ada yang ingin aku tanyakan." ujar Sasuke serius.

Shikamaru menoleh. "Nande?"

"Bagaimana kau bisa kenal Haruno Megumi? Bukannya dia siswi angkatan 86?" tanya Sasuke serius.

"Haah~bagaimna menjelaskannya ya?" ujar Shikamaru sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hm, begini. Sebenarnya, Megumi-senpai sudah lulus sudah lama sekali. Tapi, karena dia tak memiliki keluarga di Konoha, dia menetap di Asrama ini. Saat kita semua masuk ke Asrama ini, dialah orang yang menemaniku setiap hari. Dia selalu bersama Itachi-senpai. Makanya aku menyayanginya. Aku juga sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri." jelas Shikamaru.

"Sampai tragedi itu terjadi…" lanjut Shikamaru.

"Jadi begitu.." ucap Naruto.

"Yang paling penting sekarang, kita harus lindungi Sakura dari Karin. Aku merasa ada yang tidak beres dengan Karin dan kawan-kawannya." kata Shikamaru serius.

Mereka semua hanya mengangguk.

TENG, TONG, TENG

"YEAAH! PULANG!" jerit Naruto senang.

"NARUTO! BERISIIK!" bentak Neji kesal.

"Hehehe, gomennasai! Sasuke, ayo kembali ke kamar!" kata Naruro sambil menarik tangan Sasuke. "Jaa-nee, Hinata-chan, minna-san!"

"Tunggu, Naruto. Sakura masih di atap bersama Ino." ujar Sasuke sambil melepaskan tangan Naruto yang menggenggamnya.

"Ah iya, kau benar. Ayo ke atap!"

"Hai, Sasuke-san, Naruto-san!" sapa Sakura tiba-tiba.

"Ah~kebetulan. Kami baru saja mau ke atap menjemputmu.," jelas Naruto sambil tersenyum.

"Hn, apa yang kalian bicarakan sejak di atap?" tanya Sasuke penasaran.

Sakura terdiam sejenak. "Ng..nggak ada. Ayo kita pulang!" kata Sakura mengalihkan pembicaraan seraya tersenyum.

Naruto mengangguk semangat sedangkan Sasuke hanya terdiam seraya melirik ke arah Sakura. 'Ada yang tidak beres.,'

Selama perjalanan menuju kamarnya, hanya Naruto yang berceloteh ria, sedangkan Sasuke dan Sakura hanya terdiam dan hanya mendengarkan celotehan Naruto. Lebih tepatnya, hanya Sasuke yang mendengarkan Naruto berceloteh ria, sedangkan Sakura menatap ke depan dengan pandangan kosong. Sakura terus menerus kata-kata Ino dan kejadian yang di alaminya tadi.

FLASHBACK

"Ada apa, Ino-san?" tanya Sakura. "Apa sangat penting?"

Ino mengangguk. "Hump, ini sangat penting untuk kau ketahui. Disinilah, Megumi-senpai dan Itachi-senpai terbunuh."

Sakura membelalakkan matanya sekejap kemudian menunduk. "Nee-chan, bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu.," bisik Sakura lirih.

"Lalu, aku dan Shikamaru mencurigai gelagat Karin dan temannnya itu. Kau tau kan, siapa yang membunuh kakakmu itu?" Sakura mengangguk tahu.

"Hiratsuka Chikara.," Ino mengangguk.

"Kau benar. Dia benar-benar mirip Karin, kan?" Sakura mengangguk lagi. "Menurut kabar yang beredar, Chikara-senpai dan Karin adalah saudara sepupu."

Sakura membelalakkan matanya kaget. "Be..benarkah?"

Ino mengangguk. "Setelah kucari tahu kebenrannya, memang benar Karin dan Chikara-senpai memang saudara sepupu. Kemudian…," Ino menghela nafas sejenak. "Kau harus berhati-hati dengan Karin dan teman-temmannya.,"

BRUK, PRANG..

"Bu..bunyi apa itu?" tanya Sakura kaget. Ino hanya menggeleng.

Tiba-tiba muncul sesosok perempuan berambut merah dan berwajah sangat dingin dan pucat. Kakinya tak ada. Penampilannya pun sangat menyeramkan.

"I..ino-san..," gumam Sakura takut seraya menggenggam tangan Ino erat.

"Kita pura-pura saja tak lihat dan segera kembali ke kelas.,"

END FLASHBACK

"Sakura?" panggil Sasuke pelan sambil mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Sakura.

"Eh? Apa, Sasuke-san?" tanya Sakura yang baru sadar dari lamunannya.

"Daritadi kau terus melamun. Apa ada masalah?" tanya Naruto khawatir.

"Eh? Tidak ada kok!"

"Hn, bohong!"

"Eh?"

"Kau terlihat sedang ketakutan sedari tadi. Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Sasuke.

Sakura menunduk. "Ternyata memang ada sesuatu ya?"

"A..aku takut! Kenapa banyak sekali arwah yang terus menghantuiku?"

"Sepertinya, karena kau adik Megumi-senpai.,"

"Lalu apa hubungannya aku dan dia?"

"Entahlah.,"

"Oh ya, Sakura-chan, kata Shikamaru mungkin bakal ada seseorang yang melakukan hal yang sama yang terjadi pada Megumi-senpai padamu.,"

Sakura membelalakkan matanya kaget.

"Cih, harusnya jangan kau beritahu disini, baka!" ketus Sasuke.

"Aah~iya, aku lupa!"

"Hn, yasudahlah. Karena kau sudah tau, kau tak perlu khawatir. Kami akan melindungimu.,"

"Hhhh~Arigatou sudah mengkhawatirkanku, aku sendiri tak mau melihatmu menderita. Tapi, aku aka pa kok…mungkin..," ujar Sakura ragu.

"Kau sendiri masih ragu. Jangan khawatir!"

Naruto memandang Sasuke dan Sakura aneh. Tak biasanya Sasuke mengkhawatirkan seorang gadis seperti Sakura.

"aka pa, Sasuke-san.,"

"Whoaa~wait a minute!" kata Naruto tiba-tiba. Dia terdiam sesaat sambil melihat Sasuke dan Sakura secara bergantian.

"Hn, ada apa?" tanya Sasuke bingung.

"Naruto-san, ada apa?" tanya Sakura juga.

Naruto masih melihat mereka berdua dengan pandangan bingung. "Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Naruto.

"Apa maksudmu, heh?" tanya Sasuke semakin tak mengerti maksud Naruto.

"Kami? Emangnya ada apa dengan kami?" tanya Sakura bingung.

"Melihat kalian yang saling mengkhawatirkan sseperti itu, kalian seperti orang yang sedang berpacaran!" kata Naruto pada akhirnya.

BLUSH!

"A..apa yang kau bi..bicarakan, Naruto-san?" tanya Sakura gugup.

"Cih, kenapa kau terus memikirkan hal yang tidak-tidak? Baka!" ketus Sasuke sedikit gugup.

Jika diperhatikan, wajah Sasuke dan Sakura sedikit memerah, terutama pada Sakura.

"Aku serius! Kalian terlihat seperti pacaran. Apa…," kata Naruto sambil tersenyum menyeringai.

"Apa?" tanya mereka berdua kompak dan panik.

"Apa kalian beneran pacaran?"

BLETAK!

Sasuke menjitak kepala Naruto sedangkan Sakura hanya tertunduk malu. 'Apa sih yang dibicarakan? Aku kan jadi malu!' batin Sakura.

"Aww, sakit teme!"

"Apa yang kau bicarakan, Dobe? Kami juga baru kenal selama 1 minggu! Baka!" ketus Sasuke gugup.

"Ta..tapi aku kan cuma menebak! Kenapa kalian begitu galak?" ketus Naruto kesal.

"Kyaaa! Hentikan pembicaraan ini! Ayo kita pulang!" teriak Sakura kesal sambil berjalan mendahului Naruto dan Sasuke.

"Kau merusak suasana!" kata Sasuke. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Huh! Aku kan cuma bertanya! Itu juga salah!" ketus Naruto sambil berjalan menyusul Sakura.

Sasuke menghela nafas berat. Dia pun akhirnya menyusul kedua temannya itu. Tapi, sebuah pertanyaan terngiang-ngiang di kepalanya.

'Apa aku benar menyukainya?'

TBC

Hmmm, gimana chap ini?

Jelek ya?

Maaf banget publishnya lama…

Tiba-tiba macet di tengah jalan..*Emangnya Jakarta macet?*

Hehehe, terima kasih juga untuk semua yang udah review

Makasih juga buat yang udah nungguin fic ini walaupun fic ini jelek dan GJ.

Hehehe, aku minta sarannya ya.

Flame juga gak apa kok, asal gak nusuk banget!

RnR Please.,,

Arigatou Gozaimasu^^