Falling for you

By. Lee HyeRi

.

Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing.

Rated : M

Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)

Genre : Romance, Hurt/comfort

Summary : UPDATE CH.3! "Untuk apa aku bersikap sebagai seorang menantu di keluargamu kalau aku tidak menginginkannya?" aku sedikit berteriak saat mengatakannya. "Kau egois, Kyuhyun-ssi."

KyuMin slight HaeMin. WARNING: Yaoi, MPREG.

.

Annyeong~~

Saya membawa chapter 3

Hehe... happy reading...

But, Warning inside! ^^

===000===

Chapter 3

Kyuhyun baru saja terbangun dari tidurnya saat menyadari bahwa hari sudah pagi. Perlu beberapa detik baginya untuk benar-benar tersadar dari rasa kantuknya. Dia terdiam sejenak. Teringat bahwa semalam setelah Sungmin keluar dari kamar, dia belum melihat sosok Sungmin lagi sejak saat itu. Perasaan khawatir tiba-tiba saja meruak dalam dadanya. Tidak seharusnya dia tidur dengan nyenyak sementara Sungmin entah pergi kemana. Bagaimana kalau ada orang yang mencelakai Sungmin? Bagaimana kalau ada yang berbuat jahat padanya? Berbagai pertanyaan bermunculan dalam benak Kyuhyun.

Buru-buru dia bangun dari tempat tidur dan menatap sekitar kamar yang begitu luas itu. Ditatapnya setiap sudut kamar. Dia tersenyum lega saat melihat Sungmin yang tertidur dengan nyenyak di atas sofa. Didekatinya sosok namja yang sedang tertidur itu. Entah apa yang Kyuhyun pikirkan saat itu sampai dengan nekatnya dia mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin. Sekali lagi dia harus mengakui kalau Lee Sungmin memang sangat manis. Cukup lama dia mengamati wajah Sungmin dari dekat. Sampai ketika secara tidak sadar Kyuhyun makin mendekatkan wajahnya dan mencium pelan pipi kanan namja manis itu.

Merasakan ada sentuhan ringan di pipinya, Sungmin pun mulai terbangun. Matanya terbuka separuh untuk melihat apa yang baru saja terjadi. Cukup jelas baginya untuk melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya. Kesadarannya langsung pulih meski baru saja bangun tidur. Matanya membulat karena terkejut.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" teriak Sungmin sambil mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh.

"Aku hanya membangunkanmu," jawab Kyuhyun dengan santainya.

Sungmin makin menatap Kyuhyun dengan kesal. Dia masih bisa merasakan sentuhan ringan di pipinya. Sentuhan itu begitu terasa nyata. Namun dia juga berpikir mungkin itu hanya perasaannya saja. Bisa jadi itu hanya sebuah mimpi.

"Semalam kau dari mana?" tanya Kyuhyun untuk mengalihkan pembicaraan. Dirinya juga agak terkejut dengan apa yang baru saja dia lakukan. Mencium pipi Sungmin sungguh bukan rencananya. Itu sesuatu yang refleks dia lakukan tanpa sadar saat menatap wajah Sungmin.

"Bukan urusanmu," jawab Sungmin sambil beranjak menuju kamar mandi. Tidak dipedulikannya Kyuhyun yang terlihat tidak suka dengan jawaban Sungmin. Terlihat sekali dia masih kesal dengan perlakuan Kyuhyun semalam.

Dengan cepat Kyuhyun menahan lengan Sungmin sebelum namja itu masuk ke kamar mandi.

"Kau masih marah padaku?" tanya Kyuhyun.

"Aku tidak suka dengan cara bercandamu, Cho!" ucap Sungmin sambil menghempaskan tangan Kyuhyun yang memegangi lengannya. Sekali lagi tak dipedulikannya tatapan tidak suka dari Kyuhyun, Sungmin langsung melangkah masuk dan menutup pintu kamar mandinya.

Sementara itu Kyuhyun hanya mendecih pelan setelah menerima sikap dingin dari Sungmin. Sebelumnya tidak pernah ada seseorang yang berani bersikap seperti itu padanya. Kyuhyun yang memang memiliki harga diri yang begitu tinggi, tentu saja merasa direndahkan dengan sikap Sungmin. Terlebih lagi Sungmin hanya berstatus sebagai pegawai di perusahaannya, sementara dia adalah calon pewaris perusahaan. Jelas dengan status sosial yang seperti itu, Kyuhyun makin merasa kesal dengan sikap Sungmin yang semakin berani padanya.

Lee Sungmin baru saja membuat keputusan yang salah karena berani membuat seorang Cho Kyuhyun yang pemarah itu kesal. Kini Kyuhyun tersenyum penuh arti mengingat sebuah rencana yang ingin dia lakukan untuk membalas sikap Sungmin padanya.

===000===

"Untuk apa kita kemari?" tanya Sungmin dengan nada kesal.

Seharian ini dia terus berkeliling Pulau Jeju bersama Kyuhyun. Dia sudah cukup lelah berkeliling, namun Kyuhyun malah mengajaknya mampir di sebuah bar yang terlihat begitu ramai. Sungmin sudah berusaha untuk menolak, tapi bukan Cho Kyuhyun namanya kalau tidak bisa memaksa orang untuk menurutinya. Lagi, Sungmin hanya bisa mengumpat dalam hati untuk hari-hari menyebalkannya di Pulau Jeju. Terlebih lagi dia tidak bisa menghubungi ponsel Donghae sejak tadi pagi. Hal itu semakin membuat suasana hatinya bertambah buruk.

Kyuhyun bukannya tidak menyadari suasana hati Sungmin yang terlihat sangat buruk. Dia hanya tidak ingin peduli dengan apapun itu. Baginya sekarang hanya ada satu hal yang harus dia pikirkan baik-baik; rencana membuat Lee Sungmin mendesah dibawah tubuhnya. Sebuah seringai kembali terlihat di wajah evilnya saat dia mengingat apa saja yang sudah dia persiapkan untuk merealisasikan tujuannya.

"Aku tahu suasana hatimu sedang buruk. Sepertinya ini tempat yang bagus untuk menghilangkan kejenuhanmu," Kyuhyun tersenyum sambil menuangkan wine pada gelas di depan Sungmin.

"Tapi aku tidak mau mabuk," kata Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun kembali tersenyum penuh arti melihat bibir Sungmin yang begitu menggodanya.

"Aku tidak menyuruhmu mabuk, Min. Kita hanya minum-minum saja. Ayolah," bujuk Kyuhyun sambil menyuruh Sungmin untuk meminum wine yang tadi dituangkan olehnya.

"Baiklah, hanya sedikit saja," ucap Sungmin dengan ragu.

Kyuhyun hanya bisa berteriak dalam hati ketika Sungmin meminum wine yang diberikannya. Sebentar lagi rencanya berhasil.

===000===

"Nghh~" gumam Sungmin saat Kyuhyun merebahkannya di ranjang kamar mereka. Cukup sulit bagi Kyuhyun untuk membawa pulang Sungmin dengan keadaan mabuk seperti itu.

"Kyuhyun-ah..." ucap Sungmin dengan nada yang begitu menggoda.

"Hm?" balas Kyuhyun sambil berusaha melepas kedua sepatu Sungmin.

"Kyuuuu~" sekali lagi Sungmin memanggilnya dengan nada manja.

Kyuhyun sedikit kaget melihat sikap Sungmin yang tiba-tiba menjadi super aegyo. Matanya mengerjap tidak percaya melihat Sungmin yang berubah sikap menjadi manja kepadanya.

"Kyuuu~ sepertinya.. nghh... aku mabuk," kata Sungmin sambil tersenyum manis. Dia begitu terlihat sangat manis meski matanya setengah terpejam karena pengaruh alkohol dalam tubuhnya. Sepertinya Sungmin sudah benar-benar mabuk.

Sementara itu Kyuhyun duduk di pinggir ranjang sambil menatap intens pada Sungmin tanpa bisa berkata apapun. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Lee Sungmin yang mendadak menjadi super aegyo begitu mengejutkannya.

"Kyuuu... ahh.. a-apa aku... jelek?" tanya Sungmin sambil mengerjapkan matanya. Sungguh dia terlihat begitu polos saat bertanya seperti itu. Dan... Oh, Lee Sungmin, kau itu bodoh atau apa? Tentu saja kau adalah makhluk yang begitu indah. Bahkan Kyuhyun pun mengakui itu sekarang.

"Kau tampan, Min. Bahkan kau begitu terlihat cantik sekarang," jawab Kyuhyun sambil mengelus pelan pipi kiri Sungmin dengan ibu jarinya.

Sungmin mengerucutkan bibirnya sambil menatap tidak percaya pada kata-kata Kyuhyun.

"Nghhh~ Kyu bohong! Hae bilang... aku jelek saat mabuk," Sungmin merajuk seperti anak kecil. Begitu menggemaskannya sampai orang yang melihatnya pun pasti ingin mencubitnya karena gemas. Namun berbeda dengan Kyuhyun, sikap Sungmin yang seperti itu justru membuatnya semakin tak tahan untuk menyentuh namja yang sedang mabuk itu.

Donghae memang sering kali mengatakan pada Sungmin kalau namja manis itu terlihat sangat jelek saat mabuk. Bukan karena Sungmin memang benar-benar terlihat jelek, hanya saja Donghae tidak ingin Sungmin sembarangan mabuk di depan orang lain. Donghae tahu benar kalau Sungmin akan terlihat sangat manis dan menjadi manja jika dia sedang mabuk. Dia sampai harus berusaha begitu keras untuk tidak menyerang Sungmin saat aegyo king itu mulai bersikap manja. Sungguh Donghae tidak ingin ada orang lain yang milihat Sungmin dengan keadaan menggoda seperti itu. Karena itulah dia selalu melarang Sungmin untuk mabuk jika bersama orang lain.

Namun yang terjadi sekarang sudah terlalu terlambat. Sungmin terlalu asik menikmati wine untuk menghilangkan kepenatannya di Pulau Jeju yang berakhir dengan keadaan mabuk. Kyuhyun bukannya tidak ikut minum. Dia minum dengan porsi yang sama seperti yang diminum oleh Sungmin. Hanya saja dia bisa mentolerir kadar alkohol dalam tubuhnya yang menyebabkannya tidak mabuk meski minum wine begitu banyak.

Perlahan Kyuhyun naik keatas ranjang dan memposisikan tubuhnya diatas tubuh Sungmin tanpa menindihnya. Ditatapnya wajah manis itu dengan tatapan lapar. Oh, sungguh Cho Khuyun benar-benar tidak tahan untuk menyentuh seluruh tubuh indah itu. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada lekukan leher kanan Sungmin. Menghirup dalam-dalam aroma khas Sungmin dan mendekatkan bibirnya ke telinga kanan namja aegyo itu.

"Kau cantik, Min," bisik Kyuhyun sambil menggigit pelan daun telinga Sungmin.

"Nghh~ geli kyu," ucap Sungmin sambil berusaha menyingkirkan tubuh Kyuhyun yang menghimpitnya. Namun sia-sia. Tenaganya seolah terserap habis. Tubuhnya lemas karena pengaruh alkohol yang semakin membuatnya tidak sepenuhnya sadar.

Kyuhyun semakin mengerjai telinga Sungmin dengan ciuman, gigitan, dan jilatan yang membuat sungmin harus menggelinjang geli menerima sensasi yang diberikan oleh Kyuhyun.

"Ahh.. Kyu... apa 'sih?... iihh, minggir.. nghh..." kata Sungmin di sela-sela desahannya ketika Kyuhyun mengecupi beberapa titik di leher putihnya. Sesekali Sungmin masih terus saja berusaha menyingkirkan tubuh Kyuhyun darinya meski tangannya sudah terasa lemas.

Kyuhyun semakin tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sungmin. Dia sudah terlalu tidak sabar untuk menikmati tubuh itu. Sebuah seringai menghiasi wajahnya ketika dia menahan kedua tangan Sungmin agar tidak bisa mengganggunya. Dilumatnya bibir Sungmin dengan kasar. Dibawanya Sungmin ke dalam sebuah ciuman panjang yang begitu menuntut dan basah.

"Nhmm.. nghh mmm..." Sungmin bukannya tidak melawan, dia menggelengkan kepalanya kesana kemari untuk menghindari ciuman Kyuhyun. Namun yang dilakukannya sia-sia. Tenaganya sudah terlalu terkuras. Seharian berkeliling Pulau Jeju bersama Kyuhyun saja sudah membuah dia kelelahan. Terlebih lagi dia sekarang dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar karena pengaruh alkohol. Dia hanya bisa berteriak dalam hati agar sesuatu yang buruk tidak menimpanya.

"Ahh... nghh.." desah Sungmin saat Kyuhyun memilin pelan kedua tonjolan di dada Sungmin dari balik kemejanya.

Dengan tidak sabar, Kyuhyun menarik kemeja itu sampai semua kancingnya terlepas. Dia sudah tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk melepas kancingnya satu per satu.

Kini tubuh bagian atas Sungmin sudah tersaji di depannya. Tubuh putih nan mulus itu begitu terlihat nikmat untuk dinikmati. Lagi, sebuah seringai yang mengisyaratkan sebuah wajah kemenangan terlihat di wajah Kyuhyun. Dia sudah sangat tidak sabar untuk bisa merasakannya.

===000===

"Ahh... Hae... mmhh.. Hae..." desah Sungmin saat Kyuhyun bergerak keluar masuk tubuhnya. Sungmin sudah tidak sadar dengan apa yang ada di hadapannya. Dia sudah tidak bisa berpikir apapun. Dia hanya bisa merasakan kalau dia sedang berada dalam sebuah kenikmatan yang begitu menggelora. Tubuhnya terasa begitu panas dan menginginkan sentuhan-sentuhan yang lebih. Dia terus menginginkan lebih.

Kyuhyun hanya mendecih pelan mendengar sebuah nama yang didesahkan oleh Sungmin. Kedua tangan Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin. Ditatapnya wajah Sungmin yang begitu terlihat seperti seseorang yang berada dalam sebuah kenikmatan yang begitu hebat.

"Kyuhyun, Min. Kau sedang bercinta dengan suamimu,"bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.

"Ngahhh... ahh..." Sungmin hanya bisa mendesah semakin keras saat merasakan Kyuhyun menggerakan kenjantanannya semakin cepat dan kasar.

Namun tiba-tiba Kyuhyun menghentikan gerakannya. Dia hanya terdiam menatap Sungmin. Ada sesuatu yang baru dia sadari. Apa dia baru saja mengatakan kata 'bercinta'? Bukan... Itu salah. Kyuhyun tidak pernah melakukan seks dengan sebuah perasaan yang menurutnya sangat konyol itu.

Sekali lagi dia mendecih pelan sambil kembali berbisik di telinga Sungmin.

"Kita hanya melakukan seks, Min. Aku hanya ingin menikmati tubuh sexy-mu," bisik Kyuhyun yang entah Sungmin dengar atau tidak.

Sungmin sudah terlalu tidak sadar untuk mencerna sebuah kalimat. Keinginannya hanya satu sekarang. Dia butuh pelepasan. Dia ingin mencapai klimaks secepatnya.

"Ahh... nghh.. Kyu..." Sungmin menggeliatkan tubuhnya untuk membuat kejantanan Kyuhyun bergesekan dengan dinding rektumnya. Dia sudah tidak sabar untuk mengeluarkan isi testisnya. Sungmin sudah merasa tersiksa karena kenikmatan yang dia rasakan tiba-tiba berhenti.

Mengerti maksud dari Sungmin, Kyuhyun pun melanjutkan apa yang tadi sempat terhenti.

"All right, Min. Let's have sex. I'll make you can't walk for a whole week," kata Kyuhyun dengan seringai mesumnya.

===000===

Sebuah lagu yang begitu familiar di telinga Sungmin membangunkannya dari tidur yang begitu melelahkan. Lagu tersebut berasal dari ponselnya yang berdering menandakan ada telepon masuk. Sungmin berusaha menghilangkan rasa kantuknya dan berniat bagun dari tempat tidur sebelum rasa sakit, perih, dan nyeri begitu terasa di tubuh bagian bawahnya. Sungmin membelalakan matanya setengah terkejut. Lubang bagian bawahnya terasa seperti terbakar dan nyerinya sangat terasa. Rasa terkejutnya bertambah berkali lipat saat melihat Kyuhyun tertidur di sampingnya. Mereka berdua masih dalam keadaan naked dan bau sperma masih menyeruak di sekitar kamar. Sungmin bukan anak kecil yang tidak mengerti apa maksud dari semua kondisi ini. Dia bahkan masih bisa merasakan berapa kali Kyuhyun memasuki tubuhnya. Dadanya berdegup kencang menyadari bahwa dia telah berbuat sesuatu yang salah dengan Kyuhyun. Dia ingin menangis dan berteriak, namun dia masih bisa berusaha untuk menahan dirinya.

Perlahan Sungmin beranjak dari ranjang menuju tempat ponselnya berada karena semenjak tadi ponselnya terus berdering. Tak dihiraukannya rasa sakit yang begitu terasa di bagian bawahnya. Dia berjalan tertatih-tatih menuju sofa. Diambilnya ponsel berwarna pink itu sambil mendudukan dirinya dengan hati-hati di atas sofa.

"Akh!" rasa nyeri itu kembali terasa saat duduk.

Sungmin hanya bisa memejamkan matanya untuk menahan rasa sakitnya. Tetapi begitu Sungmin membuka matanya dan melihat siapa yang menelponnya, dia tidak bisa menahan untuk tidak menangis. Donghae menelponnya. Sungmin tidak tahu dia harus mengatakan apa pada kekasihnya. Dia merasa sudah mengkhianati Donghae. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hatinya. Dia begitu bingung harus bagaimana. Dengan perasaan gundah dan terluka, dia mematikan ponselnya tanpa menjawab telepon dari Donghae.

Sungmin segera merapikan diri dan menata kopernya dengan gugup. Dia ingin pergi dari kamar ini sebelum Kyuhyu bangun. Dia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun ataupun Donghae. Dia masih cukup syok karena baru saja menyerahkan ke'virgin'annya pada orang yang salah.

====000====

Sudah tiga hari Sungmin tidak keluar dari kamarnya. Orang tuanya sudah berulang kali membujuknya untuk keluar, namun Sungmin selalu menolak dan bilang tidak ingin diganggu. Sungmin bahkan mematikan ponselnya agar tidak ada yang bisa menghubunginya. Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan siapapun sekarang. Dia tidak ingin ada orang yang mengungkit tentang apa yang terjadi di Pulau Jeju.

Tubuhnya memang terasa lapar. Beruntung ada makanan kecil di kamarnya. Dia hanya memakan itu tiga hari ini. Rasanya hatinya begitu sakit menerima kanyataan seperti ini. Rasa sakit dibagian bawah tubuhnya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa sakit di hantinya. Dia benar-benar takut kehilangan Donghae. Setelah apa yang terjadi ini, apa Donghae masih bisa menerima keadaannya yang telah terjamah oleh orang lain?

"Cho Kyuhyun, kau benar-benar brengsek!" umpatnya berkali-kali.

.

.

.

"Minnie chagi, ada tamu untukmu. Eomma mohon kau keluar. Kakeknya Kyuhyun datang mencarimu," ucap Nyonya Lee dari balik pintu kamar Sungmin.

Mata Sungmin membulat. Begitu kagetnya dia mendengar kakeknya Kyuhyun datang ke rumahnya. Kakek itu, dia adalah penyebab pernikahannya dengan Kyuhyun. Untuk apa dia datang untuk mencari Sungmin?

"Iya, Eomma. Aku siap-siap sebentar," kata Sungmin lirih sambil beranjak untuk berganti baju.

===000===

"Tuan muda, ini gawat!" kata seorang pelayan keluarga Cho dengan nada gusar.

"Memangnya ada apa?" tanya Kyuhyun dengan malas dari balik layar komputernya. Pandangannya masih terpaku pada game yang sedang dimainkan olehnya.

"Kakek Anda! Hari ini dia datang ke rumah Sungmin-ssi,"

"Apa? Haishh, kakek tua itu! Segera siapkan mobil, aku akan ke sana secepatnya,"

.

.

.

"Eomma, mana Sungmin?" tanya Kyuhyun dengan terburu-buru saat melihat ibu mertuanya sedang menyiram bunga di halaman rumah keluarga Lee.

"Dia baru saja pergi dengan kakekmu. Ada apa dengan Minnie, Kyuhyun-ah? Kau bertengkar dengannya?"

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan dari ibu mertuanya itu. Apa yang harus dia katakan? Mengatakan bahwa tiga hari yang lalu dia telah meniduri Sungmin? Haha... konyol, tentu saja seks adalah hal yang wajar bagi sepasang pengantin yang telah menikah. Namun lain halnya dengan pernikahan Kyuhyun dan Sungmin yang terjadi karena sebuah konspirasi kecil dibalik semua itu. Agaknya Kyuhyun sudah keterlaluan karena dengan seenaknya meniduri Lee Sungmin.

"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Kyuhyun dengan sedikit ragu.

"Dia sudah terlihat lebih baik. Aku begitu khawatir pada putraku. Apa yang terjadi di Pulau Jeju sampai dia terlihat seperti itu?" sekali lagi Nyonya Lee mencoba mencari tahu kenapa putranya begitu terlihat terluka tiga hari ini.

"Maafkan aku, Eomma. Kami hanya ada sedikit salah paham. Eomma tenang saja, aku akan segera menyelesaikannya," kata Kyuhyun sambil menatap Nyonya Lee dengan pandangan bersalah.

"Apapun masalahnya, Eomma hanya bisa berharap kalian secepatnya berbaikan," Nyonya Lee menepuk pelan bahu kiri Kyuhyun sambil tersenyum.

Kyuhyun hanya bisa mengangguk untuk meresponnya. Entah kenapa kini ada perasaan tidak nyaman dalam hatinya. Dia merasa sudah keterlaluan dengan pernikahan pura-pura ini. Melihat bagaimana baiknya keluarga Sungmin memperlakukannya, dia merasa bahwa tidak seharusnya dia merencanakan semua itu. Kyuhyun bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika keluarganya maupun keluarga Sungmin tahu bahwa semua ini hanya sebuah kepalsuan.

"Aku harus pergi. Apa kakek mengatakan kemana dia dan Sungmin pergi?" tanya Kyuhyun.

"Kalau tidak salah, kakekmu bilang, dia ingin membawa Minnie ke rumah utama keluarga Cho,"

"Baiklah Eomma, trima kasih. Aku pergi dulu,"

===000===

"Mana Sungmin?" tanya Kyuhyun pada pelayan yang membukakan pintu rumah utama keluarga Cho.

"Dia di taman belakang, bersama Tuan Besar," jawab pelayan itu dengan sedikit katakutan.

Kyuhyun buru-buru melangkah menuju taman belakang. Dia takut kakeknya itu akan memarahi atau bahkan mengancam Sungmin.

"Kakek!" panggil Kyuhyun dengan sedikit berteriak.

Seorang kakek tua yang menggunakan setelan jas berwarna putih itu menengok dan menatap Kyuhyun. Kakek itu sedang duduk di bangku taman bersama Sungmin.

"Ah, cucuku yang kurang ajar sudah datang," kata si kakek dengan wajah malas.

"Ada perlu apa kakek dengan Sungmin sampai harus membawanya kemari?" tanya Kyuhyun dengan nada tidak suka.

"Ya! Dimana sopan santunmu? Aku hanya mengobrol dengan cucuku yang manis ini," kakek itu berdiri dan menatap Kyuhyun dengan pandangan kesal.

"Benarkah? Min, apa kakek tua itu baru saja memarahimu?" tanya Kyuhyun pada Sungmin. Sungmin hanya memutar bola matanya untuk menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Terlihat sekali kalau Sungmin sangat malas untuk menatap wajah suaminya itu.

"Dasar cucu kurang ajar! Beraninya kau berkata seperti itu!" kakek itu mengambil tongkat berjalannya dan berniat memukulkannya pada Kyuhyun.

"Aduh, aw.. maaf kek... aw.." Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan kepalanya untuk menangkis tongkat kakek yang akan dipukul-pukulkan padanya.

"Aku harusnya menghajarmu sampai kau mati! Beraninya kau membuat Minnie menangis!" kakek tua itu menurunkan tongkatnya. Dia kembali duduk dan mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena emosi. Terlihat seorang pelayan yang berlari membawakannya segelas air putih hangat.

"Bahkan kau membuatnya pulang sendirian ke rumah orang tuanya! Memalukan! Aku menyuruhmu menikahinya bukan untuk bersikap tidak bertanggung jawab seperti itu!" sekali lagi kakek itu memarahi Kyuhyun dengan mengacung-acungkan tongkatnya ke arah Kyuhyun.

"Apa yang telah kau lakukan pada Minnie sampai dia kembali ke rumah orang tuanya, hah?"
kakek itu kembali menghela nafas dan mengambil air yang dibawakan oleh pelayan tadi. Kesehatannya selama ini memang kurang baik. Terlebih lagi dia sering emosi melihat kelakuan Kyuhyun yang selalu seenaknya sendiri. Dia bukannya membenci Kyuhyun. Dia melakukan semua itu karena dia begitu menyayangi cucu satu-satunya itu. Namun beginilah cara dia menunjukan rasa sayangnya. Dia tidak ingin memanjakan Kyuhyun seperti yang dilakukan oleh orang tua Kyuhyun.

"Kakek, sudahlah. Aku tidak apa-apa. Kami akan segera menyelesaikan masalah kami," kata Sungmin sambil menenangkan kakek itu.

"Kau lihat itu, Cho Kyuhyun? Cucuku ini benar-benar baik hati. Kalau dia tidak mecegahku, kau pasti sudah ku pukul sampai mati!"

Kyuhyun hanya mendecih mendengar kakeknya mengatakan hal itu.

"Sudah ya, kakek istirahat saja. Aku benar-benar tidak apa-apa," kata Sungmin sambil beranjak dari duduknya.

"Baiklah. Tapi, Minnie... pikirkan baik-baik apa yang kita bicarakan tadi ya,"

Sungmin hanya mengangguk sambil tersenyum.

===000===

"Min," panggil Kyuhyun setelah mereka berdua keluar dari mobil Kyuhyun. Kini mereka berdua berada di halaman parkir rumah keluarga Cho. Rumah yang di tempati Kyuhyun dan orang tuanya. Sungmin tidak menghiraukan panggilan dari Kyuhyun. Dia terus melangkah menuju rumah sebelum tangan Kyuhyun menahan lengannya.

"Jangan sentuh aku, brengsek!" dengan kasar Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun yang menahannya.

"Kau masih marah karena kejadian malam itu? kita berdua mabuk, Min. Aku juga tidak menyangka kita akhirnya berbuat seperti itu," kali ini Kyuhyun melakukan pembelaan atas kejadian di Pulau Jeju. Jelas itu sebuah kebohongan, Kyuhyun memang sudah merencanakan untuk meniduri Sungmin.

"Simpan alasanmu, Cho! Semua tidak akan terjadi kalau kau tidak mengajakku ke bar! Brengsek!" Sungmin agak meninggikan suaranya. Dia tidak tahan untuk memaki laki-laki yang ada dihadapannya itu.

"Kenapa? Kau 'kan 'istri'ku, wajar kalau kau melayaniku," dengan santainya Kyuhyun mengatakan itu.

Sungmin mendecih pelan dan menggeleng tidak percaya menatap Kyuhyun.

"Apa kepalamu terbentur? Atau kau sudah mulai tidak waras? Dengar, Cho, sepertinya kau sudah lupa dengan isi perjanjian kita," sindir Sungmin dengan raut wajah yang begitu terlihat menahan emosi.

"Itu hanya perjanjian awal, Min. Kita sama-sama lupa memasukan tentang seks di perjanjian itu," lagi, Kyuhyun berusaha membela diri.

Sungmin terdiam dan menghela nafas pelan. Ditatapnya Kyuhyun dengan raut wajah kecewa.

"Perjanjian itu menandakan adanya sebuah pernikahan palsu. Dan seharusnya tidak ada seks untuk pernikahan palsu!" ucap Sungmin dengan tegas.

Dia pergi meninggalkan Kyuhyun setelah mengatakan itu. Dengan langkah cepat dia masuk ke dalam rumah milik keluaraga Cho.

Kyuhyun masih terdiam di luar rumah. Dia masih terkejut dengan kata-kata Sungmin. Dia akui Sungmin memang benar. Kini kata-kata itu terus menggema di pikirannya.

'Seharusnya tidak ada seks untuk pernikahan palsu,'

===000===

TBC

Hollaaa~
Bagaimana dengan chapter ini? Apa ceritanya sudah mulai berkembang? Ah, saya begitu bersemangat saat menulisnya. Tapi saya tidak begitu niat saat melakukan pengeditan. Sorry for typo~ :D

Btw, thanks for review~

Saya begitu senang membacanya. :)

.

.

And this chapter special for my reviewers:

jung hana cassie, ndok, hie, YuyaLoveSungmin, , widiwMin, mami jujue, rainy hearT, minnieGalz, Sung Hye Ah, eLizxie Aire, cho hyun ae, , park soohee, Cocondul sukayaoi, Rima KyuMin Elf, Myblackfairy, hyugi lee, White Lucifer, iraira, mako47117, SteffanyChoi , AmyKyuMinElf, BembiELF

.

.

Thanks for RnR.

No CoPas, Please.

Mind to review? :D