Title:World of Future
Disclaimed :Naruto © Masashi Kishimoto
Story Idea from Future Arc KHR © Amano Akira
Genre: Angst, Romance, Time-Traveling
Rating:T
Pairing: SasuNaru, AllxNaru
Warning : AU, OOC XD
.
Chapter 3, Kurama
.
"Oh, disana Akamaru—" suara yang tampak familiar tetapi terdengar berbeda itu membuat pemuda yang sedang duduk diatas atap dari salah satu bangunan di konoha menoleh. Menemukan seorang pria dengan anjing besar yang melompat dan berhenti di depannya, "—wha, benar-benar seperti yang dikatakan Sasuke!"
"Heee—ah, Kiba!" Naruto yang tampak sedikit pangling karena wajah Kiba yang sedikit berbeda walaupun rambutnya sama begitu juga dengan Akamaru yang bulunya hanya bertambah lebat, "kau benar-benar tidak banyak berubah…"
"Aku benar-benar kaget saat mendengar kalau kau yang disini adalah kau yang berada dimasa 5 tahun yang lalu!" Kiba memutuskan untuk duduk di samping Naruto, "soalnya kemarin aku dengar kalau kau—"
"Yah, aku juga kaget dan masih tidak percaya mendengar cerita dari teme," Naruto tampak tersenyum walaupun tampak sedikit dipaksa. Menghela nafas dan melihat kearah depan, "menurutmu—bagaimana diriku di masa ini Kiba?"
…
"Susah untuk mengakuinya, tetapi kau benar-benar kuat bahkan melebihi Sasuke dan melebihi dirimu 5 tahun yang lalu," Kiba tampak tertawa dan merebahkan diri ditubuh Akamaru, "dimulai saat kau diangkat menjadi ketua Anbu Konoha, kau mengubah semua system dari Anbu. Tidak ada penghilangan emosi seperti yang dilakukan pada Sai, semua anbu bersikap layaknya shinobi biasa kecuali pada saat misi berlangsung."
Naruto hanya menatap Kiba yang menceritakan semua tentang dirinya.
"Tetapi—sifatmu sedikit berubah, oke sangat berubah. Kau terlihat lebih dingin, pendiam, dan juga tidak banyak berbicara masalah kehidupanmu. Kau lebih mengutamakan misi, keselamatan Konoha, dan juga semua penduduk daripada dirimu sendiri," tawa datar terdengar dari Kiba, "entah beberapa kali kami menemukan dan membawamu pada Sakura karena kau kelelahan setelah bekerja."
"Aku tidak bisa membayangkannya—"
"Begitupun denganku," menghela nafas dan Kiba hanya tersenyum tipis sambil menutup matanya, "apalagi saat kau bekerja sama dengan Yamigakure, meskipun kau tahu ada yang aneh dengannya semenjak menghilangnya Kazekage."
"Aku sendiri tidak mengerti—" menggaruk kepalanya frustasi dan menggerutu pelan, "—aku bahkan tidak habis fikir mendengar cerita dari Sasuke, Yamigakure bukanlah negara yang bisa membuat Konoha aman!"
"Kau sendiri tidak mengerti, apalagi kami—" menghela nafas dan menatap kearah Naruto.
"Tetapi, entah kenapa—aku merasa, kalau apa yang aku lakukan, bekerja sama dengan negara itu adalah sesuatu yang tepat…"
…
"Kudengar dari Sasuke anda ingin melakukan penyelidikan ke Yamigakure tanpa kami semua," Kiba melihat Naruto yang berada di ruangannya sedang melihat-lihat laporan dan juga gulungan-gulungan yang sepertinya diambil dari gudang tempat gedung Hokage.
"Begitulah—aku harus melakukan ini, kalau Hokage sendiri yang ingin bertemu, mereka tidak akan menghalangiku," Naruto tidak menatap Kiba, tahu kalau temannya itu tidak akan setuju dengan apa yang akan ia lakukan—sama seperti yang lainnya, "—apapun yang kau lakukan aku tidak akan mengubah fikiranku Kiba…"
"Aku mengerti—bahkan kekasihmu saja tidak bisa menghentikanmu…"
"Ah, aku sudah—memutuskan hubungan dengannya," senyumannya saat itu tampak seperti biasa—namun Kiba bisa melihat ketidakbiasaan dari senyuman sang hokage ke-delapan itu, "aku hanya ingin fokus pada apa yang aku lakukan untuk Konoha. Aku sudah tidak memiliki perasaan padanya…"
"Apakah kau fikir—keputusanmu itu benar, Hokage-sama?"
"Ya—apa yang aku lakukan ini, sudah aku fikirkan dengan baik…"
…
"Baiklah kalau begitu—aku tidak bisa mengatakan apapun, aku akan kembali bertugas. Selamat siang—Hokage-sama…" Kiba menundukkan kepalanya pada sosok di depannya saat ini, berbalik dan akan berjalan keluar dari tempat itu.
"Neeh, Kiba—" suara dari Naruto membuatnya menoleh tanpa membalikkan badannya, "—kau bisa memanggil namaku seperti dulu? Saat kau dan aku masih sama-sama menjadi murid akademi?" tersenyum lebar seperti sebelum sifatnya berubah, Kiba sedikit terkejut melihat hal yang sudah setengah tahun lamanya tidak ia lihat itu.
Tetapi—
"Maaf—saya tidak bisa, Hokage-sama…"
…
"…ba…oi, Kiba…HEI KIBA!" lamunan pemuda itu tampak terputus saat Naruto berada sangat dekat jaraknya dengan pemuda itu, membuat wajahnya seketika itu memerah dan mundur perlahan, "ada apa denganmu? Tiba-tiba saja melamun tidak jelas—"
"Ah tidak apa-apa," menggaruk kepala belakangnya, Kiba mencoba untuk bersikap biasa pada pemuda didepannya sekarang, "hei—"
"Hm?"
"Tidak apa-apa, sudah lama tidak berbicara denganmu seperti ini—Naruto," Kiba hanya tersenyum dan menatap Naruto yang hanya bingung menatap temannya itu sebelum Kiba berdiri dan merenggangkan kedua tangannya, "aaaah, sebaiknya aku kembali mengerjakan misiku saja! Sampai jumpa Naruto!"
"Hei Kiba, apa aku tidak boleh ikut dalam misi? Bagaimanapun dimasaku aku sudah bertingkat Jounnin!"
"Tanyakan saja pada Kakashi-san dan juga Sasuke, aku tidak punya wewenang untuk itu," Kiba sudah berada jauh sebelum Naruto ingin menanyakan tentang misi itu lebih jauh lagi. Kiba sendiri tampak menatap kearah Naruto yang ada di belakangnya sambil menghela nafas dan tersenyum.
'Kalau saja dia masih hidup—aku akan memanggil namamu sebanyak mungkin, Naruto bodoh!'
Kalau saja—
…
Beruntung sepertinya Sasuke meninggalkan jubah Hokage milik Naruto dimasa ini dan juga pakaian Jounnin yang memang biasanya menjadi bagian dalam yang tertutupi oleh jubah putih dengan lambang api itu.
Menggunakan itu untuk menyamarkan dengan dirinya di masa itu, beruntung bentuk tubuhnya tidak banyak berubah termasuk tinggi badannya. Hanya rambutnya yang lebih panjang saat masa ini—kenapa tahu, karena di rumah itu ada foto dirinya di masa itu—yang menurutnya sangat mirip dengan ayahnya Minato Namikaze.
"Ternyata rencanaku memanjangkan rambut berhasil juga—" tawa santai terlihat di wajahnya saat ia melihat foto dirinya di masa ini dan segera berjalan keluar dari ruangan itu menuju keluar, "—baiklah, sebaiknya aku memang menemui Kakashi-sensei dan juga Sasuke-teme…"
KRUUUK!
…
"Setelah Ichiraku Ramen~"
…World 5 Years Ago…
"Bagaimana—apakah ada kabar tentang keberadaan Naruto?" Tsunade menemui Sasuke yang sedang berada di ruangannya untuk mengambil misi. Sudah 6 hari lamanya Naruto menghilang setelah sebelumnya asap tebal menyelimuti mereka berdua. Tidak ada sosok siapapun menggantikan Naruto, dan hanya ruangan hampa disana.
"Tidak ada—" helaan nafas frustasi terdengar dari keturunan terakhir klan Uchiha itu. Ia sudah mencoba untuk mencari dengan semua cara—dan seolah Naruto lenyap dari bumi ini, tidak ada satupun jejak yang tertinggal untuk mencari keberadaan Naruto.
"Aku merasakan perasaan buruk tentang hal ini—sebaiknya kau juga berhati-hati Sasuke," Sasuke menatap Tsunade yang menatapnya dengan tatapan tajam. Sasuke sendiri tampak membalas tatapannya sebelum mengangguk pelan.
"Kalau begitu aku permisi, Tsunade-san—" berbalik, berjalan keluar dari tempat itu dan menutup pintunya. Saat baru saja keluar dari ruangan rumah sakit, yang ia lihat pertama kali adalah Sakura yang sedang berdiri seolah menunggunya.
"Bagaimana—apakah ada kabar dari Naruto?"
"Nihil—tak ada satupun petunjuk mengarah pada keberadaan Naruto," Sakura hanya menghela nafas mendengar hal itu. Sungguh, ia sudah merelakan Sasuke dengan Naruto—ia hanya menganggap keduanya sebagai sahabat biasa. Hilangnya Naruto, tentu saja membuatnya cemas.
"Entah ini berguna atau tidak," Sakura yang mengingat sesuatu tampak mencoba untuk memikirkannya, "tetapi—sepertinya aku pernah mengalami hal ini bersama Naruto, saat kami benar-benar tidak bisa dilacak oleh Tsunade-san dengan menggunakan cara apapun…"
"Hm?"
"Saat itu kami—"
…World 5 Years Later…
"Paman, aku ingin satu ramen seperti biasa!" Naruto dengan segera tampak masuk kedalam Ichiraku Rameh dan menemui Teuchi dan juga Ayame yang tidak berubah sama sekali itu. Yang bersangkutan malah hanya diam dan menatap Naruto dengan tatapan terkejut, "ada apa paman?"
"Tidak—kami sudah lama tidak melihatmu kemari, kalau tidak salah sejak setengah tahun yang lalu. Apalagi semenjak menjadi Hokage kau jarang berada diluar kantormu sendiri," jawab Teuchi sambil tertawa lepas, "tetapi baguslah, aku tidak mau kehilangan pelanggan tetapku begitu saja—" Teuchi memberikan semangkuk ramen padanya.
"Hm—hanya perasaanku atau kau terlihat lebih muda dari terakhir kali aku melihatmu Hokage-san?" Ayame menoleh dan melihat kearah Naruto yang agak tersedak saat memakan ramennya karena mendengar hal itu. Berita tentang pertukaran Naruto memang tidak pernah diberitahukan pada siapapun kecuali teman dekat dan para Jounnin.
"A—ahaha, mana mungkin bukan Ayame-san? Aku tetap seperti kemarin kok," Naruto mencoba untuk meyakinkan gadis itu meskipun kenyataannya ia memang harusnya lebih muda daripada dirinya masa sekarang.
"Makanlah yang banyak—aku akan mentraktirmu hari ini!"
"Eh, benarkah tidak apa-apa paman? Kau tahu selera makan ramenku—"
"Tidak sama sekali, kalau kau tidak sadar—kau sudah membawa beberapa pelanggan padaku," Naruto tampak memiringkan kepalanya bingung sebelum menoleh untuk menemukan beberapa gadis Konoha menatapnya dengan wajah tersipu.
"Selamat siang Hokage-sama—"
"Eh," hampir saja menanyai apakah gadis itu memanggilnya sebelum sadar kalau memang ia yang sekarang dipanggil Hokage, "ah, selamat siang!"
Dan senyuman ratusan watt milik Naruto saat itu secara tidak sadar oleh pemuda itu sukses membuat beberapa gadis dan entah kenapa—pemuda Konoha meleleh dan beberapa menutupi darah yang keluar dari hidungnya.
"Eh?"
"Ngomong-ngomong, bukankah hari ini ia harusnya sudah kembali?" Ayame yang entah bagaimana tidak terpengaruh Charming Naruto menoleh pada sang Hokage.
"Dia?"
"Ah, karena rumor tidak benar tentangmu yang tewas—ia langsung kembali ke Konoha hari itu juga," Teuchi tampak menghela nafas dan menatap Naruto yang semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh mereka berdua, "ia benar-benar sangat perduli padamu."
Semakin bingung karena Teuchi tampak menatapnya, itu berarti memang seseorang yang ia kenal—di masa ini yang sedang dibicarakan. Tetapi siapa, itulah masalahnya.
"Siapa yang paman maksud?"
"Loh—siapa lagi yang sedang berada di Sunagakure untuk membantu para penduduk menggantikan Kazekage selain dia bukan—" melihat tanda Tanya imaginer yang muncul diatas kepala Naruto membuat Ayame maupun Teuchi saling berpandangan, "—kau tidak apa-apa bukan? Masa kau lupa, dia—"
…
Di salah satu sisi dari hutan yang berada di luar Konoha, tampak Sasuke yang sedang bersama beberapa anggota Anbu sedang bertarung dengan seseorang yang tampak mengenakan jubah hitam yang menutupi tubuhnya.
"Shikamaru—tahan dia saat aku mencoba untuk mengecohnya," menoleh pada pemuda yang berasal dari klan Nara itu, Shikamaru tampak menatap Sasuke yang memberikannya perintah sebelum mengangguk samar, "Hinata gunakan Byakugan untuk memastikan ia bukanlah Genjutsu, dan Shino gunakan seranggamu untuk mengecek pergerakan sekecil apapun dari orang ini…"
Semua yang diperintahkan oleh Sasuke tampak dilaksanakan. Baik Shikamaru, Hinata, dan juga Shino bersiap untuk melaksanakan tugasnya. Dan saat aba-aba dari Sasuke tampak terlihat, dengan segera Hinata mengaktifkan Byakugannya begitu juga dengan Shino.
Sasuke sendiri mencoba untuk mendekat, menggunakan Shunsin dan ia sudah berada didepan pemuda itu dengan Chidori yang sudah berada di tangan kanannya. Tetapi saat pemuda itu membuat beberapa segel dengan cepat, ia memegang tangan Sasuke dan menghilangkan Chidori itu dengan segera.
'Seperti waktu itu—' Sasuke yang menyadari hal itu mencoba untuk menahan tangan orang itu. Hinata sendiri merasakan chakra yang bergerak cukup aneh dan saat Shikamaru mencoba untuk menahannya dengan mengikat bayangan dari orang itu tampak jurusnya tidak bisa sampai pada orang itu walaupun jarak mereka tidak terlalu jauh.
"Pergerakan chakranya aneh, alirannya tampak lebih cepat namun terlihat lambat saat berada di bagian tangannya—" Hinata sedikit berbisik sementara Shikamaru masih mencoba untuk memfokuskan kekuatannya.
"A—aku tidak bisa mencapai bayangannya…"
Shino sendiri tampak menatap para serangga yang ia panggil—tampak bergerak liar seolah mereka ketakutan akan sosok pemuda itu.
"Sudah kuduga tidak akan bisa dengan cara biasa—" Sasuke mencoba untuk menyibakkan jubah yang dikenakan pemuda itu. Saat jubah itu akan terlepas, sesuatu tampak membuatnya tersentak dan membuat konsentrasinya buyar.
Dan saat itu, sebuah kunai tampak akan mengenainya.
"SASUKE!" Shikamaru berteriak, Sasuke sadar namun tampak terlambat untuk menghindarinya.
DHUAK!
Sebuah tendangan melayang, membuat Sasuke terlempar ke samping. Bukan—bukan dari pemuda berhoodie itu tetapi dari seseorang yang muncul tiba-tiba dan melemparnya begitu saja ke samping.
"Eh—dia!"
"Jadi—kalian orang-orang dari Yamigakure," menatap pemuda berhoodie itu dengan matanya yang merah, rambut orangenya tampak terlihat terlihat di sela hoodie hitam yang ia kenakan, "kalian yang membunuhnya bukan…"
…
Tidak mengatakan apapun—di tangan pemuda itu tampak sesuatu yang berbentuk bulat dan mirip seperti Rasengan yang lebih padat dan berwarna hitam pekat.
"Aku tidak akan memaafkan kalian—" melemparkan bola itu tepat pada pemuda yang ada di depannya itu, tampak tidak mungkin ada kesempatan untuk menghindar, namun tiba-tiba saja Hinata yang melihat chakra di dalam tubuh pemuda itu merasakan bahwa orang itu menghilang.
"Eh?"
"Ia menghilang bukan—" pemuda itu tampak menoleh dan menatap Hinata yang sedikit tersentak melihat bagaimana dingin dan tajamnya tatapan pemuda bermata merah itu—dan langsung mengangguk cepat.
"Tch—bagaimana caranya ia melakukan hal itu," Shikamaru tampak berdecak kesal dan melihat kearah Ino yang ikut sebagai ninja medis, sedang mencoba untuk mengobati Sasuke yang terkena tendangan dari pemuda bermata merah di depan mereka, "dan sepertinya—kita harus segera kembali…"
"Siapa yang memperbolehkanmu memerintahku," menatap Shikamaru yang sedikit tersentak sebelum mendesah pelan, ia ingin segera kembali selain karena ia malas berada disini, namun juga karena menghindari semua pertengkaran yang akan terjadi, "seharusnya, aku tidak mempercayaimu untuk melindunginya…"
"Ku—"
"Diam!" pemuda itu menghentikan Hinata yang akan menjelaskan sesuatu padanya, "Uchiha memang tidak pernah bisa dipercaya. Apa yang kukatakan tentang melindungi Gaki dari orang-orang brengsek itu! Kenapa ia bisa tewas saat kau tidak berada diluar Konoha, saat ia berada di Konoha yang berarti berada dalam perlindunganmu?!"
"Ia melarangku—" Sasuke menatap tajam pada pemuda di depannya yang tampak sangat marah padanya, "—ia tidak memperbolehkanku untuk mengikutinya hari itu! Aku tidak memiliki wewenang pada—"
"Untuk apa statusmu sebagai kekasihnya?!"
"Aku sudah tidak memiliki hubungan itu!" semua orang tampak sedikit tersentak saat melihat Sasuke meninggikan suaranya dan berdiri hanya beberapa centi dari pemuda berambut orange sedikit gelap itu, "kau fikir—aku tidak berusaha untuk mencegahnya? Kau fikir aku tidak berusaha untuk mengatakan kalau aku ingin ia mengajakku?!"
…
"Sebaiknya kau lihat saja sekarang di Konoha—" Shikamaru menepuk pundak pemuda itu sambil menghela nafas, "—Kurama-san…"
…
"Dimana dia sekarang—" pemuda berambut orange dengan mata merah itu menoleh kekiri dan kekanan saat mereka semua sampai di kantor Hokage, "—kenapa kita malah ketempat ini?"
"Kau akan lihat sendiri nanti—" menghela nafas dan Sasuke tampak cuek dengan apa yang dikatakan oleh pemuda bernama Kurama itu. Sementara Shikamaru, Shino, dan juga Hinata tampak bingung karena mereka belum mendengar kabar tentang penggantian Naruto di masa ini.
"Ah, akhirnya aku menemukanmu Sasuke-teme," suara itu membuat semua orang disana menoleh. Selain Sasuke, tentu saja mereka tampak terkejut melihat Naruto yang muncul—yang mereka dengar beberapa hari yang lalu tewas. Dan yang lebih mengejutkan adalah saat melihat kalau Naruto tampak lebih muda, "ah, ada Hinata-chan, Shino, dan juga Shikamaru!"
"N—Naruto-kun?!"
"O—oi, ada apa sebenarnya ini Sasuke?!" Shikamaru yang tampak benar-benar bingung dengan apa yang ada di hadapannya tampak menoleh pada Sasuke saat itu.
"Ceritanya panjang," Naruto tampak tertawa sambil menggaruk kepala belakangnya. Menoleh pada Kurama yang hanya diam mematung, Naruto sendiri tampak tidak mengenal pemuda itu.
"Gaki?"
…
"Apakah aku mengenalmu?" dengan nada ragu dan sedikit tidak enak, Naruto menatap pada Kurama yang langsung menoleh pada Sasuke. Naruto tentu saja tidak mengenal pemuda itu yang baru muncul dua tahun setelah masa Naruto.
"Kau mengenalnya dengan sangat baik dobe," menghela nafas, tampak tidak menatap kearah Naruto yang masih menatapnya, "dia adalah Kurama—atau pada masamu dan sebelumnya, ia disebut sebagai Kyuubi. Dua tahun setelah masamu, ia mendapatkan tubuh diluar Jinchuuriki…"
"EH?!"
…
"Uwaaa! Akhirnya damai seperti dulu—" tampak pemuda berambut kuning yang sedang merebahkan diri diatas patung Hokage tempatnya biasa berada disana, "—sedikit membosankan, tetapi lebih baik seperti ini daripada perang!"
"Kau terlalu naïf Gaki—keadaan ini tidak akan berlangsung lama," suara Kurama tampak terdengar, dijawab dengan kekehan dari Naruto.
"Tetapi yang paling membuatku senang adalah—kau tidak dianggap sebagai monster lagi oleh orang-orang bukan?" setelah Kurama atau Kyuubi membantu Naruto mengalahkan Madara dan juga Obito, pada akhirnya semua orang menganggap mereka berdua adalah seorang pahlawan.
Perlakuan Naruto di mata orang-orang tentu saja berubah—mereka jadi lebih baik dan tidak memanggilnya monster.
"Neh Kurama," Kyuubi yang tadinya tampak menutup matanya membuka sebelah matanya mendengar suara Naruto, "apa kau tidak pernah berfikir untuk mendapatkan wujud manusia? Tanpa harus terkurung di dalam inang sepertiku?"
…
"Dua tahun—atau tiga tahun setelah masamu," semua yang tadi berada di lorong kantor hokage termasuk Shikamaru, Shino, dan juga Hinata, serta tentu saja Kurama berada di dalam ruangan Hokage bersama Sasuke dan juga Naruto, "ya—anggap saja kau menemukan jutsu baru yang bisa membuat Kyuubi berpisah dari tubuhmu dan mendapatkan tubuh asli."
"Heee?"
"Kau membuat sebuah jutsu yang bisa memisahkan chakra dari Bijuu dan juga Jinchuurikinya dan membentuk tubuh baru dengan chakra itu untuk para Bijuu hidup tanpa perlu menggunakan Jinchuuriki," Shikamaru menambahkan penjelasan Sasuke, dan Naruto tampak hanya membuka mulutnya lebar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Jadi, kau adalah Kurama?" Naruto menoleh pada sosok pemuda berambut kuning yang warnanya lebih tua daripada warna rambutnya namun memiliki model yang sama. Lebih jelasnya, pemuda itu sangat mirip dengannya minus warna rambut dan mata yang berwarna merah.
"Begitulah—aneh melihatmu yang menciptakan jutsu itu malah tidak mengenaliku," menghela nafas dan menyilangkan kedua tangannya, "lalu, masalah dirimu yang tertukar masa itu…"
"Benar-benar aneh," Shikamaru mencoba untuk berfikir setelah sebelum menjelaskan keberadaan Kurama Sasuke sudah menjelaskan tentang kenapa Naruto berada disini, "jadi—kau berpindah secara tiba-tiba saat asap mengepungmu. Dan saat kau sadar, kau sudah berada di sini…"
"Dan kemungkinan, Naruto yang ada di masa ini berpindah dengan dirimu…"
…
"Bagaimana reaksi Kakashi-sensei dan juga Sasuke-teme saat mendapati diriku malah bertukar dengan sebuah mayat?" Naruto tampak memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, bingung dan juga khawatir bercampur menjadi satu.
"Yang lebih penting—kalau pada akhirnya Gaki masih tewas," memberikan tatapan tajam pada Sasuke yang cuek dengan tatapan dari Kurama, "dan tidak ada yang bisa menghalangiku untuk membunuh Uchiha satu ini…"
"Ku—Kurama-san, tenanglah!" Hinata mencoba untuk menenangkan Kurama yang sudah siap bertarung dengan Sasuke.
"Memang kau bisa apa?"
"Kau—"
"Hei-hei kalian berdua—" Shikamaru mendesah, tidak pernah bisa Sasuke dan Kurama berada dalam satu ruangan tanpa bertarung sedikitpun. Baru saja Shikamaru dan Hinata akan melerainya saat suara tawa dari Naruto menghentikan pergerakan mereka.
"Apa yang lucu dobe—"
"Tidak-tidak, aku hanya tidak pernah merasakan seseorang yang begitu khawatir denganku sampai-sampai ingin membunuh seseorang yang tidak bersalah sama sekali," Naruto tampak tersenyum lebar dan menatap Kurama yang wajahnya memerah dan segera memalingkan wajahnya.
"Sepertinya kita akan berteman baik Kurama!"
…
Setelah pertemuan tak terduga itu, Naruto yang meminta Sasuke memperbolehkan Kurama menginap di tempatnya pada akhirnya setuju walaupun dengan berat hati. Kurama juga 'sedikit memaksa' atau lebih tepatnya mengancam dengan alasan tidak mempercayai lagi Sasuke untuk menjaga sang mantan Jinchuurikinya itu.
Sasuke sendiri tampak berada di ruangan depan sambil membaca beberapa laporan walaupun tampak tidak fokus dengan apa yang ada di depannya. fikirannya terfokus dengan apa yang ia lihat saat sempat membuka tudung musuh tadi.
"Tidak mungkin—" memegangi kepalanya dan menggeleng cepat, tidak mungkin dan tidak akan mungkin apa yang ia lihat itu nyata.
"Kau tidak percaya dengan apa yang kau lihat dengan matamu sendiri?" suara itu tampak membuat Sasuke menoleh dan menemukan Kurama yang tampak berdiri di tengah kegelapan tempat itu yang hanya disinari oleh rembulan.
"Kau—"
"Aku juga melihatnya—" menghela nafas dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana, tentu saja masih menjaga jarak dengan Sasuke, "—apa yang kau lihat saat itu, mata sharingan bukan?"
Membulatnya bola mata sang penerus klan Uchiha, membuat Kurama sudah bisa menebak kalau apa yang ia katakan adalah benar. Ya, saat melancarkan serangan yang mirip dengan rasengan itu, Kurama sempat melihat jika mata musuhnya adalah mata sharingan sama seperti milik Sasuke dan juga Kakashi Hatake.
"Kau tahu sendiri kalau semua pengguna mata sharingan sudah tewas selain aku, dan juga Kakashi—" menatap tajam kearah Kurama yang hanya mengangkat bahu dan berdiri kembali, "—kau fikir, ada seseorang yang menanamkan—"
"Entahlah," memotong perkataan dari Sasuke dan menghentikan langkahnya sambil menolehkan sedikit kepalanya, "tetapi—kalau ternyata dibalik semua ini ada ikut campur dari orang Uchiha lagi, aku tidak akan segan-segan membunuhmu walaupun Naruto menyukaimu…"
…
"Bukan karena kematian Naruto saja—tetapi karena klan Uchiha sudah cukup banyak menguras kesabaranku sejak lama," menatap dengan mata merah yang seolah menyala dalam kegelapan. Namun Sasuke hanya diam sambil menghela nafas dan menutup matanya.
"Kau tahu—sebenarnya aku tahu siapa yang kita hadapi tadi, karena bukan hanya mata sharingan yang kulihat," ucapan Sasuke sukses mengalihkan perhatian Kurama dan dengan segera ia berbalik menunggu kelanjutan perkataannya, "yang aku lihat sebenarnya adalah—"
BUM!
"Eh?" Kurama membulatkan matanya dan tampak terkejut melihat asap yang tampak mengepul di sekeliling tempat Sasuke berada tadi, "asap apa tadi?"
"Lagi-lagi—" suara itu, tampak sama tetapi terdengar sedikit berbeda daripada yang ia dengar beberapa saat yang lalu. Asap semakin menipis, Kurama hanya bisa menunggu apa yang akan ia lihat di balik asap itu.
"O—oi-oi…"
"Siapa disana?" asap menghilang, namun yang dilihat oleh Kurama bukanlah Sasuke yang ia lihat beberapa saat yang lalu namun Sasuke yang berusia lebih muda daripada Sasuke yang berada di masa ini. Lebih tepatnya, Sasuke yang berada di masa Naruto.
"Siapa kau?"
"Apa—yang sebenarnya terjadi," mengerutkan dahinya dan membulatkan matanya, tidak percaya dan tidak pengerti apa yang sebenarnya terjadi.
…to be continue…
Naruto kelewatan hebat atau ga? Jadi, dia bakal bisa buat beberapa jutsu original buatannya sendiri. Salah satunya adalah jutsu untuk memisahkan para Bijuu dengan para Jinchuuriki. Bukan hanya itu tapi mereka bisa mendapatkan tubuh untuk mereka sendiri.
Dan, ternyata Sasuke di masa Naruto juga terkirim—sebenarnya apa yang terjadi?
Silahkan direview aja kalau mau tau XD
Earl Louisia vi Duivel Yep itu salah satu kendalanya. Dan sekarang lebih rumit karena ternyata bukan hanya Naruto yang terkirim tetapi juga Sasuke ^^;
Kagura amaya nanti bakal tau kok :3 tapi masih lama~
Gunchan CacuNalu Polepel salah satu dari kemungkinan yang anda tulis benar :D Narutokan mati, ga mungkin dia Kage dong :)
UzumakiKagari Siapa yaaa XD iya ini Canon kok, tapi di fanfic semua bisa terjadi asalkan nanti dijelaskan u.u dan yep bakal ada selipan-selipan flash back kok :3
