Part 2 ini lebih susah untuk ditranslate.
Maaf yao/
.
Terus ini ceritanya sudah jadi loh kk~ jadi yang minta mpreg nanti coba saya usahain manatau bisa diubah sedikit :D
.
.
.
Mereka berakhir bukan karena kesalahan Jackson, itu semua murni kesalahan Mark dan sudut pandangnya.
Dalam sudut pandang Mark, Jackson adalah ibarat Omega yang berkedok Beta. Sedangkan Mark yang merupakan Omega membutuhkan sosok Alpha. Jackson was too pure and innocent for his tatse, he liked the bad boy type better.
Disetiap kencan mereka, Jackson selalu mengajak Jaebum dan sahabat-sahabatnya yang lain. Pada awalnya Mark tidak keberatan sama sekali karena dia berpikir Jackson butuh waktu untuk bersamaan dengannya berdua saja jika sedang berada diluar, namun setelah untuk kesekian kalinya Mark mulai lelah. Dia ingin punya waktu berdua saja dengan kekasihnya dan Jackson sama sekali tidak peka dengan perasaannya tentang hal itu.
Selama honeymoon-phase bahkan setelah honeymoon-phase dalam hubungan mereka, Jackson selalu ingin menghabiskan setiap menit bersamanya, bukannya Mark tidak mau menghabiskan waktunya bersama Jackson, tapi Mark ingin hubungan dimana dia bisa merindukan pasangannya, dimana mereka hanya bisa bertemu setidaknya tiga hari sekali jadi Mark bisa mengumpulkan rasa rindunya dan memeluk pasangannya dengan erat karena rindu. Jika Mark melihat Jackson setiap saat, dia mana bisa merindukan Jackson? Mark started to feel suffocated. Jackson's presence started to suffocate him.
Selain itu, Jackson terlalu mencintainya. Mark ingin ada sebuah thrill dalam hubungannya, dia ingin Jackson cuek sedikit saja kepadanya, dia tidak ingin perhatian yang berlebihan yang diberikan Jackson kepadanya, dia tidak mau dimanjakan terus-terusan. Dia ingin sekali-sekali menjadi orang yang mengejar Jackson, yang mengejar perhatiannya, dan merajuk jika Jackson teralu sibuk dengan urusannya. Dia ingin hal yang seperti itu, tapi hal itu tidak bisa dia dapatkan dari Jackson.
Setelah dua tahun menjalin hubungan bersama Jackson, Mark mulai merasa bosan dengan hubungan mereka yang monoton, tidak fleksibel dan tidak bervariasi. Jackson tidak pernah sekalipun menyentuhnya, mungkin Jaebum dan yang lain berpikir mereka sudah sering melakukannya, namun kenyataannya Jackson bahkan tidak pernah mencium bibirnya. Dia tau Jackson mencintainya, tapi cinta Jackson terlalu putih baginya. Hubungan mereka hanya berwarna putih dan abu-abu, Mark menginginkan warna yang lain.
Jadi saat sosok Junior datang, menggoyahkan kesetiaan Mark kepada Jackson, Mark tidak bisa menolaknysa. Dalam sosok Junior, dia menemukan semua yang dia inginkan.
Hubungannya dengan Junior adalah hubungan yang dia harapkan. Mereka hanya bertemu setidaknya seminggu sekali, Junior tidak selalu memberikannya perhatian, tidak selalu memanjakannya, dan tidak terlalu mencintainya dengan berlebihan. Dia bisa memeluk Junior karena rindu, dia bisa dengan manja menghubungi Junior karena Junior terlalu sibuk dengan urusan pribadinya. Semuanya sempurna. Or that was what he thought.
xxxx
.
Setelah putus dengan Jackson, Mark malah jatuh cinta padanya... :
.
.i
Mark jatuh cinta pada Jackson saat dia pergi ke restaurant bersama Jinyoung untuk merayakan umur hubungan mereka yang kesatu bulan.
Saat Mark menyadari hal yang sedikit banyak mengganggu pikirannya. Junior didn't pull his chair and waited until he sit down first before sitting on his like Jackson always did.Mark mengerutkan keningnya saat melihat Junior duduk begitu saja, wasn't Junior supposed to treat him special because today was a special day?
Dia jatuh cinta pada Jackson saat Junior tidak menanyakan apa yang ingin dia makan seperti yang Jackson selalu lakukan, Junior mengambil keputusan secara sepihak. Dia memesan hati angsa saying that that was a perfect menu for lovers on their first classy dinner together tanpa bertanya terlebih dahulu apa Mark menyukai menu tersebut atau tidak. Kenyataannya Mark tidak suka hati, baik hati ayam, hati pork, apalagi hati angsa.
Mark memaksa dirinya untuk tetap tersenyum saat menelan menu makan malam hari itu.
xxxx
ii
Mark jatuh cinta pada Jackson saat Mark mendapat pesan dari Junior bahwa dia sudah pulang duluan karena hujan sedang turun dengan lebat saat Mark masih berada dikelas.
Hari itu Mark menunggu hujan reda hingga larut malam karena Junior tidak meninggalkan payung dilokernya.
xxxx
iii
Empat bulan setelah putus dengan Jackson dan tiga bulan setelah Mark memulai hubungan baru dengan Junior, Junior masih belum memperkenalkannya kepada teman-temannya, Mark selalu merasa canggung bila berpapasan dengan mereka. Dia ingin menegur mereka saat mereka tidak sengaja bertemu di kampus namun teman-teman Junior sepertinya tidak mengenalinya. Apa Junior tidak pernah bercerita tentangnya kepada teman-temannya? Atau memang karena image mereka yang bad boy jadi mereka tidak sembarang menyapa atau tersenyum kepada orang lain di tempat umum?
Mark jatuh cinta pada Jackson karena dia mengingat betapa bangganya Jackson membicarakan tentang dirinya kepada teman-temannya.
xxxx
iv
Setelah bulan keempat dalam hubungan mereka pun, Mark masih menundukkan kepalanya dan melihat kearah lantai saat dia tanpa sengaja berpapasan dengan teman sepermainan Junior.
Mark jatuh cinta pada Jackson karena dulu Jaebum selalu menyapanya terlebih dahulu jika mereka tidak sengaja berpapasan di kampus, karena Jackson memberitahu Jaebum bahwa Mark sangat pemalu dan pendiam jadi Jaebum harus menyapanya terlebih dahulu. Jaebum melakukannya dengan senang hati.
xxx.
v
Mark sedang duduk di kantin bersama Junior dan teman-temannya. Setelah memberitahu Junior bahwa Mark ingin mengenal teman sepermainan Junior lebih dalam, Junior akhirnya mengundangnya untuk ikut makan siang bersama mereka.
Tapi Mark masih merasa canggung, dia masih tidak merasa nyaman disekitar mereka seperti saat dia berada disekitar Jaebum, Yugyem dan Bambam. Teman-teman Junior juga tidak pernah membuka percakapan dengannya, dan Junior juga nampaknya tidak begitu perduli. Mereka asik dalam dunia mereka sendiri dan Mark merasa seperti gambar yang berada diluar bingkai.
Mark jatuh cinta pada Jackson karena Jackson tidak pernah mengecualikannya dalam suatu percakapan, he never felt left out whenever he was with Jackson, dan karena teman-teman Jackson selalu membuka percakapan dengannya.
xxxx
vi
Mark jatuh cinta pada Jackson saat dia memeluk erat gulingnya sambil memegang gagang telepon rumahnya dengan tangan yang gemetar. Saat dia menghubungi Junior dan memintanya datang, namun tidak seperti Jackson yang panik dan langsung menutup telepon setelah memberitahunya untuk tetap tenang, Junior terdengar sedikit kesal dengannya.
"Mark, kau ini sudah besar. Lagipula hujannya sangat deras, aku tidak bisa kesana dengan cuaca seperti ini"
Mark menutup teleponnya.
xxxxx
vii
Mark dengan malas berjalan menuju rumahnya sepulang dari kampus, sudah hampir sebulan Mark tidak mendapat kabar dari Junior, dia tidak melihat Junior dimanapun bahkan tidak dikampus. Sepertinya Junior dengan sengaja menghindarinya, Dia ingin bertanya kepada teman-teman Junior namun dia tidak punya keberanian untuk menanyakannya.
Mark menghembuskan nafas dengan panjang.
Tiba-tiba handphone-nya berdering, nama Junior tertera dilayar itu. Mark mengusap layar hijau di handphone-nya dengan malas dan menjawab teleponnya.
"Wae?"
"Ada apa dengan nada bicaramu?"
"Tidak ada,"
"Apa kau sedang marah?"
"Menurutmu?"
"Mengapa kau marah?"
Mark menghentikan langkahnya. "Kau tidak mengabari ku selama sebulan dan kau bertanya mengapa aku marah padamu? Yang benar saja."
"Lalu?"
"Lalu katamu?!"
"Bukankah kau yang bilang kau tidak suka selalu dihubungi?
Tapi sudah sebu-"
"Lalu?"
"...Junior!"
"Apa?!"
Wajah Mark mulai memerah karena amarah. "Kita akhiri disini saja."
"Kebetulan aku juga ingin mengatakan hal yang sama. Aku bosan denganmu Mark. Kau terlalu pendiam. Aku pikir kau hanya butuh waktu untuk terbuka, namun ternyata kau memang orang yang pendiam dan membosankan."
"..."
Mark memutuskan sambungan telepon mereka.
Mark jatuh cinta pada Jackson karena Jackson tidak punya masalah dengan sifat pendiamnya, karena Jackson tidak pernah mengeluh bahwa Mark membosankan.
Karena Jacksoon..
Karena Jackson..
Karena Jackson..
Karena Jackson adalah Jackson.
xxx
.
viii
Mark jatuh cinta pada Jackson saat dia tidak sengaja bertemu dengan Jaebum yang sedang berjalan menuju rumahnya dari kampus barunya, ya.. Jaebum dan Jackson pindah kampus tidak lama setelah Mark mematahkan hati Jackson.
Jaebum menanyakan kabarnya. Mark menanyakan kabar Jackson. Lalu mereka berpamitan.
Jaebum memanggil Mark, Mark menoleh,
Malam itu Jaebum berkata "You know someone really loves you if he treats you like a mother, Mark. That works both ways, either he treats you like you are his mother or treats you like he is your mother. Meeting someone only once a week does not make you love him, that is not love. Love is when someone wants to see you twenty four per seven."
"And all that explains Jackson.." lanjut Jaebum.
.
.
Aftrer breaking up with Jackson, Mark falls in love with him. Hard.
He falls in lpve with Jackson who got over him.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxEND OF PROLOGUExxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
.
Bagian prolog selesai.
Maaf aja kaloprolognya kepanjangan, permintaan yang request, yang request saya kasih oneshot malah protes minta prolog.
Buat reader-reader yang bilang saya koplak, loh yang koplak" itu kalian ini lah, ada yang curhat soal bahasa inggirs, soal bias-bias'a yang leader, ada yang maksa banget minta mpreg, ada yang nanya kalo saya bule, ada yang ngotot kalo saya english-writer (dan benar)
Dan lebih anehnya lagi, kok kalian malah fokus ke JB yang cuma muncul 12 detik? /facepalms/
.
yang chap 1 di post malam ini atau besok. lagi proses translate.
.
okthxbye
