Love Needs Sanity (Chanbaek - Mpreg)
Chapter 3
.
.
.
Siang ini Baekhyun sangat sibuk. Seminggu yang lalu ia dan Chanyeol mendapatkan undangan exclusive dari Balenciaga untuk menghadiri gala opening brand new store yang akan mereka bangun di Seoul. Dan acara itu akan digelar malam ini disalah satu ballroom hotel terbesar di pusat kota. Lantas saja sekarang ia direpotkan dengan berbagai ritual persiapan. Sebagai model Baekhyun ingin selalu tampil sempurna di depan publik.
"Chanyeol bersiaplah, sebentar lagi kita akan menghadiri pesta minum teh dengan para tamu undangan sebelum acara red carpet dimulai."
Baekhyun tiba-tiba muncul dari arah dressing room yang berada tepat disamping kamar mereka dan berlalu melewati Chanyeol yang saat itu tengah sibuk berkutat dengan MacBook-nya diatas ranjang.
Pemuda cantik itu kini tengah sibuk memasang anting pada telinga kirinya. Chanyeol memperhatikan dengan tangan yang masih berada diatas keyboard namun matanya tak bisa lepas dari sosok anggun Baekhyun.
Tubuh kekasihnya saat ini sudah terbalut oleh ripped jeans hitam ketat dan atasan blouse putih dengan design asimetris yang sebenarnya tak begitu dipahami oleh Chanyeol. Yang ia tahu, pakaian itu sangat cocok melekat di tubuh ramping dan indah milik kekasihnya. Tak lupa dilehernya yang putih dan jenjang itu sudah terpasang choker hitam berhiaskan bandul diamond mungil ditengahnya. Rambut almond Baekhyun saat ini telah ditata dengan gradasi blonde dan abu-abu. Tidak lupa make up sempurna dibagian mata, bibir, dan juga contour pipi Baekhyun yang semakin mempertegas kecantikannya.
"Kenapa masih diam sana? Apa yang sedang kau lihat, Chanyeol?"
Ucap Baekhyun tiba-tiba karena merasa Chanyeol belum juga bergerak dari posisinya dan mengabaikan apa yang ia perintahkan tadi.
"Tidak ada apa-apa. Hanya menikmati kecantikan kekasihku dari sini."
Mengabaikan perkataan Chanyeol, Baekhyun yang selesai memasang antingnya kini berbalik dan melangkah menuju lemari besar yang menyatu dengan dinding kamar mereka. Ia menggeser pintu lemari itu dan mengeluarkan beberapa potong baju yang digantung rapi disana.
"Chanyeol, cepat berdiri sebentar."
Baekhyun memberi aba-aba begitu ia menghampiri Chanyeol disisi ranjang. Pria itu langsung menurut dan berdiri dihadapan Baekhyun.
"Mau sampai kapan aku harus terus jadi personal stylistmu tiap kali kita akan pergi ke acara seperti ini?"
Mata Baekhyun fokus pada setiap angle tubuh Chanyeol begitu ia menempelkan satu-persatu baju itu bergantian didepan tubuh kekasihnya, mencoba menemukan kecocokan dari masing-masing pakaian yang ia pilih.
Dan keputusannya jatuh pada sebuah kemeja hitam keluaran Calvin Klein. Chanyeol memiringkan kepalanya sambil terus memperhatikan wajah kekasihnya yang sedang mengomel itu. Bahkan ia tetap terlihat cantik saat mulut mungilnya itu mengerucut dan berkeluh kesah seperti ini.
"Mulai sekarang kau harus lebih peka dengan perkembangan fashion, Chanyeol-ah. Aku tidak mau kekasihku tampil asal-asalan didepan publik. Dan mulai sekarang aku akan membatasimu membeli Hoodie dan Cap hitam baru yang sebetulnya terlihat sama saja itu. Tiap kali keluar, kau seperti tidak pernah ganti baju. Teman-temanku juga sering mengkritik saat melihatmu di TV dan berita online, Chanyeol."
Baekhyun terus bercicit sambil tetap fokus melakukan pekerjaannya, memasukkan kembali pakaian Chanyeol yang tidak ia pilih kedalam lemari, lalu kembali menghampiri kekasihnya dengan sebuah celana panjang hitam. Ia yakin celana ini akan cocok untuk dipakai Chanyeol malam ini.
Setelah meletakkan semua pakaian serta satu kotak jam tangan yang akan Chanyeol pakai diatas tempat tidur, Baekhyun berkacak pinggang. Ia menunggu kekasihnya bergerak ke kamar mandi dan segera bersiap.
"Apalagi yang kau tunggu? Cepat mandi."
Ujarnya dengan dagu yang bergerak mengarah ke kamar mandi mereka.
Chanyeol justru malah berjalan mendekati kekasih cantiknya, lalu memeluk pinggang rampingnya dari belakang.
"Hey, cantik. Kenapa kerjaanmu mengomel terus dari tadi, huh? Tingkahmu sudah seperti seorang istri yang galak, kau tahu."
Goda Chanyeol yang saat itu menumpukan dagunya dibahu sempit Baekhyun. Tangan lentik itu tiba-tiba menjewer telinga lebar Chanyeol, tentu saja tidak begitu kuat karena Baekhyun memang tidak sungguh-sungguhan marah.
"Nah, sekarang kau tahu kan kalau aku ini calon istri yang galak. Cepat mandi sebelum perutmu ini terkena cubitanku."
Ancam Baekhyun dengan gerakan tangan yang siap mencubit Chanyeol. Pria tinggi itu lantas terkekeh dan mencoba menghindari tangan Baekhyun yang kini mengincar perut sixpacknya.
"Iya iya, aku mandi sekarang."
Setelah Chanyeol menutup pintu kamar mandi, Baekhyun tersenyum miring tiba-tiba dengan tangan yang terlipat dibawah dada. Ia mendadak teringat sesuatu. Hari ini merupakan hari yang besar, karena gala opening Balenciaga akan dihadiri oleh berbagai kalangan public figure seperti idol, musisi, actor, actress, hingga model-model lainnya.
Dan salah satu model yang akan datang adalah wanita yang sudah lama tak Baekhyun jumpai, terutama sejak ia resmi menjadi kekasih Chanyeol.
Irene, si model cantik mantan sahabat terdekatnya yang sudah seperti saudara bagi Baekhyun.
Tapi sayang, semua sudah menjadi masa lalu sekarang.
.
.
.
Di garasi mobil mereka yang bertingkat 2, Chanyeol menghampiri salah satu mobil kesayangannya yaitu Mercedes Benz Jeep G-63 yang berwarna abu-abu. Begitu ia hendak membuka pintu, tiba-tiba suara Baekhyun menginterupsinya.
"Lho, sayang. Berhenti disitu."
Baekhyun yang baru datang dari arah mansion langsung mendekati Chanyeol yang saat itu tengah menatapnya dengan wajah bingung.
"Kenapa, Bee?"
"Jangan pakai mobil yang ini. Kita naik mobil yang lain saja."
Dahi Chanyeol seketika berkerut. Lho, kenapa? Biasanya Baekhyun tidak pernah protes.
"Ck, kau ini. Bukankah beberapa waktu lalu kau baru saja membeli mobil Rolls Royce yang jumlahnya hanya ada 5 unit di dunia itu. Kenapa kita tidak pakai itu saja hari ini? Bukankah media belum sempat melihat wujud mobil barumu yang satu ini huh?"
Seringai Baekhyun dengan nada sedikit sombong.
Chanyeol diam sebentar, tidak mengerti dengan jalan pikir kekasihnya ini. Namun ia juga tidak bisa menolak keinginan Baekhyun untuk mengendarai mobil baru mereka. Jadi Chanyeol memilih menurut.
Setelah mendapatkan kunci yang dibawakan oleh salah satu ajudannya, Chanyeol membukakan pintu disisi penumpang terlebih dulu untuk kekasihnya Byun Baekhyun. Pemuda cantik itu duduk dengan senyum yang melekat permanen dibibirnya. Chanyeol jadi sedikit bertanya, ada apa gerangan Baekhyun terlihat sangat happy sore ini. Padahal ini bukan kali pertama mereka datang ke acara gala.
Ah, mungkin mood Baekhyun memang sedang bagus. Dan Chanyeol jadi ikut tersenyum karena ia bersyukur jika kekasihnya itu merasa senang.
"Semua sudah siap?"
Setelah memasang seatbelt dan menghidupkan mesin mobil, Chanyeol melirik kearah kekasihnya.
Baekhyun membuka Sling bag berhiaskan kristal svarowski yang ia bawa untuk mengecek apakah ada sesuatu yang tertinggal. Ternyata semuanya aman. Ia menatap Chanyeol dengan senyum lalu mengangguk.
Tangan besar Chanyeol mengelus sekilas pucuk kepala Baekhyun sebelum akhirnya menekan gas dan melaju meninggalkan areal mansion mewah mereka.
Mobil Chanyeol mulai mendekati kerumunan disekitar hotel yang saat itu telah dipadati oleh media dan beberapa rombongan penggemar. Seseorang berjas diluar yang menyadari mobil super mewah itu hendak memasuki areal hotel langsung mengarahkan mereka ke tempat dimana para tamu lainnya memarkirkan mobil mereka.
Para media dan fans merasa cukup asing dengan mobil ini, bertanya-tanya siapakah gerangan yang mengendarainya. Namun begitu sosok Chanyeol keluar dari bangku kemudi diikuti oleh Byun Baekhyun, si cantik yang merupakan kekasihnya, para media berbondong-bondong mendekat bersama peralatan lengkap mereka seperti kamera, microphone hingga voice recorder.
Chanyeol lantas menghampiri Baekhyun segera untuk merangkul kekasihnya. Sikap sontanitas ini merupakan kebiasaannya yang memang ingin selalu melindungi Baekhyun kemanapun mereka pergi, terutama apabila tengah dikerubungi media dan fans seperti ini. Terlihat jelas sekali bukan, betapa posesif dan gentlenya Chanyeol dalam memperlakukan kekasih cantiknya itu. Dan pemandangan seperti ini selalu menjadi favorit para penangkap berita.
"Chanyeol Oppa! Kyaaaaa Loey Oppa you are so handsome today!"
Teriakan para fangirls ini rasanya hampir memekakkan telinga Baekhyun. Jujur saja Baekhyun benci tiap kali dihadapkan dengan situasi seperti ini; situasi dimana para Fangirl Loey selalu mengerubungi dan histeris kapanpun Chanyeol tampil di depan publik. Sudah 2 tahun ia menghadapi momen-momen seperti ini, namun tetap saja Baekhyun tidak bisa membiasakan dirinya ataupun memaklumi para fans fanatik kekasihnya itu.
Chanyeol membawa langkahnya dan langkah Baekhyun menjadi sedikit lebih cepat disaat para wartawan mulai gesit melemparkan berbagai macam pertanyaan pada mereka.
"Loey-ssi, Baekhyun-ssi, kalian terlihat mengagumkan sekali malam ini. Bisa kita wawancara sebentar?"
"Loey-ssi, bagaimana soal single terbaru anda yang kabarnya akan rilis bulan depan? Dengan siapa anda akan berkolaborasi kali ini?"
"Baekhyun-ssi anda terlihat sangat cantik hari ini. Benarkah anda akan segera didaulat sebagai brand ambassador terbarunya NYX Korea?"
Wah, kabar cepat sekali meluas ya... batin Baekhyun sambil berusaha menutupi senyumnya. Tentu saja, semua orang akan terkejut nanti saat official announcement dari NYX keluar dan mengumumkan bahwa dirinyalah brand ambassador terbaru brand kosmetik itu menggantikan Sunmi.
Semua terjadi berkat koneksi serta relasi baru yang telah Baekhyun jalin dengan beberapa orang penting di industri hiburan baru-baru ini. Tenang saja, masalah itu akan diceritakan nanti. Saat ini fokus saja melihat bagaimana Chanyeol dan Baekhyun berusaha menghindari pertanyaan wartawan dengan senyuman simpul andalan selebriti pada umunya.
"Chanyeol-ssi Baekhyun-ssi, apakah tahun ini kalian ada rencana untuk menikah? Kalian sudah lama menjalin kasih. Semua berharap kalian segera membawanya kejenjang yang lebih serius."
Geezus. Baekhyun ingin sekali memutar bola matanya sekarang karena jengah, lagi-lagi pertanyaan klasik ini. Ia sudah sangat bosan mendengar pertanyaan yang sama berulang-ulang tiap kali ia dan Chanyeol tampil berdua dihadapan publik.
Satu hal yang ia tahu, hanya Chanyeol yang memasang wajah puas dan sumringah tiap kali pertanyaan seperti ini diarahkan untuk mereka berdua. Ia berusaha maklum. Karena pada kenyataannya Chanyeol memang sangat ingin mempersunting dirinya dalam waktu dekat. Tentu saja Baekhyun selalu menolak pria itu dengan caranya sendiri. Ia tidak ingin menikah muda, apalagi disaat karirnya baru akan bersinar terang seperti sekarang ini.
"BYUN BAEKHYUN SI IBLIS JALANG! BITCH!"
Oh, teriakan itu. Ini bukan pertama kalinya mereka semua mendengar teriakkan seperti ini yang entah datang dari mulut siapa-siapa saja diantara kerumunan manusia itu. Yang pasti, penggemar berat Chanyeol adalah dalang dibalik semuanya. Sebenarnya Baekhyun tidak pernah membawanya sampai ke hati saat ada fans Chanyeol yang mengatainya begitu, karena jujur saja ucapan mereka tidak sepenuhnya salah.
Baekhyun tersenyum sinis dalam hati. Dasar gadis-gadis pecundang. Meskipun dirinya ini seorang jalang, tapi Chanyeol jatuh cinta setengah mati padanya dan begitu memuja-muja dirinya. Sedangkan mereka? Ck... Dilirik Chanyeol saja tidak pernah. Ingin rasanya Baekhyun tertawa keras didepan wajah para pecundang itu. Tapi untung saja ia masih punya akal sehat dan hati nurani, tak mungkin ia melakukan hal sekejam itu pada fans Chanyeol. Makanya dia tidak terlalu menganggap serius tiap kali fans kekasihnya itu berulah dan menghina dirinya.
Lagipula sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fans Chanyeol kini bertransformasi menjadi sekumpulan pembenci dan anti Byun Baekhyun. Ada begitu banyak forum diskusi online, berita, thread, group, hingga fanpage khusus yang memuat ujaran kebencian untuk si model seksi khusus dewasa ini.
Chanyeol diam saja dengan perasaan bergemuruh dihatinya tiap kali mendengar para fansnya menghina kekasih yang sangat ia cintai. Ia tidak bisa balik membenci para penggemar yang juga sangat berharga bagi dirinya. Namun ia pula tak bisa membenarkan perilaku mereka yang selama ini menunjukkan secara terang-terangan jika mereka membenci Baekhyun. Dan yang bisa Chanyeol lakukan tiap kali situasi ini terjadi didepan publik hanyalah berusaha menutup kedua telinga Baekhyun dengan tangan besarnya, lalu berlari meninggalkan kerumunan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun memasuki salah satu private room yang kala itu di reservasi untuk pesta jamuan minum teh bagi para tamu undangan Balenciaga. Disalah satu meja bundar yang ada disana telah diletakkan papan nama Park Chanyeol dan Byun Baekhyun. Keduanya pun diantar oleh salah seorang panitia menuju meja yang sudah disiapkan untuk mereka.
Kala itu mereka ditempatkan satu meja dengan 4 public figure lainnya. Sehun dan Luhan, pasangan kekasih yang berprofesi sebagai actor (Sehun) dan model (Luhan). Berikutnya ada Wendy si penyanyi cantik yang berada satu agensi dengan Sehun. Dan satunya lagi...
Irene.
Baekhyun mengembangkan senyumnya tanpa sadar. Demi Tuhan, mungkin hari ini memang hari keberuntungannya. Jari jemari lentik itu spontan berusaha menutupi bibirnya yang hampir saja lancang terkekeh kecil.
"Baekhyunee! Kyaaa nice to see you, pretty."
Luhan seketika bangkit dari kursinya begitu matanya menangkap sosok Baekhyun datang ke meja mereka dengan digandeng kekasihnya yang jangkung itu.
Kedua pemuda cantik itu lantas berpelukan dan cipika-cipiki antar pipi. Chanyeol dan Sehun tersenyum melihat keakraban diantara kekasih cantik mereka.
Sehun pun bangkit dan langsung menyalami Chanyeol.
"Hei. Apa kabar, man?"
Keduanya menepuk punggung satu sama lain. Mereka memanglah kawan lama yang cukup akrab dan sering minum bersama.
"Awesome. How about you?"
Chanyeol membalas salam Sehun dengan senyum ramahnya.
"Aku baik. Kapan-kapan kita harus pergi minum dan bermain game lagi. Sudah lama kita tidak melakukannya dengan teman-teman yang lain."
Yah, sudah cukup lama. Karena sejak berkencan dengan Baekhyun, Chanyeol jadi jarang berkumpul dengan para sahabatnya sesama rekan selebriti karena terhalang "izin". Baekhyun akan mengiyakan permintaan Chanyeol untuk bermain diluar hanya diwaktu-waktu tertentu saja, contohnya seperti saat mood kekasihnya sedang sangat baik. Ya, seingatnya terakhir kali ia bisa datang ke club menemui teman-temannya adalah 2 bulan lalu.
Chanyeol tersenyum dengan sedikit mengulum bibirnya. Ia sejenak menunduk, lalu menatap lagi Sehun.
"Akan aku usahakan jika ada waktu... Dan bila keadaannya memungkinkan."
Hanya itu yang bisa Chanyeol janjikan pada Sehun. Merasa maklum dan sedikit mengerti posisi Chanyeol, Sehun hanya mengangguk mengiyakan sahabatnya itu.
"Uuuhh Luhan my Deer, kau cantik sekali hari ini! Lihat, apakah ini gelang Cartier barumu?"
Baekhyun memegangi gelang yang saat itu melingkar di pergelangan tangan kiri Luhan. Seingatnya, ia pernah melihat harga gelang ini 200 juta saat tengah berbelanja anting di situs resmi Cartier beberapa hari lalu.
"Iya, Sehun yang belikan. Menurutmu ini bagus, Baekhyun?"
"Ini sangat bagus dan cocok untukmu! Rasanya aku ingin membeli satu yang persis seperti ini."
"Hey, minta saja langsung pada kekasihmu Chanyeol. Hihihi..."
"Ya, kau benar. Aku akan memintanya malam ini." Tanpa Luhan menyarankan pun, dari awal Baekhyun memang sudah berencana meminta Chanyeol membelikannya gelang ini.
Baekhyun bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia membeli barang menggunakan uang pribadinya sendiri sejak ia berkencan dengan Chanyeol.
Mereka berempat sudah duduk dengan posisi Baekhyun dan Luhan berada ditengah-tengah Chanyeol dan Sehun. Kedua pemuda cantik itu pun melanjutkan perbincangan mereka, begitu juga dengan Chanyeol dan Sehun.
Tak lama, dua orang wanita dengan siluet yang tidak asing datang mendekati meja mereka.
Dan ya, tiba-tiba saja mata Baekhyun bertemu pandang dengan salah satu diantara kedua wanita itu.
Seketika wanita diseberang sana sedikit terlonjak, tak bisa menutupi perasaan kaget yang mungkin tengah dirasakannya saat ini. Langkahnya berhenti disana. Baekhyun terus menatapnya tanpa perasaan ragu sama sekali, berbeda dengan lawannya yang saat itu terlihat tak nyaman dan ingin sekali rasanya meninggalkan tempat itu sekarang juga.
Manik mata gadis itu perlahan beralih ke sosok yang duduk disamping Baekhyun. Sorot mata indahnya seketika berubah, sulit untuk dijelaskan. Namun jika ada orang awam yang melihatnya, mungkin mereka bisa menafsirkan bahwa tatapan itu menyimpan kesenduan yang mendalam.
Dan orang yang ditatapnya itu seketika memandangnya balik. Chanyeol tak dapat menutupi bahwa ia juga sedikit terkejut melihat sosok itu tiba-tiba ada didepannya. Seketika bahunya terasa sedikit menegang. Mereka menukar pandangan cukup lama, sampai akhirnya sepasang tangan yang tiba-tiba bergelayut di lengan kanan Chanyeol membuyarkan lamunan pria itu.
"Sayang... Tolong ambilkan aku makanan ya. Aku sedikit lapar, Yeollie."
Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut didepan Chanyeol. Melihat kekasihnya tiba-tiba berperilaku manis dan lucu membuat Chanyeol seketika melupakan keadaan sekitar. Ia mendadak lupa akan atmosfir kecanggungan yang sempat ia rasakan di meja ini.
Tangannya mencubit hidung mungil Baekhyun dengan gemas. "Kau mau makan apa sayangku?"
"Tolong ambilkan aku Macaroni Salad dan beberapa potong kue ya, Yeollie."
"Baiklah, tunggu sebentar ya."
Chanyeol segera bangkit dari kursinya setelah mengusap kepala Baekhyun lembut. Ya, Chanyeol bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun barusan. Karena saat Baekhyun sudah memenuhi pikirannya, tak ada yang bisa mendistraksi Chanyeol lagi. Baginya, Baekhyun adalah prioritasnya. Membuatnya tidak memperdulikan siapapun kecuali Baekhyunnya, karena memang hanya ada Baekhyun seorang yang ada dalam dunia miliknya ini. Baekhyun adalah segalanya bagi Chanyeol.
Ketika Chanyeol pergi, kecanggungan diantara setiap orang dimeja ini tiba-tiba kembali menyeruak. Mungkin hanya Baekhyun yang tidak merasakannya, karena ya...
Dia terlalu angkuh dan sombong untuk bisa merasakan atmosfir yang tidak mengenakkan itu.
Luhan yang awalnya menggaruk sedikit tengkuknya tiba-tiba berdiri.
"Ayo, silahkan duduk Wendy-ssi, Irene-ssi."
Kedua gadis itu akhirnya tersenyum ramah kemudian mengambil tempat duduk yang sudah disediakan untuk mereka.
Sehun pun ikut menyapa kedua wanita itu, kemudian langsung mengobrol dengan Wendy karena mereka kebetulan juga teman akrab di agensi.
Sementara Irene masih tetap diam dalam kebisuannya. Dengan sedikit keraguan, ia pun kembali melirik ke arah Baekhyun. Pemuda cantik yang semula memainkan handphonenya itu pun tak segan-segan untuk menatap balik Irene.
"Uh... Irene-ssi. Lama tidak bertemu denganmu."
Akhirnya Luhan yang pertama kali membuka suara, walau awalnya ia sendiri juga sempat ragu. Ia tahu keadaan sebenarnya, apa yang terjadi dimasa lalu hingga keadaan menjadi seperti ini tiap kali Baekhyun dan Irene dipertemukan dalam satu tempat.
"Ya, lama tidak bertemu, Luhan-ssi."
Irene membalas salam Luhan juga dengan sedikit membungkuk sekilas. Mereka juga rekan sesama model, dan juga berada di jalur yang sama. Luhan dan Irene sama-sama mengawali karir dari iklan produk di TV, kemudian merambah hingga ke fashion dan catwalk. Berbeda dengan Baekhyun yang kalian semua tahu, model seperti apa dirinya sejak awal berkarir hingga sekarang.
Dan sebenarnya, Luhan mengenal Baekhyun pertama kali lewat Irene, karena gadis itu adalah sahabat dan teman 1 kamar Baekhyun di apartemen yang mereka berdua sewa. Tapi justru pemuda cantik bermata rusa ini jadi lebih akrab dengan Baekhyun dibanding Irene.
Sosok jangkung dengan setelan kemeja hitam yang digulung seperempat lengannya itu akhirnya kembali dengan membawa 2 piring berisi Macaroni Salad dan beberapa potong kue.
"Sayang, ini makananmu."
Chanyeol duduk kembali disebelah Baekhyun lalu tersenyum pada kekasihnya itu, yang juga dibalas Baekhyun tak kalah manis.
Tangan lentiknya menangkup satu pipi Chanyeol lalu mengelusnya lembut.
"Terimakasih, Yeollie."
Chanyeol begitu bahagia saat ini. Sikap manis Baekhyun membuat hatinya menghangat. Ingin rasanya ia mengecup bibir pink mungil itu saat ini juga.
Baekhyun memang lihai dalam membaca situasi. Melihat ekspresi kekasihnya yang terlihat begitu ingin melumat bibirnya, Baekhyun memejamkan mata dan mencondongkan sedikit tubuh mungilnya. Sinyal itu ditangkap dengan senang hati oleh Chanyeol.
Ia pun langsung mengunci bibir lembut merona milik kekasihnya itu, melakukan ciuman panas seperti yang biasa mereka lakukan selama ini. Tangan Baekhyun mendarat nyaman diatas dada Chanyeol, sementara tangan kekar pria itu menangkup pipi Bekhyun dengan lembut.
Semua orang memandang keromantisan mereka dengan berbagai macam tatapan yang berbeda. Kebanyakan dari mereka melihat dengan senyum kagum, membayangkan betapa indahnya dunia saat dua orang saling jatuh cinta begitu dalam, hingga adegan ciuman mereka saat ini terlihat sangat menyenangkan dan penuh gairah.
Tapi ada satu mata yang melihatnya dengan rasa sakit dan kekecewaan yang begitu mendalam. Irene, gadis itu hanya mampu menahan semuanya dengan tangan yang saling meremat dibawah meja. Sekuat tenaga ia berusaha menahan agar air mata ini tidak lagi lancang menuruni pipinya.
Kedua orang yang saling berciuman ini... Mereka dulunya adalah sosok yang paling berharga bagi Irene dimasa lalu.
Byun Baekhyun, sahabat sejatinya yang selalu ada sejak pertama kali ia menginjakkan kakinya di Seoul, mengadu nasib dan juga bertaruh dengan si penentu takdir, berharap ia bisa menaklukan impiannya ditempat asing ini. Saat itu ia dan Baekhyun memiliki latar belakang dan tujuan yang sama. Mereka berdua sama-sama datang dari perantauan, dan ingin menggapai mimpi menjadi seorang model terkenal. Meskipun jalur yang mereka tempuh tidak 100% sama karena Irene mengambil jalan ke kanan sedangkan Baekhyun memilih ke kiri, namun keduanya tetap selalu bersama dalam suka maupun duka selama 5 tahun yang berliku-liku itu.
Dan Park Chanyeol, dia adalah pria yang dulu mengisi hari-hari Irene dengan berbagai tinta warna yang tak terduga, memperkenalkannya pada perasaan yang selama ini tak pernah ia rasakan dengan orang lain; cinta. Chanyeol adalah kekasih pertama Irene. Mereka menjalani hubungan yang penuh cerita selama hampir 4 tahun. Dan backstreet. Tidak ada satupun yang tahu bahwa sesungguhnya mereka berdua memadu kasih, termasuk Baekhyun sekalipun.
Ya, banyak sekali cerita yang terselip didalamnya. Hubungan yang mereka jalani penuh dengan lika-liku, karena kebiasaan Chanyeol berselingkuh dengan wanita lain sulit sekali untuk dihilangkan. Namun bagaimanapun juga, sebanyak apapun wanita yang telah Chanyeol tiduri, dipenghujung hari ia akan selalu kembali pada Irene. Karena Irene adalah rumah yang sesungguhnya bagi Chanyeol. Oleh sebab itulah, Irene mampu bertahan untuk selalu mendampingi dan menjadi kekasih sejati Chanyeol satu-satunya. Walaupun hubungan mereka dipenuhi dengan pengkhianatan, walaupun hubungan mereka tidak pernah diketahui oleh publik.
Namun semua berubah begitu ia memutuskan untuk memperkenalkan Park Chanyeol dengan Byun Baekhyun. Ya, Irene pun harus menerima pahit kenyataan bahwa Chanyeol akan menyelingkuhinya lagi kali ini. Tapi entah mengapa, akhir dari cerita ini sungguh berbeda dari sebelum-sebelumnya...
Karena dipenghujung hari sekalipun, Irene tak mendapati Chanyeol pulang kembali kepelukannya. Hati Chanyeol benar-benar sudah berpindah... Hati itu direbut. Chanyeol telah menemukan tempat baru untuk pulang.
Dan sosok yang berhasil merebut semuanya dari Irene... Tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatnya sendiri...
Byun Baekhyun.
.
.
.
To be continued
A/N: Gimana menurut kalian perkembangan cerita di chapter ini? Hehehe :) aku harap kalian suka.
Akan dilanjut kalau udah tembus 30 review
