"Soccer!"

A/N : Kalo ada yang bertanya – tanya kenapa Hinata gak pemalu banget jawabannya adalah saya kurang suka sifat Hinata yang kyk gitu. Emang imut sih. Tapi kurang greget. Jadi saya buat Hinata adalah Gadis biasa tapi sedikit lebih pemalu dibanding dengan gadis biasa. Terima Flame atau kritikan kok :D

Disclaimer : Nama – nama character yang ada saya ambil dari anime Naruto serta Captain Tsubasa dan tentunya anime – anime tersebut merupakan milik dari pengarangnya masing – masing.

Naruto feat. Captain Tsubasa. Semi Crossover.

Warning : Typo, miss typo, Gaje, dll.

Genre : Adventure, Friendship, Romance.

Rate : T

Pair : NaruHina (Forever) slight SasuSaku (Forever)

Chapter 2 : Remember.

.

.

.

.

.

.

[SOCCER START]

Konohamaru tengah menggiring bola menuju garis pertahanan lawan. Bergerak dengan lincahnya ia tak memperdulikan panggilan meminta dari teman – temannya yang berniat membantu Konohamaru. Ia terus maju dan berhasil melewati 2 pemain lawan dan saat ia berhadapan dengan center back lawan ia tampak kesusahan untuk melewatinya. Dan hasilnya bola dapat dicuri oleh center back lawan dan langsung mengumpankannya ke pemain depan guna membuat counter attack.

" Kuso! " Umpat Konohamaru.

Dan hasilnya memuaskan. Counter attack tersebut membuahkan satu gol.

'prit..' Bunyi peluit yang ditiup dengan cukup panjang telah berbunyi pertanda bahwa pertandingan ini telah selesai. Bukan pertandingan, tepatnya sparring.

[SOCCER END]

" Semuanya berkumpul ! " Instruksi seorang pelatih berambut pirang yang kita ketahui merupakan tokoh utama di fic ini. Dialah Naruto. Dan seketika itu semua anak buahnya berkumpul sambil duduk di tanah dengan kaki yang diluruskan semuanya. Semua tampak beristirahat sejenak sambil memperhatikan perihal apa yang akan disampaikan oleh sang pelatih.

" Ini evaluasi untuk permainan kalian semua... " kata – kata Naruto terdengar menggantung. Mungkin ia mengambil jeda untuk penjelasan yang cukup panjang.

" Team A dengan Kapten Konohamaru. Permainan kalian tak lebih baik dari permainan anak SD. Setiap tempat yang dilewati oleh bola selalu dikerumuni oleh sedikitnya 3 – 4 pemain. Kalian ingin main sepak bola atau main keroyokan ? " Jelas Naruto lalu sedikit mengejek permainan dari Tim A tadi.

" Ini semua karna salah.. "

" Diam dan dengarkan. Dalam sepak bola tak ada yang menyalahkan satu sama lain. Satu salah, maka semua juga salah. " Perkataan Konohamaru tadi langsung terpotong oleh Naruto.

" Sedangkan Tim B dengan Kapten Udon. Permainan kalian cukup bagus. Counter attack yang mematikan. Tetapi kurang memaksimalkan permainan di daerah tengah. Terlalu fokus untuk langsung memberikan bola kepada striker. Dan permainan kalian tadi hampir sama seperti Tim A, yakni terlalu banyak yang mengerumuni bola. " Koreksi Naruto lalu duduk di bangku pemain dan pelatih.

" Baiklah ini nasehat dariku. Cukup satu orang saja untuk membawa bola serta cukup satu atau 2 orang saja yang menghadang orang yang sedang menggiring bola. Ini bertujuan agar tak terjadi kekosongan posisi yang mungkin ditinggalkan teman untuk merebut bola.

Maksimalkan permainan di lini tengah. Ini bertujuan untuk mencari celah dari permainan lawan serta untuk menambah Ball Possesion. Ball Possesion adalah presentase dari 2 tim yang saling berlawanan dalam penguasaan bola. Penguasaan bola diperlukan agar lawan jenuh dengan permainan kita. Dari situ maka akan muncul 2 kemungkinan yang akan terjadi pada lawan. Yang pertama mood dari lawan akan turun sehingga mempengaruhi permainannya dan kedua mereka akan kesal dan langsung berusaha sekuat tenaga merebut bola. Jika kemungkinan kedua yang terjadi maka umpan kalian harus lebih cepat dari umpan yang biasa kalian berikan kepada teman kalian. Hal ini bertujuan agar mereka akan mengerahkan tenaga ekstra dalam merebut bola.

Setelah itu tinggal menyerahkannya pada winger dan striker karena umumnya jika aku lihat dari permainan kalian, winger serta striker memiliki kecepatan diatas pemain tengah serta pemain bertahan. Winger harus memberikan umpan yang tepat kepada striker agar striker bisa menciptakan setidaknya peluang terjadinya gol. Dan sekarang yang aku butuhkan dari kalian adalah striker bertalenta. Bukan striker yang hanya bertumpu pada winger, lini tengah ataupun lini belakang.

Jadi bagi kalian yang merasa dan menyebut diri kalian sebagai striker ada baiknya kalian mulai berlatih lebih giat lagi agar bisa aku akui sebagai striker bertalenta. Bukan hanya striker saja. Tapi semuanya juga. " Jelas Naruto dengan panjangnya.

" Tapi senpai bagaimana cara kami menjadi pemain bertalenta ? Aku kira berlatih saja kan tidak cukup. " Tanya Shinoda, Center Back tadi yang melawan Konohamaru.

" Hmm.. Pertanyaan bagus Shinoda. Tapi aku mau bertanya dulu kepada kalian. Apa kalian tau atau pernah menggunakan jaringan nirkabel yang bernama 'internet' ? " Tanya Naruto dengan penekanan di kata Internet. Sementara itu anak buah Naruto hanya menganggukan kepalanya pertanda mereka pernah menggunakan Internet. Tentu saja. Di zaman modern seperti ini siapa yang tak tau internet? Mungkin anak TK saja sudah tau.

" Apa kalian tau apa itu Youtube ? " Tanya Naruto lagi. Dan jawaban yang diterimanya adalah anggukan lagi dari anak buahnya.

" Apa kalian tau istilah streaming di Youtube ? " Tanya Naruto lagi (lagi) dan hanya di balas dengan anggukan oleh anak buahnya.

" Lalu kenapa kalian tidak menggunakan Internet lalu membuka alamat ' ' lalu streaming video permainan sepak bola dari tim – tim yang sering menjuarai liga bergengsi seperti tim Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, Chelsea, Man. United, Manchester City, Liverpool, Juventus, Ac Milan, Internazionale Milano dan masih banyak lagi. Atau kalau begitu melihat cara bermain pemain favorit kalian lalu nanti tinggal aku yang memadukan permainan kalian. " Kata Naruto santai.

" Semua nasehat ku tadi harus kalian ingat. Dan satu lagi walaupun ini terdengar kurang sopan karena aku menyamakan kalian dengan binatang. Tapi memang benar, kalian ini adalah sekawanan singa yang kelaparan. Jika hanya satu singa yang berusaha menjatuhkan seekor gajah meskipun singa itu adalah singa terkuat sekalipun, singa itu akan kewalahan. Tapi apabila sekawanan singa itu menyerang seekor gajah dengan bersama – sama saling bahu membahu, maka seekor gajah yang perkasa pun akan tumbang. Jadi ingat, jika kalian bekerja sama dan saling bahu membahu dengan baik dan semakin membaik setiap harinya maka Nankatsu, Meiwa, Suna akan kalian kalahkan dengan mudah. " Kata Naruto memberi motivasi lalu menyuruh semua anak buahnya untuk berdiri.

Terlihat setelah Naruto memberikan motivasinya, semangat mulai muncul dari wajah – wajah anak buahnya terlihat dari ekspresi wajah mereka yang memancarkan tekad yang membara.

" Dan satu hal lagi yang harus selalu kalian ingat. Jangan melupakan aku walaupun kalian nantinya sukses sebagai pemain sepak bola. Jangan lupakan perkataanku sebelumnya walaupun kelak mungkin yang melatih kalian bukanlah aku. Baiklah sekarang kita pulang. " Kata Naruto mengakhiri latihan tersebut.

~Soccer!~

Kini Naruto tampak berjalan menuju ke rumah Hinata untuk menjemput adiknya yang tadi ikut Hinata serta Hanabi menuju ke rumahnya. Katanya ia akan mengerjakan PR bersama – sama. Setelah Naruto mengingat pesan dari adiknya tersebut ia sedikit menambha kecepatan berjalannya berharap ia akan sedikit lebih cepat sampai di rumah Hinata dan bermaksud membantu sedikit Naruko dan Hanabi dalam mengerjakan PR yang ia ketahui adalah PR Matematika. Matematika adalah bidang yang paling dikuasai oleh Naruto. Bukan berarti ia hanya pintar dalam Matematika saja. Nilai yang pelajaran yang lain memang baik tetapi nilainya yang terbaik adalah Matematika.

Tak lama setelah itu, Naruto telah sampai di rumah Hinata dan disilahkan masuk oleh sang security sangar penjaga Rumah Hinata yang ia baru ketahui ternyata ia hatinya lembut. Security itu pernah menyelamatkan anak kucing yang hampir tertabrak mobil. Yah itulah mungkin yang dinamakan ' Appearance like a Devil, Heart like an angel '

" Yo Naruko chan, Hanabi chan, Hinata chan. Ada yang bisa aku bantu ? " Tanya Naruto ketika mencapai ruang tengah dan melihat Naruko dan Hanabi sedang terlihat kebingungan dengan penjelasan yang diberikan Hinata.

" Woh.. Onii chan, kebetulan kau datang. Eto aku tak begitu paham dengan penjelasan Hinata nee. " Kata Naruko dengan jujurnya.

" Ma-maaf Naruto kun aku tak begitu pandai menerangkan Matematika. " Kata Hinata meminta maaf pada Naruto sementara Naruto hanya tersenyum saja mendengarnya.

" Tak apa. Setiap orang memiliki kelebihan masing – masing. Jadi bab apa yang belum kalian pahami ? " Tanya Naruto lalu duduk di samping Hinata.

" Eto Aljabar. Sistem Persamaan dua variabel dengan metode Distributif. " Kata Hanabi membolak balik halaman bukunya melihat – lihat bagian mana yang belum ia kuasai.

Dan setelah itu Naruto menjelaskan teori – teori serta cara – caranya yang menurutnya mudah untuk dipahami. Dan jika dilihat dari ekspresi Naruko dan Hanabi yang tampak senang, maka bisa di bilang bahwa mereka paham dengan apa yang Naruto jelaskan tadi. Sementara itu Hinata yang dari tadi memperhatikan Naruto atau lebih tepatnya wajahnya sedikit bersemu merah di pipinya.

Naruto yang kini merasa diperhatikan oleh Hinata lalu menolehkan wajahnya ke Hinata. Dan Hinata yang mungkin merasa ketahuan karena melihat wajah Naruto dari tadi kini menundukan wajahnya yang memerah karena malu.

" Are ? Hinata chan ? Kau tak apa – apa ? Wajahmu memerah, apa kau demam ? " Tanya Naruto bertubi – tubi dan sedikit mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Hinata yang menunduk. Hinata pun sedikit berjengit kaget lalu bergeser sedikit untuk mengambil jarak dengan Naruto.

" I-Iie. A-aku akan membuatkanmu minuman " Kata Hinata cepat lalu berlalu menuju dapur.

" Cih, Baka! " Gumam Hanabi dan Naruko dengan menatap sinis Naruto. Naruto tak begitu mendengar gumaman dari Hanabi dan Naruko jadi ia tak begitu mepermasalahkannya.

~Soccer!~

" Ah.. Sudah malam. Hinata chan, Hanabi chan. Kami harus pulang. " Kata Naruto sambil melihat jam tangan miliknya.

" Hmm.. Onii chan benar. Kalau begitu kami pulang dulu. Jaa~ " Pamit Naruko sambil menarik Naruto untuk keluar dari kediaman Hinata dan Hanab. Bukan menarik dengan kasar sih. Hanya tarikan biasa.

" Jaa.. " Ucap Naruto sambil tersenyum lalu melambaikan satu tangannya kepada Hinata dan Hanabi.

Diperjalanan pulang Naruko memberitahukan sesuatu yang menurut Naruto cukup penting namun seharusnya ia tak menerima informasi tersebut karena informasi tersebut bersifat privasi. Dan tentu saja yang dibahas Naruko adalah 'calon kakak iparnya'. Entah kenapa Naruko sangat ingin menjadikan Hinata yakni kakak dari Hanabi menjadi 'kakak iparnya' dan ia menemukan kesempatan besar untuk merealisasikan tujuannya karena ia tahu bahwa Hinata suka kepada kakaknya. Dan tentu saja sebagai keturunan Namikaze yang terkenal akan kecerdasannya ia tak mungkin melewatkan kesempatan tersebut. Dan inilah hasilnya..

" Apa kau tak salah Naruko ? Aku takut kau membohongiku agar aku bisa cepat memiliki pacar. " Kata Naruto dengan nada khawatir.

" Tidak. Memang aku pernah berbohong pada Onii chan ? " Tanya Naruko sambil mendelik ke arah Naruto yang kini berjalan dengan malasnya.

" Haah.. Bahkan kau sering membohongiku. Kau ingat waktu kau meminjam HP ku untuk kau pakai menanyakan PR kepada temanmu dan ternyata hanya kau buat untuk meminta teman SD mu yang ada di Nankatsu untuk memberitahukan E-mail dari si sayap itu. " Jawab Naruto dengan malasnya karena mungkin sedikit sebal juga untuk mengingat – ingat itu.

" Ma-mah.. I-itu be-benar sih " Balas Naruko gerogi karena dia malu ketahuan kedoknya yang ingin menghubungi si 'sayap' alias Tsubasa.

" Ta-tapi kenapa Onii chan bisa tahu sih ? " Tanya Naruko sedikit memekik karena kesal sudah ketahuan.

" Tsubasa sendiri yang memberi tahuku. Walaupun kami rival tapi tentu saja hubungan teman tetap berjalan. Ini E-mailnya " Setelah mengatakan hal tersebut ia menunjukan alamat E-mail yang ada di layar Smartphonenya kepada Naruko. Dan Naruko pun kaget kenapa Naruto memilikinya.

" Kenapa Onii chan punya sih ? " Pekik Naruko lagi.

" Haah.. di Handphone lamaku memang tidak ada. Tapi ketika Otou sama membelikanku HP ini dan aku mendaftarkan E-mailku, muncul E-mail – E-mail dari orang – orang yang aku kenal yang belum aku jadikan kontak temanku. Salah satunya adalah Tsubasa. Nah saat itu aku mencoba mengirim E-mail padanya dan hanya bermaksud menyapa dan dia membuatku kesal karena dia mengejek ku karena Foto profil E-mailku hanyalah tokoh Anime kesukaanku. " Alis Naruto berkedut karena menahan kekesalannya saat mengingat saat – saat itu.

" Huuuwwaaahhh.. Aku ingin memiliki HP sepertimu Onii chan! " Teriak Naruko sebal lalu langsung berlari meninggalkan Naruto. Yah Naruto tak masalah sih karena rumahnya sudah cukup dekat.

" Pasti dia akan menodong Otou sama agar membelikan Handphone baru untuknya cepat atau lambat. " Gumam Naruto sambil tersenyum geli membayangkan hal apa yang akan dilakukan oleh Naruko sesampainya di rumah nanti

Soccer!

Sesampainya di rumah ia tampak tertawa sendiri melihat Naruko yang sedang mencak – mencak tak jelas sambil berteriak – teriak tanda tak terima yang ditujukan kepada dua orang dewasa di depannya yang sedang duduk sambil menopang dagu dan dengan malasnya memperhatikan ocehan dari Naruko itu sendiri.

" Tadaima Okaa sama, Otou sama. " Sapa Naruto sekilas yang melewati ruang keluarga lalu langsung menuju ke kamarnya di lantai atas.

" Oh sudah sore sebaiknya aku segera menyiapkan keperluan memasak makan malam " Gumam Tsunade dengan sedikit malas bertujuan untuk menggoda sang anak perempuannya lalu berlalu meninggalkan sang anak dengan cueknya menuju ke dapur.

" Grrr... " Naruko mulai geram karena tadi sudah di cukein oleh kedua orang tuanya, malah sekarang di tinggalkan oleh ibunya.

" Oh sepertinya Shiruba kangen denganku " Alasan dari Jiraiya sangat tidak jelas dan berlalu meninggalkan Naruko sendiri dan itu sukses membuat wajah Naruko merah padam menahan Amarahnya dan akhirnya..

" BAKAAAAAAA! " Teriak Naruko di ruang tengah dan mungkin bisa terdengar sampai ratusan meter.

Sementara itu sebelum Naruko berteriak.

" Haah.. Kenapa tadi buku tugasku ketinggalan yah ? Jadinya kan aku di kira orang yang.. "

" BAKAAAAAAA! " Gumaman seorang bocah kelas 5 SD terpotong dengan teriakan menggelegar yang terdengar atau kedengarannya menjawab gumaman sang anak tersebut. Jadinya ia langsung meringkuk di pojokan gang (mungkin) dengan aura hitam khas aura orang suram sambil bergumam ' baka, baka, baka '

Ditempat lain

" Tadi kenapa kamu nggak menjemputku ? " Tanya seorang gadis seumuran Naruko yang sedang mengobrol sambil berjalan dengan sang kekasih.

" Tadi aku ada kegiatan ekstra sayang. " Balas sang kekasih lembut.

" Hmm.. Kupikir kita.. "

" BAKAAAAAAA! " 'Brukk' Sepasang kekasih itupun jatuh tersungkur karena mendengar teriakan dari Naruko (gak kenal) yang secara tidak langsung menyebut mereka berdua 'Baka'

Oke Back to story

Kini Naruko sedang tidur tertelungkup sambil mengucapkan mantra – mantra tak jelas ( sebut saja bergumam ) sambil mengutak atik Handphone nya berharap ia akan menemukan hiburan. Kegiatannya terganggu dengan adanya ketukan di pintu kamarnya.

" Naruko, Onii chan boleh masuk ? " Ternyata itu adalah Naruto. Naruko memiliki sedikit harapan agar sang kakak tercinta bisa merubah moodnya yang sedang buruk ini.

" Terserah " Sahut Naruko sedikit berteriak namun dengan cueknya ia tetap mengutak – atik Handphonenya.

Tanpa menunggu lagi Naruto pun masuk. Melihat Naruko membuat Naruto tersenyum. Bukan tersenyum geli atau senyum bercanda melainkan senyum hangat khas seorang kakak yang ditujukan kepada adiknya. Lalu Naruto pun duduk di pinggiran kasur milik Naruko. Tak lama setelah itu ia membaringkan badannya dengan pantat Naruko sebagai bantalnya.

" Hei.. " Naruko pun tak terima pantatnya dipakai sang kakak untuk meletakkan kepala. Sebenarnya ia tak terlalukeberatan tapi mungkin efek dari moodnya yang sedang buruk maka ia tak terima jadinya.

" Diamlah dan dengarkan aku " Sahut Naruto dengan datar sambil menatap langit – langit kamar Naruko.

" Kau ingin Handphone baru bukan ? " Tanya Naruto tetap dengan datarnya.

" Ya " Balas Naruko cuek tapi ia sedikit khawatir dengan nada bicara sang kakak yang tidak seperti biasa.

" Aku bisa membelikannya untukmu " Dan Nada bicara Naruto kembali seperti biasa. Hangat khas seorang kakak yang baik.

" Aku ragu " Balas Naruko cuek.

" Hmm.. Kau belum tahu ya ? Piala dunia Under 20 akan segera berlangsung. " Kata Naruto sedikit keluar dari topik.

" Lalu ? " Tanya Naruko dengan tetap mempertahankan kecuekannya.

" Jika aku bisa masuk ke Tim Under 20 Jepang, maka aku akan mendapat uang saku. Yah walaupun mungkin bisa dibilang tidak cukup banyak tapi jika Jepang bisa sampai ke Final maka aku bisa membelikanmu Handphone keluaran terbaru yang bahkan spesifikasinya lebih hebat dari Handphone ku. " Jelas Naruto dengan tetap mempertahankan posisi berbaringnya.

" Benarkah ? " Tanya Naruko kini yang mulai bersemangat setelah mendengar penjelasan dari sang kakak.

" Tentu " Balas Naruto singkat.

" Bagimana caraku untuk membantu Onii chan ? " Tanya Naruko yang mood nya kini sudah baik dengan sekejap mata.

" Mudah. Tinggal mendoakanku saja. Dan yah.. Mulai besok, Se-sebaiknya.. ki-kita berangkat dengan.. Hinata chan dan Hanabi chan. " Kata Naruto sambil sedikit tergagap di kalimat terakhir. Naruko yang mengerti gelagat dan arah pembicaraan sang kakak pun menyeringai seakan siap menggoda sang kakak.

" Kenapa seperti itu Onii chan ? " Tanya Naruko berusaha memancing Naruto agar berbicara lebih tentang maksud tujuannya.

" Yah.. Me-menurutku jika berjalan bersama lebih mengasyikkan "Balas Naruto dengan keringat yang mulai berjatuhan dan kini ia duduk membelakangi sang adik.

" Hoo.. Atau mungkin ada alasan lain, nee Onii chan ? " Pertanyaan Naruko pun sukses memojokkan Naruto dan membuat ia jadi keringat dingin.

" Su-sudahlah. Sebaiknya kita segera makan malam. Otou sama dan Okaa sama tadi sedang mengurusi pekerjaan untuk sebentar jadinya mereka sudah sarapan duluan. " Kata Naruto sambil berjalan keluar menuju ke ruang makan di ikuti Naruko yang ikut berjalan membuntutinya.

" Shiruba ? " Tanya Naruko bermaksud menanyakan dimana Shiruba.

" Tentu saja ia di bawa oleh Okaa sama. " Balas Naruto agak malas karena ia perlu menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dijawab.

SKIP TIME

Naruto kini tengah berbaring diatas tempat tidurnya sambil mengusap – usap bola kesayangannya dan ia ternyata kembali teringat dengan masa lalu.

Flash Back

Liburan musim panas bagi para siswa sekolahan adalah liburan yang paling mereka tunggu karena liburnya cukup panjang. Naruto yang pada saat itu masih kelas 5 SD ikut bersama kedua orang tua (angkatnya) Menuju ke kediaman Bibinya yang berada di district Nankatsu. Bibinya merupakan Namikaze Anko. Adik dari Ayah angkatnya serta Ayah kandungnya. Anko sangatmenyayangi Naruto dan mengaggp Naruto merupakan anaknya sendiri.

Di liburan musim panas tersebut, Naruto sering berjalan – jalan sendirian melihat – lihat keadaan di district Nankatsu yang terkenal sangat aman. Ia menjumpai sekelompok anak yang berseragam tampaknya dari SD Nankatsu sedang berlatih bersama. Ia tampak bingung melihat ada seorang anak yang memakai baju yang warnanya berbeda sendiri. Ia berfikir mungkin amak itu anak baru. Dan ia memutuskan untuk melihat latihan dari anak – anak itu.

Ia mengakui permainan dari si anak berbaju biru itu (Tsubasa) memang sangat menonjol di banding dengan anak yang lain. Tak lama setelah itu mereka A.K.A anak – anak dari SD Nankatsu itu beristirahat untuk sekedar melepaskan penat. Namun Naruto menyeringai melihat Anak Berbaju biru itu tak beristirahat namun ia sedang menjuggling bola dengan santainya. Naruto yang tertarik pun berjalan menuju Tsubasa dan kawan - kawannya.

" Hei. " sapa Naruto sambil nyengir.

" Oh, hei. Kau siapa ? " Tanya Tsubasa yang kini sudah berhenti menjuggling bolanya.

" Aku Namikaze Naruto. Keponakan dari sensei mu. " Balas Naruto.

" Senseiku ? " Tanya Tsubasa pada dirinya sendiri mungkin karena ia belum terlalu tahu menahu tentang sekolah barunya.

" Rambut Kuning, Mata biru, ada seperti kumis kucing diwajahnya.. " Gumam Ishizaki dengan pose berfikirnya.

" Ja-jangan – jangan kau keponakan dari Anko Sensei itu ? " Pekik Ishizaki berusaha memastikan status dari Naruto. Sementara itu Naruto hanya mengangguk tanda mengiyakan saja. Dan dengan serempak semuanya berteriak 'apa' tanda tak percaya terkecuali Ishizaki, Tsubasa dan Naruto sendiri.

" Memang kenapa Ishizaki kalau dia keponakan dari Anko Sensei ? " Tanya Tsubasa bingung.

" Kata Anko Sensei. Keponakannya itu sangat jago bermain sepak bola. Kabarnya ia sudah banyak memabawa sekolahnya menjuarai kejuaraan lokal. " Kata Ishizaki.

" A-aku tak tau sebegitunya Anko Oba sama menceritakanku. " Kata Naruto Sweatdrop.

" Tapi apa benar itu Namikaze san ? " Tanya Tsubasa memastikan.

" Yah begitulah " Balas Naruto dengan malasnya.

" Kalau begitu aku menantangmu. " Tantang Tsubasa dengan semangat.

" Boleh. Anggap saja ini salam pertemanan. " Balas Naruto tak kalah semangat.

" Kita harus menendang bola agar mengenai mistar gawang bagian atas. Siapa yang tidak kena maka dia yang kalah. " Tawar Tsubasa lalu membawa bolanya dengan jarak ¾ lapangan dengan gawang targetnya.

" Jadi jaraknya segitu. Oke kau duluan. " Suruh Naruto dan Tsubasa pun mengangguk.

Tsubasa tampak mengambil ancang – ancang sekitar 5 meter dari bolanya dan setelah ia merasa sudah tepat perhitungannya ia mulai berlari menuju bolanya dan menendangnya cukup keras. Tendangannya melambung tinggi dan jika di teliti maka tendangannya nantinya akan melebihi mistar atas gawang. Dan ternyata benar, Tendangan Tsubasa meleset sedikit dari mistar gawang.

" Kau meleset. Berarti kau yang kalah. " Kata Naruto.

" Kau kan belum mencoba " Balas Tsubasa dengan malas.

" Baiklah jika kau memaksa. " Balas Naruto.

Dan Naruto pun memungut bola terdekat dan di taruhnya di tempat Tsubasa menendang tadi. Ia mengambil jarak lebih pendek dari Tsubasa yakni sekitar 2-3 meter. Dan tanpa pikir panjang ia langsung berlari dengan cepat lalu menendang bola tersebut dengan keras dan bola tersebut tampak melambung tepat menuju ke arah mistar gawang bagian atas. Dan

'Deng' Suara dari bola tersebut yang membentur mistar gawang dengan cukup keras dan pemenangnya adalah Naruto. Naruto pun berjalan menjauh dari Tsubasa dan Kawan – kawan. Sementara itu Tsubasa dan Kawan – kawannya takjub dengan kehebatan Naruto. Setelah berjalan sedikit, Naruto mulai berhenti lalu membalikan tubuhnya menghadap kearah Tsubasa.

" Ngomong – ngomong siapa namamu bocah biru ? " Tanya Naruto.

" Tsubasa, Ozora Tsubasa " Balas Tsubasa singkat.

" Tsubasa ya ? Berjanjilah padakau agar kau semakin kuat dan menjadi rivalku kelak. " Balas Naruto lalu berjalan menjauh.

" Tentu Namikaze san. Tentu " Balas Tsubasa sambil tersenyum senang bahwa ia di tunggu oleh seseorang yang bertalenta hanya agar menjadikannya rival.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued.

Yah author gak bisa update cepet soalnya author sempat sakit dan author sering futsal sampe lupa waktu heheheh.. Pokoknya terima kasih buat para readers entah it silent readers sekalipun karena sudi membaca fic saya yang abal ini. Pokoknya makasih banget dan khususnya bagi yang udah mau me review fic saya ini. Dan apabila Readers sekalian bingung dan memiliki pertanyaan kepada author, Chat aja di Facebook author atau BBM Author. Untuk FB dan BBM lihat di Chapter 2. Jadi gak usah sungkan untuk bertanya. Atau kalau enggak PM juga boleh :D

Jaa~